cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
urnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
ISSN : -     EISSN : 29632188     DOI : 10.70570
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll), Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya. Journal title Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 575 Documents
Meningkatkan Kemampuan Toilet Training Melalui Metode Demonstrasi dan Edukasi Pada Anak Sekolah Dasar Andri Kusuma Wijaya; M. Bagus Andrianto; Emi Kosvianti; Fatsiwi Nunik Andari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i6.2231

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya perilaku saniter saat menggunakan fasilitas toilet sekolah, melalui metode edukasi interaktif dan demonstrasi toilet training. Kelompok anak usia sekolah dasar, terutama kelas rendah, merupakan kelompok yang rentan mengalami penularan penyakit berbasis lingkungan akibat kurangnya pemahaman mengenai kebersihan eliminasi. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan di SDN 31 Srikuncoro dengan sasaran siswa kelas 2. Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan utama yaitu pengkajian awal (pre-test), pemberian edukasi multimedia berbasis video animasi, demonstrasi taktis menggunakan alat peraga visual (phantom), serta evaluasi akhir (post-test). Dari total populasi, terdapat 23 siswa sebagai responden konstan yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Hasil evaluasi kognitif menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan. Pada tahap pre-test, terdapat 3 anak yang belum memenuhi kriteria kelulusan personal (75%). Namun, setelah diberikan intervensi demonstrasi, hasil post-test menunjukkan angka kelulusan klasikal melonjak tajam mencapai 95,65%. Kesimpulannya, kombinasi edukasi interaktif dan demonstrasi alat peraga terbukti sangat efektif dalam merekonstruksi pemahaman kognitif siswa menuju pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat yang mandiri di lingkungan sekolah.
Kelas Edukasi Persiapan Persalinan Aman Dan Kewaspadaan Menghadapi Komplikasi Obstetri Pada Ibu Hamil Trimester III Mufida Dian Hardika; Nisa Ardhianingtyas; Elita Chobi Batul Uma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i6.2234

Abstract

Persalinan yang aman merupakan komponen penting dalam upaya menekan angka kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Ibu hamil trimester III berada pada masa menjelang kelahiran sehingga membutuhkan informasi yang jelas mengenai persiapan persalinan, pengenalan tanda persalinan, pemilihan fasilitas kesehatan, kesiapan rujukan, serta tanda bahaya komplikasi obstetri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III mengenai persiapan persalinan aman dan kewaspadaan terhadap komplikasi obstetri. Kegiatan dilaksanakan di TPMB Atika Kabupaten Madiun pada Mei 2026 dengan peserta sebanyak 20 ibu hamil trimester III. Metode kegiatan terdiri atas apersepsi, pretest, edukasi kesehatan, diskusi interaktif, simulasi penyusunan rencana persalinan dan rujukan, serta posttest. Hasil evaluasi memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah kegiatan edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 57,25 pada pretest menjadi 85,25 pada posttest. Peserta juga dapat mengidentifikasi tanda bahaya obstetri, seperti perdarahan, sakit kepala berat, pandangan kabur, kejang, ketuban pecah sebelum waktunya, demam, nyeri perut hebat, dan berkurangnya gerakan janin. Kegiatan ini memberi manfaat sebagai pendekatan promotif dan preventif untuk memperkuat kesiapan ibu menjelang persalinan serta mendorong pengambilan keputusan yang lebih cepat ketika muncul komplikasi obstetri.
Pemberian Edukasi Tentang Kompres Air Jahe Hangat Untuk Mengurangi Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Di TPMB Riya Tisnawati Bella Riska Ayu; Wahyu Nindi Sayekti; Devi Elfita Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i6.2236

Abstract

Nyeri punggung merupakan keluhan umum pada ibu hamil yang dapat menurunkan kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai penatalaksanaan nonfarmakologis menjadi tantangan dalam upaya mengurangi keluhan tersebut. Edukasi tentang kompres air jahe hangat sebagai terapi komplementer perlu diberikan karena aman, mudah, dan dapat dilakukan secara mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan serta meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mengurangi nyeri punggung menggunakan kompres air jahe hangat di TPMB Riya Tisnawati. Kegiatan ini dilakukan melalui metode ceramah dan tanya jawab, demonstrasi, dan evaluasi. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Riya Tisnawati Kota Palembang yang diikuti oleh 18 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi, serta didukung media leaflet dan penyampaian materi secara langsung. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana sebelum penyuluhan mayoritas peserta memiliki pengetahuan cukup (72,22%), dan setelah penyuluhan meningkat menjadi pengetahuan baik (77,8%). Kesimpulannya, pemberian edukasi berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil dan dapat menjadi strategi promotif dalam pelayanan kebidanan, sehingga disarankan kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas.
Edukasi dan Pendampingan Sederhana Gizi Seimbang Balita Berbasis Skrining Awal pada Ibu sebagai Upaya Pencegahan Stunting di RW 03 Kelurahan Pulo Gebang Kecamatan Cakung Jakarta Timur Endah Dian Marlina; Yudhia Fratidhina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i6.2240

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan penting dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia. Menurut World Health Organization (WHO), stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial yang memadai, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan tren penurunan dari 30,8% pada tahun 2018 menjadi 21,6% pada tahun 2022, angka tersebut masih berada di atas ambang batas WHO, yaitu kurang dari 20%. Di Provinsi DKI Jakarta, prevalensi stunting menurun dari 18,6% pada tahun 2021 menjadi 14,8% pada tahun 2023. Namun demikian, masalah gizi pada balita masih memerlukan perhatian serius. Di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, tercatat 148 anak mengalami stunting, dan wilayah ini menjadi salah satu penyumbang tertinggi kasus stunting di Jakarta Timur. Di Kelurahan Pulo Gebang, upaya pencegahan telah dilakukan melalui Pos Gizi, namun luasnya wilayah serta keterbatasan jangkauan layanan di tingkat RW menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya yang lebih dekat dengan masyarakat melalui skrining awal pengetahuan ibu dan kader serta pendampingan sederhana mengenai gizi seimbang balita. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman tentang pentingnya ASI, pengelolaan MP-ASI, serta pemilihan bahan makanan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang balita. Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu dan kader memiliki pengetahuan yang lebih baik sehingga mampu berperan aktif dalam pencegahan stunting di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Edukasi Gizi Dan Pembuatan Es Krim Daun Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Meninting Eka Adithia Pratiwi; Indah Wasliah; Ni Putu Ariyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2244

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan penting dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia. Menurut World Health Organization (WHO), stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial yang memadai, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan tren penurunan dari 30,8% pada tahun 2018 menjadi 21,6% pada tahun 2022, angka tersebut masih berada di atas ambang batas WHO, yaitu kurang dari 20%. Di Provinsi DKI Jakarta, prevalensi stunting menurun dari 18,6% pada tahun 2021 menjadi 14,8% pada tahun 2023. Namun demikian, masalah gizi pada balita masih memerlukan perhatian serius. Di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, tercatat 148 anak mengalami stunting, dan wilayah ini menjadi salah satu penyumbang tertinggi kasus stunting di Jakarta Timur. Di Kelurahan Pulo Gebang, upaya pencegahan telah dilakukan melalui Pos Gizi, namun luasnya wilayah serta keterbatasan jangkauan layanan di tingkat RW menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya yang lebih dekat dengan masyarakat melalui skrining awal pengetahuan ibu dan kader serta pendampingan sederhana mengenai gizi seimbang balita. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman tentang pentingnya ASI, pengelolaan MP-ASI, serta pemilihan bahan makanan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang balita. Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu dan kader memiliki pengetahuan yang lebih baik sehingga mampu berperan aktif dalam pencegahan stunting di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Edukasi Pola Asuh Dan Pencegahan Picky Eater Pada Anak Usia Pra Sekolah Di TK Nur Ilaahi Kota Padang Ririn; Afrira Esa Putri; Liinda Wati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2245

Abstract

Perilaku Picky Eater pada anak usia pra sekolah merupakan salah satu permasalahan gizi yang sering dijumpai dan dapat berdampak pada ketidakseimbangan asupan zat gizi serta gangguan pertumbuhan anak. Faktor utama yang mempengaruhi kondisi ini adalah pola asuh makan yang kurang tepat, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di TK Nur Ilaahi Kota Padang Tahun 2025 dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua serta guru dalam menerapkan pola asuh makan yang responsif sebagai upaya pencegahan perilaku. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, simulasi teknik responsive feeding, demonstrasi penyusunan menu sehat anak pra sekolah, serta pendampingan singkat. Peserta kegiatan berjumlah 40 orang yang terdiri dari 30 orang tua dan 10 guru TK. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar ≥30% setelah diberikan edukasi. Peserta juga menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan teknik pemberian makan yang sehat dan menyenangkan. Luaran kegiatan ini berupa modul edukasi pola asuh makan, leaflet pencegahan Picky Eater, serta artikel ilmiah untuk publikasi jurnal. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pembentukan kebiasaan makan sehat anak usia pra sekolah serta mendukung upaya pencegahan masalah gizi di lingkungan sekolah.
Edukasi Implementasi Kompres Dingin Untuk Mengurangi Nyeri Dismenore Pada Remaja Dipanti Asuhan Nurul Hikmah Kota Padang Reni Trevia; Ira Sri Budiarti; Chichi Hafifa Transyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2248

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri dismenore adalah pemberian kompres dingin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai dismenore serta keterampilan melakukan kompres dingin sebagai upaya penanganan nyeri menstruasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2026 di Panti Asuhan Nurul Hikmah dengan melibatkan 10 remaja putri. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi, demonstrasi praktik kompres dingin, pembagian leaflet, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi. Persentase pemahaman mengenai pengertian dismenore meningkat dari 70% menjadi 100%, tujuan kompres dingin dari 60% menjadi 100%, pencegahan dismenore dari 60% menjadi 90%, pengertian kompres dingin dari 70% menjadi 100%, serta cara melakukan kompres dingin dari 70% menjadi 100%. Selain itu, sebanyak 85% peserta aktif mengikuti kegiatan, berdiskusi, dan mampu menjelaskan kembali materi yang telah diberikan. Kegiatan edukasi dan demonstrasi kompres dingin terbukti mampu meningkatkan pengetahuan serta pemahaman remaja putri mengenai penanganan nyeri dismenore secara nonfarmakologis. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja.
Implementasi Edukasi Terapi Komplementer Melalui Pelatihan Pijat Bayi Bagi Ibu Balita Di Posyandu Kenanga Hanik Khairun Nisa; Susmita; Suci Sulistyorini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2250

Abstract

Pemanfaatan pijat bayi oleh ibu masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan teknik pijat yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita mengenai terapi komplementer melalui pelatihan pijat bayi di Posyandu Kenanga. Kegiatan ini melibatkan 30 ibu yang memiliki balita sebagai peserta dan kader Posyandu Kenanga sebagai mitra pendukung. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik pijat bayi, praktik langsung dengan pendampingan, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dan mampu mempraktikkan teknik pijat bayi. 
Pemberdayaan Ibu Hamil Trimester III Melalui Endorphin Massage Untuk Menurunkan Kecemasan Menghadapi Persalinan Dewi Taurisiawati; Dwi Ertiana; Brivian Florentis Yustanta; Wuri Widi Astuti; Linda A.M
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2252

Abstract

Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan masalah yang sering terjadi menjelang persalinan dan dapat berdampak pada peningkatan ketegangan otot, gangguan tidur, hingga risiko persalinan lama. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester III mengenai teknik endorphin massage sebagai strategi relaksasi, serta menurunkan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik endorphin massage, praktik langsung dengan pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan perubahan tingkat kecemasan. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan ibu hamil dan anggota keluarga sebagai pendamping agar keberlanjutan praktik dapat terjaga di rumah. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan data bahwa sebagian besar mempunyai ketrampilan baik yaitu sebanyak 32 responden (59,23 %).
Pemberian Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Anggota Pmr Di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri Sutiyah Heni; Lilik Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2255

Abstract

Latar belakang: Anggota Palang Merah Remaja (PMR) memiliki peran strategis sebagai penolong pertama di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kesiapan dan tingkat pengetahuan yang mumpuni mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan P3K dalam meningkatkan pemahaman teori dan keterampilan praktis anggota PMR. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Subjek penelitian anggota PMR sejumlah 80 peserta yang diberikan intervensi berupa pelatihan intensif P3K, mencakup materi penanganan luka, pembidaian, evakuasi korban, serta resusitasi jantung paru (RJP). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 - 30 Mei 2026 di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri. Evaluasi tingkat pengetahuan dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi menggunakan instrumen kuesioner yang telah divalidasi. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji komparatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan. Nilai rata-rata pretest peserta sebelum intervensi berada pada kategori rendah, yaitu sebesar 44,22. Namun, setelah mengikuti program pelatihan, nilai rata-rata posttest meningkat secara signifikan menjadi 85,75. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi edukasi P3K efektif dalam mendongkrak pemahaman peserta secara substantif. Kesimpulan: Pelatihan P3K terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan anggota PMR. Peningkatan nilai yang signifikan ini diharapkan dapat memperkuat peran aktif anggota PMR sebagai unit respons cepat dalam menangani insiden kecelakaan di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Program edukasi serupa disarankan untuk dilakukan secara berkala demi menjaga retensi pengetahuan peserta. Kata Kunci: P3K, Palang Merah Remaja (PMR), Pelatihan, Pretest, Posttest.