cover
Contact Name
FRISCO TALISTI
Contact Email
friscotalisti@gmail.com
Phone
+6285819452254
Journal Mail Official
jnkphb@gmail.com
Editorial Address
STIKes Patria Husada Blitar JALAN SUDANCO SUPRIADI NO 168 KOTA BLITAR - EAST JAVA - INDONESIA
Location
Kota blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)
ISSN : 2355052X     EISSN : 25483811     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) published by STIKes Patria Husada Blitar. Published three times in a year, its in April, August and December. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) only receive original manuscripts related to science development and have not been published in domestic and foreign journals. The content of the manuscripts can be in the form of research results to support the progress of science, education and nursing practice and professional midwifery.
Articles 604 Documents
Hubungan Perilaku Kekerasan Pasien dengan Stres Perawat di Instalasi IPCU RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Abdul Muhith; Arief Fardiansyah; Nurul Mawaddah; Mulyatin Mulyatin
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i2.ART.p137-143

Abstract

Perawat psikiatri intensive care unit berada dalam lingkungan yang terbatas yang memungkinkan perawat dekat dengan pasien untuk dapat mengobservasi kondisi klien dan mengevaluasi tindakan perawatan maupun tindakan medis yang dilakukan. Jika perawat tidak siap dengan kondisi tersebut akan dapat menimbulkan ketegangan pada perawat yang berakibat stres. Salah satu tugas perawat jiwa adalah penanganan perilaku kekerasan (agresif), persepsi yang buruk perawat menjadikan stres kerja (Muhith, 2015). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara Perilaku Kekerasan Pasien dengan Stres pada perawat di Intensive Psychiatry Care Unit (IPCU) RS Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang. Desain penelitian cross sectional. Populasi sejumlah 40 orang dengan sampel sebanyak 28 orang. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Variabel bebasnya adalah Perilaku Kekerasan Pasien, sedangkan variabel tergantungnya adalah Stres. Alat ukur menggunakan kuesoner. Waktu penelitian......Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. hasil uji Korelasi Spearman didapatkan hasil r = 0,738 p = 0,000 (p < 0,05), maka dapat diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara Perilaku Kekerasan Pasien dengan Stres pada perawat di Intensive Psychiatry Care Unit (IPCU) RS Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Perilaku kekerasan pasien di Intensive Psychiatry Care Unit (IPCU) RS Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang sebagian besar dalam kategori tinggi, sedangkan sebagian besar Perawat mengalami stress yang sedang. Dengan demikian diharapkan pihak rumah sakit dapat menciptakan suasana yang nyaman dan aman baik bagi pasien maupun perawat yang bekerja, sehingga kejadian stres bisa diminimalkan dan dikelola dengan baik.
Pendidikan Kesehatan tentang Perkembangan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Fisik dan Verbal pada Anak Usia Sekolah di Kota Kendal Livana PH; Rina Anggraeni
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i2.ART.p097-104

Abstract

Perkembangan psikososial anak dipengaruhi lingkungan keluarga termasuk peran orang tua dalam mengasuh anak, sehingga orang tua harus mendidik anak secara baik agar anak berkembang optimal mencapai tugas perkembangan, tetapi fenomena saat ini ada orang tua mendidik anak menggunakan kekerasan fisik dan verbal. Dampak kekerasan pada anak yaitu gangguan perkembangan psikososial. Tindakan yang dapat dilakukan yaitu memberikan pendidikan kesehatan tentang perkembangan psikososial anak usia sekolah yang normal dan yang menyimpang. Penelitian ini bertujuan untuk pengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan tentang perkembangan psikososial terhadap kekerasan fisik dan verbal pada anak usia sekolah di Kota Kendal.Desain penelitiannya menggunakan pre and post test without control group. Sampel penelitian ini sebanyak 1320 anak usia sekolah yang menduduki kelas 4, 5, dan 6 di 20 SD Negeri di Kota Kendal yang dipilih dengan cara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chisquare. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang perkembangan psikososial anak usia sekolah dengan kekerasan verbal dan fisik. Disarankan kepada orang tua untukmendisiplinkan anak di lingkungan keluarga, diperlukan pemahaman dan pengetahuanorang tua dalam mendidik anak, tanpa melakukan kekerasan verbal dan fisik agar perkembangan psikososial anak sesuai tugas perkembangan.
Pengaruh Konseling dengan Pendekatan Thinking, Feeling dan Acting (TFA) terhadap Tekanan Darah Pasien PRE Operasi Katarak Yeni Kartika Sari; Ani Widayati; Bisepta Prayogi
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i2.ART.p090-096

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah keperawatan yang memerlukan intervensi keperawatan. Fenomena yang terjadi, sering ditemukan pasien preoperasi mengalami kecemasan tanpa intervensi spesifik dari perawat untuk mengurangi kecemasannya, sehingga berakibat pada peningkatan tekanan darah yang bias mengakibatkan ditundanya rencana operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) terhadap tekanan darah pasien pre operasi katarak di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang Desain dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan one group pre-test and post-test design, menggunakan teknik purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 16 orang. Analisais data menggunakan uji statistik paired sample T- Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) terhadap tekanan darah pasien pre operasi katarak, dengan p value = 0, 000 < (0,05). Adanya pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) terhadap tekanan darah pasien pre operasi katarak, disebabkan karena Dalam konseling pendekatan TFA, Klien lebih mampu mengekspresikan perasaannya dengan benar, memiliki pemikiran yang lebih rasional, dan lebih mengutamakan tindakan yang bermanfaat sehingga kecemasan lebih dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Kecemasan yang menurun bahkan hilang dapat mempertahankan tekanan darah pasien tetap stabil. Pene- litian ini sebagai evidence based practice, untuk membuat standar prosedur operasional (SOP) konseling
Terapi Swedish Massage menurunkan Tingkat Kecemasan Lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Wredha (BPSTW) Unit Budi Luhur Yogyakarta Anastasia Suci Sukmawati; Ega Pebriani; Arif Adi Setiawan
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i2.ART.p117-122

Abstract

Berbagai macam perubahan akan dialami oleh lansia seperti perubahan fisik, psikologi, maupun psikososial akan menimbulkan masalah baru pada lansia salah satunya adalah kecemasan. Tehnik alternatif yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan seseorang yaitu seperti yoga, meditasi, aromaterapi, dan relaksasi melalui pijat (massage). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Swedish mas- sage terhadap tingkat kecemasan lansia. Metodologi: Desain penelitian ini adalah quasy experiment dengan one group pretest-post test design. Responden pada penelitian ini adalah lansia yang mengalami kecemasan dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 15 lansia di Balai Pelayanan Sosial tresna Wredha (BPSTW) Unit Budi Luhur Bantul Yogyakarta. Instrumen penelitian adalah instrument HARS. Responden diukur tingkat kecemasannya sebelum dan setelah dilakukan Swedish massage selama 1 minggu. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil : Tingkat kecemasan pada lansia di BPSTW Budi Luhur Bantul Yogyakarta sebelum diberikan Swedish massage kategori sedang sebanyak 8 orang (53,3%). Tingkat kecemasan sesudah diberikan Swedish massage kategori ringan sebanyak 8 orang (53,3%). Perubahan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan Swedish massage menunjukkan perbedaan sebesar 2,00. Hasil uji Wilcoxon diperoleh dengan nilai p-value 0,008 < 0,05. Diskusi : Swedish massage berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pada lansia di BPSTW Budi Luhur Bantul Yogyakarta.
Literature Review: Pemanfaatan Media Promosi Kesehatan (Smartphone) dalam Mencegah dan Mengendalikan Kadar Gula Diabetes Tipe 2 Arief Andriyanto; Rina Nur Hidayati
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i2.ART.p172-177

Abstract

Pemanfaatan teknologi smartphone sebagai media promosi kesehatan terus dikembangkan dalam beberapa dekade terakhir. Teknologi ini dimanfaatkan untuk mengelola berbagai penyakit akut dan kronis, salah satunya adalah penyakit diabetes melitus. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mendeskripsikan sebuah intervensi yang memanfaatkan teknologi sebagai alat media berupa smartphone dalam melakukan promosi kesehatan pencegahan dan kontrol glukosa diabetes tipe 2. Pencarian database yang digunakan termasuk ProQuest, SciVerse ScienceDirect, Scopus, Pubmed, Perpustakaan Cohcrane, EBSCOhost, ClinicalKey, Sage Publications. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah diabetes tipe 2, promosi kesehatan, telemedicine, aplikasi smartphone, berbasis web, obesitas, latihan diabetes, berjalan, kontrol glukosa dengan mendapatkan 29 artikel dan yang digunakan hanya 14 artikel yang sesuai melalui analisis tujuan, kesesuaian topik, metode penelitian yang digunakan, ukuran sampel, etik penelitian, hasil dari setiap artikel, serta keterbatasan yang terjadi.Terdapat hasil yang efektif dalam pelaksanaan promosi kesehatan pencegahan dan kontrol glukosa diabetes tipe 2 dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat media seperti smartphone dan website.
Perbedaan Penggunaan Facebook dan Instagram terhadap Perilaku Seks Bebas Remaja Usia 15-17 Tahun Levi Tina Sari
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i1.ART.p093-100

Abstract

Pada era globalisasi ini banyak remaja menghabiskan waktu dengan jejaring sosial. Era dimana informasi seluruh dunia terbuka untuk semua orang. Insta- gram menjadi media sosial yang paling banyak digunakan sebesar 82%, se- dangkan Facebook pada urutan kedua yaitu  sebesar 66%, dan di urutan terakhir ada Path sebanyak 49%. Instagram dan facebook banyak diminati oleh masyarakat khusunya remaja, sehingga akan menimbulkan perilaku negatif salah satunya seks bebas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan facebook  dan instagram  terhadap  perilaku seks  bebas  remaja usia 15-17 tahun. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah obser- vasional. Populasi dalam penelitian adalah remaja pertengahan usia 15-17 tahun sebanyak 20 orang, dengan tehnik sampling yaitu tottally sampling. Sampel yang didapat sebeasar 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat  perbedaan  antara  penggunaan  facebook  dan  instagram terhadap perilaku seks bebas remaja, dengan demikian beberapa konten dalam facebook  dan  instagram  seharusnya  mempunyai  batasan  atau  lock  agar remaja yang dibawah umur 18 tahun tidak dapat mengakses konten pornografi, serta sejak dini remaja diikutsertakan dalam UKM PIK-R agar dapat mencegah free sex. In this globalization era, many teenagers spend time with social networks. The  era  where  information  throughout  the  world  is  open  to  everyone. Instagram is the most widely used social media at 82%, while Facebook is in  second  place  at  66%,  and  in  the  last  place  there  are  49%  of  Paths. Instagram  is  popular  with  many  people,  especially  teenagers,  so  it  will cause negative behavior, one of which is freesex. The purpose of this study was to analyze the differences between Facebook and Instagram on free sex behavior of adolescents aged 15-17 years. The design used in this study was observational. The population in the study were 20 middle age ado- lescents aged 15-17 years, with sampling techniques namely tottally sam- pling. The sample obtained was 20 respondents  The results of the study prove that there is an Different between the use of facebook and instagram on adolescent free sex behavior, thus some content on Facebook and pro- grams should have a limit or lock so that adolescents under the age of 18 cannot access pornographic content, and early teens are included in PIK- R Organization can prevent Freesex.
Pengaruh Terapi Komplementer “Meditasi” terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Premenstrual Syndrom pada Remaja Putri Usia 16-18 Tahun di Kelompok Remaja Desa Jatinom Blitar Levi Tina Sari; Ervi Suminar
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i2.ART.p270-275

Abstract

Menstruasi adakalanya disertai dengan ketidaknyamanan yang disebut dengan sindrom pre menstruasi seperti gejala fisik, psikologi dan emosional yang terkait dengan perubahan hormonal. Sindrom pre menstruasi dapat dicegah dengan berbagai terapi, salah satunya terapi komplementer, salah satunya adalah meditasi. Design penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen dengan pendekatan pre-post design, sampel penelitian berjumlah 20 reponden, Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini termasuk analisis univariat menggunakan frekuensi distribusi dan analisis bivariat menggunakan pasangan uji-t sampel. Hasil penelitian menunjukan terdapat kenaikan mean antara sebelum dan sesudah sebesar 5 poin, dan ρvalue=0.0001 < α 0.05 maka terdapat pengaruh terapi komplementer “meditasi” terhadap penurunan intensitas nyeri pre menstrual sindrom. Pada dasarnya pemberian terapi meditasi ini dapat memberikan kondisi yang rileks dimana pada kondisi rileks semua system tubuh akan bekerja dengan baik dan pada kondisi ini hipotalamus akan meyesuaikan dan terjadinya penurunan aktifitas sistem saraf simpatis dan menigkatkan aktifitas sistem parasimpatis. Terapi meditasi dilakukan bisa setiap hari di jam senggang dan tidak mempunyai efek samping. Menstruation is sometimes accompanied by discomfort called pre-menstrual syndrome such as physical, psychological and emotional symptoms associated with hormonal changes. Pre menstrual syndrome can be prevented by various therapies, one of which is complementary therapy, one of which is meditation. The research design used was pre-experimental with a pre-post design approach, the study sample numbered 20 respondents, data analysis used in this study included univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using paired t-test samples. The results showed there was an increase in the mean between before and after by 5 points, and ρvalue = 0.0001 <α 0.05 then there was the effect of complementary therapy "meditation" on the decrease in the intensity of pre menstrual pain syndrome. Basically, giving this meditation therapy can provide a relaxed condition where in a relaxed condition all body systems will work well and in this condition the hypothalamus will adjust and decrease the activity of the sympathetic nervous system and increase the activity of the parasympathetic system. Meditation therapy can be done every day at leisure and has no side effects.
Hubungan Kejadian Flour Albus dengan Tingkat Kecemasan terhadap Infeksi Maternal pada WUS Eko Sri Wulaningtyas; Evita Widyawati
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i2.ART.p123-128

Abstract

Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman atau ketakutan besar yang tidak pasti, yang terjadi sebagai reaksi terhadap sesuatu yang dialami oleh seseorang, seperti masalah kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang penting bagi wanita adalah fluor albus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian fluor albus dan kecemasan terhadap kejadian infeksi maternal pada wanita di Desa Campurejo, Kabupaten Kediri. Desain penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita di Kecamatan Campurejo sebanyak 227 wanita, sedangkan sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling. Pengukuran variabel dilakukan melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis adalah x2 = 10,996>9,488, menunjukkan bahwa ada hubungan antara prevalensi fluor albus dan kecemasan terhadap terjadinya infeksi maternal pada wanita di Desa Campurejo, Kabupaten Kediri. Wanita yang memasuki usia subur diharapkan menjaga kebersihan organ reproduksi.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Ansietas Mobilisasi Dini Pasien Post Operasi Livana PH; Triana Arisdiani
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 3 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i3.ART.p207-211

Abstract

Pasien post operasi akan mengalami ansietas setelah prosedur pembedahan dilakukan. Ansietas yang terjadi atas tindakan pembedahan dapat menyebabkan kesehatan pasien dan keluarga. Ansietas tersebut ditandai dengan pernyataan pasien tidak mau melakukan pergerakan secara dini karena takut menimbulkan nyeri, khawatir jahitannya akan lepas, dan khawatir lukanya tidak segera sembuh. Tujuan penelitian adalah untukuntuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan ansietas pasien post operasi dalam melakukan mobilisasi dini. Desain yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel 167 responden. Teknik sampling yang digunakan secara consecutive sampling. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil analisa menunjukkan nilai p value = 0,575 artinya tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat ansietas pasien post operasi dalam melakukan mobilisasi dini. Perawat diharapkan lebih sering memotivasi pasien untuk melakukan mobilisasi dini demi membantu mempercepat proses penyembuhan.
Family Support for The Fulfillment of Nutrition of Tuberculosis Patients Suprajitno Suprajitno; Nunung Rahayu Ningsih
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 3 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i3.ART.p178-181

Abstract

Family support covered informational support, instrumental support, emotional support, and appraisal support needed tuberculosis patients, including support of nutrition fulfillment.  The study aimed to know the correlation of information obtained and the family support to the fulfillment of nutrition of tuberculosis patients. The study used correlation design. The sample was the family of tuberculosis patient of first category who was registered to Public Health Center of Blitar city. The sample was 44 respondents selected by simple random sampling. The data collection used the close-ended questionnaire that was developed based on the theory of social support. The result showed that families who had ever received information about nutrition fulfillment was 11.4% (5 families) and had not ever received information was 88.6% (39 families); and the family support to the fulfillment of nutrition of tuberculosis patients of first category was in the category of supportive (59.1%) and non-supportive family was 40.9% (18 families). The correlation value of the Kendall Tau-b was 0.298 (p = 0.014). The family support for the fulfillment of nutrition of tuberculosis patients of first category who support was caused by the information obtained, while who did not support was caused by lack of information about the importance of nutrition fulfillment of tuberculosis patient. A weak correlation was caused by families who had received information about nutrition fulfillment for tuberculosis patients was very little, consequently the support given by the patient as a reward as a family member who was sick was also little. It is recommended that health workers at the Public Health Center give of health education regularly to the family in every drug taking.