cover
Contact Name
Khusnul Khotimah
Contact Email
catatan.ima@gmail.com
Phone
+6285727001140
Journal Mail Official
catatan.ima@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tegalsari Raya Jl. Jomblangan No.99, RT.11, Kalangan, Baturetno, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
EDUCATIA JURNAL PENDIDIKAN DAN AGAMA ISLAM
ISSN : 19795173     EISSN : 29629772     DOI : 10.69879
Core Subject : Religion, Education,
Educatia merupakan Jurnal Penelitian di bidang Pendidikan Islam, yang berfokus pada penelitian pendidika dan agama islam diterbitkan enam bulan sekali oleh STAI Yogyakarta sebagai media komunikasi intelektual peneliti, dosen, guru, pengajar serta mahasiswa pada khususnya dan kaum intelektual pada umumnya di seluruh wilayah Nusantara. Educatia menerima submit artikel sepanjang tahun dengan periode penerbitan bulan Juni dan Desember setiap tahunnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 2 (2025): Desember" : 6 Documents clear
Pembelajaran Hadist Pelestarian Lingkungan dan Implementasinya di Sekolah (Studi Living Hadist di MAN 2 Kota Bandung) Nurdiyanto; Ferina Yulianti; Jamal
Educatia : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69879/3p4yr629

Abstract

Mengkaji hadis sebagai alat untuk menjaga lingkungan di sekolah dengan menekankan pada Living Hadis di MAN 2 Kota Bandung dengan tantangan mengintegrasikan nilai-nilai dari hadis ke dalam pembelajaran lingkungan untuk mencapai pengertian menyeluruh dan penerapan nyata pada lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran hadis tentang pelestarian lingkungan dan implementasinya di sekolah, khususnya di MAN 2 Kota Bandung. Metode penelitian yang dilakukan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melibatkan observasi pembelajaran, wawancara dengan guru, dan penilaian partisipasi siswa. Menggunakan model Living Hadis yang diimplementasikan sebagai model pembelajaran utama, dan hasilnya dianalisis secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran hadis pelestarian lingkungan di MAN 2 Bandung dilakukan dengan menggunakan beberapa strategi pembelajaran berupa (a) kematangan perencanaan yang meliputi tujuan, integrasi materi, penggunaan metode, media, sumber belajar, dan penilaian; (b) pelaksanaan yang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup yang disesuikan dengan kebutuhan;(c) evaluasi yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembelajaran ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran dan perilaku siswa dalam menjaga lingkungan beserta implementasinya, berupa (a) penyediaan tempat sampah hanya dibeberapa tempat tertentu; (b) penyediaan 5 tempat sampahberbeda untuk 5 jenis sampah berbeda pula; (c) menerapkan pembuatan ecobrick; (d) menghimbau siswa untuk mengurangi pembelian jajanan berbungkus plastik serta menganjurkan siswa untuk membawa wadah makanan dan minuman sendiri; (e) jum’at bersih yang dilakukan setiap bulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran hadis pelestarian lingkungan dapat menjadi salah satu cara untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, serta memberikan kontribusi bagi upaya pelestarian lingkungan secara global.
Teknologi Virtual Reality Metaverse dalam Persfektif Agama Islam berdasarkan Konsep Maqosid As-Syariah Syah, Herwin; Rubini, Rubini; Zahrani, Hani; Herwin
Educatia : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69879/xjtkdx43

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong hadirnya Virtual Reality (VR) dan Metaverse sebagai ruang baru interaksi manusia yang bersifat imersif, tanpa batas geografis, dan semakin memengaruhi perilaku sosial-keagamaan. Dalam perspektif Islam, kemunculan teknologi tersebut menuntut adanya kajian yang mampu menempatkannya dalam kerangka nilai dan etika syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan VR Metaverse berdasarkan konsep Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya pada lima tujuan utama: penjagaan agama (ḥifẓ al-dīn), akal (ḥifẓ al-‘aql), jiwa (ḥifẓ al-nafs), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl). Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap kitab klasik, artikel ilmiah, fatwa kontemporer, serta dokumen teknologi terkait VR dan Metaverse. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik untuk memetakan potensi kemanfaatan dan risiko teknologi terhadap prinsip-prinsip syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VR Metaverse memiliki peluang besar dalam bidang pendidikan, dakwah, simulasi ibadah, dan ekonomi syariah ketika diarahkan untuk kemaslahatan. Namun, potensi mafsadat juga muncul, seperti penyalahgunaan identitas, akses pada konten haram, distraksi kognitif, serta penyimpangan moral jika tanpa regulasi.
Persepsi Mahasiswa Kedokteran tentang Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Kesehatan dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Qona'ah, Muhammad Yusuf
Educatia : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69879/d56tab55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa kedokteran terhadap integrasi ilmu agama dan ilmu kesehatan dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di fakultas kedokteran. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu relevansi materi, implementasi pembelajaran, dan kontribusi integrasi terhadap pembentukan profesionalisme calon dokter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui angket skala Likert yang diberikan kepada 120 mahasiswa dari berbagai tingkat studi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa berada pada kategori sangat positif, dengan nilai rata-rata keseluruhan 4,21. Dimensi relevansi memperoleh skor tertinggi, menunjukkan bahwa mahasiswa menganggap integrasi nilai-nilai Islam penting untuk menumbuhkan etika, empati, dan karakter spiritual dalam praktik kedokteran. Korelasi antarvariabel juga mengonfirmasi bahwa persepsi terhadap relevansi integrasi memiliki hubungan kuat dengan keyakinan bahwa PAI berkontribusi pada pembentukan profesionalisme medis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi agama dan kesehatan dalam kurikulum PAI tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga dipandang esensial dalam membentuk calon dokter yang humanis, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Desain Integrasi Ratib Al Haddad Dalam Pembelajaran Pai Berbasis Mindfulness Kelas XII SMA Negeri 3 Tuban Amalia, Muhlishotul
Educatia : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69879/tb9dzc80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain integrasi Ratib al-Haddad dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis mindfulness bagi siswa kelas XII SMA Negeri 3 Tuban. Integrasi ini dikembangkan sebagai respons terhadap kebutuhan pembelajaran PAI yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif dan emosional, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran spiritual, ketenangan batin, serta kedisiplinan ibadah peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kegiatan dzikir, perangkat pembelajaran, serta aktivitas pembelajaran PAI di kelas XII. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menemukan pola integrasi nilai dan praktik mindfulness dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ratib al-Haddad mengandung sejumlah nilai inti yang relevan dengan pembelajaran PAI, seperti tauhid, syukur, sabar, ukhuwah, dan istiqamah. Nilai-nilai ini diintegrasikan dalam materi pembelajaran kelas XII dan dibangun melalui tiga komponen desain pembelajaran berbasis mindfulness, yaitu persiapan batin melalui dzikir dan pernapasan sadar, pengaitan nilai Ratib dengan materi PAI dalam pembelajaran inti, serta refleksi untuk memperkuat internalisasi nilai. Temuan lapangan mengungkap bahwa integrasi ini berdampak positif pada ketenangan emosional, kesiapan belajar, kedisiplinan ibadah, serta kesadaran religius siswa. Dengan demikian, integrasi Ratib al-Haddad dalam pembelajaran PAI berbasis mindfulness menjadi model pedagogis yang efektif dalam memperkuat keseimbangan spiritual, emosional, dan kognitif peserta didik.  
Peran Media Sosial Islam dalam Pembelajaran Keagamaan bagi Generasi Z di Era Digital Latifah Nur Aprilyani; Windi; Mukmin
Educatia : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69879/8jcscp52

Abstract

Penelitian ini menyelidiki peran platform media sosial Islam dalam memfasilitasi pendidikan agama bagi Generasi Z di era digital, dengan mengandalkan tinjauan mendalam terhadap literatur yang ada. Kajian ini menyoroti bagaimana platform tersebut digunakan untuk menyebarkan wawasan keagamaan, jenis-jenis interaksi pembelajaran yang terjadi di ruang daring, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kegiatan belajar digital tersebut. Menggunakan pendekatan berbasis literatur, studi ini mengkaji publikasi akademik terkini yang relevan dengan topik tersebut. Analisis tematik terhadap bahan-bahan yang dikumpulkan mengungkap pola, kecenderungan, dan perubahan yang berkembang dalam pendidikan agama daring di berbagai saluran digital. Hasilnya menunjukkan bahwa media sosial Islam secara signifikan memperluas akses terhadap materi keagamaan, sambil menawarkan pengalaman belajar yang lebih fleksibel, berorientasi visual, dan interaktif. Generasi Z sering kali memanfaatkan situs seperti Instagram, YouTube, dan TikTok untuk memahami ajaran agama melalui klip singkat, bahan visual, siaran langsung, serta diskusi virtual. Meskipun demikian, analisis ini juga mengidentifikasi tantangan utama, seperti rekomendasi konten yang dipengaruhi algoritma, standar kualitas bahan daring yang bervariasi, dan pengetahuan agama daring yang terbatas di kalangan beberapa pengguna. Secara keseluruhan, temuan ini menekankan bahwa media sosial dapat berfungsi sebagai alat yang efektif untuk instruksi keagamaan, asalkan didukung oleh keterampilan digital yang kuat dan kemampuan untuk menilai keandalan sumber informasi.
Implementasi Pembelajaran Hadis Tematik dalam Menumbuhkan Kesadaran Nilai Kejujuran pada Siswa MTs Salafiyah Merakurak Urwatin Nichla, Hana
Educatia : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69879/v34mvy29

Abstract

Pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk karakter siswa, termasuk nilai-nilai fundamental seperti kejujuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Hadits tematik dalam menumbuhkan kesadaran kejujuran siswa di MTs Salafiyah Merakurak, serta menganalisis dampak, faktor pendukung, dan hambatannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Hadits tematik diimplementasikan melalui penyampaian materi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, penggunaan contoh konkret, media pembelajaran, dan diskusi interaktif yang membantu siswa memahami makna kejujuran secara kontekstual. Dampak pembelajaran ini tercermin dalam peningkatan kesadaran siswa untuk bertindak jujur, seperti menolak mencontek, mengembalikan barang yang hilang, dan mengakui kesalahan. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, lingkungan kelas yang kondusif, dan media pembelajaran yang menarik, sedangkan hambatannya terdiri dari pengaruh teman sebaya dan pengawasan terbatas di luar kelas. Secara keseluruhan, pembelajaran Hadits tematik terbukti efektif dalam menumbuhkan kejujuran siswa sebagai bagian dari pengembangan karakter.

Page 1 of 1 | Total Record : 6