cover
Contact Name
Muhammad Syahwal
Contact Email
muhammadsyahwal@karyakesehatan.ac.id
Phone
+6282188954899
Journal Mail Official
ojs.k2jce@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. AH. Nasution No. 89 G Anduonohu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement
ISSN : -     EISSN : 29648998     DOI : https://doi.org/10.46233/k2jce.v1i01
Core Subject : Health,
Wadah publikasi karya ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat khususnya dibidang kesehatan. Artikel yang diterbitkan di Karya Kesehatan Journal of Community Engagement melalui proses peer-review double-blind . Dengan demikian, keputusan diterima atau tidaknya artikel yang disajikan menjadi hak Dewan Redaksi berdasarkan rekomendasi peer reviewer. Harap penulis membaca dan memahami pedoman penulisan, naskah yang tidak sesuai dengan pedoman jurnal akan ditolak oleh tim redaksi sebelum ditinjau. Tim redaksi hanya akan menerima naskah yang memenuhi persyaratan format yang telah ditentukan.
Articles 69 Documents
Articel Inovasi Bubur Kering Kaya Nutrisi Solusi Praktis Pemenuhan Gizi Balita dalam Masa Pertumbuhan Irpani, Abdul Mulki
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 2 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i2.1632

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) telah dilaksanakan di wilayah RW 23 Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam penyediaan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bergizi berbasis pangan lokal sederhana. Kegiatan diawali dengan tahap penjajakan mitra untuk mengidentifikasi permasalahan terkait rendahnya kualitas asupan gizi balita akibat keterbatasan pengetahuan, waktu, dan akses bahan pangan bergizi. Solusi yang ditawarkan berupa edukasi gizi dan pelatihan pembuatan bubur kering instan berbahan beras yang diperkaya sayuran atau sumber protein sebagai alternatif pangan praktis dan bergizi. Selain itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan orang tua balita serta kegiatan senam sehat sebagai upaya holistik meningkatkan kesehatan masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman warga setelah mengikuti kegiatan, ditandai dengan kenaikan nilai posttest sebesar 70% dibandingkan pretest pada 50 responden. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas program dalam membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat mengolah pangan lokal sebagai upaya pemenuhan gizi anak dan peluang ekonomi berbasis rumah tangga. Pemantauan pasca kegiatan menunjukkan respon positif dan tingginya komitmen masyarakat terhadap keberlanjutan program. Dengan demikian, kegiatan PKM ini telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi balita dan pemberdayaan masyarakat.
Edukasi Pencegahan Demam Typhoid Di SDN 88 Sapatana Jumatrin, Nur Fitriah; Haji Jafar, Cindy Puspita Sari
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 2 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i2.1633

Abstract

Abstrak. Demam typhoid menjadi salah satu penyakit yang mengancam nyawa disebabkan oleh penularan bakteri Salmonella Typhi. Demam typhoid paling sering ditemukan pada wilayah yang memiliki keterbatasan dalam akses air bersih, sanitasi buruk dan tingkat kebersihan rendah. Faktor resiko demam typhoid konsumsi makanan jajanan kaki lima (jajanan pinggir jalan), produk susu, ice cream, jus, dan buah-bahan. Anak-anak memjadi populasi yang rentan terhadap demam typhoid. Kelompok usia ini dikenal dengan tingkat aktivitas fisiknya yang tinggi, yang dapat mengakibatkan pola makan dan kebersihan yang kurang terjaga. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan siswa(i) dalam mencegah demam typhoid. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pendidikan kesehatan pada siswa(i) kelas 5 SD sebanyak 20 orang. Hasil dari pretest dan posttest menunjukan adanya peningkatan pengetahuan siswa(i) sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pencegahan demam typoid dengan nilai rata-rata pre test 73 dan post test meningkat menjadi 87,50. Abstract. Typhoid fever is a life-threatening disease caused by the transmission of Salmonella Typhi bacteria. Typhoid fever is most often found in areas with limited access to clean water, poor sanitation, and low levels of hygiene. Risk factors for typhoid fever include consuming street food, dairy products, ice cream, juice, and fruit. Children are a vulnerable population to typhoid fever. This age group is known for their high levels of physical activity, which can result in poor diet and hygiene. The purpose of community service is to increase students' knowledge in preventing typhoid fever. The activity was carried out in the form of health education for 20 fifth-grade elementary school students. The results of the pretest and posttest showed an increase in students' knowledge before and after being given health education on typhoid fever prevention, with an average pre-test score of 73 and a post-test score increasing to 87.50.
Edukasi Manajemen Stres dan Pencegahan Hipertensi serta Diabetes Mellitus pada Civitas Akademik Stikes Karya Kesehatan Isran, Isran; Abadi, Ellyani
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 2 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i2.1636

Abstract

Hipertensi dan Diabetes Mellitus merupakan penyakit tidak menular yang memiliki angka kejadian tinggi dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada usia produktif, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Beban akademik dan gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko kedua penyakit tersebut serta memicu stres berlebihan pada civitas akademik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi civitas akademik STIKes Karya Kesehatan mengenai manajemen stres dan upaya pencegahan hipertensi serta Diabetes Mellitus melalui edukasi yang terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan interaktif, demonstrasi teknik relaksasi, pemeriksaan tekanan darah, serta pre-post assessment untuk menilai peningkatan pengetahuan dan motivasi peserta. Sebanyak 150 responden berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 60% menjadi 88% dan peningkatan motivasi melakukan perilaku hidup sehat dari 50% menjadi 85% setelah intervensi. Pemeriksaan tekanan darah juga menemukan 25% peserta berada pada kategori pra-hipertensi dan 8% mengalami hipertensi tahap awal. Kegiatan edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya penerapan pola hidup sehat serta pengelolaan stres sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular di lingkungan perguruan tinggi. Dukungan institusi dan tindak lanjut pemantauan kesehatan diperlukan untuk mempertahankan perubahan perilaku yang telah terbentuk
Pelatihan Perawatan Jenazah Pada Pasien Dengan Penyakit Menular Di Anduonohu Indriastuti, Diah; Prasetya, Fikki; Tahiruddin, Tahiruddin
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 2 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i2.1640

Abstract

Abstrak. Perawatan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah bagi umat Islam dan menjadi bagian penting dalam pelayanan sosial masyarakat, khususnya bagi takmir masjid yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap proses pemulasaraan. Dalam konteks penyakit menular, perawatan jenazah memerlukan penerapan prinsip Kewaspadaan Universal untuk mencegah penularan melalui darah, cairan tubuh, atau jaringan yang berpotensi infeksius. Masjid Al-Amanah Kendari menjadi pusat kegiatan keagamaan yang dihuni oleh masyarakat heterogen, sehingga peningkatan kapasitas takmir masjid terkait perawatan jenazah infeksius sangat diperlukan. Berdasarkan kebutuhan tersebut, dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa “Pelatihan Perawatan Jenazah dengan Penyakit Menular pada Takmir Masjid Al-Amanah Kendari”. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, tanya jawab, simulasi, dan praktik langsung. Pelatihan dilakukan pada 15 Juni 2025 di Masjid Al-Amanah Anduonohu Regency, bekerja sama dengan Komunitas Muslimah Hijrah Kota Kendari (KMHK). Materi mencakup tata cara memandikan, mengafani, menshalatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai syariat Islam, dengan penekanan pada prosedur penanganan jenazah infeksius. Evaluasi dilakukan melalui penilaian proses dan hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai prosedur perawatan jenazah, terlihat dari antusiasme, banyaknya pertanyaan, serta kemampuan peserta dalam mempraktikkan langkah-langkah pemulasaraan. Meskipun demikian, tingkat partisipasi ibu-ibu masih rendah karena adanya rasa takut terhadap proses memandikan jenazah. Namun, dukungan takmir masjid dan keaktifan peserta laki-laki memberi kontribusi besar terhadap keberhasilan pelatihan. Pembahasan menunjukkan bahwa pendekatan audio-visual dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kesiapan takmir dalam menghadapi kasus jenazah infeksius. Pelatihan ini sekaligus meluruskan pemahaman yang keliru terkait tata cara syariat dalam pemulasaraan. Simpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan takmir masjid dalam memberikan layanan perawatan jenazah yang aman dan sesuai syariat. Saran yang diberikan meliputi pelatihan lanjutan secara berkala, peningkatan keterlibatan peserta terutama ibu-ibu, pembentukan tim pemulasaraan terlatih, penyediaan APD standar, serta kerja sama berkelanjutan dengan institusi kesehatan. Abstract. The management of deceased bodies is an essential fardhu kifayah obligation in Islam and plays a crucial role in community services, particularly for mosque administrators responsible for conducting the procedures of bathing, shrouding, praying, and burial. In cases involving infectious diseases, body management requires strict application of Universal Precautions to prevent transmission through blood, body fluids, or potentially infectious tissues. Masjid Al-Amanah Kendari, as an active religious center with a diverse congregation, requires enhanced capacity among its administrators in handling infectious deceased cases. Responding to this need, a Community Service Program was conducted under the theme “Training on Management of Infectious Deceased Bodies for the Administrators of Masjid Al-Amanah Kendari.” The training employed lectures, discussions, simulations, and hands-on practice. It was conducted on June 15, 2025, at Masjid Al-Amanah Kendari, in collaboration with KMHK. The materials covered Islamic procedures for bathing, shrouding, performing funeral prayers, and burial, with emphasis on infection control measures. Evaluation was carried out through process and outcome assessment. The results indicated a significant improvement in participants’ understanding of the procedures, as shown by their enthusiasm, active questioning, and ability to perform practical demonstrations. However, participation from female attendees was limited due to fear of imagining the body-washing process. Nevertheless, strong support from mosque leaders and active involvement from male participants contributed to the training’s success. The discussion highlights that combining audio-visual learning with hands-on practice effectively enhances readiness in handling infectious deceased cases. The training also corrected several misconceptions related to Islamic funeral procedures. In conclusion, the activity successfully improved the knowledge and skills of mosque administrators in providing safe and Sharia-compliant body care services. Recommendations include regular follow-up training, increased involvement of female participants, formation of a trained funeral care team, availability of standard protective equipment, and continued collaboration with health institutions.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Dalam Penanganan Perdarahan Melalui Program SARAGA di Kelurahan Plamongansari Rindang Putri Mayda; Muhammad Irham Ilahia; Dianita Dwi Puspita; Muh Nurkharistna Al Jihad; Satriya Pranata Pranata
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1531

Abstract

Kegawatdaruratan merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat agar nyawa korban dapat diselamatkan serta mencegah terjadinya komplikasi berat. Salah satu kasus kegawatdaruratan yang sering dijumpai di masyarakat adalah perdarahan, baik akibat luka luar, kecelakaan, maupun trauma dalam. Perdarahan yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan syok hipovolemik bahkan kematian. Namun demikian, sebagian besar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, masih memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai cara melakukan pertolongan pertama pada perdarahan. Hal ini menjadi dasar perlunya edukasi kesehatan berbasis masyarakat yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan keluarga menghadapi situasi gawat darurat. Program SARAGA (Satu Rumah Satu Caregiver) merupakan inovasi yang dikembangkan oleh tim PPK Ormawa HIMAPERSA Universitas Muhammadiyah Semarang untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam penanganan perdarahan melalui pelatihan dan edukasi langsung. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain One Group Pretest–Posttest yang melibatkan 35 ibu rumah tangga di Kelurahan Plamongansari, Kota Semarang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari melalui tiga tahap, yaitu pengukuran awal (pre-test), pemberian edukasi dan pelatihan hands-on tentang pertolongan pertama perdarahan, serta pengukuran ulang (post-test). Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan ibu rumah tangga, dari 22 orang berkategori baik menjadi 33 orang setelah intervensi. Seluruh peserta juga mampu mempraktikkan langkah pertolongan pertama perdarahan dengan benar. Kesimpulannya, Program SARAGA terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam menghadapi kegawatdaruratan perdarahan serta berpotensi diintegrasikan dengan kegiatan Posyandu dan PKK guna memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan masyarakat.
Peningkatan Kesehatan Jiwa Lansia Melalui Edukasi Pola Tidur Sehat Berbasis Komunitas Bergita Dumar
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1693

Abstract

Kualitas tidur yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan fisik dan psikologis pada lansia. Seiring bertambahnya usia, lansia sering mengalami gangguan tidur seperti insomnia, sering terbangun pada malam hari, dan penurunan durasi tidur, yang dapat berdampak pada meningkatnya kecemasan, stres, serta penurunan kualitas hidup. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif melalui edukasi mengenai pola tidur sehat (sleep hygiene) untuk mendukung kesehatan jiwa lansia di masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lansia tentang pentingnya tidur sehat sebagai upaya memperkuat kesehatan jiwa dan kesejahteraan psikologis. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pendidikan kesehatan pada lansia sebanyak 14 orang. Hasil pengabdian yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat dan kesadaran lansia untuk menjaga pola tidur yang sehat untuk mempertahakan kesehatan jiwa di usia lanjut.
Pendidikan Kesehatan sebagai Upaya Deteksi Dini Postpartum Blues pada Ibu Nifas Lili Purnama Sari; Irnawati Irnawati; Arisna Kadir
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1696

Abstract

Periode pascapersalinan merupakan fase rentan yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis pada ibu, yang berpotensi menimbulkan postpartum blues. Kondisi ini seringkali tidak terdeteksi secara dini sehingga berisiko berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih serius. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu nifas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu nifas mengenai deteksi dini postpartum blues. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bara-Barayya pada tanggal 05 Maret 2026 dengan melibatkan 15 ibu nifas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta pemberian media edukasi berupa leaflet dan brosur. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar ibu nifas belum mengetahui tentang postpartum blues, sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan pada hampir seluruh peserta. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif sebagai upaya deteksi dini postpartum blues pada ibu nifas. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan mental ibu pada masa pascapersalinan.
Pemeriksaan Kesehatan Pada Anak Binaan di Lapas Pembinaan Anak Kelas II Kendari Diah Indriastuti; La Rangki; Adius Kusnan; Ida Mardhiah Afrini Kasman; Rahmawati Rahmawati; Tahiruddin Tahiruddin
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1697

Abstract

Abstrak. Pemeriksaan Kesehatan pada Anak Binaan di Lapas Anak merupakan salah satu pelaksanaan pemenuhan hak sehat bagi penghuni lapas. Selama masa pembinaan, penularan penyakit dapat terjadi antar warga binaan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pemeriksaan Kesehatan pada anak binaan di LAPAS Anak Kelas II Kota Kendari. Pelaksanaan kegiatan dengan cara mengumpulkan semua anak binaan di aula, melakukan wawancara kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai keluhan. Hasil kegiatan pengabdian ini didapatkan sebanyak 72 anak binaan mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan dengan tertib dan terlihat senang karena adanya kunjungan dari Prodi Sarjana Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo. Abstract. Health Checks for Inmates in Juvenile Correctional Institutions are one of the implementations of fulfilling the right to health for inmates. During the period of guidance, disease transmission can occur between inmates. The purpose of this community service is to provide health checks for inmates in Class II Juvenile Correctional Institutions in Kendari City. The implementation of the activity was by gathering all inmates in the hall, conducting health interviews, conducting health checks according to complaints. The results of this community service activity were obtained as many as 72 inmates participated in the activity in an orderly manner following the health check-up activities and looked happy because of the visit from the Bachelor of Nursing Study Program, Faculty of Medicine, Halu Oleo University.
Implementasi Aplikasi Edukasi Prakonsepsi Berbasis Web Untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin di KUA Sidoarjo Winda Nur Musfiroh Agustin; Bima Ardiyanto Wibowo; Yuninda Loviana Ersianti
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1698

Abstract

The preconception period is a crucial phase in preparing for a healthy pregnancy, as women’s physical, mental, and reproductive health conditions before conception greatly influence pregnancy outcomes and infant health. However, reproductive health literacy among prospective brides and grooms at the Religious Affairs Office (KUA) of Sidoarjo District remains low, while the existing educational process is still dominated by limited face-to-face counseling and less engaging printed materials. This Community Service Program (PKM) aimed to improve reproductive health literacy among prospective brides and grooms through the implementation of a web-based preconception education application. The program applied a community-based education approach through interactive lectures, application demonstrations, discussions, and evaluation using pre-test and post-test. The educational materials covered basic concepts of preconception care, premarital nutrition, risk factor detection, pre-pregnancy health screening, and healthy pregnancy planning. The activity was conducted on April 15, 2026, at KUA Sidoarjo District and involved 30 participants. The results showed a significant increase in knowledge, with the average pre-test score rising from 36.33 to 90.83 in the post-test, indicating an average improvement of 54.50 points. The mean N-Gain score was 0.848, which falls into the high category. In addition, the distribution of knowledge levels changed substantially: all participants were initially in the poor category during pre-test, while after the intervention, 96.7% were in the good category and 3.3% in the fair category. This program demonstrates that the web-based preconception education application is effective in improving the knowledge and reproductive health literacy of prospective brides and grooms. The activity also contributes to supporting couples’ readiness for family life and healthy pregnancy planning.
Edukasi Pencegahan Jatuh di Unit Stroke RSUD MM Dunda Limboto Maryadi Maryadi; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis; Indra Indra
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1700

Abstract

Abstrak. Stroke merupakan penyakit serebrovaskular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia maupun dunia. Pasien stroke mengalami berbagai defisit neurologis yang secara signifikan meningkatkan risiko jatuh selama perawatan di rumah sakit maupun setelah pemulangan. Kejadian jatuh pada pasien stroke dapat menimbulkan komplikasi serius seperti fraktur, cedera kepala, perpanjangan lama rawat, serta peningkatan beban biaya perawatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai faktor penyebab, tanda, dampak, bahaya, serta upaya pencegahan jatuh, baik di rumah sakit maupun di rumah. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Unit Stroke RSUD MM Dunda Limboto, Gorontalo, dengan melibatkan mahasiswa keperawatan sebagai fasilitator edukasi. Metode yang digunakan adalah ceramah disertai media edukasi berupa leaflet dan banner. Kegiatan berlangsung melalui empat tahap: persiapan, pembekalan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pelaporan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah menerima edukasi, yang ditandai dengan peningkatan pengetahuan pasien maupun keluarga yang dievaluasi secara lisan. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama sesi ceramah dan diskusi. Keterlibatan keluarga dalam program edukasi berkontribusi pada penguatan jaringan dukungan sosial bagi pasien pasca stroke, sehingga edukasi pencegahan jatuh dapat dimasukkan ke dalam discharge planning setiap pasien stroke yang akan dipulangkan. Abstract. Stroke is a cerebrovascular disease that serves as a leading cause of disability and mortality both in Indonesia and globally. Stroke patients experience various neurological deficits that significantly increase the risk of falls during hospitalization and following discharge. Fall incidents in stroke patients can lead to serious complications, such as fractures, head injuries, prolonged hospital stays, and increased healthcare costs. This community service program aims to enhance patients’ and their families’ knowledge of the causes, signs, effects, hazards, and prevention of falls in both hospital and home settings. The activity was conducted at the Stroke Unit of RSUD MM Dunda Limboto, Gorontalo, involving nursing students as educational facilitators. The method employed was a lecture supported by educational media, including leaflets and banners. The program was implemented in four stages: preparation, briefing, implementation, and evaluation and reporting. The results indicated an improvement in participants’ knowledge following the educational intervention, as evidenced by oral evaluations of both patients and their families. Participants also demonstrated high enthusiasm and active participation during the lecture and discussion sessions. Family involvement in this educational program strengthens social support networks for post-stroke patients; therefore, fall prevention education should be integrated into discharge planning for every stroke patient.