cover
Contact Name
syamsul muqorrobin
Contact Email
syamsulrobin@gmail.com
Phone
+6289603002091
Journal Mail Official
semogaberkahya579@gmail.com
Editorial Address
semogaberkahya579@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Hikamatzu Journal of Multidisciplinary Research
ISSN : -     EISSN : 30324890     DOI : -
The Hikamatzu Journal of Multidisciplinary Research stands as a beacon of intellectual exploration and collaboration, providing a scholarly platform for the intersection of diverse fields of study. Rooted in the pursuit of knowledge across a broad spectrum, this esteemed journal fosters a dynamic exchange of ideas, encouraging researchers, scholars, and professionals to contribute to the collective advancement of human understanding.The journal embraces an expansive definition of multidisciplinarity, recognizing the interconnectedness of various academic domains. As a result, Hikamatzu serves as a bridge, facilitating dialogue and collaboration among disciplines ranging from natural sciences, social sciences, and humanities to technology, arts, and beyond. By showcasing research that transcends traditional boundaries, the journal contributes to a richer and more holistic understanding of complex issues facing our world.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 304 Documents
Revitalisasi Pendidikan Agama Islam untuk Membangun Generasi Muda Berkarakter Islami di Kalimantan Selatan SURYANI, ANDRI
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda, terutama di tengah perkembangan era digital dan perubahan sosial yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi, arus globalisasi, serta pengaruh budaya modern telah membawa dampak signifikan terhadap pola perilaku remaja, termasuk menurunnya kesadaran moral, rendahnya minat terhadap kegiatan keagamaan, serta meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan generasi muda. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam, dalam menjalankan fungsinya sebagai sarana pembentukan akhlak dan nilai spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya revitalisasi Pendidikan Agama Islam dalam membangun generasi muda berkarakter Islami di Kalimantan Selatan, serta mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan dalam menghadapi tantangan moral di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis fenomena sosial yang berkembang di masyarakat. Data diperoleh melalui berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal akademik, artikel penelitian, serta kajian terkait Pendidikan Agama Islam dan pendidikan karakter. Analisis dilakukan dengan mengkaji berbagai teori pendidikan Islam serta fenomena sosial yang berkaitan dengan kondisi generasi muda di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Pendidikan Agama Islam sangat diperlukan sebagai upaya memperkuat kembali nilai moral, etika, dan spiritual generasi muda yang mulai mengalami degradasi akibat pengaruh media sosial, globalisasi budaya, dan lemahnya kontrol sosial. Revitalisasi tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan kurikulum berbasis karakter Islami, peningkatan kualitas dan keteladanan guru Pendidikan Agama Islam, optimalisasi peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama, serta pengembangan kegiatan keagamaan berbasis masyarakat lokal. Selain itu, integrasi nilai-nilai religius masyarakat Banjar yang selama ini menjadi identitas budaya Kalimantan Selatan juga dinilai penting untuk memperkuat karakter generasi muda agar tetap memiliki jati diri keislaman di tengah perkembangan zaman. Penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran formal di sekolah, tetapi juga sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang berakhlakul karimah, memiliki kesadaran spiritual, bertanggung jawab secara sosial, serta mampu menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, revitalisasi Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menjadi solusi strategis dalam menciptakan generasi muda yang cerdas secara intelektual, kuat secara moral, dan berkarakter Islami di Kalimantan Selatan.
Dinamika Kebijakan Survival dan Disvestasi dalam Tata Kelola Lembaga Pendidikan Modern Abdullah Hasyim Zain; Mohammad Yusuf Alfarisy; Muallimin; Khoirul Anwar
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebijakan survival dan disvestasi dalam tata kelola lembaga pendidikan modern melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan mengkaji berbagai artikel jurnal terindeks SINTA yang relevan dengan tema tata kelola pendidikan, manajemen organisasi, digitalisasi pendidikan, kepemimpinan, dan keberlangsungan lembaga pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur dari berbagai sumber ilmiah yang memiliki relevansi dengan fokus penelitian. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi survival lembaga pendidikan modern dilakukan melalui digitalisasi tata kelola, penguatan mutu pendidikan, kepemimpinan adaptif, manajemen risiko, transparansi keuangan, serta pengembangan sumber daya manusia. Sementara itu, disvestasi lembaga pendidikan disebabkan oleh lemahnya tata kelola organisasi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, buruknya manajemen keuangan, dan ketidakmampuan lembaga dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola lembaga pendidikan modern memerlukan strategi yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan agar mampu mempertahankan kualitas pendidikan dan eksistensi kelembagaan di tengah dinamika perubahan global.
Optimalisasi Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Krisis Moral Generasi Muda di Kalimantan Tengah Supriyanto, Supriyanto
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi, globalisasi, dan pengaruh budaya modern telah membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan perilaku remaja, termasuk di Kalimantan Tengah. Fenomena krisis moral seperti menurunnya etika sosial, rendahnya kepedulian terhadap nilai keagamaan, kecanduan media sosial, pergaulan bebas, serta meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan remaja menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam perlu dioptimalkan agar mampu menjalankan fungsinya secara efektif sebagai sarana pembentukan karakter Islami generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi krisis moral generasi muda di Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui pengkajian berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan Pendidikan Agama Islam, pendidikan karakter, dan kondisi sosial generasi muda. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi serta menginterpretasikan berbagai fenomena sosial yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan melalui penguatan kurikulum berbasis karakter Islami, peningkatan kompetensi dan keteladanan guru, pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran edukatif, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pembinaan moral remaja. Selain itu, integrasi nilai-nilai budaya lokal masyarakat Kalimantan Tengah yang religius dan menjunjung nilai kebersamaan dapat menjadi pendekatan efektif dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai proses transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan akhlak, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi Pendidikan Agama Islam merupakan langkah strategis dalam menghadapi krisis moral generasi muda di era modern. Dengan adanya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang berakhlakul karimah, memiliki kesadaran spiritual yang kuat, serta mampu menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai budaya lokal.
Integrasi Pendidikan Agama Islam Dengan Ilmu Pengetahuan Dan Tekhnologi Di Smk Al-Amin Kapuas Supriyanto; Normuslim; Hamdanah
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi, globalisasi, dan pengaruh budaya modern telah membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan perilaku remaja, termasuk di Kalimantan Tengah. Fenomena krisis moral seperti menurunnya etika sosial, rendahnya kepedulian terhadap nilai keagamaan, kecanduan media sosial, pergaulan bebas, serta meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan remaja menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam perlu dioptimalkan agar mampu menjalankan fungsinya secara efektif sebagai sarana pembentukan karakter Islami generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi krisis moral generasi muda di Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui pengkajian berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan Pendidikan Agama Islam, pendidikan karakter, dan kondisi sosial generasi muda. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi serta menginterpretasikan berbagai fenomena sosial yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan melalui penguatan kurikulum berbasis karakter Islami, peningkatan kompetensi dan keteladanan guru, pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran edukatif, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pembinaan moral remaja. Selain itu, integrasi nilai-nilai budaya lokal masyarakat Kalimantan Tengah yang religius dan menjunjung nilai kebersamaan dapat menjadi pendekatan efektif dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai proses transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan akhlak, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi Pendidikan Agama Islam merupakan langkah strategis dalam menghadapi krisis moral generasi muda di era modern. Dengan adanya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang berakhlakul karimah, memiliki kesadaran spiritual yang kuat, serta mampu menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai budaya lokal.