cover
Contact Name
Muhlisin
Contact Email
jkpdbanten@gmail.com
Phone
+62819-0613-2274
Journal Mail Official
jkpdbanten@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syekh Nawawi Al Bantani, Palima Serang, Tlp.(0254) 267053 Fax. (054) 267052, Kota Serang 42127
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah (JKPD)
ISSN : 25974971     EISSN : 26850079     DOI : https://doi.org/10.56945/jkpd.v9i1.340
Core Subject : Humanities, Social,
Local Autonomy and Bureaucracy Regional Governance Politics and Public Services Regional Innovation and Development Regional Natural Resources and Environment Regional Fiscal Policy and Development Human Resource Management Development Other Issues in Regional Public Policy Field
Articles 181 Documents
ANALISIS KESIAPAN MASYARAKAT DESA DALAM MENGEMBANGKAN WISATA BENDUNGAN LAMA PAMARAYAN KABUPATEN SERANG Rachmat Maulana; Ibrohim Abdul Halim; Ali Salmande; Agus Lukman Hakim
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.208

Abstract

The Tourism Village Around the Cultural Heritage of the Lama Dam and Kalimati Pamarayan has been established through a Decree of the Regent of Serang Year 2022. This research aims to look at the perceptions and readiness of stakeholders in the development of a tourism village. This research is descriptive in nature by conducting a survey of stakeholders around the Cultural Heritage of Bendungan Lama and Kalimati Pamarayan, Serang Regency, using quantitative descriptive analysis. The results of the research show that the people around the tourist village around the Bendungan Lama Cultural Heritage and Kali Mati Pamarayan have a high level of confidence that the area is very capable of being developed, with an average score of 8.97 out of 10. The results of an assessment conducted on nine aspects of the tourism village shows that the old dam area and Pamarayan dead river are in the category of fulfilling tourism feasibility. This research recommends the establishment of a joint institution and submitting a licensing process to BBWS C3 and BPCB so that the community can develop a Tourism Village
PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG RESIK LAN AMAN TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN LINGKUNGAN BERSIH DAN AMAN DI KOTA SERANG Anis Masyruroh; Iroh Rahmawati
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 6 No 2 (2022): December 2022
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v6i2.209

Abstract

The Resik lan Aman village program is the flagship program of the Serang City Government, with the aim of providing awareness to the people of Serang City, so that they can create a clean and safe environment, so that the habits and behavior of littering in the Serang City community can change. The research objectives were used to answer the following questions: 1) How much influence does the implementation of the clean and safe village program have on increasing awareness of a clean environment, 2 What is the impact of the implementation of the clean and safe village program on improving environmental conditions in Serang City. This research method uses a quantitative approach. Data collection techniques were carried out through questionnaires to obtain data. The data analysis was carried out using multiple linear regression to see how much contribution was given by the Kampung Resik lan Aman program of Serang City to the awareness of the people of Serang City in terms of cleanliness and environmental safety. The results of this study indicate The implementation of the Kampung Resik lan Aman program of Serang City has an effect on increasing awareness of a clean and safe environment by 0.765 or 76.5% and has an impact on the reduction of slum areas in Serang City.
ANALISIS KEMISKINAN DIGITAL KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI BANTEN DI MASA PANDEMI COVID-19 Siska Futri; Tiodora Hadumaon Siagian
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 6 No 2 (2022): December 2022
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v6i2.210

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sepanjang tahun 2020 telah mengubah berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam penggunaan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi akibat berubahnya berbagai kegiatan manusia dari offline ke online. Namun ternyata masih terdapat penduduk yang hidup dengan sedikit atau bahkan tanpa akses ke teknologi (miskin digital). Penelitian ini bertujuan menghitung kemiskinan digital menurut Barrantes, sebaran dan keterkaitannya dengan kemiskinan ekonomi pada kabupaten/kota di Provinsi Banten pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakkan adalah deskriptif dengan data bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS pada bulan Maret tahun 2020 dan 2021. Data dianalisis menggunakan Indeks kemiskinan digital dan Indeks kemiskinan ekonomi, serta Quadran GIS. Hasil penelitian menunjukkan pada tahun 2021 angka kemiskinan digital kabupaten/kota di Provinsi Banten secara umum menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Dua dari delapan kabupaten/ kota di Banten memiliki angka kemiskinan digital dan juga angka kemiskinan ekonomi yang tinggi, yaitu Kabupaten Pandeglang dan kabupaten Lebak. Untuk itu, pemerintah daerah provinsi Banten hendaknya dapat memprioritaskan perbaikan pada dua aspek tersebut di dua kabupaten ini.
PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) DALAM MENDUKUNG PEMULIHAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDOARJO Heri Soesanto; Sa’adah Sa’adah; Fitriyatus Sholihah; Munari Kustanto
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.213

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) memegang peranan yang sangat penting dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing serta merumuskan strategi meningkatan daya saing IKM di Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung pemulihan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SWOT. Hasil analisis memperlihatkan bahwa 83,5% IKM di Kabupaten Sidoarjo memiliki daya saing di tingkat lokal/regional, sebanyak 15,5% IKM berada pada level nasional, hanya 1% yang memiliki daya saing global. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo perlu menerapkan berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan daya saing IKM sehingga memberikan kontribusi yang optimal dalam pemulihan ekonomi. Strategi yang dapat ditempuh mulai dari pendampingan, menjalin kerjasama dengan sektor perbankan, hingga merumuskan regulasi yang mampu memproteksi IKM di Kabupaten Sidoarjo.
MODEL PENGUATAN KELEMBAGAAN USAHA MIKRO DAN KECIL UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN Muzakar Isa; Liana Mangifera; Aflit Nuryulia Praswati; Helmia Khalifa Sina; Agus Wahyudi; Agus Suwondo; Wawan Kurniawan
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.221

Abstract

Usaha mikro dan kecil memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan masyarakat di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan pemasalahan usaha mikro dan kecil, merumuskan strategi pengembangan usaha mikro dan kecil, serta menyusun model penguatan kelembagaan usaha untuk pengentasan kemiskinan di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Sragen memiliki 51 desa miskin dari 208 kelurahan/desa. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara terstruktur dan FGD. Wawancara struktur dilakukan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil di desa miskin untuk mendapatkan hasil yang lebih mendalam. FGD dilakukan terhadap Pimpinan Desa, Tokoh Masyarakat, Pimpinan Kecamatan, dan organisasi perangkat adaerah yang terkait pengembangan usaha mikro dan kecil di Kabupaten Sragen. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan konten analisis. Hasil analisis menunjukkan Desa miskin di Kabupaten Sragen dapat dikembangkan menjadi desa wisata alam dan desa preuner. Strategi pengembangan usaha mikro dan kecil di desa miskin dapat dilakukan melalui peningkatan promosi destinasi pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif dan pengembangan amenitas kawasan; peningkatan produksi dan pemasaran usaha mikro dan kecil; dan peningkatan produksi dan produktivitas sektor pertanian dan perikanan serta peternakan. Model pengembangan usaha mikro dan kecil di desa miskin hendaknya dilakukan melalui penguatan kelembagaan yang kuat yang melibatkan selurtuh stakeholders terkait, yaitu perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi/paguyuban, dan tokoh masyarakat.
KAPITAL SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN DESA: KRITIK TERHADAP PROGRAM TRADE AND DISTRIBUTION CENTER (BUMDES) DI WILAYAH LOMBOK BARAT-PROVINSI NTB Syaiful Anam; Alfian Hdayat; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.227

Abstract

Agenda pembangunan yang terkait peningkatan kesejahteraan kerap mengalami kegagalan. Pembangunan dan model kebijakan yang sangat elites serta mengesampingkan nila-nilai kearifan lokal menjadi salah satu akar penyebab kegagalan tersebut. Studi ini bertujuan untuk menelaah bagaimana program pembangunan mengintegrasikan nilai-nilai luhur atau kapital sosial yang ada sebagai Engine of Development. Dalam konteks pembangunan desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk mencapai visi yang tertuang dalam “NTB Gemilang” memiliki program Trade and Distribution Center desa yakni program distribusi dan pusat perdagangan di desa melalui skema bisnis Badan Usaha Milik Desa. Skema ini bertujuan untuk modernisasi dan digitilasasi desa dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat desa. Namun, dalam perkembangan studi mengenai Badan Usaha Milik Desa di Indonesia pada umumnya merupakan kebijakan yang kerap diselewengkan untuk kepentingan politik dan pembangunan yang sifatnya parsial dan jangka pendek. Studi ini mencoba menelaah dan memberikan kajian kritis terhadap hilangnya kapital sosial dalam implementasi program Trade and Distribution Center desa. Melalui pendekatan kualitatif eksploratif, studi ini berfokus pada pilot poject Trade and Distribution Center di wilayah Lombok Barat NTB yang secara implisit telah menemukan jawaban bahwa kapital sosial tidak tereproduksi dalam agenda pembangunanan dikarenakan pembangunan yang tergambar sangat politis dan elites baik dalam penyusunan maupun implementasinya.
RESPONS KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMANFAATAN ANGGARAN DID PADA PERIODE AWAL PANDEMI COVID-19 Andi Setyo Pambudi
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.234

Abstract

During the COVID-19 Pandemic, transfer funds were significant in helping the regions respond to the situation. The use of transfer funds, especially the Regional Incentive Fund (RIF), is interesting to study, considering that regions applied creativity at the beginning of the COVID-19 pandemic in various ways. This study aims to obtain information on different regional reactions to the utilization of the RIF budget in the early period of the COVID-19 pandemic, to find out the development problems funded by the RIF from the regions with the best Regional Development Awards (RDA), and to obtain input for more adaptive RIF planning. The research method used is descriptive quantitative with data collection techniques through focus group discussions (FGDs with participants from each of the three Provincial, City, and Regency Development Planning Agencies that won the Regional Development Award/RDA) in 2020. The analysis used a combination of literature. The results showed that RIF in the early period of the COVID-19 pandemic provided significant benefits for the regions in policies that adapted to the local situation of development in the health sector and economic recovery. Furthermore, this research find that the field implementation of RIF had not been comprehensively successful in promoting regional independence in general, the regions late received information on the budget ceiling, and the diverse regional characteristics and the availability of resources are fundamental factors in achieving quality spending.
IMPLEMENTASI PROGRAM PELAYANAN TEMUKAN, OBATI SAMPAI SEMBUH PENDERITA TUBERKULOSIS (TOSS-TB) DI PUSKESMAS SELABATU KOTA SUKABUMI Annisa Nur Zannah; Dian Purwanti; Tuah Nur
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.238

Abstract

Pada tahun 2022 Kota Sukabumi mengalami kenaikan kasus TB yang cukup signifikan dari 1.256 menjadi 1.602 kasus. Selain itu, masih terdapat stigma negatif dari masyarakat terhadap TB dan penderita nya. Untuk menanggulangi kasus TB, Pemerintah Kota Sukabumi telah berupaya dengan melaksanakan kebijakan program penanggulangan TB yaitu program Temukan, Obati Sampai Sembuh Penderita Tuberkulosis (TOSS-TB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program TOSS-TB dari pecegahan sampai peyembuhan di Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi dengan proses penelitian yang dilakukan mengacu pada teori implementasi kebijakan dengan indikator analisis yaitu ketepatan kebijakan, ketepatan pelaksanaan, ketepatan target, ketepatan lingkungan dan ketepatan proses. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling dan jumlah responden sebanyak enam informan. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam implementasi program TOSS-TB di wilayah Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi baik dari ketepatan kebijakan, pelaksanaan yang dilakukan dan ketepatan target yang telah direncanakan, serta ketepatan lingkungan terhadap pelaksanaan kemudian proses yang dilaksanakan masih belum cukup sesuai dengan kebijakan program TOSS-TB dalam pengimplementasiannya. Rekomendasi terhadap pelaksanaan implementasi program TOSS-TB diantaranya adalah diperlukan peningkatan kerja sama dengan stakeholder atau lintas sektor seperti rumah sakit khusus penanganan TB dan pihak organisasi masyarakat guna memutus rantai penyebaran TB, selain itu peningkatan pemberian informasi kepada masyarakat mengenai TB dan penderita TB bersamaan dengan pengoptimalan publikasi media massa untuk mengsosialisasikan tentang penanggulangan TB.
PERAMALAN INDEKS HARGA PROPERTI RESIDENSIAL DI KOTA BANDUNG TAHUN 2023 Nurain Fatma Savitri; Nasrudin Nasrudin
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i2.249

Abstract

Properti residensial atau rumah merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan akan properti residensial juga meningkat. Karena ketersediaan tidak bertambah sementara permintaan semakin tinggi, maka terjadilah kelangkaan yang menyebabkan harga properti terutama rumah mengalami kenaikan. Properti residensial tak hanya digunakan sebagai kebutuhan, namun juga dapat digunakan sebagai investasi. Sehingga penting bagi pemegang kebijakan dan para developer perumahan serta masyarakat untuk mengetahui kondisi sektor properti khususnya properti residensial pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Properti residensial terbagi menjadi tiga tipe berdasarkan luas tanah, yaitu tipe kecil, tipe menengah, dan tipe besar. Indeks Harga Properti Residensial merupakan salah satu indikator ekonomi yang memberikan informasi mengenai perkembangan properti residensial baik secara triwulan berjalan maupun triwulan yang akan datang. Data IHPR diperoleh dari Survei Harga Properti Residensial yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meramalkan nilai indeks harga properti residensial di Kota Bandung. Menerapkan metode peramalan ARIMA, penelitian ini mendapat hasil bahwa nilai IHPR di Kota Bandung periode triwulan I 2023 hingga triwulan IV 2023 diprediksi mengalami kenaikan, sehingga diketahui bahwa sektor properti residensial di Kota Bandung bergerak ke arah yang positif.
STRATEGI KONSERVASI UNTUK MENGURANGI EROSI HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS, JAWA TIMUR Andi Setyo Pambudi; Rahmat Junaidi; Bambang Pramujo
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i2.257

Abstract

Sedimentation caused by erosion in the Lesti Sub-Watershed and the upstream part of the Brantas Watershed as a whole has an impact on disrupting the role of the Sengguruh Dam in supporting economic activity in East Java. Reducing erosion in upstream areas during their development requires an environmental science approach that harmonizes economic, social, and environmental aspects. This study aims to: Assess the influence of population pressure, community behavior, and land use on erosion in the Lesti Sub-watershed; Predict erosion in the Lesti Sub-watershed; and Provide an environmental science-based conservation strategy for the Lesti Sub-watershed in the context of sustainable development.. The research method used was mixed methods, both through GIS assistance for the Modify Universal Soil Loss Equation erosion formula and also through questionnaires and interviews with communities in the Lesti sub-watershed area. From research on the Lesti sub-watershed, the average erosion rate obtained is 153,868 tons/ha/year, which means it exceeds the minimum tolerance limit. Of the 12 sub-districts in the Lesti sub-watershed area, 6 (six) sub-districts have problems from the environmental aspect through the condition of several sub-districts with high erosion hazard levels. Erosion is correlated with people's knowledge, attitudes, and behavior in the economic aspects through population pressure and social conditions through land use patterns. Based on environmental science, conservation priority recommendations are for these 6 (six) sub-districts by improving soil and water conservation efforts, both vegetatively and civil-technically (environmentally), environmental education (social), and community economic empowerment (economy).

Page 7 of 19 | Total Record : 181