cover
Contact Name
Riztika Widyasari
Contact Email
jurnalsangkala@untag-banyuwangi.ac.id
Phone
+6282231019002
Journal Mail Official
jurnalsangkala@untag-banyuwangi.ac.id
Editorial Address
Jl. Adi Sucipto No. 26 Banyuwangi - Jawa Timur
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sangkala
ISSN : -     EISSN : 30327741     DOI : https://doi.org/10.62734/js.v3i2.260
Jurnal Sangkala adalah jurnal peer-review, dan berspesialisasi dalam Pendidikan Sejarah. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman dan menyediakan sumber informasi ilmiah bagi pembaca, peneliti, pendidik di dunia akademis tentang Pendidikan Sejarah. Jurnal Sangkala menyajikannya melalui penerbitan artikel, artikel konseptual, artikel ulasan, studi kasus yang berfokus pada pembelajaran sejarah dan pendidikan sejarah serta topik terkait. Jurnal Sangkala diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Universita 17 Agustus 1945 Banyuwangi sebanyak dua kali dalam setiap volumenya (setiap bulan Januari dan Juli).
Articles 70 Documents
SENI TARI GANDRUNG SEBAGAI PEWARISAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MASYARAKAT BANYUWANGI I Wayan Mertha; Sahru Romadloni
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gandrung adalah seni tradisi mayarakat banyuwangi yang sampai sekarang dilaksanakan dan sekaligus sebagai tari penyambutan tamu. Gandrung sebagai tari pilihan banyak menanamkan nilai dan pendidikan karakter yang dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini Nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian gandrung adalah sebagai berikut: nilai perjuangan, nilai kritik sosial, ekonomi, seni, hiburan, keterampilan, kepercayaan, kekeluargaan, nilai cinta budaya daerah, nilai moral, nilai keindahan, dan nilai persatuan.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL OSING DI SDN 1 KEMIREN BANYUWANGI Mahfud, Mahfud; Totok Hari Prasetiyo
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujun untuk: 1) Untuk menganalisis perencanaan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di SDN 1 Kemiren, Glagah, Banyuwangi; 2) Untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal d di SDN 1 Kemiren, Glagah, Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data, istrumen penelitian, metode pengujian keabsahan data, dan metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan Pendidikan karakter di SDN 1 Kemiren secara jelas dapat dilihat pada instrument pembelajaran yang digunakan oleh guru, meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). penyusunan RPP bertujuan merancang pengalaman belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tidak ada alur pikir (algoritma) yang spesifik untuk menyusun suatu RPP, karena rancangan tersebut seharusnya kaya akan inovasi sesuai dengan spesifikasi materi ajar dan lingkungan belajar siswa (sumber daya alam dan budaya lokal, kebu- tuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi).
DARI ASING MENUJU USING: TINJAUAN HISTORIS KEBERADAAN DAN DINAMIKA IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DI BANYUWANGI Apdelmi, Apdelmi; Mahfud, Mahfud; Erly Sutrisni
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keberadaan orang-orang Tionghoa sudah ada sejak Nama Indonesia belum ada bahkan sejak awal masehi orang-orang Tionghoa sudah melakukan Interaaksi dengan penduduk Nusantara. Hai ini sebagai akibat dari hubungan dagang antara India dengan Cina. Secara umun dalam kajian ini keberadaan etnis Tionghoa mencoba dikaji sejak zaman klasik sampi dengan zaman orde baru. Penduduk Tionghoa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu Orang Tionghoa adalah orang Tionghoa asli sedang peranakan adalah orang Tionghoa hasil kawin campur dengan penduduk setempat. Kedua, tempat kelahiran. Tionghoa totok lahir di negeri Cina sedangkan Tionghoa peranakan lahir di Indonesia. Ketiga adalah berdasarkan aspek sosial cultural. Tionghoa totok masih berbahasa mandarin dan memegang teguh tradisi China, sedangkan tionghoa keturunan sudah berbaur dan bercampur dengan tradisi setempat dan menggunakan bahasa masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan etnis Tionghoa dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu Kehidupan sosial kebudayaan masyarakat Tionghoa dan Pribumi di Blambangan; Kehidupan sosial keagamaan masyarakat Tionghoa dan Pribumi di Blambangan; Interaksi sosial etnis Tionghoa dengan masyarakat blambangan; dan akulturasi budaya masyarakat Tionghoa dengan masyarakat Blambangan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MUNCAR (PEREMPUAN MUDA: ANALISIS DAN PEMETAAN KUALITAS SUMBER DAYA) Firdina Istiqomah; Dian Arief Pradana; Riztika Widyasari
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis kondisi perempuan muda di lingkungan pesisir Muncar; 2) memetakan potensi sumber daya pembangunan yang dapat dijadikan sebagai basis perencanaan, pemberdayaan dan ekonomi, sosial dan budaya; 3) membuat program pemberdayaan perempuan pesisir berbasis potensi sumberdaya pembangunan di Muncar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perempuan muda pesisir memiliki peran strategis dalam mengelola dan merencanakan keberlangsungan perekonomian keluarga karena berperan ganda sebagai ibu rumah tangga dan “operator” keluaga. Namun demikian, peran ganda perempuan muda pesisir ini tidak dibekali dengan pengetahuan, pola pikir dan perilaku hidup maju sehingga taraf perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pesisir pada umumnya relatif rendah. Program – program dari pemerintah yang telah disosialisasikan, diajarkan, dan bahkan diadakan pendidikan dan latihan untuk masyarakat perempuan peisisr hanya sampai pada tataran kegiatan awal. Kemampuan dari masing – masing perempuan pesisir yang relatif rendah menjadikan program dari pemerintah sulit untuk dikembangkan serta tidak adanya keberlanjutan dari program itu menjadikan antusiasme dan keingintahuan perempuan pesisir menjadi menurun. Potensi sumber daya alam dan sumber daya fisik yang ada di Muncar belum dimanfaatkan dan dikelola secara optimal oleh masyarakat pesisir. Keterbatasan dalam aspek wawasan, kualitas SDM masyarakat pesisir, kepemilikan modal, dan kemampuan kelembagaan serta dukungan kebijakan dari pemerintah mengakibatkan belum mampu meningkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pola fikir dan perilaku dari masyarakat pesisir lebih condong bersikap pragmatis mengakibatkan peran dan aktifitas untuk memenuhi kebutuhan hidup menjadi tidak tertata dengan baik.
DAMPAK PSIKOLOGIS PENERAPAN LIMA HARI BELAJAR DI SMA NEGERI 1 BANYUWANGI Mahfud, Mahfud; Adita Taufik Widianto
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis penerapan Program Sekolah 5 Hari (PS5H) di SMA Negeri 1 Glagah dan SMA Negeri 1 Giri. 2) menganalisis problematika yang ditimbulkan dari penerapan Program Sekolah 5 Hari (PS5H) di SMA Negeri 1 Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan tahapan meliputi penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data, istrumen penelitian, Teknik pengujian keabsahan data, dan metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) SMA Negeri 1 Banyuwangii merupakan sekolah pilot project penerapan Program Sekolah 5 Hari (PS5H) di Kabupaten Banyuwangi; 2) Faktor pendukung dan pengahambat dari pelaksanaan Program Sekolah 5 Hari (PS5H) di SMA Negeri 1 Banyuwangi adalah sarana dan prasana yang belum memadai untuk memenuhi kebutuhan peserta didik; 3) Manajemen sekolah masih memerlukan evaluasi berkelanjutkan agar program pemerintah tersebut tidak mengorbankan proses pembelajaran peserta didik akibat belum kesiapan sumber daya manusia.
POTRET PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS BLENDED LEARNING (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS X SMAN DARUSSHOLAH SINGOJURUH) Dewi Utami; I Kadek Yudiana; Mahfud, Mahfud
JURNAL SANGKALA Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Blended Learning merupakan pola pembelajaran baru untuk memperbaiki pendidikan. Pembelajaran blended learning ini diterapkan dalam pola pembelajaran daring dan pembelajaran tatap muka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang potret pembelajaran berbasis blended learning pada siswa kelas X di SMAN Darussohlah Singojuruh dilihat dari analisis proses pembelajarannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber Data dalam penelitian ini yaitu informan, dokumen, dan tempat penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan Observasi, Wawancara, dan Studi Dokumen. Teknik Uji Validitas Data penelitian ini yaitu triangulasi data, teori, metode, dan penelitian. Teknik Analisis Data penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk proses pembelajaran blended learning di SMAN Darussholah Singojuruh 2) mengetahui hambatan yang terjadi dalam proses pembelajaran blended learning di SMAN Darussholah Singojuruh. Hasil dari penelitian ini adalah 1) mengetahui proses pembelajaran blended learning di SMAN Darussholah Singojuruh 2) mengetahui hambatan dalam proses pembelajaran blended learning di SMAN Darussholah Singojuruh.
HARMONI DALAM KEMULTIKULTURAN DI DESA PANCASILA (POTRET KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA DI DESA SARONGAN, KECAMATAN PESANGGARAN, BANYUWANGI) I Kadek Yudiana; I Wayan Mertha
JURNAL SANGKALA Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menganalisis latar belakang masyarakat tetap menjaga kerukunan antar umat beragama pada masyarakat multikultur di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, (2) Untuk menganalisis bentuk kerukunan antar umat beragama pada masyarakat multikultur di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, (3) Untuk menganalisis nilai-nilai karakter yang terkandung di dalam kerukunan antar umat beragama pada masyarakat multikultur di Desa Sarongan yang dapat digunakan sebagai karakter dasar untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan langkah-langkah, yakni penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data, istrumen penelitian, metode pengujian keabsahan data, dan metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan latar belakang kerukunan antarumat beragama di Desa Sarongan dapat dilihat dari perspektif agama Islam tentang toleransi; agama Hindu dengan ajaran Tat Twam Asi, Ahimsa, Tri Hita Karana, dan Desa Kala Patra; agama Kristen dengan ajaran cinta kasihnya. Sedangkan dalam perspektif ajaran agama Budha terdapat ajaran satu adalah semua dan semua adalah satu. Selain kemajemukan dan kemultikulturan masyarakat di Desa Sarongan dapat terjaga berkat keberadaan ideologi pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. Adapun bentuk kerukunan antarumat beragama pada masyarakat multikultur di Desa Sarongan meliputi: dialog lintas agama maupun etnik dan kerjasama antarumat beragama; meyakini agama sendiri dan menghargai agama orang lain; dan doa bersama. Sedangkan nilai yang terkandung dalam kemultikulturan masyarakat Desa Sarongan meliputi: Nilai Social, Simpati, Toleransi dan Empati, Religious, Nasionalisme, Gotong Royong, Demokrasi, Bersahabat/komunikatif, kecintaan terhadap lingkungan, cinta damai, dan peduli sosial.
PEMANFAATAN KESENIAN TRADISIONAL BARONG DESA KEMIREN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA I Wayan Mertha; Mahfud, Mahfud
JURNAL SANGKALA Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi nilai-nilai karakter kesenian Barong Kemiren; 2) menganalisis pemanfaatan kesenian Tradisional Barong Kemiren sebagai sumber belajar sejarah lokal. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan trianggulasi data dan trianggulasi peneliti. Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tiga tahapan analisis, yakni Reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan yang berinteraksi dengan pengumpulan data secara siklus. Hasil penelitian menunjukkan Nilai-nilai karakter kesenian tradisional barong kemiren dapat dilihat dengan jelas melalui analisis pada tema-tema yang digunakan dalam lakonnya. tema-tema dalam lakon Barong Kemiren terdiri atas empat tema, yaitu perkawinan, hubungan manusia dengan mahluk halus/ jin, hubungan antara lelaki dan perempuan, serta pertarungan dan penaklukan. Barong Kemiren sudah dijadikan sebagai sumber belajar baik di SMA maupun di perguruan tinggi untuk sejarah lokal. Hal ini terekan dengan jelas dalam instrumen pembelajaran yang dimiliki oleh guru.
PEMAHAMAN MAHASISWA DAN PERAN UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI TENTANG NASIONALISME INDONESIA SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER BANGSA Totok Hari Prasetiyo; Dinicen Viclara; Mahfud, Mahfud
JURNAL SANGKALA Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi sebagai lembaga pendidikan tinggi lahir dan memperjuangkan nilai-nilai nasionalisme, sehingga mengidentifikasi sebagai nasionalis. Penelitian ini pertujuan untuk meneliti sejauh mana pemahaman mahasiswa universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi memahami nilai-nilai nasionalisme dan peran universitas untuk menumbuhkan mahasiswa yang berfikir dan perilaku nasionalis, sehingga identitas yang dibangun sesuai dengan visi dam misi mencetak mahasiswa yang berwawasan kebangsaan. metode yang digunakan adalah purposif, bentuk dari penelitian ini menggunakan kualitatif-deskriptif, strategi adalah studi kasus tunggal, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Sikap seorang nasionalis harus kemitmen kepada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI. Perdasarkan hasil pemahaman mahasiswa tentang nasionalisme sangat memperihatinkan walaupun sebagian besar pemahaman mahasiswa baik dari sisi pemahaman nasionalisme dan berdasarkan penilaian sikap. Hal yang memperihatinkan, karena mahasiswa lebih ditekankan pada aspek pengetahuan sehingga ini mempengaruhi penilaian pada aspek sikap masih ada kreteria cukup dan kurang. Upaya yang dilakukan oleh Universitas 17 Agustus 1945 dengan melibatkan semua sivitas akademika untuk bersama-sama membentuk pemehaman nasionalisme mahasiswa baik melalui contoh-contoh keteladanan, aturan dan bisa melalui kuliah-kuliah umum.
UPACARA NGOSEK PONJEN DI DESA OLEH SARI KECAMATAN GLAGAH-BANYUWANGI (ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER BUDAYA MASYARAKAT OSING BANYUWANGI) I Wayan Mertha
JURNAL SANGKALA Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi ngosek ponjen atau perang bangkat di Banyuwangi tidak terlepas dari latar belakang sejarah nenek moyang, sejarah tradisi ini mengandung ajaran filosofi para leluhur yang dikemas ke dalam sebuah upacara yang sarat akan simbol-simbol yang penuh makna atau ajaran kehidupan berumah tangga. Dari sejarah inilah masyarakat suku Osing mengetahui pentingnya tradisi ini bagi kebahagiaan kehidupan rumah tangga anak kemunjilan. dalam melaksanakan prosesi ngosek ponjen atau perang bangkat, masyarakat suku Osing Banyuwangi harus menyediakan bermacam-macam perlengkapan yang diistilahkan oleh mereka dengan peras ( sesajen ). Peras ini secara simbolis masing-masing mempunyai makna dan tujuan tertentu yang berupa nasehat-nasehat dari nenek moyang yang tersirat dalam setiap simbol-simbol tersebut. Masyarakat suku Osing menengarai adanya sebuah implikasi simbol-simbol dalam tradisi tersebut dengan keharmonisan dalam rumah tangga mereka, karena di dalam simbol-simbol tersebut terdapat sebuah ajaran dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.