cover
Contact Name
Mochmamad Ainur Rhoviq
Contact Email
kopemas@unisma.ac.id
Phone
+6285649867672
Journal Mail Official
kopemas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KOPEMAS
ISSN : -     EISSN : 28088182     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) adalah prosiding untuk memuat artikel ilmiah yang telah diseminarkan. KOPEMAS merupakan seminar nasional tahunan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Malang
Articles 425 Documents
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT SEKTOR PELAYANAN VI JEMAAT GPM IMANUEL KARANG PANJANG AMBON, DALAM RANGAKA PENANGANAN PANDEMI COVID 19 BERBASIS MEDIA Demsy Wattimena
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Ambon secara geografis terletak pada garis lintang 3ᵒ – 4ᵒ LS dan garis bujur 128ᵒ – 129ᵒ BT dengan Luas Wilayah administratif kota Ambon adalah 377 Km2 atau 2/5 dari luas Wilayah Pulau Ambon yang terdiri dari luas daratan 359,45 Km2 dan lautan seluas 17,55 Km2 dengan panjang garis pantai 98 Km (PP No. 13 Tahun 1979). Jemaat GPM Imanuel adalah salah satu Jemaat yang berada di Klasis Kota Ambon. Pada tahun 1965, Paramponang Sembahyang dan Muhabeth Imanuel meminta  mendirikan  Rumah  Sembahyang” (Bertempat di depan rumah Bapak Ucu Hutuely – Sektor 3). Bangunan “Rumah Sembahyang” tadi kemudian dibangun menjadi sebuah Gereja dengan nama Gereja IMANUEL yang diresmikan pada 6 September 1966 untuk menampung kegiatan  peribadahan jemaat yang tinggal di Karang Panjang. Melalui SK BPH Sinode Nomor 1348- 41/III/83, tertanggal, 14 Juni 1983 tentang Pemekaran Jemaat Bethel menjadi: Jemaat Imanuel. COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau SARS-CoV-2). Virus ini merupakan keluargabesar Coronavirus yang dapat menyerang hewan. Ketika menyerang manusia, Coronavirus biasanya menyebabkan penyakit infeksi  saluran pernafasan, seperti flu, MERS (Middle East Respiratory Syndrome), dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). COVID-19 sendiri merupakan coronavirus jenis baru  yang ditemukan di Wuhan, Hubei, China pada tahun 2019. Status gizi dan pola makan sangat mempengaruhi status kesehatan seseorang dalam menghadapi pandemic covid 19 saat ini. Oleh karena itu pengetahuan tentang pola makan yang baik sangat dibutuhkan. Penguatan spriritualitas bagi warga jemaat diperlukan dalam menghadapi pandemic ini. karena iman warga jemaat diuji ketika kita mengalami suatu ancaman atau bahaya. Untuk itu firman Tuhan yang akan disampaikan diharapkan mampu menumbuhkan iman warga jemaat agar tetap setia pada janji Allah bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita ditengah ancaman dan masalah yang kita hadapi. persoalan mendasar yang terjadi di mitra antara lain, (1)  Kurangnya Pemahaman Masyarakat Tentang Covid-19, (2) Kurangnya pemahaman/pengetahuan tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan Protokol Kesehatan, (3) Perlu adanya peningkatan spiritualitas iman masyarakat dalam menghadapi pandemic covid-19, (4) Tidak ada buku panduan tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan Protokol Kesehatan, serta penguatan spiritualitas warga jemaat dalam menghadapi pandemic covid-19 
PERILAKU PENCEGAHAN COVID -19 PADA PEDAGANG DI PASAR BENTENG KOTA AMBON G.V. Souisa; Jesa C. Lewaherilla
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Benteng merupakan salah satu pasar tradisional di Kota Ambon, yang berlokasi di Kelurahan Benteng dan menjadi mitra program Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Kepada Masyarakat (KKN-PKM) UKIM. Pasar Benteng berjarak ± 2,32 km dari Universitas Kristen Indonesia Maluku. Pasar merupakan tempat keramaian yang didatangi banyak orang sehingga penerapan protokol pencegahan penularan covid 19, penting dilaksanakan di Pasar. Hasil observasi menunjukan bahwa penerapan protocol pencegahan covid oleh pedagang dan pembeli di Pasar Benteng, masih sangat minim. Masih ada pedagang dan pembeli yang tidak menggunakan masker secara baik, juga tidak melakukan aktivitas cuci tangan padahal sarana cuci tangan dan sabun telah disediakan pemerintah. Hasil diskusi dengan koordinator pasar, didapat beberapa permasalahan yang dialami pedagang di Pasar Benteng adalah kurangnya pengetahuan pedagang tentang pencegahan covid 19; pengetahuan dan kesadaran yang masih kurang tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat khususnya budaya cuci tangan pakai sabun (CTPS); kurang kesadaran menggunakan masker dan menjaga jarak aman (physical distancing); masih kurang upaya desinfeksi pasar secara berkala karena keterbatasan sarana alat semprot desinfentan. Hasil kesepakatan dengan koordinator Pasar Benteng, maka dirumuskan beberapa kegiatan yang membantu penyelesaian masalah mitra yaitu 1). Meningkatkan pengetahuan pedagang dengan menggunakan media promosi seperti leaflet, spanduk dan poster; 2). Pembagian face shield bagi pedagang dengan usia berisiko; 3). Desinfesksi Pasar. Sebagai luaran kegiatan ini, tim telah menerbitkan artikel berita pada media elektronik Maluku News (https://www.malukunews.co/berita/kiriman-pengunjung/hicp9hc0yze4lrv/kkn-ukim-cegah-penularan-covid-19-pada-pedagang-pasar-benteng ), dan video kegiatan telah di upload pada chanel YouTube (https://www.youtube.com/watch?v=lQHIhE-nPiY). 
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER MELALUI IBADAH VIRTUAL BAGI SMTPI JEMAAT GPM EBENHAEZER Rido Latuheru
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara geologi, wilayah Jemaat GPM Ebenhaezer dibentuk oleh formasi geologi alluvium, loss material (material lepas), granit dan carts atau coral. Kategori bina umat dalam jemaat digambarkan sebagai berikut, yang secara detail disajikan menurut kategori: batita, TK1, TK2, TK3, AK1, AK2, AK3, AT1, AT2, AT3, Remaja. bahwa kategori bina umat kelompok anak di bawah tiga tahun (batita) sebesar 4,1%, kelompok Taman Kanan Kanak  (TK) 5,9%, Anak Kecil (AK) 7,4%, Anak Tanggung (AT) 7,2%, Remaja 7,0%, AMGPM 18,6%, Pelpri 21,9%, Pelwata 22,4% dan Lansia 5,4%.  Untuk kelompok anak-anak, maka kelompok anak kecil memiliki persentase terbesar kemudian diikuti oleh anak tanggung, anak TK dan batita.  Inilah kondisi umat yang perlu mendapat perhatian dan pendampingan dalam pelayanan. Pandemi COVID-19 adalah krisis kesehatan yang pertama dan terutama di dunia. berdasarpkan analisis di lapangan  Tim Pengabdian Kepada Masyarakat  melihat bayak sekali masalah yang di hadapi mitra seperti: 1). Terhentinya pelayanan ibadah sekolah minggu bagi anak-anak SMTPI Jemaat GPM Ebenhaezer diakibatkan pandemic covid-19. 2). Kurangnya pengetahuan dan kesadaran anak-anak SMTPI Jemaat GPM Ebenhaezer terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. 3). Kurang pengetahuan pembuatan hand sanitizer yang menjadi kebutuhan penting di masa pandemic covid 19. Maka Solusi yang di tawarkan kepada mitra untuk menyelesaikan permasalahan antara lain : 1). Pelatihan pelaksanaan Ibadah Sekolah Minggu SMTPI secara Online atau virtual lewat Media Sosial atau jejaring TV nirkabel dengan menggunakan alat peraga. 2). Sosialisasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. secara Online atau virtual lewat Media Sosial atau jejaring TV nirkabel. 3). Pelatihan tentang pembuatan Hand Sanitizer secara Online atau virtual lewat Media Sosial atau jejaring TV nirkabel. Luaran yang ditargetkan adalah 1). Publikasi jurnal MAREN LPM UKIM, 2).Publikasi media electronik, 3). Vidio kegiatan, 4). Peningkatan tingkat keberdayaan mitra, 5). Perbaikan tata nilai masyarakat 
TEKNIK PENYARINGAN AIR DENGAN SISTEM DOWN FLOW DAN EDUKASI PHBS SEBAGAI IMPLEMENTASI KKN PPM UKIM BAGI MASYARAKAT DUSUN KUSU-KUSU SEREH DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID 19 Richrisna Helena Waas
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah RT 001/ RW 001 Desa Urimesing Dusun Kusu Kusu Sereh merupakan wilayah bagian dari kecamatan Nusaniwe kota Ambon dengan jarak + 5 Km dari Kampus UKIM [1]. Wilayah RT 001/ RW 001 Desa Urimesing Dusun Kusu Kusu Sereh merupakan masyarakat yang sebagian besar bagian dari Jemaat GPM Kusu Kusu Sereh klasis Pulau Ambon. Berdasarkan data kependudukan, jumlah KK di RT 001/ RW 001 sebanyak 136 KK dengan penduduk 516 jiwa. Secara geografis wilayah RT 001/ RW 001 Desa Urimesing Dusun Kusu Kusu Sereh dan juga merupakan wilayah pelayanan GPM Kusu Kusu Sereh khususnya di sektor Zaitun, sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Batu Gajah Kecamatan Sirimau, sebelah Selatan berbatasan dengan Dusun Mahia, sebelah Barat berbatasan dengan Dusun Siwang, dan sebelah Timur berbatasan dengan Negeri Soya Kecamatan Sirimau. Kegiatan KKN PPM hadir di lokasi ini untuk melihat beberapa permasalahan kehidupan yang terjadi dalam masyarakat dan jemaat disini berkaitan dengan kondisi pandemi Covid-19. Masyarakat harus memiliki pengetahuan tentang menjaga kesehatan diri dan juga lingkungan sehingga imunitas tubuh tetap terjaga di masa pandemic Covid-19, selain itu tetap menaati protocol kesehatan yang sudah disampaikan oleh Pemerintah untuk tidak melakukan kegiatan adanya perkumpulan massa. Untuk itu UKIM tetap melakukan kegiatan KKN PPM ditengah-tengah masyarakat dengan tetap memperhatikan hal-hal tersebut di atas, dimana mahasiswa peserta KKN PPM merupakan anggota masyarakat RT 001/ RW 001 Desa Urimesing Dusun Kusu Kusu Sereh dan Jemaat GPM Kusu Kusu Sereh sector Zaitun, tempat dimana mereka melakukan kegiatan KKN PPM dimaksud. Beberapa permasalahan yang terjadi dalam masyarakat disini untuk tetap menjaga kesehatan diri di masa pandemi ini yang perlu ditangani dalam program KKN PPM adalah kondisi air bersih yang terkadang kurang layak dikonsumsi karena disetiap musim penghujan air berwarna keruh dan berpasir karena lingkungan mata air sebagai sumber air dari kebutuhan masyarakat disini tidak dilindungi secara baik. Selain permasalahan terkait kelayakan air bersih di atas, perlu dilakukan pendampingan terhadap anak-anak dalam hal konsumsi makanan dan jajanan sehat, sehingga anak-anak juga terjaga imunitasnya ditengah kondisi pandemi Covid-19. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu diterapkan orang tua terhadap anak-anak. Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari kegiatan KKN PPM ini adalah : 1) membantu membuat Simulasi Teknik Penyaringan air secara sederhana dengan metode down Flow dan pemberian buku pedoman pemeliharaan sarana prasarana air bersih, 2) Membantu masyarakat untuk mengetahui bagaimana cara menjaga kebersihan lingkungan khususnya untuk anak-anak dengan pendampingan orang tua diberikan pemahaman tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui sosialisasi dalam kegiatan sekolah minggu dari rumah ke rumah untuk jenjang anak kecil dan pemberian link video kreatif yang dibuat oleh mahasiswa KKN dan di upload ke youtube. Selain itu, luaran dari kegiatan ini termuat dalam Jurnal Ilmiah ISSN URL : http://e-jurnal.usd.ac.id/index.php/MAREN UKIM dan video pelaksanaan kegiatan.   
PKM PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 DI DESA PASSO RT 033/RW 07 Wilma fransisca Mamuly; Asnat Luturmas
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negeri Passo adalah salah satu desa di kecamatan Teluk Ambon Baguala, yang berjarak 19,0 KM dari UKIM dengan jarak tempuh darat sekitar 39 menit lewat Jl. Laksdya Leo Wattimena. Data Demografi Lokasi PKM (RT 033/RW 007) Tahun 2019Jumlah Penduduk : 513 jiwa dan Jumlah KK (Kepala Keluarga) : 100 KK.Setelah dilakukan observasi awal dan dari hasil wawancara antara Tim PKM dengan mitra disepakati bersama ada beberapa masalah yang menjadi prioritas diantaranyaMinimnya pengetahuan mitra tentang virus corona, Mitra masih belum menyadari tentang pentingnya ber PHBS sebagai salah satu upaya pencegahan virus corona, Masker dan Handsanitizer yang dimiliki mitra masih sangat terbatas,System imun yang menurun akibat kurangnya asupan gizi (mitra usia lanjut yang sudah tidak produktif lagi dalam berbagai segi kehidupan.Kegiatan KKN- PKM telah dilakukan oleh tim selama kurang lebih 1 bulan, kegiatan yang dilakukan antara lainSosialisasi yg dilakukan lewat pembagian media cetak (brosur dan juga pemasangan spanduk), Sosialisasi yang dilakukan oleh Tim KKN PPM UKIM lewat sosial media (Channel Youtube) dan akan dibagikan linknya kemasyarakat agar bisa diakses,Pembagian masker dan hand sanitizer, Pembagian sembako (terigu,gula dan susu,daun teh), dari hasil pembagian pre test dan post test yang dilakukan terjadi peningkatan pengetahuan mitra 80%.Target luaran yang telah dicapai, publikasi pada jurnal LPM UKIM, Publikasi media massa online     Maluku            News           https://www.malukunews.co/berita/kiriman- pengunjung/gih13d3c0z1ixes/kkn-ppm-ukim-bermitra-dengan-masyarakat-desa-passo- cegah-penularan-covid-19dan                 video      kegiatan           dapat           diakses    melalui     . Link     : https://youtu.be/IKpugbrstlo
PENDIRIAN TAMAN PENDIDIKAN AL- QUR’AN AL-ALIM UNTUK MENUNJANG KAMPUNG TANGGUH DESA SITIREJO WAGIR KABUPATEN MALANG Ratna Djuniwati Lisminingsih; Sujana Ramdhan; Ahmad Bukhori
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendirian  Taman Pendidikan Al Qur’an di Desa Sitirejo merupakan upaya yang  dapat dilakukan masyarakat  untuk memberikan dasar-dasar membaca Al-Qur'an kepada anak-anak terutama bagi anak-anak yang  orang tuanya bekerja. Upaya pendirian Taman Pendidikan Al Qur’an ini bertujuan untuk membentuk generasi qurani yang berakhlakul karimah. Upaya ini juga  menunjang kegiatan di Desa Sitirejo yang dicanangkan sebagai kampung tangguh. Metode pelaksanaan kegiatan  dilakukan dengan mengembangkan masyarakat meliputi kegiatan pembentukkan tim, perumusan tujuan, identifikasi pengguna, pengumpulan dan analisis kebutuhan, penentuan prioritas solusi masalah, persiapan, implementasi, pendampingan, review dan evaluasi, serta  menentukan kebutuhan sasaran baru. Melalui kerjasama dengan pengurus masjid Miftahul Jannah telah berdiri Taman  Pendidikan Al-Qur’an Al- Alim dengan Piagam Ijin Operasional Taman Pendidikan Al –Qur’an Nomor: 4938/IX/2020 dengan status terdaftar dan diberikan Nomor Statistik Taman Pendidikan Al-Qur’an 411235074938. Jumlah santri saat didirikan adalah 48 santri dengan tenaga pengajar 4 orang yang merupakan  sumber daya setempat. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode Iqro non klasikal. Adanya kebutuhan sasaran baru mendorong diadakan kerjasama dengan Yayasan Ummi tingkat  Kecamatan Tajinan, Pakisaji, Wagir, dan Bululawang di dalam pembinaan santri dan ustadz serta ustadzah.
MENCIPTAKAN MASYARAKAT HEBAT MELAWAN COVID-19 DAN PENGABDIAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI SESUAI PROTOKOL KESEHATAN Yandri Anadi; M. Firdaus Zahroni; Refo Anam Bagus; Kholidun Yunus; Nahliya Purwantini; Lila Silvia; Frischa Mela; Dinda Septian
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki bulan yang keenam dalam antisipasi penyebaran dan penularan Covid-19 menjadikan kegiatan mahasiswa dari berbagai Universitas dihimbau secara Online, begitupula dalam pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata yang diambil oleh mahasiswa semester 7 UNISMA. Pengarahan KKN pada masa Pandemi seperti saat ini adalah dengan mengambil tema yang berhubungan dengan pencegahan penularan Covid-19.  Metode yang digunakan yuridis empiris, atau disebut dengan penelitian lapangan. Banyak program-program yang dapat dilaksanakan dari tema tersebut, mulai dari menjadi petugas satgas covid daerah setempat, mengikuti penyemprotan desinfectan, penyuluhan protokol pencegahan Covid-19 dan masih banyak lagi. Seperti yang dilakukan oleh Kelompok 49 KKN UNISMA ini dengan melaksanakan pembagian handsanitizer kepada pedagang kaki lima dan kepada anak-anak yang bermain disekitar tempat tinggal kami. Pelaksanaan dari kegiatan ini mendapat respon yang baik dan dukungan dari aparatur pemerintah setempat, sehingga program bisa terlaksana dengan baik serta diharapkan dapat menurunkan angka penularan covid 19
PERBAIKAN MANAJEMEN USAHA KELOMPOK UKM RUMAH TAJUNG ANTIQ (RTA) PENGHASIL KAIN TENUN TAJUNG DAN BLONGSONG KHAS PALEMBANG DALAM MENGHADAPI ERA NEW NORMAL A. Jalaludin Sayuti; Febrianty Febrianty; Hendra Hadiwijaya; Ahmad Ari Gunawan Sepriansyah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra dalam program pemberdayaan masyarakat UKM Indonesia Bangkit adalah UKM Rumah Tajung Antiq (RTA) yang berlokasi di Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Jakabaring Palembang. Jarak mitra dari kampus Politeknik Negeri Sriwijaya 10,6 km atau 28 Menit ditempuh dengan kendaraan roda empat. Mitra UKM RTA sangat merasakan dampak Pandemi Covid-19, yang menurunkan omset usaha jauh drastis dan hampir menyebabkan usaha gulung tikar. Mitra UKM RTA memproduksi kain tenun Tajung dan Blongsong khas Palembang serta aksesoris lainnya berbahan kombinasi kain tenun tersebut. Kain tenun diproduksi menggunakan alat-alat tenun tradisional dengan pengolahan benang dan pewarnaan yang juga konvensional dengan tujuan mempertahankan dan melestarikan peninggalan budaya khas Palembang. Permasalahan yang dihadapi mitra terkait dengan aspek manajerial dan aspek pengembangan sentra UKM. Mitra menghadapi masalah yakni: 1). belum memiliki strategi manajerial bagaimana melaksanakan usaha mereka disaat new normal (recovery) yang dapat meningkatkan omset/penjualan, dan 2). Kelompok-kelompok/unit-unit yang bekerja untuk UKM RTA belum memiliki manajemen usaha yang baik untuk menjadi sentra usaha yang berdaya saing karena pola yang digunakan masih bersifat konvensional dan tergantung pada jumlah pesanan UKM RTA. Berdasar permasalahan prioritas yang harus ditangani maka beberapa solusi yang ditawarkan Tim Pelaksana kepada mitra: 1. Meningkatkan kemampuan manajerial pelaku usaha/pemilik kelompok UKM RTA melalui pelatihan dan pendampingan dalam pengelolaan usaha mulai dari pengelolaan manajemen keuangan, manajemen produksi, dan manajemen pemasaran, dan 2. Meningkatkan manajemen usaha kelompok UKM RTA melalui pelatihan dan pedampingan pengelolaan SDM dan kewirausahaan agar menjadi sentra usaha yang berdaya saing. Sedangkan target luaran kegiatan ini adalah: 1. Peningkatan daya saing usaha mitra, dan 2. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan manajemen usaha pada mitra. Tahapan pelaksanaan program dilaksanakan 3 bulan meliputi: Tahap I Analisis Situasi dan Kondisi Mitra; Tahap II Persiapan dan Transfer TTG; Tahap III Pelatihan dan Pendampingan, dan Tahap IV Evaluasi dan Keberlanjutan program. Metode dalam pelaksanaan Pelatihan dan Pendampingan (secara langsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan secara daring). Hasil kegiatan, yakni: peningkatan daya saing usaha mitra melalui kenaikan omset menjadi sebesar ± 50%, dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan manajemen usaha pada mitra sebesar 80%.
PEMBUATAN GAZEBO UNTUK MENINGKATKAN POTENSI WISATA SUMBER JENON DESA GUNUNGRONGGO TAJINAN MALANG Eka Farida; Moch Irvan Rusyadi; Farah Nauliana
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan desa wisata merupakan salah satu pengembangan wisata yang dapat memperkenalkan potensi wisata suatu desa. Dalam pengembangan desa harus diketahui secara detail tentang karakteristik, kelebihan, dan kelemahan desa tersebut sehingga pengembangan yang dilakukan akan sesuai dengan daya tarik wisata yang memiliki nilai jual. Pengembangan wisata alam yang dapat mendukung daya tarik wisata Sumber Jenon yaitu pembuatan gazebo. Tujuan pembuatan gazebo adalah untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan dalam menikmati keindahan alam yang ada di desa Gunung Ronggo. Tiga tahapan pembuatan gazebo meliputi perencanaan keterlibatan masyarakat, implementasi, dan pengawasan kontrol. Hasil pembuatan gazebo sesuai dengan desain klasik yang dipilih, ditempatkan di lokasi yang teduh dibawah pohon besar dengan sudut pandang yang bagus untuk menikmati wisata alam sumber jenon, dan pemilihan warna yang menarik untuk menambah kesan elegan.
UPAYA PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DESA SALAMAHU KECAMATAN TEHORU DALAM MENGOLAH BUAH KELAPA Salomi Jacomina Hehanussa
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa adalah bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya. Kelompok mitra yang dipilih adalah kelompok PPK Desa Salamahu, Kecamatan Tehoru. Dengan adanya kegiatan upaya pemberdayaan pengolahan kelapa sebagai sumber penghasilan di lokasi mitra, maka diharapkan keluarga-keluarga termotivasi untuk peningkatan pendapatan keluarga. Sosialisasi kepada kelompok PKK memberikan pengetahuan dan wawasana yang bermanfaat bagi mitra untuk memilih berbagai alternatif pengolahan buah kelapa guna mengembangkan buah kelapa sebagai potensi desa. Melalui KKN-PPM Program Pengabdian kepada Masyarakat, dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pengembangan dan usaha pengolahan buah kelapa melalui metode sosialisasi akan memberikan peningkatan produktivitas mitra, antara lain : Memberikan manfaat bagi mitra mengenai pengetahuan dan ketrampilan pengolahan buah kelapa menjadi minyak kelapa, meningkatnya kesadaran mengelola usaha untuk memperoleh pendapatan yang layak, meningkatnya jiwa kewirausahaan dan pengetahuan bagaimana mengembangkan usaha pengolahan buah kelapa, dapat bermanfaat bagi Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat UKIM. 

Page 7 of 43 | Total Record : 425