cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 9 (2025)" : 39 Documents clear
Penerapan Kompres Dengan Water Tepid Sponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Yang Mengalami Hipertermi Firza Zaenatin; Ida Nur Imamah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1884

Abstract

Kesehatan anak penting diperhatikan karena sistem imun mereka belum berkembang sempurna dan baru mencapai kematangan pada usia 5–18 tahun. Akibatnya, anak lebih rentan terhadap infeksi, termasuk demam, merupakan gejala umum, infeksi virus atau bakteri. Data WHO (2023) mencatat 17 juta kasus demam per tahun secara global, 70% terjadi di Asia. Di Indonesia sendiri, prevalensi tertinggi terjadi pada anak usia 1–4 tahun. Penanganan demam dibagi menjadi farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang efektif adalah Water Tepid Sponge, yaitu kompres hangat di beberapa titik tubuh untuk mempercepat penurunan suhu tubuh anak secara signifikan. Tujuan: Mengetahui hasil dari implementasi pemberian kompres Water Tepid Sponge terhadap penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami hipertermi di RS UNS. Metode: Penerapan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Hasil penerapan ini menunjukan sebelum dilakukan intervensi responden mengalami ketidak normalan pada suhu pada anak/ hipertermia, setelah dilakukan penerapan Water Tepid Sponge responden mengalami penurunan pada hasil suhu tubuhnya. Kesimpulan: Terdapat perbedaan hasil suhu tubuh sebelum dan sesudah dilakukan teknik Water Tepid Sponge pada pasien anak yang mengalami hipertermi.
Analisis Faktor Pembentukan Karies Gigi Dan Keparahan Sakit Gigi Pada Anak Prasekolah Di TK Dharma Wanita Bondowoso Fran Asiska Dwi Maulinda; Alwin Widhiyanto; Achmad Kusyairi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1885

Abstract

Kebersihan mulut membantu mempertahankan status kesehatan mulut, dari partikel-partikel makanan, plak, dan bakteri. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit pada gigi yaitu faktor substrat dan faktor perilaku kesehatan gigi merupakan alat ukur pembentukan karies gigi pada anak prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor terjadinya pembentukan karies gigi dan keparahan sakit gigi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, adapun desain penelitian ini adalah cross sectional. Data diambil dari hasil lembar observasi dan lembar kuesioner yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita dengan populasi 28 siswa, sampel yang di teliti sebanyak 28 siswa dengan teknik total sampling. Data dianalisis dengan SPSS 20 secara manual dengan chi-square test. Dari 28 responden yang diteliti pada faktor substrat sebagian besar 18 responden (64,3%) dengan kategori tinggi, sedangkan faktor perilaku kesehatan gigi sebagian besar 16 responden (57,1%) dengan kategori buruk, sedangkan penderita karies gigi sebanyak 8 responden (28,6%) dengan kategori kelas karies IV, dan keparahan sakit gigi sebagian besar 12 responden (42,9%) dengan kategori kronis, dan analisis hasil penelitian faktor yang paling Dominan mempengaruhi pembentukan karies gigi yaitu perilaku kesehatan gigi signifikansinya lebih kecil dari nilai α yakni explain B / Wald 8,860 > 0.05 dengan hasil signifikasi 0.003 < 0.05, dan faktor yang paling dominan dalam keparahan sakit gigi adalah perilaku kesehatan gigi dengan hasil explain B / Wald 6,030 > 0.05 dengan hasil signifikasi 0.014 < 0.05. Dengan hal ini faktor perilaku kesehatan gigi memiliki peranan penting dalam pembentukan karies gigi yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada gigi, bahwa perilaku individu menjaga kesehatan gigi mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap perilaku anak dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Oktavia Putri Fadila; Mulyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1886

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi. Di Indonesia jumlah lansia penderita hipertensi sebanyak 34, 1 %. Data terbaru lansia penderita hipertensi di Jawa Tengah sebesar 72,0%. Salah satu gejala awal yang dirasakan yaitu jantung terasa berdebar serta sakit kepala. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan perbandingan perkembangan tekanan darah sebelum dan sesudah penerapan teknik relaksasi napas dalam. Metode : Penelitian ini menggunakan studi kasus terhadap 2 responden yang dilakukan selama 2 hari. Hasil : Penerapan Teknik relaksasi napas dalam pada kedua responden didapatkan hasil perbandingan perkembangan sebelum dan sesudah terapi pada Ny.S dengan sistolik 21 mmHg dan diastolic 16 mmHg sedangkan pada Ny.G terjadi penurunan tekanan sistolik 26 mmHg dan diastolic 10 mmHg. Kesimpulan : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Teknik relaksasi napas dalam dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolic pada kedua responden.
Pengaruh Penerapan Terapi Mendengarkan Musik Klasik Terhadap Perubahan Tingkat Gejala Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta Sintha Amelia Sanada; Didik Imam Margatot; Suyatno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1887

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa serius yang sering disertai halusinasi pendengaran, yang dapat mengganggu emosi dan fungsi sosial. Terapi musik klasik merupakan pendekatan nonfarmakologis yang diyakini dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi gejala halusinasi. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada dua pasien di Ruang Nakula RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Intervensi dilakukan dengan mendengarkan musik klasik selama 20 menit, tiga kali dalam tiga hari berturut-turut menggunakan headset. Tingkat halusinasi diukur menggunakan Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Hasil: Skor AHRS pasien pertama menurun dari 23 menjadi 11, dan pasien kedua dari 24 menjadi 15, menunjukkan penurunan gejala halusinasi. Kesimpulan: Terapi mendengarkan musik klasik efektif dalam menurunkan gejala halusinasi pendengaran dan dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis yang sederhana dan terjangkau.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Kecemasan Pada Pasien Pre Operatif Fibroadenoma Mamma Di Rumah Sakit Mitra Sehat Medika Pandaan Arif Eka Budiman; Iin Aini Isnawati; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1888

Abstract

Operasi atau pembedahan merupakan tindakan yang menggunakan teknik invasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh melalui sayatan yang diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. Pembedahan yang direncanakan dapat menimbulkan respon fisiologis maupun psikologi pada pasien salah satunya kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap kecemasan pada pasien pre operatif fibroadenoma mamma. Jenis penelitian ini pra-exsperimental dengan pendekatan one group pretest and postest design. Populasi semua pasien pre operatif fibroadenoma mamma pada bulan Februari – April 2024 sebanyak 28 responden, penentuan sampel menggunakan tekhnik consecutive sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 28 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner The Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Selanjutnya dianalisis menggunakan uji paired T-test. Hasil uji analisis penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap kecemasan pada pasien pre operatif fibroadenoma mamma, menggunakan uji pairet T-test dengan nilai p valeu= 0,000 < α =0,05. Perawat perlu memberikan edukasi berupa pendidikan kesehatan pada pasien yang akan melakukan tindakan pre operatif, sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh pasien.
Penerapan Teknik Relaksasi Benson Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia Dengan Hipertensi Maezaroh Afifah Saputri; Zulfa Mahdiatur Rasyida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1889

Abstract

Hipertensi merupakan masalah yang paling umum di kalangan masyarakat. Hipertensi menjadi masalah yang sering terjadi pada lansia. Lansia dengan hipertensi sering disertai gangguan kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan tekanan darah, sebaliknya hipertensi dapat menurunkan kualitas tidur. Diperlukan upaya non-farmakologis yang tepat dan aman dalam memperbaiki kualitas tidur yang buruk pada lansia yaitu dengan teknik relaksasi benson. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil kualitas tidur sebelum dan sesudah penerapan teknik relaksasi benson. Metode : Penelitian ini menggunakan studi kasus terhadap 2 responden yang dilakukan selama 7 hari dalam 7 kali pertemuan dengan durasi 15 menit. Hasil : Penerapan teknik relaksasi benson didapatkan hasil skor kualitas tidur sebelum intervensi pada Ny. Y yaitu 17 sedangkan Ny. S yaitu 18, sesudah intervensi hasil skor pada Ny. Y yaitu 3 sedangkan Ny. S yaitu 3. Kesimpulan : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kualitas tidur pada lansia hipertensi.
Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Dalam Mengedukasi Anak Tentang Menarche Dengan Kesiapan Anak Menghadapi Menarche Devi Nilna Muna; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1890

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke dewasa yang membutuhkan pemahaman akan perubahan fisik dan psikologis, termasuk menstruasi. Kurangnya informasi tentang menstruasi, khususnya dari keluarga, dapat membuat remaja putri merasa cemas dan tidak siap menghadapi menarche. Peran ibu dalam memberikan edukasi sangat penting agar anak siap secara fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku ibu dalam mengedukasi anak tentang menarche dengan kesiapan anak menghadapi menarche. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah siswi kelas 7 SMP Negeri 6 Tuban dengan jumlah 117 siswi. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 91 ibu dan siswi. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan ibu, perilaku ibu dan kesiapan anak. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan sebagian ibu dari siswi berpendidikan SMA dan memiliki tingkat pengetahuan baik. Sebagian besar ibu memiliki perilaku sedang. Sebagian besar siswi kelas 7 SMP Negeri 6 Tuban siap menghadapi menarche. Hasil Chi Square didapatkan p value = 0,000, menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan ibu tentang menarche dengan kesiapan anak menghadapi menarche. Dan hasil Chi Square didapatkan p value = 0,005, menunjukkan bahwa adanya hubungan antara perilaku ibu dalam mengedukasi anak tentang menarche dengan kesiapan anak menghadapi menarche. Kesiapan anak dalam menghadapi menarche sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan perilaku ibu. Ibu yang memiliki pengetahuan dan perilaku edukatif yang baik akan membantu anak lebih siap menghadapi menstruasi pertama dan menjaga kesehatan reproduksinya.
Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Gula Darah Puasa Dan Sewaktu Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Poli Umum Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo Arif Puji Darmawan; Sunanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1891

Abstract

Diabetes mellitus menjadi suatu masalah kesehatan dunia seiring meningkatnya prevalensi penyakit ini di berbagai negara. Penyakit ini tidak hanya berbahanya dan dapat membunuh tetapi juga banyak menguras keuangan penderita dalam proses perawatan penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Gula Darah Puasa Dan Sewaktu pada penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Poli Umum Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian one-group pra–post test design (pra eksperimen) menggunakan pendekatan studi cross sectional dengan 34 responden menggunakan tekhnik simple random sampling. Alat ukur menggunakan Lembar observasi gula darah. Berdasarkan dari 34 responden perubahan kadar glukosa darah sewaktu sesudah aktifitas fisik nilai mean sebesar 185 gr/dl, nilai median sebesar 194 gr/dl, nilai Mode sebesar 200 gr/dl dan standart Devitiation sebesar 49. Perubahan kadar glukosa darah puasa sesudah aktifitas fisik nilai mean sebesar 160 gr/dl, nilai median sebesar 158 gr/dl, nilai Mode sebesar 200 gr/dl dan standart Devitiation sebesar 40. didapatkan P Value : 0,000 dan a= 0,05 artinya r < a, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, serta ada Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Gula Darah Puasa Dan Sewaktu pada penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Poli Umum Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Diharapkan Aktiftas Fisik merupakan suatu kegiatan fisik yang menggunakan otot-otot terutama otot kaki untuk berpindah dari suatu tempat atau ketempat lain. Jalan kaki adalah keterampilan dasar yang dimiliki manusia yang merupakan basic skill seperti melompat dan merupakan tahap pembelajaran setiap manusia dari lahir.
Penggunaan Gadget Dengan Prestasi Belajar Remaja Di SMA Negeri 4 Tuban Ardena Regita Pramesti; Titik Sumiatin; Su’udi; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1892

Abstract

Perkembangan teknologi informasi, terutama gadget, telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan remaja, termasuk dalam hal prestasi belajar. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol berpotensi menyebabkan kecanduan dan memengaruhi konsentrasi serta performa akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan prestasi belajar pada remaja di SMA Negeri 4 Tuban. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja sebanyak 250 orang. Sampel penelitian ini Sebagian 156 remaja yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan dua variabel, variabel independent penggunaan gadget dan variabel dependen prestasi belajar remaja. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner penggunaan gadget dan dokumentasi nilai rapor sebagai data prestasi belajar. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat penggunaan gadget dengan prestasi belajar siswa (p < 0,05). Siswa dengan tingkat penggunaan gadget tinggi cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang penggunaan gadgetnya lebih rendah. Penggunaan gadget berkaitan erat dengan prestasi belajar remaja. Artinya, saat remaja penggunaan gadget yang tinggi, maka kemungkinan besar prestasi belajar remaja kurang baik. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dan pihak sekolah dalam membatasi dan mengarahkan penggunaan gadget secara bijak agar tidak mengganggu proses belajar.
Tingkat Stres Dengan Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di MTs Negeri 3 Tuban Anggita Intan Cahyani; Padoli; Anita Joeliantina; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1893

Abstract

Dismenore atau nyeri saat menstruasi merupakan salah satu gangguan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri dan dapat memengaruhi aktivitas harian. Dismenore disebabkan oleh rasa nyeri akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam memperparah nyeri dismenore adalah tingkat stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di MTS Negeri 3 Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi MTSN 3 Tuban TA. 2024/2025 dengan besar sampel sejumlah 107 mahasiswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner stres yaitu Depression Anxiety Stress Scale (DASS) dan kuisioner nyeri yaitu Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja mengalami stres dengan kategori sedang dan hampir setengahnya remaja mengalami intensitas nyeri dengan kategori sedang. Hasil uji Spearman Rank Correlation didapatkan p-value = 0,002 yang berarti < 0,05 sehingga ada hubungan antara tingkat stres dengan intensitas nyeri dismenore. Stres berkaitan erat dengan intensitas nyeri dismenore. Artinya, saat seseorang mengalami stres, maka kemungkinan besar intensitas nyeri dismenore yang dirasakan akan lebih berat. Oleh karena itu, bagi remaja putri sebisa mungkin mengelola stres dengan baik agar nyeri menstruasi yang dialami tidak semakin parah. Stres sebaiknya dijadikan sebagai dorongan untuk beradaptasi dan belajar mengatasi tantangan, bukan menjadi tekanan yang memperburuk kondisi fisik, termasuk nyeri saat menstruasi.

Page 1 of 4 | Total Record : 39