cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 990 Documents
Penerapan Senam Dismenore Untuk Mengurangi Skala Nyeri Haid Pada Remaja Putri Risnanda Putri Wardani; Didik Iman Margatot
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 8 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i8.2340

Abstract

Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Data WHO menunjukkan sekitar 90% perempuan di dunia mengalami dismenore, sedangkan di Indonesia angka kejadiannya mencapai 64,25%. Penanganan dismenore dapat dilakukan secara farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yang direkomendasikan adalah senam dismenore, yang dapat meningkatkan sirkulasi darah dan merangsang pelepasan endorfin sehingga menurunkan persepsi nyeri. Tujuan : penerapan ini adalah untuk mengetahui efektivitas senam dismenore dalam menurunkan skala nyeri haid pada remaja putri. Metode : Penerapan menggunakan desain deskriptif dengan observasi nyeri pre dan post intervensi. Subjek penerapan adalah dua remaja putri (Nn.A dan Nn.N) usia 14 tahun dengan dismenore derajat 2 di Desa Pakis Taji, Mojosongo, Boyolali. Senam dismenore dilakukan selama 3 hari berturut-turut pada hari pertama hingga ketiga menstruasi, pagi dan sore, dengan durasi kurang lebih 30 menit, terdiri atas gerakan pemanasan, inti, dan pendinginan. Pengukuran nyeri menggunakan lembar observasi Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penerapan : menunjukkan skala nyeri Nn.A menurun dari 6 (nyeri sedang) menjadi 3 (nyeri ringan), sedangkan Nn.N menurun dari 5 (nyeri sedang) menjadi 2 (nyeri ringan). Dapat disimpulkan bahwa penerapan senam dismenore efektif menurunkan skala nyeri haid pada remaja putri, sehingga dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi non farmakologis untuk mengatasi dismenore.
Perbedaan Skor Latch Sebelum Dan Sesudah Pemberian Pendidikan Kesehatan Tentang Teknik Menyusui Yang Benar Pada Ibu Nifas Di Lampung Tengah Sely Meldiyani; Sri Kustiyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 8 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i8.2344

Abstract

Teknik menyusui yang belum tepat masih menjadi kendala pada ibu nifas dan dapat memengaruhi skor proses menyusui berdasarkan instrumen LATCH. Pendidikan kesehatan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menerapkan teknik menyusui yang benar sehingga skor LATCH meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan skor LATCH sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui yang benar pada ibu nifas di PMB Ariyawati Susiandari, S.Tr.Keb., Bdn Lampung Tengah. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian sebanyak 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Skor LATCH dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata skor LATCH meningkat dari 6,50 ± 1,04 sebelum intervensi menjadi 8,86 ± 0,73 sesudah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan seluruh responden mengalami peningkatan skor (positive ranks = 30; negative ranks = 0; ties = 0), dengan nilai Z = -4,964 dan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang bermakna. Kesimpulan: Terdapat Perbedaan Skor LATCH Sebelum dan Sesudah Pemberian Pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui yang benar pada ibu nifas, dengan skor LATCH setelah intervensi lebih tinggi dibandingkan sebelum intervensi.
Pengaruh Asuhan Kebidanan Berbasis Mindfulness Terhadap Tingkat Kecemasan Dan Kesiapan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester III Julia Pratiwi; Haria Anggraeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 8 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i8.2345

Abstract

Kecemasan pada kehamilan, khususnya menjelang persalinan, dapat memengaruhi pengalaman kehamilan dan kesiapan perempuan menghadapi proses persalinan. Asuhan antenatal yang berpusat pada perempuan perlu memperhatikan aspek psikologis selain pemantauan kondisi fisik. Tujuan: Menganalisis pengaruh asuhan kebidanan berbasis mindfulness terhadap tingkat kecemasan dan kesiapan menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experimental pretest-posttest dengan kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 30 responden. Kelompok intervensi memperoleh asuhan kebidanan berbasis mindfulness, sedangkan kelompok kontrol memperoleh asuhan kebidanan standar. Analisis dilakukan dengan membandingkan perubahan skor kecemasan dan kesiapan persalinan sebelum dan sesudah intervensi antara kedua kelompok. Hasil: Pada kelompok intervensi, skor kecemasan menurun dari 24,63±5,21 menjadi 16,87±4,36 (Δ=-7,76; p<0,001), sedangkan skor kesiapan persalinan meningkat dari 61,47±7,28 menjadi 76,13±6,54 (Δ=14,66; p<0,001). Perubahan skor antarkelompok juga berbeda bermakna untuk kedua variabel (p<0,001). Kesimpulan: Secara umum, asuhan kebidanan berbasis mindfulness menunjukkan penurunan tingkat kecemasan dan peningkatan kesiapan menghadapi persalinan yang lebih besar dibandingkan asuhan kebidanan standar pada ibu hamil trimester III.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Posyandu Dengan Partisipasi Kunjungan Ke Posyandu Balita Usia 13–59 Bulan Di Posyandu Nusa Indah 3 Puskesmas Rejosari Kabupaten Pringsewu Lusia Asih Wulandari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2347

Abstract

Participation in Posyandu visits remains an important indicator of the success of monitoring child growth and development. Low attendance may be influenced by several factors, including mothers’ knowledge about Posyandu. This study aimed to determine the relationship between mothers’ knowledge of Posyandu and participation in Posyandu visits among children aged 13–59 months at Posyandu Nusa Indah 3, Rejosari Primary Health Center, Pringsewu Regency. This quantitative study used an observational analytic design with a cross-sectional approach. The population and sample consisted of 66 mothers selected using total sampling. Mothers’ knowledge was measured using a questionnaire, while participation was assessed from Posyandu registration records. Data were analyzed using the Chi-Square test at α = 0.05. The results showed that 27 respondents (40.9%) had good knowledge, 23 (34.8%) had moderate knowledge, and 16 (24.2%) had poor knowledge. A total of 45 respondents (68.2%) were active in Posyandu visits, while 21 (31.8%) were not active. The Chi-Square test showed a significant relationship between mothers’ knowledge and participation in Posyandu visits (p = 0.002; p < 0.05). Mothers, health workers, and Posyandu cadres are encouraged to strengthen health education and information regarding the benefits of regular Posyandu attendance.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Diare Balita Di Puskesmas Sumberlawang Luthfiah Nurrohman Putri; Tri Susilowati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2348

Abstract

Diare pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan global dengan jumlah kasus mencapai 2 miliar setiap tahunnya. Anak usia 1–5 tahun rentan mengalami diare karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara optimal. Selain itu, pengetahuan ibu berperan penting dalam kejadian diare pada balita. Pengetahuan mengenai kebersihan tangan, penggunaan air bersih, pengelolaan makanan dan minuman, serta kebersihan lingkungan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya diare Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan diare pada balita di Posyandu Desa Sendangsono, Ngargotirto, Sumberlawang Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan sampel 23 anak dari total populasi 30 ibu yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta dianalisis secara univariat. Hasil : Mayoritas responden berusia 17-25 tahun sebanyak 11 responden (47,8%), mayoritas pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 20 responden (65,5%) sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan pencegahan diare kategori cukup sebanyak 15 responden (65,2%). Kesimpulan :Tingkat pengetahuan pencegahan diare di posyandu Sendangsono mayoritas pada kategori cukup sebanyak 15 responden (65,2%).
Tingkat Pengetahuan Dan Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Remaja Di SMAN 1 Tambakboyo Tuban Happy Novitasari; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2349

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu masalah kesehatan utama penyebab kematian didunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini terjadi akibat pembuluh darah koroner yang memasok oksigen dan nutrisi ke jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Penyakit ini dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti pola makan, kebiasaan merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja dan faktor risiko penyakit jantung koroner pada remaja di SMAN 1 Tambakboyo Tuban. Desain penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 151 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Sebagian besar remaja kelas X di SMAN 1 Tambakboyo Tuban berjenis kelamin perempuan berusia 16 tahun. Tingkat pengetahuan remaja tentang jantung koroner hampir seluruhnya berada pada kategori baik. Berdasarkan faktor Risiko, Sebagian besar memiliki pola makan dalam kategori baik, hampir seluruhnya tidak memiliki kebiasaan merokok, sebagian kecil remaja memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) dalam kategori obesitas, serta hampir seluruh remaja memiliki aktivitas fisik yang baik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruhnya remaja memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penyakit jantung koroner dan hampir seluruhnya tidak memiliki faktor risiko yang tinggi. Namun demikian, masih terdapat sebagian remaja yang memiliki faktor risiko sehingga diperlukan edukasi kesehatan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan membentuk perilaku hidup sehat sejak usia remaja.
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pencegahan Anemia Di MAN 1 Tuban Mila Nova Rhamadani; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Roudlotul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2350

Abstract

Anemia merupakan kondisi yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah yang lebih rendah dari nilai normal berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Sebagai protein yang berfungsi mengangkut oksigen, hemoglobin berperan dalam mendistribusikan oksigen ke seluruh jaringan tubuh untuk menunjang berlangsungnya proses metabolisme. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan tingkat pemahaman remaja putri terkait berbagai upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah terjadinya anemia di MAN 1 Tuban. Penelitian ini menerapkan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Responden yang terlibat berjumlah 124 remaja putri, yang dipilih dari populasi penelitian menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memanfaatkan kuesioner sebagai instrumen penelitian untuk memperoleh data yang berkaitan dengan variabel yang menjadi fokus penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proporsi remaja putri di MAN 1 Tuban yang memiliki pengetahuan baik mengenai pencegahan anemia mencapai hampir separuh dari keseluruhan responden. Dari aspek karakteristik, sebagian besar responden berada pada status IMT normal serta memiliki orang tua dengan pendidikan terakhir pada jenjang SMA. Adapun berdasarkan kondisi ekonomi keluarga, mayoritas remaja putri berasal dari keluarga yang memiliki pendapatan orang tua ≤ UMR. Remaja putri yang mempunyai pengetahuan memadai mengenai pencegahan anemia umumnya lebih mampu memahami pentingnya menjaga kondisi kesehatan dan menerapkan perilaku preventif dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui penerapan pola makan bergizi seimbang, peningkatan konsumsi bahan pangan yang menjadi sumber zat besi, serta kepatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran. Pemahaman yang semakin baik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap berbagai faktor yang berisiko menyebabkan anemia beserta dampak yang dapat ditimbulkannya.
Kontrol Diri Dengan Perilaku Agresif Remaja Di SMP Negeri 2 Plumpang Septia Nova Sari; Titik Sumiatin; Su’udi; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2351

Abstract

Perilaku agresif remaja telah meningkat dari tahun ke tahun. Perilaku agresif remaja telah meningkat dari tahun ke tahun. Di Jawa Timur perilaku agresif remaja menempati posisi tertinggi ke−2 setelah Jawa Barat, yaitu sebanyak 511 kasus fisik dan 415 kasus psikis. Pelaku dari kasus tersebut paling banyak dari kalangan teman sebanyak 382 kasus. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku agresif remaja di SMP Negeri 2 Plumpang. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 247 remaja, dengan jumlah sampel sebanyak 153 remaja yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner BSCS dan BAQ. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman-rho. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 153 remaja, sebagian besar masuk pada kategori kontrol diri sedang sebanyak 92 orang (60,1%) dan hampir seluruhnya masuk kategori perilaku agresif sedang sebanyak 121 orang (79,1%). Berdasarkan hasil uji statistik Spearman-rho, diperoleh nilai p-value < 0,001, dengan taraf signifikansi < 0,05. Oleh karena itu, dalam konteks ini, H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga terdapat hubungan antara kontrol diri dengan perilaku agresif remaja di SMP Negeri 2 Plumpang. Simpulan: Perilaku agresif sedang menunjukkan perilaku remaja yang tidak sepenuhnya negatif secara ekstrem. Kontrol diri berperan dalam membantu remaja mengendalikan perilaku negatif. Semakin tinggi tingkat kontrol diri yang dimiliki remaja, maka semakin rendah kecenderungan munculnya perilaku agresif, begitu pula sebaliknya.
Konsumsi Kopi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Peserta Prolanis Di Puskesmas Wire Nielza Safina Safira Chayyun Najach; Su’udi; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2352

Abstract

Hipertensi ialah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi perhatian dalam bidang kesehatan masyarakat karena bisa menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu faktor gaya hidup yang diperkirakan bisa memengaruhi tekanan darah ialah kebiasaan konsumsi kopi. Kandungan kafein dalam kopi bisa merangsang sistem saraf pusat sehingga berpotensi menaikkan tekanan darah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi pada peserta Prolanis di Puskesmas Wire. Penelitian ini memakai metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ialah seluruh peserta Prolanis di Puskesmas Wire sebanyak 40 orang dengan teknik total sampling. Variabel independen yakni konsumsi kopi, sedangkan variabel dependen yakni kejadian hipertensi. Pengumpulan data dilaksanakan memakai kuesioner, tensimeter, serta buku Prolanis atau rekam medis. Analisis data memakai uji Spearman Rank. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya 14 responden (35%) memiliki tingkat konsumsi kopi kategori sedang, sedangkan 31 responden (77,5%) mengalami hipertensi. Hasil uji statistik Spearman Rank diperoleh nilai p = 0,065 (p > 0,05), yang memperlihatkan bahwasanya tidak ada korelasi yang signifikan antara konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi pada peserta Prolanis di Puskesmas Wire. Temuan ini memperlihatkan bahwasanya tidak ada korelasi yang signifikan antara konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi pada peserta Prolanis di Puskesmas Wire. Peserta Prolanis diharapkan tetap menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya hipertensi.
Penerapan Perawatan Luka Dengan Modern Dressing Alginate Terhadap Penyembuhan Luka Ulkus Diabetikum Di Klinik Salud Wound Care Septyana Fatma Sari; Fida’ Husain
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2353

Abstract

Ulkus diabetikum adalah salah satu komplikasi dari diabetes melitus yang dapat menyebabkan infeksi, ganggren, dan bahkan amputasi jika tidak diobati dengan benar. Perawatan penyembuhan luka wound healing dressing alginate dapat menjaga kelembapan luka, mengurangi edema, menyerap eksudat dan memperkuat jaringan granulasi yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Pengaruh penerapan perawatan luka menggunakan wound healing dressing alginate terhadap penyembuhan luka ulkus diabetikum di Klinik Salud Wound Care. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua responden penderita diabetes melitus yang memiliki ulkus diabetik. Perawatan luka dilakukan dengan menggunakan balutan alginate setiap 3 hari sekali selama 2 minggu. Penilaian kondisi luka dilakukan menggunakan instrumen Bates Jensen Wound Assesment Tool (BWAT). Hasil: Sebelum intervensi, skor BWAT pada Tn.B sebesar 32 (grade 2) dan Ny.S skor 36 (grade 2). Setelah penerapan, skor menurun menjadi 24 pada Tn.B dan 29 pada Ny.S. Penurunan skor menunjukka perbaikan karakteristik luka berupa berkurangnya ukuran luka, jumlah eksudat, jaringan nekrotik, serta meningkatnya jaringan granulasi. Tn.B mengalami penurunan skor sebesar 8 skor sedangkan Ny.S sebesar 7 skor. Kesimpulan: Penerapan perawatan luka menggunakan wound healing dressing alginate memberikan hasil yang baik dalam mempercepat proses penyembuhan ulkus diabetikum, yang ditundukkam dengan penurunan skor BWAT dan perbaikan kondisi luka kedua responden.