cover
Contact Name
Muhammad Nazar
Contact Email
mnazar@usk.ac.id
Phone
+6285261619059
Journal Mail Official
kanapuspita@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kimia FKIP USK Kopelma Darussalam
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kimia
ISSN : -     EISSN : 26216132     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK) merupakan media publikasi artikel hasil karya tugas akhir/skirpsi mahasiswa Pendidikan Kimia strata satu (S1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK guna untuk memenuhi kewajiban setiap mahasiswa sebagai salah satu syarat sidang dan yudisium sarjana. Artikel diterbitkan setelah diuji turnitin melalui website JIMPK.
Articles 103 Documents
PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI REAKSI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA Nurmasyittah Irmi; . Adlim; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian untuk mengembangkan penuntun praktikum berbasis inkuiri terbimbing sebagai alternatif pedoman kegiatan praktikum Kimia Dasar II bagi mahasiswa Pendidikan Kimia. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (RD) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Pada tahap analysis dilakukan analisis kebutuhan terhadap penuntun praktikum berbasis inkuiri terbimbing. Tahap desain dan development dilakukan proses perancangan dan pengembangan produk penuntun praktikum berbasis inkuiri terbimbing yang kemudian divalidasi oleh 2 validator ahli. Hasil validasi produk penuntun praktikum yang dikembangkan diinterpretasikan sebagai katagori valid dan layak digunakan tanpa revisi dengan persentase 82,78%. Tahapan implementation dilakukan uji coba terhadap produk yang dikembangkan. Pada tahap akhir evaluation dilakukan penilaian terhadap produk yang dikembangkan dengan angket tanggapan dosen, asisten serta mahasiswa praktikan. Hasil penilaian angket respon dosen, asisten, dan mahasiswa praktikan dikatagorikan baik dengan persentase masing-masing 84,28%, 86,43% dan 87,14%.Kata kunci : penuntun praktikum, Kimia Dasar, inkuiri terbimbing.AbstractHas done a research appropriate for developing guided inquiry laboratory manual as an alternative manual for practical General Chemistry II to Chemistry Education college students. The design for study was Research and Development (RD) with ADDIE (which stands for Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) type. Analysis necessity for guided inquiry laboratory manual was conducted in the analysis stage. In the design and development stages, designing and developing a product which is a guided inquiry laboratory manual was made and then validated by 2 proficient validators. Validation result was valid and suitable to use without revise with average positive share 82,78%. In the implementation stage, trial run for product made was held. Evaluation an end stage of ADDIE is used for evaluating product made using questionnaires given to instructors, laboratory assistants and college student. Questionnaires which has been done answer by instructors, laboratory assistants and college student showed positive results with each percentage 84,28%, 86,43% and 87,14%.Keywords: laboratory manual, General Chemistry, guided inqury.
Menganalisis Tingkat Pemahaman Siswa pada Materi Ikatan Kimia Menggunakan Instrumen Penilaian Four-Tier Multiple Choice (Studi Kasus pada Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Banda Aceh) Malik Yakubi; . Zulfadli; Latifah Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar persentase tingkat pemahaman siswa pada materi ikatan kimia dengan menggunakan instrumen penilaian four-tier multiple choice (FTMC) dan mengetahui tanggapan guru terhadap instrumen penilaian FTMC dalam menganalisis tingkat pemahaman siswa. Jenis penelitiannya adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 sebanyak 31 orang dan 5 orang guru mata pelajaran kimia Tahun Ajaran 2016/2017 yang ditentukan berdasarkan teknik random sampling. Data penelitian diperoleh menggunakan tes dan angket. Tes yang digunakan berupa soal pilihan ganda FTMC sebanyak 15 butir dan lembar angket tanggapan guru sebanyak 5 pertanyaan. Hasil analisis terhadap data penelitian menunjukkan bahwa persentase tingkat pemahaman siswa pada materi ikatan kimia yang menggunakan instrumen FTMC yang dikategorikan memahami konsep sebesar 43%, tidak memahami konsep 27%, miskonsepsi 19%, dan error 11% serta tanggapan guru terhadap penggunaan instrumen penilaian FTMC dalam menganalisis tingkat pemahaman siswa pada materi ikatan kimia dikategorikan baik sekali dengan persentase 92%.Kata kunci: four-tier multiple choice, tingkat pemahaman, ikatan kimia.AbstractThe study titled Analyze of level of students understanding in learning of chemical bonding by using instrumentation of Four-Tier Multiple Choice had been done in Class X of SMA Negeri 4 Banda Aceh. The objectives of study were to understand level of understanding in learning of chemical bonding by using the instrumentation of four-tier multiple choice (FTMC) and to understand teachers responses to the instrumentation in analyzing of students understanding. The descriptive research used qualitative approach. Then, subject of study was 31 students of class X IPA 2 and 5 teachers of chemistry department in academic year of 2016/2017 which was determined by using technique of random sampling. Data were collected by using test and questionnaire. The test used 15 questions of FTMC and 5 questions of questionnaire. The result of study indicated that the level of students understanding which was analyzed by using FTMC were 43% of understand the concept, 27% of wrong conception, 19% of misconception, and 11% of error conception. Furthermore, the teachers responses to the implementation of FTMC were categorized as very good with a percentage of 92%.Keyword: four-tier multiple choice, level of understanding, chemical bonding
Hubungan Efikasi Diri dan Kemandirian Belajar dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa Pendidikan Kimia Angkatan 2012, 2013, dan 2014 Universitas Syiah Kuala Navizatur Rahmi; Ibnu Khaldun; Zarlaida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan kemandirian belajar dengan IPK mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2012, 2013, dan 2014 Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian yaitu 67 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Kimia angkatan 2012, 2013, dan 2014 Universitas Syiah Kuala. Pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling. Teknik pengumpulan data yaitu instrumen berupa angket efikasi diri dan kemandirian belajar beserta dokumentasi IPK mahasiswa yang diperoleh dari Program Studi Pendidikan Kimia. Analisis data menggunakan statistik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi linier berganda Y= 0,363 + 0,003X1 + 0,030X2. Nilai koefisien efikasi diri sebesar 0,003 dan bertanda positif, berarti efikasi diri mampu meningkatkan IPK mahasiswa. Nilai koefisien kemandirian belajar sebesar 0,030 dan bertanda positif, berarti kemandirian belajar mampu meningkatkan IPK mahasiswa. dengan demikian, efikasi diri dan kemandirian belajar mempunyai pengaruh dengan IPK mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia angkatan 2012, 2013, dan 2014 Universitas Syiah Kuala sebesar 78,5% dan 21,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Jadi diharapkan kepada mahasiswa untuk lebih meningkatkan efikasi diri dan kemandirian belajar untuk membantu meningkatkan IPK.Kata kunci : Efikasi Diri, Kemandirian Belajar, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)AbstractThis research aimed to determine the relationship between self-efficacy and autonomous learning with the grade point average (GPA) of students in chemistry education of Syiah Kuala University in academic year 2012, 2013, and 2014. This type of research was correlational study with a quantitative approach. Subjects in this study were 67 students from the Chemistry Department students of Syiah Kuala University in academic year 2012, 2013, and 2014. The Samples used in this study were stratified random sampling. Data collection techniques used instruments were self-efficacy and autonomous learning questionnaire items and the students GPA documentation that was obtained from the Chemical Department. Data were analyzed by multiple linear regression formula. The results of multiple linear regression analysis were obtained equation Y = 0,363 + 0,003X1 + 0,030X2. The coefficient of self efficacy is 0,003 and positive, it means self-efficacy can improve student GPA. The coefficient of Autonomous Learning is 0,030 and is positive, it means Autonomous Learning can improve student GPA. thus, self-efficacy and self-learning has influence with a GPA of Chemistry department students in academic year of 2012, 2013, and 2014 Syiah Kuala University amounted to 78.5%. Therefore, it is expected to the students to enhance the self-efficacy and the autonomous learning to help improvement in achieving the GPA.Keywords: Self-Efficacy, Autonomous Learning, Grade Point Average (GPA)
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU KUARTET PADA MATERI ASAM BASA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 6 BANDA ACEH Intan puspita sari; Sri adelila Sari; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media kartu kuartet pada materi Asam Basa untuk meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa kelas VII di SMPN 6 Banda Aceh. Media kartu kuartet dikembangkan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang memiliki 5 tahap perlakuan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Tahap analisis dilakukan berdasarkan angket analisis kebutuhan yang dibagikan kepada siswa sebelum melakukan penelitian. Dalam tahap desain, produk yang dihasilkan berupa media yaitu kartu kuartet tentang materi asam basa yang direvisi sebanyak 2 kali. Pada tahap pengembangan kartu yang sudah di desain kemudian dikembangkan lagi sesuai saran dosen pembimbing seperti warna, tulisan dan gambar. Dari masing-masing komponen didapatkan rata-rata persentase keseluruhan kelayakan untuk semua aspek sebesar 98,8%, yang menunjukkan sangat layak untuk digunakan berdasarkan kriteria penilaian. Pada tahapan implementasi dilakukannya validasi oleh validator ahli, dilakukannya uji coba untuk melihat kelayakan media yang telah dikembangkan. Tahap akhir adalah tahap evaluasi yaitu proses yang dilakukan untuk memberikan nilai terhadap program pembelajaran. Siswa memberikan respon positif terhadap media yang dikembangkan yaitu 94,20% dan 5,80% jawaban negatif dengan kategori sangat baik, hasil jawaban angket respon guru dengan persentase jawaban positif sebesar 100%. Aktivitas siswa setelah penggunaan media kartu kuartet sangat baik dengan rata-rata persentase 92,41% dan hasil skor penilaian motivasi siswa terhadap media kartu kuartet dengan rata-rata persentase sebesar 85,71% dengan kategori sangat baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa media kartu kuartet pada materi asam basa sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.Kata kunci : Kartu Kuartet, Asam Basa, Motivasi Aktivitas.AbstractThe objective of study was to develop media of quartet card in learning of acid and base in order to improve motivation and students learning activities in class of VII in SMPN 6 Banda Aceh. Media of quartet card was developed by using model of ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) and it has 5 stages which were analysis, design, development, implementation and evaluation. The step of analysis was conducted by collecting questionnaire in order to understand the needs before doing the study. Then, the step of design was implemented by doing twice correction. Furthermore, the quartet card was developed by considering the advices of supervisor which is consist of colour, lettering and pictures. For all steps, it can be indicated that the percentage of appropriateness was 98.8% which covers all aspects. The step of implementation was started by doing of validation to the media of quartet card and trying in order to know the worthiness of media. The last of steps was evaluation which was conducted to evaluate the learning process. The students gave responses which were 94.20% of positive response and 5.80% of negative response. Then, responses of teachers were collected by doing of questionnaire which was 100% of positive responses. Besides that, students activities have been improved after using media of quartet card with a percentage of 92.41%. The improvement was not only to the activities, but also to the motivation with a percentage of 85.71% by category of very good. So it could be concluded that the media card quartet on acid base material is very feasible for use as a medium of learning.Keywords: Quartet Card, Acid and Base, Motivation Activities.
Uji Daya Serap Serbuk Gergaji Kayu Damar Laut (Shorea sp) Terhadap Logam Pb(II) . aristia; . zulfadli; Ibnu Khaldun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji daya serap serbuk gergaji kayu damar laut terhadap logam Pb(II). Limbah kayu damar laut (shorea sp) diperoleh dari panglung kayu di Lamgugob, Banda Aceh. Beberapa studi adsorpsi yang dilakukan untuk melihat daya serap adsorpsi serbuk gergaji kayu diantaranya pengaruh pH, pengaruh waktu kontak, pengaruh massa adsorben, pengaruh kecepatan pengadukan, pengaruh konsentrasi awal ion dan pengaruh aktivasi adsorben. Konsentrasi penyerapan ion logam Pb(II) diukur menggunakan AAS. Analisis data yang diperoleh dilakukan dengan menggunakan model isoterm Langmuir dan Freundlich. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa serbuk gergaji kayu damar laut (shorea sp) yang lolos ayakan 150 mesh dapat mengadsorpsi ion logam Pb(II) pada pH 4, waktu pengadukan 40 menit, massa adsorben 0,5 gram, kecepatan pengadukan 125 rpm, konsentrasi awal ion logam 300 ppm dan penggunaan adsorben yang teraktivasi oleh basa. Perhitungan menggunakan model isoterm Langmuir dan Freundlich diperoleh kapasitas adsorpsi berturut-turut yaitu 45,45 mg/g dan 1,2473 mg/g.Kata kunci : Serbuk gergaji, damar laut, ion logam Pb(II), adsorpsi, isoterm Langmuir dan Freundlich, AAS.AbstractThe purpose of research is to examine the absorption of woods sawdust of marine resin (Shorea sp) to the lead(II) metal. Woods sawdust of marine resin is taken from residue of furniture which is making in woods panglong around Lamgugob, Banda Aceh. The adsorption is experimented by varying pH, contact time, mass of absorbent, speed of stirring, and initial concentration of lead(II) ion and the influence of activated absorbent. The initial concentration of ion is analyzed by using AAS. The research indicated that woods sawdust of marine resinwith the size of 150 mesh can adsorb the lead(II) ion at pH of 4, contact time of 40 minutes, 0,5 grams of sawdust, and speed of stirring of 125 rpm, initial concentration of metal ion is 300 ppm and using of adsorbent which have been activated by base. Then, measuring by using model of Langmuirs isotherm and Freundlichs isotherm was obtained the capacities of adsorption are 45,45 mg/g and 1,2473 mg/g.Keywords : Sawdust, marine resin, metal ions Pb(II), adsorption, Langmuir and Freundlich isotherm, AAS.
Pembuatan Video Pembelajaran Praktikum Larutan Asam Basa Dan Uji Efektivitasnya Pada Kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 8 Banda Aceh Intan Maulida; . Adlim; Muhammad Nazar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian yang berjudul Pembuatan Video Pembelajaran Praktikum Larutan Asam Basa dan Uji Efektivitasnya pada Kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 8 Banda Aceh ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pembuatan video pembelajaran praktikum sebagai media belajar dengan menggunakan software Corel Video Studio Pro, dan melihat minat dan aktivitas siswa dalam pembelajaran berbasis praktikum kimia dengan menggunakan media hasil pengembangan. Hasil produk akhir media belajar diuji kelayakan oleh validator ahli. Persentase rata-rata dari hasil penilaian kelayakan media diperoleh persentase 84,85%, nilai persentase tersebut tergolong dalam kategori sangat layak. Aktivitas siswa dan guru pada saat pembelajaran larutan asam basa dengan menggunakan video pembelajaran praktikum kimia di kelas XI MIPA 3 berturut-turut 89,60% dan 90,83% dengan kategori sangat baik. Sedangkan untuk Tanggapan siswa dalam penggunaan media diperoleh persentasenya 41,00% siswa yang menjawab sangat setuju serta 59,00% siswa yang menjawab setuju dan dikategorikan dengan baik, hal ini menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap media belajar yang dihasilkan dari pengembangan video. Jadi, dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan tanggapan siswa terhadap media video pembelajaran praktikum kimia tergolong sangat baik. Sehingga media video pembelajaran praktikum kimia dapat digunakan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: video, aktivitas, larutan asam basaAbstract:The research may mainly discussed about creating of Learning Video of Practicum of Acid and basic solution and test of its effectiveness in the classroom XI MIPA 3 at State Senior High School No.8 of Banda Aceh, this research aims to understand the steps of video making of learning media by using Corel Video Studio Pro, and to observe the interest and students activities in learning of practical chemistry by using developed media. The product of learning media was assessed the feasibility by expert validator. Test of feasibility showed that the product was categorized as very feasible with average percentage of 84.85%. Then, activities of students and teacher when the learning was conducted by using leaning video of practical chemistry in classroom XI MIPA 3 were very good with the percentage of 89.60% and 90.83%. in consequence, the students responses showed that they strongly agree percentage of 41.00% and agree with a percentage of 59.00%, it proved that students gave positive responses to the learning media which was produced from development of video. Therefore, it can be concluded that activities and responses of students to the learning video of practical chemistry were categorized as very good. Thus, the learning video of practical chemistry can be used in learning.Keywords: video, activities, acid and basic solution
Pembuatan Media Mind Mapping Menggunakan Mindjet Mindmanager pada Materi Konsep Mol di SMA Negeri 5 Banda Aceh Fatria Alfajar; M. Hasan; Muhammad Nazar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian yang berjudul Pembuatan Media Mind Mapping Menggunakan Mindjet Mindmanager pada Materi Konsep Mol di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk membuat media mind mapping menggunakan software mindjet mindmanager pada materi konsep mol di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Modul yang telah divalidasi diberikan kepada siswa sebagai panduan dalam membuat media mind mapping. Persentase yang didapat setelah dilakukan validasi oleh dua validator ahli sebesar 79,95% dengan kategori sangat layak. hasil media yang telah dibuat oleh siswa dinilai dengan hasil yang didapatkan untuk kategori sangat terampil sebesar 20%; terampil sebesar 60%; cukup terampil sebesar 20%, dan tidak terampil sebesar 0%. Lembar tanggapan guru dan tanggapan siswa digunakan sebagai data pendukung dalam penelitian ini. Pengolahan data secara kualitatif dalam bentuk persentase. Persentase guru yang memberikan tanggapan positif sebesar 100%. Persentase siswa yang memberikan tanggapan positif sebesar 94,56% sedangkan yang memberikan tanggapan negatif sebesar 5,44%. Tanggapan negatif siswa dikarenakan siswa belum pernah menggunakan media mind mapping menggunakan software mindjet mindmanager. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa siswa telah mampu membuat media mind mapping menggunakan software mindjet mindmanager.Kata kunci : Mind Mapping, Mindjet Mindmanager, Konsep Mol.AbstractThe study on Mind Mapping Production Using Mindjet MindManager Concept Mole in SMAN 5 Banda Aceh has been conducted. This research aims to muestigate students ability in create A mind of mapping using Mindjet MindManager software on the concept of mole in SMAN 5 Banda Aceh. In order to guide student in create mind mapping using the software, module was prounded. The validation score was found to be 79.95% which is in the decent category. The media made by students was assessed using special instrument and the results obtained for the highly skilled category by 20%; skilled by 60%; enough skilled 20 %, and unskilled at 0%. Sheets responses of teacher and student are used as supportive data in this study. Processing of qualitative data in the form of a percentage. The percentage of teachers who responded positively by 100%. The percentage of students who responded positively by 94.56% while giving negative feedback at 5.44%. The negative responses of students because the students never used mind mapping media use Mindjet MindManager software. Based on the research results, it can be concluded that the students have been able to make media mind mapping using Mindjet MindManager software.Keywords: Mind Mapping, Mindjet Mindmanager, Concept Mole.
Hubungan Kemampuan Spasial dengan Kemampuan Konseptual dalam Menyelesaikan Soal-Soal Kimia Dasar II (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNSYIAH Tahun Akademik 2015/2016) . Suzanna; m Nasir; Latifah Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian dengan judul Hubungan Kemampuan Spasial dengan Kemampuan Konseptual dalam Menyelesaikan Soal-Soal Kimia Dasar II (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNSYIAH Tahun Akademik 2015/2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan spasial dengan kemampuan konseptual dalam menyelesaikan soal-soal kimia dasar II. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNSYIAH tahun akademik 2015/2016, dengan penentuan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah soal tes yang terdiri dari 10 soal kemampuan spasial dan 10 soal kemampuan konseptual. Soal tes yang diberikan berbentuk pilihan ganda biasa dan 4 pernyataan yang terdiri dari materi konsep spasial dan kimia dasar II. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Product-Moment untuk data 30. Pada taraf signifikan 5% dan derajat kebebasan (db) 55, diperoleh nilai rxy = 0,162 dan rtabel = 0,220, sehingga rhitung rtabel. Maka hipotesis alternatif (Ha)ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kemampuan spasial dengan kemampuan konseptual dalam menyelesaikan soal-soal kimia dasar II pada mahasiswa Pendidikan Kimia tahun akademik 2015/2016. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan untuk melakukan analisis lanjutan tentang hubungan kemampuan spasial dengan kemampuan konseptual pada mata kuliah kimia lainnya, dengan menggunakan metode expost facto. Selain itu, sebaiknya soal tes dipisahkan untuk kedua kemampuan, dengan materi soal konseptual pada tingkat submikroskopik.Kata kunci : Spasial, Konseptual, Soal-soal kimia dasar II.AbstractThe research has conducted entitled "Relationship between Spatial Ability and Conceptuall Ability in Solving Second General Chemistry Test Materials (Case Study Chemistry Education Student of FKIP UNSYIAH Academic Year 2015/2016)". This study aims to determine the relationship between spatial ability and conceptual ability in solving second general chemistry test materials. The type of research was correlational study with a quantitative approach. Subjects in this study were students of Chemistry Education of FKIP UNSYIAH academic year 2015/2016 by using purposive sampling technique. The instrument used was test that consists of 10 questions of spatial abilities and 10 questions of conceptual abilities. The tests given are regular multiple choices and 4 statements that consist of spatial and second general chemistry concepts. Data were analyzed by using the Product-Moment correlation technique for data 30. At the significance level 5% and degrees of freedom (df) 55, the value of rxy = 0.162 and rtabel = 0.220, so rhitung rtabel. Then the alternative hypothesis (Ha) was rejected, so it could be concluded that there was no relationship between spatial ability and conceptual ability in solving second general chemistry test materials on Chemistry Education student academic year 2015/2016. Based on the result, it is advisable to conducted further analysis of the relationship between spatial ability and conceptual ability in other chemistry subjects by using ex-post facto methode. In addition, the test should be separated for those two abilities with conceptual material at submicroscopic level.Keywords: Spatial, Conceptual, Second General Chemistry Test Material.
Pengembangan Handout Berbasis Guided Note Taking Pada Materi Koloid Kelas XI MAN Banda Aceh 1Tahun Pelajaran 2015/2016 rahmatul Ulya; sri adelila Sari; Ade Ismayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan handout berbasis Guided Note Taking pada materi koloid kelas XI MAN Banda Aceh 1, (2) Mendeskripsikan tanggapan guru terhadap handout berbasis Guided Note Taking yang telah dikembangkan pada materi koloid kelas XI MAN Banda Aceh 1, dan (3) Mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap handout berbasis Guided Note Taking yang telah dikembangkan pada materi koloid kelas XI MAN Banda Aceh 1. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian pengembangan atau Research and Development dengan tahap (1) pendefinisian (define), (2) perancangan (desain), (3) pengembangan (development), dan (4) penyebaran (dissiminate). Data penelitian yang diperoleh berupa handout berbasis Guided Note Taking, hasil tanggapan guru dan hasil tanggapan siswa terhadap handout yang dikembangkan pada materi koloid. Penelitian dilakukan di MAN Banda Aceh 1 dengan subjek penelitian 34 orang siswa-siswi kelas XI MIA 5. Handout yang dikembangkan memiliki kriteria penilaian dengan kategori sangat layak dengan persentase 85,41%. Penelitian dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian yang berupa angket tanggapan. Hasil tanggapan positif oleh guru kimia mengenai handout berbasis Guided Note Taking dengan peroleh skor penilaian 98% sedangkan hasil tanggapan siswa mencapai angka 80,26%. Simpulan penelitian ini adalah sebagian besar siswa-siswi pada MAN Banda Aceh 1 memberikan tanggapan positif terhadap handout yang dikembangkan dengan persentase 80,26%. Sehingga perlu adanya pengembangan handout pada materi lain.Kata kunci: handout, Guided Note Taking, koloidAbstractThis study has several purposes to: (1) Develop a handout-based Guided Note Taking on the colloid materials in the XI class of MAN 1 Banda Aceh, (2) Describe the teachers responses towards the handout-based Guided Note Taking that have been developed in the colloid materials in the XI class of MAN 1 Banda Aceh, and (3) Describe the students' responses towards the handout-based Guided Note Taking that have been expanded in the XI class of MAN 1 Banda Aceh. The study used research and development method to obtain (1) the definition, (2) the design, (3) the development and (4) the dissemination. The data were obtained in the forms that consist of the handouts-based guided note taking, the results of teachers and students' responses towards the handout developed in colloid materials. In addition, the study was conducted in MAN 1 Banda Aceh by using 34 research subjects namely students of XI MIA 5 class. The handouts have the assessment criteria that were categorized as very feasible with percentage i.e. 85.41%. The study was carried out by using research instruments namely questionnaire responses. The study shows that the results of the positive responses from chemistry teachers towards handout-based Guided Note Taking reached 98% votes, while the results of students responses reached 80.26%. To conclude, this study shows that mostly students in MAN 1 Banda Aceh give positive responses to the handouts that were developed with the percentage of 80.26%. Thus, it needs for the development of handouts on another matter material.Keywords: Handout, Guided Note Taking, ColloidKeywords: handout, Guided Note Taking, colloids.
Uji Daya Serap Serbuk Gergaji Kayu Merbau (Intsia sp) Terhadap Logam Timbal(II) Faucut Sarah; Ibnu Khaldun; Muhammad Nazar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya serap serbuk gergaji kayu merbau (Intsia sp) terhadap logam timbal(II). Sampel serbuk gergaji kayu merbau yang digunakan sebagai adsorben diambil dari sisa pembuatan perabotan rumah tangga pada panglung kayu yang berada di sekitar Kabupaten Aceh Timur. Studi adsorpsi dilakukan dengan memvariasikan pH, waktu kontak, massa adsorben, kecepatan pengadukan, dan konsentrasi awal ion logam timbal(II) yang dianalisis dengan menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk gergaji kayu merbau (Intsia sp) dengan ukuran 150 mesh dapat mengadsorpsi ion logam timbal(II) dengan kondisi konsentrasi 300 ppm, pH 5, waktu kontak 40 menit, massa serbuk gergaji kayu merbau (Intsia sp) 3 gram, dan kecepatan pengadukan 250 rpm. Kapasitas adsorpsi dengan menggunakan adsorben yang telah diaktivasi basa lebih besar karena aktivator basa dapat melarutkan senyawa-senyawa yang menghambat proses adsorpsi. Proses adsorpsi ion timbal(II) oleh serbuk gergaji kayu merbau (Intsia sp) memenuhi model isoterm Langmuir dan Freundlich karena nilai R2 yang didapatkan keduanya mendekati 1. Namun, Isoterm Freundlich lebih cocok digunakan pada proses adsorpsi ion timbal(II) oleh serbuk gergaji kayu merbau (Intsia sp) karena nilai R2 isoterm Freundlich lebih besar dari isoterm Langmuir.Kata kunci : Ion logam timbal(II), serbuk gergaji, merbau (Intsia sp), aktivasi, adsorpsi, Isoterm Langmuir dan FreundlichAbstract The purpose of research is to understand the absorption of woods sawdust of merbau (Intsia sp) to the lead(II) metal. Woods sawdust of meubau is taken from residue of furniture which is making in woods panglong around the district of east Aceh. The adsorption is conducted by varying pH, contact time, mass of absorbent, speed of stirring, and initial concentration of lead(II) ion which is analyzed by using AAS. The research showed that woods sawdust of merbau with the size of 150 mesh can absorb the lead(II) ion with the concentration of 300 ppm, pH of 5, contact time of 40 minutes, 3 grams of sawdust, and speed of stirring of 250 rpm. The, capacity of absorption used activated adsorbent is greater because it can dissolve the compounds which are inhibit the adsorption. The adsorption of lead(II) ion by woods sawdust of merbau is qualified as models of Langmuirs isotherm and Freundlichs isotherm because of the R2 value of both were closed to 1. In case, isotherm of Freundlich is more suitably used to the adsorption of lead(II) ion by woods sawdust of merbau because of R2 values of Freundlichs isotherm is more greater than Langmuirs isotherm.Keywords : Lead(II) ion, sawdust, merbau (Intsia sp), activation, adsorption, Isotherm of Langmuir and Freundlich

Page 8 of 11 | Total Record : 103