cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
isihumor@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
isihumor@gmail.com
Editorial Address
Dusun Turusan RT/RW 004/002 Desa Lorong Kecamatan Sambas
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by CV putra publisher
ISSN : 29855454     EISSN : 29855454     DOI : https://doi.org/10.58540/isihumor.v2i1.494
Social Sciences: Anthropology, Asian Studies, Economics and Management, Education, Communication, Demography, Development, Gender Studies, Government & Public Policy, Human Ecology, International Relations, Media Studies, Peace and Conflict, Library Science, Political Science, Science, Technology & Society, Sociology, Ethics, Government Administration, Health, Humanities: Cultural Studies, Religion, History, Human Geography, Linguistics, Philosophy, Religion, Performing Arts (music, theater & dance).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 234 Documents
Dampak Gerakan Ideologi di/TII Dalam Kehidupan Sosial Keagamaan Masyarakat di Kelurahan Regol Asep Muzayin Aturmudi; Anhar Hizbul Ma’arif
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v3i3.1015

Abstract

Gerakan ideologi DI/TII senantiasa dipandang buruk oleh masyarakat luas bahkan senantiasa dimarginalkan tanpa memahami secara langsung pergerakan DI/TII itu seperti apa, memang benar adanya apa yang menjadi sejarah DI/TII ini tentu menjadi pemberontak bagi keutuhan NKRI, akan tetapi yang terjadi sekarang terkhusus Gerakan ideologi DI/TII di kelurahan Regol ini malah berdampak baik bagi kehidupan sosial keagamaan masyarakat di kelurahan Regol dan jelas itu menjawab pertanyaan peneliti ada apa dengan Gerakan DI/TII ini sehingga dipandang buruk oleh masyarakat luas dan pemerintah NKRI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami kehidupan sosial keagamaan masyarakat kelurahan Regol dan Gerakan DI/TII dalam aktivitas sehari harinya sehingga menemukan benang merah atas apa yang terjadi hari ini dengan sejarah yang membudaya dan difahami sebagai pemberontakan DI/TII Jenis penelitian ini adalah kualitatif, metode deskriptif yakni penulis ingin mengetahui dan memahami kondisi sosial keagamaan Masyarakat dikelurahan Regol yang dimaksudkan untuk mencegah adanya masalah intoleransi, diskriminasi dan intimidasi. Sumber data yang di guanakan adalah primer dan sekunder. Alat pengumpulan data menggunakan metode observasi (pengamatan), wawancara (interview), dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan dilapangan dengan hasil temuan bahwa Gerakan Ideologi DI/TII berdampak baik bagi kehidupan sosial keagamaan masyarakat di Kelurahan Regol Kecamatan Garut Kota dan tentu itu menjawab stigma buruk masyarakat luas dan pemerintahan NKRI perihal Gerakan DI/TII itu merusak keutuhan NKRI. Tentu Gerakan DI/TII juga memiliki ranahnya masing masing dalam artian mereka memiliki pernyataan yang semestinya disampaikan kepada masyarakat luas. Tentunya merekapun faham atas apa yang sedang terjadi dengan kondisi di negara ini dan merekapun menghargai dan menerima atas apa yang terjadi hari ini. Tentu merekapun sama dengan ormas Islam lainnya menginginkan negara yang adil,Makmur, dan diridhai oleh Allah SWT. Perihal ideologi mereka sudah tentu tak dapat kita paksakan sesuai denga napa yang diintruksikan oleh konstitusi NKRI, Tentu merekapun memiliki ideologi yang berbeda dan senantiasa bertoleransi atas apa yang terjadi pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Teachers' and Students' Perceptions of The Implementation Of Diagnostic Assessment In Indonesian Language Learning In Grade III Elementary School Rael Ariel Situmorang; Osco Parmonangan Sijabat; Sukardo Sitohang
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i2.1817

Abstract

The way teachers and students perceive diagnostic assessment plays a decisive role in how effectively it is implemented in real classrooms. This study was designed to quantitatively capture how Grade III teachers and students at UPTD SD Negeri 122384 Pematangsiantar make sense of the diagnostic assessment practices they experience in Indonesian Language learning, while also examining whether their perspectives align.A quantitative descriptive survey design was employed. Respondents consisted of 2 Grade III Indonesian Language teachers (total sampling) and 20 Grade III students (purposive sampling). Data were collected using Likert-scale questionnaires tested for validity (r >= 0.444) and reliability (Cronbach alpha: teachers = 0.921; students = 0.941). Analysis relied on descriptive statistics based on Ideal Mean (Mi) and Ideal Standard Deviation (SDi).The results are encouraging: teachers' perceptions fall in the very positive category with a converted score of 80.47/100, while students' perceptions stand at 81.50/100. Of the 20 students, 60% are in the very positive category and the remaining 40% in the positive category. The gap between both groups is only 1.03 points on a 0-to-100 scale, reflecting genuine alignment. One notable finding: the teachers' conative dimension (consistency in assessment follow-up) scores lower than the other two dimensions, signaling the need to strengthen implementation. These findings support the provision of standardized assessment instrument templates and peer coaching programs at the elementary school level
Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Desa Dalam Mendukung Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Baik Handoko; Suci Megawati; Firre An Suprapto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1839

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan kapasitas (capacity building) Pemerintah Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik (good governance), mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta merumuskan rekomendasi penguatan kapasitas sesuai kebutuhan desa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap Kepala Desa, Sekretaris Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capacity building Pemerintah Desa Leran belum berjalan optimal pada dimensi sumber daya manusia, organisasi, dan kelembagaan. Pada dimensi sumber daya manusia masih ditemukan rendahnya kompetensi aparatur, keterbatasan pelatihan, dan rendahnya disiplin kerja. Pada dimensi organisasi terdapat rangkap jabatan, ketidakseimbangan beban kerja, serta koordinasi dan kepemimpinan yang belum efektif. Sementara itu, pada dimensi kelembagaan, implementasi prinsip transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan pengawasan dalam mewujudkan good governance belum terlaksana secara optimal. Faktor yang memengaruhi pengembangan kapasitas meliputi kompetensi aparatur, kepemimpinan, koordinasi organisasi, partisipasi masyarakat, sarana prasarana, dan dukungan kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan tugas pokok dan fungsi, peningkatan literasi digital, serta penerapan sistem absensi digital sebagai strategi penguatan kapasitas aparatur desa.               
Prinsip Toleransi Dalam Relasi Antaragama: Pendekatan Double Movement Fazlur Rahman Terhadap Qs. Al-Mumtahanah Ayat 8 Septiawadi Kari Mukmin; Maulana Bagus Rahmat
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1848

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis QS. Al-Mumtahanah ayat 8 melalui pendekatan Double movement Fazlur Rahman untuk merelevansikan pesan moral ayat tersebut dengan fenomena intoleransi di Indonesia. Double movement merupakan metode penafsiran yang menghubungkan makna historis ayat dengan penerapannya dalam konteks sosial kontemporer melalui dua tahap analisis: memahami konteks turunnya ayat dan merumuskan nilai universalnya untuk menjawab persoalan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data primer berasal dari Al-Qur’an dan karya Fazlur Rahman Islam and Modernity, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Mumtahanah ayat 8 turun dalam konteks hubungan umat Islam dengan pihak non-Muslim yang tidak memusuhi mereka, sebagaimana tercermin dalam Perjanjian Hudaibiyah dan peristiwa Asma’ binti Abu Bakar dengan ibunya yang musyrik. Dari konteks tersebut ditemukan nilai moral universal berupa perintah berbuat baik (al-birr) dan berlaku adil (al-qisṭ) kepada semua pihak tanpa diskriminasi agama. Nilai tersebut tetap relevan untuk menjawab tantangan intoleransi modern serta menjadi landasan etika dalam membangun relasi antaragama yang damai, inklusif, dan saling menghormati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Double movement efektif menjembatani pesan universal Al-Qur’an dengan kebutuhan masyarakat plural kontemporer serta memperkuat praktik moderasi beragama di Indonesia.
Peran Self-Efficacy Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Peserta Didik: Kajian Literatur Psikologi Pendidikan Yomima Viena Yuliana; Fathana Gina; Nurwahyuni Nasir
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1906

Abstract

self-efficacy merupakan salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan akademik dapat memengaruhi motivasi belajar serta prestasi yang dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-efficacy dalam meningkatkan motivasi belajar serta dampaknya terhadap prestasi belajar peserta didik. Penelitian menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui penelusuran berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, buku, serta artikel akademik yang membahas self-efficacy, motivasi belajar, dan prestasi belajar. Kajian ini menggunakan 27 artikel utama yang dipilih berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan kontribusinya terhadap kajian psikologi pendidikan. Analisis data dilakukan melalui identifikasi, seleksi, pengelompokan tema, dan sintesis hasil penelitian terdahulu untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai hubungan antarvariabel yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menunjukkan hubungan positif antara self-efficacy dan motivasi belajar. Peserta didik dengan self-efficacy yang tinggi cenderung memiliki kepercayaan diri, ketekunan, dan strategi belajar yang lebih baik sehingga mendukung peningkatan prestasi belajar. Selain itu, pengalaman keberhasilan, dukungan lingkungan belajar, dan peran guru melalui pemberian umpan balik positif turut berkontribusi dalam pembentukan self-efficacy siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan self-efficacy dapat menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung motivasi belajar dan pencapaian akademik peserta didik.               
Intervensi Dinas Sosial Terhadap Pengemis Anak di Baubau: Tekanan Keluarga dan Orientasi Ekonomi Anak Irfan M.; Mahyudin; Muh. Askal Basir
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1955

Abstract

Fenomena pengemis anak masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang memerlukan perhatian pemerintah daerah karena berkaitan dengan aspek kesejahteraan sosial, perlindungan anak, dan kemiskinan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi Dinas Sosial dalam penanganan pengemis anak di Kota Baubau serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan aktivitas mengemis pada anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak Dinas Sosial Kota Baubau, orang tua anak pengemis, dan anak yang melakukan aktivitas mengemis. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial Kota Baubau telah melakukan berbagai bentuk intervensi melalui penjangkauan, pendataan, rehabilitasi sosial, edukasi keluarga, dan pemberian bantuan sosial. Namun demikian, fenomena pengemis anak masih terus berlangsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan aktivitas mengemis tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan ekonomi keluarga, tetapi juga oleh orientasi ekonomi yang terbentuk pada diri anak setelah memperoleh pendapatan secara langsung dari aktivitas mengemis. Pengalaman memperoleh uang secara mandiri mendorong anak memandang aktivitas mengemis sebagai cara yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian anak kembali melakukan aktivitas mengemis meskipun telah memperoleh rehabilitasi dan bantuan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas intervensi sosial dalam penanganan pengemis anak memerlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga pada perubahan perilaku anak, penguatan fungsi keluarga, dan pemberdayaan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.  
Analisis Isi Kualitatif Terhadap Pola Call To Action Pada Konten Hutan di Akun Instagram @Forestisourfriend Dyan Bagas Adyatma; Retno Manuhoro Setyowati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1956

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pola Call to Action (CTA) pada konten bertema hutan di akun Instagram @forestisourfriend menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif. Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya krisis ekologis akibat deforestasi serta berkembangnya media sosial sebagai ruang komunikasi lingkungan digital. Akun @forestisourfriend dipilih karena merepresentasikan gerakan lingkungan berbasis komunitas yang memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi, meskipun sepanjang tahun 2025 hanya ditemukan lima unggahan bertema hutan. Kelima unggahan tersebut dipilih secara purposif berdasarkan kesesuaian tema dan keberadaan unsur CTA. Analisis dilakukan terhadap bentuk CTA, orientasi komunikasi, gaya bahasa, dan dukungan visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CTA didominasi oleh pendekatan reflektif, emosional, dan inspiratif yang lebih berorientasi pada pembangunan kesadaran ekologis (awareness-oriented communication) dibandingkan ajakan tindakan langsung (action-oriented communication). Integrasi caption dan elemen visual memperlihatkan bahwa CTA dikonstruksi secara multimodal untuk membangun keterhubungan emosional audiens dengan isu hutan. Penelitian ini memperkaya kajian komunikasi lingkungan digital dengan menunjukkan bahwa CTA pada kampanye lingkungan berbasis komunitas tidak hanya berfungsi sebagai ajakan bertindak, tetapi juga sebagai strategi komunikasi persuasif dalam membangun kesadaran ekologis.
Integration Of Traditional Islamic Boarding School Values and Modern Philanthropic Practices At The Darunnajah Amil Zakat Institution (LAZ) Rinaldi Permana Putra; Wildan Syifauddin; Muhammad Iman Kurniawan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1999

Abstract

The relationship between tradition and modernity in Islamic studies is often framed as a dichotomy, as if the two cancel each other out. This study offers a different reading by positioning them as an integrable relationship. The objective is to describe how the traditional values of the pesantren are negotiated with modern philanthropic practices at the Darunnajah Zakat Institution (LAZ), and to formulate the resulting pattern of integration. The study uses a qualitative descriptive approach. Data were gathered from four purposively selected informants, comprising two institutional managers and two program beneficiaries, through in-depth interviews, observation, and analysis of institutional documents, then examined thematically. The findings show that pesantren values such as sincerity, blessing, the authority of the kiai, and the ethic of self-reliance do not disappear when the institution adopts modern instruments such as corporate governance, digital fundraising, and productive zakat. The Kampung Sukses, MSMEs Productive Zakat program, which channels business capital to eight micro-enterprises, serves as a concrete example of this integration. Tradition functions as the spirit that grants legitimacy and direction, while modernity serves as the instrument that widens reach and accountability. The pattern is not a dichotomy but a functional coexistence. These findings lend support to the thesis of multiple modernities in the context of pesantren-based Islamic philanthropic institutions and propose a governance model that unites the value of worship with modern professionalism.
The Influence of Father Involvement on the Psychological Well-Being of Early Adult Women Raised Without a Father Figure Evita Olda Gloria Sinaga; Togi Fitri A. Ambarita
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v3i3.2021

Abstract

This study aims to determine the Influence of Father Involvement on the Psychological Well-Being of Early Adult Women Raised Without a Father Figure. Based on research conducted by researchers, with the title of research on the influence of father involvement on the psychological well-being of early adult women raised without a father figure. It can be concluded that: Based on descriptive results, most respondents have a moderate level of father involvement. This shows that even though respondents have lost a father figure, some of them still have sufficient experience of father involvement before their father died. The level of psychological well-being of respondents is also mostly in the moderate category. This shows that respondents have a fairly good psychological well-being condition, although not optimal in various aspects such as self-acceptance, social relationships and independence. The results of the hypothesis test show that there is a significant influence between father involvement on psychological well-being in early adult women raised without a father figure. This is proven by a significant value of 0.000 (p<0.05). The coefficient of determination (R square) value of 0.402 shows that father involvement contributes 40.2% to psychological well-being, thus the higher the level of father involvement felt by the individual, the better the level of psychological well-being. The remaining 59.8% is influenced by other factors not examined in this study.
Hubungan Tingkat Emotional Quotient Dengan Psychological Well Being Pada Mahasiswa Perantau di Universitas HKBP Nommensen Medan Cindi Handayani Gea; Karina Meriem Beru Brahmana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Emotional Quotient dengan Psychological Well Being pada mahasiswa perantau di Universitas HKBP Nommensen Medan. Mahasiswa perantau menghadapi berbagai tantangan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, seperti tekanan akademik, adaptasi sosial, kerinduan terhadap keluarga, serta tuntutan untuk hidup mandiri. Kemampuan dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi diduga berperan penting dalam mempertahankan kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah mahasiswa perantau di Universitas HKBP Nommensen Medan yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel sesuai dengan kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Emotional Quotient dan skala Psychological Well Being. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Emotional Quotient dengan Psychological Well Being pada mahasiswa perantau di Universitas HKBP Nommensen Medan dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,718 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi Emotional Quotient yang dimiliki mahasiswa perantau, maka semakin tinggi pula Psychological Well Being yang dimilikinya. Sebaliknya, semakin rendah Emotional Quotient, maka semakin rendah pula Psychological Well Being. Hasil kategorisasi juga menunjukkan bahwa tingkat Emotional Quotient dan Psychological Well Being mahasiswa perantau secara umum berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Emotional Quotient memiliki hubungan yang kuat dan positif dengan Psychological Well Being pada mahasiswa perantau. Oleh karena itu, pengembangan kemampuan mengelola emosi perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa perantau.