cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
PEMBUATAN KOPOLIMER LATEKS KARET ALAM DENGAN METIL METAKRILAT SEBAGAI ADITIF PENURUN TITIK TUANG MINYAK MENTAH Roza Adriany
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan kopolimer lateks karet rz/am dengan metil metakrilat yang digunakan sebagaipenurun titik tuang minyak mentah. Metodologi penelitian adalah mereaksikan senyawa polimer Isoprena yangterkandung pada Lateks Karet Alam dengan Metil Metakrilat hingga membentuk kopolimer. Kopolimer ditambahkanke dalam minyak mentah pada variasi konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm dan 10.000 ppm, kemudian dilakukanpengujian titik tuang dan viskositas kinematik dari minyak mentah sebelum dan sesudah ditambah kopolimer.Penambahan kopolimer pada minyak mentah mampu menurunkan titik tuang dari 24CC menjadi 6°C dan menurunkanviskositas kinematik dari 20,22 mm2/s menjadi 7,00 mm2/s, pada konsentrasi penambahan kopolimer 10.000 ppm.
KAJIAN TEKNIS PENGGUNAAN BAHAN BAKAR DME (DIMETHYL ETHER) MURNI SEBAGAI SUBTITUSI LPG ( ELPIJI) PADA BURNER INDUSTRI KECIL Emi Yuliarita; Cahyo Setyo Wibowo; Dimitri Rulianto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimethylether (DME) merupakan salah satu sumber energy alternatif yang diharapkan dapatmengantikan LPG sebagai bahan bakar khususnya pada sektor industri kecil yang menggunakanburner berbahan bakar LPG. Hal ini di dukung oleh karakteristik yang dimiliki bahan bakar DMEyang hamper setara dengan LPG.
ANALISIS KEEKONOMIAN PENGEMBANGAN JARINGAN GAS BUMI KOTA DEPOK Binarga Guchany
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya infrastruktur distribusi gas bumi ke lokasi calon pelanggan merupakan kendala pemanfaatan gas bumi.Kurang berkembangnya infrastruktur gas bumi tersebut dikarenakan kendala keekonomian sehingga badan usahabelum tertarik mengembangkannya.
PRODUKSI BIOBUTANOL SEBAGAI BAHAN BAKAR TERBARUKAN MELALUI PROSES FERMENTASI Yanni Kussuryani; Devitra Devitra Saka Rani
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Butanol merupakan salah satu energi alternatif sebagai bahan bakar campuran/pengganti bensin.Kandungan energi dari butanol mendekati bensin premium sehingga konsumsi bahan bakar serupadengan bensin murni.Beberapa keuntungan butanol sebagai campuran bensin antara lain: tidakkorosif,kurang menyerap air,dan memiliki tekanan uap yang rendah. Butanol dapat ditambahkandi kilang dan diangkut/dikirimkan melalui infrastruktur yang sudah ada. Butanol yang dihasilkandari proses fermentasi biomassa biasa disebut biobutanol.
EFEK PENGGUNAAN ADITIF BIODISPERSAN PADA BAHAN BAKAR BIOSOLAR (B-20) TERHADAP KOMPONEN RUANG BAKAR MESIN DIESEL Emi Yuliarita
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penambahan aditif berbasis nabati pada bahan bakar Biosolar (B-20) bertujuan untuk mengurangi diposit yangterjadi pada ruang bakar mesin terutama pada bagian kepala silinder. Aditif yang digunakan berasal dari minyakatsiri (campuran minyak sereh wangi, minyak cengkeh dan minyak nilam) dengan pertimbangan mudah didapatkan.Metode yang digunakan dalam pengukuran deposit komponen ruang bakar adalah merit rating yang mengacu padametode CEC/M02-T70. Dimana nilai rating dari komponen mesin yang dievaluasi dinyatakan secara numericdari 0 sampai 10. Nilai 10 menunjukan tingkat kebersihan yang paling tinggi sedangkan nol menunjukan tingkatkebersihan paling rendah. Hasil penelitian menunjukan penambahan aditif biodispersan dalam B-20 sebanyak2000ppm dapat menurunkan jumlah deposit pada bagian kepala silinder sebesar 3.5%. Efisiensi penurunan deposityang signifikan akibat penambahan aditif tersebut dalam bahan bakar Biosolar B-20 terjadi pada bagian top pistonyaitu 14,8%. Selanjutnya tingkat kebersihan yang diukur dalam indeks merit, juga menunjukkan penggunaan aditifbiodispersan pada Biosolar (B-20) menghasilkan indeks merit yang lebih tinggi atau lebih bersih dibandingkanBiosolar (B-20) tanpa aditif.
PENELITIAN DURABILITAS MINYAK LUMAS MESIN SEPEDA MOTOR SAE 10W-40, API SL/JASO MB MELALUI UJI JALAN Rona Malam K; M. Hanifuddin; Tri Purnami
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak lumas yang tepat akan berpengaruh pada kinerja mesin yang baik, sehingga masa pakai mesinkendaraan lebih lama dan meningkatkan efi siensi secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuatminyak lumas untuk kendaraan sepeda motor SAE 10W 40, API SL/JASO MB yang memerlukan spesifi kasi khususdengan kinerja yang optimum, kemudian melakukan uji jalan sampai mencapai jarak tempuh 5000 km. Analisisminyak lumas bekas (used oil) dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja minyak lumas dan pengaruh pemakaiannyaterhadap komponen mesin. Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak lumas bekas mesin sepeda motor hasilformulasi, hasilnya masih di bawah nilai batas toleransinya, sehingga dapat disimpulkan bahwa durabilitas minyaklumas hasil formulasi ML-F mampu digunakan sampai jarak tempuh 5000 km.
Konversi Plastik Menjadi Senyawa Alkana Rantai C6 - C12 Menggunakan Katalis Ni/Zeolit dan Zn/Zeolit Donatus Setyawan Purwo Handoko; Wahid Hasyim
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian konversi plastik menjadi senyawa alkana dengan panjang rantai C6-C12menggunakan katalis Ni/zeolit dan Zn/zeolit serta reaktor sistem fi xed bed. Katalis Ni/zeolit dan Zn/zeolitdipreparasi melalui teknik perendaman dalam air, kalsinasi, oksidasi, impregnasi basah logam Ni dan Zndan reduksi. Kalsinasi, oksidasi dan reduksi dilakukan pada suhu 500oC dengan laju alir gas (nitrogen,oksigen atau hidrogen) 20 mL/menit. Hasil yang diperoleh dari perengkahan plastik menjadi senyawaalkana dengan panjang rantai C6-C12 adalah 77,02 % untuk jenis katalis Zn/zeolit dan 76,87% untuk jeniskatalis Ni/zeolit.
Karakteristik Fisika Kimia Formulasi Minyak Lumas Trafo Inhibited Shinta Sari Hastuningtyas; Catur Yuliani Respatiningsih
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator pada pembangkit listrik membutuhkan bahan dielektrik sebagai bahan isolasi untukmemisahkan dua atau lebih penghantar listrik yang bertegangan. Sehingga antar penghantar tersebut tidakterjadi hubung singkat yang dapat menyebabkan lompatan api atau percikan. Salah satu bahan dielektrikyang digunakan adalah minyak lumas transformator. Minyak di Indonesia masih impor, untuk itu perludilakukan formulasi minyak lumas trafo dengan berbagai komposisi. Kapasitas terpasang dan jumlah trafodi Indonesia cukup besar dan pemenuhan minyak trafo masih dengan cara impor. Dilakukan formulasiminyak trafo dengan berbagai komposisi untuk menghasilkan enam belas formula, kemudian diambil tigaformula yang mendekati sifat fi sika kimia minyak trafo di pasaran. Dari tiga formula itu menunjukkanbahwa Formula 6 memiliki hasil uji terbaik dengan hasil uji viskositas kinematik pada temperatur 40oC11,6 cSt, titik nyala 180oC, angka asam total 0,04 mgKOH/gr, dielectric breakdown voltage (DBV) 39kV, dan interfacial tension (IFT) 41 mN/m. Sehingga formula ini memenuhi spesifi kasi SNI 7069.18 :2008 dan IEC 60296-2003.
PENGARUH TEMPERATUR REAKSI DAN TEKANAN HIDROGEN PADA PENGHIDRORENGKAHAN FRAKSI DISTILAT VAKUM TAR BATUBARA Novie Ardhyarini; Syntha Nardey; Daliya Indra Setiawan Indra Setiawan; Muh Kurniawan
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghidrorengkahan fraksi distilat vakum tar batubara dilakukan menggunakan katalis NiMo/Al2O3-SiO2 dalam reaktor autoclave dengan sistem batch untuk menghasilkan bahan bakar minyak.Pengaruh temperatur reaksi (400 – 450oC) dan tekanan hidrogen awal (80-120 bar) pada sifat fi sikadan kimia produk penghidrorengkahan diteliti.
Kebutuhan Angka Oktana Kendaraan Bermotor Mesin Bensin di Indonesia Cahyo Setyo Wibowo; Lies Aisyah; Hery Widhiarto; Sugeng Riyono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi mesin pada kendaraan bermotor jenis mesin bensin saat ini, menyebabkanmeningkatnya kebutuhan angka oktana bahan bakar jenis bensin sesuai dengan kinerja mesinnya. Studimengenai penentuan nilai angka oktana bahan bakar jenis bensin sangat penting dilakukan karena setiapnegara perlu menetapkan tingkat angka oktana bensin yang disuplai ke pasar. Studi ini sangat bermanfaatuntuk pemerintah sebagai penentu kebijakan (terutama dalam menentukan kebijakan pengaturan bahanbakar minyak bersubsidi), produsen pabrikan kendaraan dan konsumen. Metodologi yang digunakanpada studi ini antara lain dengan melakukan survey mengenai populasi jenis kendaraan bermotor jenismesin bensin di Indonesia, kemampuan produksi kilang Pertamina yang berkaitan dengan angka oktanapada bensin dan perkembangan teknologi mesin kendaraan bermotor. Kemudian, diformulasikan dalambentuk matriks rencana penentuan kebutuhan angka oktana kendaraan bermotor di Indonesia. Hasil yangdiperoleh menunjukkan bahwa persentase populasi kendaraan tipe sedan dan kendaraan roda empatdengan penggerak dua roda (tipe 4X2) sebanyak 70%, yang memiliki tingkat rasio kompresi tinggi (diatas 9:1) sehingga membutuhkan bahan bakar dengan angka oktana di atas RON 90. Sedangkan saat ini,kapasitas produksi kilang Pertamina per tahun untuk Bensin RON 92 sekitar 10,91% sehingga diperlukanpeningkatan kapasitas produksi kilang. Selain itu, berdasarkan hasil survey terdapat kurang lebih 12 merekmobil dengan 113 tipe kendaraan yang saat ini beredar di Indonesia. Dari 113 tipe kendaraan yang ada,sebanyak 59 tipe kendaraan (52,21%) direkomendasikan menggunakan bahan bakar bensin RON 92, sebanyak32 tipe kendaraan (28,32%) direkomendasikan menggunakan bahan bakar bensin RON 95, dan sebanyak 22tipe kendaraan (19,47%) direkomendasikan menggunakan bahan bakar bensin RON 88

Page 11 of 55 | Total Record : 544


Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue