cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
gabbah@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan
ISSN : 30263905     EISSN : 30263913     DOI : https://doi.org/10.62017/gabbah.v2i1
Core Subject : Agriculture,
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan merupakan jurnal yang mewadahi artikel hasil penelitian dan kajian bidang pertanian, peternakan, ketahanan pangan, kebijakan pertanian, ilmu tanah dan tanaman, teknologi dan industri pertanian, ekonomi pertanian, dan agribisnis. Jurnal ini adalah jurnal pertanian dan perternakan yang bersifat peer-review dan terbuka. Terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan Januari, April, Juli dan Oktober diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2025): Juli" : 17 Documents clear
Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Laju Proses Fotosintesis Menggunakan Metode Ingenhousz Suri Raihan Safriani; Nur Halimatuz Zuhra; Hilda Pratiwi
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.4447

Abstract

Cahaya matahari memainkan peran penting dalam proses fotosintesis karena memberikan sumber energi yang dibutuhkan oleh tumbuhan sehingga pemahaman tentang peran cahaya matahari dalam proses fotosintesis sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap laju proses fotosintesis dan membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen. Penelitian ini menggunakan tanaman Hydrilla vertillicata dengan metode Ingenhousz yang sedikit dimodifikasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa cahaya matahari sangat mempengaruhi laju fotosintesis, hal ini dibuktikan dengan perbedaan jumlah gelembung oksigen yang dihasilkan pada intensitas cahaya yang berbeda dalam waktu 20 menit. Proses fotosintesis dengan intensitas cahaya yang terang atau dibawah sinar matahari langsung  gelembung oksigen yang dihasilkan sangat banyak, sedangkan pada cahaya yang redup gelembung dihasilkan lebih sedikit dan fotosintesis di tempat yang gelap gelembung oksigen tidak dihasilkan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa intensitas cahaya matahari memiliki pengaruh terhadap proses fotosintesis sehingga peran cahaya matahari menjadi sangat penting dalam pertumbuhan tanaman.
Teknik Budidaya dan Manajemen Pascapanen Buah Melon di Rafila Farm Agrikulture Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon Vega Yoesepa Pamela; Zulfatun Najah; Siti Erisna Wati; Annisa; Nanda Nur Saputri
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.4483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses budidaya hingga pascapanen melon varietas Golden Alisha di Rafila Farm Agrikultur, Kota Cilegon, Banten. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan pada 12 April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya dimulai dari pemilihan benih unggul, penyemaian selama 10 hari menggunakan media cocopeat dan peat moss, penanaman di lahan mulsa plastik hitam perak, serta perawatan intensif berupa pemupukan organik dan NPK, penyemprotan pestisida rutin, serta seleksi buah untuk menjaga kualitas. Panen dilakukan secara manual menggunakan gunting pada usia 70 hari setelah tanam, dengan konsep agrowisata petik buah langsung oleh pengunjung. Perkiraan panen 700 kg atau 600 buah, dengan berat per buah rata-rata 1,5 kg. Pascapanen dilaksanakan dengan tahapan sortasi berdasarkan grade mutu, pembersihan, penimbangan, pelabelan, pengemasan, hingga distribusi. Penerapan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi lingkungan serta manajemen pascapanen yang tepat mendukung peningkatan kualitas dan nilai jual melon, sekaligus membuka peluang agrowisata berbasis edukasi di kawasan pertanian lokal.
ANALISIS RISIKO PENGEMBANGAN AGROWISATA KAKAO EKOLOGIS DI DESA TUMBUDADIO KECAMATAN TIRAWUTA KABUPATEN KOLAKA TIMUR Fatma Yunita; Weka Gusmiarty Abdullah; Ilma Sarimustaqiyma Rianse
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.4613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang terdapat pada pengembangan agrowisata kakao ekologis, menganalisis tingkat risiko pada pengembangan agrowisata kakao ekologis, mendeskripsikan perlakuan risiko untuk meminimalkan risiko pada pengembangan agrowisata kakao ekologis di Desa Tumbudadio, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur. Informan dalam penelitian ini yaitu Ketua dan anggota kelompok tani kakao/pemilik lahan di kawasan agrowisata kakao ekologis, Kepala Desa Tumbudadio, Camat Tirawuta, Kabutaten Kolaka Timur. Variabel dalam penelitian ini yaitu kejadian risiko, sumber risiko, kemungkinan (likelihood) risiko, dampak (impact) risiko, Besarnya risiko, tingkat risiko, perlakuan risiko. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi risiko-risiko pada pengembangan agrowisata kakao ekologis. Teknik analisis kedua menggunakan analisis deskriptif yang meliputi kejadian risiko, sumber penyebab risiko, frekuensi kejadian risiko, dan dampak kualitatif risiko. Teknik analisis yang ketiga menggunakan analisis deskriptif yang meliputi perlakuan risiko yang dilakukan dalam pengembangan agrowisata kakao ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penilaian risiko pada pengembangan Agrowisata Kakao Ekologis terdapat tingkat risiko yang bervariasi, risiko operasional dan risiko pemasaran memiliki tingkat risiko tinggi, sedangkan risiko fasilitas dan produk, risiko keuangan, risiko lingkungan risiko politik, risiko sosial budaya, dan risiko ekonomi memiliki tingkat risiko rendah. Sedangkan risiko sumber daya manusia memiliki tingkat risiko sedang. Perlakuan risiko pada penelitian ini difokuskan pada risiko  kategori level sangat tinggi, tinggi dan sedang karena level ini yang paling utama untuk dilakukan pengendalian karena dapat berdampak negatif atau buruk pada pengembangan agrowisata kakao ekologis.
ANALISIS USAHA TERNAK SAPI PADA LAHAN PERKEBUNAN SAWIT DI DESA PUUSULI KECAMATAN ANDOWIA KABUPATEN KONAWE UTARA Roynaldi Saputra Stibis; Muhammad Aswar Limi; Samsul Alam Fyka
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.4744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana pengelolaan usaha ternak sapi pada lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Puusuli Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara, dan (2) Bagaimana kelayakan usaha ternak sapi pada lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Puusuli Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Bulan Januari sampai Maret 2023 di Desa Puusuli Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Peternak sapi dan pemilik usaha ternak yang berintrgrasi di kebun sawit yang ada di Puusuli yang berjumlah 10 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sensus sampling, dimana semua populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukan (1) Hasil analisis pendapatan rata-rata responden peternak sapi sebesar Rp 33.791.270. Rata-rata penerimaan yang diperoleh oleh responden per bulan adalah sebesar Rp 4.050.000. (2) nilai R/C usaha Ternak sapi lebih dari >1 yang menunjukkan bahwa usaha Ternak sapi layak untuk dilanjutkan. Artinya usaha Ternak sapi memiliki keuntungan yang besar, karena semakin besar nilai R/C berarti semakin besar penerimaan yang diperoleh dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.
Pengaruh Metode Pengemasan Vakum Dan Non-Vakum Terhadap Daya Simpan Dan Kualitas Organoleptik Bau Peapi: Studi Penyimpanan Suhu Ruang Pranil Banyuresa
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.4791

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh metode pengemasan vakum terhadap kualitas organoleptik, nilai pH, dan jumlah mikroba pada produk olahan ikan tradisional Mandar, bau peapi, selama penyimpanan pada suhu ruang. Sampel dibagi menjadi dua kelompok: pengemasan vakum (XT) dan non-vakum (YT), dengan pengamatan pada hari ke-0, 3, dan 7. Hasil menunjukkan bahwa pengemasan vakum lebih efektif dalam mempertahankan kualitas produk hingga hari ketiga. Sampel vakum (XT3) memiliki skor organoleptik lebih tinggi dibandingkan non-vakum (YT3), yakni kenampakan 5,67; bau 4,89; tekstur 4,89; dan lendir 5,56. Sementara itu, nilai pH XT3 tetap stabil pada 5,8, sedangkan YT3 menurun menjadi 5,58, mendekati batas bawah standar SNI (5,5–6,0). Hasil uji total plate count (TPC) menunjukkan jumlah mikroba pada XT3 sebesar 1,7 × 10³ CFU/ml, jauh lebih rendah dibandingkan YT3 sebesar 5,6 × 10⁴ CFU/ml. Pada hari ketujuh, kedua kemasan menunjukkan jumlah mikroba melebihi batas aman. Dengan demikian, pengemasan vakum efektif memperpanjang daya simpan dan menjaga kualitas bau peapi hingga tiga hari pada suhu ruang, serta berpotensi mendukung pengembangan produk untuk pasar yang lebih luas.
Penerapan Penanganan Pascapanen Komoditas Melon (Cucumis melo L.) di Agromedia Garden, Cilegon, Banten Aqilah Putri Afsiana; Khalida Shabrina Azzahrah; Aisha Ratna Rahmania; Vega Yoesepa Pamela; Fitria Riany Eris
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5001

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menggambarkan secara sistematis proses pascapanen buah melon di Agromedia Garden, sebuah kebun melon hidroponik yang terletak di Kota Cilegon. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung mengenai praktik yang dilakukan dalam penanganan pascapanen melon dan studi literatur dengan menelusuri artikel ilmiah dari Google Scholar dan buku referensi dari Google Books. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan yang tepat selama proses pascapanen sangat penting untuk menjaga kualitas melon dan meminimalkan kerugian. Proses panen dilakukan dengan perencanaan matang untuk memastikan kematangan optimal, diikuti dengan sortasi untuk mengelompokkan melon berdasarkan kualitas, dan pembersihan untuk menghilangkan kotoran serta mikroorganisme. Pengemasan yang tepat sangat penting untuk melindungi buah selama distribusi. Penelitian ini juga mengidentifikasi keterbatasan dalam pengemasan yang dapat mempengaruhi kondisi lingkungan mikro, serta merekomendasikan penggunaan wadah yang sesuai dan teknologi Modified Atmosphere Packaging (MAP) untuk memperlambat proses respirasi dan pertumbuhan mikroorganisme. Penyimpanan pada suhu rendah disarankan untuk memperpanjang umur simpan. Distribusi dilakukan secara langsung dan tidak langsung, dengan pemanfaatan media sosial untuk memperluas pasar. Praktik pascapanen yang baik diharapkan dapat meningkatkan mutu dan daya saing produk melon, serta memberikan wawasan bagi praktik pascapanen di sektor pertanian perkotaan.
Manajemen Fisiologis Tanaman Sayuran dalamSistem Hidroponik di Graha Hidroponik Center, Serang Vega Yoesepa Pamela; Zulfatun Najah; Muhammad Zein Fauzan; Diva Ayu Anisa; Helvi Delianti
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5002

Abstract

Limited agricultural land has encouraged the development of hydroponic systems as an efficient urban farming solution. This study aims to analyse the physiological management and post-harvest handling of vegetable crops at Graha Hydroponic Centre, Serang. The methods used include observation, interviews, and documentation. Results show that understanding plant physiology is crucial in nutrient management, variety selection, and adaptation to environmental and market conditions. A closed circulation irrigation system is used efficiently, and plant health monitoring is done visually. In the post-harvest aspect, the use of edible coatings made from natural ingredients such as cassava starch and ginger extract is proven to be able to extend product freshness without refrigeration. Distribution of crops is done by considering delivery time and the needs of modern markets. Strategies such as weekly crop rotation and provision of backup seedlings are also applied to maintain production continuity. This study demonstrates the integration of simple technology, field experience and post-harvest innovation as a model of sustainable hydroponic farming.
Penerapan Teknologi Pascapanen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) Di Arifki Tani, Cipocok Jaya, Kota Serang Adiwinata, Doni; Nurpitriani, Irna; Tampenawas, Russel Yehezkiel; Pamela, Vega Yoesepa; Najah, Zulfatun
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman petani mengenai penanganan panen dan pascapanen jamur tiram (Pleurotus ostreatus) serta upaya mereka dalam mengolahnya untuk meningkatkan nilai produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan petani jamur dan studi literatur yang relevan dengan budidaya dan pengolahan jamur. Ruang lingkup penelitian meliputi prosedur budidaya, waktu panen, teknik pasca panen, diversifikasi produk, dan pengelolaan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani mengikuti proses budidaya yang terstruktur, mulai dari persiapan media hingga inkubasi dan panen. Panen dilakukan berdasarkan indikator morfologi seperti ukuran dan kematangan kepala jamur. Penanganan pascapanen meliputi penyortiran, penyimpanan yang tepat untuk menjaga kesegaran, dan pengemasan yang mendukung perlindungan dan daya tarik pemasaran. Sebagian dari jamur segar diolah menjadi makanan ringan jamur krispi yang lebih tahan lama dan dapat dipasarkan. Selain itu, petani memanfaatkan media tanam yang sudah tidak terpakai sebagai kompos dan menjual produk sampingannya untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Praktik ini tidak hanya meminimalkan kerugian produksi tetapi juga meningkatkan keberlanjutan dan daya saing di pasar. Studi ini menyimpulkan bahwa penanganan pascapanen yang tepat dan pengolahan bernilai tambah secara signifikan berkontribusi pada kualitas produk, manfaat ekonomi, dan pengembangan jangka panjang pertanian jamur.
ANALISIS SISTEM PASCAPANEN DALAM BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI ALLISA FARM KECAMATAN CIPOCOK JAYA KOTA SERANG Rulla Agnia Naura Aisyah; Anin Dita Amelia Putri; Sutiawati; Vega Yoesepa Pamela; Zulfatun Najah
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5025

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan pangan bergizi tinggi terus meningkat seiring dengan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat. Sayuran sebagai komoditas hortikultura memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi karena kandungan vitamin, mineral, dan seratnya. Namun, tantangan seperti keterbatasan lahan dan perubahan iklim mendorong perlunya inovasi sistem pertanian yang lebih efisien seperti hidroponik. Hidroponik adalah metode budidaya tanpa tanah dengan memanfaatkan larutan nutrisi yang efisien dalam penggunaan air dan ruang serta dapat mempercepat masa panen. Penelitian ini dilakukan di Allisa Farm kebun hidroponik yang berlokasi di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pengelolaan pascapanen dalam menjaga kualitas sayuran. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa Allisa Farm membudidayakan komoditas seperti kangkung, selada, dan pakcoy dengan sistem hidroponik horizontal. Proses pascapanen dilakukan secara sistematis mulai dari panen pada waktu optimal, pencucian, penyortiran, penyimpanan dalam lemari pendingin, hingga pengemasan dengan plastik bening berlogo. Distribusi dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermotor ke toko, restoran, dan pasar lokal. Tantangan utama yang dihadapi adalah serangan hama dari area persawahan sekitar yang dapat diatasi melalui pemantauan rutin dan pengendalian organik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan praktik hidroponik yang berkelanjutan dan efisien di daerah perkotaan.
Sistem Penanganan Pascapanen Ubi Cilembu di Desa Cilembu Kabupaten Sumedang Vega Yoesepa Pamela; Fitria Riany Eris; Ayu Angelika Novianti Sitinjak; Salma Rahmania Zahroh; Latifahisan Rahadiana Putri
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5031

Abstract

Ubi Cilembu merupakan komoditas unggulan dari Desa Cilembu, Kabupaten Sumedang yang dikenal memiliki cita rasa manis khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sistem penanganan pascapanen Ubi Cilembu yang diterapkan oleh petani di Desa Cilembu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa sistem pascapanen Ubi Cilembu meliputi proses grading/sortasi berdasarkan kelas ukuran (A, AB, C/TO, Ares), pencucian, pelayuan selama 1-2 minggu tanpa terkena sinar matahari langsung, penyimpanan dalam keranjang bambu, dan distribusi. Teknik pelayuan secara alami (kering angin) terbukti mampu mempertahankan cita rasa manis khas Ubi Cilembu. Hama silas menjadi ancaman utama dalam proses pascapanen karena dapat menyerang dari dalam umbi dan menyebar dengan cepat. Potensi pengembangan Ubi Cilembu teridentifikasi pada aspek varietas, teknologi budidaya, pascapanen, pengolahan produk turunan, dan pemasaran. Pendekatan pengendalian hama yang ramah lingkungan juga diperlukan untuk mengatasi serangan hama silas. Implikasi penelitian mencakup peningkatan kualitas pascapanen, penguatan ekonomi petani melalui diversifikasi produk, dan dukungan terhadap pertanian berkelanjutan berbasis potensi wilayah.

Page 1 of 2 | Total Record : 17