cover
Contact Name
Muhammad Nazar
Contact Email
mnazar@usk.ac.id
Phone
+6285261619059
Journal Mail Official
kanapuspita@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kimia FKIP USK Kopelma Darussalam
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kimia
ISSN : -     EISSN : 26216132     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK) merupakan media publikasi artikel hasil karya tugas akhir/skirpsi mahasiswa Pendidikan Kimia strata satu (S1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK guna untuk memenuhi kewajiban setiap mahasiswa sebagai salah satu syarat sidang dan yudisium sarjana. Artikel diterbitkan setelah diuji turnitin melalui website JIMPK.
Articles 103 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Learning Starts With A Question (LSQ) Unruk Meningkatkan Kemampuan Bertanya Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Koloid Di Kelas XI SMA Negeri 7 Banda Aceh . Luspi; . Zulfadli; Latifah Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 3, No 3 (2018): Juni
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Telah dilakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Learning Starts With a Question (LSQ) untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan hasil belajar siswa pada materi koloid di kelas XI SMA Negeri 7 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan bertanya, aktivitas, dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model LSQ. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 27 orang yang terdiri dari 13 siswa dan 14 siswi. Teknik pengumpulan data diperoleh dari tes hasil belajar, aktivitas dan kemampuan bertanya siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal tes, lembar aktivitas dan lembar observasi kemampuan bertanya. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata kemampuan bertanya siswa pada pertemuan I sebesar 59.24 dengan kategori cukup baik dan pertemuan II sebesar 66.66 termaksuk kategori cukup baik, persentase rata-rata aktivitas siswa yaitu sebesar 87,49% pada pertemuan I termaksuk dalam kategori baik dan 96,79% pada pertemuan II termasuk dalam kategori sangat baik, dan persentase ketuntasan dari soal tes hasil belajar yaitu sebesar 92,59% termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model LSQ pada materi koloid dapat membuat kemampuan bertanya siswa kategori cukup baik, berdampak positif terhadap aktivitas pembelajaran siswa, dan mendapatkan ketuntasan hasil belajar dengan kategori sangat tinggi.Kata kunci: koloid, kemampuan bertanya, hasil belajar, model LSQAbstractResearch of the application of Learning Starts with a Question (LSQ) model in colloid subject in class XI SMA Negeri 7 Banda Aceh has conducted. This research aims to analyze the ability to ask, student activity, and student learning outcomes by using the LSQ model. This research used descriptive qualitative type. The subject of the research amounted to 27 students consist of 13 males and 14 females. The technique of collection data got from the test of learning outcomes, activity and the ability to ask of students. The instruments of this research are test questions, activity sheets, questioning ability of observation sheets. The techniques of data analysis used are activity, observation of ability to ask and test student's learning outcomes. The result of the average percentage of student's activity on first meeting is 59,24%, which is categorized as good enough and 66,66% on the second meeting which is categorized as good, average percentage of ability to ask is 87,49% at first which is categorized as good and 96,79% on second meeting which is categorized as very good, percentage of test student's is 92,59% which is categorized as very good. The conclusion of this research is appliciation of LSQ model on colloid subject categorized the ability to ask of the students as good enough, gave positive impact to student's activity in learning process, and gave mastery of learning outcomes which is categorized as very good.Keywords: colloid, ablity to ask, learning outcomes, LSQ model
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual pada Materi Koloid Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa SMA Lia Pradila Sari; Abdul Gani; Ibnu Khaldun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 3, No 3 (2018): Juni
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKegiatan penelitian tentang pengembangan media pembelajaran berbasis audio visual pada materi koloid telah dilakukan di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, hasil belajar siswa dan menguji tingkat kelayakan media yang dihasilkan. Jenis penelitian yang digunakan ialah Research and Development dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian berjumlah 24 orang yang terdiri dari 8 siswa dan 16 siswi. Teknik pengumpulan data diperoleh dari beberapa angket yaitu angket validasi media, angket motivasi belajar dan soal tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah lembar validasi media, lembar angket motivasi dan lembar soal tes. Hasil uji validasi media dari validator menghasilkan nilai rata-rata sebesar 86,43% termasuk dalam kategori sangat layak. Nilai rata-rata angket uji kelayakan media dari guru (respon guru) yaitu sebesar 94,28% dengan kategori sangat layak. Hasil angket motivasi belajar memperoleh nilai rata-rata sebesar 86,46% dengan kategori sangat baik dan hasil tes memperoleh nilai rata-rata sebesar 77,02% dengan kategori tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis audio visual pada materi koloid sangat layak digunakan sebagai bahan ajar dalam proses belajar mengajar serta dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.Kata Kunci: Audio, visual, koloid, motivasi, model ADDIEAbstractResearch activities on the development of visual audio-based learning media on colloid material have been done in SMA Negeri 12 Banda Aceh. The specific purpose of this research is to improve students' learning motivation, student learning outcomes and test the feasibility level of media produced. The type of research used is Research and Development using the ADDIE development model. Research subjects amounted to 24 people consisting of 8 students and 16 female students. Data collection techniques obtained from several questionnaires are questionnaire media validation, questionnaire motivation to learn and test questions. The instruments used in this research are media validation sheet, motivation questionnaire and test questionnaire. The result of media validation test from validator gives average value equal to 86,43% included in very decent category. The average value of media feasibility questionnaire test of teachers (teacher response) is equal to 94.28% with very decent category. The result of questionnaire of learning motivation got the average score of 86,46% with very good category and the test result got average value equal to 77,02% with high category. The conclusion of this research is visual audio-based learning media on colloid material is very feasible to be used as teaching material in teaching and learning process and can increase motivation and result of student learning.Keywords: Audio, visual, colloid, motivation, ADDIE model
PENERAPAN METODE MIND MAPPING PADA MATERI ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH . Maulidar; . Zulfadli; . Rusman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 3, No 3 (2018): Juni
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian yang berjudul Penerapan Metode Mind Mapping pada MateriElektrolit Dan Nonelektrolit Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Di SMA Negeri 8 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 8 Banda Aceh dengan menggunakan metode mind mapping. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan j enis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini berupa tes kognitif, penilaian mind mapping, observasi aktivitas dan respon siswa. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-MIPA 4 sebanyak 32 orang siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X-MIPA 4 SMA Negeri 8 Banda Aceh tahun ajaran 2017-2018. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan persentase hasil belajar siswa yaitu dari 78,1% meningkat menjadi 87,5%, sedangkan aktivitas siswa dengan penerapan metode mind mapping juga mengalami peningkatan persentase yaitu pada pertemuan I sebesar 75% dan pertemuan II sebesar 87,5%, sedangkan tanggapan siswa terhadap metode mind mapping menunjukkan respon positif yaitu sebesar 70,77%.Kata kunci : mind mapping, hasil belajar, elektrolit dan nonelektrolit.
Penerapan Model Guided Discovery Learning pada Materi Konsep Mol Kelas X di SMAN 9 Banda Aceh Dwi Miftakhul; M Hasan; Zarlaida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 3, No 3 (2018): Juni
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian dengan judul Penerapan Model Guided Discovery Learning pada Materi Konsep Mol Kelas X di SMAN 9 Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: (1) Aktivitas peserta didik selama penerapan model guided discovery learning pada materi konsep mol. (2) Hasil belajar peserta didik setelah penerapan model guided discovery learning pada materi konsep mol. (3) Tanggapan peserta didik terhadap penerapan model guided discovery learning pada materi konsep mol. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIA 2 SMAN 9 Banda Aceh tahun pelajaran 2017/2018 sejumlah 27 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar aktivitas peserta didik, soal tes, dan angket tanggapan peserta didik. Setelah diterapkan model guided discovery learning pada materi konsep mol, terjadi peningkatan aktivitas belajar peserta didik yaitu dari 81,30% (aktif) pada pertemuan I menjadi 91,11% (sangat aktif) pada pertemuan II. Persentase peserta didik yang tuntas secara klasikal yaitu sebesar 77,78%, termasuk kategori baik. Tanggapan peserta didik terhadap penerapan model tersebut yaitu sebesar 89,82%, termasuk kategori sangat baik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan model guided discovery learning pada materi konsep mol membuat peserta didik semakin aktif pada saat pembelajaran berlangsung, sehingga sebagian besar peserta didik tuntas pada materi konsep mol, serta peserta didik memberikan tanggapan yang baik terhadap penerapan model guided discovery learning.Kata Kunci : guided discovery learning, konsep mol, aktivitas peserta didik, hasil belajar, tanggapan peserta didik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI IKATAN KIMIA DI KELAS X SMA NEGERI 5 BANDA ACEH Silvia Wulandari; M Nasir; . Mukhlis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Peserta Didik pada Materi Ikatan Kimia di Kelas X SMA Negeri 5 Banda Aceh telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar dan motivasi peserta didik di kelas X MIPA 2 SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang, terdiri dari 8 orang laki-laki dan 24 orang perempuan. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar aktivitas peserta didik dan soal pilihan berganda sebanyak 20 soal dan angket tanggapan peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, dengan pembelajaran menggunakan model discovery learning pada materi ikatan kimia. Aktivitas peserta didik diamati oleh 2 orang observer dan pada akhir pembelajaran dilakukan tes tertulis untuk melihat ketuntasan belajar dan dibagikan angket tanggapan untuk melihat tanggapan peserta didik terhadap penerapan model discovery learning. Hasil penelitian ini dianalisis dengan rumus persentase. Hasil pengolahan dan analisis data terhadap penerapan model discovery learning pada materi ikatan kimia diperoleh aktivitas peserta didik pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga berturut-turut 72%, 71% dan 75%. Ketuntasan belajar peserta didik sebesar 71,87% dan tanggapan peserta didik terhadap penerapan model discovery learning sebesar 100%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning pada materi ikatan kimia dapat diperoleh ketuntasan belajar secara klasikal, aktivitas peserta didik, serta memberikan tanggapan yang positif terhadap penerapan model discovery learning.Kata Kunci: Model Discovery Learning, ikatan kimia, aktivitas peserta didik, hasil belajar, tanggapan peserta didikAbstractThe study titled Implementation of Discovery Learning in Studying Chemical Bonding in Class X of SMA Negeri 5 Banda Aceh have been conducted. It aimed to improve learning achievement and motivation of students in class X MIPA 2. The study is a descriptive research. 32 students divided into 8 males and 24 females of class X MIPA 2 were chosen as the subject for this study. The instrumentation was 20 multiple choice questions, activities sheet and questionnaire of students responses. The study was conducted for three meetings with a model of discovery learning in special topic of chemical bonding. Students activities were observed by 2 observers and at the end of learning will present the test to grade the learning achievement and questionnaire for analyzing their responses to the implementation of discovery learning. The result of study was analyzed by using percentages equation. It showed that the activities of students were respectively 72%, 71% and 75%. Their achievement was 71.87% and responses for the implementation of the discovery learning were 100%. According to the results, it can be concluded that the learning of chemical bonding by implementing of discovery learning was successful classically for students achievement and activities, and giving the positive responses to the implementation of discovery learning.Keyword: Discovery learning, chemical bonding, students activities, learning achievement, students responses
KARAKTERISTIK SEDIAAN BUBUK DAUN DAN SPRAY EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) SEBAGAI PEMBERSIH WAJAH Fitri Helmi; Ibnu Khaldun; . Sulastri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang karakterisasi sediaan ekstrak daun belimbing wuluh sebagai pembersih wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sediaan ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) untuk digunakan sebagai pembersih wajah. Sedian dibuat dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi dan evaporasi, Rendemen produk ekstrak kental daun belimbing wuluh 30.93%. Karakterisasi sediaan dilakukan dengan beberapa pengujian sesuai SNI masker wajah yang meliputi uji homogenitas, uji pH, dan uji daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk masker dari ekstrak daun belimbing wuluh memiliki sifat homogen, nilai pH 5 dan daya sebar 6, dengan demikian sediaan masker daun belimbing wuluh telah memenuhi standar SNI dan dapat direkomendasikan untuk dipergunakan sebagai masker wajah.Kata kunci: belimbing wuluh, maserasi, ekstraksi, karakteristik, pembersih wajahAbstractHas been done research on characterization of leaves extract leaf belimbing wuluh as facial cleanser. This study aims to determine the characteristics of leaves extract leaf belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) to be used as a facial cleanser. Sedian made by using the method of maceration and evaporation extraction, yield content of leaf belimbing wuluh 30.93%. Characterization of the preparation was done by several tests according to SNI face mask which includes homogeneity test, pH test, and spread test. The results showed that the mask product from wuluh belimbing leaf extract had homogeneous characteristic, pH value 5 and spreading power 6, thus the leaf belimbing wuluh leaf mask has fulfilled SNI standard and can be recommended to be used as face mask.Key words: belimbing wuluh, maceration, extraction, characteristics, facial cleanser
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN BINGO PADA MATERI KONSEP REAKSI REDOKS UNTUK SISWA KELAS X SMA LABORATORIUM UNSYIAH Dini Shafia; Muhammad Nazar; Ade Ismayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (i) mengembangkan media permainan bingo pada materi reaksi redoks untuk siswa kelas X SMA Laboratorium Unsyiah, dan (ii) mendeskripsikan respon peserta didik terhadap media permainan bingo pada materi reaksi redoks. Metode penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R D) dengan model ADDIE (Analisis, Design, Development, Implementasi dan Evaluation). Tahap analisis dilakukan dengan cara mewawancarai guru dan PPL SMA Laboratorium Unsyiah mengenai masalah yang dihadapi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Tahap perancangan meliputi kegiatan perumusan butir-butir soal dan penentuan desain media (ukuran kartu, warna dan background) yang akan divalidasi. Tahap pengembangan meliputi kegiatan pembuatan media permainan bingo sesuai rancangan dan melakukan perbaikan sebagai umpan balik dari hasil penilaian validator ahli. Pada tahapan implementasi dilakukannya proses pembelajaran menggunakan media permainan bingo yang telah dikembangkan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media permainan bingo. Pada tahap evaluasi dilakukan penentuan keberhasilan pengembangan media permainan bingo menggunakan model ADDIE. Berdasarkan hasil penilaian kelayakan media permainan bingo, respon peserta didik diketahui bahwa media permainan bingo telah berhasil dikembangkan dengan rata-rata persentase kelayakan sebesar 98.4% dan 100% sehingga memperoleh kategori sangat layak. Persentase aktivitas belajar peserta didik yang diperoleh sebesar 76.33% tergolong dalam katagori baik serta memperoleh persentase untuk tanggapan peserta didik terhadap media permainan bingo pada materi reaksi redoks sebesar 88.13% yang tergolong pada katagori sangat baik. Perolehan persentase ini tergolong sangat baik, sehingga dapat dikatakan bahwa peserta didik SMA Laboratorium Unsyiah memberikan respon sangat setuju bahwa media permainan bingo yang telah dikembangkan dapat diterima sebagai salah satu alternatif media pembelajaran pada materi reaksi redoks.Kata kunci : permainan bingo, reaksi redoks.AbstractThis research conducted to: (i) develop bingo game media on redox reaction material for class X students of SMA Laboratorium Unsyiah , and (ii) to describe students responses to bingo game media on 'redox reaction' material. In this research, the ADDIE model of Research and Development (R D) method was used. The analysis step is done by interviewing teachers and PPL SMA Laboratorium Unsyiah about the problems faced by students in following the learning process. The design step includes the activity of formulation of items and the determination of media design (card size, colors and background) to be validated. The development step includes the making of bingo game media according to the design and make improvements as feedback from the results of expert validator assessment. In the implementation step of the learning process using bingo game media that has been developed to determine the response of students to the media game bingo. At the evaluation stage, the determination of successful development of bingo game media using ADDIE model. Based on the expedience of bingo game media, the students responses are known that bingo game media has been successfully developed with the average percentage of expedience of 98.4% and 100% then obtaining very expendience categoery. Percentage of learning activity of students obtained by 76.33% obtaining good catagoery and get percentage for student response to bingo game media on redox reaction material equal to 88.13% which is classified in very good category Those response percentages classified very good, so it can conclude that students of SMA Laboarotorium Unsyiah respond very agree that bingo game media that have been developed can be accepted as one of alternative media of learning on redox reaction material.Keywords: bingo game, redox reaction.
Analisis Cemaran Logam Berat Timbal dan Arsen pada Susu Kambing Segar dengan Metode Spektrometri Serapan Atom (Studi Kasus di Peternakan Kambing Limpok Darussalam) fikha fadlina; M Nasir; . zulfadli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan studi mengenai analisis kadar cemaran logam berat timbal (Pb) dan arsen (As) terhadap susu kambing dengan metode spektrometri serapan atom (SSA). Studi ini dimaksudkan untuk menentukan kadar logam berat timbal dan arsen pada susu kambing dengan metode SSA. Hasil analisis dibandingkan dengan kadar logam timbal dan arsen dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) susu segar. Sampel diperoleh dari peternakan kambing di Desa Limpok dan didestruksi secara basah dengan penambahan HNO3 65% menggunakan microwave preparation sample system pada tekanan 30 atm dan suhu 200selama 66 menit. Pengukuran logam timbal diukur pada panjang gelombang 283,3 nm, sedangkan pengukuran logam arsen diukur pada panjang gelombang 193,7 nm dengan teknik Vapour Generator Hydride Accessories (VGHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel susu kambing tidak terdeteksi adanya kadar logam timbal, sedangkan kadar arsen pada sampel susu kambing sebesar 0,004291 ppm. Berdasarkan ambang batas kadar cemaran logam berat arsen pada susu segar yang telah ditetapkan oleh SNI 01-3141-1998, kadar logam arsen pada sampel susu kambing masih dalam batas aman untuk dikonsumsi karena kadar arsen tidak malampaui batasan yang ditetapkan SNI yakni sebesar 0,1 ppm.Kata kunci :susu kambing, timbal, arsen, spektrometri serapan atomAbstract. Research on the analysis of lead weight metal content (Pb) and arsenic (AS) in goat milk using atomic absorption spectrometry (SSA) method has been conducted. This study aims to determine the levels of heavy metals lead and arsenic in goat milk with SSA method. The results of the analysis were compared with lead and arsenic levels with Indonesian National Standard (SNI) of fresh milk. Samples were obtained from goat farms in Limpok and were damaged wet by adding 65% HNO3 using a microwave preparation sample system at a pressure of 30 atm and a temperature of 200 for 66 minutes. Measurement of metal lead was measured at a wavelength of 283.3 nm, while the measurement of arsenic was measured at a wavelength of 193.7 nm by the Vapor Generator Hydride Accessories (VGHA) technique. The results showed that the sample of goat's milk was not detected the presence of lead metal content, while the arsenic level in the goat milk sample was 0.004291 ppm. Based on the threshold level of arsenic content of heavy metal arsenic in fresh milk which has been determined by SNI 01-3141-1998, the level of arsenic in goat milk samples is still within the safe limit for consumption because the arsenic level does not exceed the SNI specified threshold of 0.1 ppm.Keywords: goat milk, lead, arsenic, atomic absorption spectrometry
Analisis Literasi Sains Pada Buku Ajar Kimia Kelas X Sma Negeri Di Kabupaten Bener Meriah Khairil Anbiya; ade Ismayani; Latifah Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnalisis literasi sains yang dilakukan terhadap buku ajar kimia kelas X SMAN di Kabupaten Bener Meriah, bertujuan guna melihat literasi sains yang terdapat dalam buku ajar kimia SMA kelas X yang dipakai di SMAN di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini menggunakkan pendekatan kualitatif, Penelitian ini dilaksanakan di sepuluh SMAN yang tersebar di tujuh Kecamatan. Sampel dalam penelitian ini adalah dua buku terbanyak yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran di sepuluh SMAN di Kabupaten Bener Meriah. Penentuan buku sampel dilakukan dengan survey secara langsung terhadap guru yang bersangkutan menggunakan angket. Buku yang digunakan di SMAN tersebut adalah buku A, B, C dan D. Sampel dalam penelitian ini adalah buku A dan buku B. Alasan penggunaan kedua buku tersebut dikarenakan buku A merupakan sumbangan dari dinas terkait, sedangkan buku B dipilih secara pribadi oleh guru yang bersangkutan karena sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Persentase pernyataan literasi sains dalam aspek: 1) sains sebagai ilmu pengetahuan, buku A: 50,1%, buku B: 33,7%; 2) sains sebagai jalan berpikir, buku A: 15,4%, buku B: 13,7%; 3) sains sebagai cara investigasi, buku A: 26,2%, buku B: 49,6%; 4) interaksi sains, teknologi dan masyarakat, buku A: 8,3%, buku B: 3,0%. Hasil analisis literasi sains pada buku ajar kimia kelas X SMA di Kabupaten Bener Meriah memiliki proporsi yang belum seimbang.Kata kunci: literasi sains, pembelajaran kimia, buku ajarAbstractAnalysis of science literacy conducted on textbooks of chemistry class X SMAN in Bener Meriah Regency, aims to see the science literacy contained in textbooks of high school chemistry class X used in SMAN in Bener Meriah regency. This research uses qualitative approach. This research was conducted in ten SMANs spread in seven subdistricts. The sample in this research is the two most used books used by teachers in the learning process in ten SMAN in Bener Meriah Regency. Determination of sample book is done by direct survey of the teacher in question using questionnaire. The books used in the SMAN are books A, B, C and D. The sample in this study is book A and book B. The reason for the use of both books is because book A is a donation from the relevant offices, while book B is personally selected by the teacher because it is in accordance with the applicable curriculum. Percentage of literacy statement of science in aspects: 1) science as a science, book A: 50.1%, book B: 33.7%; 2) science as a way of thinking, book A: 15.4%, book B: 13.7%; 3) science as a way of investigation, book A: 26.2%, book B: 49.6%; 4) interaction of science, technology and society, book A: 8.3%, book B: 3.0%. The results of science literacy analysis in chemistry textbook class X high school in Bener Meriah Regency have unbalanced proportions.Keywords: literacy science, chemistry learning, textbooks
Implementasi Metode Praktikum Berbasis Lingkungan pada Materi Laju Reaksi di Kelas XI SMA Dayah Terpadu Inshafuddin Banda Aceh Annisa Fitri; . Rusman; . Sulastri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian yang berjudul implementasi metode praktikum berbasis lingkungan pada materi laju reaksi di kelas XI SMA Dayah Terpadu Inshafuddin Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, ketuntasan hasil belajar, aktivitas pembelajaran, dan respon peserta didik selama berlangsungnya pembelajaran dengan metode praktikum berbasis lingkungan lingkungan. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA 2 yang berjumlah 19 orang perempuan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi aktivitas, hasil belajar, dan angket tanggapan peserta didik. Instrumen penelitian ini adalah soal tes, lembar observasi aktivitas, dan angket tanggapan peserta didik. Teknik analisis data yang ketuntasan belajar, aktivitas belajar, dan tanggapan peserta didik dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis data diperoleh persentase rata-rata ketuntasan hasil belajar sebesar 79,8% (kategori baik). Rerata aktivitas belajar peserta didik pertemuan I sebesar 73,5% (kategori baik) dan pertemuan II sebesar 85,7% (kategori baik). Tanggapan peserta diperoleh rerata persentase sebesar 79,5% (kategori baik). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik pada materi laju reaksi telah tuntas secara klasikal melalui implementasi metode praktikum berbasis lingkungan. Aktivitas belajar peserta didik termasuk kategori baik. Tanggapan peserta didik termasuk kategori baik.Kata Kunci: Metode Praktikum Berbasis Lingkungan, Laju Reaksi.AbstractA research has been conducted entitled implementation of environment-based practice method on reaction rate material in XI Class of Integrated Dayah Senior High School Inshafuddin Banda Aceh. This study aims to describe, mastery of learning outcomes, learning activities, and the response of learners during the course of learning with practice-based environmental environment method. The subjects of the study were students of class XI IPA 2 which amounted to 19 women. This research adopts qualitative approach with descriptive type. Data collection techniques used in the study are activity observation, learning outcomes, and questionnaire responses of learners. The instruments of this study are test questions, activity observation sheets, and questionnaire responses of learners. Data analysis techniques that mastery learning, learning activities, and responses of learners are analyzed descriptively. The results of data analysis obtained the percentage of the average completeness of learning results of 79.8% (good category). The average of learning activity of the participants of meeting I was 73,5% (good category) and meeting II was 85,7% (good category). Participants' responses obtained mean percentage of 79.5% (good category). Based on the result of the research, it can be concluded that the learning outcomes of learners on the material of reaction rate have been completed by classical through the implementation of environment-based practice method. Student learning activities include good category. Response learners include good category.Keyword: Environmentally Practical Methods, Reaction Rate

Page 4 of 11 | Total Record : 103