cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
Pengolahan Data Citra Satelit untuk Mengidentifi kasi Potensi Jebakan dalam Kegiatan Eksplorasi Migas Indah Crystiana Crystiana; Tri Muji Susantoro; Nurus Firdaus
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi penginderaan jauh saat ini mulai dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi pemetaan.Proses ekstraksi informasi pada data penginderaan jauh dapat didasarkan pada pengamatan visual, nilaispektral, serta berdasar obyek. Evaluasi terhadap pemrosesan citra dilakukan untuk mendapatkan citrayang mudah untuk diinterpretasi secara visual. Interpretasi dilakukan untuk mengidentifi kasi potensiarea jebakan migas. Hal ini dilakukan dengan pemetaan perbedaan tinggian topografi di daerah landai.Metode pengolahan citra yang digunakan dalam penelitian ini adalah penajaman kontras, fusi, dan analisiskomponen utama (PCA). Identifi kasi potensi jebakan migas melalui pemetaan tinggian dilakukan dengankombinasi dari perbedaan topografi , pola pengaliran, pola kelurusan, pemetaan penggunaan lahan danpola perlapisan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan topografi , pola pengaliran, pola kelurusan danpola perlapisan dapat dikenali dengan baik dengan pengolahan data citra satelit dengan metode penajamankontras. Pemetaan penggunaan lahan tampak dengan sangat jelas dengan metode fusi dengan melaluipansharpening obyek. Sedangkan obyek-obyek yang berupa lahan terbuka atau lahan kering tampakterlihat sangat jelas pada proses pengolahan PCA. Hal ini ditunjukkan dengan warna cyan keputihan danrona sangat cerah. Pada kombinasi dengan Shuttle Radar Topographic Mission (SRTM) di daerah landaikurang memberikan efek yang berarti dalam menonjolkan obyek ataupun topografi nya. Validasi dilakukanmenggunakan data permukaan (Differential GPS) dan menggunakan data bawah permukaan (seismik,sumur, dan lapangan migas). Hasilnya menunjukkan bahwa potensi jebakan migas dapat dikenali melaluiperbedaan tinggian topografi . Hasil validasi dengan data lapangan menunjukkan sekitar 44% berada padastruktur yang sudah terbukti menghasilkan hidrokarbon.
KORELASI GEOKIMIA ANTARA BATUAN INDUK DAN REMBESAN MINYAK DAN GAS DI ZONA KENDENG BAGIAN BARAT, JAWA TENGAH Andi Mardianza; Cindy Dianita
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zona Kendeng merupakan antiklinorium berarah barat-timur yang mengalami proses perlipatan dan pensesaran yang intensif sejak Pliosen Akhir. Rembesan minyak dan gas kemungkinan berkaitan dengan struktur geologinya. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui asal batuan induk dari rembesan minyak dan gas. Program analisis geokimia yang akan dilakukan pada perconto batuan yaitu TOC, pirolisis Rock-Eval, GC dan GCMS. Macamanalisis untuk perconto minyak yaitu GC dan GCMS sedangkan untuk perconto gas yaitu komposisi gas, isotop karbon dan isotop deuterium dari gas metana. Evaluasi geokimia menunjukkan bahwa Formasi Kerek dan Pelang berpotensi sebagai batuan induk dengan kerogen tipe III serta Formasi Pelang lebih suboksik daripada Formasi Kerek (oksik)
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI ULTRASONOGRAFI UNTUK APLIKASI BIDANG MIGAS (REKAYASA ALAT INSPEKSI SUMUR) Sigit Pudiyarto; Gathuk Widiyanto; Suryono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perangkat ultrasonic dipakai untuk investigasi pipa dan lubang-lubang perporasi pada sumurproduksi dan deformasi pada pipa. Sistem instrumen tersebut menggunakan gelombang ultrasonikyang dibangkitkan secara elektronik menggunakan transduser immersion (celup).
Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kemiri Sunan Via Hidrogenasi Katalitik Bahan Baku Dengan Katalis Ni γ Al2O3 Herizal; Chairil Anwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar diesel yang bersumber dari fosil,solusi berkelanjutan untuk sumber energi dan ramah lingkungan. Pengembangan biodiesel ke masa depanagar tidak bersentuhan dengan kebutuhan pangan, sebaiknya diarahkan ke bahan baku nonpangan. Salahsatu alternatif bahan baku nonpangan yang berpotensi sebagai bahan baku baku biodiesel adalah minyakkemiri sunan. Minyak kemiri sunan memiliki angka iodium yang tinggi, sehingga jika langsung digunakansebagai bahan baku biodiesel akan menghasilkan produk dengan kandungan angka iodium yang tinggi,melebihi dari yang ditetapkan dalam SNI 7182:2012. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan angkaiodium dari minyak kemiri sunan melalui proses hidrogenasi, sehingga dapat digunakan sebagai bahanbaku untuk produksi biodiesel. Hidrogenasi dilakukan dengan reaktor autoclave menggunakan katalis 30%Ni γ Al2O3 sebanyak 0,6% berat, dengan kondisi operasi suhu 200oC, tekanan 3 bar, waktu 3 jam danpengadukan 300 rpm. Angka iodium minyak kemiri sunan hasil hidrogenasi dapat diturunkan dari 129,34menjadi 112,02 (g-I2/100 g). Proses pembuatan biodiesel dilakukan dengan dua tahap yaitu esterifi kasi dantransesterifi kasi. Esterifi kasi dilakukan pada kondisi operasi, metanol sebesar 1,5 kali jumlah FFA dalamminyak, konsentrasi H2SO4 3% berat, suhu reaksi 60oC, waktu reaksi 3 jam dan pengadukan sekitar 1000rpm. Transesterifi kasi dilakukan pada kondisi operasi, rasio molar Metanol/CPO sebesarnya 10, konsentrasikatalis KOH antara 1 %-berat, waktu reaksi 60 menit, suhu reaksi 60oC dan pengadukan sekitar 1000 rpm.Perolehan biodiesel yang diproses menggunakan minyak kemiri sunan yang sudah dihidrogenasi adalahsebesar 86,65% berat. Secara umum spesifi kasi biodesel dari minyak kemiri sunan yang dihasilkan telahmemenuhi spesifi kasi SNI 7182 tahun 2012.
Pembangunan Kilang Baru Holisoh; Fiqih Ghifhari; Dessy Yudiartini; Mubaher Sidik
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia membutuhkan 2(dua) kilang baru dengan kapasitas 300 ribu bph untuk mengatasi imporBBM. Pemerintah telah menerima beberapa pengajuan rencana pembangunan kilang baru dari beberapainvestor seperti Saudi Aramco dan Kuwait Petroleum melalui kerja sama dengan Pertamina.Namun belumada keputusan yang konkrit untuk kerjasama terkait, sehingga Pemerintah perlu mencari strategi untukterwujudnya pembangunan kilang tersebut, termasuk cara pengadaan minyak mentah untuk bahan baku,penentuan konfi gurasi kilang serta pola pendanaannya. Untuk menyatukan pendapat terkait pengembangankilang, LEMIGAS telah melakukan FGD (Focus Group Discussion) pada 26 Juni 2014 di Bogor denganpeserta lintas kementrian. Hasil presentasi & diskusi dari berbagai sudut pandang diperoleh gambaranbahwa pemerintah harus segera membangunan kilang baru, memilih pola pendanaan yang layak, dan mampulaksana. Pemilihan konfi gurasi kilang BBM & petrokimia mampu memberikan marjin lebih baik, karenamenghasilkan produk petrokimia yang lebih ekonomis dan memaksimalkan pemanfaatan hidrokarbon,serta mengoptimalkan penggunaan utilitas. Kilang pembiayaan swasta memberikan IRR sebesar 6% tanpainsentif dari pemerintah. Dengan insentif (tax allowance atau tax holiday dan pembebasan PPN barangkena pajak strategis) IRR akan meningkat menjadi 7%. Namun inipun belum cukup menarik untuk investorswasta, yang memerlukan IRR minimum sebesar 12%. Skema Kerja sama Pemerintah dan Swasta (KPS)yang disertai insentif dapat meningkatkan IRR menjadi sekitar 10-12%. Kenaikan IRR ini diakibatkanoleh 70% equity merupakan dana pemerintah. Meskipun demikian, kemungkinan pelaksanaan pendanaansecara KPS akan memerlukan proses dan waktu cukup panjang. Pembiayaan oleh Pemerintah seluruhnyadapat memberikan IRR 8,4%. Ini akan menarik apabila Pemerintah dapat menjual obligasi valas atauSuku valas/obligasi syariah yang dimasa lalu dengan kupon/imbal jasa lebih rendah dari 6% dan menurun.
Pengaruh Rasio Pelarutan LiOH Dalam Air Terhadap Karakteristik Gemuk Lumas Milda Fibria; Setyo Widodo; Endah Juwita M.
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gemuk sabun litium merupakan gemuk sabun sederhana yang banyak digunakan. Penggunaan litiumhidroksida (LiOH) sebagai bahan thickener, dalam prosesnya dibutuhkan sejumlah air untuk melarutkannya.Penggunaan air untuk melarutkan LiOH diharapkan seefi sien mungkin, karena banyaknya air yangdigunakan dalam pencampuran LiOH dapat berpengaruh terhadap karakteristik gemuk lumas yangdihasilkan. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian mengenai rasio pelarutan LiOH dalam air sertapengaruhnya terhadap karakteristik gemuk lumas yang dihasilkan. Percobaan pelarutan LiOH dalam airselama 90 menit dan pemanasan di suhu 750C dengan rasio berat LiOH : Air = 1:2 ; 1:3; 1:3,5; 1:4; 1:5dilakukan untuk melihat hasil kelarutannya secara visual, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan gemuklumas untuk melihat pengaruhnya terhadap karakteristik gemuk lumas yang dihasilkan. Maksud dan tujuanpenelitian ini adalah mendapatkan data rasio LiOH/air yang optimal, sehingga dapat diperoleh karakteristikgemuk lumas yang terbaik. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa semakin banyak air yang digunakan,scar diameter semakin kecil akan tetapi kestabilan gemuk menurun. Dengan melihat keseluruhan datahasil uji, dapat disimpulkan bahwa penggunaan air paling efi sien adalah pada rasio berat LiOH: air sebesar1:3,5. Dengan komposisi ini akan mendapathan hasil uji karateristik yang paling optimal, yaitu droppingpoint 185°C, NLGI 2 dan Scar diameter 0,597 mm.
PENENTUAN TEKANAN TERCAMPUR MINIMUM INJEKSI CO2 MELALUI MODEL SIMULASI SLIM TUBE EOR Edward ML Tobing
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Injeksi CO2 ke dalam reservoir minyak dikenal sebagai salah satu metode Enhanced Oil Recovery (EOR) yang telah terbukti dan cukup efektif menurunkan jumlah minyak yang tertinggal di dalam reservoir. CO2 dan minyak akan tercampur bila tekanan injeksi CO2 mencapai tekanan tercampur minimum (TTM). Untuk mengetahui TTM tersebut dapat diperoleh dari uji laboratorium dengan menginjeksikan CO2 pada alat slim tube.
Modifi kasi Minyak Sawit Sebagai Pensubstitusi Minyak Solar Chairil Anwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar diesel alternatif dengan perbaikan kualitasnya.Pada penelitian ini dimodifi kasi dengan cara pencampuran menggunakan minyak solar. Hasil uji sifatfi sika kimia terhadap minyak sawit dan setelah dicampur dengan minyak solar beberapa karakteryang semula tidak, menjadi memenuhi spesifi kasi minyak solar 48. Pada variasi pencampuran minyaksawit 20% volume menunjukkan sifat fi sika kimia masih dalam rentang spesifi kasi minyak solar.Viskositas dan berat jenis tinggi dapat diatasi dengan modifi kasi. Minyak sawit dengan viskositassemula 5,572 cSt menjadi 4,382 cSt, berat jenis yang semula 871 kg/m3 menjadi 851 kg/m3 dan indekssetana lebih tinggi dari 47,9 menjadi 54,9. Bahan bakar diesel hasil penelitian ini mempunyai nilailebih dari biodiesel yang dicampur dengan minyak solar. Minyak sawit dan minyak solar langsungdicampur, tanpa harus diproses terlebih dahulu menjadi biodiesel. Minyak sawit sebagai sumberenergi terbarukan dengan masing-masing karakter yang telah dibahas kiranya menjadi pilihan yanglayak untuk mempertahankan ketahanan energi jangka panjang
OPTIMASI MEWUJUDKAN KETAHANAN ENERGI NASIONAL: PENANGANAN LINGKUNGAN DAN MIGAS NON KONVENSIONAL Djoko Sunarjanto; Dwi Kusumantoro
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan energi suatu negara menjadi penting menghadapi era globalisasi. Namun sampai saat inidokumen yang menggambarkan ketahanan energi belum dimiliki Indonesia. Untuk mencapai sasaranketahanan energi diperlukan berbagai upaya mulai dari hulu sampai hilir energi.
PENGARUH BIKARBONAT TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROALGA NANNOCHLOROPSIS SP. SEBAGAI SUMBER BIOMASSA BIOFUEL Onie Kristiawan; Zenitha Lintang Agustin; Dhiti Aliya Hanupurti; Rino Nirwawan; Dian Hendrayanti
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroalga merupakan alga kecil (ukuran 2-20 μm) berupa tanaman talus yang memiliki klorofil sehingga mampu melakukan fotosintesis. Salah satu jenis mikroalga yang berpotensi untuk diambil minyaknya adalah Nannochloropsis Nannochloropsis sp. merupakan sel berwarna kehijauan, tidak motil, dan tidak berflagela. Sebagian besar mikroalga menggunakan cahaya dan karbondioksida (CO2 ) sebagai sumber energi dan sumber karbon. Pada perairan CO2 terlarut biasanya dalam bentuk bikarbonat (HCO3 - ). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi bikarbonat (HCO3 - ) terhadap peningkatan pertumbuhan mikroalga Nannochloropsis sp.

Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue