cover
Contact Name
Muhammad Syahwal
Contact Email
muhammadsyahwal@karyakesehatan.ac.id
Phone
+6282188954899
Journal Mail Official
ojs.k2jce@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. AH. Nasution No. 89 G Anduonohu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement
ISSN : -     EISSN : 29648998     DOI : https://doi.org/10.46233/k2jce.v1i01
Core Subject : Health,
Wadah publikasi karya ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat khususnya dibidang kesehatan. Artikel yang diterbitkan di Karya Kesehatan Journal of Community Engagement melalui proses peer-review double-blind . Dengan demikian, keputusan diterima atau tidaknya artikel yang disajikan menjadi hak Dewan Redaksi berdasarkan rekomendasi peer reviewer. Harap penulis membaca dan memahami pedoman penulisan, naskah yang tidak sesuai dengan pedoman jurnal akan ditolak oleh tim redaksi sebelum ditinjau. Tim redaksi hanya akan menerima naskah yang memenuhi persyaratan format yang telah ditentukan.
Articles 54 Documents
Articel Inovasi Bubur Kering Kaya Nutrisi Solusi Praktis Pemenuhan Gizi Balita dalam Masa Pertumbuhan Irpani, Abdul Mulki
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 2 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i2.1632

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) telah dilaksanakan di wilayah RW 23 Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam penyediaan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bergizi berbasis pangan lokal sederhana. Kegiatan diawali dengan tahap penjajakan mitra untuk mengidentifikasi permasalahan terkait rendahnya kualitas asupan gizi balita akibat keterbatasan pengetahuan, waktu, dan akses bahan pangan bergizi. Solusi yang ditawarkan berupa edukasi gizi dan pelatihan pembuatan bubur kering instan berbahan beras yang diperkaya sayuran atau sumber protein sebagai alternatif pangan praktis dan bergizi. Selain itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan orang tua balita serta kegiatan senam sehat sebagai upaya holistik meningkatkan kesehatan masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman warga setelah mengikuti kegiatan, ditandai dengan kenaikan nilai posttest sebesar 70% dibandingkan pretest pada 50 responden. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas program dalam membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat mengolah pangan lokal sebagai upaya pemenuhan gizi anak dan peluang ekonomi berbasis rumah tangga. Pemantauan pasca kegiatan menunjukkan respon positif dan tingginya komitmen masyarakat terhadap keberlanjutan program. Dengan demikian, kegiatan PKM ini telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi balita dan pemberdayaan masyarakat.
Edukasi Pencegahan Demam Typhoid Di SDN 88 Sapatana Jumatrin, Nur Fitriah; Haji Jafar, Cindy Puspita Sari
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 2 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i2.1633

Abstract

Abstrak. Demam typhoid menjadi salah satu penyakit yang mengancam nyawa disebabkan oleh penularan bakteri Salmonella Typhi. Demam typhoid paling sering ditemukan pada wilayah yang memiliki keterbatasan dalam akses air bersih, sanitasi buruk dan tingkat kebersihan rendah. Faktor resiko demam typhoid konsumsi makanan jajanan kaki lima (jajanan pinggir jalan), produk susu, ice cream, jus, dan buah-bahan. Anak-anak memjadi populasi yang rentan terhadap demam typhoid. Kelompok usia ini dikenal dengan tingkat aktivitas fisiknya yang tinggi, yang dapat mengakibatkan pola makan dan kebersihan yang kurang terjaga. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan siswa(i) dalam mencegah demam typhoid. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pendidikan kesehatan pada siswa(i) kelas 5 SD sebanyak 20 orang. Hasil dari pretest dan posttest menunjukan adanya peningkatan pengetahuan siswa(i) sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pencegahan demam typoid dengan nilai rata-rata pre test 73 dan post test meningkat menjadi 87,50. Abstract. Typhoid fever is a life-threatening disease caused by the transmission of Salmonella Typhi bacteria. Typhoid fever is most often found in areas with limited access to clean water, poor sanitation, and low levels of hygiene. Risk factors for typhoid fever include consuming street food, dairy products, ice cream, juice, and fruit. Children are a vulnerable population to typhoid fever. This age group is known for their high levels of physical activity, which can result in poor diet and hygiene. The purpose of community service is to increase students' knowledge in preventing typhoid fever. The activity was carried out in the form of health education for 20 fifth-grade elementary school students. The results of the pretest and posttest showed an increase in students' knowledge before and after being given health education on typhoid fever prevention, with an average pre-test score of 73 and a post-test score increasing to 87.50.
Edukasi Manajemen Stres dan Pencegahan Hipertensi serta Diabetes Mellitus pada Civitas Akademik Stikes Karya Kesehatan Isran, Isran; Abadi, Ellyani
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 2 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i2.1636

Abstract

Hipertensi dan Diabetes Mellitus merupakan penyakit tidak menular yang memiliki angka kejadian tinggi dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada usia produktif, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Beban akademik dan gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko kedua penyakit tersebut serta memicu stres berlebihan pada civitas akademik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi civitas akademik STIKes Karya Kesehatan mengenai manajemen stres dan upaya pencegahan hipertensi serta Diabetes Mellitus melalui edukasi yang terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan interaktif, demonstrasi teknik relaksasi, pemeriksaan tekanan darah, serta pre-post assessment untuk menilai peningkatan pengetahuan dan motivasi peserta. Sebanyak 150 responden berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 60% menjadi 88% dan peningkatan motivasi melakukan perilaku hidup sehat dari 50% menjadi 85% setelah intervensi. Pemeriksaan tekanan darah juga menemukan 25% peserta berada pada kategori pra-hipertensi dan 8% mengalami hipertensi tahap awal. Kegiatan edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya penerapan pola hidup sehat serta pengelolaan stres sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular di lingkungan perguruan tinggi. Dukungan institusi dan tindak lanjut pemantauan kesehatan diperlukan untuk mempertahankan perubahan perilaku yang telah terbentuk
Pelatihan Perawatan Jenazah Pada Pasien Dengan Penyakit Menular Di Anduonohu Indriastuti, Diah; Prasetya, Fikki; Tahiruddin, Tahiruddin
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 2 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i2.1640

Abstract

Abstrak. Perawatan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah bagi umat Islam dan menjadi bagian penting dalam pelayanan sosial masyarakat, khususnya bagi takmir masjid yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap proses pemulasaraan. Dalam konteks penyakit menular, perawatan jenazah memerlukan penerapan prinsip Kewaspadaan Universal untuk mencegah penularan melalui darah, cairan tubuh, atau jaringan yang berpotensi infeksius. Masjid Al-Amanah Kendari menjadi pusat kegiatan keagamaan yang dihuni oleh masyarakat heterogen, sehingga peningkatan kapasitas takmir masjid terkait perawatan jenazah infeksius sangat diperlukan. Berdasarkan kebutuhan tersebut, dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa “Pelatihan Perawatan Jenazah dengan Penyakit Menular pada Takmir Masjid Al-Amanah Kendari”. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, tanya jawab, simulasi, dan praktik langsung. Pelatihan dilakukan pada 15 Juni 2025 di Masjid Al-Amanah Anduonohu Regency, bekerja sama dengan Komunitas Muslimah Hijrah Kota Kendari (KMHK). Materi mencakup tata cara memandikan, mengafani, menshalatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai syariat Islam, dengan penekanan pada prosedur penanganan jenazah infeksius. Evaluasi dilakukan melalui penilaian proses dan hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai prosedur perawatan jenazah, terlihat dari antusiasme, banyaknya pertanyaan, serta kemampuan peserta dalam mempraktikkan langkah-langkah pemulasaraan. Meskipun demikian, tingkat partisipasi ibu-ibu masih rendah karena adanya rasa takut terhadap proses memandikan jenazah. Namun, dukungan takmir masjid dan keaktifan peserta laki-laki memberi kontribusi besar terhadap keberhasilan pelatihan. Pembahasan menunjukkan bahwa pendekatan audio-visual dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kesiapan takmir dalam menghadapi kasus jenazah infeksius. Pelatihan ini sekaligus meluruskan pemahaman yang keliru terkait tata cara syariat dalam pemulasaraan. Simpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan takmir masjid dalam memberikan layanan perawatan jenazah yang aman dan sesuai syariat. Saran yang diberikan meliputi pelatihan lanjutan secara berkala, peningkatan keterlibatan peserta terutama ibu-ibu, pembentukan tim pemulasaraan terlatih, penyediaan APD standar, serta kerja sama berkelanjutan dengan institusi kesehatan. Abstract. The management of deceased bodies is an essential fardhu kifayah obligation in Islam and plays a crucial role in community services, particularly for mosque administrators responsible for conducting the procedures of bathing, shrouding, praying, and burial. In cases involving infectious diseases, body management requires strict application of Universal Precautions to prevent transmission through blood, body fluids, or potentially infectious tissues. Masjid Al-Amanah Kendari, as an active religious center with a diverse congregation, requires enhanced capacity among its administrators in handling infectious deceased cases. Responding to this need, a Community Service Program was conducted under the theme “Training on Management of Infectious Deceased Bodies for the Administrators of Masjid Al-Amanah Kendari.” The training employed lectures, discussions, simulations, and hands-on practice. It was conducted on June 15, 2025, at Masjid Al-Amanah Kendari, in collaboration with KMHK. The materials covered Islamic procedures for bathing, shrouding, performing funeral prayers, and burial, with emphasis on infection control measures. Evaluation was carried out through process and outcome assessment. The results indicated a significant improvement in participants’ understanding of the procedures, as shown by their enthusiasm, active questioning, and ability to perform practical demonstrations. However, participation from female attendees was limited due to fear of imagining the body-washing process. Nevertheless, strong support from mosque leaders and active involvement from male participants contributed to the training’s success. The discussion highlights that combining audio-visual learning with hands-on practice effectively enhances readiness in handling infectious deceased cases. The training also corrected several misconceptions related to Islamic funeral procedures. In conclusion, the activity successfully improved the knowledge and skills of mosque administrators in providing safe and Sharia-compliant body care services. Recommendations include regular follow-up training, increased involvement of female participants, formation of a trained funeral care team, availability of standard protective equipment, and continued collaboration with health institutions.