cover
Contact Name
andriana
Contact Email
baktimustf@gmail.com
Phone
+6285863115797
Journal Mail Official
baktimustf@gmail.com
Editorial Address
Kota cirebon, Jawa barat INDONESIA
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Baktimu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
BAKTIMU Journal is a Community Service journal published by The College of Pharmacy Muhammadiyah Cirebon. Starting from Vol 3 in 2023, BAKTIMU Journal publish (4)Forth issues a year in January-March, April-June, July-September and October-December. Contains writings raised from issues resulting from community service in the fields of education, technology, health, environment, food, economy, etc. This journal is a tool empowerment publications both academics and practitioners.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2022)" : 21 Documents clear
PEMANFAATAN VIDEO PODCAST SEBAGAI SARANA MENUMBUHKAN RASA CINTA KESENIAN TRADISIONAL PADA GENERASI MILENIAL Regina Selensky; Sirniawati; Kristi Purnami Wulan; Regita; Nurul Azizah; Mega Khodijah; Dicky Renaldy; Gilar Permana; Pipit Pinaseah
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.385

Abstract

Kesenian tradisional adalah suatu bagian unsur kebudayaan, yang dibentuk dari berbagi hasil kreativitas dan inovasi dari masyarakat dan lingkungannya. Kesenian tersebut diwujudkan ke dalam berbagai bentuk ungkapan. Pada era milenial identik dengan budaya modern yang mengedepankan kebudayaan barat ditambah di Desa Klangenan ini masyarakatnya umumnya pendatang dan sering disebut sebagai desa urban yang dimana masih jarang dari masyarakat yang belum mengetahui tentang kesenian teradisional asli dari Cirebon ini. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan kembali Kesenian Tradisional kepada generasi muda yang akan meneruskan Kesenian Tradisional ini. Diadakannya Pengabdian ini pada tanggal 28 Agustus 2021 yang bertempat di Blok Pengkolan RT. 003 RW. 003 Desa Klangenan Kecamatan Klangenan. Metode dari Program Kerja ini menggunakan teknik wawancara untuk mendapatkan hasil dengan pemaparan menggunakan video. Hasil kegiatan ini sekaligus menjadi kesimpulan penelitian ini bahwa keterlibatan masyarakat setempat dalam seni tidak lepas dari faktor lingkungan. Kata Kunci: Kesenian, Tradisional, Milenial, Lingkungan, Kebudayaan.
EFEKTIVITAS SOSIALISASI GERAKAN SEDEKAH SAMPAH : STUDI PERBANDINGAN ANTARA DESA RATAMBA DAN GROGOL DI BANJARNEGARA Bambang Wahyu Nugroho; Budi Trisno Aji
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.406

Abstract

Kajian ini bertujuan menjelaskan faktor yang memengaruhi efektivitas sosialisasi konsep “Sedekah Sampah” sebagai upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam tata kelola sampah dengan membandingkan antara Desa Ratamba dan Grogol yang berlokasi sebelah-menyebelah di kecamatan yang sama, Pejawaran, Banjarnegara. Keduanya memiliki sejumlah persamaan, baik lokasi geografis, kondisi sosioekonomi maupun sosiokultutal, termasuk di dalamnya masalah sampah. Setelah melalui introduksi yang sama, berupa studi banding (karya wisata) dan kemudian mengikuti sosialisasi yang sama, hasilnya warga Desa Ratamba menanggapi secara lebih efektif daripada warga Desa Grogol. Dengan metode komparatif, kajian yang menggunakan teknik riset lapangan kualitatif dan participatory action research ini akan menelusuri faktor penyebab disparitas respons dan hasil sosialisasi tersebut pada empat elemen penting, yakni: (1) aspirasi dan prioritas program pembangunan desa; (2) sebaran sasaran sosialisasi (3) intensitas pendampingan; dan (4) tindak lanjut pasca pelatihan. Kajian ini menemukan bahwa semakin selaras aspirasi warga dan prioritas program pemerintah desa, semakin luas sasaran sosialisasi, ditindaklanjuti dengan pendampingan yang lebih intens, hasil sosialisasi akan jauh lebih efektif.
PENDAMPINGAN SEKOLAH LAPANG TEKNOLOGI PADI APUNG PADA LAHAN GAMBUT DI DESA MUHURAN, KOTA BANGUN, KUTAI KERTANEGARA Aris slamet widodo; Gatot Supangkat; Mulyono
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.458

Abstract

ABSTRAKDesa Muhuran, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kertanegara, memiliki hutan lahan gambut dan masyarakat bersepakat untuk melestarikan lahan gambut. Disisi lain masyarakat juga memerlukan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga meraka. Alternatif yang akan dilakukan adalah pemanfaatan lahan gambut untuk kegiatan pertanian tanpa merusak lahan gambut itu sendiri. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait teknologi pertanian lestari lahan gambut. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, focus group disscussion dan pendampingan petani melalui program sekolah lapang padi apung. Kegiatan pengabdian meliputi kegiatan observasi dan sekolah lapang padi apung. Pelaksanaan sekolah lapang padi apung dilaksanakan bersama dengan masyarakat petani dengan materi teknik pembuatan rakit apung, media tanam, penanaman bibit padi, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit dengan system pengendalian hama terpadu (PHT), dan system pemanenan. Pengabdian diakhiri dengan focus group discussion dengan mitra kolaborasi dari Universiti Putra Malaysia terkait model pengembangan lahan gambut di Malaysia. Pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat telah meningkat pengetahuan dan keterampilannya dalam hal teknik budidaya padi apung lahan rawa gambut.Kata Kunci: Sekolah Lapang, Padi Apung, Lahan Rawa Gambut
AKSI CEGAH STUNTING BERSAMA IGABA KAPANEWON GAMPING Evi Wahyuntari; Faurina Rizca Fauzia; Ratna Yunita Setiyani Subarjo
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.462

Abstract

Latar belakang: Permasalahan gizi di Indonesia yang masih sangat tinggi salah satunya adalah stunting. Prevalensi kejadian stunting di DIY sebesar 10,69% dan Kapenawon Gamping menjadi prioritas lokus stunting pada tahun 2021 dan 2022.  Tujuan: pemberdayaan guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) melalui pelatihan guru agar mampu melakukan deteksi dini dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) permasalahan gizi anak. Permasalahan: Sampel 6 TK ABA ditemukan 56 (22%) anak  status gizi buruk, 26 (10%)  anak obesitas, dan 29 orang (11%) stunting. Metode: Pelatihan guru terkait dengan pencegahan stunting dari segi gizi, kebersihan, tumbuh kembang anak, dan psikologi orangtua terhadap kesehatan anak. Hasil:  Terdapat 61 guru TK anggota IGABA yang telah diberikan pelatihan, tersedia buku gizi, tumbuh kembang dan coping stress sebagai media KIE yang dapat dimanfaatkan guru dan  52 (85,2%) skor pengetahuan meningkat.   Simpulan:   Pemberian pelatihan guru sebagai salah satu upaya mengoptimalkan peran guru untuk pencegahan stunting pada anak pra sekolah . Kata kunci : Stunting, pra sekolah, tumbuh kembang
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI KERTAWINANGUN Yuniarti Falya; Didin Ahidin; Nina Karlina; Putri Salma Rajjiya; Syakira Putri Nabila; Yora Azizah
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.471

Abstract

Tanaman obat keluarga merupakan pemanfaatan tanaman berkhasiat obat yang terdapat di halaman, pekarangan atau di kebun dalam upaya memenuhi kebutuhan obat keluarga. Beberapa contoh tanaman obat keluarga adalah Curcuma domesticae L., Greater Galangal, Celery yang mengandung senyawa flavonoid sebagai senyawa utama yang bertanggung jawab akan aktivitas biologis dan menunjukkan sifat anti-inflamasi, antivirus, anti bakteri, antioksidan, dan aktivitas nematosidal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan di Graha Yatim Dhuafa Kertawinangun akan manfaat tanaman obat keluarga mudah ditemukan di pekarangan rumah. Metode pada pengabdian ini menggunakan instrument lembar post test dan pre test untuk mengevaluasi daya tangkap anak sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan oleh pihak mahasiswa yang kemudian dinilai dan dibuat grafik dari nilai tersebut. Setelah dilakukannya pengolahan nilai, diketahui nilai rata-rata pre test adalah 60,5 sedangkan nilai ratarata post test meningkat sebanyak 20 poin yaitu 80,5 yang menunjukkan tercapainya pelaksanaan edukasi dan sosialisasi mengenai tanaman obat keluarga. Dari hasil tersebut dapat dipastikan adanya peningkatan pengetahuan pada anak-anak tersebut mengenai Tanaman Obat Keluarga serta pemanfaatannya.
PEMBERIAN EDUKASI PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI PENGOBATAN DALAM MENGATASI GEJALA DISMENORE : PROVISION OF EDUCATION ON THE USE OF NATURAL MATERIALS AS TREATMENT IN OVERCOMING SYMPTOMS OF DYSMENORRHEA Islan Nor; Hadianor; Raudatul Madina; Firdha Juliyanti; Muhammad Reza Naufan; Grasella Resiana; Ristiana Ulfah
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.478

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam berupa tumbuhan-tumbuhan berkhasiat obat. Namun masih belum banyak tersebar terkait informasi jenis, terkait kearifan lokal, penggunaan dalam ramuan, bagian yang digunakan dan cara penggunaannya. Masyarakat umumnya mengenal obat tradisional Indonesia berupa jamu sedangkan untuk obat herbal terstandar dan fitofarmaka masih terdengar asing di masyarakat. Remaja merupakan fase dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa sehingga remaja menjadi masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa. Di masa tersebut pada wanita terjadi pengembangan organ-organ reproduksi ditandai dengan menstruasi. Pada saat menstruasi, masalah yang dialami sebagian besar wanita adalah rasa tidak nyaman atau rasa nyeri yang hebat. Cara untuk meredakan gejala nyeri menstruasi yaitu dengan cara farmakologi seperti penggunaan analgesik dan anti inflamasi, contohnya asam mefenamat, ibuprofen san lainnya. Namun pengobatan dengan cara farmakologi menimbulkan efek samping seperti gangguan pada lambung dan penurunan pada darah (anemia). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan edukasi terkait obat tradisional Indonesia dan pemanfaatan bahan alam sebagai pengobatan terutama untuk mengatasi gejala dismenore. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian edukasi atau penyuluhan yang dilaksanakan di Panti Asuhan Mu’awanah Banjarmasin pada Sabtu, 18 Juni 2022. Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah pemberian materi, ice breaking, pretest dan posttest. Dari kegiatan ini, didapatkan hasil bahwa sebagian besar peserta masih banyak yang belum mengetahui terkait materi yang disampaikan diantaranya sebanyak 30% tidak mengetahui dan 14% sangat tidak mengetahui. Setelah penyampaian materi 43% peserta mengetahui dan 57% sangat mengetahui informasi tentang pemanfaatan bahan alam dalam mengatasi gejala dismenore. Kesimpulannya, kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan terkait obat tradisional Indonesia dalam pengobatan terutama mengatasi gejala nyeri haid (dismenore). Kata kunci : obat tradisional indonesia, dismenore.
PKM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN ECO CREATIVE RT 6 BRAJAN TAMANTIRTO KASIHAN BANTUL Mamnuah; Triyono; Dwi Ernawati
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.503

Abstract

Warga RT 6 Brajan Tamantirto Kasihan Bantul terdiri dari kurang lebih 35 Kepala Keluarga. Sebagian besar warga bekerja sebagai buruh dan pedagang kecil. Pekerjaan buruh yang digeluti antara lain buruh bangunan, konveksi, sablon, tukang parkir dan satpam. Pekerjaan buruh konveksi mendominasi terutama pekerja wanita sebagai tukang jahit konveksi. Mereka bekerja di rumah menggunakan mesin jahit sendiri, sedangkan bahan kain yang telah dipotong diambil dari pabrik konveksi kaos “Gareng”. Selain itu ada usaha sablon yang melayani pembuatan gambar pada kaos dengan Teknik sablon. Karena Pendidikan dan pengalaman yang terbatas, usaha ini kurang dikelola secara professional. Kondisi pandemi juga berdampak terhadap permintaan kaos dan menurunkan penghasilan. Kondisi ini juga membuat stres sehingga bisa mempengaruhi kesehatan mental. Permasalahan: Berdasarkan diskusi antara tim pengusul dengan mitra, maka telah disepakati bersama prioritas permasalahan mitra adalah (1) Kurangnya ketrampilan warga dalam mengelola usaha secara mandiri karena masih sangat tergantung pengusaha pabrik konveksi, (2) Belum ada inovasi produk yang bernilai ekonomi lebih tinggi yang ramah lingkungan untuk dikembangkan. Solusi: Untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut adalah (1) FGD, (2) Pelatihan inovasi produk Eco Creative. Target yang diharapkan kegiatan ini adalah ada peningkatan ketrampilan pemanfaatan bahan alam sebagai kreasi inovasi produk konveksi. Metode pendekatan yang digunakan untuk mencapai luaran yaitu Pelatihan produk eco creative. Hasil kegiatan ini yaitu telah terbentuknya struktur pengurus usaha Eco Kreative dan telah memiliki modal usaha berupa kaos hasil pelatihan sebanyak 18 buah kaos Eco Kreative.  Kata kunci : Pelatihan, Eco Creative, Pengetahuan, Konveksi, Inovasi
PELATIHAN BAHASA INGGRIS MELALUI BIMBINGAN BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI BAHASA INGGRIS Eline Rozaliya Winarto; Frhiesty Dewi L.H; Putri Alma
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.517

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah Desa Benteng Kecamatan Camba Kabupaten Maros dirasa belum menyenangkan dan metode-metode yang  digunakan pun  masih terasa   sangat  kurang. Hal ini disebabkan oleh kuranganya sumber daya manusia sebagai tenaga pengajar yang memiliki bidang keahlian bahasa Inggris. Pengabdian ini berusaha mengungkap kurangnya fasilitas serta media pembelajaran yang membuat siswa-siswi di Desa Benteng kurang memahami pembelajaran Bahasa Inggris dan menyebabkan siswa-siswi menjadi kurang percaya diri dalam pelafalan bahasa Inggris. Dalam melaksanakan kegiatan Bimbingan Belajar Bahasa Inggris, Penulis melakukan beberapa tahap sebagai berikut: (1) Penulis merumuskan rancangan materi yang akan diajarkan, materi yang dibawakan berfokus pada vocabulary atau kosakata Bahasa Inggris. (2) Penulis menentukan media dan metode pembelajaran, media pembelajaran yang digunakan adalah papan tulis, spidol, buku, dan pulpen. Pelaksanaan program bimbingan belajar ini dilakukan di Desa Benteng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Program ini dilaksanakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan para siswa-siswi dalam memahami pembelajaran Bahasa Inggris. Setelah melakukan bimbingan belajar Bahasa Inggris dapat disimpulkan bahwa kegiatan Bimbingan Belajar ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa untuk belajar Bahasa Inggris. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan siswa dalam diskusi dan menjawab pertanyaan. Kegiatan ini juga mampu menumbuhkan rasa semangat belajar siswa. Kata kunci : Bimbingan belajar, Bahasa Inggris, Pendidikan
SOSIALISASI TOGA PUDING DAUN KELOR SEBAGAI MAKANAN SEHAT KELUARGA DI KELURAHAN PALLEKO Dila Charisma; Sri Maolida Uswatun Hasanah; Nita Bonita
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.518

Abstract

Tanaman obat memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kesehatan, menjaga stamina tubuh, dan mengobati penyakit. Artikel ini kami buat untuk mengenalkan kepada masyarat terkait dengan tanaman obat keluarga (TOGA) yang merupakan tanaman yang sering kita jumpai bahkan kita gunakan sehari-hari untuk bahan dapur dirumah. Bahkan banyak juga tanaman liar yang dapat digunakan menjadi obat tradisional, adapun tanaman yang baik ditanam di halaman rumah yaitu daun kelor, sirih dan jahe. Namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari setiap tanaman. Pada kegiatan ini kami melakukan sosialisasi TOGA dengan metode secara langsung dimana pada kegiatan ini dihadiri oleh salah satu staf di UPTD Puskesmas Polongbangkeng Utara yang sekaligus menjadi Pemateri pada kegiatan tersebut. Sehubungan dengan program Bupati Takalar gagas satu rumah satu pohon kelor, maka kami juga memfokuskan pada kegiatan sosialisasi ini dalam pembuatan puding daun kelor sebagai makanan sehat keluarga. Seperti yang diketahui, daun kelor tidak hanya dapat dijadikan sebagai sayuran  tetapi dapat dijadikan sebagai makanan dan  cemilan yang enak dan memiliki gizi yang tinggi. Kegiatan sosialisasi TOGA memberikan pengetahuan kepada masyarakat  terkait manfaat tanaman obat keluarga terkhusus pada ibu-ibu di Kelurahan Palleko. Masyarakat di Kelurahan Palleko sangat antusias dengan kegiatan sosialisasi ini karna menambah pengetahuan mereka akan sumber pangan sehat untuk keluarga. Kata kunci: TOGA, Daun kelor, Puding, Makanan sehat
PEMBUATAN DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PUDING UBI UNGU PADA BALITA DI DESA PAKEMBANGAN KABUPATEN KUNINGAN Lilis Kholida; Nur Rahmi Hidayati; Indah Setyaningsih; Arsyad Bachtiar
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.565

Abstract

Kurang gizi merupakan salah satu masalah gizi utama pada balita di Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan kesadaran gizi yang baik dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada warga desa yang memiliki anak balita tentang Pemberian Makanan Tambahan. Bahan makanan yang digunakan dalam PMT hendaknya bahan-bahan yang ada atau dapat dihasilkan setempat, sehingga kemungkinan kelestarian program lebih besar. Ubi Jalar Ungu diberikan karena kaya akan khasiat juga sebagai salah satu sumber karbohidrat yang banyak nutrisi dan penting untung pertumbuhan bayi, sehingga bisa menjadi pilihan baik untuk MPASI. Hasil kegiatan pengabdian masyakat yaitu agar masyarakat lebih mengenal keberadaan farmasis khususnya di Wilayah Desa Pakembangan Kecamatan Mandirancan Kuningan sebagai bagian dari tenaga kesehatan sehingga dapat berkonsultasi mengenai jenis makanan yang sehat dan masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang cara pembuatan jajanan sehat dari bahan alami seperti olahan dari ubi jalar. Kata Kunci: Gizi, pemberian makanan tambahan, Ubi jalar           

Page 2 of 3 | Total Record : 21