cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
isihumor@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
isihumor@gmail.com
Editorial Address
Dusun Turusan RT/RW 004/002 Desa Lorong Kecamatan Sambas
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by CV putra publisher
ISSN : 29855454     EISSN : 29855454     DOI : https://doi.org/10.58540/isihumor.v2i1.494
Social Sciences: Anthropology, Asian Studies, Economics and Management, Education, Communication, Demography, Development, Gender Studies, Government & Public Policy, Human Ecology, International Relations, Media Studies, Peace and Conflict, Library Science, Political Science, Science, Technology & Society, Sociology, Ethics, Government Administration, Health, Humanities: Cultural Studies, Religion, History, Human Geography, Linguistics, Philosophy, Religion, Performing Arts (music, theater & dance).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 234 Documents
Analisis Kontrastif Makna Leksikal Kata Serapan Bahasa Jerman Dalam Bahasa Indonesia Windi Maria Siringo-Ringo; Lydia Purba; Tarida Alvina Simanjuntak
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1858

Abstract

Penelitian ini membahas analisis kontrastif makna leksikal kata serapan bahasa Jerman dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan makna leksikal kata serapan bahasa Jerman dalam bahasa Indonesia serta bentuk perubahan makna yang terjadi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis kontrastif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kata serapan masih mempertahankan makna aslinya, terutama pada istilah ilmiah dan akademik. Namun, ditemukan pula beberapa bentuk perubahan makna, seperti penyempitan makna, perluasan makna, pergeseran makna, peyorasi, dan asosiasi makna. Bentuk perubahan makna yang paling dominan adalah perluasan makna. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses penyerapan bahasa tidak hanya melibatkan perubahan bentuk kata, tetapi juga perubahan makna sesuai dengan kebutuhan komunikasi masyarakat bahasa Indonesia.
Kepemimpinan Pelatih Berbasis Komunikasi Kooperatif dalam Mengelola Keberagaman Atlet Tim Bola Basket Darma Kusuma; Rocky Prasetyo Jati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1862

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi kepemimpinan pelatih dalam mengatasi hambatan komunikasi akibat keberagaman latar belakang budaya atlet pada Tim Bola Basket Universitas Budi Luhur. Keberagaman latar belakang daerah atlet yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia berpotensi menimbulkan hambatan komunikasi yang dapat mengganggu koordinasi tim. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan observasi langsung terhadap lima informan, terdiri dari satu pelatih dan empat atlet dengan latar belakang daerah berbeda, didukung triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi dalam tim muncul dalam dua bentuk utama, yaitu hambatan persepsi pesan dan hambatan perbedaan gaya berbicara akibat perbedaan norma budaya. Pelatih menerapkan empat strategi komunikasi kepemimpinan untuk mengatasi hambatan tersebut, yaitu komunikasi terbuka, pengulangan instruksi disertai demonstrasi langsung, pendekatan personal, dan diskusi kelompok. Keempat strategi tersebut dipersepsikan informan berkontribusi dalam membangun kohesi tim, menciptakan iklim komunikasi yang inklusif, serta meningkatkan koordinasi tim.                               
Dakwah Digital dan Generasi Z: Pergeseran Otoritas Keagamaan di Media Sosial Wahyu Khoiruz Zaman
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v2i4.1885

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah lanskap dakwah Islam, terutama dalam hubungannya dengan Generasi Z sebagai kelompok yang tumbuh bersama teknologi digital. Generasi ini tidak hanya menjadi sasaran dakwah, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem produksi, distribusi, dan konsumsi pesan keagamaan di ruang digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dakwah Islam kepada Generasi Z di media sosial, khususnya terkait perubahan pola konsumsi informasi keagamaan, fragmentasi otoritas dakwah, dan kebutuhan literasi digital keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-konseptual dengan metode studi pustaka dan observasi digital terbatas terhadap fenomena dakwah Islam di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah kepada Generasi Z menghadapi tiga tantangan utama. Pertama, pola konsumsi keagamaan Generasi Z cenderung cepat, visual, personal, dan berbasis algoritma. Kedua, otoritas keagamaan tidak lagi hanya bertumpu pada lembaga, sanad keilmuan, atau figur ulama tradisional, tetapi juga dibentuk oleh popularitas digital, gaya komunikasi, kedekatan emosional, dan kemampuan mengelola platform. Ketiga, rendahnya literasi digital keagamaan dapat membuat Generasi Z rentan terhadap simplifikasi ajaran, disinformasi, dan polarisasi keagamaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa dakwah Islam kepada Generasi Z memerlukan strategi yang tidak hanya adaptif secara teknologi, tetapi juga kuat secara etis, literatif, dan otoritatif. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi dalam memperluas kajian dakwah digital dengan menempatkan Generasi Z sebagai aktor penting dalam perubahan otoritas keagamaan di media sosial.  
Komunikasi Interpersonal Pelatih Dalam Membentuk Kepercayaan Diri Atlet Di Budi Luhur Badminton Club Karen Kusnadi; Rocky Prasetyo Jati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1899

Abstract

Kepercayaan diri merupakan komponen psikologis fundamental yang memengaruhi performa atlet dalam latihan maupun kompetisi. Pelatih, sebagai figur yang paling intensif berinteraksi dengan atlet, memegang peran sentral dalam membentuk kepercayaan diri tersebut melalui pola komunikasi interpersonal sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana komunikasi interpersonal pelatih mencakup dimensi instruksional, suportif, empatik, dan kooperatif berkontribusi terhadap pembentukan kepercayaan diri atlet di Budi Luhur Badminton Club (BLBC). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap satu pelatih dan lima atlet aktif BLBC pada Mei 2025, diperkuat dengan observasi langsung selama sesi latihan dan pertandingan. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis tematik. Lima tema utama ditemukan: (1) instruksi melalui demonstrasi langsung meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri; (2) motivasi verbal dan dukungan emosional membantu atlet mengatasi tekanan; (3) umpan balik dan teguran bersifat ambivalen dapat membangun sekaligus menurunkan kepercayaan diri tergantung cara penyampaiannya; (4) komunikasi empatik saat atlet menghadapi tekanan menjadi kunci pemulihan kepercayaan diri; dan (5) keterbukaan dialog antara pelatih dan atlet menciptakan iklim komunikasi kooperatif yang mendukung perkembangan atlet. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman komunikasi olahraga dalam konteks klub mahasiswa dan memberikan implikasi praktis bagi pelatih.
Kritik Seyyed Hossein Nasr Terhadap Antroposentrisme Modern Dalam Perspektif Kosmologi Islam Nyono Nursih; Nurliana Damanik
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1910

Abstract

Krisis Ekologis telah banyak melanda umat Manusia, sadar maupun tidak sadar, manusia seringkali sama sekali tidak memperdulikan apa yang menjdi tanggung jawab moral mereka. Hal tersebut tentunya menuntut solusi holistik yang mengintegrasikan aspek spiritual dan etika dalam pengelolaan lingkungan. Perspektif Antroposetris menawarkan suatu cara pandang yang memposisikan manusia selaku pusat dari realitas serta nilai dalam hubungan dengan alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis Antroposentris yang terkandung dalam pemikiran Seyyed Houssen Nasr serta implikasinya dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Didalam pandangan Nasr, paradigma-Paradigma tersebut merupakan konsekuensi dari sekularisasi pemikiran yang memisahkan manusia dari dimensi sakral kosmos. Penelitian ini cocok untuk kajian dalam bidang Filsafat dan Sosial, khususnya yang berkaitan dengan konsep antroposentrisme dan peran manusia terhadap alam.
The Normalization of Verbal Abuse in Dating Relationships Among Students of the State Islamic University of North Sumatra: A Sociology of Religion Perspective Fatria Handewi; Neila Susanti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1913

Abstract

This study examines how verbal abuse becomes normalized in student dating relationships at the State Islamic University of North Sumatra and how students interpret such experiences within an Islamic academic environment. The study employed a qualitative approach with a phenomenological design to explore students’ lived experiences of verbal abuse in romantic relationships. Data were collected from nine active students aged 19–24 who had experienced verbal abuse in current or previous dating relationships. Participants were selected through purposive sampling based on three criteria: active student status, experience in dating relationships, and willingness to share personal experiences related to verbal abuse. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation, and were analyzed using thematic analysis. The findings show that verbal abuse is normalized through the repeated interpretation of jealousy, excessive control, insulting language, emotional threats, possessive behavior, demands for location sharing, and social media surveillance as expressions of affection, care, or protection. The study also reveals that unequal power relations and certain gendered cultural assumptions shape how students justify controlling behavior in dating relationships. In some cases, particular social interpretations of religious values are used to legitimize obedience, restriction, and protection, although these interpretations contradict the ethical principles of compassion, mutual respect, and emotional self-control promoted in Islamic teachings. The study concludes that verbal abuse in student dating relationships is not merely an interpersonal conflict but a social and religiously interpreted phenomenon that requires healthy relationship education, gender-sensitive religious literacy, and campus-based counseling support.
Transformational Leadership Style And Innovative Work Behavior: The Moderating Role Of Affective Commitment Anggun Tiur Ida Sinaga; Benjamin Albert Simamora
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i2.1919

Abstract

The problem of employee work behavior in public organizations is a classic problem that has been widely complained about by the public. This study tries to solve this problem by analyzing how transformational leadership influences innovative work behavior and how the moderating role of affective commitment improves innovative work behavior. Data were collected from 786 employees in local governments of districts/cities in the province of North Sumatra. Data were analyzed using structural equation modeling (SEM). The results showed that transformational leadership has a significant effect on innovative behavior, affective commitment has a significant effect on moderating the relationship between transformational leadership and innovative work behavior
Implementation of Legal Protection and Factors Hindring Child Protection: A Case Study of South Sumatra Province Johan Edi Nepri; Pasiska Pasiska
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i2.1931

Abstract

This research aims to understand how the implementation of child protection laws increases legal protection for child victims of sexual violence and to better understand what factors hinder the implementation of these laws. In this regard, This legal protection needs to be studied to understand the role of children's rights and protection issues regarding children's rights in South Sumatera Province. This research is a type of doctrinal legal research by collecting (documenting) secondary data. in Law no. 35 of 2014 Regarding the Protection of Children who are victims of sexual violence, Legal protection for children from a human rights perspective cannot be implemented because the government has not carried out several of its obligations in fulfilling children's rights so that there are still legal violations against children
Dakwah Digital, Polarisasi Keagamaan, dan Moderatisme Islam: Temuan Dari Komunitas Media Sosial Umat Muslim di Indonesia Nazarudin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1965

Abstract

Dakwah digital telah mengubah pola komunikasi Islam kontemporer dengan menjadikan media sosial sebagai ruang baru penyebaran pesan, pembentukan otoritas keagamaan, dan negosiasi identitas Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dakwah digital, polarisasi keagamaan, dan moderatisme Islam dalam komunitas media sosial umat Muslim di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain netnografi atau digital ethnography. Data dikumpulkan melalui observasi digital, dokumentasi konten dakwah, analisis komentar, serta penelusuran interaksi audiens pada platform media sosial yang menampilkan aktivitas dakwah Islam. Data dianalisis melalui thematic analysis dan analisis wacana digital untuk mengidentifikasi pola praktik dakwah, konstruksi otoritas, bentuk polarisasi, dan narasi moderatisme Islam. Temuan menunjukkan bahwa dakwah digital berkembang secara partisipatoris melalui produksi konten kolaboratif, interaksi dua arah, dan pembentukan otoritas berbasis komunitas. Namun, ruang yang sama juga memunculkan polarisasi ideologis, retorika emosional, perbedaan generasi, dan ketegangan antarkomunitas. Moderatisme Islam melalui tawassuth, tasamuh, i‘tidal, tabayyun, qaulan sadida, dan qaulan karima berperan sebagai strategi komunikasi untuk menjaga akurasi, kesantunan, dan inklusivitas dakwah digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital, etika komunikasi Islam, dan tata kelola komunitas daring untuk memperkuat dakwah moderat di ruang media sosial.
Digital Communication, Artificial Intelligence, and The Transformation Of Law Enforcement In Indonesia: Challenges and Regulatory Response Musdalipa R; Juangsah Juangsah; Jalil B
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1967

Abstract

The rapid development of digital communication supported by Artificial Intelligence (AI) has transformed the dynamics of law enforcement in Indonesia; however, studies that integrate the influence of digital communication, AI challenges, and regulatory responses within a single comprehensive analytical framework remain limited. This study aims to analyze the influence of digital communication on the formation of public opinion, the impact of disinformation, hoaxes, and deepfakes, the risks of algorithmic bias and ethics, regulatory gaps, and adaptive strategies in AI-based law enforcement. The study employs a library research method with a qualitative descriptive approach. Analysis was conducted using content analysis techniques through the grouping of data into five main themes, namely digital communication and public opinion, disinformation and deepfakes, algorithmic bias and AI ethics, regulatory gaps, and adaptive strategies in AI-based law enforcement. The findings indicate that digital communication plays an important role in shaping public opinion toward legal processes; disinformation, hoaxes, and deepfakes threaten the effectiveness and integrity of evidence; the use of AI has the potential to generate algorithmic bias and ethical issues; AI implementation still faces regulatory gaps in Indonesia; and adaptive strategies are required through the strengthening of legal frameworks, enhancement of digital forensic capacity, application of human oversight, strengthening of public digital literacy, and the application of algorithmic transparency and accountability standards. This study provides a theoretical contribution by integrating the perspectives of digital communication, artificial intelligence, and law enforcement within a single analytical framework, as well as a practical contribution as a basis for the formulation of transparent, accountable, and just AI policies and governance within the law enforcement system in Indonesia.