cover
Contact Name
Rasdi Asmara
Contact Email
lokokadatuo@gmail.com
Phone
+6281356564847
Journal Mail Official
lokokadatuo@gmail.com
Editorial Address
Bamba Buntu, Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia
Location
Kab. mamasa,
Sulawesi barat
INDONESIA
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis
ISSN : -     EISSN : 30474213     DOI : https://doi.org/10.70418/v1xaxy30
Core Subject : Religion, Education,
Ruang lingkup Jurnal LOKO KADA TUO meliputi: 1. Teologi Kontekstual, 2. Biblika, 3. Pendidikan Kristen, 4. Injil dan Kebudayaan, 5. Misi, 3. Filsafat, 4. Pastoral Kristen.
Articles 32 Documents
Peran Konseling Keluarga dalam Pemulihan Psikologis dan Relasi Sosial Keluarga Peserta Kontestasi Politik dalam Konteks Kristen Runesi, Simri Risaldi; Nitbani, Frenly Timotius; Obehetan, Yulia Adriana; Runesi, Simri
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v2i2.86

Abstract

Kontestasi Politik dalam Pemilihan Umum merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam konteks masyarakat Indonesia. Masyarakat memiliki antusias untuk terlibat dalam kontestasi tersebut secara individu sebagai calon maupun keluarga sebagai pendukung. Dalam suasana kontestai politik dapat menimbulkan gesekan dan konflik di antara individu, keluarga, maupun dalam simpatisan dari calon lain. Hal ini dapat menimbulkan tekanan psikoligis serta konflik sosial yang berdampak pada kesejahteraan mental yang dialami individu maupun keluarga. Fenomena ini menimbulkan satu pertanyaan penelitian yaitu bagaimana peran Konseling Keluarga dalam pemulihan psikologis dan relasi sosial keluarga peserta kontestasi politik dalam konteks Kristen? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik dalam kontestasi politik yang dapat menimbulkan gangguan Psikologis dan relasi sosial, serta menganalisis peran konselig keluarga dalam perspektif Kristen sebagai upaya proses pemulihan keluarga kontestasi politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Konseling berbasis nilai-nilai Kristen dengan pendekatan yang berbasis kasih dan pengampunan dapat memberikan dimensi spiritual dalam proses pemulihan psikologis dan relasi sosial dalam keluarga.
MERETAS SERANGAN IDENTITAS DALAM PALÎT DAN SYIBOLET: Menguak Mentalitas Dikotomis dan Pelabelan dalam Teks Hakim-Hakim 12:1-7 sebagai Upaya Reflektif atas Politisasi Identitas di Indonesia. Tore, Makmur
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v2i2.91

Abstract

Konflik antara orang Efraim dan orang Gilead dalam Hakim-Hakim 12:1-7 merefleksikan tragisnya perang antar kelompok. Masalah utama tulisan ini adalah bagaimana memahami narasi tersebut dalam konteks pluralitas masyarakat Indonesia yang rentan dengan konflik antar suku dan antar agama. Penafsiran teologis-etik terbatas pada kritik sikap tokoh-tokoh berdasarkan gagasan doktrinal keagamaan dan belum meretas konflik. Tafsir politis-ideologis mengkritisi paradigma penulis teks dengan mangemansipasi ideologi yang direduksi, atau menegaskan ideologi penulis, tetapi belum cukup mengatasi akar konflik dalam teks. Pembacaan kritik linguistik merekonstruksi paradigma politik-kultural teks tetapi tidak memperhatikan aspek politik-teologis yang menjadi salah satu akar konflik. Tulisan ini memperlihatkan bagaimana mentalitas dikotomis dan pelabelan memengaruhi pandangan sosio-politis-teologis kelompok-kelompok dalam teks. Pembacaan ini memanfaatkan gagasan Fernando F. Segovia dan Gale A.Yee tentang kritik postkolonial dengan teori dikotomi dan pelabelan Edward Said sebagai lensa. Mentalitas tersebut selanjutnya didekonstruksi untuk meretas kekerasan yang diformulasi oleh teks dan memperlihatkan relevansinya dalam konteks politik Indonesia yang majemuk.
Pandangan Alkitabiah Mengenai Kerukunan dan Asas-asas Toleransi di Mamasa Terkait Poin-poin Pemikiran Th. Sumartana MADARHAKAD
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v2i2.92

Abstract

Tulisan ini menguraikan pandangan Alkitabiah tentang kerukunan dan asas-asas toleransi sebagai dasar kehidupan bersama umat manusia. Alkitab menegaskan bahwa Allah adalah sumber damai sejahtera dan menghendaki umat hidup rukun, harmonis, serta saling menghargai. Kisah Menara Babel (Kej. 11) menunjukkan bahwa perpecahan merupakan akibat dosa, sementara Allah menghendaki persatuan yang kudus. Panggilan Abraham (Kej. 12) menekankan peran umat percaya sebagai saluran berkat bagi semua bangsa. Mazmur 133 menegaskan bahwa hidup rukun membawa berkat. Nubuat Yesaya 2 memaparkan visi damai universal tanpa peperangan. Dalam Perjanjian Baru, Matius 5 menegaskan panggilan orang percaya sebagai pembawa damai melalui Kristus, Sang Raja Damai. Dengan demikian, kerukunan dan toleransi bukan sekadar wacana sosial, melainkan kehendak Allah yang harus diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, hingga bangsa. Perbedaan agama, suku, dan budaya merupakan kekayaan yang memperkaya kehidupan bersama. Hidup rukun dan toleran adalah kebutuhan mendasar sekaligus panggilan iman bagi setiap orang percaya.
Book Review: One Gospel, Many Cultures: Case Studies and Reflections on Cross-Cultural Theology Arulangi, Ronal
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v2i2.93

Abstract

Konstruksi Nilai Hospitalitas dalam Lukas 10:25-37 sebagai Upaya Menyikapi Tindakan Rasisme Hermanus, Rio Rocky; Silvia, Erlita
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v3i1.98

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kegelisahan terhadap maraknya praktik rasisme yang masih mengakar dalam kehidupan bermasyarakat dan akademik di Indonesia. Rasisme dalam konteks lokal tidak hanya termanifestasi melalui diskriminasi warna kulit, tetapi juga berkelindan secara kompleks dengan sentimen etnisitas, kesukuan (tribalisme), serta tumpang tindih identitas keagamaan. Secara etimologis, ras sering disalahpahami hanya sebagai kategori biologis, padahal rasisme merupakan ideologi sistemik yang menyerang atribut intrinsik manusia demi melegitimasi dominasi kelompok tertentu. Tujuan penelitian ini adalah mendekonstruksi akar rasisme tersebut melalui lensa teologis untuk membangun nilai hospitalitas yang inklusif. Metode yang digunakan adalah hermeneutik biblika dengan pendekatan social-scientific. Pendekatan ini mengintegrasikan teori sosial mengenai stratifikasi dan prasangka dengan analisis teks Lukas 10:25-37 guna memahami dinamika permusuhan antara orang Yahudi dan Samaria pada masa itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah "Orang Samaria yang Murah Hati" merupakan kritik tajam terhadap eksklusivisme rasial dan religius. Yesus mendefinisikan ulang konsep "sesama" bukan berdasarkan kedekatan primordial, melainkan pada keberanian untuk melampaui batas-batas identitas demi kemanusiaan. Kesimpulannya, hospitalitas kristiani yang berakar pada tindakan kasih (agapao) menjadi jawaban krusial untuk menangkal rasisme. Hospitalitas mengubah pandangan terhadap "Yang Lain" dari musuh atau objek asing menjadi sesama subjek yang setara. Implikasi dari penelitian ini mendorong gereja dan masyarakat untuk mengonstruksi ruang perjumpaan yang menerima keberagaman sebagai kekuatan, bukan sebagai alasan untuk melakukan diskriminasi atau intoleransi.
Teologi Tanah:Perspektif Kristen terhadap Ketidakadilan Sosio-ekologis di Indonesia Parassa, Geovanius Wilson
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v3i1.100

Abstract

Buku Teologi Tanah: Perspektif Kristen terhadap Ketidakadilan Sosio-ekologis di Indonesia merupakan buku bunga rampai yang disunting oleh Zakaria Ngelow dan Lady Mandalika. Di bawah kerja sama BPK Gunung Mulia dan Yayasan OASE INTIM, kumpulan tulisan ini diterbitkan tahun 2022 sebagai cetakan ke dua setelah melewati proses edisi revisi dari cetakan pertama pada tahun 2015. Total keseluruhan halaman dari buku ini adalah 413 halaman yang dibuka dengan 17 halaman mulai dari sampul sampai kata pengantar dan ucapan terimakasih, dan 395 halaman isi dan lampiran singkat profil penulis dan editor. Buku Teologi Tanah mempunyai dua kaitan, yakni (1) sebagai sumbangan guna memanggil gereja dalam pelayanan pemberdayaan dan pendampingan untuk mengatasi konflik agraria yang kian marak di Indonesia, dan (2) sebagai bentuk persembahan dari Yayasan Oase Intim kepada Pdt. John Campbell-Nelson, Ph.D yang menginjak usianya yang ke-65 pada 3 Juni 2015 di tahun buku cetakan pertama ini terbit. Karaya ini adalah wujud tanda terimakasih atas pengabdian dan dedikasi Pdt. John Campbell-Nelson yang senantiasa melaksanakan pelayanan sosial dan menjamah orang-orang yang miskin dan membutuhkan.
Menelusuri Nilai-nilai Teologis dalam Tradisi Mulung Masyarakat Baranusa dari Lensa Spiritualitas Ekologis Sarimata, Zadrak Arya Wicaksana
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v3i1.104

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai dalam tradisi Mulung sebagai upaya pelestarian laut. Mulung adalah tradisi masyarakat di Baranusa, Pulau Pantar, Alor, Nusa Tenggara Timur. Tradisi Mulung adalah mekanisme lokal dalam pelestarian ekosistem laut dengan memberi jeda waktu bagi laut untuk memulihkan diri dari aktivitas penangkapan ikan dan biota laut lainnya. Tradisi ini membawa dampak baik bagi ekosistem laut dan kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan melalui penelusuran sumber-sumber kredibel, baik itu dari buku, jurnal, dan sumber pendukung lainnya. Tulisan didekati menggunakan teori eco-spirituality atau spiritualitas ekologis Leonardo Boff yang terdiri dari nilai kesadaran, kesederhanaan, dan rasa cinta. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam tradisi Mulung mencerminkan spiritualitas ekologis serta keberpihakan masyarakat pada alam, teristimewa laut sebagai sumber kehidupan masyarakat.
Yesus sebagai Pangruwat Bumi: Kristologi Kontekstual dalam Perspektif René Girard Kriswanto, Eliezer Mei
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v3i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Ruwat Bumi di Desa Paningkaban, Banyumas, melalui lensa teori mimesis dan mekanisme kambing hitam dari René Girard guna membangun sebuah kristologi kontekstual yang memahami Yesus sebagai “Pangruwat Bumi.” Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi struktur, simbol, dan fungsi sosio-religius ritual, khususnya pengorbanan kambing hitam, melalui observasi, analisis teks, dan interpretasi teologis kritis. Kerangka teoretis utama yang digunakan adalah konsep hasrat segitiga (mimesis) dan mekanisme kambing hitam Girard untuk menjelaskan bagaimana kekerasan kolektif dan krisis sosial dialihkan kepada korban substitusi demi memulihkan harmoni komunal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pengorbanan dalam Ruwat Bumi memiliki kemiripan dengan mekanisme viktimisasi yang menjadi dasar terbentuknya tatanan sosial. Namun, pengorbanan Yesus yang bersifat sadar dan sukarela secara mendasar berbeda karena menyingkap sekaligus memutus siklus kekerasan mimetik. Dengan demikian, tradisi Ruwat Bumi dapat dipahami sebagai praeparatio evangelica yang membuka ruang bagi perumusan kristologi kontekstual yang relevan dalam imajinasi budaya Jawa.
Membangun Nilai-Nilai Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini Dalam Keluarga Di Dusun Tanete Tabi, Desa Manipi’, Kecamatan Pana’ Sanda, Sanda Lakbi
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v3i1.114

Abstract

Di era sekarang yang ditandai dengan perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi, secara khusus penggunaan handphone (HP), peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pekerti bagi anak semakin melemah. Selain sibuk dengan HP, orang tua juga semakin sibuk di dalam berbagai pekerjaan di sawah maupun di kebun sehingga dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti pada anak masih minim yang menyebabkan anak-anak tidak lagi memiliki sopan santun. Maka penelitian ini bertujuan untuk meneliti persoalan yang ada di Dusun Tanete Tabi dengan melakukan metode kualitatif. Penulis ingin mengetahui tentang nilai-nila budi pekerti pada anak usia dini dalam keluarga. Melalui hasi penelitian ini di harapkan pendidikan budi pekerti yang pertama adalah dalam keluarga dimana orang tua yang akan menjadi contoh dan teladan.
Citra Allah di Alam Maya: Suatu Kajian Teologis tentang Martabat Manusia di Era Digital layukan, lia
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v3i1.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep teologis martabat manusia ("Citra Allah") di era digital, serta menganalisis dampak perkembangan teknologi digital yang pesat terhadap martabat manusia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan kajian pustaka secara deskriptif-analitis untuk menggambarkan tantangan seperti ciberbullying, disinformasi, dan eksploitasi data pribadi yang mengancam martabat manusia di dunia maya. Penelitian ini mengintegrasikan prinsip-prinsip teologi dengan fenomena digital untuk menawarkan perspektif konstruktif dalam melindungi dan meningkatkan martabat manusia di era digital. Temuan menunjukkan teknologi digital memberikan peluang memperkuat hubungan sosial dan pertumbuhan spiritual, namun juga menghadirkan risiko dehumanisasi dan pelanggaran etika. Penelitian menegaskan pentingnya landasan nilai teologis dalam etika digital untuk menciptakan komunitas online yang menghormati dan inklusif, serta perlunya edukasi, kebijakan, dan keterlibatan spiritual guna menjaga martabat manusia. Tulisan  ini menegaskan refleksi teologis dalam menghadapi tantangan  digital kontemporer

Page 3 of 4 | Total Record : 32