cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 7 (2026)" : 22 Documents clear
Pengaruh Edukasi Manajemen Koping Terhadap Kualitas Hidup Pada Pasien Pasca PCI (Percutaneous Coronary Intervention) Di RSUD Dr. KH. Idham Chalid Moh Elga Leringga; Yeni Koto; Agus Purnama
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2242

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, sehingga tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) banyak dilakukan untuk memperbaiki aliran darah koroner. Pasien pasca PCI masih sering mengalami kecemasan, stres, serta keterbatasan aktivitas yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Edukasi manajemen koping diperlukan untuk membantu pasien beradaptasi secara fisik dan psikologis setelah tindakan PCI. Tujuan penelitian untuk mengetahui mengetahui pengaruh edukasi manajemen koping terhadap kualitas hidup pasien pasca PCI. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test. Populasi penelitian ini pasien yang telah menjalani tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di RSUD DR. KH. Idham Chalid. Sampel sebanyak 45 responden dengan tekhnik consecutive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Analisa data dengan univariat dan bivariat dengan uji paired samples test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh edukasi manajemen koping secara terstruktur terhadap kualitas hidup pasien pasca PCI di RSUD Dr. KH. Idham Chalid (Ciawi) dengan nilai p value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan pemberian edukasi manajemen koping secara terstruktur efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien pasca PCI.
Pelaksanaan Inspeksi Overhead Crane 10 Ton Di Area PPM 5 (Paper Mesin) Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Perawang Mill Rihan Januardy; Nofri Hasrianto; Armadi; Riska Epina Hayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2246

Abstract

Overhead crane merupakan peralatan penting dalam mendukung proses produksi industri pulp dan kertas, namun penggunaannya memiliki potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan inspeksi overhead crane berkapasitas 10 ton di area PPM 5 PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Perawang Mill sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta studi dokumen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inspeksi rutin mencakup pemeriksaan aspek mekanis, sistem kelistrikan, dan perangkat pengaman telah dilaksanakan sesuai standar K3, dengan temuan utama berupa adanya keausan pada beberapa komponen mekanis, risiko human error dalam pengoperasian, serta kelemahan dalam dokumentasi hasil inspeksi. Tindakan korektif yang dilakukan perusahaan berhasil meminimalisasi potensi bahaya, namun peningkatan kompetensi teknisi melalui pelatihan dan perbaikan sistem pencatatan masih sangat diperlukan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan inspeksi secara konsisten efektif dalam menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus menjaga keandalan operasional overhead crane.
Pengaruh Peran Influencer Media Sosial Dan Faktor Pengetahuan Terhadap Perilaku Pemilihan Sunscreen Di Kalangan Remaja Putri SMK Ashabulyamin Islahil Hasanah; Linda Suryanti; Leli Nurlaeli
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2251

Abstract

Paparan sinar UV yang berlebihan merupakan risiko signifikan bagi kesehatan kulit, khususnya pada remaja putri yang rentan terhadap tren kecantikan digital. Meski kesadaran meningkat, penggunaan sunscreen di Indonesia masih tergolong rendah. Berlandaskan Theory of Planned Behavior dan Social Learning Theory, penelitian ini menganalisis pengaruh peran influencer media sosial (X1) dan pengetahuan (X2) terhadap perilaku pemilihan sunscreen (Y) pada 156 siswi SMK Ashabulyamin Cianjur yang dipilih secara purposive sampling. Menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional, data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS. Hasil uji t menunjukkan bahwa peran influencer (t = 7,572; sig. < 0,001) dan pengetahuan (t = 8,033; sig. < 0,001) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan secara parsial, dengan nilai F simultan sebesar 88,113 (sig. < 0,001) dan Adjusted R Square 0,529, yang berarti kedua variabel menjelaskan 53,5% variasi perilaku pemilihan sunscreen. Disimpulkan bahwa influencer media sosial dan pengetahuan merupakan prediktor utama perilaku pemilihan sunscreen remaja putri, sehingga edukasi kesehatan kulit berbasis digital di lingkungan sekolah sangat diperlukan.
Efektivitas Pemberian Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Untuk Peningkatan Ketrampilan Ekstrakurikuler PMR Pada Siswa Sutiyah Heni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2254

Abstract

Palang Merah Remaja (PMR) merupakan salah satu wadah ekstrakurikuler di sekolah yang berfokus pada kemanusiaan dan kesehatan. Anggota PMR dituntut memiliki keterampilan praktis yang matang dalam Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) agar mampu bertindak sebagai penolong pertama saat terjadi insiden di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian pelatihan P3K terstruktur dalam meningkatkan keterampilan teknis siswa yang mengikuti ekstrakurikuler PMR. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental (one-group pretest-posttest design). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4–30 Mei 2026 bertempat di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri. Sasaran penelitian adalah siswa yang aktif dalam ekstrakurikuler PMR di sekolah tersebut. Intervensi yang diberikan berupa pelatihan P3K intensif yang mengombinasikan penyampaian materi teoretis dan metode simulasi praktik langsung (seperti pembalutan luka, pembidaian, dan evakuasi korban). Keterampilan peserta diukur sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pelatihan menggunakan lembar observasi penilaian keterampilan terstandar. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan keterampilan yang sangat signifikan pada anggota PMR setelah diberikan pelatihan. Nilai rata-rata keterampilan peserta pada saat pretest (sebelum pelatihan) tergolong rendah, yaitu sebesar 41,22. Setelah mengikuti program pelatihan P3K, nilai rata-rata keterampilan peserta pada saat posttest melonjak tajam menjadi 85,75. Hasil uji statistik mengonfirmasi bahwa pelatihan P3K secara signifikan efektif meningkatkan keterampilan praktis peserta. Kesimpulan: Pemberian pelatihan P3K berbasis praktik terbukti sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan anggota ekstrakurikuler PMR di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri. Peningkatan capaian ini menegaskan pentingnya metode pelatihan berkala berbasis simulasi terstruktur untuk menjaga kesiapan fisik dan mental siswa sebagai kader kesehatan di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Efektivitas, Pelatihan P3K, Keterampilan, PMR, SMK Ahmad Yani Gurah Kediri.
Gambaran Kesehatan Mental Pada Remaja Di Smp Handayani 2 Pameungpeuk Idris Handriana; Rosmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2265

Abstract

Data global WHO (2024) menunjukkan (14%) remaja mengalami gangguan mental. Di Kabupaten Bandung, sekitar (99,87%) sudah mengalami gangguan mental dengan kategori ODGJ pada hasil riset 2019-2023. Dinkes (2023), dan remaja merupakan usia yang rentan akan gangguan mental. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana gambaran proporsi kesehatan mental di SMP Handayani 2 Pameungpeuk berdasarkan skor SDQ. Metode: Penelitian ini deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Dilakukan pada bulan Juni 2025, dengan sampel penelitian 228 siswa/i dari kelas VII-IX SMP Handayani 2 Pameungpeuk ditentukan dengan teknik Stratified Random Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan responden berada dalam dalam kategori normal, sebanyak 121 responden (53.1%) pada skor kesulitan dan skor kekuatan sebanyak 213 responden (93.4%). Akan tetapi, menemukan hasil pada skor kesulitan dimana paling dominan yang mengalami kategori abnormal ditemukan pada skor gejala emosional sebanyak 74 orang (32.5%) diikuti masalah teman sebaya sebanyak 30 orang (13.2%) kemudian masalah perilaku sebanyak 25 orang (11.0%), hiperaktivitas sebanyak 12 orang (5.3%) dan perilaku prososial sebanyak dua orang (0.9%). Skor boderline menambahkan data perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan mental. Kesimpulan: Gambaran kesehatan mental pada remaja di SMP Handayani 2 Pameungpeuk mayoritas berada dalam kategori normal. Saran: Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan program preventif kesehatan mental pada remaja.
Monitoring Antropometri Dan Evaluasi Asupan Zat Gizi Makro Pada Balita Stunting: Studi Kasus Di Desa Tawang Kabupaten Kediri Ahmad Afif
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2268

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Pemantauan antropometri dan evaluasi asupan zat gizi makro secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan status gizi balita serta efektivitas intervensi yang diberikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan status antropometri dan kecukupan asupan zat gizi makro pada balita stunting selama periode intervensi di Desa Tawang, Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan observasional terhadap dua balita stunting yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) serta pencatatan konsumsi makanan selama tiga minggu. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil pengukuran dan tingkat kecukupan energi, protein, lemak, serta karbohidrat. Hasil: Kedua balita mengalami peningkatan berat badan selama periode monitoring, namun status stunting berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U) belum mengalami perubahan. Asupan protein menunjukkan peningkatan dan pada salah satu balita telah memenuhi kebutuhan harian. Sebaliknya, asupan energi, lemak, dan karbohidrat masih berada di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Kesimpulan: Monitoring antropometri dan evaluasi asupan gizi menunjukkan adanya respons positif terhadap intervensi, terutama pada peningkatan berat badan dan asupan protein. Namun, pemenuhan energi, lemak, dan karbohidrat masih perlu ditingkatkan melalui pemberian makanan bergizi seimbang serta pemantauan pertumbuhan secara berkelanjutan untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Tingkat Stres Pra Sirkumsisi Anak Usia 6-12 Tahun Dengan Free Needle Injection Method Ariani Sulistyorini; Zidan Fatikhul Mizan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2270

Abstract

Sirkumsisi pada anak usia sekolah sering menimbulkan stres karena takut nyeri dan jarum suntik. Metode anestesi konvensional menggunakan jarum dapat memicu stres akut yang berdampak pada trauma medis jangka panjang. Free needle injection method hadir sebagai alternatif tanpa jarum untuk mengurangi stres visual anak, namun bukti empiris tentang tingkat stres anak yang menggunakan metode ini masih terbatas. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat stres pra sirkumsisi anak usia 6-12 tahun dengan free needle injection method. Desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi seluruh anak usia 6-12 tahun yang disirkumsisi dengan free needle injection di Klinik Al-Faasha Care Kabupaten Kediri berjumlah 60 responden dalam 6 bulan. Sampel 20 responden dengan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan tanggal 17 Maret-12 Mei 2026. Variabel penelitian Tingkat Stres Pra Sirkumsisi Anak Usia 6-12 Tahun Dengan Free Needle Injection Method. Instrumen menggunakan Perceived Stress Scale for Children (PSS-C). Data dianalisis dengan persentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 20 responden, didapatkan hampir setengahnya yaitu 8 responden (40%) mengalami stres sangat rendah dan sedang, sebagian kecilnya yaitu 3 responden (15%) mengalami stres rendah, dan sebagian kecilnya yaitu 1 responden (5%) mengalami stres tinggi. Faktor yang memengaruhi tingkat stres yaitu usia, pengalaman medis sebelumnya, dukungan orang tua, cara pemberian informasi, dan reaksi anak. Sebagian besar anak usia 6-12 tahun yang menjalani sirkumsisi dengan free needle injection method mengalami stres sangat rendah hingga sedang. Metode ini efektif dalam mengurangi stres pra sirkumsisi dan direkomendasikan sebagai pilihan anestesi lokal pada sirkumsisi anak. Disarankan agar tenaga kesehatan memberikan edukasi yang sesuai dengan usia anak, menggunakan komunikasi terapeutik, serta melibatkan orang tua dalam pendampingan sebelum tindakan guna membantu mengurangi stres pra sirkumsisi pada anak.
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ny.N Dengan Masalah Gout Arthritis Di Kelurahan Kemenangan Tani Samfriati Sinurat; Rotua Elvina Pakpahan; Amelia Angelina Sembiring; Betty Veronica Sihaloho; Dermita Aminarty Panjaitan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2273

Abstract

Gout arthritis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang disebabkan oleh gangguan metabolisme purin sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah. Penyakit ini dapat menimbulkan nyeri sendi, membatasi aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, serta meningkatkan risiko komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Peran keluarga sangat penting dalam mendukung pengelolaan penyakit melalui pemberian perawatan, penerapan diet rendah purin, pemanfaatan fasilitas kesehatan, serta kepatuhan terhadap pengobatan. Tujuan: Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang asuhan keperawatan keluarga pada Ny. N dengan masalah gout arthritis. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Perencanaan keperawatan disusun berdasarkan lima tugas kesehatan keluarga yaitu mengenal masalah, mengambil keputusan yang tepat, memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit, memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Intervensi yang diberikan pada masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif berupa pendidikan kesehatan mengenai gout arthritis, pemberian motivasi kepada keluarga, mengajarkan penerapan diet rendah purin, memodifikasi lingkungan dengan menyediakan makanan rendah purin, serta menganjurkan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan kadar asam urat secara rutin. Intervensi pada masalah ketidakpatuhan berupa pendidikan kesehatan tentang pentingnya kepatuhan terhadap diet rendah purin dan pengobatan, melibatkan keluarga dalam memantau kepatuhan, memodifikasi lingkungan dengan membatasi makanan tinggi purin, serta mendorong kontrol kesehatan secara berkala. Kesimpulan: Setelah diberikan intervensi, keluarga menunjukkan peningkatan pengetahuan, kemampuan, dan motivasi dalam merawat anggota keluarga yang menderita gout arthritis serta mampu melaksanakan lima tugas kesehatan keluarga dengan lebih optimal. Saran: Diharapkan perawat di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan dapat meningkatkan edukasi mengenai gout arthritis, penerapan diet rendah purin, pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan, serta mendorong keluarga untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara rutin guna mencegah kekambuhan dan komplikasi.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah (Fe) Dalam Mencegah Anemia Lilik Setiawan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2274

Abstract

Anemia adalah kurangnya sel darah merah karena kekurangan zat besi. Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia. Pengetahuan tentang TTD mempengaruhi remaja putri dalam mengonsumsinya. . Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah (Fe) dalam mencegah anemia. Desain penelitian deskriptif, populasi 96, sampel 49 responden,teknik sampling random sampling. Variabel penelitain pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah (Fe) dalam mencegah anemia. instrumrn menggunakan kuesioner dan analisa menggunakan presentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dari 49 responden sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 25 responden (51%), hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 18 responden (37%), dan sebagian kecil responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 6 responden (12%). Faktor pengetahuan cukup dipengaruhi oleh faktor usia, pernah atau tidak pernah mendapatklan informasi, mulai kelas berapa diberikan TTD. Pengetahuan baik dipengaruhi oleh faktor pernah atau tidak pernah mendapatklan informasi, mendapatkan informasi dari mana. Pengetahuan kurang dipengaruhi oleh faktor menstruasi pertama usia, pernah atau tidak pernah mendapatkan informasi. Diharapkan responden lebih meningkatkan pengetahuan tentang tablet tambah darah (Fe) dalam mencegah anemia dan aktif mencari informasi melalui media sosial.
Stres Mahasiswa Yang Mengikuti Organisasi Mahasiswa Di STIKES Karya Husada Kediri Nove Lestari; Vela Purnamasari; Junanto Waldyansyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2281

Abstract

Mahasiswa seringkali dihadapkan pada berbagai tekanan yang dapat memicu stres, seperti beban akademik, jadwal perkuliahan yang padat, masalah keuangan, tekanan sosial, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan organisasi. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif terhadap perilaku, kesehatan mental, dan kesejahteraan mahasiswa secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada mahasiswa yang mengikuti organisasi mahasiswa (ORMAWA) di STIKES Karya Husada Kediri. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan populasi dan sampel sebanyak 70 mahasiswa aktif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 19 April - 30 Mei 2025. Tempat penelitian di STIKES Karya Husada Kediri menggunakan Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner DASS-42, dan analisisa data dilakukan dengan rumus persentase yang kemudian diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah dari responden mengalami stres dalam kategori normal 29 responden (41%), hampir setengah dari responden mengalami stres dalam kategori ringan 19 responden (27%), dan hampir setengah dari responden mengalami stres dalam kategori sedang 22 responden (31%). Tingkat stres pada mahasiswa yang mengikuti organisasi mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi usia, jenis kelamin, jurusan atau program studi, jenis ORMAWA yang diikuti, jabatan dalam organisasi, lama berorganisasi, semester, frekuensi keikutsertaan dalam kegiatan organisasi, serta pernah mendapat informasi tentang penanganan stres. Disarankan mahasiswa yang mengalami stres diharapkan beradaptasi dengan lingkungan yang dialami serta dapat mengukur kemampuanaktivitas sesuai toleransi, tetap perlu menjaga kesehatan dan cara mengatasinya dengan baik.

Page 1 of 3 | Total Record : 22