cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
zae.may@gmail.com
Phone
+6281333334325
Journal Mail Official
zaenal@uit-tribakti.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Karim Gang III No. 2 Kel. Lirboyo Kec. mojoroto
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
ISSN : 14119919     EISSN : 25023047     DOI : https://doi.org/10.33367/tribakti
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman aims to promote scientific publication on Islam and Muslim culture in its broadest sense covering textual, historical and empirical aspects, both classical/medieval, modern and contemporary periods in the Islamic World and beyond. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman aims to promote scientific publication on Islam and Muslim culture in its broadest sense covering textual, historical and empirical aspects, both classical/medieval, modern and contemporary periods in the Islamic World and beyond. This journal encompasses original research articles based on library and/or empirical research in the field of Islamic studies especially on, but not limited to, eight main topics: (1) the Qur’an and hadith (2) Islamic Law (3) Islamic Theology (Kalam) (4) Islamic Philosophy (5) Islamic Mysticism (Tasawwuf) (6) Islamic Education (7) Islamic Communication and Propogation (Dakwa) and (8) Islamic Politics. It encourages articles that employ a multi-disciplinary approach to those topics. Scholars from any countries and region that are concerned with Islam and its manifestation throughout Muslim history and geography in the Islamic World and beyond can submit their article to Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman and use this open access journal.
Articles 328 Documents
Menimbang Perihal Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan Kitab Kuning Reza Ahmad Zahid
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.266

Abstract

Islam mengangkat derajat wanita pada martabat yang sangat tinggi dan mulia. Ketika era Jahiliyah memposisikan wanita seperti barang yang tidak berharga, Islam hadir dengan membawa kehormatan bagi kaum wanita. Islam telah mengatur hak dan kewajiban bagi para suami dan istri sehingga keseimbangan dapat terjadi dalam sebuah rumah tangga. Seorang suami tidak bisa serta merta memposisikan dirinya sebagai orang yang super power sehingga memperdayakan seorang istri dengan seenaknya. Jika seorang suami hendak mengingatkan kepada istri yang nusyuz, maka dia harus mengingatkan dengan cara yang telah diatur oleh agama Islam, yakni dengan tingkah laku atau ucapan yang mendidik. Apabila terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa kepada seorang istri maka seorang istri berhak untuk mengangkat permasalahan ke pengadilan atau dengan cara penyelesaian diluar pengadilan.
Manusia dan Karakteristiknya Menurut Al Quran (Kajian Tafsir Tarbawai) Muslimin Muslimin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.267

Abstract

Di dalam Al-Qur’an ada 3 sebutan untuk manusia yaitu: Al-Basyar, An-Nas dan Al-Insan, ketiganya mempunyai karekteristik sendiri-sendiri. Dan juga dijelaskan tentang ulah-ulah manusia sehingga Allah menurunkan adzab bagj mereka sebagai peringatan atas kelalaian mereka terhadap ajaran-ajaran Al-Qur’an. Di sisi lain menjelaskan asal penciptaan manusia adalah dari tanah yang dibentuk sesempurna mungkin, dan dikaruniai sebuah akal sehingga manusia dapat memanfaatkan dunia seisinya ini dengan baik. Akan tetapi, meskipun manusia di karuniai akal sebagai pembeda dari makhluk lain, ia juga lupa akan jati dirinya dan acapkali yang dominan dalam dirinya adalah sifat hewani. . Akan tetapi bukan berarti karena manusia disebut lemah tidak mampu melakukan syari'at-syari'at yang telah ditetapkan Allah dalam ayat-ayat muhkamatnya, sehingga dengan seenaknya menganggap semua adalah dispensasi bagi manusia. Dan Allah pun lebih tahu syari'at yang bagaimana kadar manusia bisa mengembannya. Dan apabila seorang manusia merasa berat akan syari'at yang ditetapkan Allah maka sesungguhnya itu adalah bisikan hawa naf sunya. Makhluk yang paling angkuh dan banyak membantah adalah manusia. Karena memang manusia diberi keistimewaan dalam berkilah dan berdebat. Ketika manusia mefungsikan kemampuan berargumentasinya dalam kebaikan maka, manusia pun bisa melampaui tingkat malaikat akan tetapi ketika sebaliknya, hawa nafsunya mendorong untuk mengikuti godaan setan. Maka tempat baginya adalah dasar yang paling dalam dan berkumpul dengan bermacam-macam binatang. Karena disanalah mereka dapat berbuat tanpa norma dan tanpa dikendalikan oleh rasio maupun kemauan yang positif. Dan manusia yang selalu ingkar dan gemar melakukan dosa, tempat yang cocok baginya adalah neraka.
Gerakan Sosial Modern Masyarakat Islam di Indonesia Wasito Wasito
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.268

Abstract

Artikel ini membahas tentag perkembangan gerakan modernisasi Islam yang terjadi di Indonesia mulai masa pra kemerdekaan hingga masa pasca kemerdekaan. Diantara gerakan-gerakan sosial modern Islam yang ada di indonesia meliputi Gerakan Serikat Islam, Gerakan Muhammadiyyah, dan Gerakan Nahdlatul Ulama. Agama Islam muncul pada Abad ke-6 M kemudian masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M dan mulai berkembang pada abad ke-13 M. Perkembangan Islam di Indonesia hampir di seluruh Kepulauan Indonesia. Bertolak dari kenyataan tersebut, Islam banyak menghasilkan peninggalan sejarah yang bercorak Islam di Indonesia yang sangat beraneka ragam. Peninggalan-peninggalan itu antara lain, tempat ibadah, keraton, batu nisan, kaligrafi, seni pahat, seni pertunjukan, tradisi upacara, dan karya sastra.
Revitaslisasi IPS dalam Perspektif Global Miftahuddin Miftahuddin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.269

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingtanya revitalisasi IPS dalam perspektif global. Pembaruan kurikulum yang signifikan sebagai jawaban atas Perubahan masyarakat yang begitu cepat sebagai dampak dari kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi, membawa akibat positif dan sekaligus akibat negatif bagi kehidupan. Hingga kini, peran lembaga pendidikan masih tetap menjadi tumpuan harapan yang dapat membawa pencerahan bagi masyarkat yang mengalami perubahan. Namun tidak bisa dipungkiri pula bahwa lembaga pendidikan selalu tertinggal oleh kemajuan yang dicapai masyarakat. Akibatnya lembaga pendidikan perlu melakukan penyesuaian-pen yesuaian terhadap semua perkembangan yang terjadi di masyarakat. Tujuan pendidikan IPS adalah mensinergikan berbagai mata pelajaran menjadi kecakapan hidup yang diperlukan peserta didik .Oleh karena itu maka dalam mata pelajaran IPS terdiri dari berbagai ilmu-ilmu sosial, dan ilmu-ilmu sosial itu harus direvitalisasi sedemikian rupa agar mudah dipelajari atau difahami oleh siswa seseuai dengan tingkat perkembangan psikologisnya di sekolah dengan cara menyajikan topik atau tema pelajaran dengan isu-isu yang menrik seperti Hormat pada Guru, Perilaku Nyontek dan Akibatnya, Masalah Narkoba, Tawuran Antar Pelajar, Disiplin. Korupsi, Kulalitas Generasi Muda, Penggunaan Internet, Disiplin dan Etos Kerja, Memelihara Budaya Lokal, Permasalah Orbanisasi, Sektor Informal. UKM dan Globalisasi Trafficking, Global Warning, Pelestarian Lingkungan Hidup Kepedulian Sosial, Bencana Alam, dan lain sebagainya.
Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Budaya Kerja Guru Imam Taulabi
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.270

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjelaskan pola kepemimpian trasformasional pada madrasah tsanawiyah dan respon guru, iklim kerja dan kinerja guru. Kepemimpinan trasformasional diharapakan dapat memberikan dampak positif pada lembaga yang dipimpinanya. Kepala madrasah memiliki pola kepemimpina tersebut dapat memperbaiki budaya kerja pada madrasah yang dipimpinnya. Hasil penelitian ini menunjukan, pemimpin yang mengharpakan dapat mencapai tujuan organisasi perlu memperhatikan kondisi dan sikap bahwahanya. Pemimpin yang tepat adalah seseorang yang dapat mendorong atau memotivasi bawahannya, menumbuhkan sikap positif bawahan pada pekerjaan dan organisasi, dan mudah menyesuaikan dengan segala situasi.Peran kepala madrasah memberikan pengaruh para guru dalam pembelajaran dan murid untuk belajar. Jika pemimpin dapat mengatur dan membimbing guru secara baik dan tepat sehingga para guru dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan penuh tanggung jawab, konsisten. Pemimpin memperhatikan kepentingan bawahan sehingga tidak ada keluhan dalam menjalankan tugas dan kewajiban sehari-hari. Pemimpin harus menunjukkan kewibawaannya sehari-hari, sehingga dapat diteladani dan dipatuhi oleh para guru maupun siswa. Dengan pola kepemimpinan seperti ini dapat menumbuhkan budaya kerja yang baik pada lembaga yang dipimpinnya.
Al-Maslahah al-Syar'iyah Sebagai Sumber Hukum Islam (Kajian Kitab Dawabith al-Mashlahah Syeh Said Ramadan Buti) Ahmad Fauzi
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.271

Abstract

Survey membuktikan bahwa setiap hukum Islam yang diturunkan Oleh Allah lewat Rasulnya Muhammad SAW pasti mengandung Maslahah atau tujuan kebaikan. Mashlahah yaitu Sesuatu yang bermanfaat yang dimaksudkan oleh al-Syari’ (Allah dan Rasul-Nya) untuk kepentingan hamba-Nya, baik dalam menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta mereka, sesuai dengan urutan tertentu yang terdapat di dalam kategori pemeliharaan tersebut.” Standar manfaat yang digunakan oleh sarjana filsafat dan etika barat yang cenderung saling bertentangan antara satu dan lainnya, tak memiliki batasan yang jelas dan tegas. Sosiologi-nya Emile Durkeim, bahwa standar maslahat adalah “nalar sosial” atau ‘urf atau adat. Jika menurut‘urf atau adat adalah baik maka itu maslahat. Begitu pun sebaliknya. Menurut Al-Buthi, dengan berdasarkan penelitian ilmiah ‘urf jelas tak bisa dijadikan standar maslahat dan tidaknya. Sementara yang lain, sarjana filsafat banyak menjadikan nilai kebahagiaan pribadi sebagai standarnya. Bagi mereka, yang penting menguntungkan dan membahagiakan (diri sendiri)—tanpa melihat dampak negatif dan positifnya maka itu adalah maslahat. Selanjutnya adalah standar maslahat perspekktif madzhab al-manfa’ah (utilitarianisme) yang menurut Al-Buthi secara teoritis adalah mazhab yang paling dekat untuk diterima dibanding kedua kecenderungan di atas yang diantara tokoh besarnya adalah Jeremy Bentham dan John Stuart Mill. Menurut utilitarianisme ini bahwa standar manfaat tak boleh hanya mempertimbangkan dampak maslahat untuk diri sendiri saja, bahkan harus melihat dampaknya terhadap semua manusia. Al-Buthi berpandangan bahawa orientasi standar-standar maslahat perspektif tiga kecenderungan di atas dan karakteristiknya berbeda dengan standar maslahat perpektif syariat Islam khususnya perpektif Al Buthi–dan karakteristiknya. Standar dan karakteristik maslahah perpektif syariat Islam adalah berdimensi: mencakup dunia-akhirat, materi-ruhani, dan menjadikan agama sebagai maslahat utama. Sementara standar yang diajukan tiga kecenderungan di atas dan karakteristiknya justru sebaliknya. Cenderung duniawi dan meterialistik semata serta cenderung menjadikan agama sebagai alat untuk mewujutkan maslahat duniawi-materialistik tersebut.
Analisis Konsep Bisyarah Pada Jamaher Network dalam Perspektif Ekonomi Islam Abdur Rohman
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.272

Abstract

Jika kita menengok tentang perkembangan Multi Level Marketing di Indonesia, bisa disimpulkan karena tidak lepas dari pengaruh makin berkembangnya dunia online. Perusahaan dengan landasan Multi Level Marketing (MLM) dimana dulu hanya bergerak secara offline, sekarang sudah mulai merambah untuk memasarkan secara online. Bahkan pencatatan member yang dulu dilakukan secara manual sekarang sudah beralih serba otomatis yang dikerjakan dengan sistem mesin. Sedangkan kegiatan MLM offline hanya sebatas seminar-seminar atau iklan melalui media cetak. Banyak keuntungan yang didapat sebuah perusahaan MLM dengan menggunakan sistem online. Dengan adanya sistem online member dapat mengakses dari manapun, dan juga member yang bergabung tidak hanya berasal dari perusahaan MLM itu berada. Tetapi member dari berbagai daerah juga dapat bergabung disini. Antara member upline dan downline juga belum tentu pernah bertatap muka. Jika kita menyimak hal tersebut bisa dikatakan jika perkembangan Multi Level Marketing di Indonesia makin berkembang secara pesat di iringi dengan kemajuan teknologi. Salah satunya adalah MLM jamaher, pihak ini menyebut bahwa selain MLM (Multi Level Marketing juga bermakna Multi Level Muamalah. Oleh karena peneltian ini menarik untuk dikaji lebih dalam terkait dengan sytem plan atau marketing www.jamaher.network dalam prespektif ekonomi Islam.
Modular System Pendidikan Agama Islam untuk Mengembangkan Pendidikan Karakter Peserta Didik di Sekolah Rahmat Rahmat
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.273

Abstract

Dewasa ini guru pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah mengeluh sebab kesulitan dalam menyampaikan pelajaran dan kesulitan dalam menginternalisasikan karakter pada peserta didiknya. Hal ini cukup beralasan dikarenakan seorang pengajar/guru masih kurang mumpuni ketika memilih, metode, menggunakan teknik, dan bahkan tidak mengetahui kebutuhan para peserta didik dan bisa jadi juga ketidak pahaman pengajar terhadap tingkat kecepatan belajar mereka. Akibatnya, banyak peserta didik yang tidak menyukai suatu materi ajar tertentu bahkan tidak menyukai pengajarnya jika demikian, lantas bagaimana seorang pengajar akan mendidikkan kognitif, psikomotorik bahkan menginternalisasikan afektif. Sejatinya hal semacam ini tidak akan terjadi jika sistem pembelajarannya diperbaiki, karena belajar adalah sebuah proses maka pengajar tidak pernah tahu kapan peserta didik mengalami proses belajar tersebut. Sehingga, apabila seorang pengajar membangun sebuah sistem pembelajaran maka mengajar itu akan terasa lebih mudah dan peserta didikpun akan dapat menemukan minat dan motivasi belajarnya. Dalam artikel ini, penulis coba menyajikan solusi untuk membangun sebuah sistem dalam pembelajaran PAI, dengan menggunakan modular system. Modular sistem merupakan sebuah sistem guna memfasilitasi kebutuhan belajar tiap individu peserta didik di sekolah. Dengan sistem ini diharapkan pembelajaran lebih humanis dan menyenangkan.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Berita Melalui Model Pembelajaran Think Pair Share pada Siswa Sujiyanto Sujiyanto
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.274

Abstract

Penyebabkan rendahnya siswa dalam mengikuti kegiatan belajar, siantaranya: (1) Siswa kurang memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat kepada orang lain, (2) Siswa kurang memiliki kemampuan untuk merumuskan sebuah gagasan sendiri dalam mengikuti kegiatan belajar, dan (3) Siswa belum terbiasa bersaing meyampaikan pendapat dengan teman yang lain. Disamping itu guru menghindari pertanyaan dari siswa, serta cara menyampaikan ilmu pengetahuan secara searah, menganggap siswa sebagai obyek, penerima, pencatat, dan pengingat dalam melaksanakan pengajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah kemampuan menulis teks berita tentang mengungkapkan gagasan ragam wacana lisan sastra dalam kerangka budaya jawa pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri 7 Kota Kediri semester I tahun pelajaran 2012/2013. (2).Adakah peningkatan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Jawa pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri 7 Kota Kediri semester I tahun pelajaran 2012/2013 Tujuan dari penelitian ini adalah : (1). Untuk mengetahui kemampuan menulis teks berita tentang mengungkapkan gagasan ragam wacana lisan sastra dalam kerangka budaya jawa pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri 7 Kota Kediri semester I tahun pelajaran 2012/2013 (2). Untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks berita tentang mengungkapkan gagasan ragam wacana lisan sastra dalam kerangka budaya jawa melalui model pembelajaran think pair share mata pelajaran bahasa jawa pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri 7 Kota Kediri Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013 Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Tagart (dalam Kasbolah 1998:14), yaitu penelitian yang digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis, dimana keempat aspek , yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi harus dipahami bukan sebagai langkah-langkah yang statis, terselesaikan dengan sendirinya, tetapi lebih merupakan momen-momen dalam bentuk spiral yang menyangkut perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian yang dilaksanakan dengan dua kali siklus kepada siswa kelas VIII-A berjumlah 40 siswa, maka peneliti menyimpulkan bahwa dengan menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Share dalam pembelajaran berorganisasi terbukti efektif dapat meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar. Hasil ketuntasan pembelajaran dapat dilihat dari setiap siklus berikut. siklus I dan siklus II dari yaitu masing-masing 20%; 55% dan 87,5% pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai, sehingga siklus siklus berikutnya ditiadakan
Hubungan Perkembangan Emosi Remaja Dengan Pendidikan Islam Yasin Nurfalah
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 28 No. 1 (2017): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v28i1.407

Abstract

Pendidikan adalah faktor terhadap eksistensi sebuah peradaban. Bahkan, bisa dikatakan bahwa pendidikan merupakan hal yang tidak bisa dilepas dari kehidupan. Melalui pendidikan yang benar, maka kemajuan suatu bangsa dapat tercapai. Di sisi lain, remaja adalah generasi penerus umat. Apalah gunanya bila kita hendak membangun masyarakat tanpa memedulikan pendidikan sejak anak-anak sampe remaja. Sejarah mencatat betapa besar peran generasi penerus terhadap keberhasilan suatu perjuangan. Di dalam Islam, pentingnya pendidikan terhadap anak mendapatkan porsi yang besar guna perkembangan emosi pada saat remaja nanti. Pendidikan juga dapat diartikan sebagai suatu usaha sadar yang dilakukan manusia untuk membawa anak didik ke tingkat dewasa dalam arti mampu memikul tanggung jawab moral. Hakekat pendidikan merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupan, dan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia. Secara ekstrim bahkan dapat dikatakan, bahwa maju mundurnya atau baik buruknya peradaban suatu masyarakat, suatu bangsa, akan ditentukan oleh bagaimana pendidikan yang dijalani oleh masyarakat bangsa tersebut. Perkembangan emosi remaja pada peringkat awal terutama pada zaman kanak-kanak banyak dipengaruhi melalui pelaziman dan cara peniruan. Cara pelaziman berlaku dengan mudah dan cepat pada masa beberapa tahun permulaan hidup mereka. Kanak-kanak menggunakan daya imaginasi dalam membayangkan sesuatu mengikut yang telah dilazimkan. Cara peniruan pula, kanak-kanak meniru tingkah laku emosi yang diperhatikannya pada orang lain dan memberikan gerak balas terhadap perkara berkenaan dengan cara yang tidak dapat dibuatnya dulu. Oleh kerana itu, emosi remaja pada zaman kanak-kanak berkembang mengikut proses pelaziman dan peniruan.

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 37 No. 1 (2026): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 36 No. 2 (2025): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 36 No. 1 (2025): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 35 No. 2 (2024): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 35 No. 1 (2024): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 34 No. 2 (2023): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 34 No. 1 (2023): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 33 No. 2 (2022): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 33 No. 1 (2022): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 32 No. 2 (2021): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 32 No. 1 (2021): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 31 No. 2 (2020): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 31 No. 1 (2020): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 30 No. 2 (2019): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 30 No. 1 (2019): Jurnal Tribakti Vol. 29 No. 2 (2018): Jurnal Tribakti Vol. 29 No. 1 (2018): Jurnal Tribakti Vol. 28 No. 2 (2017): Junal Tribakti Vol. 28 No. 1 (2017): Jurnal Tribakti Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti Vol. 27 No. 1 (2016): Jurnal Tribakti Vol. 26 No. 2 (2015): Jurnal Tribakti Vol. 26 No. 1 (2015): Jurnal Tribakti Vol. 25 No. 2 (2014): Jurnal Tribakti Vol. 25 No. 1 (2014): Jurnal Tribakti Vol. 24 No. 2 (2013): Jurnal Tribakti Vol. 24 No. 1 (2013): Jurnal Tribakti Vol. 23 No. 2 (2012): Jurnal Tribakti Vol. 23 No. 1 (2012): Jurnal Tribakti Vol. 22 No. 2 (2011): Jurnal Tribakti Vol. 22 No. 1 (2011): Jurnal Tribakti Vol. 21 No. 1 (2010): Jurnal Tribakti Vol. 20 No. 2 (2009): Jurnal Tribakti Vol. 20 No. 1 (2009): Jurnal Tribakti More Issue