cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
urnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
ISSN : -     EISSN : 29632188     DOI : 10.70570
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll), Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya. Journal title Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 12 (2025)" : 8 Documents clear
Penerapan Edukasi Breast Care Berbasis Partisipatif Untuk Meningkatkan Kesiapan Menyusui Sejak Masa Kehamilan Mufida Dian Hardika; Nisa Ardhianingtyas; Lilis Suryani; Fara Frameswari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2021

Abstract

Kesiapan ibu dalam proses menyusui dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pemahaman dan praktik perawatan payudara (breast care) sejak masa kehamilan. Banyak ibu hamil mengalami hambatan menyusui akibat kurangnya informasi dan keterampilan perawatan payudara prenatal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu hamil melalui pendekatan partisipatif, sehingga mereka mampu melakukan breast care secara mandiri dan memahami manfaatnya terhadap keberhasilan menyusui. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 September 2025 dan diikuti oleh 10 orang ibu hamil. Metode kegiatan mencakup ceramah interaktif, demonstrasi teknik breast care, serta sesi diskusi dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai pentingnya breast care dan kesiapan mereka dalam menghadapi proses menyusui. Pendekatan partisipatif terbukti efektif meningkatkan keterlibatan peserta dan mendorong perubahan perilaku positif terkait persiapan laktasi.
“Menginsipirasi Menjadi Apoteker” Pengabdian Masyarakat Di SMK Tunas Bangsa Krismayadi; Dyah Ayuwati Waluyo; Ernie Halimatushadyah; Aji Humaedi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2022

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Indahnya Menjadi Apoteker” dilaksanakan oleh Program Studi Farmasi Universitas Binawan di SMK Tunas Bangsa, Jakarta. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat generasi muda terhadap profesi apoteker, padahal profesi ini memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan dan industri farmasi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman siswa mengenai peran, tanggung jawab, dan peluang karir apoteker. Metode kegiatan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan sesi edukasi interaktif menggunakan media proyektor, dan diakhiri dengan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara nilai pre-test dan post-test, menandakan bahwa kegiatan edukasi berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan siswa tentang profesi apoteker. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap profesi apoteker serta diharapkan dapat mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang profesi, guna membantu mengatasi kekurangan tenaga apoteker di Indonesia.
Penyuluhan Tentang Pemeriksaan SADARI Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Mahasiswa Program Study Kebidanan STIK Bina Husada Palembang Dempi Triyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2023

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit tidak menular (PTM). Penyebab kejadian kanker payudara belum ditemukan penyebabnya. Adanya kerusakan sel-sel pada jaringan payudara yang ditandai dengan berubahnya bentuk fisik dan karakteristik secara genetik pada payudara merupakan indikator awal untuk selanjutnya di diagnosis oleh pakar kesehatan. Meskipun tumor payudara tidak bersifat mengancam jiwa penderitanya, jenis benjolan tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara. Pada setiap benjolan yang ditemukan memerlukan pemeriksaan oleh ahli kesehatan. Hal itu bertujuan untuk menentukkan apakah benjolan tersebut merupakan faktor risiko tumor payudara ataupun kanker payudara dan juga menentukan tindakan pengobatan yang tepat bagi penderitanya dan Pemeriksaan payudara sendiri atau yang dikenal dengan SADARI ialah teknik skrinning awal yang dapat diterapkan dan dilakukan oleh semua orang, dan diakui efektif dalam mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat kanker payudara. Tujuan dari metode SADARI adalah guna mendeteksi dini jika terdapat benjolan ataupun tanda- tanda lain yang mencurigakan pada payudara agar dapat melakukan tindakan pengobatan yang tepat secepatnya (Krisdianto,2019).Berdasarkan riset penyakit tidak menular (PTM) 2016, dari 43.948 partisipan, SADARI merupakan metode yang paling umum diketahui. Wanita yang mengetahui deteksi dini kanker payudara menggunakan metode SADARI yakni sebanyak 18.507 (78,0%) dan mengetahui deteksi dini kanker payudara metode SADANIS yakni sebanyak 10.420 (43,9%). SADARI juga merupakan metode yang paling umum dilakukan, yakni 19.090 wanita, sementara SADANIS hanya 1758 partisipan dan Menurut Riset Penyakit Tidak Menular (PTM) tahun 2016 mengenai perilaku masyarakat dalam mendeteksi dini kanker payudara mengguanakan metode SADARI dan SADANIS, diketahui tergolong rendah. Sebanyak 46,3%masyarakat merasa pernah melakukan SADARI dan 53,7% lainnya mengaku tidak pernah melakukan SADARI. Pada metode SADANIS, hanya 4,4% masyarakat pernah melakukan SADANIS, dan 95,6% lainnya mengaku belum pernah melakukan SADANIS (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016).Kegiatan Penyuluhan tentang pemeriksaan SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara Di STIK Bina Husada Palembang dengan sasaran pada remaja putri. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri bahwasannya pemeriksaan SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara. Pelaksanaan penyuluhan ini dengan dilakukan metode ceramah, demonstrasi dan dilanjutkan dengan tanya jawab serta penutup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dengan pembagian kuisoner untuk mengetahui remaja yang melakukan pemeriksaan sadari, Kemudian petugas memberikan penjelasan tentang apa pemeriksaan sadari serta tujuan dan manfaatnya pemeriksaan sadari, setelah memberikan penjelasan memberikan leaflet cara pemeriksaan sadari dan kemudian mengajari dan serta memperagakan pelaksanaan pemeriksaan sadari setelah pelaksana melakukan kemudian dilanjutkan oleh remaja dalam melakukan sadari.
Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Melalui Latihan Enam Langkah Cara Cuci Tangan Yang Benar Pada Anak SD Negeri No 42 Kabupaten Seluma Andri Kusuma Wijaya; Eva Oktavidiati; Fatsiwi Nunik Andari; M Bagus Andrianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2026

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan terkait PHBS serta sosialiasi terkait cara cuci tangan yang benar dan pemberian makanan sehat. Proses perjalanan hidup manusia tidak pernah lepas dari namanya kesehatan karena ini merupakan hal yang sangat penting. Manusia berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda akan tetapi kesehatan ialah hal yang paling penting dalam proses kehidupan manusia. Manusia yang rentan bermasalah dalam konteks kesehatan ialah kelompok anak usia sekolah. Bentuk pencegahan permasalahan kesehatan pada anak usia sekolah dengan cara melakukan peningkatan pola hidup sehat dengan melakukan berbagai kegiatan yang mampu menciptakan perilaku hidup sehat pada anak sekolah. PHBS yang dapat diberikan berupa pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan dengan benar, makan makanan dan minuman sehat, tidak meludah sembarangan, tersedia jamban sehat, rutin olah raga, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok diarea sekolah, pemeriksaan berat dan tinggi badan. Hasil kegiatan menunjukkan pemeriksaan berat badan siswa rata-rata kelas 5 SDN 24 Kabupaten Seluma adalah 46 kg, sementara rata-rata tinggi badan siswa kelas 5 SDN 24 Kabupaten Seluma ialah 138 cm. Hasil pre-test dan post-test, terdapat peningkatan pengetahuan siswa terkait pengetahuanya tentang PHBS dan cara cuci tangan yang benar
Pemberdayaan Kader Dalam Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita Tentang Asupan Gizi Balita Dan Upaya Deteksi Dini Masalah Gizi Balita Untuk Mencegah Stunting Yuli Farida; Mardianti; Lia Komalasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2027

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Ibu balita memiliki peran penting dalam menyiapkan hidangan bergizi terutama keluarga yang memiliki balita. Pengetahuan ibu yang baik tentang gizi, pasti akan diterapkan dalam setiap hidangan yang akan mereka konsumsi setiap hari agar kebutuhan gizi terpenuhi. Kader posyandu berperan sebagai motivator kesehatan dan penyuluh kesehatan dan mampu melakukan penimbangan dan penyuluhan gizi. Mengingat kader posyandu adalah orang yang sangat dekat dengan masyarakat termasuk ibu balita, maka penting untuk melakukan pemberdayaan kader dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita dan kader mengenai asupan gizi balita serta meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran berat badan dan Tinggi Badan balita , sesuai dengan standar dalam KMS. Penyuluhan dan pelatihan serta pendampingan kader posyandu dilaksanakan pada kegiatan ini, Terjadi peningkatan rerata pengetahuan kader dan ibu balita tentang gizi balita sebanyak 24,5 poin dan seluruh kader mampu melakukan pengukuran BB (Berat Badan) dan TB (Tinggi Badan) balita serta mencatatnya di KMS. Disarankan agar ibu balita melakukan pemenuhan gizi balita dengan didampingi kader dan dievaluasi oleh bidan desa setempat dalam upaya pencegahan balita stunting
Edukasi Seks Bebas Pada Remaja Enur Nurhayati Muchsin; Ariani Sulistyorini; Endah Luqmanasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2034

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak – anak menuju ke dewasa. Remaja cenderung matang fisik lebih cepat daripada psikososial. Perilaku yang kurang tepat dalam penggunaan internet untuk melihat video seks, dan situs porno dapat mempengaruhi pikiran serta perilaku seks pada remaja. Tujuan pengabdian masyarakata adalah Edukasi Seks Bebas Pada Remaja.Pelaksanaan edukasi pada remaja tanggal 18 sd 30 Maret 2025 di kelas VIII SMPN 1 Sawahan Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk. Jumlah peserta 60 siswa, 2 dosen dan 4 mahasiswa. Metode yang digunakan ceramah, diskusi dan tanya jawab mengenai seks bebas pada remaja. alat bantu atau media yang digunakan berupa leflet, dan penjelasan materi dengan menggunakan LCD dan leptop. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan edukasi/penyuluhan wawancara dan tanya jawab serta pengisian kuesioner yang perlu diisi oleh para suami. Hasil dari pemberian edukasi seks bebas pada remaja didapatkan Sebagian besar remaja memahami materi edukasi seks bebas dengan baik sejumlah (97%) yang diberikan yang diberikan hanya Sebagian kecil dari remaja yang masih kurang sejumlah (3%).Remaja yang memiliki edukasi yang baik bisa memberikan pengetahuan kepada remaja yang lain dan tetap menambah pengetahuannya sendiri tentang seks bebas. Untuk remaja yang memiliki edukasi kurang diharapkan lebih banyak belajar dan membaca lewat buku atau internet tentang seks bebas, serta lebih banyak bertanya kedapa guru, orang tua, tenaga kesehatan, dan teman, untuk menambah pengetahuannya tentang pergaulan seks bebas agar tidak merusak masa depannya.
Edukasi Tanda Bahaya Persalinan Pada Kelas Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Jiwan Sari, Rury Narulita Sari; Sundari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2043

Abstract

Kehamilan trimester III berkaitan erat dengan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan. Tanda bahaya persalinan dapat muncul secara tiba-tiba. Dalam beberapa kasus masih ditemukan dimana ibu ingin melahirkan di faskes tingkat pertama dan menolak untuk dilakukan rujukan saat terjadi tanda bahaya persalinan. Hal ini menunjukkan bahwa masih perlunya upaya meningkatkan pemahaman ibu hamil terkait tanda-tanda bahaya yang terjadi selama persalinan sehingga tidak terjadi keterlambatan pengambilan keputusan untuk mencari pertolongan. Tujuan pengabdian ini adalah melaksanakan kegiatan edukasi bagi ibu hamil trimester III terkait tanda-tanda bahaya yang terjadi selama persalinan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada kegiatan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Jiwan. Pelaksanaan tanggal 26 Agustus 2025. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan kegiatan berupa edukasi yang ditujukan kepada ibu hamil trimester III terkait tanda-tanda bahaya persalinan beserta tindakan yang harus dilakukan saat terjadi tanda bahaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif menggunakan ceramah interaktif, media buku KIA versi 2024, ditunjang audivisual power point. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak yang positif dari peserta yang dapat diketahui dari antusiasme peserta saat kegiatan berlangsung. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu edukasi tentang tanda bahaya persalinan secara efektif dapat meningkatkan pemahaman ibu hamil.
Edukasi Pemberian Sari Temulawak Dan Hypnoparenting Sebagai Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Homsiatur Rohmatin; Dewi Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2045

Abstract

Balita merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi dan berbagai masalah kesehatan bisa muncul, sehingga tanpa penanganan yang tepat bisa berakibat fatal. Hal tersebut didiukung oleh fakta semakin banyaknya kasus gizi buruk yang terjadi pada balita. Gizi buruk disebabkan karena balita mengalami tidak nafsu makan, picky eater, bahkan tidak mau makan. Jika penururnan nafsu makan tidak diatasi dapat mengakibatkan gizi buruk sehingga balita mudah terserang penyakit.Tujuan PKM ini adalah untuk memberikan informasi dan bagaimana mengatasi nafsu makan pada balita khususnya menggunakan sari temulawak dan hypnoparenting. Target luaran yang akan dicapai bahan ajar mata kuliah Asuhan kebidanan pada balita dan Jurnal J – Pengmas. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu edukasi pemberian sari temulawak dan hypnoparenting sebagai peningkatan nafsu makan pada balita Di posyandu Krajan desa Sumberan. Peserta Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah ibu balita dan balita sebanyak 37 orang. Tempat pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu di posyandu Mawar. Berdasarkan Hasil survei yang dilakukan pada tanggal 7 Januari 2025 dari 79 bayi terdapat 37 bayi yang mengalami penurunan nafsu makan. Hasil edukasi menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta memahami pentingnya penggunaan sari temulawak dan Hypnoparenting sebagai penunjang kesehatan dan dapat menjadi alternatif terapi alami yang efektif apabila digunakan secara tepat dan sesuai anjuran

Page 1 of 1 | Total Record : 8