cover
Contact Name
Bayu Sandika
Contact Email
bayusandika@gmail.com
Phone
+6285762131464
Journal Mail Official
jurnalmass@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Jl. Mataram No. 1 Mangli, Gedung T lt 6 , Jember 68136, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
ISSN : 2721172X     EISSN : 27211746     DOI : https://doi.org/10.35719/mass.v4i1
Core Subject : Education,
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education (E-ISSN: 2721-1746 dan P-ISSN: 2721-172X) terbit perdana pada bulan Desember 2019. Jurnal ini dikelola oleh Tadris Matematika, Tadris IPA, dan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Jember. Jurnal ini memfasilitasi artikel tentang pengembangan perangkat pembelajaran (sumber belajar/ bahan ajar/ media pembelajaran/ instrumen evaluasi), penerapan model pembelajaran, ataupun kajian pendidikan  yang berada dalam lingkup kajian Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan IPA/SAINS. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu: bulan Juni dan Desember. 
Articles 78 Documents
Penerapan Algoritma Fuzzy Time Series Average-Based untuk Memprediksi Penjualan Kelapa Retno Tri Vulandari; Sri Siswanti; Dwi Tri Laksono
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 1 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v1i2.31

Abstract

UD Bambang Kelapa adalah salah satu bisnis di Solo yang bergerak dalam penyediaan kelapa parutuntuk rumah makan dan beberapa industri kuliner yang ada di wilayah Solo. Pada operasinya UD Bambangmembawa kelapa dari luar setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan semua pelanggannya. UD Bambangsering mengalami kesulitan dalam menentukan jumlah kelapa yang dibutuhkan setiap bulan, oleh karenaitu UDBambang membutuhkan sistem yang dapat digunakan untuk memprediksi permintaan kelapa dalambeberapa bulan terakhir. Berbasis fuzzy time series average adalah metode prediksi yang menggunakanprinsip fuzzy dan memiliki akurasi yang cukup baik untuk peramalan jangka pendek, sehingga metode inisesuai untuk meramalkan kebutuhan penjualan kelapa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalahdata kebutuhan penjualan kelapa dalam setahun terakhir, 2015 - 2016 dalam hal ini diperoleh dari UDBambang Kelapa. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah akurasi algotima berbasis fuzzy timeseries rata-rata untuk prediksi kebutuhan penjualan kelapa dengan pengujian data pada tahun 2016 sebanyak12 data yang diuji dengan mean absolute error (MAPE) adalah 7,82% dan termasuk dalam kategori baikkriteria. Sedangkan hasil pengujian fungsional menggunakan metode Black Box Testing, diperoleh bahwasemua komponen sistem telah diuji dan sesuai dengan yang diharapkan
Analisis Penalaran Adaptif Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Adversity Quotient (AQ) Fatati Saniyyah; Illah Winiati
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 1 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v1i2.32

Abstract

Penalaran adaptif merupakan salah satu keterampilan matematika yang perlu dikuasai siswa dalam pembelajaran di sekolah. Jika siswa memiliki penalaran adaptif yang baik, maka siswa lebih mudah dalam memecahkan masalah matematika. Dalam memecahkan masalah matematika, setiap siswa mempunyai respon yang berbeda-beda. Respon tersebut dinamakan Adversity Quotient (AQ). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran adaptif siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan AQ. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak enam siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi pemberian angket ARP (Adversity Response Profile) untuk mengelompokkan siswa berdasarkan tipe AQ, tes penalaran adaptif (TPA) untuk mengetahui penalaran adaptif siswa dalam memecahkan masalah matematika dan wawancara untuk memperoleh informasi yang lebih jelas terkait penalaran adaptif siswa. Adapun proses analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memecahkan masalah matematika, siswa dengan AQ quitter hanya mampu memenuhi satu indikator penalaran adaptif yaitu menyusun dugaan. Siswa dengan AQ camper mampu memenuhi empat indikator penalaran adaptif yaitu menyusun dugaan, merencanakan dan menyelesaikan masalah matematika, menilai kebenaran jawaban dari suatu permasalahan serta memberikan jawaban dengan penarikan kesimpulan. Sedangkan siswa dengan AQ climber mampu memenuhi semua indikator penalaran adaptif, yaitu menyusun dugaan, merencanakan dan menyelesaikan masalah matematika, memberikan penjelasan terkait prosedur yang digunakan, menilai kebenaran jawaban dari suatu permasalahan serta memberikan jawaban dengan penarikan kesimpulan. Mathematical problems that they must solve. This is because mathematical representation is a form of expression of ideas displayed by students in various forms in certain situations in an effort to find solutions to the problems faced. The lack of students' understanding of the questions given is most likely due to students who are not able to use mathematical representation correctly. This research is a descriptive study with a qualitative approach that aims to describe the mathematical representation of junior high school students, especially students with high ability in solving math problems. The subject of this research is one of the eighth grade students of SMP 10 November Sidoarjo selected based on a mathematical ability test. The results of the data description show that in solving problems, students with high mathematical abilities tend to use visual representations, make mathematical equations or mathematical expressions, and answer problems by using written words or text with the results of solving problems mostly correct.
Analisis Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Kognitif Visualizer dan Verbalizer Habibi Habibi; Illah Winiati; Yeva Kurniawati
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 1 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v1i2.34

Abstract

Abstrak Berpikir kritis matematis merupakan salah satu tujuan yang disebutkan dalam praktik kurikulum pembelajaran matematika di dalam kelas. Untuk mengetahui cara siswa berpikir kritis tentunya dihadapkan dengan soal penyelesaian masalah. Dalam menyelesaikan masalah setiap siswa memiliki strategi berbeda dan tidak lepas dari cara siswa menerima dan mengolah informasi yang didapatkan. Perbedaan strategi dalam hal ini dipengaruhi oleh gaya kognitif, yang berkaitan dengan perbedaan dalam penerimaan informasi secara visual maupun verbal biasa dikenal dengan nama gaya kognitif visualizer dan verbalizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berpikir kritis matematis siswa SMP ditinjau dari gaya kognitif visualizer-verbalizer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang medeskripsikan siswa visualizer dan verbalizer dalam berpikir kritis matematis. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MTs. Mamba’ul Ulum Bedanten dan subjek dari penelitian ini adalah 4 siswa dari siswa kelas IX. Hasil dari penelitian ini adalah dari seluruh tahap berpikir kritis matematis, dapat dicapai oleh subjek visualizer, tetapi tidak mampu dicapai pada tahap evaluasi. Subjek verbalizer juga mampu mencapai seluruh indikator berpikir kritis matematis, tetapi tidak mampu pada tahap inferensi yaitu tidak mampu menemukan alternatif (cara) lain dari soal evaluasi. Abstract The critical thinking mathematically is one of the objectives mentioned in the practice of learning Mathematics curriculum in the classroom. To know the way students think critically, surely faced with problem solving test. In solving the problem each student has a different strategy and not separated from the way students receive and process the information obtained. The difference of strategy in this case is influenced by cognitive style, which relates to differences in visual or verbal information acceptance is commonly known as visualizer and verbalizer cognitive style. The purpose of this study is to describe the critical thinking of junior high school students, reviewed from the visualizer-verbalizer cognitive style. This research uses descriptive research method with a qualitative approach that describe students visualizer and verbalizer in critical thinking mathematically. This study was conducted at the MTs Mamba'ul Ulum Bedanten School and the subject of this diffuser were 4 students from nine grade students. The result of this research is from all stages of critical thinking mathematically, the subject visualizer is able to be achieved, but it’s not able to be achieved at the evaluation stage. Subject verbalizer is also able to reach all indicators of critical thinking mathematically, but it’s not able to the inference, is not able to find another alternative (way) of evaluation test.
Representasi Matematis Siswa SMP Berkemampuan Tinggi dalam Menyelesaikan Soal Matematika Fitri Ningrum Setiawati; Soffil Widadah; Eka Nurmala Sari Agustina
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 1 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v1i2.35

Abstract

Abstrak Representasi matematis digunakan siswa ketika menghadapi soal matematika yang harus mereka selesaikan. Hal ini karena representasi matematis merupakan bentuk ungkapan ide yang ditampilkan siswa dalam bentuk yang beragam dalam situasi tertentu sebagai upaya menemukan solusi dari soal yang dihadapi. Rendahnya pemahaman siswa terhadap soal yang diberikan kemungkinan besar disebabkan oleh siswa yang tidak mampu menggunakan reprentasi matematis dengan benar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis siswa SMP, khususnya siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan soal matematika. Subjek penelitian ini merupakan salah satu siswa kelas VIII SMP 10 Nopember Sidoarjo yang dipilih berdasarkan tes kemampuan matematis. Hasil deskripsi data menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan soal, siswa berkemampuan matematika tinggi cenderung menggunakan representasi visual untuk menyelesaikan masalah, membuat persamaan matematis atau ekspresi matematis, serta menjawab permasalahan dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis dengan hasil penyelesaian soal sebagian besar benar. Abstract Mathematical problems that they must solve. This is because mathematical representation is a form of expression of ideas displayed by students in various forms in certain situations in an effort to find solutions to the problems faced. The lack of students' understanding of the questions given is most likely due to students who are not able to use mathematical representation correctly. This research is a descriptive study with a qualitative approach that aims to describe the mathematical representation of junior high school students, especially students with high ability in solving math problems. The subject of this research is one of the eighth grade students of SMP 10 November Sidoarjo selected based on a mathematical ability test. The results of the data description show that in solving problems, students with high mathematical abilities tend to use visual representations, make mathematical equations or mathematical expressions, and answer problems by using written words or text with the results of solving problems mostly correct.
Penerapan Joyfull Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Matakuliah Fisiologi Tumbuhan Heni Setyawati
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v1i3.39

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan joyful learning terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fisiologi tumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian menggunaan tes, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan membandingkan nilai UTS fisiologi tumbuhan mahasiswa angkatan 2017 dengan nilai UTS fisiologi tumbuhan mahasiswa angkatan 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan joyful learning dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa sebesar 32,67. Selain itu pembelajaran fisiologi tumbuhan dengan joyful learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran fisiologi tumbuhan yaitu meningkatkan kenyamanan mahasiswa selama pembelajaran, meningkatkan aktivitas mahasiswa dan meningkatkan minat mengikuti pembelajaran fisiologi tumbuhan. Abstract This research was aimed to describe the implementation of joyful learning towards student learning outcomes in plant physiology course. This research included in a quantitative descriptive. Data was collected through test, observations, and documentation. Findings of the research were analized by comparing the mid-term test of plant physiology between students in 2017 class and 2016 class. The results indicated that joyful learning was able to increase the student learning outcomes. In addition, it can improve the quality of learning by increasing comfort situation, interactive activities, and interest in participating of students.
Peranan Media Pembelajaran Berbasis Android Ditinjau dari Kepribadian Peserta Didik Yuli Ismi Nahdiyati Ilmi; Gusti Firda Khairunnisa
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v1i3.41

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa sumber pustaka yaitu mengenai peran media pembelajaran berbasis android pada peserta didik apabila ditinjau dari kepribadiannya. Hasil dari penelitian ini akan dijadikan sebagai bahan pustaka utama dalam pelaksanaan penelitian berikutnya yaitu mengenai peran media pembelajaran berbasis android pada peserta didik ditinjau dari kepribadian. Penelitian ini khusus membicarakan tipe kepribadian menurut Carl Gustav Jung yang membedakan dua tipe kepribadian yaitu, tipe kepribadian introvesi (introvert) dan ekstraversi (extrovert). Jenis penelitian ini yaitu studi literatur, adapun langkah-langkah dalam penelitian ini, yaitu (1) mengumpulkan sumber pustaka sesuai dengan penelitian ini dengan melakukan review pada istilah penting yang digunakan dalam penelitian, (2) mengumpulkan sumber pustaka pada hasil penelitian yang relevan, hal ini bertujuan agar memperkaya proses analisis, sehingga hasil analisis dapat menyimpulkan hasil yang objektif, (3) langkah berikutnya, yaitu melakukan analisis secara mendalam terhadap semua sumber pustaka yang telah dikumpulkan dengan dilanjutkan menyusun pembahasan, kemudian, setelah melakukan pembahasan, (4) mengambil kesimpulan dari hasil analisis, (5) berikutnya, yaitu memberikan pengajuan saran berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh. Hasil penelitian studi literatur ini menunjukkan bahwa peranan media pembelajaran berbasis android ditinjau melalui kepribadian siswa memiliki peranan dalam pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan, serta tepat sasaran sesuai dengan karakteristik kepribadian peserta didik. Abstract The purpose of this study is the role of android-based learning media on students when viewed from their personality. Here researchers specifically discuss personality types according to Carl Gustav Jung who distinguishes two personality types namely, introverted and extroverted personality types. This type of research is the study of literature, as for the steps in this study, namely (1) collecting literature in accordance with this research by conducting a review of important terms used in research, (2) collecting literature on relevant research results, this aims in order to enrich the analysis process, so that the analysis results can conclude objective results, (3) the next step, which is to conduct an in-depth analysis of all the literature that has been collected by continuing to compile the discussion, then, after conducting the discussion, (4) drawing conclusions from the results of the analysis , (5) next, which is giving suggestions based on the findings obtained. The conclusion of this research is the role of android-based learning media reviewed through the personality of students has a role in learning more effective and fun, and right on target in accordance with the personality characteristics of students. Keywords : android, learning achievement, learning media, personality
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together terhadap Pemahaman Konsep Sistem Reproduksi pada Manusia Kelas IX SMP Laily Yunita Susanti; Mufti Anisa
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v1i3.42

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang pahamnya siswa dalam memahami konsep materi dalam pembelajaran IPA SMP, khususnya materi sistem reproduksi pada manusia. Hal tersebut dikarenakan model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran di kelas kurang bervariasi dan karena peserta didik kurang serius dalam mengikuti pelajaran di dalam kelas dan diduga peserta didik merasa bosan dengan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Kurangnya pemahaman konsep pada materi reproduksi pada manusia kemungkinan disebabkan karena peserta didik kurang serius dalam mengikuti pelajaran di dalam kelas dan diduga peserta didik merasa bosan dengan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap pemahaman konsep pada materi Sistem Reproduksi pada Manusia kelas IX SMPN 1 Rambipuji Tahun Ajaran 2019/2020. penelitian ini menerapkan jenis penelitian Quasi Experimental Design. penentuan sampel dengan teknik pourposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes dan dokumentasi.analisis dan uji hipoteisis menngunakan rumus independent sample T-Test di SPSS 22.00. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian di SMP Negeri 1 Rambipuji menunjukkan bahwa: ada pengaruh pemahaman konsep antara peserta didik menggunakan model pembelajaran NHT dan Saintifik 5M dengan hasil uji independent sample T-test pada posttest diperoleh signifikansi 0,030 kurang dari taraf signifikansi (α)= 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Abstract This research was motivated by students' lack of understanding in understanding the concept of material in junior high school science learning, especially material on the reproductive system in humans. This is because the learning model used in classroom learning is less varied and because students are not serious about taking lessons in the classroom and it is suspected that students feel bored with the learning carried out by educators. Lack of understanding of the concept of reproductive material in humans is probably due to students being less serious in taking lessons in class and it is suspected that students feel bored with the learning carried out by educators. This study aims to determine the effect of implementing the NHT type of cooperative learning model on understanding concepts in the material of the Reproductive System in Humans class IX SMPN 1 Rambipuji for the 2019/2020 academic year. This research applies Quasi Experimental Design research. determination of the sample using pourposive sampling technique. The data collection techniques used interviews, observation, tests and documentation. The analysis and pituitary test used the independent sample T-Test formula at SPSS 22.00. Based on the results obtained from research at SMP Negeri 1 Rambipuji shows that: there is an effect of conceptual understanding between students using the NHT and Scientific 5M learning model with the results of the independent sample T-test on the posttest, it is obtained a significance of 0.030 less than the significance level (α) = 0.05, then Ha is accepted and H0 is rejected.
Etnomatematika dalam Perspektif Budaya Madura Darwis Abroriy
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v1i3.44

Abstract

Abstrak Etnomatematika merupakan salah satu wujud pengintegrasian karakter dan literasi dalam pembelajaran matematika. Melaui pendekatan etnomatematika, pembelajaran matematika di sekolah menggunakan media berupa budaya yang ada disekitar lingkungan siswa. Praktik budaya dalam masyarakat memungkinkan tertanamnya konsep, ide dan aktifitas matematika seperti menghitung/ membilang, mengukur, mengelompokkan, merancang bangun, dan lain sebagainya. Penelitian ini merupakan penilitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi, yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi dan analisis mendalam tentang konsep-konsep matematika dalam budaya Madura melalui penelitian lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dipahami bahwa dalam budaya Madura terdapat berbagai hal yang mengandung ide/ konsep matematika. Selain itu dalam budaya yang ada di Madura juga menunjukkan adanya hubungan etnomatematika dengan konsep-konsep matematika. Abstract Ethnomatematics is one form of integrating character and literacy in mathematics learning. Through ethnomatematics approach, mathematics learning in schools uses media in the form of culture that is around the student environment. Cultural practices in society enable the embedded concepts, ideas and mathematical activities such as counting / counting, measuring, grouping, building design, and so forth. This research is a qualitative study using an ethnographic approach, which aims to obtain in-depth descriptions and analysis of mathematical concepts in Madurese culture through field research. Based on the research results, it can be understood that in Madurese culture there are various things that contain mathematical ideas / concepts. In addition, the existing culture in Madura also shows the relationship between ethno-mathematics and mathematical concepts.
Penerapan Mind Mapping Berbantuan Google Classroom untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Fika Rahmawati; Dyah Setyaningrum Winarni; Indri Nurwahidah
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v1i3.49

Abstract

Abstrak Pola pengajaran yang konvensional di sekolah menjadikan siswa belum mampu menyerap konsep yang diajarkan, sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang eksploratif dan menarik, seperti mind mapping. Pendekatan eksperimental pada kelas perlakuan dengan mind mapping dan kelas kontrol secara konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes untuk mengukur tingkat hasil belajar dan lembar observasi untuk mengukur penerapan mind mapping dalam proses pembelajaran. Hasilnya pembelajaran berjalan sesuai dengan prosedur pembelajaran. Hasil observasi pembelajaran terdapat 10 atau 36% siswa dalam kriteria sangat baik, 11 atau 39% dalam kriteria baik, 7 atau 25% dalam kriteria cukup baik dan tidak ada yang masuk kriteria kurang baik. Sedang pada observasi penugasan terdapat 8 atau 29% siswa dalam kriteria sangat baik, 13 atau 46% siswa dalam kriteria baik, 7 atau 25% siswa dalam kriteria cukup baik serta mengalami peningkatan hasil belajar dari nilai rata-rata kelas perlakuan dari 55 menjadi 86. Berdasarkan analisis korelasi t-tes tingkat signifikansi pengaruh pada level t-hitung 2,572 dan p-value 0,006. Pada analisis komparasi t-test tingkat signifikansinya berada pada level t-hitung bahwa t-hitung 3,563>t-tabel 2,052 dan p-value 0,001<p-tabel 0,001 dan berada pada derajat alpha 0,05. Pada tingkat efektifitas berdasar analisis n-gain berada pada level sedang atau cukup efektif pada taraf 0,57. Abstract The quality of education is closely related to the quality of learn, the use of learning resources in the surrounding environment has great benefits, especially in growing students learning experiences so that learning outcomes will improve. But students are have difficulty to learn in science subjects, one of the causes is a conventional teaching patterns, so it takes explorative and interesting learning models, such as mind mapping. Using experimental approaches in the experimental class is used mind mapping and conventional models to control class. Data collection techniques are used to measure the level of learning outcomes and observation the application of mind mapping process. The result of learning according to the learning procedure, the results of learning observation are 10 or 36% of students in the very well criteria, 11 or 39% in well criteria, 7 or 25% in quite good criteria, and none of the criteria is not good. While on the assignment observation there were 8 or 29% of students in very good criteria, 13 or 46% of students in good criteria, 7 or 25% of students in good enough criteria, and experienced an increase in learning outcomes from the average value of the experimental class from 55 to 86. Based on the t-test analysis the significance level of influence at the t-test level is 2,572 and the p-value is 0,006. In the comparative analysis t-test, the significance level is at the t-count level that the t-count is 3,563 > from the t-table 2,052 and the p-value is 0,001 < p-table 0,001 and is at the alpha degree 0,05. In the effective level based on the n-gain analysis is at the moderate level or quite effective at the level of 0,57. Keywords : Google classroom, improving learning outcomes, mind mapping
Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP melalui Pendekatan Pembelajaran RME dan CTL pada Sub Pokok Bahasan Kubus dan Balok Iwan Eko Setianto; Risnanosanti
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v1i3.50

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan representasi matematis siswa yang diajarkan menggunakan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME), Contextual Teaching And Learning (CTL), dan konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 24 Bengkulu Utara dengan sampel yaitu siswa kelas VIII A sebagai kelas eksperimen I, siswa kelas VIII B sebagai kelas eksperimen II, dan siswa kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan tes kemampuan representasi matematis siswa kemudian di analisis dengan uji Anava. Hasil analisis uji Anava menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan representasi matematis siswa yang diajar melalui pendekatan RME dengan pendekatan CTL, maupun dengan pendekatan konvensional. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas yang diajar menggunakan pendekatan pembelajaran RME diperoleh rata-rata skor akhir kemampuan representasi matematis siswa sebesar 16,8. Kelas yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran CTL diperoleh rata-rata skor akhir kemampuan representasi matematis siswa sebesar 17,9. Sedangkan dikelas yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional diperoleh rata-rata skor akhir kemampuan representasi matematis siswa sebesar 13,80. Hasil uji BNT (Beda Nyata Terkecil) diperoleh bahwa perlakuan yang memberikan hasil yang berbeda adalah perlakuan antara eksperimen I dengan kontrol dan eksperimen II dengan kontrol. Abstract This study aims to determine whether there are differences in the mathematical representation abilities of students who are taught using the Realistic Mathematic Education (RME), Contextual Teaching And Learning (CTL), and conventional learning approaches. This type of research is quasi experimental research. The population of this research was all class VIII SMPN 24 Bengkulu Utara with a sample of students of class VIII A as the experimental class I, students of class VIII B as the experimental class II, and students of class VIII C as the control class. The data were collected by means of a mathematical representation ability test of the students and then analyzed using the Anava test. The results of the Anava test analysis showed that there was a significant difference between the mathematical representation abilities of students taught through the RME approach with the CTL approach, as well as the conventional approach. The results showed that the class that was taught using the RME learning approach obtained an average final score of students' mathematical representation ability of 16.8. Classes taught with the CTL learning approach obtained an average final score of students' mathematical representation abilities of 17.9. Meanwhile, in the class taught by conventional learning, the final average score of students' mathematical representation ability was 13.80. The results of the LSD test (Least Significant Difference) showed that the treatment that gave different results was the treatment between experiment I and control and experiment II with control.