cover
Contact Name
Rasdi Asmara
Contact Email
lokokadatuo@gmail.com
Phone
+6281356564847
Journal Mail Official
lokokadatuo@gmail.com
Editorial Address
Bamba Buntu, Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia
Location
Kab. mamasa,
Sulawesi barat
INDONESIA
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis
ISSN : -     EISSN : 30474213     DOI : https://doi.org/10.70418/v1xaxy30
Core Subject : Religion, Education,
Ruang lingkup Jurnal LOKO KADA TUO meliputi: 1. Teologi Kontekstual, 2. Biblika, 3. Pendidikan Kristen, 4. Injil dan Kebudayaan, 5. Misi, 3. Filsafat, 4. Pastoral Kristen.
Articles 24 Documents
Book Review: Orality and Literacy: The Technologizing of the Word Arulangi, Ronal
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/86xdk487

Abstract

Review Book: The Other Christ: Imitating Jesus in Ancient Christian Ideologis of Martyrdom Buntu, Yan Sampe; rasdiasmara, rasdiasmara
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/vd5mra57

Abstract

Pembacaan Terhadap Keluaran 18:13-27 dengan Mempertimbangkan Teori Konflik Sosial Menurut Dean G . Pruitt dan Jeffrey Z. Rubin, Sebagai Tantangan Kepemimpinan Kristen Mengelola Konflik Membangun Perdamaian MADARHAKAD
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/58j5g744

Abstract

Konflik merupakan salah satu realitas kehidupan sosial umat manusia, dahulu, kini dan yang akan datang. Dengan demikian setiap orang seharusnya mampu menghadapi sekaligus mengelola konflik. Tentu banyak hal dan faktor yang dapat membantu kita dalam rangka menghadapi sekaligus mengelola konflik. Alkitab antara lain menyaksikan dan mengajarkan bagaimana mengelola  konflik berdasarkan hikmat Allah dan melalui peran dan keterlibatan langsung umat manusia di dalamnya. Kemampuan mengelola konflik dalam rangka membangun perdamaian merupakan tugas tanggungjawab sekaligus tantangan setiap pemimpin. Pemimpin masyarakat sekaligus pemimpin gereja dituntut untuk mampu dan terampil mengelola konflik demi terwujudnya kedamaian hidup. Kemampuan dan keterampilan mengelola konflik membangun perdamaian juga merupakan salah satu tantangan kepemimpinan Kristen. Pruitt dan Rubin adalah dua orang pemikir Psikologi yang handal dan telah menulis banyak buku. Salah satu buku mereka  berjudul “Teori Konflik Sosial” yang diterbitkan Pustaka Pelajar, tahun 2004. Buku tersebut akan menjadi salah satu referensi utama dalam kajian ini. Kajian ini bertujuan untuk mendalami dan mendeskripsikan pembacaan Keluaran 18:13-27 kaitannya dengan teori konflik sosial menurut Pruitt dan Rubin sebagai suatu tantangan kepemimpinan Kisten dalam rangka mengelola konflik untuk membangun perdamaian. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif berdasarkan studi kepustakaan. Penulis melakukan kajian teks melalui pembacaan Keluaran 18:13-27 dan selanjutnya menganalisis buku-buku dan jurnal yang relevan dengan pokok kajian. Tulisan ini diharapkan dapat berkontribusi dan menghasilkan pokok-pokok pikiran yang konstruktif dan bermanfaat untuk setiap pemimpin Kristen menjawab tantangan dalam hal mengelola konflik demi membangun perdamaian.
Dimensi Oukumenis Dalam Kepemimpinan Ezra Dan Nehemia: Pembelajaran Untuk Dialog Antar-Gereja Kontemporer BONTONG, VINSENSIUS YESRA
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/smcvgr83

Abstract

Penelitian ini menganalisis dimensi oikumenis dalam kepemimpinan Ezra dan Nehemia, dua tokoh kunci dalam pemulihan bangsa Israel pasca-pembuangan di Babel. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kepemimpinan mereka menunjukkan prinsip-prinsip oikumenis seperti inklusivitas, toleransi, dan rekonsiliasi, serta mengungkap pembelajaran yang dapat diterapkan dalam dialog antar-gereja kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hermeneutik, dengan sumber data utama berupa kitab Ezra dan Nehemia dalam alkitab Ibrani. Analisis teks dilakukan dalam konteks historis dan teologis, serta dukungan oleh data sekunder berupa buku-buku teologi, komentar Alkitab, dan penelitian sebelumnya. Penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan Ezra dan Nehemia mencerminkan dimensi oikumenis melalui pendekatan inklusif, prinsip rekonsiliasi, dan pengutamaan tujuan bersama. Ezra menekankan pentingnya hidup sesuaidengan hukum Allah, sementara Nehemia berfokus pada pemulihan fisik dan sosial. Keduanya menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan namun fokus mereka adalah memuliahkan Israel sebagai umat Allah. Penelitian ini memberikan pembelajaran penting bagi dialog antar gereja kontemporer. Kepemimpinan Ezra dan Nehemia menunjukkan bahwa membangun dialog yang menghargai perbedaan, berfokus pada misi bersama, dan berusaha mencapai konsensus dalam kerjasama sebagai kunci untuk membangun gereja yang lebih bersatu. 
Internalisasi Nilai-nilai Oikumene Gerejawi dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Makassar Silvia, Erlita; Hermanus, Rio Rocky
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/60jvte14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami nilai-nilai Oikumene Gerejawi (OG) yang dipraktikan dalam kerja-kerja organisasi Gerakan Makasiswa Kristen Indonesia. Pendekatan studi komparasi memudahkan penulis untuk melihat perbandingan Dokumen Keesaan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (DKG-PGI), secara khusus tentang Oikumene Gerejawi (OG) dan implementasi program kerja GMKI Cabang Makassar. Nilai OG secara khusus derajat keterhubungan (degree of connectivity) antar seluruh warga gereja yang dibina menjadi Aktivis Oikumene Gerejawi (AOG). Pada akhirnya penelitian ini sebagai upaya mengokohkan nilai-nilai OG misalnya pembelajaran, pemuridan (discipleship), dan pendewasaan umat melalui penyiapan SDM melalui program kerja GMKI Cabang Makassar sebagai upaya menghadirkan kader yang berintegritas dalam segala kepelbagaian.
Ketika Pelayanan Menjadi Rutinitas: Menyelami Kebosanan Mahasiswa Teologi Dalam Menghadapi Tantangan Spiritual Harefa, Heppy Agustina
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/4xen4b29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa teologi dalam pelayanan gereja, khususnya yang berkaitan dengan perasaan kebosanan dan keterasingan. Berdasarkan studi literatur dan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali berbagai      faktor eksternal dan internal yang memengaruhi pengalaman mahasiswa teologi dalam menjalani pelayanan mereka. faktor eksternal, seperti tekanan akademik dan tuntutan gereja, serta faktro internal, seperti kurangnya refleksi pribadi dan pemahaman mendalam tentang tujuan pelayanan, ditemukan sebagai penyebab utama perasaan tersebut. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pendekatan pendidikan teologi yang lebih holistik utuk menciptakan keseimbangan antara tuntutan akademik, kehidupan rohani, dan pelayanan. Dengan pendekatan yang lebih seimbang ini, mahasiswa diharapkan dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang konteks pelayanan mereka dan bagaimana menerapkan pengetahuan teologis mereka dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman yang lebih mendalam dan refleksi pribadi yang lebih baik dapat membantu mahasiswa teologi menemukan kembali makna dan tujuan dalam pelayanan mereka, serta mengurangi perasaan keterasingan dan kebosanan. Hal ini juga dapat membuka jalan bagi pelayanan yang lebih otentik dan penuh kasih.
POLITIK TEOLOGIS: Konsep Pemikiran John Calvin tentang Pemerintahan dan Pelayanan untuk Menilai Masalah Korupsi di Nusa Tenggara Timur Rona, Heber
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/qq1mb818

Abstract

This article was written with the aim of reviewing the study of John Calvin's concept of political theology regarding the practical political perception of church officials and specifically state government. This research discussion paper was completed using qualitative research methods by examining the concept of Calvin's thought specifically on government and church services and specifically the state. Therefore, each data is specifically collected by reviewing any literature that is relevant to what is being discussed. This study simply shows that Calvin saw government from two parts, namely the government of the Church (spirituality). Second, from the perspective of the state government (outwardly). From these two views, factors emerge which are influential in carrying out political service practice and in terms of political service practice in state government positions, which then become more of an economic factor which is more politically beneficial for state government officials. This research study and discussion is more specifically aimed at state government officials so that they can reform their understanding of politics correctly and theologically in accordance with what Calvin meant about his political theology in government and ministry.
Book Review: Jesus in Asia Arulangi, Ronal
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/7b8m7g03

Abstract

Pementasan Tari Sayo pada Upacara Kematian di Tamalea Sulawesi Barat Berdasarkan Analisis Etno-Teologis Tanan, Rina Lestari; Lilo, Deflit Dujerslaim; Siallagan, Stephani Intan Maritho
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v2i2.39

Abstract

Pokok masalah dari penelitian ini adalah budaya yang berada di Tamalea, secara khusus tari Sayo yang di pentaskan pada upacara kematian, dan untuk mencari makna yang terdapat di dalamnya maka peneliti menggunakan kajian etno-teologis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai makna dari pementasan tari Sayo pada upacara kematian di Tamalea, Desa Bonehau, Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Temuan penelitian ini mencakup tiga makna. Pertama, makna sosial yaitu bahwa pementasan tari Sayo bagi orang yang meninggal sebagai bentuk ekspresi relasi sosial yang tetap terjaga antara orang yang masih hidup dan yang telah meniggal. Kedua, dari segi budaya, pementasan tari Sayo tidak sekadar dipandang sebagai kesenian tapi suatu warisan luhur dari nenek moyang yang harus dilestarikan ke generasi berikutnya. Ketiga, pementasan tari Sayo untuk melepas jenazah juga mengandung makna religius yaitu sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada anggota keluarga yang telah meninggal.
Teologi Kontekstual Sebagai Respon Gereja Atas Kemiskinan Di Wara Utara Palopo Erwin; Sirenden, Sernita; Pandayung, Risna; Kalimbuang, Irawanti
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v2i2.84

Abstract

Teologi kontekstual telah berkembang sebagai salah satu pendekatan utama dalam teologi modern, dengan penekanan pada pentingnya memahami dan menginterpretasikan ajaran agama dalam konteks sosial, budaya, dan historis yang ada. Di tengah berbagai krisis sosial global seperti ketidakadilan sosial, kemiskinan, perubahan iklim, dan konflik agama. Teologi kontekstual menawarkan wawasan baru untuk gereja dan masyarakat dalam merespons tantangan-tantangan tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teologi kontekstual dapat menjadi respons yang relevan terhadap kemiskkinan, dengan menekankan prinsip-prinsip dasar teologi kontekstual serta contoh-contoh aplikasinya dalam berbagai konteks sosial.

Page 2 of 3 | Total Record : 24