cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
Pemanasan Global Akibat Kegiatan di Sektor Minyak dan Gas Bumi R. Desrina
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata pada atmosfer, laut, dan daratan Bumi yang sedangterjadi pada saat ini dan akan terjadi di masa-masa mendatang. Pemanasan global ini disebabkan terutamaoleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca (GRK) melalui efek rumah kaca. Dari sekian banyakgas yang dapat memberikan efek rumah kaca, maka dipercaya gas karbon dioksida (CO2) merupakan GRKyang memberikan andil paling besar di dalam pemanasan global. Emisi gas CO2 ini berasal dari berbagaisumber, namun sumber terbesar adalah akibat kegiatan manusia dari hasil pembakaran bahan bakar fosil,yaitu minyak bumi, gas alam, dan batubara untuk keperluan pada sektor energi, yaitu pembangkit listrik dantransportasi. Berbagai dampak lingkungan akibat pemanasan global ini telah dirasakan. Pada kurun waktubelakangan ini para ilmuwan telah mengamati terjadinya perubahan-perubahan tersebut. Ketika atmosfermenghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar danmenaikkan tinggi permukaan laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10-25 cm selamaabad ke-20. Pemerintah Republik Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk mengurangi emisigas CO2 sebanyak 26 persen pada tahun 2020. Di dalam tulisan ini dicoba diuraikan sejauh mana sektorminyak dan gas bumi (migas) dalam kontribusinya pada pemanasan global dengan emisi gas CO2-nya danberbagai opsi cara-cara memperkecil kontribusi tersebut.
BIODEGRADASI SENYAWA FENOL DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA DAN BACILLUS SUBTILIS Zulkifliani; Asyrof Zamzami; Yoswita Rustam; Moch Fierdaus
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan degradasi fenol antara bakterikonsorsium dengan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis. Metode statistik yangdigunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah jenisbakteri yang digunakan yaitu bakteri P. aeruginosa, bakteri B.
Integrasi Inversi AVO dengan Model Analitik Petrofi sika untuk Menghitung Porositas dan Saturasi Air Paul Hutabarat; Bambang Widarsono; Fakhriadi Saptono; Humbang Purba; Ridwan
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korelasi antara log akustik dengan besaran petrofi sik telah dimanfaatkan untuk menghitung distribusivolumetrik porositas dari hubungan linier antara Impedansi Akustik (AI) dengan porositas (ϕ) reservoir.Namun untuk menghitung distribusi saturasi air (Sw) mengalami kendala karena ketidaktersediaan datakecepatan gelombang shear (Vs). Namun kemajuan teknologi saat ini telah memungkinkan mengukurdata log Vs dan ditunjang oleh teknik inversi AVO yang dapat menurunkan atribut seismik Ip(Impedansigelombang-P), Is (Impedansi gelombang-S) dan Poisson’s Ratio (PR) sehingga peluang untuk menghitungSw dari atribut seismik semakin terbuka. Didasarkan pada rumus Gassman, dibangun suatu model analitikantara besaran petrofi sika dengan besaran akustik batuan sehingga untuk kondisi batuan reservoir yangspesifi k, maka ϕ dan Sw akan dapat disebarkan pada skala lapangan, dengan bantuan atribut seismikhasil inversi AVO. Analisa sensitifi tas menguji korelasi antara log akustik dan log ϕ dan Sw di sumurzona-fasies target, lalu kemudian ditentukan zona pancung (cut-off). Hasil kalkulasi ϕ dan Sw divalidasiterhadap data log sumur. Contoh kasus ini diambil dari lapangan gas di Indonesia Timur yang memilikidata lengkap. Paper ini merupakan bagian pengembangan karakterisasi reservoir yang menyajikan suatumetode pendekatan baru untuk menghitung ϕ dan Sw dengan mengintegrasikan atribut seismik dan modelanalitik petrofi sika. Hasil pemodelan yang diperoleh dari metode ini sangat berguna dalam pemodelanreservoar statik.
Identifi kasi Potensi Migas Melalui Citra Satelit dengan Pendekatan Anomali Topografi (Studi Kasus Daerah Indramayu dan Sekitarnya) Indah Crystiana Crystiana; Tri Muji Susantoro; Taufan Junaedi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji karakteristik khusus topografi pada citra satelit yang dapatmencerminkan daerah potensi penghasil minyak dan gas bumi. Pendekatan yang digunakan adalah anomalitopografi . Dengan menggunakan citra penginderaan jauh, yaitu Citra Satelit Landsat TM yang direkampada Bulan Juni Tahun 1976. Pada citra penginderaan jauh karakter khusus topografi dapat diamati baikdari bentuk tinggian atau antiklinal, pola aliran sungai, serta kemiringan dan bayangan yang tampak padadata citra. Lokasi penelitian di Indramayu pada Cekungan Jawa Barat Utara yang merupakan daerah yangsudah terbukti (proven) adanya migas. Penentuan daerah potensi migas didasarkan pada asumsi 3 (tiga)parameter utama yaitu struktur, reservoir, dan migrasi. Parameter struktur didasarkan pada hasil identifi kasidan intepretasi citra satelit yang menghasilkan Remote sensing Potential Area (RPA). Parameter reservoirterdiri atas keberadaan sumur dan lapangan migas. Parameter migrasi didasarkan pada adanya sesar dankitchen area. Pembobotan dilakukan untuk menentukan kelas RPA, yaitu sangat potensial, potensial dankurang potensial. Hasil interpretasi diperoleh 84 RPA. Hasil validasi menggunakan data bawah permukaanmembuktikan bahwa dari 84 area potensi (RPA) yang diidentifi kasi dengan menggunakan data citraterdapat 37 RPA atau sekitar 44% berada pada struktur yang sudah terbukti menghasilkan hidrokarbon.Hasil pembobotan dari 84 RPA memperlihatkan 22 RPA dalam kategori sangat potensi, 38 RPA dalamkategori potensi, dan 24 RPA dalam kategori kurang potensi.
Kajian Eksperimen Metoda Injeksi Air Berkarbon untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Pemanfaatan Emisi CO2 Septi Anggraeni; M.Romli; Edward Tobing
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi dan cadangan minyak Indonesia terus mengalami penurunan, oleh sebab itu diperlukanusaha-usaha untuk mengatasi masalah ini. Selain itu penggunaan energi fosil yang belum tergantikan olehenergy terbarukan menimbulkan kelebihan emisi gas yang mengakibatkan perubahan iklim. Oleh sebabitu pemerintah telah mengeluarkan Perpres Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional GasRumah Kaca, untuk mengurangi emisi gas CO2. Salah satu metoda EOR yang digunakan untuk menaikanproduksi minyak dan menyimpan gas CO2 adalah dengan menginjeksikan air yang disaturasikan dengangas CO2 kedalam reservoir minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan investigasi metoda injeksiair berkarbon dengan melakukan eksperimen pendesakan fl uida di laboratorium. Hasil dari eksperimendi laboratorium memperlihatkan metoda injeksi air berkarbon dapat menaikkan perolehan minyak dengantekanan injeksi yang relatif lebih rendah dari metoda injeksi gas CO2 lainnya. Dengan demikian metodaini diharapkan dapat menekan biaya dalam implementasi injeksi gas CO2 di lapangan.
Lumpur Berbasis Air Rendah Padatan dan Tahan Temperatur Tinggi Bagi Pemboran di Formasi Serpih Rachmi Kartini
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai fl uida pemboran untuk formasi serpih. Selama ini permasalahan dalampemboran banyak terkait dengan ketidakstabilan lubang sumur di lapisan serpih. Hal ini menjadi perhatianmengingat meningkatnya usaha eksplorasi serpih gas yang merupakan upaya dalam mencari sumber energyalternative. Tujuan dari penelitian yang sudah dilakukan adalah untuk mencari formulasi fl uida pemboranberbasis air yang kompatibel dengan formasi serpih, dalam arti tidak mengakibatkan ketidakstabilan lubangsumur. Untuk itu dilakukan pengujian terhadap beberapa formulasi lumpur, dalam interaksinya denganperconto shale, dengan menggunakan linear swell tester (LSM). Disamping itu juga dilakukan analisaterhadap mineralogy perconto dengan menggunakan metoda x-ray diffraction (XRD), untuk mempelajarisensitivitas masing-masing mineral terhadap berbagai formula fl uida pemboran yang dirancang. Hasildari penelitian ini adalah formulasi fl uida pemboran yang diberi nama Brine Mud. Dibandingkan denganlumpur KCl Polimer yang biasa dipakai, Brine Mud memberikan hasil LSM yang lebih baik.
PENELITIAN DURABILITAS MINYAK LUMAS MESIN SEPEDA MOTOR SAE 10W-40, API SL/JASO MB MELALUI UJI JALAN Rona Malam K; M. Hanifuddin; Setyo Widodo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak lumas yang tepat akan berpengaruh pada kinerja mesin yang baik, sehingga masa pakai mesinkendaraan lebih lama dan meningkatkan efi siensi secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuatminyak lumas untuk kendaraan sepeda motor SAE 10W 40, API SL/JASO MB yang memerlukan spesifi kasi khususdengan kinerja yang optimum, kemudian melakukan uji jalan sampai mencapai jarak tempuh 5000 km. Analisisminyak lumas bekas (used oil) dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja minyak lumas dan pengaruh pemakaiannyaterhadap komponen mesin.
KRITERIA UJI PENYARINGAN INJEKSI ASP DALAM IMPLEMENTASI TEKNOLOGI EOR Sugihardjo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Injeksi kimia terdiri dari ASP (Alkali, Surfaktan, Polimer), yang dapat diinjeksikan secara sendiri sendiriataupun dicampur. Injeksi kimia dapat dirancang untuk suatu reservoar minyak tertentu dengan: injeksi alkali,injeksi surfaktan, injeksi polimer, injeksi alkali-surfaktan-polimer secara berturutan, injeksi surfaktan-polimersecara berturutan, injeksi campuran alkali/surfaktan/polimer, dan injeksi campuran surfaktan/polimer. Sebelumimplementasi injeksi kimia ASP perlu dilakukan studi secara intensif di laboratorium untuk menentukan kriteriauji penyaringan injeksi kimia untuk EOR (Enhanced Oil Recovery) memenuhi syarat untuk dapat diaplikasikan dilapangan dan berpotensi untuk menaikkan perolehan minyak.
PEMBUATAN GEMUK LUMAS BIO MENGGUNAKAN THICKENER BERBASIS 12-HSA PRODUKSI LOKAL Milda Fibria; Catur Yuliani R; Tri Purnami
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gemuk lumas merupakan kombinasi minyak lumas dan bahan pengental (thickener). Thickener memberikankarakteristik kekakuan terhadap gemuk lumas yang merupakan ukuran resistensi terhadap deformasi oleh gayayang diberikan. Thickener dibuat dengan mereaksikan asam 12-Hidroksistearat (HSA) dan litium hidroksidauntuk menghasilkan gemuk lumas yang memiliki resistensi yang tinggi terhadap air. Kebutuhan terhadapasam 12-hidroksistearat (HSA) sebagai bahan thickener gemuk lumas cukup signifi kan
SIMULASI PERCOBAAN COREFLOODING INJEKSI SURFAKTAN POLIMER PADA BATUAN RESERVOIR Edward ML Tobing
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa tahun belakangan ini injeksi surfaktan-polimer banyak diterapkan untuk dapat meningkatkanproduksi lapangan minyak tua, karena mempunyai efek sinergis dari penurunan tegangan antar muka dankontrol mobilitas dengan efek samping yang minimal.

Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue