cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 523 Documents
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI NATRIUM TRIPOLIFOSFAT PADA NANOEMULSI METODE GELASI IONIK EKSTRAK ETANOL Sargassum sp.: EFFECT OF VARIATION OF SODIUM TRIPOLYPHOSPHATE CONCENTRATION ON NANOEMULSION IONIC GELATION METHOD OF ETHANOL EXTRACT Sargassum sp. Agung Giri Samudra; Nurfijrin Ramadhani; Reza Pertiwi; Apriza Hongko Putra; Bambang Hernawan Nugroho; Fathnur Sani K
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.361

Abstract

Penggunaan nanoemulsi sediaan farmasi diharapkan dapat meningkatkan penetrasi dan absorpsi bahan aktif tanpa perlu menambahkan eksipien penetrasi lain dan memiliki luas permukaan yang besar sehingga lebih efektif sebagai sistem pembawa. Natrium tripolifosfat dikenal sebagai zat pengikat silang yang paling baik untuk berinteraksi dengan polikation kitosan untuk membentuk nanoemulsi. Mengetahui karakteristik ekstrak etanol Sargassum sp. yang dikorporasikan ke dalam bentuk nanoemulsi dengan adanya variasi konsentrasi natrium tripolifosfat. Nanoemulsi metode gelasi ionik menggunakan magnetik stirer kecepatan 750 rpm dengan perbandingan ekstrak etanol Sargassum sp.: larutan kitosan: larutan natrium tripolifosfat: larutan tween formula 1 (0,25 gram; 0,1% 18 mL; 0,2% 9 mL; 0,5% 3mL); formula 2 (0,25 gram; 0,1% 18 mL; 0,4% 9 mL; 0,5% 3 mL) dan formula 3 (0,25 gram; 0,1% 18 mL; 0,8% 9 mL; 0,5% 3 mL). Karateristik nanoemulsi berupa ukuran partikel dan nilai zeta potensial. Koloid nanoemulsi yang terbentuk dikarakterisasi berupa ukuran partikel (nm); potensial zeta (mV) yaitu formula 1 (149,1±3,5 nm; 16.5±0,3 mV); formula 2 (107,1±0,5 nm; 12,7±0,1 mV); formula 3 (101,7±0,7 nm; 8,2±0,2 mV). Variasi konsentrasi larutan natrium tripolifosfat mempengaruhi ukuran partikel dan nilai potensial zeta. Semakin tinggi konsentrasi larutan natrium tripolifosfat maka memperkecil ukuran patikel dan potensial zeta. Ukuran partikel terkecil pada formula 3, sedangkan nilai potensial zeta terbaik yang paling mendekati 30 mV pada formula 1.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN DARI CANGKANG BELLAMYA JAVANICA : ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF CHITOSAN FROM BELLAMYA JAVANICA SHELL Dewi Perwito Sari; Brahmana Rangga Prastyana; Prisma Trida Hardani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.363

Abstract

Kitosan merupakan senyawa alami, non toksik dan sudah banyak digunakan dalam industri makanan maupun farmasi. Kitosan dapat diperoleh dari hasil isolasi cangkang kreca (Bellamya javanica). Kitosan memiliki berbagai aktivitas seperti antitumor, neuroptotektif, antiinflamasi, antijamur dan antibakteri. Aktivitas antibakteri kitosan dari cangkang Bellamya javanica belum diketahui sebelumnya, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kitosan hasil isolasi ini memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kitosan diuji pada konsentrasi 100, 300 dan 500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan 100, 300 dan 500 ppm memiliki aktivitas antibakteri yang semakin meningkat dengan zona hambat terbesar pada 500 ppm (E.coli 10,1±0,5 mm) dan (S.aureus 1,8±0,1 mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kitosan yang diisolasi dari cangkang kreca (Bellamya javanica) memiliki aktivitas sedang terhadap bakteri Escherichia coli dan aktivitas lemah terhadap Staphylococcus aureus. Konsentrasi kitosan yang semakin tinggi akan meningkatkan kemampuan daya hambatnya terhadap bakteri.
PENGARUH CMC-NA TERHADAP STABILITAS FISIK SALEP KOMBINASI EKSTRAK IKAN GABUS DAN EKSTRAK TERIPANG EMAS: THE EFFECT OF CMC-NA ON PHYSICAL STABILITY OF COMBINATION OF SNAKEHEAD FISH AND GOLDEN SEA CUCUMBER EXTRACT OINTMENT Rizki Ardiansyah; Mohamad Andrie; Wintari Taurina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.364

Abstract

Salep yang mengandung zat aktif madu lebah Heterotrigona dan fase air ekstrak ikan gabus terbukti berguna untuk pengobatan  luka. Penambahan ekstrak teripang emas, sirih hijau, dan minyak cengkeh pada formula dapat meningkatkan efektivitas salep terhadap  proses penyembuhan luka. Namun, pada studi orientasi yang dilakukan, penambahan ekstrak teripang emas pada salep menyebabkan penurunan konsistensi yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi kestabilan sediaan salep. Penambahan CMC-Na pada sediaan salep dapat meningkatkan konsistensi sediaan dan menjaga kestabilan sediaan salep. Penelitian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum CMC-Na pada sifat fisik dan kestabilan salep dalam waktu 28 hari suhu 40°±2°C dan kelembaban 75%±5%. Konsentrasi variasi CMC-Na yang digunakan yaitu sebesar 2% dan 3% kemudian diuji stabilitas sifat fisik salep. Evaluasi uji sifat fisik yang dilakukan meliputi pengujian daya proteksi, daya lekat, daya sebar, homogenitas, pH, dan organoleptis. Berdasarkan data yang didapatkan konsentrasi CMC-Na pada formula 2 menunjukkan stabilitas sediaan salep yang baik yaitu mampu bertahan lebih lama dari formula 1 dalam penyimpanan selama 7 hari. Sediaan salep yang memiliki sifat fisik salep yang baik yaitu pada formula 1 nilai daya lekat dan daya sebar lebih baik dari pada formula 2. Hasil rata-rata uji daya lekat, daya sebar, dan pH berturut-turut yaitu formula 1 sebesar 161,65 detik, 5,32 cm, dan 6,22 serta formula 2 sebesar 160,23 detik, 4,96 cm, dan 5,69. Hasil analisis SPSS menunjukkan seluruh formula mengalami penurunan daya lekat dan peningkatan daya sebar yang signifikan dan penurunan pH selama masa simpan.
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN FACE SPRAY EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.): FORMULATION AND ANTIOXIDANT TEST OF FACE SPRAY OF BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) FRUIT EXTRACT Titi Agni Hutahaen; Romadhiyana Kisno Saputri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.381

Abstract

Antioksidan dapat mencegah kerusakan yang diakibatkan oleh paparan radikal bebas yang berlebih seperti paparan sinar ultraviolet dan polusi udara. Buah belimbing wuluh diketahui mengandung antioksidan yang memungkinkan buah ini dikembangkan sebagai produk kosmestik seperti face spray. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tes kandungan dan aktivitas antioksidan pada ekstrak buah belimbing wuluh dan untuk mengembangkan produk face spray yang stabil dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Ekstrak buah belimbing wuluh dibuat dengan metode maserasi selama 3x24 jam dengan menggunakan pelarut metanol 96%. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode standar dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Face spray dibuat dengan menggunakan tiga formulasi dengan perbedaan jumlah ekstrak yang digunakan lalu dilakukan uji evaluasi organoleptik, homogenitas, dan pH. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak buah belimbing wuluh positif mengandung  alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Nilai IC50 dari ekstrak buah belimbing wuluh sebesar 450,19 ppm. Hasil penelitian menunjukkan semua formulasi face spray tidak berbau, warna kuning, tekstur cair encer, homogen, pH pada rentang 2-5, dan mampu melembabkan wajah pada sampai 2 jam setelah pemakaian. Face spray tidak banyak mengalami perubahan pada 4 minggu penyimpanan, perubahan hanya terjadi pada tekstur dimana mulai minggu ketiga, tekstur face spray menjadi agak kental, tidak homogen, dan mulai ada kontaminan seperti jamur dan bercak putih. 
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI MASYARAKAT DITENGAH MASA PANDEMI COVID-19: THE RELATIONSHIP BETWEEN THE LEVEL OF KNOWLEDGE AND BEHAVIOR OF SELF-MEDICATION IN COMMUNITY DURING THE COVID-19 PANDEMIC Andriana Sari; Tavia Aswitha Prabaningtyas
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.386

Abstract

Tingginya kasus terkonfirmasi virus Covid-19 menyebabkan masyarakat khawatir untuk memeriksakan diri ke dokter dan lebih memilih swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi, mengetahui faktor yang mempengaruhi swamedikasi yang dilakukan di kalangan masyarakat D.I.Yogyakarta saat pandemi Covid-19, mengetahui hubungan antara sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan, hubungan anatara sosiodemografi terhadap perilaku dan hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi. Penelitian ini merupakan penelitian obsevasional dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dengan  metode non random sampling, subjek masyarakat berdomisili D.I Yogyakarta usia ? 18 tahun dipilih secara accidental sampling. Penyebaran kuesioner melalui media online dan offline. Analisis data univariat dan bivariat dengan uji rank-Spearman yang menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan responden (n=111) memiliki nilai presentase tertinggi pada pengetahuan (74,77%) dan perilaku swamedikasi (61,26%) keduanya masuk dalam kategori baik. Hubungan antara sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pekerjaan, status kesehatan) dengan tingkat pengetahuan memiliki nilai p> 0,05 tetapi pada tingkat pendidikan nilai p<0,05. Hubungan sosiodemografi dengan perilaku swamedikasi memiliki nilai p>0,05. Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku p> 0,05. Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan perilaku terhadap swamedikasi tergolong baik. Tidak ada hubungan yang signifikan antara sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pekerjaan, status kesehatan) terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi, ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan. Tidak adanya hubungan sosiodemografi terhadap perilaku swamedikasi. Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam melakukan swamedikasi.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BRONOK (Acaudina molpadioides) : THE DETERMINATION OF TOTAL PHENOLIK CONTENT AND TESTING OF ANTIOXIDANT ACTIVITY OF BRONOK EXTRACT (Acaudina molpadioides) Suhaera; Shinta Sari Dewi; Umi Kalsum
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.387

Abstract

Indonesia merupakan salah satu kepulauan terbesar di dunia dengan dua pertiga wilayahnya adalah lautan, namun masih banyak biota laut yang belum bisa dimanfaatkan secara optimal, salah satu biota laut yang memiliki bioaktif adalah bronok (Acaudina molpadioides). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan pada ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksan pada bronok (Acaudina molpadioides).Metode yang digunakan adalah metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) dan penetapan kadar fenolik total. Hasil pengujian antioksidan pada ekstrak metanol, etil asetat, n-heksan memiliki nilai FRAP sebesar 79,531 mgAAE/g ekstrak, 60,859 mg AAE/g ekstrak dan 43,932 mg AAE/g ekstrak. Hasil pada fenolik total pada ekstak metanol sebesar 2,161 mg/g, ekstrak etil asetat sebesar 0,839 mg/g dan n-heksan sebesar 0,461 mg/g. Hasil tersebut menunjukkan ekstrak bronok dan fenolik total yang kuat sebagai antioksidan.
PERKEMBANGAN STUDI DENGUE KAITANNYA DENGAN INTERLEUKIN (IL-6) : BIBLIOMETRIK ANALISIS DARI TAHUN 1992-2022: TREND OF DENGUE STUDY RELATED TO INTERLEUKIN (IL-6): BIBLIOMETRIC ANALYSIS FROM 1992-2022 Pendicho Eko Yuliyanto; Herjanti Ratnawiningsih; Imaniar Noor Faridah; Dyah Aryani Perwitasari; Lalu Muhammad Irham; Arief Rahman Afief; Barkah Djaka Purwanto; Wirawan Adikusuma
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.389

Abstract

Kasus demam berdarah (DB) atau Dengue Fever masih banyak dijumpai di daerah tropis dengan lingkungan yang kurang baik. Penelitian tentang DB telah dilakukan berkaitan dengan mekanisme peradangan dan terbentuknya interleukin-6 akibat respon tubuh terhadap infeksi dengue. Sebanyak 571 artikel berbahasa inggris yang diperoleh dari database scopus tahun 1992 hingga 2022 digunakan dalam analisa bibliometrik tentang dengue yang berkaitan dengan interleukin-6. Analisa bibliometrik digunakan untuk melihat tren penelitian meliputi kata kunci yang banyak digunakan, jurnal penerbit terbanyak, penerbit yang paling banyak dikutip, instansi penulis dan kolaborasi antar penulis digambarkan dalam visualisasi menggunakan aplikasi VOSViewer. Analisa bibliometrik menunjukkan tren penelitian semakin meningkat dari tahun 1992 hingga tahun 2022. Kata kunci yang paling banyak digunakan adalah dengue virus, dengue, cytokines, cytokine, dengue hemorrhagic fever dan inflammation. Jurnal penerbit yang paling banyak menerbitkan artikel adalah Jurnal Frontiers in Immunology dengan 34 artikel dan yang paling banyak dikutip adalah dari Jurnal Immunology sebanyak 1078 kali. Penulis terbanyak berasal dari National Cheng Kung University Taiwan sebanyak 103 penulis, diikuti oleh Mahidol University Thailand sebanyak 71 penulis. Kolaborasi antar penulis Single Country Publication (SCP) maupun Multiple Country Publication (MCP) yang paling banyak adalah Amerika Serikat diikuti negara China kemudian Brazil. Hasil analisa menunjukkan bahwa penelitian mengenai demam dengue yang berkaitan dengan interleukin-6 menunjukkan tren yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kontribusi penulis didominasi oleh negara-negara maju seperti Amerika dan China. Peran penulis dari negara-negara Asia Tenggara dengan kasus dengue yang tinggi diharapkan dapat semakin berkembang. 
PENGARUH EKSTRAK BIJI KOPI HIJAU ROBUSTA, ARABIKA DAN LIBERIKA TERHADAP HISTOPATOLOGI PANKREAS PADA MENCIT DIABETES: THE EFFECT OF ROBUSTA, ARABICA, AND LIBERICA GREEN COFFEE BEAN EXTRACT ON HISTOPATHOLOGY OF THE PANCREAS IN DIABETIC MICE Fenny Khairunnisa; Almahdy A; Armenia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.391

Abstract

Biji kopi hijau memiliki kandungan asam klorogenat berpotensi sebagai anti diabetes. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek perlindungan terhadap kerusakan pankreas mencit yang diinduksi aloksan. Hewan uji mencit sebanyak 45 ekor dibagi secara acak menjadi lima kelompok yaitu kelompok I kontrol negatif diberikan aquadest, kelompok II sebagai kontrol positif diberikan suspensi glibenklamid, kelompok III, IV dan V diberikan ekstrak air biji kopi hijau robusta, arabika dan liberika berturut-turut. Perlakuan diberikan setiap hari selama 14 hari per oral. Data dianalisis dengan ANOVA dua arah diikuti uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak air biji kopi hijau memberikan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap skor histopatologi pankreas. Ekstrak air biji kopi hijau robusta memberikan gambaran histopatologi yang paling baik dibandingkan arabika dan liberika. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa ekstrak air biji kopi hijau berpotensi sebagai pengobatan alternatif anti diabetes.
UJI CEMARAN MIKROBA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL TERHADAP BAKTERI GRAM NEGATIF: TEST OF MICROBIAL CONTAMINATION AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF SINGLE GARLIC EXTRACT AGAINST GRAM NEGATIVE BACTERIA Junie Suriawati; Siti Rahayu Rachmawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.392

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L) merupakan salah satu tanaman obat yang sudah dikenal sejak lama. Bawang putih mengandung senyawa aktif yaitu senyawa organosulfur diantaranya allicin (diallyl disulfide) dan ajoene (dially thiosulfinate) yang berperan sebagai antibakteri. Ekstrak bawang putih digunakan sebagai sediaan farmasi dan makanan, sehingga harus memenuhi syarat cemaran mikroba. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah cemaran mikroba dan aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih terhadap bakteri Gram negatif (Escherichia coli). Sampel penelitian ini adalah bawang putih tunggal yang sebelumnya sudah dideterminasi di “Herbarium Bogoriense”, Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN Cibinong. Kontaminasi mikroba ekstrak bawang putih dideteksi dengan angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir (AKK). Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumur dengan konsentrasi ekstrak 25%, 50%, 75%, 100%, serta diulang sebanyak tiga kali. Diperoleh hasil uji ALT sebesar 1,05 x 102 CFU/mL dan AKK sebesar 1 x 101 CFU/mL. Ekstrak bawang putih dapat membentuk zona hambat pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% masing-masing 14,7 mm, 17,7 mm, 19,0 mm dan 20,0 mm. Semakin besar konsentrasi nilai zona hambat semakin besar. Kesimpulan ekstrak bawang putih telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar jumlah cemaran mikroba yaitu ALT ? 105 CFU/mL dan AKK ? 103 CFU/mL serta aman digunakan sebagai bahan baku. Aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih menunjukkan efek antibakteri terhadap Escherichia coli.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI EKSTRAK ETANOL DAUN MAREME (Glochidion arborescens Blume.): ISOLATION AND IDENTIFY OF ETHANOL EXTRACT OF MAREME LEAVES (Glochidion arborescens Blume.) Niati Ambarsari; Haryoto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.407

Abstract

Mareme (Glochidion arborescens Blume.) merupakan tumbuhan liar yang banyak tumbuh di pekarangan. Daun Mareme dapat digunakan sebagai obat tradisional dan diduga mengandung senyawa aktif antioksidan golongan flavonoid dan fenol. FT-IR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) merupakan metode yang digunakan untuk identifikasi gugus fungsi pada suatu sampel dan salah satu metode yang sering digunakan untuk identifikasi senyawa metabolit sekunder tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam isolat daun Mareme. Serbuk daun Mareme diekstraksi menggunakan metode maserasi, ekstrak kental diuji skrining fitokimia dan difraksinasi menggunakan Kromatografi Cair Vakum serta diisolasi menggunakan kromatotron. Isolat daun Mareme diidentifikasi menggunakan FT-IR. Ekstrak kental daun Mareme diperoleh sebanyak 95,52 gram dan mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, saponin, steroid, terpenoid, tannin dan polifenolat. Fraksi non polar diperoleh sebanyak 3,75 gram, fraksi semi polar sebanyak 3,90 gram dan fraksi polar sebanyak 3,25 gram, serta diperoleh isolat sebanyak 850 mg. Isolat daun maeme memiliki gugus fungsi -OH, - CH alifatik, -C=O ester, dan -C-O, dari hasil analisis FT-IR isolat daun Mareme mengandung senyawa flavonoid.