Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)
Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) published by STIKes Patria Husada Blitar. Published three times in a year, its in April, August and December. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) only receive original manuscripts related to science development and have not been published in domestic and foreign journals. The content of the manuscripts can be in the form of research results to support the progress of science, education and nursing practice and professional midwifery.
Articles
604 Documents
Pengaruh Kompres Hangat terhadap Penurunan Nyeri pada Penderita Penyakit Artritis Gout
Chilyatiz Zahroh;
Kartika Faiza
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 3 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26699/jnk.v5i3.ART.p182-187
Asam urat merupakan kondisi hasil metabolisme akhir purin yang dapat menyebabkan gejala nyeri tidak tertahankan, pembengkakkan dan rasa panas di persendian. Hal tersebut membuat lansia mengalami penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari sehingga pemberian kompres hangat diperlukan terhadap lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri asam urat. Desain penelitian ini menggunakan Pra-Experimen dengan pendekatan One-group pra-post test design. Populasinya adalah seluruh lansia penderita penyakit asam urat di Paguyuban Budi Luhur Surabaya sebesar 30 lansia, besar sampel 30 lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Variabel  independen kompres hangat dan variabel dependen nyeri. Instrumen menggunakan Pre-Post pemberian kompres hangat. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden, sebagian besar (70%) setelah dilakukan kompres hangat skala nyeri sedang dan hampir setengahnya (30%) nyeri ringan. Hasil uji wilcoxon sign rank test dengan  nilai  kemaknaan α = 0,05. Didapatkan nilai Ï = 0,000 yang berarti Ï < α maka H0 ditolak artinya ada pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri pada penderita penyakit asam urat di Paguyuban Lansia Budi Luhur Surabaya. Simpulan penelitian ini adalah pemberian kompres hangat dapat mempengaruhi penurunan nyeri pada seseorang yang menderita penyakit asam urat, sehingga diharapkan Paguyuban Lansia dapat menerapkan serta meningkatkan pemberian kompres hangat terhadap lansia penderita penyakit asam urat.
Pemerahan dan Penundaan Penjepitan Tali Pusat terhadap Kadar Hemoglobin Bayi Baru Lahir
Ahmaniyah Ahmaniyah;
Kamilah Hidajati;
Ari Suwondo
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 3 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26699/jnk.v5i3.ART.p195-200
The incidence of iron deficiency anemia in term infants from 0-6 months is 40.8%. Efforts to reduce anemia in infants and toddlers is by ensuring the baby gets blood from the placenta through the umbilical cord. Labor occurs when oxygen shifts from the heart to the lungs 8-10% of the fetal period to 50% in neonates. Immediate cord clamping vascular resistance from the disconnected placenta which results in the increased of resistance of the baby's vascular system and eliminates about 1/4 of the volume of blood and iron in the neonate. The time of cutting the umbilical cord is a determining factor for placental transfusion to the baby. Delay cord clamping and umbilical cord milking are expected to provide iron reserves in infant. The aim of this study was to determine the differences in umbilical cord milking and delayed cord clamping. The design used experimental study with posttest-Only Control Group. The sampling technique used simple random sampling differs into treatment group and control group. The treatment group was umbilical cord milking and the control group was delayed cord clamping. The highest average of Hb levels in the umbilical cord milking group was 17.3mmHg and the delayed cord clamping group was 15.75 mmHg. Difference test on umbilical cord milking group and delayed cord clamping group used independent T-test obtained P <0.05 (p = 0,001). It is recommended that midwives used umbilical cord milking as an alternative action in providing midwifery care to newborns when clamping and cutting the umbilical cord. It was proven that there were differences in the haemoglobin levels of newborns between the umbilical cord milking group and delayed cord clamping group.
Efek Kartu Kendali Edukasi Inisiasi Menyusu Dini pada Ibu Hamil Trimester III
Muldaniyah Muldaniyah;
Mardiana Ahmad;
Veni Hadju
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p147-155
Pencapaian Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Indonesia masih sangat rendah, hal ini disebabkan rendahnya pengetahuan ibu dalam pelaksanaan IMD. Terkait dengan hal ini maka dibutuhkan instrumen yang tepat untuk menambah pengetahuan ibu hamil secara komperehensif.Tujuan : Penelitian ini bertujuan mendesain dan memvalidasi kartu kendali edukasi IMD pada ibu hamil trimester III yang dapat digunakan oleh bidan dalam meningkatkan pengetahuan IMD pada ibu kartu tersebut di desain dan diuji coba terlebih dahulu oleh beberapa tim ahli untuk divalidasi kepada beberapa orang sampel sebelum akhirnya digunakan kepada sampel pasien.Metode Penelitian : jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain one gruppretest – posttes with kontrol. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar, tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. jumlah sampel sebanyak 60 orang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok. Yang akan di berikan perlakuan satu kelompok menggunakan kartu kendali satu kelompok tanpa menggunakan kartu kendali Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden sebelum dan sesudah edukasi. Analisis menggunakan uji Chisquare, Mannwhitney dan Friedman. kartu kendali edukasi divalidasi oleh 3 tim ahli yaitu ahli komunikasi, konselor laktasi dan kebidanan.Hasil Penelitian : terdapat pengaruh kartu kendali edukasi dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang IMD dengan nilai P = 0,000 yaitu pengetahuan kurang sebelum edukasi 40,5, setelah pemberian edukasi pertama menggunakan kartu pengetahuan ibu meningkat menjadi 50,17, pada edukasi edukasi ke dua menjadi 60,17 dan pada edukasi terakhir menjadi 73,17 Hal ini membuktikan bahwa kartu kendali edukasi dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil akan praktik IMDKesimpulan : kartu kendali edukasi IMD pada ibu hamil terbentuk dan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang IMD secara signifikan.Saran : penggunaan kartu kendali edukasi dalam meningkatkan pengetahuan praktik IMD perlu dimulai sejak trimester II kehamilan.
Pengaruh Stigma Masyarakat terhadap perilaku Pasien Kusta dalam mencari Pengobatan: Sebuah Tinjauan Sistematis
Nursanti Anwar;
Syahrul Syahrul
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p172-180
Indonesia menduduki urutan ketiga setelah India dan Brazil dengan jumlah penderita kusta sebanyak 20.023 kasus. Prevalensi ini akan terus meningkat karena adanya stigma yang berkembang dimasyarakat yang membuat penderita kusta malu untuk mencari pengobatan. Sistematik review ini menggunakan sintesis artikel terkait dari empat database, yaitu : Pubmed, Google Scholar, Proquest, dan Garuda, serta secondary search. Sebanyak 8 studi terkait stigma masyarakat terhadap pasien kusta yang telah diuji kualitasnya dengan berpedoman pada PRISMA dan dilakukan skrining oleh 2 orang dengan menggunakan standar CASP (Critical Appraisal Skill Program). Lima studi yang diulas menjelaskan bahwa masyarakat memiliki stigma terhadap pasien kusta dimana pasien kusta tidak boleh bergaul atau kontak langsung dengan lingkungan sekitar sehingga mereka harus dikucilkan, dua studi menjelaskan bahwa pasien kusta memiliki perasaan malu, sedih, bingung, takut dan tidak berdaya menghadapi masyarakat. Studi yang disertakan memberikan hasil yang sangat signifikan terhadap pola pengobatan pasien kusta terkait stigma masyarakat dimana terjadi penurunan minat pasien kusta untuk berobat dan mencari kesembuhan. Perlu diberikan intervensi pendidikan kesehatan dan informasi tentang penyakit kusta baik kepada pasien maupun masyarakat, namun keterlibatan semua pihak/lintas sektor perlu dipertimbangkan.
Tipe Kepribadian Anak dan Kecenderungan Kejadian Verbal Abuse pada Anak di Desa Pomahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo
Rika Maya Sari;
Bashory Bashory
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 3 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26699/jnk.v6i3.ART.p333-338
Banyak orang tua yang merasa anaknya sangat sulit untuk ditangani dan secara tidak sadar melakukan tindakan-tindakan keras kepada anaknya dalam bentuk physical abuse, sexual abuse, emotional abuse, dan neglect. Diantara bentuk-bentuk kekerasan tersebut, yang paling sering dialami oleh anak-anak di desa Pomahan Kecamatan Pulung adalah emotional abuse yaitu verbal abuse (kekerasan verbal). Di Indonesia tiap satu sampai dua menit satu anak mengalami kekerasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterkaitan tipe kepribadian anak dengan kecenderungan kejadian verbal abuse pada anak di Desa Pomahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan korelasional. Penelitian dilakukan di desa Pomahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo terhadap 40 orangtua anak usia prasekolah dengan teknik simple random sampling menggunakan instrumen kuisioner pada variabel tipe kepribadian anak dan variabel kejadian verbal abuse. Hasil pengumpulan data dianalisis dengan uji statistik chi square menggunakan program bantuan komputer SPSS 16.0 for windows menunjukkan p value = 0,010 lebih kecil dari α 0,05 yang berarti bahwa ada hubungan antara tipe kepribadian anak dengan kejadian verbal abuse pada anak di Desa Pomahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo dengan koefisien kontingensi 0,472 yang berarti tingkat keeratan hubungan sedang. Saran peneliti perlu adanya peningkatan pemahaman orangtua dalam melakukan komunikasi yang efektif pada anak sesuai tipe kepribadian anak sehingga dapat meminimalisir kejadian verbal abuse. Many parents find their children very difficult to handle and unconsciously take violent actions to their children in the form of physical abuse, sexual abuse, emotional abuse, and neglect. Among the forms of violence, the most commonly experienced by children in the village Pomahan Pulung District is emotional abuse that is verbal abuse (verbal violence). In Indonesia every one to two minutes one child experiences violence. The research design uses correlational approach. The research was conducted in Pomahan Village, Pulung District, Ponorogo County, to 40 parent of preschool children with simple random sampling technique using questionnaire instrument on variable personality type of child and variable of verbal abuse event. The result of data collection was analyzed by chi square statistic test using computer program of SPSS 16.0 for windows showed p value = 0,010 less than α 0,05 meaning that there is correlation between personality type of child with verbal abuse incidence in child in Pomahan Village Pulung Distric Ponorogo County with a contingency coefficient of 0.472 which means the level of closeness of the relationship is. The researcher's suggestions need to increase the understanding of parents in effective communication in children according to child's personality type so that it can minimize the occurrence of verbal abuse.
Pengaruh Latihan Pursed Lips Breathing terhadap Perubahan RR Pasien Pneumonia di RSUD Lawang
Rizky Amalia Ulul Azizah;
Tri Nataliswati;
Ririn Anantasari
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 3 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26699/jnk.v5i3.ART.p188-194
Pneumonia adalah penyakit yang bisa terjadi pada segala usia. Salah satu gejala pneumonia adalah meningkatnya RR yang disebabkan oleh inflamasi alveoli penuh cairan yang membuat tubuh sulit mendapatkan oksigen. Tindakan oleh perawat untuk merawat pasien dengn peningkatan RR pneumonia adalah terapi farmakologi menurut instruki dokter, dan tanpa tindakan non-farmakologi untuk mengatasi dengan menaikkan RR seperti melakukan latihan Pursed Lips Breathing. Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk mengetahui efek latihan Pursed Lips Breathing pada perubahan RR pada pasien pneumonia di ruang flamboyan RSUD Lawang. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental. Dengn tipe metode Nonequivalent Control Group. Jumlah sampel didapat dari 30 responden, mengambil sampel menggunakan metode non probbility sampling dengan accidental sampling. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jam analog di grup intervensi dan grup kontrol. Analisis data dalam pembelajaran ini menggunakan T-Test Pasangan dan T-Test Individu dengan software SPSS untuk Windows 23.0 dengan level signifikan ï¡ = 0,05. Hasil menunjukkan bahwa ada efek dari latihan Pursed Lips Breathing dalam perubahan RR di pasien dengan pneumonia (nilai Ï 0.02 <0.05). Rekomendasi dari pembelajaran ini menunjukkan bahwa pursed lips breathing adalah saah satu intervensi perawatan dalam perubahan RR di pasien pneumonia.s
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Bekerja terhadap Perkembangan Kepribadian Anak Usia PRA Sekolah
Suryanda Suryanda
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26699/jnk.v6i1.ART.p035-043
Semakin berkurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya karena keduanya sama-sama bekerja, mengakibatkan terbatasnya interaksi orang tua dengan anak. Perkembangan keperibadian anak menjadi menjadi terganggu, menjadi pribadi tidak mandiri dan asosial. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pola asuh orang tua bekerja terhadap perkembangan kepribadian pada Anak Usia Pra sekolah (umur 3 – 5 tahun). Merupakan penelitian deskriptif analitik melibatkan 60 responden ibu yang mempunyai anak pra sekolah (umur 3-5 tahun) di Kota Prabumulih. Instrumen penelitian berupa kuesioner, cek list dan lembar persetujuan kesediaan menjadi responden penelitian. Berdasarkan hasil uji statistik dengan fisher exact diperoleh nilai p sebesar 0.00 (< 0.05), sehingga disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan perilaku anak pra sekolah. Pada Anak Usia Pra sekolah harus mulai ditanamkan sikap dan norma kehidupan yang menunjang pembentukan kepribadiannya pada masa mendatang. Kedua orang tua yang bekerja diluar rumah menyebabkan pola pengasuhan juga terbatas bahkan terputus, untuk itu orang tua yang sibuk bekerja harus menyediakan waktu bercengkrama untuk menstimulasi anak berkembang secara optimal. Orang tua harus berupaya membentuk pola asuh demokratif dan tidak memberikan kasih sayang berlebihan sehingga anak tidak manja dan kurang matang secara sosial.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Kekambuhan Luka Diabetik
Titik Juwariah;
Agus Priyanto
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 3 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26699/jnk.v5i3.ART.p233-240
Luka pada pasien diabetes mellitus yang sudah membusuk dan bisa melebar, ditandai dengan jaringan yang mati berwarna kehitaman dan berbau busuk, dan bila tidak tertangani dapat menyebabkan kematian jaringan dan bisa mengakibatkan kematian.Dalam keadan lanjut, amputasi menjadi terapi akhir untuk mencegah pelebaran luka. Penanganan luka pasca operasi dan pengetahuan tentang pencegahan terjadinya luka menjadi hal penting untuk mencegah kekambuhan ulang. Tanpa pengetahuan yang baik tentang perawatan , luka diabetik akan muncul berulang dan mengakibatkan hilangnya bagian tubuh karena kematian jaringan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan kekambuhan luka diabetik di Di Ruang Penyakit Dalam RSUD Gambiran Kediri.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Populasinya pasien Diabed di ruang penyakit Dalam RSUD Gambiran . Sampel diambil dengan teknik consecutive samping sejumlah 29 responden.Variabel independennya adalah tingkat pengetahuan pasien tentang pencegahan luka diabetik dan variable dependennya adalah perilaku pencegahan kekambuhan luka diabetik. Data diambil dengan questioner dan dianalisis dengan Uji Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pasien tentang pencegahan luka diabetik adalah baik sebanyak 24 responden (82,75 %). Perilaku pencegahan luka diabetik sebagian besar adalah cukup 15 orng (51,726 %). Uji Spearman Rank menunjukkan Ada hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan luka diabetik di Di Ruang RSUD Gambiran Kota Kediri (spearman rank dengan p = 0,003 < 0,05, artinya H0 ditolak dan H1diterima). Coefficient correlation = 0,404, menunjukkan adanya hubungan ke arah positif artinya semakin baik tingkat pengetahuan maka perilaku pencegahan luka diabetik juga semakin baik. Sebagai tindak lanjut dalam meningkatkan perilaku pencegahan kekambuhan luka dibetik pada pasien yang pernah menderita luka diabetik maupun yang belum pernah, perlu upaya untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan kelarga tentang cara perawatan pasien Diabet terutama dalam menjaga kestabilan gula darah dalam batas normal,melalui pola diet dan cara pemeliharaan integritas kulit agar tidak terjadi luka dibetik.
Video Hand Hygiene Kids meningkatkan perilaku Cuci Tangan Santri Cilik TPQ Masjid Awalulmu’minin Gamping Sleman Yogyakarta
Deby Zulkarnain Rahadian Syah;
Rahayu Iskandar
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26699/jnk.v6i1.ART.p101-106
Derajat kesehatan anak saat ini belum dapat dikatakan baik, karena masih ada permasalahan kesehatan khususnya pada anak usia sekolah. Hasil identifikasi didapatkan 35% santri yang pernah mendapatkan sosialisasi cuci tangan di sekolahnya. Tiga santri mengatakan sebelum makan jarang melakukan cuci tangan, dan sehabis buang air besar juga tidak menggunakan sabun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media edukasi cuci tangan dengan video yang menyenangkan dan mudah terhadap kebiasaan perilaku cuci tangan Santri. Penelitian ini merupakan penelitian yang mengujicobakan intervensi pada subjek tanpa kelompok pembanding dengan desain pre and post without control. Populasi dalam penelitian ini adalah santri TPQ Awalulmu’minin Sembung. Sampel diambil dengan teknik total sampling dengan jumlah 28 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2018. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dan ceklist observasi perilaku cuci tangan. Didapatkan nilai rata-rata sebelum perlakuan adalah 7,57 dan setelah perlakuan meningkat menjadi 15,36. Seluruh responden mengalami peningkatan perilaku rata-rata sebesar 14,5 dan tidak ada satupun yang perilakuknya menurun setelah dilakukan intervensi. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p value 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut sama dengan penelitian yang dilakukan Rachmawati yaitu ada pengaruh penyuluhan cuci tangan dengan media video terhadap penerapan cuci tangan siswa SD Nogotirto. Hal ini membuktikan media edukasi video cuci tangan efektif meningkatkan perilaku cuci tangan mengunakan sabun dengan benar. Kesimpulannya ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan dengan metode pemutaran video terhadap peningkatan perilaku cuci tangan. Saran bagi pengurus TPQ untuk mempertahankan perilaku cuci tangan Santri dengan memutar video cuci tangan.  The current level of health of children cannot be said to be good, because there are still health problems especially in school-age children. The results of the identification found 35% of students who had received hand washing information at their school. Three santri said that they rarely washed their hands, and after defecating they did not use soap. The purpose of this study was to determine the effect of hand washing education media with a fun and easy video on the behavior of Santri hand washing behavior. This study is a study that tested interventions on subjects without comparison groups with pre and post design without control. The population in this study were the students of TPQ Awalulmu’minin Sembung. Samples were taken by total sampling technique with 28 respondents. Data retrieval was carried out in July-August 2018. The instrument in this study was a questionnaire and a checklist of observations of hand washing behavior. Obtained the average value before treatment was 7.57 and after treatment increased to 15.36. All respondents experienced an increase in behavior by an average of 14.5 and none of their behavior decreased after intervention. The statistical test using the Wilcoxon test obtained a p value of 0,000 less than 0,05. The results are the same as the research conducted by Rachmawati, namely the influence of hand washing with video media on the application of hand washing from Nogotirto elementary school students. This proves that the hand washing video education media effectively improves the behavior of hand washing using soap properly. In conclusion, there is the influence of providing health education with the method of video screening on improving handwashing behavior. Suggestions for TPQ administrators to maintain Santri hand washing behavior by playing hand washing videos.
Senam Tai Chi dalam Menurunkan Kecemasan Lansia
Khamida Khamida;
Abdul Muhith;
Rohmadi Yuda Diharja;
Ririn Probowati
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 3 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26699/jnk.v5i3.ART.p218-223
Menua merupakan hal yang dapat menimbulkan masalah kesehatan baik kesehatan umum maupun kesehatan jiwa bagi lansia.Kesehatan jiwa yang dialami pada lansia yaitu salah satunya adalah kecemasan. Apabila terus menerus dibiarkan, akan berdampak yaitu ingatan atau mimpi buruk yang dialami lansia akan terulang kembali dan kualitas tidur lansia menjadi berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Senam Tai Chi Terhadap Kecemasan Lansia.Desain penelitian menggunakan One Group Pre- Post Test Design, sampel adalah lansia di Posyandu Perintis Ngagel Rejo Surabaya sebesar 32 Orang yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Variabel Independen adalah Senam Tai Chi, variabel dependen adalah Kecemasan.Instrumen Kecemasan diukur menggunakan kuesioner HRS-A. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dengan kemaknaan?= 0,05.Hasil penelitian sebelum diberikan Senam Tai Chi sebagian besar (59,4 %) responden mempunyai kecemasan ringan. Setelah diberikan Senam Tai Chi sebagian besar (59,4 %) responden tidak cemas (normal). Analisa uji Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan p=0,000< ? =0,05, artinya ada pengaruh Senam Tai Chi terhadap penurunan kecemasan.Simpulan dari penelitian ini bahwa senam Tai Chi dapat menurunkan kecemasan pada lansia.Diharapkan perawat dapat memberikan senam Tai Chi sebagai intervensi keperawatan mandiri perawat dalam penatalaksanaan penurunan kecemasan.