cover
Contact Name
Riztika Widyasari
Contact Email
jurnalsangkala@untag-banyuwangi.ac.id
Phone
+6282231019002
Journal Mail Official
jurnalsangkala@untag-banyuwangi.ac.id
Editorial Address
Jl. Adi Sucipto No. 26 Banyuwangi - Jawa Timur
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sangkala
ISSN : -     EISSN : 30327741     DOI : https://doi.org/10.62734/js.v3i2.260
Jurnal Sangkala adalah jurnal peer-review, dan berspesialisasi dalam Pendidikan Sejarah. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman dan menyediakan sumber informasi ilmiah bagi pembaca, peneliti, pendidik di dunia akademis tentang Pendidikan Sejarah. Jurnal Sangkala menyajikannya melalui penerbitan artikel, artikel konseptual, artikel ulasan, studi kasus yang berfokus pada pembelajaran sejarah dan pendidikan sejarah serta topik terkait. Jurnal Sangkala diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Universita 17 Agustus 1945 Banyuwangi sebanyak dua kali dalam setiap volumenya (setiap bulan Januari dan Juli).
Articles 70 Documents
KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP GERAKAN PEREMPUAN INDONESIA PADA MASA ORDE BARU Sabela Nina, Bela; Mahfud, Mahfud
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i2.505

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tentang kebijakan pemerintah pada masa Orde Baru dan organisasi atau lembaga apa yang didirikan oleh pemerintah pada masa itu. Diharapkan dapat menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah Orde Baru terhadap perempuan dan organisasi atau lembaga perempuan yang didirikan oleh pemerintah Orde Baru. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu metode literature review atau kajian pustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan ini yaitu pencarian literatur dan analisis dokumen. Pemerintah menerapkan kebijakan terhadap perempuan dengan mengakui pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, namun kebijakan yang diterapkan justru memperkuat stereotip tradisional dan membatasi peran perempuan. Organisasi-organisasi perempuan seperti Dharma Wanita, Dharma Pertiwi, dan PKK berfungsi untuk mendukung tujuan pembangunan negara, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk membatasi partisipasi perempuan dalam politik dan ruang publik. Kebijakan Orde Baru memperkuat ketidakadilan gender dan mengabaikan isu penting yang dihadapi perempuan dalam masyarakat.
PROSES TRANSISI KABUPATEN BANYUWANGI DARI IKON KOTA SANTET MENJADI KOTA PARIWISATA Bahar, Madjid Fahdul; Romadloni, Sahru
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i1.544

Abstract

Transformasi Kabupaten Banyuwangi dari daerah dengan stigma negatif menjadi destinasi wisata unggulan merupakan proses kompleks yang melibatkan aspek budaya, ekonomi, dan lingkungan. Studi ini menganalisis strategi yang diterapkan pemerintah daerah dan masyarakat dalam membentuk citra baru Banyuwangi melalui promosi budaya, pengembangan ekonomi kreatif, dan penerapan konsep pariwisata berkelanjutan. Festival budaya seperti Gandrung Sewu telah menjadi daya tarik utama, memperkuat identitas lokal sekaligus menarik wisatawan. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus memperkuat jaringan sosial. Pembangunan infrastruktur yang mendukung aksesibilitas wisata turut mendorong pertumbuhan sektor ini, sementara penerapan ekowisata bertujuan menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya dan konservasi alam. Meski demikian, tantangan seperti risiko komersialisasi budaya dan dampak lingkungan masih menjadi perhatian utama. Dengan pendekatan yang adaptif dan kerja sama lintas sektor, Banyuwangi dapat menjadi model sukses pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi budaya, ekonomi, dan lingkungan dalam menciptakan pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga menjaga kelestarian alam dan identitas budaya daerah.
PENGARUH REVOLUSI PERANCIS TERHADAP NASIONALISME INDONESIA PADA MASA PERGERAKAN NASIONAL Pramartha, I Nyoman Bayu; Parwati, Ni Putu Yuniarika
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i1.580

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh Revolusi Perancis membentuk pemikiran para tokoh pergerakan nasional Indonesia dan bagaimana mereka mengadopsi nilai-nilai tersebut dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Urgensi dari penelitian ini adalah pentingnya memahami hubungan antara perubahan sosial global, seperti yang terjadi dalam Revolusi Perancis, dengan gerakan kemerdekaan di Indonesia. Dengan menggali pengaruh pemikiran revolusioner Perancis terhadap perjuangan Indonesia, kita bisa memahami bagaimana tokoh-tokoh tersebut mengintegrasikan ide-ide kebebasan dan keadilan dalam konteks lokal. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan historis, yang melibatkan analisis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder mengenai pemikiran tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Revolusi Perancis, seperti kebebasan dan kesetaraan, sangat memengaruhi pemikiran mereka dalam perjuangan melawan kolonialisme, meskipun dengan berbagai interpretasi sesuai dengan konteks Indonesia.Kesimpulannya, pengaruh Revolusi Perancis sangat besar dalam pembentukan ideologi dan strategi perjuangan tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia. Dengan mengadaptasi nilai-nilai revolusi tersebut, mereka berhasil menciptakan gerakan nasional yang tidak hanya terpengaruh oleh situasi lokal, tetapi juga terhubung dengan arus perubahan dunia pada masa itu.
ANALISIS PEMBENTUKAN NILAI-NILAI NASIONALISME ANAK USIA DINI DI HOME SCHOLLING PAUD MUTIARA ROGOJAMPI Yudiana, I Kadek; Prabintari, Agista Ajeng; Lausia, Varinia Ainur; Amanda, Yunita; Wulandari, Ratna Wahyu Tri
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i1.581

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan nilai-nilai nasionalisme pada anak usia dini, terutama di tengah tantangan pengaruh sisa-sisa kolonialisme yang masih ada. Anak usia dini merupakan periode emas dalam pembentukan karakter dan identitas, sehingga penanaman nilai-nilai nasionalisme sejak dini menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana para guru Taman Kanak-kanak (TK) berupaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada anak didik mereka dan kendala apa saja yang mereka hadapi, terutama terkait dengan pengaruh sisa-sisa kolonialisme. Metode penelitian ini menggunakan survei dengan kuesioner (Google Form) yang disebarkan kepada guru-guru TK. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru TK/PAUD berupaya secara aktif menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui berbagai metode, seperti bercerita tentang pahlawan nasional, menyanyikan lagu-lagu nasional, dan kegiatan seni budaya. Metode-metode ini dinilai cukup efektif dalam membentuk nilai-nilai nasionalisme pada anak usia dini. Namun, para guru juga menghadapi beberapa kendala. Salah satu kendala utama adalah pengaruh negatif dari media sosial dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar. Beberapa guru juga mengamati adanya pengaruh sisa-sisa kolonialisme yang menghambat pembentukan nilai-nilai nasionalisme pada anak didik. Pengaruh ini terlihat dalam kurangnya pemahaman anak-anak tentang nilai-nilai nasionalisme dan penerimaan mereka terhadap nilai-nilai tersebut. Kesimpulannya, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan nilai-nilai nasionalisme pada anak usia dini merupakan tugas yang kompleks dan membutuhkan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, dan masyarakat. Diperlukan strategi yang lebih efektif untuk menangkal pengaruh sisa-sisa kolonialisme dan memperkuat pembentukan nilai-nilai nasionalisme pada anak usia dini, seperti meningkatkan kolaborasi antara guru dan orang tua, serta memberikan pendidikan yang lebih komprehensif tentang sejarah dan budaya Indonesia kepada anak-anak.
REVITALISASI NILAI-NILAI KEBANGSAAN DAN NASIONALISME PADA GENERASI MUDA UNTUK MENYONGSONG GENERASI EMAS 2045 (STUDI KASUS MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK) Purmintasari , Yulita Dewi
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i1.582

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk revitalisasi nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme dalam rangka mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Urgensi kajian ini terletak pada kenyataan menurunnya semangat kebangsaan di kalangan generasi muda akibat derasnya arus globalisasi, disrupsi teknologi, dan melemahnya keteladanan nasional. Padahal, nasionalisme dan kebangsaan merupakan fondasi penting dalam menciptakan bangsa yang berdaulat, maju, dan berkeadilan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, mengacu pada berbagai sumber ilmiah berupa buku dan jurnal terakreditasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi nilai-nilai kebangsaan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan strategis, antara lain: penguatan pendidikan karakter di lembaga formal, pelibatan keluarga sebagai basis pembentukan nilai, optimalisasi media digital sebagai sarana edukasi kebangsaan, serta peran aktif negara dan masyarakat sipil dalam menanamkan semangat cinta tanah air. Revitalisasi ini juga harus dikemas secara kontekstual agar sesuai dengan karakteristik zaman dan aspirasi generasi muda. Dengan demikian, semangat nasionalisme yang hidup dan dinamis akan menjadi kekuatan pendorong utama menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
PEMIKIRAN SOEKARNO TENTANG NASIONALISME DAN MULTIKULTURALISME DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0: MEMBANGUN IDENTITAS NASIONAL DALAM ARUS GLOBALISASI Kamajaya, I Gede
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i1.583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Soekarno tentang nasionalisme dan multikulturalisme serta relevansinya dalam membangun identitas nasional Indonesia pada era Revolusi Industri 4.0. Di tengah arus globalisasi yang menantang eksistensi budaya lokal dan semangat kebangsaan, pemikiran Soekarno dinilai mampu memberikan orientasi ideologis yang kokoh dan inklusif dalam menjawab krisis identitas generasi muda serta fragmentasi sosial yang muncul akibat dominasi nilai-nilai global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data dikumpulkan melalui telaah mendalam terhadap karya-karya asli Soekarno, buku akademik, serta jurnal ilmiah terakreditasi nasional dan internasional. Analisis dilakukan dengan pendekatan hermeneutik dan content analysis guna menafsirkan nilai-nilai substantif dari gagasan Soekarno tentang nasionalisme yang emansipatoris dan multikulturalisme yang egaliter. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemikiran Soekarno tentang nasionalisme bersifat emansipatoris, progresif, dan berakar pada realitas plural masyarakat Indonesia. Soekarno menekankan bahwa nasionalisme sejati harus mampu membebaskan, mempersatukan, dan mengakui keberagaman budaya sebagai kekayaan bangsa, bukan ancaman. Dalam konteks Revolusi Industri 4.0, pemikiran tersebut tetap relevan untuk membentuk identitas nasional yang tangguh dan berdaya saing global, sekaligus menjaga integrasi sosial dan kedaulatan budaya. Dengan demikian, revitalisasi pemikiran kebangsaan Soekarno menjadi kebutuhan mendesak dalam merespons tantangan ideologis dan kultural era kontemporer.
CULTUURSTELSEL DI UJUNG TIMUR PULAU JAWA: STUDI KASUS PENERAPAN TANAM PAKSA DI BANYUWANGI Matali, Matali
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i1.584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara historis penerapan Cultuurstelsel atau sistem tanam paksa di Kabupaten Banyuwangi pada masa kolonial Belanda, khususnya antara tahun 1830 hingga 1870. Fokus kajian diarahkan pada jenis tanaman yang diwajibkan, wilayah pelaksanaan sistem tanam paksa, serta dampaknya terhadap masyarakat dan lanskap sosial-ekonomi lokal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menelusuri dinamika lokal dari kebijakan kolonial yang bersifat nasional, guna memperkuat pemahaman sejarah agraria Indonesia secara kontekstual dan mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan studi dokumen. Sumber data utama diperoleh dari arsip kolonial, laporan pemerintahan Hindia Belanda, literatur sejarah, serta dokumen lokal yang relevan. Teknik analisis dilakukan melalui kritik sumber, interpretasi kontekstual, dan rekonstruksi historis berbasis pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cultuurstelsel di Banyuwangi diterapkan secara intensif melalui pemanfaatan wilayah pegunungan di Kalibaru, Giri, Glenmore, dan kaki Gunung Ijen untuk komoditas kopi, tebu, dan nila. Tanaman kopi menjadi komoditas utama yang ditanam di bawah pengawasan ketat pemerintah kolonial. Dampak sistem ini mencakup penurunan kesejahteraan petani lokal, pergeseran pola agraria, serta munculnya bentuk-bentuk resistensi kultural masyarakat. Selain itu, warisan fisik dari sistem ini masih dapat ditemukan dalam bentuk bangunan perkebunan, jalur distribusi, dan situs cagar budaya seperti Asrama Inggrisan dan Perkebunan Malangsari. Studi ini menegaskan pentingnya pelestarian warisan sejarah lokal sebagai bagian dari narasi besar kolonialisme di Indonesia
PANCASILA DAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 : MENJAGA RELEVANSI NILAI-NILAI PANCASILA DI ERA DIGITAL Agustinova, Danu Eko; Miskawi, Miskawi
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i2.596

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia mempunyai peranan mendasar dalam pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila yang meliputi Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial menjadi kompas dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi. Namun pada era Revolusi Industri Keempat terjadi pergeseran paradigma dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk penerapan nilai-nilai Pancasila, yang mengindikasikan adanya potensi pergeseran nilai akibat derasnya gelombang digitalisasi dan globalisasi yang mengancam jati diri bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi konkrit menjaga relevansi nilai-nilai Pancasila di era digital dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kajian tersebut menyoroti perlunya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam teknologi digital untuk memastikan nilai-nilai tersebut tetap menjadi pedoman di tengah perubahan yang cepat. Dengan mengatasi tantangan misinformasi, polarisasi sosial, dan konsumsi budaya konsumtif, penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital, pendidikan adaptif, dan pemerataan akses terhadap teknologi sebagai komponen penting untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat kontemporer. Pada akhirnya, temuan ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila ke dalam kemajuan digital sangat penting untuk menumbuhkan masyarakat Indonesia yang inovatif namun berlandaskan budaya yang dapat menavigasi kompleksitas globalisasi sambil tetap menjaga identitas nasionalnya.
MENGUATKAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA GENERASI MUDA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENANGKAL RADIKALISME DAN DEPANCASILAISASI Pardi, I Wayan
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i2.597

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis urgensi penguatan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda sebagai upaya untuk menangkal radikalisasi ideologi dan depancasilaisasi di Indonesia. Fenomena ini menjadi semakin relevan dengan meningkatnya simpati terhadap ideologi radikal di kalangan pelajar dan mahasiswa, serta munculnya gejala depancasilaisasi yang berpotensi melemahkan eksistensi Pancasila sebagai dasar negara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali solusi praktis yang dapat diterapkan dalam memperkuat ideologi Pancasila di kalangan generasi muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, yang mengacu pada data-data empiris dari berbagai sumber jurnal dan buku akademik yang relevan. Penelitian ini juga menggunakan studi kasus untuk menggambarkan dampak radikalisasi dan depancasilaisasi, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasi masalah ini melalui pendidikan, media sosial, dan penguatan nilai Pancasila dalam kehidupan sosial masyarakat. Data yang diperoleh dianalisis untuk memberikan gambaran mengenai kondisi ideologis generasi muda serta upaya yang dapat dilakukan untuk membalikkan tren negatif tersebut. Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila sangat penting untuk mencegah penyebaran ideologi radikal di kalangan generasi muda. Radikalisasi dan depancasilaisasi dapat dicegah melalui pendekatan pendidikan yang lebih kontekstual dan humanis, serta melalui peran aktif media sosial dalam mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai kebangsaan. Selain itu, penting untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga dan komunitas digital, dalam memperkuat Pancasila sebagai living ideologi yang relevan dengan tantangan zaman. Melalui upaya ini, Pancasila dapat menjadi fondasi moral yang menyatukan keragaman Indonesia dan menjaga keutuhan negara.
PANCASILA SOCIALISM AND CHINESE SOCIALISM: A COMPARATIVE ANALYSIS BETWEEN RELIGIOUS AND MATERIALIST APPROACHES IN THE FORMATION OF STATE IDEOLOGY Widianto, Adita Taufik; Widyasari, Riztika
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i2.598

Abstract

This article aims to comparatively analyze the characteristics of the state ideologies of Indonesia and China, especially between Pancasila Socialism and Chinese Socialism, based on religious and materialist approaches. The main focus of the research is to identify the historical foundations, philosophical values, and practical implications of both ideologies in shaping the policy direction and national identity of each country. This research uses a qualitative approach with a literature study method, through content analysis of scientific literature in the form of books, academic journals, and valid and relevant official state documents. The results of the analysis show that Pancasila Socialism is religious-humanistic, emphasizing the moral principles of divinity, humanity, and deliberation within the framework of cultural plurality. In contrast, Chinese Socialism is built on the basis of historical materialism and the centralization of the Communist Party's power, which emphasizes development efficiency and political stability. Although paradigmatically different, both ideologies have a strategic function as a social glue and a guideline for national development amidst global challenges. This finding emphasizes the importance of revitalizing state ideology contextually and participatively in order to remain relevant in the dynamics of the times