cover
Contact Name
Riztika Widyasari
Contact Email
jurnalsangkala@untag-banyuwangi.ac.id
Phone
+6282231019002
Journal Mail Official
jurnalsangkala@untag-banyuwangi.ac.id
Editorial Address
Jl. Adi Sucipto No. 26 Banyuwangi - Jawa Timur
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sangkala
ISSN : -     EISSN : 30327741     DOI : https://doi.org/10.62734/js.v3i2.260
Jurnal Sangkala adalah jurnal peer-review, dan berspesialisasi dalam Pendidikan Sejarah. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman dan menyediakan sumber informasi ilmiah bagi pembaca, peneliti, pendidik di dunia akademis tentang Pendidikan Sejarah. Jurnal Sangkala menyajikannya melalui penerbitan artikel, artikel konseptual, artikel ulasan, studi kasus yang berfokus pada pembelajaran sejarah dan pendidikan sejarah serta topik terkait. Jurnal Sangkala diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Universita 17 Agustus 1945 Banyuwangi sebanyak dua kali dalam setiap volumenya (setiap bulan Januari dan Juli).
Articles 72 Documents
Perubahan Sosial Ekonomi Pasar Tradisional Pesucen Dalam Menghadapi Maraknya Belanja Online Di Era Digital Hasanah, Rohmatul; Mahfud
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i1.892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial ekonomi Pasar Tradisional Pesucen dalam menghadapi maraknya belanja online di era digital, khususnya melalui platform digital seperti TikTok Shop. Fokus penelitian meliputi perubahan pendapatan pedagang, pergeseran pola interaksi sosial antara pedagang dan konsumen, serta strategi adaptasi yang dilakukan pedagang pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara mendalam. Studi literatur dilakukan terhadap artikel jurnal, buku ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan, sedangkan wawancara dilakukan kepada pedagang Pasar Tradisional Pesucen yang terdampak langsung oleh perkembangan belanja online. Data dianalisis menggunakan analisis tematik kualitatif untuk mengidentifikasi pola perubahan sosial ekonomi dan strategi adaptasi pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maraknya belanja online berdampak pada penurunan pendapatan pedagang, berkurangnya jumlah pengunjung pasar, serta melemahnya interaksi sosial yang selama ini menjadi ciri khas pasar tradisional. Namun demikian, sebagian pedagang mulai melakukan adaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital sederhana dan memperkuat relasi sosial dengan pelanggan tetap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan pasar tradisional di era digital bergantung pada kemampuan pedagang dalam mengombinasikan strategi adaptasi digital dengan penguatan fungsi sosial pasar tradisional.  
Analisis Tradisi Sosial Religius Sarweh Pada Masyarakat Dusun Krajan 1 Desa Nogosaren Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo Sulaiman , Slamet Affandi; Romadloni, Sahru; Rosyidah, Elok
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i1.950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi sosial religius Sarweh pada masyarakat Dusun Krajan 1 Desa Nogosaren Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo, fokus pembahasan pelaksanaan tradisi, sejarah kemunculan dan perkembangannya, serta makna simbolik dan nilai-nilai sosial religius yang dikandungnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif. Data dikumpulkan melalui triangulasi sumber, yaitu kombinasi antara kajian pustaka dan wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi tokoh sepuh, tokoh agama atau imam Sarweh, serta jamaah atau peserta Sarweh. Instrumen penelitian berupa peneliti sebagai instrumen utama yang didukung pedoman wawancara, catatan lapangan, alat perekam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui thematic analysis dan diperdalam dengan semiotic reading menafsirkan makna simbolik dalam setiap unsur tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sarweh dilaksanakan secara rutin setiap malam Jumat setelah salat Isya dengan rangkaian pembukaan, pembacaan al-Fatihah, surat Yasin, tahlil, doa bersama, shalawat, ramah tamah, dan pengumpulan dana sosial Kifayah. Tradisi ini diperkirakan mulai dirintis sekitar tahun 1990-an oleh Bapak Nahrowi dan terus berkembang sebagai praktik sosial-keagamaan masyarakat. Sarweh mengandung makna simbolik yang kuat, terutama penghormatan kepada leluhur, penguatan religiusitas, kerukunan, solidaritas, dan gotong royong. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sarweh merupakan warisan budaya religius lokal yang berfungsi penting dalam menjaga kohesi sosial dan keberlanjutan nilai-nilai keagamaan.