Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman aims to promote scientific publication on Islam and Muslim culture in its broadest sense covering textual, historical and empirical aspects, both classical/medieval, modern and contemporary periods in the Islamic World and beyond. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman aims to promote scientific publication on Islam and Muslim culture in its broadest sense covering textual, historical and empirical aspects, both classical/medieval, modern and contemporary periods in the Islamic World and beyond. This journal encompasses original research articles based on library and/or empirical research in the field of Islamic studies especially on, but not limited to, eight main topics: (1) the Qur’an and hadith (2) Islamic Law (3) Islamic Theology (Kalam) (4) Islamic Philosophy (5) Islamic Mysticism (Tasawwuf) (6) Islamic Education (7) Islamic Communication and Propogation (Dakwa) and (8) Islamic Politics. It encourages articles that employ a multi-disciplinary approach to those topics. Scholars from any countries and region that are concerned with Islam and its manifestation throughout Muslim history and geography in the Islamic World and beyond can submit their article to Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman and use this open access journal.
Articles
328 Documents
INTEGRASI SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN DAN SEKOLAH
Imam Taulabi
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 24 No. 2 (2013): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v24i2.169
Konsep integrasi sebagai wujud modernisasi sistem pendidikan, dalam artian pesantren dan sekolah menjadi satu sistem yang satu. Lembaga pendidikan sebagai suatu sistem, mencakup beberapa komponen, dan setiap komponen terdiri dari beberapa faktor. Satu sama lainnya saling terkait sehingga membentuk suatu sistem. Komponen tersebut, terdiri dari masukan (input), proses (process), keluaran langsung (output) dan keluaran tidak langsung (outcome). Integrasi antara pesantren dan sekolah sebagai salah satu upaya untuk membentuk keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Kecerdasan intelektual tanpa disertai dengan kecerdasan spiritual menjadi kehilangan karakter dan jati dirinya
IJTIHAD: Teori dan Penerapan
Ahmad Badi’
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 24 No. 2 (2013): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v24i2.173
Ijtihad adalah pengerahan segenap daya upaya untuk menemukan hokum sesuatu secara rinci. Hal ini diupayakan oleh ulama untuk menjawab segala persoalan yang muncul ketika dalam sumber utama agama Islam tidak ditemukan dalil atau ketentuan hokum yang jelas. Selain itu, ijtihad dilakukan supaya ajaran Islam salih lukulli zaman wal makan.Para ulama telah menentukan syarat-syarat bagi mereka yang ingin berijtihad. Selain itu, para ulama telah mensistematisasikan pola-pola ijtihad dalam penerapannya. Pola-pola tersebut setidaknya bias dibagi tiga, yaitu: pola bayani, ta’lili, dan istislahi
RESPON BARAT TERHADAP ISLAM SEBAGAI SUMBER PERADABAN
Wasito Wasito
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 24 No. 2 (2013): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v24i2.174
Islam adalah agama abrahamik yang pada perjalanan kemudian menjelma menjadi peradaban besar. Bahkan, pada kurun waktu sebelum abad ke 13 M atau tepatnya sebelum masa renaissance di Barat, peradaban Islam menjadi pemimpin dan kiblat peradaban-peradaban dunia.Meski demikian, kendati diakui atau tidak Barat berhutang budi pada Islam untuk kemajuan peradabannya sebagaimana sekarang ini, tidak sedikit orang-orang Barat yang mengakuinya. Dengan kata lain, respon Barat atas Islam sebagai sumber peradaban tidak ijmal, namun terpecah menjadi dua, yaitu respon positif dan respon negatif
INSIDER/OUTSIDER PERSPECTIVE IN RELIGIONS AND ISLAMIC STUDIES
Untung Khoiruddin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 24 No. 2 (2013): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v24i2.175
Kim Knott memberikan beberapa kontribusi terhadap pengetahuan (knowledge) antara lain: Pertama, memberikan sumbangan mengenai pemetaan insider dan outsider dalam studi agama. Kedua, memberikan sumbangan pemikiran yang berkaitan dengan pendekatan dalam penelitian studi agama. Dengan pendekatan spasial Kim Knott berusaha membedah masalah seputar agama. Namun, apabila kita kaji kembali tawaran Kim Knott ini tidak hanya bisa untuk mengkaji studi agama saja, lebih dari itu, bisa masuk pada wilayah kelimuan lain.Kim Knott membagi konsepsi peran pemberdayaan interkoneksi sosial keagamaan dalam empat macam, yaitu : partisipan murni (Complete Participant), peneliti sebagai partisipan (Observer as Participant), partisipan sebagai peneliti (Participant as Observer) dan peneliti murni (Complete Observer).Insider/outsider dalam studi agama, yaitu: belief, habit of mind, doubt, Inquiry (penelitian), dan the logic of theory.
PERILAKU KEPEMIMPINAN TRADISIONAL PESANTREN
Zaenal Arifin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 24 No. 2 (2013): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v24i2.176
Kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari kata ‘kekuasaan’, karena kekuasaan merupakan modal untuk menjadi pemimpin. Arti kepemimpinan itu sendiri adalah proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuai dengan kehendak pemimpin. Sementara perilaku kepemimpinan dapat dikategorikan pada 2 (dua) kategori, yaitu perilaku yang perhatiannya pada hasil produksi, dan perilaku yang perhatiannya cenderung pada sumber daya manusia. Perilaku kepemimpinan tradisional atau yang sering disebut sebagai gaya kepemimpinan otoriter adalah perilaku kepemimpinan yang seringkali memberi lingkup yang sangat sempit terhadap kebebasan, kreatifitas dan inisiatif bawahan. Pihak bawahan selalu melakukan apa yang difatwakan oleh atasannya, pendapat dan inisiatif bawahan hampir tidak ada. Dan sekiranya bawahan mempunyai inisiatif dan potensi tinggi ia hanya cukup untuk menjalankan fatwa kiai.Sistem organisasi yang dicantumkan dalam bentuk formal tidak seluruhnya berpengaruh terhadap mekanisme kerja sehari-hari. Pemetaan sistem administrasi didominasi oleh fatwa kiai dan sangat jarang bersumber dari tugas dan fungsi jabatan yang ditetapkan dalam organisasi. Sifat hubungan kiai dan kariawan bawah dalam gaya kepemimpinan jenis ini menunjukkan tanda-tanda kekerabatan
METODOLOGI TAFSIR AL-QUR’AN: Sebuah Sorotan Historis
Makhfud Makhfud
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 24 No. 2 (2013): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v24i2.177
Memahami al-Qur'an tidak bisa dengan waktu yang singkat dan cepat, butuh waktu dan penjelasan-penjelasan lain yang memungkinkan untuk dapat mendapatkan pemahaman yang jelas dan detail. Tafsir dengan segala metodenya dan terlepas dari semua perbedaan pendapat didalamnya, merupakan perangkat yang dibutuhkan dan tepat dalam memahami al-Qur'an. Kata tafsir sendiri mempunyai makna yang berarti menjelaskan, menyingkap dan menampakkan atau menerangkan makna yang abstrak. Itu berarti ilmu tafsir adalah ilmu yang menjelaskan segala sesuatu yang tersirat dan tersurat dalam al-Qur'an karena masih bersifat abstrak. Jadi urgensi metodologi penafsiran adalah untuk membentuk pemikiran pemahaman yang sistematis dan jelas serta mengerti luas tentang al-Qur'an yang merupakan kitab pedoman hidup bagi kaum Muslimin.
FILSAFAT POLITIK HUKUM PIDANA
Ali Imron
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 25 No. 2 (2014): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v25i2.179
Realitas carut marutnya putusan pengadilan dalam berbagai persoalan bangsa ternyata tidak terlepas dari referensi, pelaku serta tata kelola hukum penguasa atau pemimpin bangsa. Realitas sistem politik pemerintahan yang digunakan oleh bangsa Indonesia ternyata membawa pengaruh besar terhadap berbagai kepentingan kelompok penguasa mulai dari ekskutif, legislatif dan yudikatif dalam mengambil berbagai putusan hukum di pengadilan. Fakta serta realitas tersendiri menyangkut berbagai putusan pidana dalam masalah hukum di Indonesia merupakan sisi hal menarik untuk dikaji serta diteliti secara ilmiah dengan menggunakan pendekatan akademik. Dalam realitas persoalan ini, penulis mencoba menghadirkan pemikiran ilmiah dengan prosedur akademik untuk membaca realitas fenomenologi fakta sejarah serta realitas filsafat politik hukum pidana sebagai kerangka untuk menguji referensi hukum secara normatif-positifis dan berlangsungnya hukum secara empiris sosiologis dalam bingkai hegemoni politik kekuasaan dan sejarah kolonialisme klasik hingga modern.
KONTRIBUSI PESANTREN PADA SEKOLAH ATAU MADRASAH UNGGULAN
Imam Taulabi
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 25 No. 2 (2014): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v25i2.180
Pesantren adalah sebagai lembaga pendidikan dengan berbagai kelebihan yang ada di dalamnya, berupa sistem pondokkan, terprogram dan pembelajaran yang ketat. Kelebihan itu, menjadikan pesantren mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan lain, yaitu; sekolah/madrasah sebagai institusi pendidikan formal yang ada di Indonesia. Sekolah/madrasah mengembangkan sistem pendidikan yang ada dalam pesantren dengan menggunakan sistem asrama, sebagai nilai lebih jika dibandingkan dengan sekolah/madrasah lainnya. Sekolah/madrasah yang demikian inilah, yang disebut sebagai sekolah/madrasah unggulan. Dalam tulisan ini, penulis melihat unggulan lebih diidentikan sebagai sekolah/madrasah elite. Namun penggunaan kata elite, mengalami reduksi makna, yang lebih banyak menimbulkan konotasi negatif, maka kata yang paling populer digunakan dalam sekolah/madrasah yang memiliki asrama lebih sering disebut dengan kata unggulan (excelence).
PEMBUKUAN DAN PEMELIHARAAN AL-QUR’AN
Moh. Muslimin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 25 No. 2 (2014): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v25i2.181
Sejarah Al Qur 'an demikian jelas dan terbuka, sejak turunnya sampai masa sekarang. la dibaca hampir oleh setiap Muslim sejak dulu hingga sekarang, sehingga pada hakekatnya Al Qur' an tidak membutuhkan sejarah untuk membuktikan keotentikannya. Kitab suci tersebut - lanjut Al Thabaththaba'iy - memperkenalkan dirinya sebagai firman-firman Allah dan membukakan hal tersebut dengan menantang siapapun untuk menyusun seperti keadaannya. Ini sudah lebih dari cukup untuk dijadikan sebagai bukti sekalipun tanpa disertai dengan bukti kesejarahan.Qur 'an yang berada di tangan kita sekarang ini adalah Al Qur'an yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tanpa adanya perubahan, karena keberadaan Al Qur’an yang dcmikian ini berkaitan dengan sifat dan cirinya, yang tetap sebagaimana keadaannya dahulu. Setiap Muslim harus percaya bahwa apa yang dibaca dan didengarnya sebagai Al Qur'an sekarang ini tidak berbeda sedikitpun dengan apa yang pernah dibaca oleh Rasulullah SAW, dan didengar dan dibaca oleh para Sahabat. Pada zaman sekarang Al Qur'an dihafal oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia dan tidak tertinggal di Negara Indonesia, dengan munculnya pondok pesantren Hufadz di mana-mana. Dengan munculnya banyak pondok pesantren Hufadz tersebut, setiap tahunnya menghasilkan penghafal-penghafal baru yang jumlahnya semakin bertambah. Ini semua adalah salah satu isyarat bahwa Allah senantiasa menjaga Al Qur'an dengan sungguh-sungguh, dan dengan demikian terbuktilah Allah selalu menjaga kemurnian dan keotentikan Al Qur'an.
MENGEMBANGKAN TEORI TAFRIQ AL-HALAL’AN AL-HARAM & I’ADAT AL-NAZHAR PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Jamaluddin Jamaluddin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 25 No. 2 (2014): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v25i2.182
Hukum sering disebut sebagai produk yang lahir dari dinamika kehidupan manusia. Ubi Societas Ibu Ius (dimana ada masyarakat di situ ada hukum), demikian juga bahwa hukum adalah akal tertinggi (the highest reason) yang ditanamkan oleh alam dalam diri manusia untuk menetapkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Prinsip dasar fiqh ibadah dan muamalah perspektif hakum Islam sering disebut “Fiqh”, secara garis besar dikelompokan menjadi ibadah dan mualamah. Ibadah adalah ajaran Islam yang mengatur hubungan manusia dengan Allah (habl minal Allah), sedangkan mualamah adalah ajaran Islam yang mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia (habl min al-nas) dimana secara umum, baik dibidang harta benda maupun di bidang lainya atau dibidang harta semata.