cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+628111304014
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Frontiers in Research Journal
ISSN : -     EISSN : 3063606X     DOI : https://doi.org/10.47134/frontiers
Scope and Focus: The journal embraces a wide array of topics, including but not limited to: Natural and Physical Sciences Engineering and Technology Health and Medical Sciences Social Sciences and Humanities Environmental and Earth Sciences Mathematics and Computer Science Arts and Literature Business and Economics
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Modal Intelektual Meningkatkan Nilai Perusahaan di Industri Farmasi Indonesia Nengtyas, Yunita Multi; Hermawan, Sigit
Frontiers in Research Journal Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi peran moderasi pertumbuhan perusahaan dalam hubungan antara Intellectual Capital (IC) dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap nilai perusahaan pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini membahas kesenjangan pengetahuan dalam memahami bagaimana IC dan CSR mempengaruhi nilai perusahaan, terutama dalam konteks sektor farmasi di negara berkembang. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan analisis Partial Least Square (PLS) pada sampel 8 perusahaan selama 5 tahun, yang menghasilkan 40 observasi yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IC secara signifikan meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan CSR tidak. Selain itu, pertumbuhan perusahaan tidak memoderasi dampak IC maupun CSR terhadap nilai perusahaan. Hasil ini menunjukkan bahwa perusahaan farmasi di Indonesia harus fokus pada penguatan modal intelektual mereka untuk meningkatkan nilai perusahaan, sementara inisiatif CSR mungkin perlu dievaluasi kembali untuk efektivitasnya dalam konteks ini.
Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Indonesia Tidak Lengkap Tanpa Partisipasi Masyarakat Firanti, Nuriya; Biduri , Sarwenda
Frontiers in Research Journal Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki penerapan prinsip tata kelola yang baik—transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat—di Desa Lemujut, Kabupaten Sidoarjo, untuk mencegah penyelewengan dana desa. Meskipun transparansi dan akuntabilitas efektif, kurangnya partisipasi masyarakat melemahkan upaya tata kelola. Dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan interpretatif melalui wawancara, observasi, dan tinjauan dokumen, penelitian ini menemukan tidak ada penyimpangan keuangan di bawah pengawasan Badan Perwakilan Desa (BPD). Hasil penelitian menekankan perlunya keterlibatan masyarakat yang lebih kuat untuk meningkatkan efektivitas tata kelola dan mencegah penipuan, serta menunjukkan potensi area untuk perbaikan kebijakan.
Perputaran Piutang, Likuiditas, dan Ukuran Perusahaan: Membuka Nilai di Sektor Makanan dan Minuman Indonesia Dwi Agustin, Siska Diah; Setiyono, Wisnu Panggah
Frontiers in Research Journal Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dampak perputaran piutang, rasio lancar, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan di sektor makanan dan minuman Indonesia. Dengan fokus pada populasi 72 perusahaan, penelitian ini menggunakan teknik sampel purposif untuk memilih 80 sampel. Menggunakan data sekunder yang bersumber dari www.idx.co.id, analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SmartPLS, termasuk pengujian pada Model Luar, Model Dalam, dan Pengujian Hipotesis. Temuan menunjukkan bahwa perputaran piutang, rasio lancar, dan ukuran perusahaan baik secara individu maupun kolektif berpengaruh terhadap nilai perusahaan, menyoroti implikasi signifikan untuk manajemen keuangan dalam sektor tersebut.
Mengubah Sistem Kesejahteraan Sosial: Wawasan dari Sistem Informasi Generasi Selanjutnya (SIKS-NG) Windari, Verikah Dwi; Rodiyah, Isnaini
Frontiers in Research Journal Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menilai efektivitas Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Generasi Berikutnya (SIKS-NG) dalam mengolah data kemiskinan di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, menanggapi kebutuhan penting akan peningkatan layanan e-government untuk penyediaan layanan publik yang berkualitas. Menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara, bersama dengan data primer dan sekunder, dengan sampling purposif untuk pengumpulan data. Analisis mengikuti model Miles dan Huberman, berfokus pada reduksi data, presentasi, dan penarikan kesimpulan. Kerangka teoritis berdasarkan teori efektivitas Richard M. Steers, yang mencakup indikator pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Temuan menunjukkan bahwa pencapaian tujuan dicapai secara bertahap, integrasi pemangku kepentingan awal telah dimulai oleh pemerintah lokal, dan fasilitas serta infrastruktur yang ada sejalan dengan kebutuhan, meskipun pengembangan aplikasi SIKS-NG masih berlangsung. Studi ini menyoroti potensi alat digital dalam meningkatkan efisiensi layanan pemerintah dan menyarankan strategi adaptasi lebih lanjut untuk aplikabilitas yang lebih luas.
Meningkatkan Akses Informasi Publik: Evaluasi Efektivitas Petugas Informasi di Indonesia Maulidia, Maulidia; Mursyidah , Lailul
Frontiers in Research Journal Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Badan Pengawas Pemilu Kota Surabaya dalam mempromosikan keterbukaan informasi publik, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Fokus penelitian ini pada tiga indikator efektivitas: pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil menunjukkan bahwa meskipun PPID secara efektif menyediakan informasi publik secara terbuka dan luas, mencapai tujuan utamanya, usaha integrasinya melalui sosialisasi dan koordinasi belum cukup terarah. Selain itu, meskipun sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan operasional PPID, terdapat keterlambatan dalam pengumpulan data karena beban kerja yang berat di berbagai divisi. Studi ini menyoroti perlunya strategi sosialisasi yang lebih fokus dan perbaikan proses internal untuk meningkatkan efektivitas layanan informasi publik yang ditawarkan oleh lembaga pemerintah.
How Can ChatGPT Empower Indonesian Classrooms? Maspul, Kurniawan; Chemistry, Valerie; Melinda, Yona; Wisudayanti, Karila; Fedora; Rochmah, Dwi Febriana
Frontiers in Research Journal Vol. 1 No. 3 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/frontiers.v1i3.423

Abstract

The integration of generative AI like ChatGPT into Indonesia’s international education ecosystem presents a transformative yet contentious frontier, poised to redefine pedagogical paradigms while amplifying systemic inequities. This study interrogates ChatGPT’s dual role as a catalyst for cognitive empowerment and a potential vector of exclusion in a nation fractured by urban-rural divides, linguistic diversity, and infrastructural deficits. Through a qualitative, multi-site exploratory design spanning five Indonesian international schools, the research triangulates classroom observations, educator focus groups, and policy analyses to uncover four critical themes: Pedagogical Reconfiguration, Ethical Tensions, Cultural Negotiation, and Infrastructural Inequity. Findings reveal ChatGPT’s capacity to democratize access to personalized, constructivist-aligned learning—evidenced by a 28% improvement in student narrative coherence—while exposing stark disparities: 40% of rural schools lack adequate connectivity, and Western-centric AI models often erode local cultural identity. The study positions Indonesia’s grassroots innovations—such as hybrid AI labs and Socratic dialogue simulations—as pioneering yet precarious, demanding urgent alignment with Pancasila values and UNESCO’s equity mandates. Strategic recommendations advocate for a trifecta of training (cultivating AI-literate educators), infrastructure (mobile-first, multilingual tools), and policy (rights-based frameworks harmonized with ASEAN AI governance). Crucially, the research underscores that ChatGPT’s ethical integration hinges on localized language models, community-driven tech hubs, and cross-sector collaboration to bridge Java-centric privilege with Papua’s marginalization. As Indonesia navigates this AI-inflected crossroads, the study issues a clarion call: Without systemic investment in digital justice and cultural intelligence, generative AI risks entrenching hierarchies it promises to dismantle, rendering equitable human flourishing not an aspiration but an algorithmically mediated paradox.
Reimagining Arabic Learning in Aceh’s Pesantren for a Sustainable Future Maspul, Kurniawan Arif; Taha, Muhammad; Yusron, Hasbi
Frontiers in Research Journal Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/frontiers.v2i2.506

Abstract

In Aceh Besar, Pesantren face a crucial challenge: maintaining Arabic as a vibrant religious medium while preparing students for a digital, interconnected world. This paper introduces an integrative model that rejuvenates traditional teaching methods through communicative, task- based techniques and context- aware technologies—localised LMS platforms and mobile-mediated interaction—rooted in Acehnese wisdom and Islamic ethics. It combines empirical and theoretical insights to show how blended learning, teacher professional development, competency-based assessment, and community-engaged curricula work together to enhance linguistic skills, learner motivation, and critical literacy. Comparative insights from Malaysia and Türkiye highlight scalable practices—such as national digital content archives, teacher exchange programs, and competency frameworks—that balance local authenticity with international standards and UNESCO's Education for Sustainable Development. Policy recommendations focus on infrastructure development, ongoing in- service training, curriculum reform that integrates sustainability themes into Arabic instruction, and public–private partnerships to democratise access and support innovation. The model emphasises sustainability across social, economic, and ecological dimensions, positioning pesantren as communities of civic engagement, environmental stewardship, and ethical leadership. The article argues that by viewing modernisation as cultural stewardship rather than cultural displacement, Arabic proficiency can extend beyond ceremonial mastery to serve as a tool for scholarship, civic engagement, and global dialogue. The roadmap provides practical, culturally relevant steps for policymakers, educators, and communities to transform Aceh's boarding schools into resilient, globally respected centres of Islamic learning.
Reconceptualising Distance Learning as the Foundation of Educational Resilience Maspul, Kurniawan; Taha, Muhammad
Frontiers in Research Journal Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/frontiers.v2i2.516

Abstract

The shuttered schoolhouse has become a devastating symbol of our disrupted world, where pandemics, climate disasters, and conflict systematically dismantle educational continuity for millions. Moving beyond the pandemic’s emergency remote teaching, this paper reconceptualises distance learning not as a provisional substitute but as a critical 'resilience infrastructure' for a perilous century. With climate change alone disrupting schooling for over 43 million children in 2022 (UNICEF, 2023) and the digital divide excluding nearly a third of students during the COVID-19 peak (UNICEF, 2020), the fragility of place-based education is a strategic and moral failure. This study argues that the central challenge is not technological but political and pedagogical: to engineer distance learning as an equitable public good. Synthesising global evidence from UNESCO, OECD, and scholarly research, analysing the design levers—from fostering Community of Inquiry to applying equity-first cognitive principles—that can transform digital spaces from sites of isolation into engines of belonging and rigorous learning. The findings present an urgent call to action: by investing in robust, accessible distance learning systems, we can safeguard educational justice, protect against future shocks, and honour the fundamental right to learning for every child, regardless of circumstance.

Page 2 of 2 | Total Record : 18