cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
POTENSI HIDROKARBON SEDIMEN PRA-TERSIER DAERAH ATAMBUA, TIMOR BARAT Eko Budi Lelono; Djoko Sunarjanto; Abdul Kholiq
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Atambua dan sekitarnya dijumpai rembesan minyak dan gas di beberapa lokasi. Namun eksplorasi migas belumdilakukan secara intensif sehingga potensinya belum banyak terungkap. Penelitian ini difokuskan pada geologibatuan pra Tersier untuk mengetahui dan mengidentifikasi potensi hidrokarbonnya, untuk memastikan daerah inilayak untuk ditawarkan kepada investor. Metode yang dilakukan diawali studi literatur dan penelitian terdahulu,interpretasi data citra satelit, survei lapangan, analisis laboratorium dan integrasi data. Penelitian ini menghasilkantemuan baru berupa sedimen air tawar (diduga danau) produk syn-rift berumur Perm, sehingga terbuka peluangadanya sistem petroleum umur Paleozoikum. Secara umum disimpulkan bahwa elemen-elemen sistem petroleumsudah terbentuk di Wilayah Atambua dan sekitarnya, antara lain: serpih Perm Formasi Bisane dan batulempungTrias Formasi Aitutu berperan sebagai batuan sumber. Batupasir Perm Formasi Bisane dan batupasir Jura FormasiOebaat dapat bertindak sebagai reservoar, sedangkan batulempung Jura Formasi Wailuli berpotensi sebagai penyekat.Perangkap migas yang berhasil diidentifikasi berupa struktur basement involved thrust dan imbricated fault.
Karateristik Biomarker Batuan Induk Hidrokarbon pada Formasi Jatiluhur di Daerah Karawang, Jawa Barat Praptisih
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi biomarker dilakukan pada sampel batulempung dari Formasi Jatiluhur di daerahKarawang, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini untuk menguji karakteristik biomarker batuaninduk hidrokarbon dari sampel batulempung Formasi Jatiluhur. Metode yang dipakaiadalah pengambilan conto permukaan dilapangan dan analisis GCMS di laboratorium.Hasil analisis GCMS menunjukkan Fragmentogram massa m/z 191 memperlihatkanfasies sumbernya berasal berasal dari tanaman darat. Tingkat kematangan berdasarkanhasil perhitungan Tm/Ts (17 (H), 21 (H), adalah 22, 29, 30, trisnorhopane/18 (H),21 (H), 22, 29, 30, trisnorhopane) adalah 3,23-24,76 menunjukkan biomarker kurangmatang. Lingkungan pengendapan asal material organik Formasi Jatiluhur di daerahKarawang berdasarkan plot diagram segitiga Huang dan Meinchen, 1979 menunjukkanpada open marine, estuarine dan terrestrial.
PENGARUH KONSENTRASI POLIMER DAN TINGGI GAP TERHADAP MEMBRAN SERAT BERONGGA BERTEKANAN TINGGI UNTUK PEMISAHAN GAS CO. DAN CH, Adiwar; Yuflinawati Away; Arif Rahman Hakim; Priyadi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pembuatan membran serat berongga dengan bahan dasar polimer berupa campuran selulosa asetatdan polietilena glikol. Dikarenakan tidak dapat dibuat nozzle dengan diameter kurang dari 0.2 mm, peningkatanketahanan tekan dilakukan dengan memvariasikan formamida, spinneret, konsentrasi dan berat molekul polietilenglikol (PEG) dalam larutan polimer. Komposisi formamida 6%, PEG 10% dengan berat molekul 4000 berhasilmeningkatkan ketahanan tekan membran serat berongga sampai 400 psi yang dicetak menggunakan spinneretmodifikasi iii. Keberadaan formamida yang lebih besar dalam larutan polimer relatif tidak berpengaruh terhadapselektivitas. Diperoleh beberapa komposisi dengan selektivitas yang baik dimana CH, tidak lewat dan CO, lewatdengan permeabilitas sekitar 10'7 cm3 (STPj.cm.cm LcmHg1.
Perbandingan Penggunaan Nano Silika dan Nano Abu Batubara pada Uji Kestabilan Busa untuk Injeksi CO2 Astra Agus Pramana; Ridho Akbar Szafdarian
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan busa CO2 untuk metode injeksi cenderung tidak stabil dalam pembentukan stabilitas dari busa. Karena hal itu, dibutuhkan penguat untuk menambahkan stabilitas busa yang terbentuk. Pada penelitian ini, menggunakan nano abu batubara dan nano silika serta polimer berupa xanthan gum sebagai penguat busa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dengan penambahan nano dan polimer pada stabilitas busa, perbandingan penggunaan nano abu batubara dan silika dalam uji stabilitas busa serta penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui penguat apa yang dapat meningkatkan stabilitas busa secara signifikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode uji laboratorium yang dimulai dari proses milling sampel, karakterisasi sampel, hingga pengujian stabilitas busa. Pengujian stabilitas busa menggunakan metode yang menghitung waktu halftime. Hasil dari pengujian stabilitas busa ini didapatkan bahwa penambahan nano silika dan nano abu batubara memiliki peningkatan waktu halftime sebesar 10.23% dan 2.96% dibandingkan tidak menggunakan nanopartikel. Campuran dari nanopartikel dan polymer berupa xanthan gum dapat meningkatkan waktu halftime 12.65% untuk nano silika dan 6.33% untuk nano abu batubara. Sedangkan campuran nanopartikel, polimer, dan minyak mengalami penurunan 10.9% untuk nano silika dan 16.29% untuk nano abu batubara. Berdasarkan hasil analisis data percobaan yang sudah dilakukan, penambahan nano silika memiliki nilai stabilitas busa yang lebih tinggi dibandingkan nano abu batubara serta penambahan nano silika dan polimer merupakan penguat yang paling baik dalam menjaga stabilitas dari busa yang dihasilkan.
Optimalisasi Penambahan Odorant pada Gas Mengunakan Metode Time Series di PT. XYZ Isna R Kanyoma; Oksil Venriza; Kushariyadi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas alam merupakan sumber energi yang dihasilkan dari fosil tanaman, hewan dan mikroorganisme, bahan bakar tidak berwarna, tidak berodor dan tidak beracun. Odorant merupakan zat kimia yang di tambahkan ke gas alam untuk memberikan bau yang kuat dan khas, tetapi penambahannya masih belum teroptimalkan. Syarat odorant yang digunakan harus memiliki spesifikasi gas alam yang berodor. Dimana aturan pemakaian odorant yang benar pada PT. XYZ sebesar 3 mg/m3, tetapi odorant PT ini memakai odorant sebesar kira-kira 4 - 6 mg/m3 yang mana masih berdasarkan stroke atau waktu. Hasil penilitian ini dapat di optimasi efisiensi odorant pada gas dengan menggunakan metode time series. Dari perhitungan yang di dapatkan rata-rata pemakaian odorant selama 3 bulan sebesar 1,13 mg/m3 sedangkan untuk perhitungan yang di dapatkan dari rata-rata pemakaian odorant selama 3 bulan pada PT YZ sebesar 2,26206E-05 mg/m3 dari hasil kedua hasil perhitungan di atas di hitunglah nilai efisiensi odorant pada gas di dapatkan nilai efisiensi nya sebesar 0,14125 mg/m3 atau 1,41 cc yang mana berdasarkan peritungan efisiensi dari pemakaian ketetapan odoran tersebut untuk pemakaian nilai yang efesien ialah 1,41 cc per stroke yang setara dengan 4.7%. Adapun faktor efisiensi odorant meliputi odorant yang di gunakan, konsentrasi odorant ,suhu, tekanan dan faktor lingkungan lainnya.
REKAYASA REAKTOR TURBIN UNTUK PEMBUATAN BIOFUEL DARI BIOMASSA Muhammad Fuad
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya rekayasa prototip reaktor dengan pemutar turbin yang digunakan sebagai alatproses konversi biomassa menjadi biofuel secara katalitik pada tekanan vakum. Prototip alat terdiri dari : tabungreaktor baja stainlessSteel type m 304, dimensi ukuran : tinggi 60cm dan diameter 25cm. Turbin pemutar dengankekuatan motor 5.5 HP, alat kondensor Chiller : dengan kemampuan pendingin sampai -40"C, water Bath,pompa vakum : kapasitas normalflow rate 5mVjam, Ultimatepressure 2.3 X 1 O’2 Torr (3 x 10 ' m Bar), surge drum :stabilizer sistem vakum. Selenoid: pengatur setpoint System vakum, serta Panel: terdiri dari tombol pengatur suhupemanas, tekanan dan pemutar turbin secara elektronik. Hasil uji coba kinerja prototip alat menunjukkan : prototipalat mampu beroperasi pada kondisi yang dibutuhkan yakni tekanan vakum antara 0,5-0,8 atm dan putaran turbinreaktor < 2000 RPM, suhu sampai >330nC dengan kondisi alat yang stabil. Contoh uji yang digunakan adalah contohbiomassa sekam padi, minyak jelantah (Carrier Oil), katalis zeolit ukuran 1-2 mm, netralizer padat (Ca(OH),).
PEMULIHAN TANAH TERCEMAR MINYAK BUMI DENGAN TEKNIK BIOREMEDIASI MENGGUNAKAN BACILLUS SP. DAN PSEUDOMONAS SP. Moch. Fierdaus.
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik bioremediasi merupakan salah satu cara untuk menanggulangi tanah terkontaminasi /tercemarminyak bumi dengan memanfaatkan mikroorganisme yang dapat mendegradasi total petroleumhydrocarbon (TPH). Pada percobaan ini digunakan bakteri Bacillus sp.
STUDI AWAL KINERJA ALAT PENANGKAP CO2 MENGGUNAKAN PELARUT KALIUM KARBONAT BERPROMOTOR ASAM BORAT PADA BERBAGAI VARIASI KANDUNGAN CO, Dewi Istiyanie; Novie Ardhyarini; Agustini
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri Kilang dan Pembangkit Listrik merupakan salah satu penyumbang emisi gas CO, terbesar. Penelitianini merupakan studi awal untuk merancang alat penangkap CO,di mana dalam merancang alat dibutuhkan datakarakteristik gas buang seperti konsentrasi, laju alir, temperatur, dan tekanan gas buang yang berasal dari beberapaIndustri Kilang dan PLTU yang ada di Indonesia yang memiliki kontribusi yang besar dalam menambah emisiCO, di udara. Penangkapan CO, dianggap sangat penting dan dapat berperan besar dalam penurunan emisi gasrumah kaca. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa industri kilang memiliki konsentrasi gas CO, yangcukup tinggi, yaitu antara 6-18%, sedangkan konsentrasi CO, yang berasal dari PLTU sekitar 12%. Temperaturgas buang yang berasal dari kilang antara 40-765"C, sedangkan temperatur dari PLTU antara 56-537"C. Tekanangas buang yang berasal dari kilang adalah 0,8-1,03 kg/cm2, sedangkan tekanan gas buang dari PLTU adalah 0,007-167kg/cm2. Laju alir gas buang yang berasal dari kilang antara 1,9-153.216m7jam, sedangkan laju alir dari PLTUberkisar antara 846-2.999.988m7jam. Karakteristik emisi gas buang seperti yang telah disebutkan harus menjadipertimbangan dalam merancang alat penangkap CO, yang akan dibuat.
SINTESIS DME BERBAHAN DASAR SYNGAS DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR CSTR DAN PFR Holisoh
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimetileter memiliki bilangan oktana tinggi dan sifat mirip dengan LPG, dapat digunakan sebagai bahan bakar diesel untuk mobil dan LPG alternatif untuk rumah tangga. Reaksi sintesis DME merupakan reaksi kesetimbangan yang dipengaruhi oleh kemampuan aktivitas katalis. Penanganan panas hasil reaksi dapat berpengaruh pada terbentuknya reaksi sekunder, sehingga mengurangi pembentukan DME. Dalam penelitian telah dicoba proses sintesis dengan 2(dua) reaktor yang berbeda yaitu reaktor CSTR (Continuous Stirer Tank reactor) dan PFR (Flug Flow Reactor) untuk mempelajari kemampuan katalis sintesis DME. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah mendapatkan teknologi sintesis DME dengan menggunakan reaktor CSTR dan PFR, serta mempelajari kinerja katalis terhadap produk DME pada reaktor tersebut. Katalis yang digunakan terdiri dari katalis sintesis metanol Cu/ZnO/Al2O3 dan katalis dehidrasi ƴ- Al2O3, HZSM-5. Uji kinerja katalis DME kopresitasi pada reaktor CSTR menghasilkan hidrokarbon ringan (54,52%), metanol (25,15 %), dan DME (10,10%). Panas reaksi berlebih pada reaktor CSTR menurunkan aktvitas katalis dehidrasi. Sedangkan pada reaktor Plug Flow Reactor (PFR) dengan sistem unggun katalis fixed bed katalis ko impegrasi memberikan komposisi produk DME yang baik yaitu DME (88 %), metanol (10 %), dan sedikit hidrokarbon ringan (2%). Reaktor PFR memberikan penanganan panas yang lebih baik, dan mampu memberikan produk reaksi lebih baik dari pada reaktor CSTR.
119 4. Pengaruh Pencampuran Minyak Sawit dan Minyak Solar Sebagai Pengganti Minyak Solar Terhadap Kinerja Mesin (Chairil Anwar) ABSTRAK Telah dilakukan evaluasi mutu pengaruh pencampuran minyak sawit dan minyak solar melalui uji lubrisitas dari berbagai c Chairil Anwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan evaluasi mutu pengaruh pencampuran minyak sawit dan minyak solar melalui ujilubrisitas dari berbagai campuran (05/95, 10/90, 15/85 dan 20/80) %v/v menggunakan metode ASTMD 6079 dan kinerja terbatas dari campuran sawit dengan minyak solar pada pencampuran (20/80)%v/v. Evaluasi lubrisitas dari berbagai campuran menunjukkan hasil yang lebih baik dari minyaksolar 100%, pada campuran (20/80) %v/v lubrisitas meningkat sampai 20,52%. Pengamatan selanguji kinerja terbatas menunjukkan bahwa operasi mesin berjalan normal, tidak ada perbedaan yangcukup berarti dibandingkan dengan menggunakan minyak solar 100%.

Page 10 of 55 | Total Record : 544


Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue