cover
Contact Name
Lathifaturrahmah
Contact Email
lathifaturrahmah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281288084740
Journal Mail Official
jpm@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Matematika (PMTK) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Jl. A. Yani Km 4,5 Banjarmasin 70235
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23549645     EISSN : 26210355     DOI : https://doi.org/10.18592/jpm.v1i2.7591
Core Subject : Education,
The focus and scope of JPM: Jurnal Pendidikan Matematika include various aspects of Mathematics Education, such as research and development, quantitative and qualitative studies, experimental research, correlation and regression analysis, application of theory, critical analysis studies, and Islamic studies related to Mathematics Education or Mathematical Science.
Articles 85 Documents
PENGARUH PERBEDAAN TIPE KEPRIBADIAN TERHADAP SIKAP BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA ISLAM AL-AZHAR 5 CIREBON Widodo Winarso
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 1 DESEMBER 2014
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i1.1170

Abstract

Kepribadian merupakan sifat hakiki individu yang tercermin pada sikap peserta didik. Keunikan tersebut tergantung pada tipe kepribadian yang dimiliki.Tipe kepribadian tersebut mempengaruhi sikap dalam menyesuaikan diri dan bersosialisasi dengan lingkungan, termasuk dalam proses pembelajaran. Sikap belajar adalah kecenderungan perilaku saat mempelajari yang bersifat akademik dan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Sikap terkadang didasari oleh emosi dan dorongan dari dalam diri, dengan dorongan yang baik maka akan menghasikan sikap belajar yang baik pula dan begitu pula sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap belajar matematika siswa berdasarkan tipe kepribadian di SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian yakni kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas X berjumlah 98 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan menggunakan simple random sampling. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan bahwa tidak terdapat perbedaan sikap belajar matematika berdasarkan tipe kepribadian yang signifikan, hal ini dapat dilihat dari F­hitung hasil uji one way anova yang dilakukan lebih kecil dari Ftabel yaitu 0.616 dimana Ftabel­ nya adalah 2,7 maka H0 diterima artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antarasikap belajar berdasarkan tipe kepribadian siswa. 
HUBUNGAN INTELEGENSI DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 68 PEKANBARU Zetra Hainul Putra; Wulan Sucitra
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 2 JUNI 2015
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i2.1171

Abstract

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi prestasi akademik seseorang. Salah satu faktor internal yang dapat mempengaruhi prestasi akademik seseorang adalah intelegensi.  Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakahadahubungan antara intelegensi dengan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 68 Pekanbaru. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode korelasional dan regresi sederhana. Subjek penelitian ini adalah 33 siswa kelas V SD Negeri 68 Pekanbaru yang terdiri dari 15 perempuan dan 18 laki-laki. Data penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data intelegensi dan data hasil rapor terakhir nilai matematika siswa pada semester ganjil dan genap tahun ajaran 2013/2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intelegensi dengan hasil belajar matematika yang ditunjukkan dengan semakin tinggi intelegensi yang diberikan maka akan semakin tinggi hasil belajar matematika.
IDENTIFIKASI TINGKAT BERPIKIR GEOMETRI SISWA SMP BERDASARKAN TEORI VAN HIELE Abdul Jabar; Fahriza Noor
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 2 JUNI 2015
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i2.1172

Abstract

Diawali dari nilai geometri siswa Indonesia yang berada dibawah rata-rata Internasional pada TIMSS 2011, maka peneliti tertarik untuk menyelidiki tingkat berpikir geometri siswa dengan menggunakan instrumen tes yang dibuat oleh Van Hiele. Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui tingkat berpikir geometri siswa berdasarkan teori Van Hiele secara keseluruhan (2) untuk mengetahui tingkat berpikir geometri siswa berdasarkan teori Van Hiele jika ditinjau dari jenjangnya (3) untuk mengetahui tingkat berpikir geometri siswa berdasarkan teori Van Hiele jika ditinjau dari jenis kelamin. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Tempat penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Banjarbaru. Sampel penelitian ini sebanyak 90 siswa yang terdiri dari 45 siswa laki-laki dan 45 siswa perempuan.  Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat berpikir geometri siswa secara keseluruhan yaitu sebanyak 8% siswa masih berada pada tingkat 0, 32% berada pada tingkat 1, 40% berada pada tingkat kedua, 1% berada pada tingkat ketiga, 0% berada pada tingkat keempat dan kelima, serta 19% tidak dapat ditempatkan, (2) Tingkat berpikir geometri siswa kelas 9 lebih baik dibandingkan siswa kelas 7 dan 8. (3) Tingkat berpikir geometri siswa perempuan lebih baik dibandingkan siswa laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka peneliti menyarankan bahwa (1) perlunya perbaikan dalam pembelajaran geometri di dalam kelas untuk meningkatkan level berpikir geometri siswa yang masih rendah. (2) Perlu dilakukan wawancara lebih mendalam untuk menelusuri proses berpikir geometri siswa berdasarkan teori Van Hiele.
Profil Kemampuan Matematika Dasar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Tahun Akademik 2013/2014 Muhammad Sabirin; Analisa Fitria; Seri Ningsih
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 2 JUNI 2015
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i2.1173

Abstract

Kemampuan Matematika Dasar adalah kemampuan yang sangat penting dan harus dimiliki setiap mahasiswa sebagai bekal untuk menempuh perkuliahan di program studi Pendidikan Matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana profil kemampuan matematika dasar mahasiswa baru jurusan Pendidikan Matematika tahun akademik 2013/2014. Subjek penelitian berjumlah 133 mahasiswa, 92 berasal dari jurusan IPA dan 41 dari non-IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan matematika dasar mahasiswa baru berada pada kategori rendah; kemampuan matematika dasar mahasiswa baru yang berasal dari jurusan IPA berada pada kategori rendah dan kemampuan matematika dasar mahasiswa baru yang berasal dari jurusan non-IPA berada pada kategori sangat rendah.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN QUANTUM LEARNING PADA MATA KULIAH ALJABAR LINIER MATERI RUANG-n EUCLIDES Tri Andari
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 2 JUNI 2015
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i2.1174

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran dengan pendekatan Quantum Learning pada mata kuliah Aljabar. Penggunaan pendekatan Quantum Learning dalam pembelajaran merupakan salah satu cara untuk menarik minat mahasiswa dalam mengikuti dan memahami materi Aljabar Linier, karena dalam pendekatan pembelajaran ini (Quantum Learning) sangat memperhatikan lingkungan belajar yang didesain sedemikian hingga peserta didik merasa penting, aman, nyaman, senang, dan dapat belajar secara optimal. Pendekatan Quantum Learning dipadukan dengan metode yang cocok yang diharapkan dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa sehingga dapat mendorong mahasiswa untuk mempelajari materi-materi tersebut dengan lebih baik. Penelitian pengembangan ini dilakukan menggunakan pendekatan pengembangan 4-D Thiagarajan, dkk.. Keempat tahap tersebut adalah tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebaran. Perangkat pembelajaran yang didapatkan telah dinyatakan valid oleh para validator dan memenuhi kriteria yaitu aktivitas mahasiswa efektif, kemampuan dosen mengelola pembelajaran baik, kemampuan mahasiswa dalam memahami materi baik, tes hasil belajar sensitif, valid, dan reliabel, serta respon mahasiswa positif. Perangkat pembelajaran  yang dihasilkan meliputi SAP, LKM, dan THB pada mata kuliah Aljabar Linier
EKSPERIMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MASALAH (PROBLEM SOLVING) DAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA DI SMPN 1 MARTAPURA Arif Ganda Nugroho
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 2 JUNI 2015
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i2.1175

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui keefektifan strategi pembelajaran Problem Solving dan strategi pembelajaran CTL terhadap prestasi belajar matematika siswa, (2) Untuk mengetahui prestasi belajar matematika mana yang lebih baik siswa dengan gaya belajar siswa auditorial, kinestetik, atau visual, (3) Untuk mengetahui pada strategi pembelajaran Problem Solving, mana yang lebih baik prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar auditorial, kinestetik, atau visual, (4) Untuk mengetahui pada strategi pembelajaran CTL, mana yang lebih baik prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar auditorial, kinestetik, atau visual.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Martapura Tahun Pelajaran 2014/2015. Pengambilan sampel menggunakan Stratified Cluster Random Sampling. Ukuran sampel pada penelitian ini adalah 191 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, metode angket, dan metode tes. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematika adalah tes pilihan ganda. Adapun instrumen yang digunakan untuk mengetahui gaya belajar siswa adalah berupa angket.Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Prestasi belajar matematika siswa dengan strategi pembelajaran problem solving lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar matematika siswa dengan strategi pembelajaran CTL, (2) Prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar auditorial sama dengan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar kinestetik, prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar kinestetik sama dengan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar visual, prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar auditorial sama dengan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar visual, (3) Pada kelompok siswa dengan strategi pembelajaran problem solving, prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar auditorial sama dengan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar kinestetik, prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar kinestetik sama dengan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar visual, prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar auditorial sama dengan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar visual, (4) Pada kelompok siswa dengan strategi pembelajaran CTL, prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar auditorial sama dengan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar kinestetik, prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar kinestetik sama dengan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar visual, siswa dengan gaya belajar auditorial sama dengan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar visual.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI KELAS VII SMPN 13 BANJARMASIN Fatma Wati; Sessi Rewetty Rivilla
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 2 JUNI 2015
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i2.1176

Abstract

Kurikulum 2013 menekankan kepada pembelajaran dengan menggunakan pendekatan scientific dan penilaian autentik guna mewujudkan generasi yang siap menghadapi masa depan. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang menggunakan kerjasama tim. Dimana model ini mampu membantu peserta didik, memahami konsep yang sulit, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, dan kerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran matematika berdasarkan Kurikulum 2013 di kelas VII SMPN 13 Banjarmasin.Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang guru yang mengajar matematika di kelas VII SMPN 13 Banjarmasin. Dan objek penelitiannya adalah penerapan model pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran matematika berdasarkan Kurikulum 2013.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam perencanaan guru mencantumkan langkah-langkah pendekatan scientific yang mengandung komponen mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan, dan juga menggunakan penilaian autentik. Namun pada RPP yang dibuat guru, guru belum mencantumkan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif. Sedangkan dalam pelaksanaannya, pembelajaran menggunakan pendekatan scientific dan model pembelajaran kooperatif terlaksana dengan baik. Penilaian autentik yang digunakan guru mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
AURORA 3D PRESENTATION DALAM PEMBELAJARAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG DI KELAS IX SMPN 24 BANJARMASIN M. Lukman Hakim; Juhriyansyah Dalle
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 2 JUNI 2015
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i2.1177

Abstract

Software Aurora 3D Presentation yang merupakan media pembelajaran interaktif yang diadaptasi dari software sebelumnya yaitu Microsoft Power Point. Hanya saja, Aurora 3D Presentation menyajikan kemudahan dalam penggunaan animasi presentasi baik dua atau tiga dimensi. Aurora 3D Presentation dipilih dikarenakan software yang berbasis presenatsi dan tidak terlalu mengurangi peranan guru dalam proses pembelajaran, selain itu software ini memiliki fitur-fitur tiga dimensi yang mudah digunakan serta mendukung materi yang akan diajarkan atau diteliti yaitu bangun ruang sisi lengkung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran interaktif Aurora 3D Presentation dan model pembelajaran konvensional pada materi Bangun Ruang Sisi Lengkung di Kelas IX SMPN 24 Banjarmasin tahun pelajaran 2014/2015.Penelitian kali ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis penelitian lapangan dan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah kelas IX.A, IX.B, IX.C, IX.D, IX.E, dan IX.B SMPN 24 Banjarmasin yang dibagi menjadi dua kelompok atau dua kelas. Yaitu kelas eksperimen (kelompok uji coba) dan kelas kontrol (kelompok kendali) yang ditentukan melalui teknik Sample Random Sampling sehingga diperoleh kelas eksperimen adalah kelas IX.C dan kelas kontrol adalah kelas IX.A. Pada kedua kelas tersebut akan diberikan tes kemampuan awal, pre test, dan post test.Berdasarkan uji t pada hasil belajar siswa melalui post test, diperoleh harga thitung = 2.185dan ttabel = 2.000. Karena -ttabel ≤ thitung ≤ ttabel, maka Ha diterima dan H0 ditolak, kemudian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran interaktif Aurora 3D Presentation dan model pembelajaran konvensional pada materi bangun ruang sisi lengkung di kelas IX SMPN 24 Banjarmasin tahun pelajaran 2014/2015.
KONTRIBUSI KEMAMPUAN KALKULUS I DAN KALKULUS II TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH ANALISIS VEKTOR Sri Rejeki
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 3 NOMOR 1 DESEMBER 2015
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v3i1.1178

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menguji signifikansi kontribusi kemampuan Kalkulus I terhadap hasil belajar mata kuliah Analisis Vektor, (2) menguji signifikansi kontribusi kemampuan Kalkulus II terhadap hasil belajar mata kuliah Analisis Vektor, (3) menguji signifikansi kontribusi kemampuan Kalkulus I dan Kalkulus II terhadap hasil belajar mata kuliah Analisis Vektor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif assosiatif dengan populasi seluruh mahasiswa semester tiga Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun Akademik 2014/2015. Sampel dari penelitian ini adalah 25 mahasiswa yang diperoleh dengan teknik sampling kuota. Metode tes dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Data tersebut dianalisis menggunakan uji regresi linier ganda dengan tingkat signifikansi 5% dan dilakukan dengan menggunakan software SPSS. Berdasarkan analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa: (1) tidak terdapat kontribusi yang signifikan dari kemampuan Kalkulus I terhadap hasil belajar Analisis Vektor, (2) terdapat kontribusi yang signifikan dari kemampuan Kalkulus II terhadap hasil belajar Analisis Vektor, (3) terdapat kontribusi yang signifikan dari kemampuan Kalkulus I dan Kalkulus II terhadap hasil belajar Analisis Vektor.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS MATEMATIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH KAJIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODERN MELALUI PEMBELAJARAN KOLABORATIF MURDER Nurma Izzati
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 3 NOMOR 1 DESEMBER 2015
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v3i1.1179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perbedaan peningkatan kemampuan analisis matematis antara mahasiswa yang memperoleh pembelajaran kolaboratif MURDER dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran konvensional pada mata kuliah Kajian Pembelajaran Matematika Modern, serta untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap pembelajaran kolaboratif MURDER.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah pretest posttest control group design. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran kolaboratif MURDER dan kelas kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan analisis matematis dan angket respon mahasiswa. Penelitian dilakukan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada semester ganjil Tahun Akademik 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan sampel penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Tadris Matematika yang mengambil mata kuliah Kajian Pembelajaran Matematika Modern, dengan kelas A sebagai kelas kontrol dan kelas C sebagai kelas eksperimen yang masing-masing berjumlah 38 orang mahasiswa. Analisis data dilakukan terhadap rerata gain ternormalisasi kedua kelompok sampel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan analisis matematis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran kolaboratif MURDER lebih tinggi dari pada peningkatan kemampuan analisis matematis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Analisis data angket respon mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran kolaboratif MURDER.