cover
Contact Name
Lingga Nico Pradana
Contact Email
nicopgsd@unipma.ac.id
Phone
+6285856053202
Journal Mail Official
semnasfkip@unipma.ac.id
Editorial Address
Jl. Setia Budi No.85, Kanigoro, Kec. Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63118
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA
ISSN : -     EISSN : 29873940     DOI : -
Core Subject : Education,
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) merupakan program tahunan yang wajib diselenggarakan. Kegiatan ini merupakan wadah bagi para dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kompetensinya. Selain itu dalam rangka pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi dosen karena dalam seminar nasional terdapat luaran yaitu artikel ilmiah publikasi. Dengan diadakannya seminar nasional ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi dosen dan mahasiswa di lingkup FKIP khususnya dan seluruh dosen dan mahasiswa di Indonesia pada umumnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 610 Documents
Analisis Kesalahan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berbasis RME dan Sosio Culture Uun Unzila Mushofiroh; Restu Lusiana; Tri Andari
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 2 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam meyelesaikan masalah matematika berbasis RME dan sosio culture. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Geger. Adapun subjek pada penelitian ini terdiri dari 6 siswa yang memiliki kemampuan kognitif tinggi (2 siswa), sedang (2 siswa), rendah (2 siswa). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Intrumen pendukung pada penelitian ini adalah instrumen tes yang berisikan masalah matematis berbasis RME dan sosio culture serta pedoman wawancara. Adapun hasil penelitian didapatkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi melakukan kesalahan konseptual dalam mengidentifikasi apa yang diketahui dari soal. Siswa dengan kemampuan sedang cenderung melakukan kesalahan konseptual, dan kesalahan teknis dalam mengidentifikasi soal dan kesalahan dalam membuat kesimpulan. Sedangkan siswa dengan kemampuan rendah melakukan kesalahan konseptual, prosedural, dan teknis diantara kesalahan yang dilakukan yaitu kesalahan dalam mengidentifikasi soal, kesalahan dalam mengoprasikan bilangan, dan kesalahan dalam menarik kesimpulan. Penyebab siswa dalam melakukan kesalahan yakni karena siswa tidak dapat membaca soal dengan baik, tidak bisa memahami permasalahan matematika yang ada pada soal, tidak bisa menganalisis dan mengidentifikasi operasi hitung, dan kurangnya ketelitian dalam menyelesaikan permasalahan.
Analisis Berpikir Kritis Siswa Kelas V Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Masalah IPA Rhesa Bela Delia Putri; Lingga Nico Pradana; Diyan Marlina
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 2, No 2 (2023): Implementasi kurikulum merdeka menuju transformasi pendidikan dalam mempersiapka
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah sains di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswa kelas 5 di SDN 01 Manisrejo yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi. Data dikumpulkan melalui soal tes dan wawancara dengan siswa. Dalam penelitian menunjukkan bahwa siswa mengaplikasikan beberapa indikator berpikir kritis yang dikembangkan menurut Maknun (2020) dalam menyelesaikan masalah sains. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa S1 menunjukkan berpikir kritis tipe cycle. Berpikir Kritis Tipe Cycle adalah berpikir kritis yang melibatkan siklus berulang atau perubahan yang berulang dalam alur berpikir. Dalam berpikir kritis tipe cycle, siswa cenderung melihat alur berpikir sebagai proses yang berulang dan dapat berubah seiring waktu. siswa mungkin menggali lebih dalam ke dalam isu atau masalah yang lebih mendalam. Sedangkan siswa S2 dan S3 menunjukkan berpikir kritis tipe straight. Berpikir Kritis Tipe Straight adalah berpikir kritis yang dilakukan dilakukan secara berurutan dan konsisten, dengan sedikit perubahan atau variasi dalam alur pemikiran. Dalam berpikir kritis tipe straight, siswa cenderung mengikuti alur berpikir yang logis dan terstruktur, dengan sedikit perubahan.
PERANAN PENGGUNAAN FILM PENDEK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PPKn Citra Dewi Pramesty; Nurhadji Nugraha; Yoga Ardian Feriandi
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 2, No 1 (2023): Implementasi kurikulum merdeka menuju transformasi pendidikan dalam mempersiapka
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran merupakan alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan informasi dalam proses belajar mengajar agar lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Media pembelajaran sangatlah penting untuk digunakan sebagai alat bantu untuk menyampaikan informasi mengenai materi yang akan diajarkan, karena dapat menarik perhatian siswa dalam proses belajar mengajar. Media film yang menarik dan sesuai dengan materi pembelajaran akan membantu menyampaikan informasi dan pesan ketika digunakan dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan peran  penggunaan film pendek terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn.  Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa perlu adanya penerapan media pembelajaran yang inovatif ddan kreatif supaya siswa tidak mudah merasa bosan.Penggunaan media pembelajaran dapat membantu guru menyampaikan materi pemelajaran dengan baik, mudah dipahami, dan jelas. Misalnya penggunaan media film dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi yang juga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.
Peningkatan Kemampuan Kognitif Mata Pelajaran Matematika Pada Materi Pecahan Menggunakan Model PjBL Pada Sisswa Kelas IV Sekolah Dasar Dena Putri Permatasari
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 1 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menyelidiki seberapa efektif model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa di mata pelajaran matematika dengan topik pecahan di Kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi sebagai bagian dari proses penelitian. Studi ini melibatkan tujuh siswa dari kelas IV SDN Karangmalang 2. Lembar observasi dan evaluasi digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dengan model PjBL mengalami peningkatan, dari 57,14% pada siklus I menjadi 85,71% pada siklus II, menunjukkan peningkatan sebesar 28,57%. Pelaksanaan proses pembelajaran dengan model PjBL juga meningkat, dengan persentase rata-rata siswa sebesar 74,28% pada siklus I dan peningkatan yang signifikan pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PjBL efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa di kelas IV dalam mata pelajaran matematika, khususnya pada topik pecahan.
Implementasi Penangulangan Kemiskinan Melalui Program Kelompok Usaha Bersama Di Kota Madiun Arif Akbar Pamungkas; Ninik Srijani; Yahya Reka Wirawan
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok usaha bersama salah satu program untuk mengurangi angka kemiskinan. Kelompok usaha bersama adalah program bantuan modal usaha yang dilaksanakan secara kelompok untuk masyarakat yang tergolong miskin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penangulangan kemiskinan melalui program kelompok usaha bersama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Madiun yaitu pendampingan dan membantu membuat serta pengajuan proposal ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, pelaksanaan program kelompok usaha bersama di Kota Madiun diawali pengajuan proposal ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan manfaat adanya program kelompok usaha bersama yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat serta mewujudkan ekonomi mandiri. Simpulan dari penelitian ini adalah program kelompok usaha bersama dapat meningkatkan kesejahteraan serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Peningkatan Kesadaran Anti-Bullying Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Nglames Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Rifqi Aulia Zahara; Dahlia Novarianing; Zaini Imron Susilo
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 3 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan  suatu tindakan kasar dan intimidatif yang dilakukan secara berkelanjutan yang dilakukan oleh suatu kelompok kepada satu individu tertentu. Praktik Bullying  sering kali mengincar  individu yang dianggap  lebih rentan atau berbeda dari kebanyakan individu lainnya dalam lingkungan tersebut. Dengan berkembangnya teknologi di era ini, sangat dibutuhkan kesadaran anti-bullying untuk  membantu  menciptakan  lingkungan  yang  lebih positif, saling menghormati, dan kondusif untuk belajar serta berkembang. Berdasarkan hasil observasi yang telah didapatkan  oleh peneliti di SMAN 1 Nglames didapatkan data bahwasanya  masih terdapat banyak Peserta didik kelas X yang saling mengejek, mengucilkan serta memanggil temannya menggunakan nama bapak atau orang tuanya. Tujuan pelaksanaan penelitian tindakan ini yaitu  untuk meningkatkan kesadaran anti-bullying dengan menggunakan bimbingan kelompok metode sosiodrama. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah PTBK (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Nglames pada semester genap tahun ajaran 2023/2024 dengan subjek Peserta didik kelas X D sebanyak 6 orang. Hasil penelitian yang dilaksanakan dapat disimpulkan  bahwa melalui pemberian layanan bimbingan kelompok metode sosiodrama dapat meningkatkan kesadaran anti-bullying Peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan pada setiap siklusnya
Peningkatan hasil belajar IPA melalui model problem based learning (PBL) pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Ngadirojo Eka Setyaningsih; Hartini Hartini; Rinanto Rinanto
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 2, No 1 (2023): Implementasi kurikulum merdeka menuju transformasi pendidikan dalam mempersiapka
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah di sebabkan oleh rendahnya hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Ngadirojo. Tujuaan di lakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA mel;alui model Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan langkah-langkah berupa perencanaan , pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pada peneelitian ini di laksanakan selama dua siklus. Siklus yang pertama di laksanakan pada tanggal 22 Mei 2023 dan siklus kedua di laksanakan pada tanggal 29 Mei 2023. Penelitian ini di laksanakan di .kelas IV SD Negeri 1 Ngadirojo dengan jumlah siswa sebanyak 28. Jumlah siswa laki-laki sebanyak 12 siswa dan siswa perempuan sebanyak 16 siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunakan modeel Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Ngadirojo. Rata-rata nilai siswa materi gaya pada kondisi di tahap awal (pra siklus) 69% dengan ketuntasan klasikal sebesar 40% (8 siswa) dari 28 siswa yang mencapai nilailebih dari 75(nilai KKM). Siklus pertama sebesar 74 dengan ketuntasan klasikal sebesar 60% (12 siswa) yang mencaapai nilai lebih dari 75(nilai KKM). Siklus kedua sebesar 81 % dengan seketuntasan klasikal sebanyak 80 % (16 siswwa) yang mencapai nilai lebih dari 60 (nilai KKM).
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mwronce Dengan Batang Daun Pepaya Pada Anak Usia 3-4 Tahun Di KBIT INSAN MADANI Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Iis Winarsih; Hermawati D. Susari; Sofia Nur Afifah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang melibatkan otot-otot kecil atau halus yang menunjukkan pada hal, keadaan dan kegiatan yang melibatkan otot-otot dan gerakan yang membutuhkan koordinasi yang cermat, yaitu antara mata dan tangan. Meronce merupakan salah satuu kegiatan motorik halus pada tahap pramembaca. ketika anak sedang meronce anak belajar sedang membedakan, hal ini dapat melatih anak dalam membedakan huruf karena dengan meronce membutuhkan koordinasi mata dan tangan secara cermat.Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengupayakan adanya peningkatan kemampuan motorik halus menggunakan aktivitas meronce dengan pelepah daun pepaya pada KBIT Insan Madani Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian dilakukan pada anak kelompok bermain IT Kecamatan geger Kabupaten Madiun.. Pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data digunakan metode triangulasi dengan mengumpulkan data melalui hasil observasi guru dan anak, hasil wawancara guru dan anak, dan dokumentasi aktivitas guru dan anak. Hasil analisis data menunjukkan hasil yang signifikan dengan bukti bahwa anak sudah tidak kesulitan lagi ketika mengikuti pembelajaran meronce. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan secara signifikan dalam hasil belajar kemampuan motorik halus pada pembelajaran fisik motorik menggunakan akativitas meronce.Kata kunci: Motorik Halus, Meronce, Batang daun Pepaya
Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa: Keefektifan Model Pembelajaran Teams Game Tournament Dengan Media Teka Teki Silang Rossy Qoimatul Fadlila; Fauzatun Ma’rufah Rohmanurmeta; Heny Kusuma Widyaningrum
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 3 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menentukan seberapa model yang berhasil turnamen permainan tim terhadap tingkat keaktifan belajar siswa kelas V di MIN 6 Magetan. Studi ini menggunakn metode eksperimen. Penelitian ini melibatkan 51 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik non tes. Data yang dikumpulkan terdiri dari data skor observasi dan data skor angket keaktifan belajar siswa. Jika dibandingkan dengan model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) yang mendorong siswa untuk belajar secara aktif lebih tinggi dengan model tradisional. Kesimpulannya adalah bahwa uji normalitas menggunakan prasyarat analisis menggunakan rumus Liliefors,uji homogenitas dengan uji Barlett, dan uji perhitungan t, yang menunjukkan = 1.945 dan  dengan (a) 0,05%. Nilai rata-rata siswa kelas V mendukung hal ini.
Problematika Penggunaan ChatGPT Pada Pembelajaran Sejarah Di SMA Setya Yoga Pratama; Yudi Hartono; Siti Nurkholipah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 1 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara tentang pembelajaran sejarah di sekolah, tidak dapat dilepaskan dari fakta dan sumber sejarah. Pada pembelajaran berbasis digital ini berbagai informasi tak terkecuali tentang sejarah bahkan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah dengan bantuan kecerdasan buatan seperti ChatGPT. Artikel ini betujuan untuk mengkaji berbagai probematika yang timbul dari pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran sejarah di SMA, serta menawarkan solusi guna mengatasi tantangan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penggunaan ChatGPT terdapat permasaahan pada sektor (1) akurasi data dan sumber pembelajaran;  (2) kemampuan berpikir kritis; dan (3) plagiarisme Simpulan dari penelitian ini menyarankan perlunya verifikasi informasi secara aktif oleh pendidik, integrasi teknologi ChatGPT yang dipertimbangkan secara cermat dalam kurikulum, pengembangan literasi digital siswa, serta pemanfaatan ChatGPT sebagai alat pendukung untuk memperdalam diskusi kelas. Dengan pendekatan yang hati-hati dan terstruktur, pemanfaatan ChatGPT dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembelajaran sejarah di SMA.