cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 523 Documents
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD GUNUNG JATI KOTA CIREBON Rinto Susilo; Aan Kunaedi; Nida Nur Afiah; Retno Indyati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.69

Abstract

Kepuasan pasien merupakan tingkat kepuasan pasien dari persepsi pasien dan keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang didapatkan, bila pasien menunjukan hal-hal yang bagus mengenai pelayanan kesehatan terutama pelayanan kefarmasian maka dapat disimpulkan bahwa pasien memang puas terhadap pelayanan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon pada Bulan Maret tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptip dengan mengisi kuisioner untuk pengumpulan data yang diberikan kepada 120 responden pasien rawat jalan di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa rata-rata poin kehandalan 69,53%, ketanggapan 68,8%, keyakinan 79,5%, empati 59,93%, dan fasilitas berwujud 66,25%. Secara keseluruhan nilai yang didapat kurang memenuhi Standar Pelayanan Minimal (≥80%) dengan nilai rata-rata seluruh domain sebesar 68,8%.
AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI PEPTON 5% Sulastri Herdaningsih; Fenny Oktaviyeni; Ismi Utari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i2.70

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) yang telah diketahui memiliki senyawa flavonoid sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur wistar yang diinduksi pepton 5% serta menentukan konsentrasi yang paling baik terhadap aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.). Hewan uji yang digunakan sebanyak 20 ekor, yang dibagi menjadi 5 kelompok dengan 4 replikasi yaitu kontrol negatif (suspensi Na.CMC 1%), kontrol positif (suspensi parasetamol) dan kelompok uji ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan konsentrasi 0,018 g/ 200 g BB Tikus, 0,036 g/ 200 g BB Tikus, dan 0,072 g/ 200 g BB Tikus. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji anova dan LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 0,072 g/ 200 g BB Tikus ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) memiliki aktivitas antipiretik setara dengan suspensi parasetamol sebagai kontrol positif dengan persen daya antipiretik sebesar 80% dan nilai p value 0,703 (p>0,05).
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK ETANOL KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN Didin Ahidin; Deni Firmansyah; Gina Khairunisah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i2.72

Abstract

Kolesterol merupakan penyakit gangguan metabolik pada tubuh, salah satu herbal yang dapat menurunkan kadar kolesterol total adalah kacang merah. Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman yang di duga berpotensi sebagai penurun kadar kolesterol dalam darah karena memiliki kandungan flavonoida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak etanol kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) dalam menurunkan kadar kolesterol total pada dosis 14mg/20gBB terhadap mencit putih (Mus musculus) jantan dengan bobot 20 gram yang di induksi dengan makanan yang mengandung kolesterol. Pada penelitian ini ekstrak dibuat dengan metode maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Perlakuan dibagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok kontrol positif (simvastatin) dengan dosis 0,03mg, kelompok kontrol negatif (Na CMC), kelompok perlakuan ekstrak etanol kacang merah dengan dosis 14mg/20gBB. Pengukuran kadar kolesterol dilakukan setiap dua hari sekali dan sebelumnya dipuasakan terlebih dahulu selama 8 jam. Pemeriksaan kadar kolesterol dengan metode biosensor amperometrik dengan menggunakan alat ukur Easy Touch. Data yang didapat dianalisis dengan uji statistik one way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% kemudian dilanjutkan dengan uji Least Significant Different (LSD). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol kacang merah pada dosis 14mg/20gBB kurang efektif sebagai penurun kadar kolesterol darah mencit putuh (Mus musculus) jantan
Formulasi Nanopartikel Ekstrak Temu Lawak Berbasis Kitosan Sebagai Antijerawat . Syarmalina; Deny Wirawan; Deni Rahmat
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i2.79

Abstract

Kurkumin dalam ekstrak temulawak memiliki khasiat sebagai antiacne karena dapat menghambat salah satu bakteri penyebab jerawat yakni Propionibacterium acne. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi nanopartikel dari ekstrak temulawak. Ekstrak temulawak dan nanopartikelnya ditentukan nilai diameter daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acne. Pembuatan nanopartikel menggunakan kitosan dengan metode gelasi ionik. Nanopartikel yang terbentuk dikarakteristik ukuran partikel, zeta potensial dan morfologinya. Hasil menunjukkan bahwa nanopartikel mempunyai aktivitas antibakteri lebih besar daripada ekstrak temulawak. Nanopartikel mempunyai ukuran partikel 62,6±16,3 nm, zeta potensial -44,84±7,93 mV dan bentuk speris. Dengan demikian nanopartikel ekstrak temulawak mempunyai potensi yang lebih besar untuk dikembangkan menjadi sediaan antiacne daripada ekstrak temulawak.
PENGARUH JENIS EMULGATOR TERHADAP KESTABILAN FISIK LOTION REPELAN NYAMUK EKSTRAK ETANOL BUNGA KENANGA (Cananga odorata L) adhisty kharisma justicia; Wilda Wildaniah; Kharisma Ganda
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i2.81

Abstract

Kestabilan sediaan lotion dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah penggunaan emulgator. Jenis emulgator yang digunakan yaitu anionik dan nonionik akan mempengaruhi kestabilan fisik sediaan lotion yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis emulgator yang menghasilkan formula sedian lotion repelan nyamuk ekstrak etanol bunga kenanga yang memiliki kestabilan fisik sediaan yang paling baik. Formula lotion repelan nyamuk ekstrak etanol bunga kenanga dengan menggunakan emulgator anionik dengan konsentrasi asam stearat 8% dan trietanolamin 4%, emulgator nonionik dengan konsentrasi span 60 3% dan tween 80 7%. Pengujian kestabilan fisik lotion dilakukan sebelum dan sesudah kondisi dipercepat yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kemampuan proteksi dan daya sebar. Penyimpanan yang dilakukan pada dua kondisi yang berbeda yaitu pada suhu 4°C dan 40°C selama 24 jam secara bergantian sebanyak 6 siklus. Hasil pengujian kestabilan fisik formulasi lotion repelan nyamuk ekstrak etanol bunga kenanga pada kondisi sebelum dan sesudah dipercepat, secara organoleptis tidak ada perubahan organoleptis, masing-masing formula memiliki homogenitas yang baik dan kemampuan proteksi. Pengujian pH sebelum dan sesudah kondisi dipercepat yang lebih stabil ditunjukkan oleh formula anionik (rata-rata pH sebelum dan setelah kondisi dipercepat 7,6) dibanding formula nonionik (rata-rata pH sebelum dan setelah kondisi dipercepat 5,13 dan 5,16). Kedua formula sesuai dengan nilai pH SNI (4,5-8), tetapi nilai pH formula nonionik lebih baik karena sesuai dengan pH kulit (4,5-6,5). Pengujian viskositas diketahui bahwa formula anionik lebih baik dengan nilai viskositasnya lebih tinggi (4500-4600 cP) dibanding nilai viskositas formula nonionik (2000-2600 cP), namun kedua formula menunjukkan hasil yang sesuai dengan standar viskositas pada lotion. Pengujian daya sebar formula anionik dan nonionik pada kondisi sebelum dan sesudah dipercepat menunjukkan daya sebar formula nonionik lebih luas penyebarannya dibanding formula anionik. Pada penelitian ini, bahwa formula nonionik memiliki hasil uji yang paling baik dengan nilai pH yang sesuai dengan pH kulit (4,5-6,5) sehingga aman untuk digunakan serta memiliki daya sebar yang lebih luas dari pada formula anionik sehingga lebih mudah digunakan dan lebih mudah menyebar pada kulit.
UJI AKTIVITAS ANALGETIKA EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (Artocapus altilis) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT Deni Firmansyah; Adelisa Mulyani; Delia Dwitiyani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.83

Abstract

Daun sukun memiliki khasiat analgetik karena diketahui memiliki kandungan flavonoid yang dapat bekerja sebagai analgetik dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek anaklegtik dari ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis) dengan dosis 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB terhadap mencit putih (Mus musculus) jantan yang telah diinduksi oleh asam asetat sebagai perangsang nyeri. Pada penelitian ini ekstrak etanol daun sukun dibuat dengan metode maserasi sampai didapatkan ekstrak kental dengan rendemen 18,3%. Hewan uji yang digunakan adalah mencit putih jantan sebantak 15 ekor dengan bobot 20 g ± 10%, yang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing kelompok 5 ekor, yaitu : kelompok I kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kelompok II kontrol positif (metampiron) dan kelompok III dan IV perlakuan ekstrak etanol daun sukun dosis 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB. Sebagai perangsang nyeri di induksikan asam asetat 5%. Paramater yang diamati yaitu jumlah rata-rata geliat mencit tiap 10 menit selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kontrol positif, ekstrak etanol 100 mg/KgBB dan 200 mg/Kg BB dengan kontrol negatif (p0,05). Prosentase daya analgetik metampiron (70,42%) lebih besar dibandingkan prosentase daya analgetik ekstrak etanol dosis 100 mg/KgBB (62,62%) dan dosis 200 mg/KgBB (64,59%). Kesimpulannya ekstrak etanol daun sukun dosis 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB memilik efek analgetik tetapi prosentase daya analgetiknya masih lebih rendah dari metampiron.
UJI AKTIVITAS PENYUBUR RAMBUT GEL KOMBINASI EKSTRAK AIR TEH HIJAU DAN HERBA PEGAGAN Lela Sulastri; Teti Indrawati; Shely Taurhesia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.106

Abstract

Rambut sehat mempunyai siklus pertumbuhan rambut yang panjang dan kelembaban yang cukup dimana pertumbuhan rambut terjadi karena sel-sel daerah matriks atau umbi rambut secara terus menerus membelah. Bahan alam yang diperkirakan berpotensi dalam pertumbuhan rambut adalah daun teh hijau (Camellia sinensis (L) OK) dan herba pegagan (Centella asiatica (L) Urban). Dalam penelitian ini ekstrak air daun teh hijau 5% dan herba pegagan 2,5% diformulasikan dalam sediaan gel penyubur rambut dengan gelling agent carbophol 940 0,5%, 1% dan 1,5 %. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ekstrak air daun teh hijau 5% dan herba pegagan 2,5% dapat diformulasikan menjadi sediaan gel dan apakah gel yang mengandung kombinasi ekstrak tersebut mempunyai aktivitas sebagai penyubur rambut dan formula manakah yang memiliki aktivitas penyubur rambut yang paling optimum. Uji aktivitas penyubur rambut meliputi laju pertumbuhan rambut, percepatan pertumbuhan rambut dan bobot rambut. Hasil penelitian menunjukkan Campuran ekstrak air daun teh hijau 5 % dan ekstrak air herba pegagan 2,5% dengan gelling agent carbophol 940 0,5%, 1% dan 1,5% dapat dibuat menjadi sediaan gel yang baik, dan yang memiliki aktifitas optimum adalah gel penyubur rambut yang menggunakan gelling agent carbophol 0,5 % dengan karakteristik warna coklat, aroma yang khas, homogen, nilai konsistensi 585,886 dyne/cm2, viskositas 90.333 cps, sifat aliran plastis tikstropik, pH 5,56 , laju pertumbuhan 1,804 cm dalam 28 hari percepatan pertumbuhan rambut 0,1201 cm/hari dan bobot rambut 0,0858 gram dalam 28 hari.
PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees.) Muhammad Yani Zamzam
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.116

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) adalah salah satu tanaman obat terpenting dalam sistem pengobatan tradisional Cina dan Ayurveda. Telah dilakukan penelitian pendahuluan terhadap herba sambiloto yang meliputi determinasi tanaman, uji kadar air, uji kadar abu, dan profil kromatografi lapis tipis dari ekstrak-ekstrak yang dihasilkan secara maserasi. Kadar air simplisia herba sambiloto adalah 12,71 % b/b sedangkan kadar abu adalah 8,99 % b/b. Dengan metode maserasi, rendemen ekstrak n-heksana, ekstrak etil asetat, dan ekstrak metanol berturut-turut adalah 0,40 % b/b, 7,67 % b/b, dan 4,61 % b/b. Sedangkan endapan yang terdapat dalam ekstrak etil asetat sebanyak 2,17 % b/b dan endapan dalam ekstrak metanol sebanyak 0,93 % b/b. Sistem kromatografi yang baik menggunakan fase diam silika gel GF 254 dengan fase gerak n-heksana-etil asetat (5:1) untuk ekstrak n-heksana dan fase gerak kloroform-metanol (5:1) untuk ekstrak etil asetat maupun ekstrak metanol.
POTENSI SAMBILOTO SEBAGAI OBAT ANTIDIABETES BERBASIS HERBAL Syah Akbarul Adha; Raden Maya Febriyanti; Tiana Milanda
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.118

Abstract

Penggunaan tanaman herbal atau obat tradisional oleh manusia telah tercatat selama ribuan tahun dan merupakan bagian dari sejarah dan kebudayaan yang masih ada sampai sekarang. Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi kekayaan alam khususnya pada keragaman hayati, dimana di Indonesia, tanaman dan tumbuh-tumbuhan juga digunakan sebagai obat-obatan oleh masyarakatnya. Sambiloto telah diketahui dan banyak digunakan oleh masyarakat indonesia, sebagai salah satu tanaman herbal yang memiliki khasiat sebagi obat bagi penderita diabetes. Indonesia termasuk satu dari sepuluh negara yang memiliki pasien Diabetes Mellitus (DM) paling banyak di dunia. Studi mengenai pengetahuan dan pengguan sambiloto oleh masyarakat tidak hanya bertujuan untuk berkontribusi pada pemahaman terhadap pengboatan herbal, tetapi juga dapat mendorong dalam penelusuran dan pengembangan sambiloto sebagai obat antidiabetes yang bernilai jual. Studi ini diharapkan dapat memberikan informasi secara ilmiah terhadap tanaman sambiloto yang digunakan oleh masyarakat sebagai antidiabetes. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengambil data data dari artikel, database, textbook yang telah dipublikasikan dan diambil dari PubMed, NCBI, elsevier dan lain-lain. Dari hasil yang didapatkan, sambiloto memiki potensi yang besar sebagai antidiabetes
REVIEW : APLIKASI TEKNOLOGI NANOPARTIKEL DAN BIOSENSOR DALAM DIAGNOSIS KANKER Atmedi Surendra; Tina Rostinawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.119

Abstract

Penderita kanker global diperkirakan telah mengalami peningkatan setiap tahunnya. Seiring dengan banyaknya kemajuan dalam pengobatan kanker, pengembangan menggunakan pendekatan baru untuk diagnosis kanker yang akurat dan untuk terapi yang ditargetkan berdasarkan penanda spesifik kanker. Nanomedicines bisa menjadi kandidat ideal untuk mencapai tujuan ini. Berbagai nanopartikel dikembangkan untuk pengiriman yang ditargetkan agen diagnostik / terapeutik ke situs kanker, dimaksudkan untuk menghasilkan efektivitas yang lebih besar dan efek samping yang lebih kecil. Biosensor perlu dikembangkan sebagai perangkat bioanalitik yang terkait dengan atau terintegrasi dengan transduser fisikokimia untuk analisis biomarker. Konsep penggunaan nanopartikel dalam pengembangan biosensor untuk diagnosis biomarker akan membuat perangkat ini semakin sensitif. Metode diagnostik yang sederhana dan sensitif yang dapat mendeteksi banyak biomarker kanker akan membantu dalam diagnosis dini dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker.

Page 5 of 53 | Total Record : 523