cover
Contact Name
Lathifaturrahmah
Contact Email
lathifaturrahmah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281288084740
Journal Mail Official
jpm@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Matematika (PMTK) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Jl. A. Yani Km 4,5 Banjarmasin 70235
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23549645     EISSN : 26210355     DOI : https://doi.org/10.18592/jpm.v1i2.7591
Core Subject : Education,
The focus and scope of JPM: Jurnal Pendidikan Matematika include various aspects of Mathematics Education, such as research and development, quantitative and qualitative studies, experimental research, correlation and regression analysis, application of theory, critical analysis studies, and Islamic studies related to Mathematics Education or Mathematical Science.
Articles 87 Documents
Perangkat Soal Berbasis Konflik Kognitif Iskandar Zulkarnain
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 1 NOMOR 1 DESEMBER 2013
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v1i1.117

Abstract

Eksperimentasi Penggunaan Media Komputer dalam Pembelajaran Matematika pada Pokok Bahasan Logaritma Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Kota Surakarta Arif Ganda Nugroho
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 1 NOMOR 1 DESEMBER 2013
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v1i1.120

Abstract

Kemajuan teknologi telah membawa perubahan pesat dalam peradaban manusia. Komputer adalah salah satu bentuk dari kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam sektor pendidikan, pemanfaatan komputer sudah berkembang sebagai alternatif dalam pemilihan media pembelajaran. Salah satunya adalah pemanfaatan sofware macromedia flash 8 di dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) apakah pembelajaran matematika dengan media pembelajaran macromedia flash 8 menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada pembelajaran dengan media powerpoint, (2) apakah motivasi belajar tingi akan memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan motivasi belajar sedang, motivasi belajar sedang lebih baik daripada motivasi belajar rendah dan motivasi belajar tinggi lebih baik daripada motivasi belajar rendah, (3) apakah ada interaksi antara media pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA SSN Kota Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan straified cluster random sampling. Metode pengumpulan data adalah metode dokumentasi, angket, dan tes. Instrumen penelitian adalah tes prestasi belajar matematika, sejumlah 25 butir soal dan angket motivasi belajar siswa sejumlah 40 butir soal.
Menyelesaikan Soal Matematika Model PISA Level 4 Kamaliyah Kamaliyah; Zulkardi Zulkardi; Darma Wijoyo
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 1 NOMOR 1 DESEMBER 2013
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v1i1.126

Abstract

PISA (Program International for Student Assessment) merupakan suatu program penilaian skala internasional yang bertujuan untuk meneliti kemampuan siswa usia 15 tahun dalam menerapkan pengetahuan yang sudah mereka pelajari di sekolah, yang berfokus pada bidang membaca, matematika, dan sains. Berdasarkan hasil PISA tahun 2009, distribusi skor literasi matematika siswa Indonesia belum mencapai level 4. Selanjutnya, dari hasil PISA 2012 untuk bidang matematika, kurang dari 5% siswa Indonesia yang mampu menjawab soal level 4, yaitu soal-soal yang berhubungan dengan model untuk situasi yang konkret tetapi kompleks dan mengintegrasikan representasi yang berbeda serta menghubungkannya dengan situasi nyata. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana siswa menyelesaikan soal matematika model PISA Level 4
Design Research Pembelajaran Perbandingan pada Aktivitas Pengukuran Ellen Davita Safaredha
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 1 NOMOR 2 JUNI 2014
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v1i2.1163

Abstract

Beberapa kajian menunjukkan kesulitan siswa dalam memahami konsep perbandingan. Siswa akan lebih memahami suatu konsep jika dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran. Hal ini sejalan dengan filosofi Pendidikan Matematika Realistik yang menekankan bahwa matematika merupakan aktivitas manusia. Siswa perlu diberi kesempatan untuk belajar matematika melalui serangkaian ide-ide matematika yang dirancang sejalan dengan alur berpikirnya. Beberapa peneliti menunjukkan bahwa pembelajaran perbandingan dapat dikaitkan dengan aktivitas pengukuran. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan alur belajar perbandingan siswa pada aktivitas pengukuran.Penelitian ini menggunakan metode design research yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dilaksanakan pada siswa Kelas V SD Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin dan Siklus II dilaksanakan pada siswa Kelas V MI Al Muhajirin Banjarmasin. Kegiatan penelitian yang dilakukan pada setiap siklus, mengikuti tiga tahap dalam design research, yaitu tahap persiapan eksperimen, tahap pelaksanaan eksperimen, dan tahap analisis retrospektif.Dugaan alur belajar yang telah diujcobakan dan dianalisis dalam dua siklus penelitian menghasilkan deskripsi alur belajar perbandingan pada aktivitas pengukuran yang meliputi kegiatan membandingkan ukuran tinggi badan dan kegiatan membandingkan ukuran objek pada gambar.
PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DAN KONVENSIONAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA Ahmad Zaini
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 1 DESEMBER 2014
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i1.1164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik dan konvensional ditinjau dari kemampuan komunikasi matematik siswa.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain nonequivalent comparison-group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 15 Banjarmasin yang terdiri dari 6 kelas. Sampel penelitian sebanyak dua kelas. Penentuan sampel diambil dengan memilih kelas secara acak untuk dikenai perlakuan dengan pembelajaran matematika melalui pendekatan matematika realistik dan pendekatan konvensional. Instrumen dalam penelitian ini berupa instrument tes kemampuan komunikasi matematika. Koefesien reliabilitas instrumen tes adalah 0,711, dengan SEM adalah 1,741. Untuk mengetahui efektif atau tidaknya pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik dan pendekatan konvensional pada masing-masing variabel, data dianalisis secara univariat dengan statistik uji one sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Kemudian untuk membandingkan keefektifan pembelajaran pada pendekatan matematika realistik dan pembelajaran konvensional, data dianalisis secara multivariat dengan taraf signifikansi 5% (0,05) dan ditindaklanjuti dengan analisis secara univariat pada taraf signifikansi 0,025 untuk pengujian dua arah.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik efektif ditinjau dari kemampuan komunikasi matematika; 2) pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional tidak efektif ditinjau dari kemampuan komunikasi matematik siswa; dan 3) pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik lebih baik dari pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan komunikasi matematik siswa.
PERBANDINGAN ANTARA UNWEIGHTED LEAST SQUARES (ULS) DAN PARTIAL LEAST SQUARES (PLS) DALAM PEMODELAN PERSAMAAN STRUKTURAL (STUDI KASUS MODEL ANALISIS PRESTASI BELAJAR MAHASISWA TAHUN PERTAMA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA FMIPA-INSTUTUT PERTANIAN BOGOR) Muhammad Amin Paris
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 1 DESEMBER 2014
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i1.1165

Abstract

Structural Equation Modeling (SEM) is one of multivariate techniques  that can estimates a series of interrelated dependence relationships from a number of endogenous and exogenous variables, as well as latent (unobserved) variables simultaneously. Estimation of Parameter methods that is often applied in SEM are Maximum Likelihood (ML), Weighted Least Squares (WLS), Unweighted Least Squares (ULS), Generalized Least Squares (GLS) and Partial Least Squares (PLS). This research aims to compare ULS method and PLS method in estimating parameter model of achievement of student learning in first year undergraduate Mathematics students, FMIPA, Bogor  Agricultural University ( IPB). This research use secondary and primary data which amounts to 112. The result of this research indicates that ULS method is more accurate than PLS methods. The analysis done with ULS method shows that motivation, capability and environmental had an effect to achievement of student learning.
Perbandingan Hasil Penggerombolan K-Means, Fuzzy K-Means, dan Two Step Clustering Lathifaturrahmah Lathifaturrahmah
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 1 DESEMBER 2014
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i1.1166

Abstract

Analisis gerombol merupakan salah satu metode peubah ganda yang tujuan utamanya adalah mengelompokkan objek berdasarkan kemiripan atau ketidakmiripan karakteristik-karakteristiknya, sehingga objek yang terletak dalam satu gerombol memiliki kemiripan sifat yang lebih besar dibandingkan dengan objek pengamatan yang terletak pada gerombol lain. K-means merupakan salah satu metode penggerombolan tak berhirarki yang paling banyak digunakan, namun karena menggunakan rataan sebagai centroidnya, metode ini lebih sensitif terhadap keberadaan pencilan pada data. Sehingga berkembanglah metode baru, k-medoid, dengan berbasis median sebagai pusat gerombolnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil analisis gerombol metode k-means dengan k-medoid baik pada saat data mengandung pencilan maupun tidak. Metode k-medoid diharapkan lebih kekar terhadap pencilan dibandingkan dengan k-means, sehingga dapat memberikan hasil gerombol yang lebih akurat dengan nilai tingkat salah klasifikasi yang lebih kecil. Hasil penggerombolan menunjukkan bahwa metode k-medoid mempunyai nilai rataan tingkat salah klasifikasi yang lebih rendah dan signifikan pada kondisi proporsi pencilan 5%, sedangkan pada kondisi proporsi pencilan 10% dan 15% hasil nilai rataan salah klasifikasinya tidak berbeda signifikan dengan metode k-means.
PRESTASI AKADEMIK DAN NON AKADEMIK MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA ANGKATAN 2012 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN ANTASARI BANJARMASIN Murdan M.Ag; Rahma Wati; Ellen Davita Safaredha
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 1 DESEMBER 2014
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i1.1167

Abstract

Proses akreditasi merupakan bagian penting untuk mengevaluasi keberlangsungan suatu program studi (prodi). Berdasarkan hal tersebut, sangat penting bagi Prodi Pendidikan Matematika untuk memenuhi standar-standar penilaian akreditasi yang telah ditetapkan oleh BAN-PT untuk menjaga keberlangsungannya. Adapun salah satu standar penilaian akreditasi prodi adalah terkait dengan kemahasiswaan dan lulusan, yang mencakup pencapaian prestasi atau reputasi mahasiswa di bidang akademik dan non-akademik. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian tentang “Prestasi Akademik dan Non Akademik Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Angkatan 2012 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Iain Antasari Banjarmasin”, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pencapaian prestasi mahasiswa pada dua bidang tersebut.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa angkatan 2012 Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, IAIN Antasari Banjarmasin. Objek dalam penelitian ini adalah data prestasi akademik dan non akademik mahasiswa Prodi PMTK angkatan 2012. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi akademik mahasiswa berada pada kualifikasi amat baik, dengan perolehan SKS di atas standar minimal. Prestasi non akademik mahasiswa berada pada kualifikasi baik, dengan perolehan skor SKK di atas standar minimal.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS VII - C SOAL CERITA METEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN BAHAN MANIPULATIF SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SMPLB KERATON MARTAPURA KABUPATEN BANJAR Sugi Yana
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 1 DESEMBER 2014
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i1.1168

Abstract

Meski matematika dipandang sulit, namun semua orang harus mempelajarinya karena merupakan sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, Pembelajaran soal cerita (word/story problem) dalam matematika dapat digunakan sebagai wahana untuk melatih Siswa Tunagrahita Ringan dalam menyelesaikan masalah. Namun berdasarkan pengamatan siswa Kelas VII - C di SMPLB Keraton  Martapura masih kesulitan dalam mempelajari soal cerita. Penggunaan metode dan media ajar yang sesuai tahap perkembangan kejiwaan dan penggunaan media belajar konkret, dapat mengatasi kesulitan dalam mengerjakan soal cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pembelajaran soal cerita matematika dengan menggunakan bahan manipulatif.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) . Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII - C di SMPLB Keraton  Martapura yang berjumlah 8 orang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Jenis data yang disajikan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa nilai efektivitas guru mengajar, dan aktivitas siswa belajar. Analisis hasil tes digunakan indikator ketuntasan belajar berupa nilai KKM Matematika Kelas VII - C di SMPLB Keraton  Martapura 6,60  sebanyak 80 % dari keseluruhan siswa.Hasil penelitian dilihat dari rata-rata kelas tes hasil belajar yang diperoleh siswa  pada masing-masing pertemuan yakni pertemuan 1=60.45, pertemuan 2= 68.41, pertemuan 3 = 69.31,  pertemuan 4 = 69.78, dan pertemuan 5 = 73.4 yang berada di atas nilai rata-rata ketuntasan pembelajaran Matematika yakni 70,0.
Kreativitas Guru Matematika Kelas VIII dalam Pembelajaran Matematika di MTsN Model Martapura Maulida Rezkia; Sessi Rewetty Rivilla
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 1 DESEMBER 2014
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i1.1169

Abstract

Penelitian ini bertolak dari pembelajaran yang melibatkan anak-anak sebagai salah satu komponen dasarnya, dimana dalam pembelajaran tersebut menuntut kreativitas guru mata pelajaran matematika dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan karakteristik anak. Sehingga penting untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kreativitas guru pada mata pelajaran matematika.                   Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar matematika di kelas VIII  dan objek adalah kreativitas guru dalam pembelajaran matematika.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kreativitas guru dalam perencanaan pembelajaran, guru selalu merevisi RPP jika ada hal-hal yang kurang sesuai untuk dilaksanakan. Adapun pelaksanaan pembelajaran dimulai dengan kegiatan pendahuluan dimana guru memasuki kelas tepat waktu,  menggunakan aplikasi pada handphone (HP) untuk mengabsen siswa, membahas PR dan melakukan pre test secara lisan. Adapun kreativitas dalam kegiatan inti yaitu guru menggunakan powerpoint untuk menyampaikan materi, wondershare quizcreator untuk latihan soal, menyelipkan humor, menayangkan video motivasi, dan memutar musik instrumental pada saat siswa mengerjakan latihan soal. Sedangkan kreativitas guru dalam kegiatan penutup, guru mengadakan post test, merangkum materi yang telah dipelajari bersama siswa, memberikan pekerjaan rumah, dan meminta siswa untuk mempelajari materi pertemuan selanjutnya yang bersumber dari edukasinet. Evaluasi pembelajaran terdiri dari evaluasi kegiatan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar. Adapun untuk evaluasi hasil belajar, guru mengadakan pre test pada kegiatan pendahuluan, latihan-latihan soal pada kegiatan inti, dan post test pada kegiatan penutup. Untuk penilaian selama proses pembelajaran, guru menggunakan format penilaian pada aplikasi di handphone.