cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2023)" : 33 Documents clear
REVIEW JURNAL: GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT CACING: REVIEW JOURNAL: OVERVIEW OF PUBLIC KNOWLEDGE ABOUT THE USE OF WORM MEDICINE Aan Kunaedi; Salma Audhita Santana; Selly Nurul Azmi; Taufik Al Fazri; Adinda Aprillia; Amanda Permatasari; Putri Ayu Fiddiyana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.568

Abstract

Kecacingan merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing dan dapat menular. Kecacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena menyebabkan anak menderita kurang gizi. Selain itu dapat mengurangi kecerdasan dan produktivitas, serta salah satu faktor penyebab stunting. Prevalensi kecacingan masih sangat tinggi mulai dari 2,5% hingga 62% di Indonesia. Tujuan dari review jurnal ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kecacingan dan pengobatannya. Metode yang digunakan yaitu dengan pengumpulan berbagai hasil jurnal penelitian. Berdasarkan 10 jurnal yang di-review dengan total 722 responden, terdapat sebanyak 402 atau 55,7% responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai penyakit kecacingan dan pengobatannya. Obat yang paling sering digunakan dalam pengobatan penyakit kecacingan yaitu albendazol dan pirantel pamoat.
UJI AKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus): ACTIVITY TEST OF BETEL LEAF EXTRACT GEL (PIPER BETLE) TOWARD ON WOUND HEALING IN RABBITS (Oryctolagus cuniculus) Ika Buana Januarti; Kiki Waluyo Wahyu Ningsih; Aries Badrus Sholeh
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.574

Abstract

Luka sayat adalah luka yang disebabkan oleh objek yang tajam, biasanya mencakup seluruh luka akibat benda-benda tajam. Daun Sirih banyak digunakan dalam pengobatan tradisional salah satunya yaitu mempercepat penyembuhan luka dengan kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan karakteristik sifat fisik gel dan untuk mengetahui aktivitas gel ekstrak daun sirih terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci. Penelitian ini dilakukan dengan desain pre-post. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan uji pairwise comparisons untuk melihat ada tidaknya perbedaan rerata yang bermakna antara panjang luka sebelum perlakuan dan setelah perlakuan yang terdiri dari 5 perlakuan, yaitu kontrol positif (Bioplacenton®), kontrol negatif, basis gel, dan 3 konsentrasi yaitu gel ekstrak konsentrasi 5%, 10%, dan 15% dengan masing-masing 5 kali pengulangan. Perlakuan dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari selama 16 hari. Hasil pengukuran panjang luka pada kelinci menunjukkan bahwa gel ekstrak daun sirih memiliki potensi sebagai penyembuh luka sayat dengan nilai p-Value <0,05 yaitu 0,024. Formula gel ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 15% memiliki efek penyembuhan luka yang setara dengan kontrol positif (Bioplacenton®) dan lebih efektif dibandingkan dengan gel ekstrak konsentrasi 5% dan 15%. Kata Kunci: Gel ekstrak daun sirih, luka sayat
FORMULASI TABLET EKSTRAK ALGA COKLAT (Sargassum sp.) DENGAN VARIASI POLIVINIL PIROLIDON SEBAGAI BAHAN PENGIKAT METODE GRANULASI BASAH: FORMULATION OF BROWN ALGAE EXTRACT TABLETS (Sargassum sp.) WITH VARIATIONS POLYVINYL PYROLIDONE AS BINDING MATERIAL WITH WET GRANULATION METHOD Dea Eka Rina; Agung Giri Samudra; Dwi Dominica
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.590

Abstract

Tanaman alga coklat (Sargassum sp.) dalam ilmu farmasi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu zat aktif dalam obat. Obat yang dibuat dalam bentuk sediaan tablet ini memiliki komposisi alga coklat (Sargassum sp.) sebagai zat aktif utama obat dan bahan pengikat lainnya yang berupa polivinil pirolidon (PVP). Penelitian ini membahas lebih dalam mengenai keefektifan zat pengikat (PVP) dalam sediaan obat menggunakan metode granulasi basah. Ekstrak alga (Sargassum sp.)  yang pekat diperoleh dari ekstraksi dengan metode sokletasi menggunakan etanol 96%. Pembuatan tablet alga coklat (Sargassum sp.) diuji dengan zat pengikat (PVP) dalam 3 konsentrasi yang berbeda yaitu 3%, 5%, dan 9%. Sebelum memasuki tahapan pencetakan granul, sediaan obat harus melewati evaluasi sifat alir, sudut diam, dan kompresibilitas. Setelah itu dilakukan evaluasi sifat fisik tablet yang terdiri atas keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, waktu hancur, dan waktu paruh. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa evaluasi uji sifat fisik granul dengan 3 variasi konsentrasi formula telah memenuhi syarat. Pada uji waktu hancur, kekerasan, keseragaman bobot, dan keseragaman ukuran tablet hanya konsentrasi PVP 5% saja yang memenuhi syarat dalam tablet obat alga coklat.
FORMULASI EMULGEL MINYAK BIJI PALA (Myristica fragans) SEBAGAI ANTIOKSIDAN: EMULGEL FORMULATION OF SEED NUTMEG OIL (Myristica fragans) AS ANTIOXIDANT Rizky Dwi Larasati; Dias Endah Khoirunnisa; Titian Daru Asmara Tugon; Zulkaida; Fauzia Ningrum Syaputri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.595

Abstract

Emulgel merupakan sediaan topikal yang terdiri dari emulsi dan gelling agent. Minyak biji pala mengandung beberapa senyawa yaitu metil eugenol, isoeugenol, miristisin, ?-pinene, dan ?-pinene yang mempunyai aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan emulgel minyak biji pala yang stabil secara fisik dan mempunyai aktivitas antioksidan yang optimal. Sediaan emulgel dibuat 3 formula yaitu FI (minyak biji pala 3%), FII (minyak biji pala 4,5%), FIII (minyak biji pala 6%). Evaluasi sediaan emulgel yang dilakukan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji tipe emulsi, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, cycling test, dan uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan DPPH. Dari hasil evaluasi didapatkan formula terbaik yaitu formula II dengan kandungan minyak biji pala 4,5% yang stabil secara fisik dan mempunyai IC50 11774,19 ppm.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculate Nees) TERHADAP MENCIT (Mus musculus): ANTI-INFLAMMATORY ACTIVITY TEST OF SAMBILOTO (Andrographis paniculate Nees) LEAF ETHANOL EXTRACT IN MICE (Mus musculus) Nur Azizah Syahrana; Faridha Yenny Nonci; Satrianti; Indah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.624

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji antiinflamasi ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dalam bentuk sediaan krim pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan krim dari ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) sebagai antiinflamasi serta mengetahui kadar ekstrak etanol daun sambiloto dalam sediaan krim yang optimum memberikan efek antiinflamasi pada mencit. Daun sambiloto diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan ekstrak kemudian dibuat krim. Pengujian antiinflamasi secara topikal pada telapak kaki mencit yang diinduksi dengan menggunakan larutan albumin. Sediaan krim ekstrak daun sambiloto dengan konsentrasi 1,6 %; 3,2 %; 6,4 % dan kontrol negatif tanpa ekstrak serta Voltaren emulgel sebagai kontrol positif. Pengamatan dilakukan terhadap peningkatan radang (% radang) dan penghambatan radang (% inhibisi radang). Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan radang(% R) pada menit 0, 30, 60, 90 dan 120  untuk Formula I (1,6 %), F II (3,2 %), F III (6,4 %), kontrol negatif dan kontrol positif (voltaren emulgel). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang maksimum memberikan efek antiinflamasi adalah 1,6 %.
EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENGHAMBATAN ENZIM ?-GLUCOSIDASE DARI EKSTRAK KERING DAN FRAKSI DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense): EVALUATION OF ANTIOXIDANT ACTIVITY AND INHIBITION OF ?-GLUCOSIDASE ENZYME FROM DRIED EXTRACT AND FRACTIONS OF JAMBU BOL (Syzygium malaccense) Islan Nor; Irfan Zamzani; Joko Priyanto Wibowo
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.630

Abstract

Jambu bol (Syzygium malaccense) diberbagai belahan dunia digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit dan gejala, termasuk sakit kepala, batuk, peradangan, dan hipertensi. Penyakit degeneratif menimbulkan beberapa penyakit seperti diabetes melitus. Pada tahun 2014 terdapat 422 juta orang dewasa menderita Diabetes Melitus di dunia. Prevalensi meningkat dari 4,7% pada tahun 1980 menjadi 8,5% pada tahun 2014 pada orang dewasa. Angka tertinggi diabetes melitus di Indonesia ditempati oleh DKI Jakarta (3,4%), Kalimantan Timur (3,3%), Yogyakarta (3,2%), dan Sulawesi Utara (3,0%). Antioksidan berperan mencegah penyakit degeneratif yang dikarenakan oleh radikal bebas. Agen penghambat ?-glucosidase dapat menjadi solusi dalam menangani diabetes melitus tipe 2. Tanaman dengan aktivitas antioksidan dan penghambat enzim ?-glucosidase dapat menangani pasien dengan penyakit degeneratif terutama diabetes melitus dengan stres oksidatif, dan menjadi alternatif yang kurang berbahaya dibandingkan obat sintetis. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi daun jambu bol dan dikeringkan dengan metode freeze drying, ekstrak difraksinasi dan didapatkan lima fraksi. Ekstrak dan fraksi dilakukan evaluasi terhadap antioksidan dengan metode DPPH dan antihiperglikemik dengan metode penghambatan enzim ?-glucosidase. Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil IC50 ekstrak daun jambu bol (Syzygium malaccense) sebesar 57,14 ± 0,42 µg/mL yang termasuk dalam kategori kuat, begitu pula dengan fraksinya yaitu Fr4 dan Fr6 dengan nilai IC50 sebesar 35,52 ± 0,81 µg/mL dan 39,56 ± 1,17 µg/mL, berturut-turut yang tergolong kategori kuat. Begitu pula aktivitas ekstrak dalam menghambat enzim ?-glucosidase dengan persen penghambatan sebesar 83,72 ± 2,06 %. Maka perlu dikembangkan lagi jambu bol (Syzygium malaccense) sebagai agen antioksidan dan agen antihiperglikemia.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER GEL PEEL OFF KOMBINASI EKSTRAK NADES DAUN MURBEI DAN DAUN MANGGA GEDONG DENGAN METODE DPPH: FORMULATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF PEEL OFF GEL MASK THE COMBINATION OF MULBERRY AND GEDONG MANGO LEAF NADES EXTRACT WITH THE DPPH METHOD Yayan Rizikiyan; Sulistiorini Indriaty; Renny Amelia; Lela Sulastri; Suci Naluriah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.635

Abstract

Daun mangga gedong dan daun murbei terbukti memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan terpenoid yang mempunyai peranan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan Masker gel peel off  kombinasi ekstrak daun mangga konsentrasi 3% dan ekstrak daun murbei konsentrasi 0,75%, 3,75%, dan 6,75%. Proses ekstraksi daun mangga gedong dan daun murbei menggunakan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan menggunakan pelarut NADES (Natural Deep Eutectic Solvents). Ekstraksi daun mangga gedong menggunakan pelarut sodium acetat dan lactid acid  dengan rasio molar 1:3 dan daun murbei menggunakan pelarut choline chloride dan gliserol dengan rasio molar 1:2. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenyl-1-pikrylhidrazyl). Masker gel peel off kombinasi ekstrak daun mangga 3% dan ekstrak daun murbei 0,75%, 3,75%, dan 6,75% pada pengujian evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering,  viskositas, sifat alir menunjukan hasil yang memenuhi syarat. Masker gel peel off tersebut juga mempunyai potensi sebagai antioksidan dengan nilai IC50 pada masing-masing formula 1 20,03 ppm formula 2 22,02 ppm, formula 3 23,43 ppm. Nilai % inhibisi Formula 1 berkisar 53,803% - 57,492%, Formula 2 berkisar 49,745% - 55,759%, Formula 3 berkisar 48,847% – 50,245%. Kata kunci : Ekstrak Nades, Daun Mangga gedong , Daun Murbei, Masker gel peel off, Antioksidan,  DPPH
ANALISIS COST OF ILLNESS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING PERIODE APRIL – JUNI 2022: COST OF ILLNESS ANALYSIS IN ISCHEMIC STROKE PATIENTS AT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING HOSPITAL IN APRIL – JUNE 2022 Gita Husna Rahmadani; Woro Supadmi; Joko Sudibyo
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.649

Abstract

Stroke iskemik merupakan penyakit utama yang menyebabkan kematian di seluruh dunia. Setiap tahunnya, angka kejadian stroke iskemik di Indonesia terus meningkat. Stroke iskemik membutuhkan perawatan yang lama serta biaya yang mahal, sehingga menjadi beban pada pasien dan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat stroke iskemik, mengetahui cost of illness yang meliputi direct medical cost, direct nonmedical cost, serta indirect cost pada pasien stroke iskemik, mengetahui selisih direct medical cost dengan tarif INA-CBG’s pada pasien stroke iskemik, dan mengetahui hubungan lama perawatan, komorbiddan tingkat keparahan dengan direct medical cost pada pasien stroke iskemik. Penelitian ini dilakukan observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, pengambilan data secara prospektif. Pengambilan data meliputi data penggunaan obat, lama rawat inap, dan data klinik pasien didapatkan berdasarkan data rekam medik, biaya perspektif rumah sakit yang meliputi biaya pengobatan pasien, biaya langsung non-medis dan data biaya tidak langsung berdasarkan wawancara langsung terhadap keluarga pasien. Subyek penelitian terdiri dari 24 pasien rawat inap. Analisis data menggunakan metode analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan pola penggunaan obat stroke iskemik rawat inap yang paling banyak digunakan yaitu aspilet 18,2%. Biaya cost of illness dengan rata-rata Rp 3.859.156 meliputi direct medical cost dengan rata-rata Rp 3.302.489, direct nonmedical cost dengan rata-rata Rp 432.291 dan indirect cost dengan rata-rata Rp 124.375. Selisih direct medical cost dengan tarif INA-CBG’s didapatkan selisih positif sehingga rumah sakit tidak mengalami kerugian. Hubungan lama perawatan, penyerta, dan tingkat keparahan dengan direct medical cost diperoleh nilai p<0,05, hal ini menunjukkan ada hubungan signifikan
VARIASI FORMULA SEDIAAN FACEMIST EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DAN PENGARUHNYA PADA PENINGKATAN KELEMBABAN WAJAH : FACEMIST ETHANOL EXTRACT OF MORINGA LEAVES (Moringa oleifera L.) FORMULA VARIATIONS AND EFFECTS ON FACIAL MOISTURE IMPROVEMENT Marlina Indriastuti; Nurhidayati Harun; Oktapiana Rismaya; Nia Kurniasih; Anna L Yusuf; David Nugraha
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.655

Abstract

Facemist adalah produk perawatan kulit wajah berbentuk spray yang diformulasikan untuk membuat kulit lebih segar,  lembab dan dapat digunakan untuk mencegah paparan radikal bebas dari polusi udara. Facemist termasuk salah satu kosmetika yang digunakan untuk merawat dan mempertahankan kondisi kulit wajah. Produk bahan alam untuk perawatan kulit semakin meningkat permintaannya saat ini. Salah satu antioksidan alami terdapat pada daun kelor (Moringa oleifera L.) yang bekerja dengan cara menangkap radikal bebas. Penelitian eksperimental dilakukan dengan memformulasi ekstrak etanol daun kelor menjadi sediaan facemist, uji kelembaban pada kulit wajah baik normal maupun kering dan dilakukan uji cemaran mikrobanya. Variasi formula ekstrak daun kelor yang dibuat 3%, 7%, dan 10%, dari hasil evaluasi sediaan formula terbaik adalah formula D dengan uji cemaran mikroba 2,6 x 102  CFU/ml yang memenuhi standar evaluasi mutu dimana untuk cemaran mikroba tidak boleh lebih dari 103 CFU/ml. Hasil dari penelitian menunjukkan, uji kelembaban facemist pada kulit normal yaitu formula A sebesar 11.76%, B sebesar 12.50%, C sebesar 16.37% dan D sebesar 38.45%. Persen tingkat kelembaban pada kulit kering yaitu formula A sebesar 26.67%, B sebesar 27.00%, C sebesar 28.24% dan D sebesar 30.54%. Maka dapat disimpulkan, formula terbaik adalah formula D dengan hasil uji  kelembaban pada kulit normal 38,45% dan pada kulit kering 30.54% dengan uji cemaran mikroba yang memenuhi persyaratan mutu.
IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA DAN UJI AKTIVITAS INHIBISI ENZIM ?-AMILASE EKSTRAK ETANOL AKAR TEMBELEKAN (Lantana Camara L.): IN VITRO IDENTIFICATION OF CHEMICAL COMPOUNDS AND ACTIVITY TEST OF ALFA-AMYLASE ETHANOL EXTRACT OF Lantana Camara L. ROOT Muhammad Andya Nurpatria; Muhtadi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.688

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu problematika kesehatan yang prevalensinya semakin bertambah, mempunyai resiko besar terjadi komplikasi, sampai dapat menyebabkan kematian. Peningkatan kadar gula didalam darah salah satu penyebabnya adalah aktivitas pemecahan pati dari enzim alfa-amilase yang merupakan produk dari kelenjar pankreas dan saliva. Tanaman herbal yang dilaporkan memiliki khasiat sebagai antidiabetes adalah akar tembelekan. Fraksi dari akar tembelekan (Lantana camara L.) mempunyai potensi sebagai pengobatan antihyperglikemia. Hasil riset menunjukkan ekstrak etanol tembelekan dapat menurunkan kadar glukosa darah pada hewan uji dengan dosis 200 mg/Kg BB dan 400 mg/Kg BB. Metode spektrofotometri dipilih untuk melakukan pengujian terhadap aktivitas enzim ?-amilase dengan cara mengukur absorbansi sisa substrat yang membentuk kompleks warna biru dengan iodine-iodida. Hasil identifikasi FTIR ekstrak etanol akar tembelekan memiliki spektrum yang mirip dengan senyawa coumaran yaitu dengan adanya gugus alkana pada bilangan gelombang 2939,72 cm-1 dan 2920,54 cm-1. Hasil Ekstrak akar tembelekan mampu menghambat enzim ?-amilase dengan nilai IC50 yaitu 35.345 ppm dengan kontrol positif pembanding acarbose 20.750 ppm. Hasil analisis uji T-test ditemukan hasil yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara IC50 acarbose dan IC50 ekstrak etanol akar tembelekan dengan nilai p-value <0,05. Kata kunci : Lantana camara L., Inhibisi, enzim ?-amilase, Spektrofotometer UV-Vis, In Vitro

Page 3 of 4 | Total Record : 33