cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 990 Documents
Paparan Debu Industri Batu Giling Dan Kejadian Ispa Pada Balita Di Desa Sumurgung Wilayah Kerja Puskesmas Jetak Kabupaten Tuban Bilqis Naila Salsabila; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2378

Abstract

Balita merupakan kelompok yang rentan terhadap risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat belum matangnya sistem imunologis dan anatomis saluran pernapasan secara sempurna. Polusi partikulat di kawasan industri batu giling disinyalir menjadi salah satu determinan utama pemicu gangguan respirasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran paparan debu industri batu giling dan Kejadian ISPA pada balita di Desa Sumurgung wilayah kerja Puskesmas Jetak Kabupaten Tuban. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi studi mencakup seluruh ibu yang memiliki anak balita sebanyak 134 orang, dengan penarikan sampel sebanyak 100 responden melalui teknik probability random sampling. Variabel yang diukur meliputi tingkat paparan debu industri batu giling dan kejadian ISPA pada balita. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur serta lembar observasi rekam medis, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Sebagian besar ibu berusia 31 – 45 tahun,hampir setengah ibu berpendidikan SMA, sebagian besar ibu tidak bekerja. Hampir setengah balita berada di lingkungan paparan debu dengan kategori tinggi, sebagian besar balita mengalami ISPA, sebagian besar balita dengan paparan debu tinggi mengalami ISPA. Secara spesifik, mayoritas kasus ISPA ditemukan pada klaster balita yang menghadapi paparan debu tingkat tinggi. Pajanan partikulat dalam proksimitas yang dekat dengan pusat industri memperbesar risiko ISPA pada balita akibat keterbatasan proteksi imunitas tubuh. Berdasarkan temuan ini, masyarakat di sekitar area industri diimbau untuk mengeskalasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melakukan pemantauan kesehatan berkala ke fasilitas medis, serta mengoptimalkan pemenuhan nutrisi balita guna meningkatkan daya tahan tubuh anak.
Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Qurrotun A’yuni; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2379

Abstract

Tuberkulosis adalah masalah kesehatan yang membutuhkan pengobatan yang berlangsung lama menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Efek samping OAT dapat menyebabkan putus berobat, menghambat keberhasilan terapi, serta meningkatkan terjadinya resistensi terhadap obat. Kecamatan Tuban merupakan wilayah dengan jumlah kasus putus berobat tertinggi di Kabupaten Tuban, yaitu sebanyak 6 kasus pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan keluarga tentang efek samping OAT pada pasien TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien TB Paru yang menjalani pengobatan di wilayah kerja Puskesmas Tuban sebanyak 50 keluarga. Sampel berjumlah 50 keluarga dengan teknik total sampling. Variabel penelitian adalah tingkat pengetahuan keluarga tentang efek samping OAT. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh dari keluarga pasien TB Paru (94%) berumur 20–59 tahun, setengahnya (50%) berpendidikan SMA, dan sebagian besar (74%) pernah mendapatkan informasi tentang efek samping OAT. Hampir setengahnya (46%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan sebagian kecil (18%) memiliki pengetahuan kurang. Berdasarkan karakteristik, seluruh keluarga pasien TB Paru (100%) dengan pengetahuan kurang berumur >60 tahun, hampir seluruhnya (85,7%) berpendidikan perguruan tinggi memiliki pengetahuan baik, dan sebagian besar (53,8%) keluarga dengan pengetahuan cukup tidak pernah mendapatkan informasi tentang efek samping OAT. Pengetahuan keluarga dipengaruhi oleh umur, pendidikan, dan informasi yang diperoleh. Namun, keterbatasan informasi masih menjadi hambatan dalam memahami efek samping OAT. Oleh sebab itu, pendidikan mengenai kesehatan yang berkelanjutan sangat penting untuk memperluas wawasan keluarga dalam mendukung keberhasilan terapi.
Penerapan Senam Kaki Diabetik Menggunakan Koran Dalam Meningkatkan Sensitivitas Kaki Pasien DM Tipe 2 Di Pukesmas Gambirsari Verdina Putri Ardi Wijianti; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2380

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi DM adalah neuropati perifer yang dapat menyebabkan penurunan sensitivitas kaki. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Gambirsari, sebagian besar penderita DM Tipe 2 mengeluhkan kebas dan kesemutan pada kaki.Tujuan: Mendeskripsikan hasil implementasi sebelum dan sesudah penerapan senam kaki menggunakan koran terhadap sensitivitas kaki pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada 2 responden. Intervensi senam kaki menggunakan koran dilakukan selama 2 minggu sebanyak 6 kali pertemuan dengan durasi 15 menit setiap pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, alat tes monofilament 10 gram, dan koran. Hasil: Terdapat peningkatan sensitivitas kaki pada kedua responden setelah dilakukan senam kaki menggunakan koran selama 2 minggu sebanyak 6 kali pertemuan. Kesimpulan: Penerapan senam kaki menggunakan koran bermanfaat dalam meningkatkan sensitivitas kaki pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2.
Asuhan Keperawatan Pada Tn. D Dengan Diagnosis Medis Stroke Melalui Penerapan Swedish Massage Menggunakan Virgin Coconut Oil Terhadap Integritas Kulit Di RT 001 RW 012 Kelurahan Baloi Permai Kota Batam Tahun 2026 Syaripah H. Daslan; Cica Maria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2381

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan yang dapat mengakibatkan imobilisasi sehingga meningkatkan risiko terjadinya kerusakan integritas kulit akibat tekanan berkepanjangan. Salah satu intervensi keperawatan komplementer yang dapat diterapkan untuk membantu mempertahankan integritas kulit adalah Swedish Massage menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO). Tujuan karya ilmiah ini adalah menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien stroke dengan penerapan Swedish Massage menggunakan VCO terhadap kerusakan integritas kulit. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, evaluasi, dan penerapan inovasi keperawatan berbasis Evidence Based Nursing. Pada pengkajian ditemukan pasien mengalami stroke iskemik dengan hemiparesis kanan, tirah baring total, serta kerusakan integritas kulit berupa Pressure Injury Grade II pada area sakrum yang ditandai kemerahan dan kulit tampak lebih tipis. Diagnosis utama yang ditegakkan adalah kerusakan integritas kulit. Implementasi dilakukan selama tiga hari melalui reposisi setiap dua jam, edukasi keluarga, perawatan kulit, serta penerapan Swedish Massage menggunakan VCO. Hasil evaluasi menunjukkan kondisi kulit mengalami perbaikan yang ditandai berkurangnya kemerahan pada area sakrum, kulit tetap utuh tanpa perluasan luka, dan skor Braden meningkat dari 12 menjadi 15. Disimpulkan bahwa penerapan Swedish Massage menggunakan VCO efektif membantu mempertahankan integritas kulit pada pasien stroke dengan keterbatasan mobilitas. Keluarga diharapkan dapat melanjutkan tindakan reposisi, perawatan kulit, dan Swedish Massage secara mandiri sebagai upaya pencegahan perburukan kerusakan integritas kulit.
Gambaran Kepatuhan Dalam Penerapan Prinsip Diet 3J Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Wire Aprilia Linda Wati Putri; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2382

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat gangguan sekresi insulin, penurunan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin, atau kombinasi keduanya. Ketidakpatuhan pasien terhadap pengaturan pola makan, khususnya prinsip diet 3J (jumlah, jenis, dan jadwal makan), masih menjadi masalah yang signifikan dalam pengelolaan diabetes melitus dan dapat meningkatkan risiko komplikasi akut maupun kronis. Data Puskesmas Wire Kabupaten Tuban tahun 2025 mencatat 125 pasien diabetes melitus, namun belum tersedia data mengenai tingkat kepatuhan pasien terhadap penerapan prinsip diet 3J. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kepatuhan dalam penerapan prinsip diet 3J pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Wire Kabupaten Tuban. Desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Wire Kabupaten Tuban pada bulan Mei 2026. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus yang berobat di Puskesmas Wire sejumlah 125 orang. Besar sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 5%, diperoleh 95 responden yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Variabel penelitian meliputi kepatuhan prinsip diet 3J serta karakteristik responden (usia, jenis kelamin, pendidikan, dan lama menderita diabetes melitus). Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya responden (83,2%) berada pada rentang usia 36-59 tahun, sebagian besar (65,3%) berjenis kelamin perempuan, sebagian besar (53,7%) berpendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD), dan sebagian besar (53,7%) telah menderita diabetes melitus kurang dari 5 tahun. Sebagian besar responden (56,8%) tergolong patuh terhadap prinsip diet 3J, sedangkan hampir setengahnya (43,2%) tidak patuh. Berdasarkan karakteristik, kepatuhan lebih banyak ditemukan pada kelompok usia 36-59 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan SD, serta lama menderita kurang dari 5 tahun. Sebagian besar pasien diabetes melitus di Puskesmas Wire telah patuh menerapkan prinsip diet 3J, namun masih terdapat proporsi pasien yang belum patuh sehingga berisiko terhadap ketidakstabilan kadar glukosa darah dan komplikasi. Diperlukan peningkatan edukasi dan pendampingan yang berkesinambungan oleh tenaga kesehatan, khususnya dalam program Prolanis, guna meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengaturan jumlah, jenis, dan jadwal makan.
Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien TB Paru Di Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Dewi Nuryani; Su’udi; Titik Sumiatin; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2383

Abstract

Tingginya angka kejadian tuberkulosis paru menjadikan penyakit ini sebagai persoalan kesehatan yang terus memerlukan perhatian serius, mengingat proses penyembuhannya menuntut waktu yang tidak singkat serta rentan memicu gangguan pada sisi fisik, kejiwaan, hingga relasi sosial pasien, yang pada akhirnya menggeser kualitas hidupnya. Dalam perjalanan terapi, tidak jarang pasien mendapati dirinya terbatas dalam bergerak, mengalami gejolak perasaan, dan kehilangan sebagian produktivitas yang biasa dijalani. Di titik inilah kehadiran keluarga memberi arti penting, sebab dorongan semangat, perhatian, dan bantuan yang mereka berikan turut menopang pasien untuk bertahan menjalani seluruh proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien TB paru di Puskesmas Wire Tuban. Studi analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional ini mengevaluasi hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup penderita TB paru. Sebanyak 81 pasien yang merupakan keseluruhan populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data yang diperoleh melalui kuesioner dianalisis menggunakan uji Spearman Rank (α = 0,05.). Temuan lapangan menunjukkan bahwa mayoritas responden menerima dukungan keluarga kategori baik (80,2%) dan memiliki kualitas hidup yang baik (81,5%). Analisis statistik menghasilkan nilai r = 0,424 dengan p-value <0,001, yang membuktikan adanya keterkaitan signifikan antara kedua variabel. Peran aktif keluarga terbukti memicu motivasi, kepatuhan terapi, serta stabilitas emosional pasien, sehingga berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup mereka.
Kesiapan Fisik Dan Psikologis Wanita Dalam Menghadapi Menopause Di Rw 06 Kelurahan Latsari Kecamatan Tuban Azalia Kirana Putri Zelanda Bahari; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2384

Abstract

Menopause tidak hanya ditandai dengan berhentinya menstruasi akibat penurunan hormon estrogen, tetapi juga disertai berbagai perubahan fisik dan psikologis. Masih banyak wanita premenopause yang belum memiliki kesiapan fisik dan psikologis yang baik dalam menghadapi menopause. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan fisik dan psikologis wanita dalam menghadapi menopause di RW 06 Kelurahan Latsari Kecamatan Tuban. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah wanita usia 40-50 tahun di RW 06 Kelurahan Latsari Kecamatan Tuban yang berjumlah 60 orang, dengan besar sampel 52 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling jenis purposive sampling. Variabel penelitian yaitu kesiapan fisik dan kesiapan psikologis wanita dalam menghadapi menopause. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (40,4%) wanita premenopause memiliki kesiapan fisik dalam kategori cukup, dan hampir setengahnya (48,1%) wanita premenopause memiliki kesiapan psikologis dalam kategori cukup dalam menghadapi menopause. Tenaga kesehatan perlu meningkatkan edukasi mengenai menopause kepada wanita premenopause, suami, dan keluarga melalui penyuluhan dan konseling sehingga dapat meningkatkan pengetahuan serta kesiapan fisik dan psikologis wanita dalam menghadapi menopause.
Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Hipertensi melalui Program CERDIK dan PATUH pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Tuban Anisa Salsa Bila Cidita; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2385

Abstract

Hipertensi merupakan The Silent Killer dengan prevalensi yang terus meningkat, hingga menempatkan Puskesmas Tuban di peringkat kedua di antara puskesmas lainnya. Untuk mengendalikannya, pemerintah menjalankan program CERDIK dan PATUH. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan hipertensi melalui program CERDIK dan PATUH pada pasien hipertensi di Puskesmas Tuban. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Tuban sebanyak 40 orang dengan teknik total sampling. Variabel independen yaitu tingkat pengetahuan dan variabel dependennya adalah perilaku pencegahan hipertensi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (65%) pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sebagian besar (65%) pasien hipertensi memiliki perilaku yang baik. Hasil uji Rank Spearman menunjukkan nilai signifikansi p = 0,001 yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan hipertensi. Kesimpulan: tingkat pengetahuan tentang program CERDIK dan PATUH menjadi modal kognitif penentu konsistensi perilaku pasien dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi.
Penatalaksanaan Myalgia Di Masyarakat Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak Wahyu Fajar Indra Yogatama; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2386

Abstract

Latar Belakang: Myalgia (nyeri otot) merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dialami masyarakat akibat aktivitas fisik berlebihan, kelelahan, maupun faktor pekerjaan. Prevalensi Myalgia di Kabupaten Tuban menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga penatalaksanaan yang tepat oleh masyarakat menjadi hal penting untuk diperhatikan. Tujuan: Mengetahui gambaran penatalaksanaan Myalgia di masyarakat Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Myalgia yang periksa di Puskesmas Merakurak sejumlah 121 orang. Sampel penelitian sebanyak 93 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hampir setengah berusia 31–40 tahun, sebagian besar berpendidikan menengah, bekerja, dan memperoleh informasi dari tenaga Kesehatan, Adapun penatalaksanaan Myalgia sebagian besar masyarakat melakukan kedua jenis tindakan, hampir setengahnya melakukan satu jenis tindakan, dan sebagian kecil tidak melakukan tindakan. Berdasarkan karakteristik masyarakat, sebagian besar masyarakat usia 31–40 tahun, Sebagian besar berpendidikan menengah, sebagian besar bekerja melakukan kedua jenis tindakan, rata-rata sebagian besar Masyarakat mendapat informasi dari tenaga kesehatan dan sumber lainnya, seperti keluarga, teman, media massa, media sosial, internet, maupun pengalaman pribadi, melakukan kedua jenis tindakan. Kesimpulan: Penatalaksanaan Myalgia di masyarakat Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak sebagian besar dilakukan melalui kombinasi tindakan farmakologis dan non-farmakologis. Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai swamedikasi yang aman serta dukungan tenaga kesehatan dalam penatalaksanaan Myalgia.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Pada Perawat Daily Chek Up Di Kilang Pertamina RU IV Cilacap Meliyani Husnul Hotimah; Hermawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2387

Abstract

Tidur merupakan sarana tubuh untuk memulihkan stamina secara optimal. Perawat DCU memiliki karakteristik stresor kerja yang unik dan berbeda dari perawat rumah sakit. Mereka mengalami gangguan tidur akibat pola waktu kerja dan pergeseran waktu bangun yang tidak konvensional. Gangguan siklus tidur dapat mengganggu fungsi fisiologis tubuh dan berpotensi memengaruhi tekanan darah. Tujuan: Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada perawat daily chek up di Kilang Pertamina RU IV Cilacap. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat daily chek up di Kilang Pertamina RU IV Cilacap. Sebanyak 80 responden diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar isian demografi, kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI), dan lembar observasi pengukuran tekanan darah. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Kualitas tidur perawat daily chek up sebagian besar berada pada kategori kurang baik (48,7%), sedangkan tekanan darah sebagian besar berada pada kategori normal (51,3%). Hasil analisis Spearman Rank menunjukkan p-value = 0,000 < α = 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada perawat daily chek up di Kilang Pertamina RU IV Cilacap.