cover
Contact Name
Muhammad Syahwal
Contact Email
muhammadsyahwal@karyakesehatan.ac.id
Phone
+6282188954899
Journal Mail Official
ojs.k2jce@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. AH. Nasution No. 89 G Anduonohu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement
ISSN : -     EISSN : 29648998     DOI : https://doi.org/10.46233/k2jce.v1i01
Core Subject : Health,
Wadah publikasi karya ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat khususnya dibidang kesehatan. Artikel yang diterbitkan di Karya Kesehatan Journal of Community Engagement melalui proses peer-review double-blind . Dengan demikian, keputusan diterima atau tidaknya artikel yang disajikan menjadi hak Dewan Redaksi berdasarkan rekomendasi peer reviewer. Harap penulis membaca dan memahami pedoman penulisan, naskah yang tidak sesuai dengan pedoman jurnal akan ditolak oleh tim redaksi sebelum ditinjau. Tim redaksi hanya akan menerima naskah yang memenuhi persyaratan format yang telah ditentukan.
Articles 54 Documents
Evaluasi Program Dokter Gigi Kecil dalam Usaha Kesehatan Gigi Sekolah di SD IT Asshodiqiyah Semarang Christiono, Sandy; Amalina, Rizki; Pradopo, Seno; Yuniar, Savira Nurazky
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 5 No 2 (2024): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v5i2.1377

Abstract

Karies masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di Indonesia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan kaderisasi dokter gigi kecil yang telah dilaksanakan setahun sebelumnya di SD IT Asshodiqiyah Semarang. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan peserta didik mengenai kesehatan gigi dan mulut melalui kuis interaktif, serta pemeriksaan kondisi gigi dan mulut siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan peserta didik terhadap kesehatan gigi dan mulut cukup baik, dengan nilai rata-rata tinggi pada kuis teka-teki silang. Meskipun demikian, pemeriksaan intraoral masih menemukan masalah kesehatan gigi, seperti karies dan gigi yang perlu dicabut, yang menunjukkan perlunya penanganan lebih lanjut. Kader dokter gigi kecil yang terlibat dalam program ini menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyampaikan materi edukasi kepada teman sebaya, dengan metode peer teaching sebagai pendekatan utama. Kerjasama antara sekolah, puskesmas, dan kader dokter gigi kecil menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS).
Penyuluhan Kesehatan Mengenai Pengenalan Gangguan Kesehatan Pencernaan: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Dan Penanganannya Indriastuti, Diah; Rangki, La; Purnamasari, Yenti; Tahiruddin, Tahiruddin
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 5 No 2 (2024): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v5i2.1379

Abstract

lama. Penyakit ini terkait dengan gaya hidup dan mudah kambuh saat penderitanya stres. Karena keduanya menyebabkan perih dan tekanan di dada, nyeri dada akibat GERD mirip dengan serangan jantung. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang membedakan keduanya. Gerd terjadi ketika asam lambung naik kembali ke esofagus atau kerongkongan. Akibatnya, kerongkongan mengalami iritasi. Padatnya aktivitas masyarakat seringkali menyebabkan terganggunya pola makan, sehingga membutuhkan keteraturan dalam penentuan jam makan. Selain itu menu makan juga harus yang memenuhi kriteria sehat dan tidak mudah menyebabkan iritasi pencernaan. Masyarakat cenderung mengkonsumsi makanan yang berbumbu tajam dan pedas sesuai tren yang sedang berkembang. Peserta penyuluhan menyebutkan bahwa seringkali melewatkan jam makan pagi atau sarapan dan pada saat makan siang mengkonsumsi makanan pedas dan berbumbu tajam. Hal ini dapat menjadi pemicu kejadian infeksi pencernaan dan gangguan pada lambung, terutama maag yang dapat memicu kejadian GERD. Sehingga penyuluhan kesehatan mengenai makanan sehat untuk penceraan juga penting untuk diberikan kepada masyarakat. Pemberian leaflet berguna untuk pengingat klien apabila ingin mengulangi informasi yang didapatkan saat penyuluhan. Selain itu dapat bermanfaat bagi keluarga klien yang dapat ikut membaca isi dari leaflet. Sehingga lebih banyak orang mengetahui mengenai penyakit GERD dan penanganannya. Abstract. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) is a chronic disease of the digestive system. This disease is closely related to lifestyle and easily recurs when the sufferer is stressed. Chest pain due to GERD is similar to a heart attack, because both cause a burning sensation and pressure in the chest. However, there are several things that make the two different. Gerd occurs when stomach acid rises back into the esophagus. As a result, the esophagus becomes irritated. The density of community activities often disrupts eating patterns, so that regularity is needed in determining meal times. In addition, the menu must also meet healthy criteria and not easily cause digestive irritation. People tend to consume foods that are spicy and hot according to current trends. Counseling participants said that they often skip breakfast and eat spicy and hot foods at lunch. This can trigger digestive infections and stomach disorders, especially ulcers that can trigger GERD. So health education about healthy food for digestion is also important to be given to the community. The provision of leaflets is useful as a reminder for clients if they want to repeat the information obtained during the education. In addition, it can be useful for the client's family who can also read the contents of the leaflet. So that more people know about GERD and its treatment.
Pendampingan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi Tim Laboratorium di Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya Fitriani, Heni; Yuono, Agus Lestari; Iryani, Sakura Yulia; Indriyati, Citra; Sidik, Muhammad Abu Bakar
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 1 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i1.1181

Abstract

Untuk menjaga keselamatan dan kesehaan kerja (K3) selama beraktivitas di dalam laboratorium penting untuk dilakukan K3 laboratorium yang jelas dan komprehensif. Tindakan keselamatan kerja ini harus disertai dengan cara kerja yang baik dan harus dipatuhi oleh seluruh teknisi laboratorium. Tahapan bekerja di laboratorium dimulai dengan memahami peraturan kesehatan dan keselamatan kerja, kepatuhan terhadap peraturan berpakaian, langkah-langkah penanganan bahan kimia dan peralatan laboratorium secara aman, dan pembuangan limbah yang tepat. Saat ini mayoritas laboratorium yang ada di Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya belum sepenuhnya menerapkan K3. Hal ini terbukti masih kurangnya fasilitas, peralatan dan rambu-rambu K3 yang ada di lingkungan sekitar. Terlebih lagi tenaga laboran yang meliputi kepala laboratorium, asisten lab serta teknisi laboratorium belum pernah mendapatkan pelatihan terkait K3 maupun sertifikasi K3. Oleh karena itu dipandang perlu untuk melakukan pendampingan dan bimbingan teknis terkait penerapan K3 di laboratorium dan lingkungan Fakultas Teknik Unsri.
Penyuluhan Pemanfaatan Bayam Untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia di Posyandu Desa Talang Balai Baru 1 Sastri, Nen
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 1 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i1.1463

Abstract

Ibu hamil mengalami anemia apabila kadar Hb dalam darah kurang dari 11 mg/dl. Pada janin, anemia dapat menyebabkan hipoksia intrauterine dan hambatan pada pertumbuhan. Penyebab utama anemia kehamilan adalah defisiensi zat besi, defisiensi folate, pendarahan. Ibu hamil dengan anemia defisiensi zat besi beresiko melahirkan bayi premature dan BBLR [1].Data posyandu di desa TBB I selama 3 tahun terakhir terlihat peningkatan jumlah ibu hamil dengan anemia. Kemudian dilakukan penyuluhan kesehatan tentang pemanfaatan bayam untuk peningkatan kadar Hb ibu hamil dengan anemia di posyandu desa TBB I. Metode: pendidikan masyarakat (penyuluhan) dan konsultasi. Sebelum dilakukan penyuluhan ibu diberikan pertanyaan dengan hasil dari 21 ibu yang mempunyai pengetahuan baik yaitu 4 ibu (19,04%), pengetahuan cukup sebanyak 10 ibu (47,61%), pengetahuan kurang yaitu 7 ibu (33,33%). Setelah dilakukan penyuluhan ibu kembali diberikan pertanyaan dengan hasil dari 21 ibu yang mempunyai pengetahuan baik yaitu 16 ibu (76,19%), pengetahuan cukup sebanyak 5 ibu (23,80%). Simpulan: setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan ibu meningkat lebih baik dibandingkan sebelum dilakukan penyuluhan.
Pendidikan Kesehatan Tentang Diabetes Melitus Pada Masyarakat di Kelurahan Lapulu Kota Kendari Indra, Indra
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 1 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i1.1473

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang sangan serius karena dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan dan ulkus kaki diabetik. Kelurahan Lapulu merupakan salah satu wilayah pesisir yang ada di Kota Kendari dengan prevalensi diabetes melitus tertinggi. Salah satu penatalaksanaan untuk menekan jumlah penderita diabetes melitus adalah memberikan pendidikan kesehatan (penyuluhan) pada masyarakat di Kelurahan Lapulu agar memiliki pengetahuan yang cukup tentang diabetes melitus. Tujuannya: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diabetes melitus. Metode: Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil yang di dapatkan berdasarkan kegiatan yang diberikan adalah sebelum diberikan penyuluhan, pengetahuan responden mayoritas dalam kategori kurang sebanyak 11 responden (73,3%). Setelah diberikan penyuluhan pengetahuan responden mayoritas masih dalam kategori kurang sebanyak 10 responden (66,7%). Kesimpulan tingkat pengetahuan masyarakat di Kelurahan Lapulu Kota Kendari sebelum diberikan penyuluhan dalam kategori kurang. Setelah diberikan penyuluhan masih dalam kategori kurang.
Pencegahan Pelecehan Seksual pada Anak Di SDN 66 Kota Timur Kota Gorontalo Jumatrin, Nur Fitriah; Mursyidah, Andi; Abd. Aziz, Moh. Nisyar; Maryadi, Maryadi; Dumar, Bergita; Haji Jafar, Cindy Puspita Sari; Mohamad, Rini Wahyuni
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 1 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i1.1480

Abstract

Abstrak Pelecehan seksual pada anak menjadi isu nasional dan dunia. Peningkatan jumlah kasus pelecehan seksual pada kelompok anak-anak menjadi perhatian utama karena berdampak pada tumbuh kembang, kesehatan fisik dan mental anak. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam dalam upaya pencegahan pelecehan seksual pada anak. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan jumlah partisipan sebanyak 22 orang kelas 2 SD. Hasil kegiatan ditemukan terdapat peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan setelah dilakukan pendidikan seks. Pendidikan kesehatan seks bagian dari upaya pencegahan pelecehan seksual pada anak yang mampu mengkan pengetahuan. Abstract Child sexual abuse is a national and global issue. The increasing number of cases considered in the group of children is a major concern because it has an impact on the growth and development, physical and mental health of children. The purpose of community service is to increase students' knowledge in efforts to prevent sexuality in children. Activities are carried out in the form of health education carried out with a total of 22 participants in grade 2 of elementary school. The results of the activities found that there was an increase in student knowledge before and after sex education was carried out. Sex health education is part of an effort to prevent revealing sexuality in children who are able to gain knowledge.
Edukasi Pencegahan Hipertensi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik sebagai Strategi Peningkatan Kesehatan dan Kualitas Lingkungan Masyarakat di Kelurahan Toronipa Purnamasari, Anisa; Nofitasari, Ari; Apriawal, Jabbal; Andriani, Rina; Saranani, Selpirahmawati
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 1 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i1.1485

Abstract

Community Service Activity (PKM) was carried out in Kelurahan Toronipa with the aim of enhancing the community’s knowledge and skills in the areas of health and environmental management. The main issues identified were the high prevalence of hypertension and the low public awareness regarding proper household waste management. This program was implemented by supervising lecturers and thematic KKN (Kuliah Kerja Nyata) students from various study programs (Sanitation, Nursing, Pharmacy, Psychology and Public Health) using an educational and participatory approach. The activities conducted included waste management education, stress management training for individuals with hypertension, blood pressure and blood sugar screening, and health education on non-communicable diseases such as hypertension and diabetes mellitus. The results showed that 48 participants attended the waste management education session, with 30 successfully practicing Takakura composting and 15 individuals bringing ecobricks home. Stress management training was attended by 32 participants, 25 of whom stated that the relaxation techniques were easy to implement at home. A total of 61 individuals participated in the health screening, which identified 18 with high blood pressure and 7 with elevated blood sugar levels, all of whom were referred for further medical evaluation. The education session on non-communicable diseases was attended by 55 participants, with 90% able to mention at least two risk factors for hypertension and diabetes. These findings demonstrate that educational interventions are effective in increasing community awareness of healthy lifestyles and environmental management. It is recommended that this program be continued through collaboration with local health institutions and government authorities to achieve broader and more sustainable impact.
Pemetaan Derajat Kesadaran PHBS Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pengunjung Tempat Wisata Delisha Resort, Konawe mulyawati, Sufiah asri; Asmaningdiah, Mariana; Sudayasa, I Putu; Indriastuti, Diah; Bariq Kinayoh, Nuraniar; Purnamasari, Yenti; Alvionita, Dewinta Nur
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 1 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i1.1488

Abstract

The Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) program is a form of health promotion that aims to encourage individuals, families, groups, and communities to live in a clean and healthy environment. In public places such as tourist attractions, the implementation of PHBS is crucial to prevent the spread of disease and create a safe and comfortable environment for all visitors. This service activity aims to identify the extent to which the level of education affects the understanding and application of PHBS in a tourist site environment. The activity was carried out at Delisha Resort, Konawe Regency, Southeast Sulawesi on June 21, 2025. The activity stages include planning, implementation, and evaluation. The method used was quantitative descriptive survey with accidental sampling technique and distribution of closed questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics to see the distribution of education levels and the degree of awareness of PHBS. The results obtained were that the majority of visitors to tourist attractions had a very good degree of PHBS awareness. The conclusion of this service activity is that the majority of respondents who have middle and higher education backgrounds show a very good level of PHBS awareness.
Peningkatan Literasi Kesehatan Kader Posyandu dalam Mendukung Transformasi Layanan Kesehatan Primer di Kelurahan Lapulu Purnamasari, Anisa; Nawawi, Nawawi; Lisnawati, Lisnawati; Nazaruddin, Nazaruddin; Ardiansyah, La Ode
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 2 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i2.1522

Abstract

The transformation of primary health care services in Indonesia requires the active role of Posyandu cadres as the frontliners in delivering basic health services. However, in Lapulu Subdistrict, cadres still face limited knowledge and skills, particularly in effective communication as well as technical competencies such as weighing, anthropometric measurements, and recording in the Maternal and Child Health (MCH) handbook. This Lecturers’ Community Service Program (PKM) aimed to enhance health literacy among Posyandu cadres through participatory approaches of education, training, and mentoring. The program consisted of three stages: preparation (coordination, training module development, and evaluation tools), implementation (health literacy education, effective communication training, and technical skill practices through demonstrations, simulations, and peer teaching), and mentoring with evaluation. Knowledge improvement was assessed using pre-test and post-test, while skills were evaluated through observational checklists. The results showed a significant improvement in cadres’ knowledge, with the average score increasing from 58.7 (pre-test) to 83.5 (post-test). Technical skills competence also improved, from only 30% to 85% of cadres being able to perform anthropometric measurements and recording accurately. During mentoring, cadres demonstrated effective communication, correct measurements, and simple counseling to mothers. This PKM has proven effective in strengthening the capacity of Posyandu cadres through health literacy improvement. The program contributes to the implementation of primary health care transformation in coastal communities, positioning cadres not only as service providers but also as agents of change toward healthier, more empowered societies.
Upaya Pencegahan Karies Gigi Melalui Edukasi Berbasis Media Audio-Visual Dan Simulasi Sikat Gigi di SDN 76 Kota Kendari Sukmadi, Arfiyan; Saida, Saida; Rangki, La
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 2 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i2.1583

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan utama bagi anak usia sekolah dasar, terutama karies gigi karena kebiasaan menyikat gigi yang kurang benar serta rendahnya kesadaran menjaga kebersihan gigi dan mulut. Karies yang tidak ditangani dapat menyebabkan nyeri, gangguan makan, dan penurunan konsentrasi belajar sehingga berdampak terhadap kualitas belajar anak. Upaya pencegahan melalui pendidikan kesehatan gigi perlu dilakukan dengan pendekatan yang menarik dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah dasar dalam mencegah karies gigi melalui edukasi berbasis media audio-visual dan simulasi menyikat gigi. Kegiatan dilaksanakan di SDN 76 Kota Kendari pada bulan Juni 2025 dengan melibatkan 50 siswa kelas III–V. Metode pelaksanaan terdiri atas penyuluhan melalui pemutaran video edukatif tentang kesehatan gigi, demonstrasi teknik menyikat gigi, simulasi oleh siswa, serta evaluasi melalui pretest-posttest, dan observasi keterampilan menyikat gigi. Data hasil evaluasi dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan rata-rata skor sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dari 56% menjadi 90%, serta keterampilan menyikat gigi yang benar meningkat hingga 85%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi interaktif melalui media audio visual dan simulasi mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan motivasi anak sekolah dasar dalam menjaga kesehatan gigi dan mencegah karies gigi secara berkelanjutan.