cover
Contact Name
Muhammad Nazar
Contact Email
mnazar@usk.ac.id
Phone
+6285261619059
Journal Mail Official
kanapuspita@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kimia FKIP USK Kopelma Darussalam
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kimia
ISSN : -     EISSN : 26216132     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK) merupakan media publikasi artikel hasil karya tugas akhir/skirpsi mahasiswa Pendidikan Kimia strata satu (S1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK guna untuk memenuhi kewajiban setiap mahasiswa sebagai salah satu syarat sidang dan yudisium sarjana. Artikel diterbitkan setelah diuji turnitin melalui website JIMPK.
Articles 103 Documents
Identifikasi Miskonsepsi Siswa Menggunakan Four- TierDiagnostic Test pada Materi Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit di Kelas X SMA Islam Al-falah Kabupaten Aceh Besar Riska Irsanti; Ibnu Khaldun; Latifah Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian dengan judul Identifikasi Miskonsepsi Siswa Menggunakan Four-Tier Diagnostic Test pada Materi Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit di Kelas X SMA Islam Al-Falah Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidak adanya miskonsepsi dan mengetahui penyebab miskonsepsi dalam pemahaman materi larutan elektrolit dan larutan non elektrolit pada siswa di kelas X SMA Islam Al-Falah Kabupaten Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa di kelas X-D yang berjumlah 14 orang yaitu terdiri dari seluruh siswa perempuan. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes diagnostik yaitu dengan tipe four-tier diagnostic test dan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait penyebab miskonsepsi pada siswa dilakukan wawancara dengan siswa yang dominan mengalami miskonsepsi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat miskonsepsi pada pemahaman materi larutan elektrolit dan larutan non elektrolit yaitu sebesar 38,68%. Penyebab miskonsepsi yang dialami siswa dalam pemahaman materi larutan elektrolit dan larutan non elektrolit karena memenuhi kriteria syarat konsep dianggap miskonsepsi seperti adanya atribut yang tidak lengkap, gambaran konsep yang salah dan kegagalan siswa dalam melakukan klasifikasi. Selanjutnya hasil wawancara dengan siswa juga menunjukkan bahwa pada umumnya miskonsepsi pada siswa terjadi karena metode mengajar dan adanya intuisi (pemikiran sendiri) pada siswa.Kata Kunci: Miskonsepsi, Four-Tier Diagnostic Test ,Larutan Elektrolit dan Larutan Non ElektrolitAbstractThe research has been conducted under the title "Identification of Student Misconception Using Four-Tier Diagnostic Test on Electrolyte and Non-Electrolyte Solution Material in Class X SMA Islam Al-Falah of Aceh Besar Regency". This study aims to identify the presence or absence of misconceptions and to know the cause of misconception in the understanding of the material of electrolyte solution and non-electrolyte solution on the students in grade X SMA Islam Al-Falah of Aceh Besar District. The approach used in this study is a qualitative approach while the type of research is descriptive. Subjects in this study were students in class X-D which amounted to 14 people consisting of all female students. The sample selection was done by purposive sampling technique. Instrument used in this research is diagnostic test that is with four-tier diagnostic test type and to get more information related to the cause of misconception at student is done interview with student predominantly experiencing misconception. Based on the result of research can be concluded that there is misconception on the understanding of electrolyte solution material and non electrolyte solution that is equal to 38,68%. The causes of misconceptions experienced by students in understanding the material of electrolyte solution and non-electrolyte solution because they meet the criteria of conceptual requirements are considered misconceptions such as the presence of incomplete attributes, illustration of the wrong concept and the failure of students in doing the classification. Furthermore, the results of interviews with students also indicate that in general misconception in students occurs because of teaching methods and the intuition (self-thinking) in students.Keywords: Misconception, Four-Tier Diagnostic Test, Electrolyte Solution and Non-Electrolyte Solution
Meningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa Melalui Program Remedial Menggunakan E-learning Pada Materi Hidrolisis Garam di Kelas XI SMAN 9 Banda Aceh . Juliyanti; . Rusman; Muhammad Nazar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian terhadap pelaksanaan program remedial pada materi hidrolisis garam menggunakan e-learning untuk meningkatkan ketuntasan belajar siswa di kelas XI SMA Negeri 9 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketuntasan belajar siswa melalui pelaksanaan program remedial menggunakan e-learning. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa yang belum tuntas dalam mempelajari materi hidrolisis garam di kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 9 Banda Aceh Semester Genap Tahun Ajaran 2016/2017. Jumlah siswa yang belum tuntas di kelas XI MIPA 1 dari 29 siswa adalah 24 orang, terdiri dari 14 perempuan dan 10 laki-laki. Hasil penelitian diperoleh persentase aktivitas belajar siswa pada diskusi pertama sebesar 62,5%, diskusi kedua 75,0% dan pada diskusi ketiga 83,3%. Nilai rerata aktivitas siswa dari ketiga diskusi adalah 72,2% tergolong kategori baik. Ketuntasan belajar siswa meningkat setelah dilaksanakan program remedial melalui e-learning. Siswa yang tuntas sebelum dilaksanakan program remedial yaitu 5 siswa dari 29, setelah dilaksanakan program remedial melalui e-learning siswa yang tuntas menjadi 18 siswa dari 24, dengan persentase ketuntasan secara klasikal sebesar 75% dan tergolong dalam kategori baik. Data tanggapan siswa diperoleh rerata persentase tanggapan siswa terhadap pelaksanaan program remedial menggunakan e-learning sebesar 61,4%, termasuk kategori cukup.Kata kunci : Remedial, E-learning, Ketuntasan belajar, Hidrolisis Garam.AbstractResearch has been conducted on the implementation of remedial program on salt hydrolysis material using e-learning to improve students' learning completeness in grade XI SMA Negeri 9 Banda Aceh. This study aims to improve students' learning mastery through the implementation of remedial programs using e-learning. The type of research used is descriptive research with qualitative approach. Research subjects are students who have not completed in studying salt hydrolysis material in class XI MIPA 1 SMA Negeri 9 Banda Aceh Even Semester of Teaching Year 2016/2017. The number of students who have not completed in class XI MIPA 1 of 29 students is 24 people, consisting of 14 women and 10 men. The result of research is the percentage of student activity activity in the first discussion is 62,5%, second discussion is 75,0% and at third discussion 83,3%. The average value of student activity from the three discussions was 72.2% belonging to the good category. Student learning completeness increased after implemented remedial program through e-learning. Students who complete before the remedial program is conducted 5 students from 29, after the remedial program is done through e-learning students who complete to 18 students from 24, with the percentage of completeness in classical by 75% and belong to good category. Student response data obtained mean percentage of student responses to the implementation of remedial program using e-learning of 61.4%, including enough category.Keywords: Remedial, E-learning, Completeness learning, Hydrolysis Salt.
PEMBUATAN FILM BIOPLASTIK DARI KITOSAN DAN SELULOSA AMPAS TEBU (Saccharum officinarum L.) Meilisa Pratiwi; M. Hasan; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang pembuatan film bioplastik dari kitosan dan selulosa ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi kitosan dan selulosa ampas tebu terhadap daya serap pelarut (liofobisitas) dan sifak mekanik. Selulosa ampas tebu didapatkan dengan mendelignifikasi ampas tebu menggunakan metode organosolv. Film bioplastik dibuat dengan cara blending, yakni mencampurkan kitosan dengan selulosa ampas tebu dengan variasi perbandingan 0/100, 25/75, 50/50, dan 25/75. Produk bioplastik diuji dengan uji liofobisitas, uji kadar air, dan uji mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa yang dihasilkan dari proses delignifikasi sebanyak 7,85% (0,4 gram dari 5 gram ampas tebu). Bioplastik yang dihasilkan dari tiap-tiap varian yang memiliki ketahanan paling baik terhadap pelarut air, etanol, HCl, dan NaOH adalah variasi dengan perbandingan kitosan dan selulosa 50:50. produk bioplastik yang memiliki kadar air yang paling sedikit yakni pada bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa ampas tebu 25 : 75. Sifat mekanik sampel bioplastik semakin menurun seiring dengan bertambahnya komposisi selulosa dan menurunnya komposisi kitosan. Kuat tarik terbesar terdapat pada sampel bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa ampas tebu 100 : 0 yakni 8,161 Mpa, sedangkan kuat tarik terendah terdapat pada sampel bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa 25 : 75 yakni 0,017. Modulus Young (elastisitas) berbanding lurus dengan kuat tarik, semakin besar nilai kuat tarik, maka semakin elastis bioplastik tersebut.Kata kunci: bioplastik, selulosa, kitosanAbstractThere has been research on the making of bioplastic film from chitosan and cellulose of bagasse. This study aims to determine the effect of chitosan and cellulose composition of bagasse on solvent absorption (lyophobicity) and mechanical properties. Cellulose bagasse was obtained by delignifying the bagasse using organosolv method. Bioplastic film made by blending method, that mixing chitosan with cellulose bagasse with variation ratio 0/100, 25/75, 50/50, and 25/75. Bioplastic products were tested using lyophobicity tests, moisture test, and mechanical tests. The results showed that the cellulose produced from the delignification process was 7.85% (0.4 grams of 5 grams of bagasse). The bioplastics produced from each variant having the best resistance to water solvents, ethanol, HCl, and NaOH are variations in the ratio of chitosan and 50:50 cellulose. The bioplastic product having the least moisture content in bioplastic with the ratio of chitosan and cellulose of bagasse 25: 75. The mechanical properties of bioplastic samples decreased with increasing of cellulose composition and decreasing of chitosan composition. The largest tensile strength was found in bioplastic samples with chitosan ratio and 100: 0 bagasse cellulose ie 8.161 MPa, while the lowest tensile strength was found in bioplastic samples with chitosan and cellulose 25: 75 ratio of 0.017. Young's modulus (elasticity) is directly proportional to tensile strength, the greater the value of tensile strength, the more elastic the bioplastic is.Keywords: bioplastic, cellulose, chitosan
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan Menggunakan Media KOKAMI Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Perkembangan Model Atom Kelas X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh Dewi Lestari; . Zulfadli; Ade Ismayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) menggunakan media KOKAMI di SMA Negeri 9 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media belajar terhadap hasil belajar, aktivitas, tanggapan siswa dan guru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh yang berjumlah 31 siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Hasil penelitian diperoleh bahwa hasil belajar siswa meningkat dari 51,72% menjadi 82,76%. Aktivitas siswa meningkat dari 71,75% menjadi 91,25% dalam kategori sangat baik. Siswa yang memberi tanggapan positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan media KOKAMI ada 78,16% termasuk kategori baik, sedangkan persentase tanggapan guru diperoleh sebesar 85,42% termasuk kategori baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model TGT menggunakan media KOKAMI mampu meningkatkan hasil belajar siswa sehingga dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran kimia pada materi perkembangan model atom.Kata Kunci : kooperatif,TGT, KOKAMI, media, hasil belajar, perkembangan model atomAbstract :Research has been carried on the type of Application of Teams Games Tournament (TGT) By Using KOKAMI Media in SMAN 9 Banda Aceh". The purpose of this study was to determine learning outcomes, activities, students and teachers responses. This study used a qualitative approach with descriptive research. Subjects in this study were students of class X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh namely 31 students consisting of 18 male students and 13 female students. The results obtained that the learning outcomes of students increased from 51.72% to 82.76%. Activities of students also improved from 71,75% to 91,25% in the excellent category. Students gave positive responses towards learning by using KOKAMI media amounted to 78.16% included good category, while the percentage of teachers responses was obtained 85.42% includedexcellent category. Mastery learning students in the classical style of the realm of knowledge gained 86.20%. The results of this study, it can be concluded that the application of TGT model by using KOKAMI media can improve student learning outcomes and it can be used by teachers in teaching chemistry at the development of the atomic model.Keywords: TGT, KOKAMI, media, learning outcomes, the development of the atomic model
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan Menggunakan Media KOKAMI Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Perkembangan Model Atom Kelas X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh Ayu Mauliana; . Rusman; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) menggunakan media KOKAMI di SMA Negeri 9 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media belajar terhadap hasil belajar, aktivitas, tanggapan siswa dan guru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh yang berjumlah 31 siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Hasil penelitian diperoleh bahwa hasil belajar siswa meningkat dari 51,72% menjadi 82,76%. Aktivitas siswa meningkat dari 71,75% menjadi 91,25% dalam kategori sangat baik. Siswa yang memberi tanggapan positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan media KOKAMI ada 78,16% termasuk kategori baik, sedangkan persentase tanggapan guru diperoleh sebesar 85,42% termasuk kategori baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model TGT menggunakan media KOKAMI mampu meningkatkan hasil belajar siswa sehingga dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran kimia pada materi perkembangan model atom.Kata Kunci : kooperatif,TGT, KOKAMI, media, hasil belajar, perkembangan model atomAbstract :Research has been carried on the type of Application of Teams Games Tournament (TGT) By Using KOKAMI Media in SMAN 9 Banda Aceh". The purpose of this study was to determine learning outcomes, activities, students and teachers responses. This study used a qualitative approach with descriptive research. Subjects in this study were students of class X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh namely 31 students consisting of 18 male students and 13 female students. The results obtained that the learning outcomes of students increased from 51.72% to 82.76%. Activities of students also improved from 71,75% to 91,25% in the excellent category. Students gave positive responses towards learning by using KOKAMI media amounted to 78.16% included good category, while the percentage of teachers responses was obtained 85.42% includedexcellent category. Mastery learning students in the classical style of the realm of knowledge gained 86.20%. The results of this study, it can be concluded that the application of TGT model by using KOKAMI media can improve student learning outcomes and it can be used by teachers in teaching chemistry at the development of the atomic model.Keywords: TGT, KOKAMI, media, learning outcomes, the development of the atomic model
Pembuatan Plastik Biodegradable dari Kitosan, Pati Bonggol Pisang (Musa paradisiaca,L), dan Minyak Jarak (Castor oil) . zuhra; M. hasan; M. nasir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pembuatan plastik biodegradable dari kitosan, pati bonggol pisang (Musa paradisiaca,L), dan minyak jarak (Castor Oil). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi kitosan dan pati bonggol pisang terhadap uji ketahanan berbagai pelarut terhadap plastik yang dihasilkan, mengetahui pengaruh komposisi kitosan dan pati bonggol pisang terhadap sifat mekanik plastik yang dihasilkan, dan mengetahui kemampuan biodegradasi film plastik dari kitosan, pati bonggol pisang dan minyak jarak. Karakterisasi plastik biodegradable bonggol pisang yang dilakukan ada tiga, yaitu uji kekuatan tarik, uji ketahanan pelarut dan uji biodegradasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioplastik bonggol pisang untuk semua variasi menghasilkan karakteristik yang berbeda- beda. Hasil pengujian kuat tarik untuk semua variasi berkisar antara (9,857-15,987) Mpa, elongasi terbaik terdapat pada variasi pa/ki 50/50 yaitu 39,338 % dan nilai modulus young terbaik terdapat pada variasi pa/ki 40/60 yaitu 12,278MPa. Analisis uji ketahanan pelarut menunjukan bahwa bioplastik bonggol pisang kurang baik apabila berinteraksi dengan air, zat bersifat asam dan zat yang bersifat basa hal ini dikarenakan persentase terbaik plastik bonggol pisang belum memenuhi standar ASTM yaitu 99,9 %, dimana persentase terbaik pada uji ketahanan terhadap air, HCl, dan NaOH terdapat pada variasi pa/ki 40/60 berturut-turut adalah (88,836%), (86,207%), dan (89,729%). Plastik pati bonggol pisang mulai terurai pada hari ke-10 dan pada hari ke-20 hampir semua bagian plastik sudah bercampur dengan medium dan tidak bisa diambil lagi.Kata Kunci: Plastik Biodegradable,Pati Bonggol Pisang Kitosan, Minyak Jarak, KarakterisasiABSTRACTA study has been conducted on the production of biodegradable plastic from chitosan, banana tuber starch (Musa paradisiaca, L), and Castor Oil. The purpose of this study is to find out the effect of chitosan composition and banana tuber to the resistance test of various solvents to the resulting plastic, to find out the effect of chitosan composition and banana tuber on the mechanical properties of plastic produced, and find out the biodegradation ability of plastic film from chitosan, banana tuber and castor oil. The characterization of biodegradable plastic of banana, banana tuber performed in three ways namely tensile strength test, solvent endurance test and biodegradation test. The results of study show that variuos banana bio-plastic banana tuber produce different characteristics. The result of tensile strength test for all variations ranged between (9,857-15,987) Mpa, the best elongation found in pa / ki 50/50 that is 39,338% and the best modulus young value was found in pa / ki 40/60 ie 12,278MPa. The analysis of solvent resistance test shows that bio-plastic banana tuber is less good when interacting with water, acidic substances and substances because this percentage of best plastic banana tuer does not meet the ASTM standard namely 99.9%, which the best percentage of water resistance test , HCl, and NaOH are found in variations of pa / ki 40/60 were (88,836%), (86,207%), and (89,729%) respectively. Plastic banana tuber begins to decompose on the 10th day and on the 20th day almost all the plastic parts are mixed with the medium and can not be taken again.Keywords: Biodegradable Plastics, Starch of Chitosan Banana Tuber, Castor Oil, Characterization
Penerapan Pembelajaran Blended Learning Pada Materi Larutan Penyangga di SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah Rizqa Afdhila; Muhammad Nazar; Latifah Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian yang berjudul Penerapan Pembelajaran Blended Learning Pada Materi Larutan Penyangga Di SMA Negeri I Unggul Darul Imarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketuntasan belajar, aktivitas dan tanggapan peserta didik serta guru terhadap penerapan pembelajaran blended learning pada materi larutan penyangga. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan di SMA Negeri I Unggul Darul Imarah dengan subjek penelitian peserta didik XI IPA 2 yang berjumlah 21 orang, terdiri dari 13 perempuan dan 8 laki-laki. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari hasil evaluasi akhir, lembar observasi aktivitas, dan angket tanggapan peserta didik serta guru. Berdasarkan analisis data diperoleh persentase rata-rata aktivitas belajar peserta didik pertemuan I, II, dan III masing-masing sebesar 71,48%, 82,24%, dan 93,75. Persentase ketuntasan belajar diperoleh sebesar 80,95% dengan kategori sangat baik. Guru dan peserta didik memberikan tanggapan positif terhadap penerapan pembelajaran blended learning dengan persentase masing-masing yaitu 89,58% dan 83,31%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ketuntasan belajar peserta didik telah tuntas secara klasikall dengan kategori sangat baik. Aktivitas juga meningkat selama penerapan pembelajaran blended learning, serta guru dan peserta didik memberikan tanggapan yang positif terhadap pembelajaran blended learning. Untuk peneliti lain yang akan melaksanakan pembelajaran blended learning diharapkan dapat menyusun jadwal lebih rinci untuk kegiatan di course e-learning.Kata kunci : Blended learning, ketuntasan belajar, larutan penyangga, e-learningAbstractThe research had been conducted entitled "Application of Blended Learning on Surface Buffing Material in SMA Negeri I Unggul Darul Imarah". The aim of this study is to describe learning completeness, activities and responses of students and teachers to the application of blended learning on buffer material. This research was conducted four times meeting in SMA Negeri I Unggul Darul Imarah, the subject of this research is 21 students of class XI IPA 2 consisting of 13 female and 8 male students. This is descriptive research with qualitative approach. The Research data obtained from the final evaluation, activity observation sheet, and questionnaire responses of students and teachers. Based on the data analysis, the percentage of students learning activitys average of the meetings I, II, and III was 71.48%, 82.24% and 93.75, respectively. Percentage of learning completeness was obtained by 80.95% with very good category. Teachers and students responded positively to the application of blended learning with percentage of 89.58% and 83.31%. Based on the result of the research, it can be concluded that the students' learning completeness has been completed classicallly with very good category. Activities also increase during the application of blended learning, as well as teachers and students also give a positive response to blended learning. For other researchers who will conduct research in blended learning is expected to arrange a more detailed schedule for activities in the e-learning course.Keyword: Blended learning, learning completeness, buffer solution, e-learning
Analisis Kadar Logam Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Tanaman Kangkung (Ipomoea aquatica) Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Nurul Fajriah; . Zulfadli; M. Nasir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang analisis kandungan timbal dan kadmium pada kangkung darat asal Desa Limpok dan kangkung air asal Desa Turam menggunakan teknik spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi timbal dan kadmium yang terdapat pada kangkung. Cara yang dilakukan yaitu dengan mendestruksi sampel menggunakan HNO3 65% dan HClO4 70-72% dengan perbandingan 3:1. Larutan hasil destruksi dianalisis pada panjang gelombang 283,3 nm untuk logam timbal dan untuk logam kadmium dianalisis pada panjang gelombang 228,8 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi timbal pada kangkung darat dan kangkung air berturut-turut adalah 0,0591 ppm dan 0,0457 ppm, sedangkan kadar logam kadmium pada kangkung darat dan kangkung air berturut-turut adalah 0,0002 ppm dan 6,9212 ppm. Konsentrasi timbal yang ditemukan pada kangkung darat dan kangkung air masih di bawah ambang batas maksimum yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI 01-7387-2009) yaitu 0,5 ppm. Konsentrasi kadmium pada kangkung darat masih di bawah ambang batas maksimum sedangkan konsentrasi kadmium pada kangkung air menunjukkan telah melewati ambang batas yang ditetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-7387-2009) yaitu 0,2 ppm.Kata kunci: Analisis kadar, logam berat, kangkung, SSAAbstractThere has been research on the analysis of lead and cadmium content in kangkung darat from Limpok village and watercress from Turam village using Atomic Absorption Spectrophotometric (SSA) technique. This study aims to determine the concentration of lead and cadmium contained in kale. The way is done by mendestruksi sample using HNO3 65% and HClO4 70-72% with a ratio of 3: 1. The resultant destruction solution was analyzed at a wavelength of 283.3 nm for lead metal and for cadmium metal was analyzed at a wavelength of 228.8 nm. The results showed that the concentration of lead in watercress and watercress successively was 0.0591 ppm and 0.0457 ppm, while the cadmium metal content in land kangkung and watercresses was 0.0002 ppm and 6.9212 ppm . The concentration of lead found in water spinach and watercress is still below the maximum threshold set by Indonesian National Standard (SNI 01-7387-2009) of 0.5 ppm. The concentration of cadmium in ground kangkmium is still below the maximum threshold, while the concentration of cadmium in watercress showed that it has passed the threshold set by Indonesian National Standard (SNI 01-7387-2009) that is 0.2 ppm.Keywords: Analysis of levels, heavy metals, kale, SSA
Studi Komparasi Hasil Belajar Siswa yang Belajar Menggunakan Media Kotak Kartu Misterius (Kokami) dengan Roda Impian pada Materi Kesetimbangan Kimia di SMA Negeri 5 Banda Aceh Maya Marita; . Rusman; Ade Ismayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian dengan judul Studi Komparasi Hasil Belajar Siswa yang Belajar Menggunakan Media Kokami dengan Roda Impian pada Materi Kesetimbangan Kimia di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar, aktivitas siswa dan tanggapan siswa terhadap media kokami dan roda impian. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 masing-masing berjumlah 27 orang. Jenis penelitian menggunakan metode eksperimen, dengan desain penelitian Randomized Pretest-Postest Comparison Group Design. Data penelitian diperoleh melalui soal pilihan ganda untuk melihat hasil belajar, lembar aktivitas digunakan untuk mengukur tingkat keaktifan siswa dan angket disebarkan kepada siswa untuk mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil thitung= 0,131 ttabel= 2,039 pada taraf signifikansi 5%. Maka H0 diterima dan Ha ditolak, kesimpulannya adalah tidak terdapat hasil belajar siswa yang belajar menggunakan media kokami dengan hasil belajar siswa menggunakan media roda impian pada materi kesetimbangan kimia di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Siswa aktif dalam proses pembelajaran dengan rata-rata persentase aktivitas saat pembelajaran berlangsung pada kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 berturut-turut sebesar 88,5% dan 85,25%. Tanggapan siswa terhadap media kokami sebesar 45,37% sangat setuju, 49,07% setuju dan 5,5% tidak setuju sedangkan untuk media roda impian sebesar 37,5% sangat setuju , 53,2% setuju dan 9,2% tidak setuju.Kata kunci: Studi Komparasi, hasil belajar, kokami, roda impian, kesetimbangan kimiaAbstractThe study about comparison of students learning outcome between using of media of kokami and media of roda impian in learning of chemical equilibrium had been conducted in SMA Negeri 5 Banda Aceh. The purposes of study were to understand the difference of learning outcome, students activities and their responses to media of kokami and media of roda impian. Initially, 27 students of class XI IPA 2 and class of XI IPA 3 were selected as subject for this study. The study was adapted by using experimental method and design of Randomized Pretest-Postest Comparison Group Design. Data were collected by using multiple choice questions to observe learning outcome, then activity sheet used to indicate students activities and questionnaire distributed to undertand their responses to the learning media. According to result of study, there was indicated that tcount = 0.131 ttable = 2.039 at significant level of 5%. Therefore, H0 was accepted and Ha was rejected, which was meant that students learning outcome between using media of kokami was similar to media of roda impian in learning of chemical equilibrium at SMA Negeri 5 Banda Aceh. The average percentage of student activities in class of XI IPA 2 and XI IPA 3 were 88.5% and 85.25%. Then, students responses to the media of kokami were 45.37% of strongly agree, 49.07% of agree and 5.5% of do not agree, while their responses to the media of roda impian were 37.50% of strongly agree, 53.20% of agree and 9.20% of do not agree.Keyword: the study of comparison, learning outcome, kokami, roda impian, chemical equilibrium.
Penerapan Model Pembelajaran Index Card Match pada Materi Hukum-hukum Dasar Kimia di Kelas X SMA Inshafuddin Banda Aceh . Marlina; . Zulfadli; Muhammad Nazar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilaksanakan penelitian tentang penerapan model pembelajaran index card match pada materi hukum-hukum dasar kimia di kelas X SMA Inshafuddin Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas belajar peserta didik, ketuntasan belajar peserta didik dan tanggapan peserta didik pada materi hukum-hukum dasar kimia melalui penerapan model pembelajaran Index Card Match. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Inshafuddin Banda Aceh dengan subjek penelitian peserta didik kelas X IPA 2 yang berjumlah 26 orang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, penelitian ini dilakukan selama 4 kali pertemuan. Data penelitian diperoleh berdasarkan hasil pengamatan lembar observasi peserta didik, nilai ketuntasan belajar dan lembar angket tanggapan peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh persentase rata-rata nilai aktivitas belajar peserta didik pada pertemuan I adalah sebesar 73,75% yang termasuk dalam kategori baik , pertemuan II adalah sebesar 80,00% dan pada pertemuan III adalah sebesar 81,25%, yang termasuk dalam kategori sangat baik. Persentase ketuntasan belajar peserta didik diperoleh 88,5%, yang termasuk kedalam kategori sangat baik. Persentase hasil tanggapan peserta didik adalah sebesar 80,5% yang termasuk dalam kategori sangat baik terhadap penerapan model pembelajaran index card match. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ketuntasan belajar peserta didik pada materi hukum-hukum dasar kimia telah tuntas secara klasikal melalui penerapan model pembelajaran index card match. Aktivitas belajar peserta didik meningkat melalui penerapan model pembelajaran index card match.Kata kunci : Index Card Match, aktivitas peserta didik, ketuntasan hasil belajar, Hukum-hukum Dasar Kimia, angket tanggapan peserta didik.AbstractThis study been conducted research entiling applying of model study of Index of Card Match at elementary laws items of chemistry in class of X SMA Inshafuddin Banda Aceh. Intention of this research is to activity in description learn educative participant, complete learn educative participant and educative by participant comments at elementary laws items of chemistry through applying of model study of index card match. This research is executed by in SMA Inshafuddin Banda Aceh with subjeck research of educative by participant of class of X IPA 2 amounting to 26 people. Approach of reseacrh the used is spproach qualitative with descriptive type, this research is conducted by during 4 times meeting. Research data obtained pursuant to result of perception of educative participant observation sheet, complete value learn and educative participant comments enquette sheet. Pursuant to result of data analysis obtained bay percentage og mean assess activity learn educative by participant at meeting of I is equal to 73,75% which included in good category, meeting of II is equal to 80,00% and at meeting of III is equal to 81,25%, which included in category very good. Complete pertange learn obtained by educative to be participant 88,5%, which including into category very good. Percentange result of educative participant comments is equal 80,5% which included in category very do well by applying of model study of index card match. Pursuant to result of research hence can be concluded that complete learn educative by participant at elementary laws items of chemistry have complete by klasikal through applying of model study of index card match. Activity learn educative participant mount to through applying of model study of index card match.Keywords: Index Card Match, educative participant activity, complete of result leran, elementry laws of chemistry, educative participant comments enquette.

Page 6 of 11 | Total Record : 103