cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 990 Documents
Kepatuhan Diet Rendah Garam Dengan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Peserta Prolanis Di Wilayah Kerja Puskesmas Wire Tulus Puji Ningsih; Su’udi; Titik Sumiatin; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2355

Abstract

Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang cukup sering terjadi di masyarakat. Salah satu strategi untuk mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi adalah dengan menerapkan diet rendah garam. Namun, kepatuhan peserta Prolanis terhadap anjuran diet rendah garam masih belum optimal sehingga tekanan darah banyak pasien belum mencapai kondisi terkontrol. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan diet rendah garam dengan tekanan darah pada pasien hipertensi peserta Prolanis di wilayah kerja Puskesmas Wire. Penelitian ini menerapkan desain analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian berjumlah 120 peserta Prolanis. Sebanyak 92 responden dilibatkan dalam penelitian ini dipilih melalui teknik incidendal sampling. Data kepatuhan diet rendah garam diperoleh melalui kuesioner MMAS yang telah dimodifikasi, adapun pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar responden tidak patuh terhadap diet rendah garam, 51 orang (55,4%), dan sebagian besar memiliki tekanan darah tidak terkontrol, 53 orang (57,6%). Hasil tabulasi silang memperlihatkan bahwa hampir seluruh responden yang tidak patuh terhadap diet rendah garam mengalami tekanan darah tidak terkontrol sebanyak 45 orang (84,9%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value <0,001 (p<0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Terdapat hubungan antara kepatuhan diet rendah garam dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, Penerapan diet rendah garam secara patuh perlu dijadikan sebagai komponen penting dalam pengelolaan hipertensi yang berkesinambungan.
Paparan Asap Rokok Di Lingkungan Rumah Pada Balita Pneumonia Di Puskesmas Tuban Tafrihatul Fuadia; Su’udi; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2356

Abstract

Tingginya angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) pada anak balita salah satunya disebabkan oleh pneumonia, di mana asap rokok di lingkungan rumah menjadi salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan saluran pernapasan. Kondisi kesehatan respirasi balita ini sangat rentan terhadap faktor eksternal, termasuk polusi asap rokok di area tempat tinggal. Paparan sekunder dari anggota keluarga yang merokok memaksa anak menjadi perokok pasif yang rentan menghirup bermacam-macam polutan toksik. Studi ini dirancang untuk menganalisis gambaran paparan asap rokok pada lingkungan balita pneumonia yang berobat di Puskesmas Tuban. Pendekatan deskriptif dipilih sebagai desain dalam penelitian ini. Lingkup populasi sasarannya adalah seluruh pasien balita dengan diagnosis pneumonia di Puskesmas Tuban, Kabupaten Tuban, yang berjumlah 57 anak. Melalui teknik convenience sampling yang dihitung menggunakan formula Slovin, diperoleh sampel sebanyak 50 responden. Data dikumpulkan memakai kuesioner khusus yang memuat 7 butir pertanyaan terkait tingkat paparan asap rokok. Selanjutnya, data diolah melalui analisis univariat dan disajikan secara visual dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita berusia 1–3 tahun dan sebagian kecil balita berusia usia 4–5 tahun. Berdasarkan tingkat paparan asap rokok, sebagian besar balita berada pada kategori paparan tinggi, hampir setengahnya balita dalam kategori paparan rendah, dan sebagian kecil balita tidak terpapar. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa paparan asap rokok ditemukan pada seluruh kelompok usia balita pneumonia, dengan akumulasi kasus terbanyak kelompok usia 1–3 tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas balita penderita pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Tuban, Kabupaten Tuban, hidup dalam lingkungan rumah dengan tingkat paparan asap rokok yang tinggi. Mengacu pada hasil tersebut, intervensi edukasi perlu digalakkan guna meningkatkan kesadaran orang tua mengenai dampak buruk asap rokok. Hal ini menegaskan pentingnya menciptakan rumah bebas asap rokok sebagai upaya melindungi kesehatan balita.
Status Gizi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Tuban Sulimatu Sa’diyah; Titik Sumiatin; Su’udi; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2357

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada sebagian kelompok lanjut usia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Berbagai faktor dapat berhubungan dengan kejadian hipertensi salah satunya status gizi. Status gizi yang berlebih dapat memengaruhi kondisi kesehatan lansia, termasuk tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang menjadi anggota aktif program prolanis dipuskesmas tuban, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah status gizi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasional. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruhnya lansia yang menderita hipertensi memiliki status gizi berlebih. Uji statistik diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05), sehingga menunjukan adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Hubungan antara status gizi dan kejadian hipertensi menunjukan, peningkatan indeks massa tubuh pada lansia dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Kelebihan status gizi dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh yang berdampak pada peningkatan resistensi pembuluh darah dan beban kerja jantung. Temuan ini memperkuat teori bahwa status gizi merupakan faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi pada lansia.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Di Puskesmas Tuban Ananda Dwi Agustira; Wahyuningsih Triana N; Wahyu Tri Ningsih; Roudlotul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2358

Abstract

Diabetes melitus tergolong penyakit yang angka kejadiannya kian bertambah dari waktu ke waktu, sehingga menjadi perhatian kesehatan masyarakat di banyak negara termasuk Indonesia. Komplikasi serius dapat timbul apabila penyakit ini tidak dikendalikan dengan baik. Kejadian diabetes melitus dipengaruhi oleh faktor risiko yang tidak dapat diubah maupun yang dapat diubah, seperti aktivitas fisik, pola makan, obesitas, perilaku merokok, dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan faktor tersebut dengan kejadian diabetes melitus di Puskesmas Tuban. Desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional digunakan dalam penelitian ini. Populasi berjumlah 105 anggota Prolanis di Puskesmas Tuban, dengan 83 responden dipilih sebagai sampel melalui simple random sampling. Aktivitas fisik, pola makan, obesitas, perilaku merokok, dan hipertensi menjadi variabel independen, sedangkan kejadian diabetes melitus sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan hubungan bermakna antara aktivitas fisik (p=0,008), pola makan (p=0,007), dan hipertensi (p=0,001) dengan kejadian diabetes melitus. Sebaliknya, obesitas (p=0,934) dan perilaku merokok (p=0,784) tidak menunjukkan hubungan bermakna. Pengendalian kadar glukosa darah pada anggota prolanis dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko sehingga diperlukan pengelolaan diabetes melitus secara komprehensif. Upaya pengendalian faktor risiko melalui edukasi, pemantauan rutin, serta penerapan gaya hidup sehat di pelayanan kesehatan primer berperan enjaga kestabilan glukosa darah serta menekan risiko komplikasi.
Hubungan Lama Persalinan Kala I Fase Aktif Antara Primigravida Yang Rutin Dan Tidak Rutin Mengikuti Senam Hamil Berbasis Thibbun Nabawi Ayu Wandira; Sri Kustiyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2359

Abstract

Lama persalinan kala I fase aktif merupakan salah satu indikator penting dalam proses persalinan. Senam hamil berbasis Thibbun Nabawi merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan ibu menghadapi persalinan. Mengetahui hubungan lama persalinan kala I fase aktif antara ibu primigravida yang rutin dan tidak rutin mengikuti senam hamil berbasis Thibbun Nabawi di Klinik Kehamilan Sehat Karang Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik komparatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder. Populasi penelitian berjumlah 106 ibu primigravida, dengan sampel 50 responden yang memenuhi kriteria penelitian, terdiri atas 25 ibu rutin dan 25 ibu tidak rutin mengikuti senam hamil berbasis Thibbun Nabawi. Data dianalisis menggunakan Independent Samples t-test dan ukuran efek Cohen's d. Tidak terdapat hubungan karakteristik usia ibu, LILA, usia gestasi, dan berat badan lahir bayi antara kedua kelompok (p>0,05). Rerata lama persalinan kala I fase aktif pada kelompok rutin adalah 168,24 ± 39,30 menit, sedangkan kelompok tidak rutin 302,60 ± 58,12 menit. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan terdapat hubungan bermakna (t=9,576; df=48; p<0,001) dengan selisih rerata 134,360 menit (95% CI: 106,149–162,571 menit). Nilai Cohen's d sebesar 2,71 menunjukkan besarnya hubungan rerata antara kedua kelompok. Terdapat hubungan lama persalinan kala I fase aktif antara ibu primigravida yang rutin dan tidak rutin mengikuti senam hamil berbasis Thibbun Nabawi. Kelompok yang rutin mengikuti senam hamil memiliki rerata lama persalinan kala I fase aktif yang lebih singkat.
Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual Pada Siswa Di SMK Abdi Negara Tuban Sya’bana Aditya Subekti; Titik Sumiatin; Su’udi; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2360

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) masih menjadi isu kesehatan reproduksi yang penting, terutama di kalangan remaja. PMS merujuk pada infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual dan dapat memiliki konsekuensi fisik, psikologis, dan sosial. Kurangnya pemahaman di kalangan remaja tentang PMS berpotensi meningkatkan kemungkinan terlibat dalam aktivitas seksual berisiko, yang pada gilirannya meningkatkan prevalensi PMS. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang PMS di SMK Abdi Negara di Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Unit analisis dalam penelitian ini mencakup semua siswa kelas 10 dan 11 di SMK Abdi Negara Tuban, totalnya ada 175 orang. Dari total peserta, dipilih 122 orang sebagai sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Fokus utama dari variabel penelitian ini adalah tingkat pemahaman remaja terhadap penyakit menular seksual (PMS). Data diperoleh melalui kuesioner, lalu dianalisis secara deskriptif dengan cara menggunakan distribusi frekuensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik, yaitu sebanyak 74 orang (60,7%), kemudian ada 47 orang (38,5%) yang memiliki pengetahuan cukup, dan hanya 1 orang (0,8%) yang memiliki pengetahuan kurang. Berdasarkan data responden, sebagian besar berusia 17 - 19 tahun, yaitu sebanyak (59%), berada di kelas 10 yang mencapai (51,6%), dan sekitar 69,7% dari mereka adalah Perempuan. Tingkat pemahaman tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) di kalangan siswa SMK Abdi Negara Tuban secara umum baik. Pemahaman yang komprehensif merupakan elemen penting dalam mencegah PMS di kalangan remaja. Oleh karena itu, perlu meningkatkan kualitas program pendidikan kesehatan reproduksi, dengan melibatkan partisipasi aktif lembaga pendidikan, tenaga medis, dan lingkungan keluarga untuk memastikan bahwa remaja menerima informasi yang valid dan memiliki kemampuan untuk menghindari aktivitas berisiko.
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Toilet Training Dengan Keberhasilan Toileting Anak Usia Prasekolah Di TK Harapan Bunda Desa Trutup Kecamatan Plumpang Mohammad Fatur Rahman; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2361

Abstract

Toilet training merupakan salah satu tugas perkembangan penting pada anak usia prasekolah yang berperan dalam pembentukan kemandirian serta perilaku hidup bersih dan sehat. Keberhasilan Toilet training dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan ibu. Kurangnya pengetahuan ibu dapat menyebabkan keterlambatan anak dalam mengontrol buang air kecil dan besar secara mandiri, ditemukan masih banyak anak di KB Harapan Bunda Desa Trutup Kecamatan Tuban masi menggunakan diapers. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training dengan keberhasilan toileting anak usia prasekolah di TK Harapan Bunda Desa Trutup Kecamatan Plumpang. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 43 ibu yang memiliki anak usia Prasekolah di TK Harapan Bunda Desa Trutup Kecamatan Plumpang. Teknik sampling menggunakan metode total sampling. Menggunakan variabel independent Tingkat pengetahuan ibu tentang Toilet training dan dependen keberhasilan Toileting anak usia prasekolah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu dan lembar observasi untuk menilai keberhasilan Toileting anak. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik (83,7%) tentang toilet training. Hampir seluruhnya anak usia prasekolah juga telah berhasil melakukan Toileting secara mandiri (90,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan keberhasilan Toileting anak usia Prasekolah P = 0,118 (p > 0,05) sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Tingkat pengetahuan ibu yang baik berperan penting dalam keberhasilan Toilet training anak. Ibu yang memiliki pemahaman yang baik cenderung mampu menerapkan metode Toilet training secara tepat dan konsisten, sehingga anak lebih cepat mencapai kemandirian dalam Toileting.
Penerapan Buerger Allen Exercise Untuk Meningkatkan ABI Pada DM Di Puskesmas Gajahan Vadila Isyana Putri; Hermawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2362

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi makrovaskular berupa Peripheral Artery Disease (PAD) yang ditandai dengan penurunan nilai Ankle Brachial Index (ABI). Buerger Allen Exercise (BAE) merupakan intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif meningkatkan sirkulasi perifer dan nilai ABI pada pasien DM tipe II.Tujuan: Mendeskripsikan hasil sebelum dan sesudah penerapan Buerger Allen Exercise untuk meningkatkan nilai Ankle Brachial Index pada pasien DM di Puskesmas Gajahan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada 2 responden penderita DM tipe II. Intervensi BAE dilakukan selama 15 menit setiap 1 hari sekali selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran ABI dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test). Hasil: Hasil penerapan BAE menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan menghasilkan peningkatan nilai ABI pada kedua responden dapat dilihat pada Pada Ny. S, nilai ABI meningkat dari 0,81 menjadi 1,07, sementara pada Ny. D meningkat dari 0,84 menjadi 1,18. Besaran kenaikan yang tercatat berkisar antara 0,09 hingga 0,15. Kesimpulan: Penerapan Buerger Allen Exercise efektif meningkatkan nilai Ankle Brachial Index pada pasien DM tipe II dari kategori obstruksi sedang menjadi normal, sehingga berpotensi mencegah komplikasi kaki diabetik.
Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Desa Prunggahan Kulon Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Dian Elok Prasasti; Wahyuningsih Triana N; Wahyu Tri Ningsih; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2363

Abstract

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan jenis penyakit yang tidak menular namun memiliki prevalensi tinggi pada usia lanjut dan berisiko menyebabkan berbagai komplikasi serius apabila tidak dilakukan pengendalian secara tepat. Kurangnya asupan buah maupun sayur serta tingginya konsumsi makanan kaya lemak dan natrium menjadi bentuk pola makan kurang sehat yang dapat memicu kejadian hipertensi. Hubungan antara pola makan warga usia lanjut dan angka kejadian hipertensi di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban ingin diketahui melalui riset ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain analitis korelasional dan rancangan cross-sectional dengan sebanyak 80 lansia sebagai sebagai warga yang menetap di Desa Prunggahan Kulon menjadi populasi riset, lalu dipilih 67 lansia untuk dijadikan sampel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Kejadian hipertensi ditempatkan sebagai variabel terikat, sementara pola makan diposisikan sebagai variabel bebas. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner pola makan dan pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Untuk mengevaluasi data yang sudah terkumpul diproses lewat analisis univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk menguji keterkaitan pola makan dan hipertensi lansia. Lansia dengan penyakit hipertensi dalam penelitian ini sebagian besar punya kebiasaan konsumsi makanan kurang baik. Perhitungan statistik menghasilkan nilai p senilai 0,046 (p < 0,05), hal tersebut menandakan keterkaitan nyata antara hipertensi dan pola konsumsi lansia Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Upaya mencegah sekaligus mengontrol hipertensi lansia bisa dijalankan lewat pengaturan kebiasaan makan. Langkah ini dilakukan dengan menaikkan porsi buah serta sayur sembari membatasi konsumsi santapan yang kaya lemak juga garam.
Stres Akademik Yang Dihadapi Mahasiswa Semester 4 Di Poltekkes Kemenkes Surabaya Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Kampus Tuban Paskalia Siska Putri Febrina; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2364

Abstract

Stres akademik sering dialami mahasiswa keperawatan akibat tingginya tuntutan tugas, ujian, dan praktik klinik yang dapat berdampak pada prestasi belajar dan kesehatan mental jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stres akademik yang dihadapi mahasiswa semester 4 Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Kampus Tuban. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 82 mahasiswa, dengan jumlah sampel sebanyak 68 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner stres akademik. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 82 mahasiswa, sebagian besar mahasiswa semester 4 Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Kampus Tuban dengan kategori umur remaja (< 20 tahun) memiliki tingkat stres akademik ringan sebanyak 18 mahasiswa (72%), hampir seluruh mahasiswa dengan jenis kelamin laki-laki memiliki tingkat stres akademik ringan sebanyak 5 mahasiswa (83%), sebagian besar mahasiswa yang tinggal bersama orang tua memiliki tingkat stres akademik ringan sebanyak 20 mahasiswa (71%), dan hampir seluruh mahasiswa yang aktif dalam organisasi memiliki tingkat stres akademik ringan sebanyak 19 mahasiswa (79%). Simpulan: Temuan menunjukkan stres akademik mahasiswa masih dalam batas adaptif, mencerminkan kemampuan cukup baik dalam mengelola tekanan. Kondisi ini dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Adaptasi yang baik mendukung kelancaran akademik karena tanpa koping efektif, stres dapat meningkat. Diperlukan upaya berkelanjutan melalui dukungan sosial, manajemen waktu, dan aktivitas positif guna menjaga kesehatan mental.