cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 10 (2025)" : 47 Documents clear
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Pada Mahasiswa ITkes Muhammadiyah Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang Kassaming; Nur Rezky Ardinar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1978

Abstract

Perilaku merokok merupakan fenomena sosial yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Merokok tidak hanya dilakukan oleh orang tua, namun remaja, mahasiswa, bahkan anak kecil pun juga ada yang merokok, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Masalah yang berkembang juga menjadi perhatian yang berkembang karena pravalensi merokok di kalangan remaja dan mahasiswa sudah mendekati tingkat merokok di kalangan orang tua atau orang dewasa. Kesadaran masyarakat akan bahaya rokok bagi kesehatan masih belum rendah, karena penyakit akibat rokok akan muncul 20 sampai 25 tahun kemudian. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, alat yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan analisis data menggunakan Analisis Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa ITKeS Muhammadiyah Sidrap adalah faktor pengetahuan yang baik sebanyak 39 responden dengan persentase (97,5%) dan pengetahuan yang cukup hanya 1 responden dengan persentase (2,5%) dan faktor orang tua dengan kategori ya sebanyak 30 responden dengan persentase (75,0%) dan kategori tidak sebanyak 10 responden dengan persentase (25,0%) dan faktor teman sebaya dengan kategori ya sebanyak 10 responden dengan persentase (25,0%) dan kategori tidak sebanyak 30 responden dengan persentase (75,0%) dan faktor media atau iklan dengan kategori ya sebanyak 16 responden dengan persentase (40,0%) dan kategori tidak sebanyak 24 responden dengan persentase (60,0%). Diantara keempat faktor diatas tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor tersebut dengan perilaku merokok pada mahasiswa.
Penerapan Edukasi Diet Dash (Dietary Approaches To Stop Hypertension) Terhadap Tekanan Darah Pada Tn.D Dengan Hipertensi Di Puskesmas Tanjung Balai Karimun Dewi Annisa; Cica Maria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1979

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Penatalaksanaan nonfarmakologis, seperti modifikasi pola makan, terbukti efektif dalam mengontrol tekanan darah. Salah satu pendekatan diet yang dianjurkan adalah Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan edukasi diet DASH dalam upaya menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Balai Karimun. Penulisan ini merupakan studi kasus asuhan keperawatan terhadap satu pasien hipertensi yang dilakukan selama tiga hari. Intervensi utama yang diberikan adalah edukasi mengenai diet DASH, mencakup pengurangan konsumsi natrium, peningkatan asupan buah, sayuran, dan produk rendah lemak, serta pembatasan konsumsi makanan olahan dan kafein. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan. Evaluasi dilakukan setiap hari untuk menilai perubahan tekanan darah dan pemahaman pasien. Setelah dilakukan intervensi edukasi diet DASH selama tiga hari, terjadi penurunan tekanan darah pada pasien dari 165/114 mmHg menjadi 125/75 mmHg. Pasien menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap pengelolaan pola makan dan berkomitmen untuk menjalankan diet DASH secara berkelanjutan. Penerapan edukasi diet DASH efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Edukasi gizi yang terstruktur dan berkelanjutan perlu menjadi bagian integral dari asuhan keperawatan untuk meningkatkan keberhasilan pengendalian hipertensi.
Tingkat Pengetahuan Keluarga Penderita Tuberkulosis Paru Tentang Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Jenu Mia Nur Aini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1980

Abstract

Tuberkulosis paru ialah suatu penyakit infeksi kronis yang menular serta termasuk pada satu diantara masalah kesehatan masyarakat di tingkat global. World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa tuberkulosis paru ialah penyakit yang bisa dicegah serta diobati. Namun demikian, kenyataannya penyakit ini masih menjadi isu kesehatan utama di dunia. Studi ini mempunyai tujuan guna menganalisis tingkat pengetahuan keluarga pasien tuberkulosis paru terkait upaya pencegahan penularannya di wilayah kerja Puskesmas Jenu. Studi ini menerapkan desain deskriptif dengan populasi seluruh keluarga pasien Tuberkulosis Paru yang masih menjalani program pengobatan selama enam bulan di Puskesmas Jenu pada periode November tahun 2024 sampai bulan April tahun 2025 sebanyak 42 orang. Besar sampel 42 orang. Menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitiannya adalah tingkat pengetahuan keluarga penderita tuberkulosis paru mengenai pencegahan penularan Tuberkulosis Paru. Menggunakan pendekatan Cross-Sectional. Data dianalisis deskriptif dengan tabel frekuensi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwasannya mayoritas keluarga pasien TB Paru yang ada di wilayah kerja Puskesmas Jenu berusia 26–35 tahun serta memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup. Sebagian besar dari keluarga penderita Tuberkulosis Paru berjenis kelamin laki-laki memiliki pengetahuan dalam kategori kurang, Seluruhnya dari keluarga penderita Tuberkulosis Paru yang tidak sekolah memiliki pengetahuan dalam kategori kurang serta mayoritas keluarga penderita Tuberkulosis Paru yang tidak bekerja mempunyai pengetahuan pada kategori kurang. Pentingnya peningkatan edukasi kesehatan yang berkelanjutan sangat penting diperlukan bagi keluarga penderita Tuberkulosis Paru. Intervensi melalui pendekatan langsung, media sederhana, serta keterlibatan keluarga dalam program penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pencegahan penularan Tuberkulosis Paru, guna mendukung upaya pengendalian Tuberkulosis Paru sebagai masalah kesehatan masyarakat.
Efektivitas Self Help Book Dan Sleep Hygiene Terhadap Insomnia Di Pondok Mahasiswi Hafshawaty Ani Yuliati; Achmad Kusyairi; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1981

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur. Kondisi ini dapat ditangani melalui pendekatan farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu metode non farmakologis yang digunakan adalah melalui intervensi self help book dan sleep hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi self help book dan sleep hygiene tersebut dalam mengurangi insomnia.Penelitian ini menggunakan desain pre experimental dengan pendekatan two group pre post test design. Jumlah responden sebanyak 46 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 50 orang. Responden dibagi menjadi dua kelompok: 23 orang diberi intervensi self help book dan 23 lainnya diberikan intervensi sleep hygiene. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Insomnia Rating Scale (KSPBJ-IRS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok self help book, 78,3% responden mengalami insomnia sedang sebelum intervensi dan 82,6% tetap dalam kategori yang sama setelahnya. Sedangkan pada kelompok sleep hygiene, terjadi penurunan insomnia sedang dari 52,2% menjadi 34,8%, dengan peningkatan kategori ringan menjadi 65,2%. Hasil uji statistic uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value : 0,011 dan 0,000 < 0,05, maka dinyatakan bahwa sleep hygiene lebih efektif terhadap penurunan skala insomnia di pondok mahasiswi hafshawaty. Sleep hygiene terbukti lebih efektif dibandingkan self-help book dalam menurunkan tingkat insomnia karena intervensi ini secara langsung memodifikasi kebiasaan dan lingkungan tidur yang menjadi faktor utama gangguan tidur. Selain itu, sleep hygiene lebih mudah diterapkan secara konsisten oleh responden, dibandingkan membaca dan memahami isi self-help book yang membutuhkan motivasi dan kemampuan literasi lebih tinggi.
Efektivitas Senam Otak (Brain Gym) Dan Terapi Reminiscence Terhadap Penurunan Resiko Komplikasi Fungsi Kognitif Pada Penderita Hipertensi Di Desa Selogudig Wetan Kab. Probolinggo Eriska Melinda; Achmad Kusyairi; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang juga dapat menyebabkan faktor resiko terhadap kejadian iskemik pada otak yang terkait dengan gangguan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas senam otak (brain gym) dan terapi reminiscence terhadap penurunan resiko komplikasi fungsi kognitif pada penderita hipertensi di Desa Selogudig Wetan Kabupaten Probolinggo.Metode penelitian Quasi experimental dengan pendekatan two group pre- post test design dilakukan di desa selogudig wetan. Populasi pada penelitian ini sebanyak 70 responden dengan besar sampel 60 responden menggunakan purposive sampling yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 mendapatkan terapi senam otak yang dilakukan 2-3 kali sehari selama 10-15 menit dilakukan selama 1-2 minggu. Sedangkan pada kelompok 2 mendapatkan terapi reminiscence dilaksanakan dalam 5 sesi dalam 5 kali pertemuan selama 4 minggu dengan durasi 30-60 menit setiap pertemuan. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner MMSE dan lembar observasi. Selanjutnya dilakukan pengukuran gangguan fungsi kognitif sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank test.Hasil penelitian ini menunjukkan gangguan fungsi kognitif pada penderita hipertensi sebanyak 60 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Pada kelompok 1 mendapatkan terapi senam otak sebanyak 30 responden, dan pada kelompok 2 mendapatkan terapi reminiscence sebanyak 30 responden. Pada kelompok 1 sebelum dan sesudah diberikan terapi senam otak didapatkan nilai (p=0,000; dan nilai Z=-4.835). Sedangkan pada kelompok 2 sebelum dan sesudah diberikan terapi reminiscence didapatkan nilai (p=0,000; dan nilai Z=-4.755). Hasil uji Wilcoxon signed rank test dari kedua intervensi menghasilkan nilai p-value 0,000 ≤ α=0,005. Hal ini menunjukkan bahwa efektif senam otak dan terapi reminiscence dalam menurunkan gangguan fungsi kognitif pada penderita hipertensi.Senam otak lebih efektif dari pada terapi reminiscence dalam menurunkan gangguan fungsi kognitif disebabkan karena senam otak melibatkan koordinasi gerakan motorik, aktivitas fisik, dan stimulasi otak secara simultan, sehingga meningkatktan koneksi antar sel saraf dan memperkuat daya ingat dan konsentrasi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Pemberian Imunisasi BCG Di Desa Tegalbang Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Neng Esti Wibowo; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Sri Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1983

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan masalah kesehatan global yang masih tinggi prevalensinya, termasuk pada bayi. Pemberian imunisasi BCG merupakan salah satu upaya pencegahan yang efektif. Namun, cakupan imunisasi BCG di Desa Tegalbang pada tahun 2024 hanya mencapai 57,38%, jauh di bawah target nasional sebesar 95%, sehingga meningkatkan risiko kejadian TBC pada bayi dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemberian imunisasi BCG di Desa Tegalbang wilayah kerja Puskesmas Sumurgung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 61 ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan. Sampel sebanyak 53 orang diperoleh menggunakan teknik Simple Random Sampling. Variabel penelitian meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan jarak ke fasilitas kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan rendah, sebagian besar sikap ibu negatif, sebagian besar ibu tidak mendapat dukungan keluarga, dan sebagian besar ibu memiliki jarak tempat tinggal dalam kategori dekat dengan pelayanan kesehatan. Pengetahuan yang rendah, sikap yang negatif, serta minimnya dukungan keluarga menjadi penghambat utama dalam pemberian imunisasi BCG. Upaya peningkatan cakupan imunisasi perlu difokuskan pada edukasi kepada ibu dan pelibatan aktif keluarga dalam mendukung pelaksanaan imunisasi.
Pengaruh Kecanduan Smartphone Terhadap Tingkat Aktivitas Fisik Pada Remaja Di SMA Negeri 4 Tuban Shinta Nurul Fadhila; Titik Sumiatin; Su’udi; Anita Joeliantina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1984

Abstract

Kecanduan smartphone seringkali menyebabkan dampak negatif pada kehidupan sehari-hari seperti malas beraktivitas, gangguan emosi, dan gangguan tidur. Tujuan umum yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecanduan smartphone terhadap tingkat aktivitas fisik pada remaja di SMA Negeri 4 Tuban. Pengembangan ilmu keperawatan tentang aktivitas fisik pada remaja sangat diharapkan dengan terlaksananya penelitian ini. Penelitian ini mengambil desain korelasional dimana menggunakan pendekatan cross-sectional. Dari 256 siswa kelas X sebagai populasi, dengan mengacu pada kriteria serta teknik purposive sampling, maka sebanyak 156 siswa akan dilibatkan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen, dan proses analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Dari hasil penelitian didapatkan 50% remaja yang kecanduan smartphone memiliki tingkat aktivitas fisik rendah. Nilai uji Chi-Square <0.001 menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kecanduan smartphone dengan tingkat aktivitas fisik remaja. Dengan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi tingkat kecanduan smartphone, maka secara signifikan akan semakin rendah aktivitas fisik pada remaja. Temuan ini menegaskan pentingnya peran bersama dari sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam menangani kecanduan smartphone. Pendekatan yang bisa dilakukan meliputi sosialisasi, pembatasan penggunaan smartphone di luar jam belajar, dan peningkatan kegiatan fisik yang menyenangkan. Membangun kesadaran siswa terhadap pentingnya aktivitas fisik serta risiko dari penggunaan smartphone berlebihan juga sangat dibutuhkan. Upaya ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi perkembangan remaja.