cover
Contact Name
Muhammad Nazar
Contact Email
mnazar@usk.ac.id
Phone
+6285261619059
Journal Mail Official
kanapuspita@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kimia FKIP USK Kopelma Darussalam
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kimia
ISSN : -     EISSN : 26216132     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK) merupakan media publikasi artikel hasil karya tugas akhir/skirpsi mahasiswa Pendidikan Kimia strata satu (S1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK guna untuk memenuhi kewajiban setiap mahasiswa sebagai salah satu syarat sidang dan yudisium sarjana. Artikel diterbitkan setelah diuji turnitin melalui website JIMPK.
Articles 103 Documents
Pengaruh Penerapan Strategi Scaffolding Terhadap Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik SMA Negeri 4 Banda Aceh Pada Submateri Tata Nama Senyawa Hidrokarbon Faizah Muna nabila; Abdul Gani; . Habibati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian dengan judul pengaruh penerapan strategi scaffolding terhadap ketuntasan hasil belajar peserta didik SMA Negeri 4 Banda Aceh pada submateri tata nama senyawa hidrokarbon. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen dengan pendekatan kuantitatif.. Subjek penelitian yaitu kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol dan XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 30 dan 31 orang. Teknik pengumpulan data yaitu tes dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa soal tes (tes awal dan ulangan harian) serta lembar observasi sikap. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji-t untuk membuktikan hipotesis serta rumus persentase. Berdasarkan uji hipotesis hasil yang diperoleh yaitu Hoditerima karena hasil thitung ttabel yaitu 1,853 2,0409. Hasil penelitian menunjukan hasil belajar peserta didik kelas eksperimen sedikit lebih tinggi dari kelas kontrol dengan persentase sebesar 73 69,66%. Penilaian sikap secara klasikal diolah dengan menggunakan rumus persentase dengan hasil rata-rata sebesar 74,8% pada kelas eksperimen dan 73,16% pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh penerapan strategi scaffolding terhadap ketuntasan hasil belajar peserta didik pada submateri tata nama senyawa hidrokarbon.Kata kunci : Scaffolding, Ketuntasan Hasil Belajar, Tata Nama Senyawa Hidrokarbon.AbstractIt has conducted the research entitled, The Effect of Implementation of Scaffolding Strategy in Students Learning Outcomes in Nomenclature of Hydrocarbons Subject at SMAN 4 Banda Aceh. This research was conducted by using quantitative approach and the type of this research was experimental research. The subject of this research was class XI IPA 2 as control class and XI IPA 3 as experimental class, which consist of 30 students and 31 students. The technique of data collection of this research was the test and observation. Meanwhile, the research instrument of this study was test (pre-test, daily test, and observation sheet attitudes of the students). The data analyzed by using t-test and formula to prove the hypothesis. Based on the hypothesis, Ho is accepted since t-value is 1,853 2,0409. The result showed that the percentage of the experimental class students learning outcomes is 73,15 greater than control class that is 69,66% with an average value is 2,82 and 2,78. The ratting attitudes of the students processed by using the formula, which the result is 74,8 in the eksperimental class and 73,16% in the control class. Based on the result, it can be concluded that there is no significant improvement in the students learning outcomes in the nomenclature of hydrocarbon subject.Key Words : Scaffolding, Students Learning Outcomes, Nomenclature of Hydrocarbons.
Kompetensi Technological Pedagogical And Content Knowledge Pada Mahasiswa Program Praktik Lapangan Program Studi Pendidikan Kimia Semester Ganjil Tahun Ajaran 2016/2017 Rizki Wiguna; Zarlaida Fitri; . Erlidawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractTechnological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) is the insight to integrate technology into teaching in a particular material. Chemistry teachers are required to master the technology in teaching chemistry so that they become professional teachers. This study aims to determine the ability of TPACK towards the Internship student in delivering learning materials in the internship school. This research applied a descriptive study by using a quantitative approach. Samples of study are three students of Chemistry Education program taking internship program in SMAN 4 Banda Aceh (by being coded A1) and Syiah Kuala University High School Laboratory (by being coded B1 and B2). Data were collected by conducting through observation when internship students were in the classroom. Observations were carried out twice for each internship student. Observer in this study consisted of two people namely researchers and advisor of internship students. The results showed that mastery of learning material of internship students with A1, B1, and B2 code varied that the lowest score was 49% as sufficient category score and the highest score was 91% that was indicated as very good. The lowest score in the pedagogical knowledge of internship students was 54% as sufficient category while the highest score of 93% included as a very good category. The ability of technological knowledge reached at least 56%, as the highest category reached 81% that was categorized as very good. The ability of Content Knowledge for the lowest percentage was 50% as sufficient category, but the highest score was 80% as good category. The ability of technological pedagogical of internship students in lowest percentage was 52% categorized as sufficient category and the highest was 83% as very good. Pedagogical and content knowledge capability was attained in the lowest 58% as sufficient and the highest 97% as very good. The ability of technological pedagogical and content knowledge in the lowest was 47% categorized as sufficient category and the highest was 88% categorized as very good. On average ability of technological pedagogical and content knowledge of internship students were relatively good with the lowest scores on the technological content knowledge component of 63% and the highest for technological and pedagogical and content knowledge components were obtained about 72%.Keywords: Technological Pedagogical and Content Knowledge, Internship studentsAbstrakTechnological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) merupakan pengetahuan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran materi tertentu. Guru kimia dituntut untuk menguasai teknologi dalam mengajarkan ilmu kimia sehingga menjadi guru yang profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan TPACK mahasiswa PPL dalam menyampaikan materi pembelajaran di sekolah latihan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 3 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia yang mengikuti PPL di SMAN 4 Banda Aceh (selanjutnya diberi kode A1) dan SMA Laboratorium Unsyiah (selanjutnya diberi kode B1 dan B2). Data dikumpulkan dengan observasi ketika mahasiswa PPL mengajar dikelas. Observasi dilakukan sebanyak dua kali untuk tiap mahasiswa PPL. Observer dalam penelitian ini terdiri dari dua orang yaitu peneliti dan guru pamong mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman materi (CK) mahasiswa PPL dengan kode A1, B1, dan B2 bervariasi dengan skor terendah 49% termasuk kategori cukup dan tertinggi 91% termasuk kategori sangat baik. Skor terendah pada pengetahuan pedagogi (PK) mahasiswa PPL sebesar 54% termasuk kategori cukup sementara skor tertinggi mencapai 93% termasuk kategori sangat baik. Kemampuan pengetahuan teknologi (TK) paling rendah 56% dengan kategori cukup dan paling tinggi mencapai 81% dikategorikan sangat baik. Kemampuan pengetahuan TCK terendah adalah 50% dengan kategori cukup dan paling tinggi 80% termasuk kategori baik. Kemampuan TPK mahasiswa PPL paling rendah adalah 52% dikategorikan cukup dan paling tinggi 83% termasuk kategori sangat baik. Kemampuan PCK terendah adalah 58% termasuk kategori cukup dan tertinggi 97% termasuk kategori sangat baik. Kemampuan TPACK paling rendah adalah 47% dikategorikan cukup dan paling tinggi adalah 88% dikategorikan sangat baik. Rata-rata kemampuan TPACK mahasiswa PPL Program Studi Pendidikan kimia tergolong baik dengan skor paling rendah pada komponen TCK yakni 63% dan paling tinggi untuk komponen TK dan PCK sebesar 72%.Kata Kunci: Technological Pedagogical and Content Knowledge, mahasiswa PPL
Uji Daya Serap Serbuk Gergaji Kayu Pinus (Pinus mercusii) Terhadap Logam Timbal (II) Menggunakan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Siti Zubaidah; Ibnu Khaldun; Latifah Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian penyerapan ion logam Pb(II) menggunakan serbuk gergaji kayu pinus (Pinus mercusii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya serap serbuk gergaji kayu pinus (Pinus mercusii) terhadap ion logam Pb(II). Populasi serbuk gergaji kayu pinus yang digunakan sebagai adsorben ion logam Pb(II) ini diambil dari pegunungan Bur Gajah Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues dengan sampel sebanyak 200 gram. Studi penyerapan dilakukan dengan memvariasikan variabel pH, kecepatan pengadukan, pengaruh temperatur dan konsentrasi awal ion logam Pb(II). Konsentrasi sisa penyerapan ion logam Pb(II) diukur menggunakan spektrofotometri serapan atom (SSA). Kapasitas penyerapan serbuk gergaji dihitung menggunakan dua model isoterm yaitu isoterm Langmuir dan Freundlich. Setelah kondisi optimum didapatkan serbuk gergaji kayu pinus diaktivasi secara kimia menggunakan larutan NaOH 0.1 N, sebagai kontrol digunakan adsorben tanpa aktivasi. Kondisi optimum hasil penelitian serbuk gergaji kayu pinus dengan ukuran ayakan 150 mesh, waktu kontak 30 menit dan massa serbuk gergaji kayu 1 gram dapat menyerap ion logam Pb(II) pada kondisi pH 5, kecepatan pengadukan 100 rpm, dan suhu 75C. Berdasarkan hasil perhitungan kapasitas penyerapan berdasarkan model isoterm Langmuir dan Freundlich berturut-turut yaitu 7,7041 mg/g dan 0,8635 mg/g, serta perbandingan efisiensi penyerapan secara aktivasi dan tanpa aktivasi yaitu sebesar 99,84% dan 85,47%.Kata kunci: Daya serap, serbuk gergaji, pinus (Pinus mercusii), ion logam Pb(II), AASAbstractThe research has been conducted about ion absorption of Pb (II) by using sawdust pine (Pinus mercusii). This study aims to determine the absorption of sawdust pine (Pinus mercusii) towards metal ions Pb (II). The population of pine wood sawdust that was used as adsorbent metal ions Pb (II) was taken from Bur Gajah mountain Blangpegayon district of Gayo Lues with 200 grams sample. Studies of absorptions were conducted by varying the variable of pH, the speed of stirring, the temperature effect and the initial concentration of metal ions Pb (II). The concentration of residual absorption of metal ions Pb (II) was measured by using atomic absorption spectrophotometry (AAS). The absorption capacities of sawdust were calculated by using two models namely the isotherm Langmuir isotherm and Freundlich. After being gotten the optimum condition, the pine wood sawdust was chemically activated by using 0.1 N NaOH solutions, as an adsorbent that was used without activation control. The optimum conditions of the results of sawdust pine wood with size 150 mesh, contact time of 30 minutes and a mass of sawdust 1 gram can absorb metal ions Pb (II) at pH 5, 100 rpm the speed of stirring, and a 75 C temperature. Based on the results of the absorption capacity from isotherm Langmuir and Freundlich models, it can successively be obtained namely 7.7041 mg / g and 0.8635 mg / g. then, the comparison of the efficient absorption through activation and without activation were 99.84% and 85.47%.Keywords: Absorption, sawdust, pine (Pinus mercusii), metal ions Pb (II), AAS
Uji Aktivitas Ekstrak Daun Legundi Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Mencit . iqlima; . Erlidawati; Abdul Gani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLegundi merupakan tumbuhan yang telah digunakan berbagai pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun legundi dan dosis yang paling efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah pada mencit. Daun legundi dimaserasi dengan etanol 70% kemudian dievaporasi dan hasilnya di uji fitokimia, uji antioksidan dan uji penurunan kadar glukosa darah mengunakan RAL dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Mencit dibagi 6 kelompok, yaitu P0 = kontrol negatif (aquades), P1 = kontrol positif (75 mg/kgBB aloksan), P2 = 75 mg/kgBB aloksan + 100 mg/kgBB, P3 = 75 mg/kgBB aloksan + 300 mg/kgBB, P4 = 75 mg/kgBB aloksan + 500 mg/kgBB, dan P5 = 75 mg/kgBB aloksan + metormin 20 mg/kgBB. Hasil uji fitokimia positif mengandung flavonoid, tanin, steroid, saponin dan alkaloid, sedangkan uji antioksidan adanya aktivitas sebagai antioksidan. Hasil pengukuran kadar glukosa darah setelah pemberian ekstrak 100, 300, 500 mg/kgBB mengalami penurunan kadar glukosa darah. Data tersebut dianalisis menggunakan ANOVA mempunyai perbedaan yang signifikan (=0,01), kemudian diuji lanjut dengan BNT dengan hasil P1 berbeda signifikan dengan P2, P3, P4 dan P5. Kesimpulan dari penelitian bahwa ekstrak daun legundi berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah dan dosis yang paling efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah yaitu 500 mg/kgbb.Kata kunci : Daun Legundi, aloksan, kadar glukosa darah, metfomin.Abstract Legundi is a plant that has been used a variety of traditional treatments. This research aims to determine the activity of the Legundi leaf extract and most effective dose for lowering blood glucose levels in mice. Legundi leaves macerated with 70% ethanol then evaporated and the result in phytochemical screening, antioxidants and decrease blood glucose levels test using RAL with 6 treatments and 4 replications. Mice were divided into 6 groups, namely P0 = negative control (distilled water), P1 = positive control (75 mg/kg alloxan), P2 = 75 mg/kg alloxan + 100 mg/kg Legundi leaf extract, P3 = 75 mg/kg alloxan + 300 mg/kg Legundi leaf extract, P4 = 75 mg/kg alloxan + 500 mg/kg Legundi leaf extract, and P5 = 75 mg/kg alloxan + 20 mg/kg metformin. Positive test results of phytochemical contains flavonoids, tannins, steroids, saponins and alkaloids, while the antioxidant test their antioxidant activity. Results of measurement of blood glucose levels after the extract 100, 300, 500 mg/kg decreased blood glucose levels. The data were analyzed using ANOVA have significant differences ( = 0.01), then tested further by BNT to differ significantly from the results P1, P2, P3, P4 and P5. The conclusion that the Legundi leaf extract effect to the decrease in blood glucose levels and the most effective dose for lowering blood glucose levels of 500 mg/kg.Keywords: Legundi Leaf, alloxan, blood glucose levels, metfomin.
Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Laju Reaksi Di Kelas XI SMA Unggul Negeri 2 Boarding School Banda Aceh. Anggi Destiana; Ibnu Khaldun; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Quantum Teaching pada materi laju reaksi di kelas XI SMA Unggul Negeri 2 Boarding School Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi laju reaksi. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitan Quasi-eksperimen one grup postest pretest design tanpa menggunakan kelas kontrol. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI-MIA 3 dengan jumlah siswa sebanyak 19 orang, 8 orang siswa laki-laki dan 11 orang siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, Kuesioner angket dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa soal tes pretest dan posttest serta lembar observasi aktivitas siswa dan angket tanggapan siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kelompok rendah, sedang dan tinggi dengan nilai N-gain sebesar 83,7%, 77,5% dan 74,8% termasuk katagori baik. Nilai thitung yang didapatkan dari katagori kelompok rendah, sedang dan tinggi adalah 19,94, 10,63 dan 6,45 dengan nilai ttabel 2,110 maka peningkatan terjadi secara signifikan. Namun ketuntasan klasikal yang diperoleh sebesar 57,8% termasuk katagori cukup. Persentase penilaian aktivitas siswa secara klasikal selama 3 kali pertemuan berturut turut adalah 65,86%, 87,5% dan 86,05%. Tanggapan positif siswa terhadap pembelajaran dengan menggunkaan model pembelajaran Quantum Teaching sebesar 79,5% termasuk kedalam katagori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada materi laju reaksi di SMA Unggul Negeri 2 Boarding School Banda Aceh dapat meningkatkan hasil belajar siswa, meningkatkan aktivitas siswa dan adanya tanggapan positif dari siswa.Kata Kunci: Quantum Teaching, Hasil Belajar, Laju ReaksiABSTRACTA research has been conducted about the application of Quantum Teaching learning model on the topic of reaction rate in class XI SMA Negeri 2 Unggul Boarding School in Banda Aceh. The purpose of this study is to improve student learning outcomes in the topic of rate reaction. This research was conducted by using a quantitative approach in the type of research Quasi-experimental one-group pretest posttest design without using the control class. Subjects in this study were 19 students of class XI-MIA 3 namely 8 male students and 11 female students. Data were collected by contributing the test, questionnaire itmes and observation sheets. The research instruments of study were the form of pretest and posttest tests and students' activities observation sheet and questionnaire responses of students. The results of study showed that there was an increase learning outcomes of low, medium and high values of N-gain namely 83.7%, 77.5% and 74.8%, these included as good category. T-count obtained from the low, medium and high category were 19.94, 10.63 and 6.45 to the value of 2,110 t-table, then there will be significant improvement. But the classical completeness obtained for 57.8% excluding the category enough. The percentage of students in the classical assessment activities for 3 consecutive meetings were 65.86%, 87.5% and 86.05%. The positive responses of students towards learning by applying the Quantum teaching learning model was 79.5% that was included as good category. Based on the results of this study, it can be concluded that learning process by using the Quantum teaching learning model in teaching and learning process in the topic of reaction rate at SMA Negeri 2 Unggul Boarding School can improve students learning outcomes and increase the activities of students and there were several positive feedbacks from students.Keywords: Quantum Teaching, Learning Outcomes, Reaction rate
Pengembangan Media Pembelajaran Berbentuk Buletin pada Materi Koloid di Kelas XI SMA Negeri 12 Banda Aceh Mardia Julianda; . Rusman; . Habibati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian yang berjudul Pengembangan Media Pembelajaran Berbentuk Buletin pada Materi Koloid di Kelas XI SMA Negeri Banda Aceh yang bertujuan untuk menghasilkan media buletin materi koloid serta menguji tingkat validitas dan kelayakan dari media yang dihasilkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and devolment (RD) yaitu penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dari angket validasi media dan angket uji kelayakan media dari guru. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi media dan lembar uji kelayakan media. Persentase rata-rata lembar angket validasi yang diperoleh yaitu sebesar 87,46% (sangat layak). Persentase nilai kelayakan media dari guru kimia SMA Negeri 12 Banda Aceh yaitu sebesar 86,90% (sangat baik). Media buletin materi koloid yang dihasilkan memiliki kategori kevalidan sangat layak dan kelayakan media sangat baik.Kata kunci: Buletin, research and development (RD), koloid.ABSTRACTThe study entitled "Development of Learning Media Bulletin on Colloidal Materials in Class XI SMA Negeri Banda Aceh" has been conducted. The aim of study is to produce a media bulletin colloidal material and to test the validity and feasibility of the resulting media. This type of research is research and development (R D), which used to produce a specific product and test the effectiveness of the product. The approach used is a qualitative approach with descriptive research. Data collection techniques derived from the questionnaire validation of media and media due persistence questionnaire from teachers. The instruments used were sheets and sheets of media validation feasibility test media. The average percentage of validation questionnaire sheet obtained in the amount of 87.46% (very decent). The percentage value of media feasibility chemistry teacher SMA 12 Banda Aceh in the amount of 86.90% (excellent). Media bulletin colloidal material produced has a very decent categories validity and feasibility of the media very well.Abstract Keywords: Bulletin, research and development (RD), colloid.
Pengembangan Media Chemopoly Game Struktur Atom untuk Meningkatkan Aktivitas dan Ketuntasan Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri 4 Banda Aceh Riska Ananda; Sri adelila Sari; . Rusman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian yang berjudul Pengembangan Media Chemopoly Game pada Materi Struktur Atom untuk Meningkatkan Aktivitas dan Ketuntasan Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri 4 Banda Aceh bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan media, aktivitas siwa, dan ketuntasan belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan desain pengembangan ADDIE, yaitu (i) Analysis, (ii) Design, (iii) Development, (iv) Implementation, dan (v) Evaluation dengan menggunakan metode kualitatif. Uji coba penelitian dilakukan di SMAN 4 Banda Aceh di kelas X IA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media chemopoly game mendapatkan validitas dengan kelayakan berdasarkan 3 aspek yaitu, aspek tampilan media, aspek pembelajaran dan aspek isi dengan persentase berturut-turut 95%, 89,5% dan 96,8%. Validasi produk dilakukan oleh 2 orang validator yaitu 2 orang dosen Pendidikan Kimia Universitas Syiah Kuala. Uji coba siswa terhadap pengembangan media chemopoly game untuk aktivitas siswa tergolong aktif dengan persentase rata-rata 93%. Ketuntasan belajar siswa diperoleh sebesar 79,3%. Berdasarkan deskripsi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa media chemopoly game layak digunakan dan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran dengan materi struktur atom.Kata kunci : chemopoly game, aktivitas siswa, ketuntasan belajar, struktur atomAbstractA research entitled The Development of Chemopoly Game Media in Teaching Atomic Structure to Increase Students Activity and Achievement for Tenth Grade Students in SMA Negeri 4 Banda Aceh was aimed to figure out how the development of a media, students activity and students achievement. This study was formed in qualitative method and presented in developmental research with ADDIE design, namely (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. The data were collected from a sample of 29 students from class X IA 1 in SMA Negeri 4 Banda Aceh. The finding of the research indicated that the development of chemopoly game media was valid as refer to three aspects, viz. media display, learning aspects and contents. The percentages of the three were 95%, 89,5% and 96,8%. Respectively the validity of the product has been tested by two validators and also as the lecturers from study program of chemical education of Syiah Kuala University. From the research, it showed that the students were counted as active since the percentage is 93%. Moreover, there is 79,3% of students who are able to pass the minimum grade. Based on the preceding elaboration, the result of this study then concludes that chemopoly game media was acceptable to be used and implemented in classroom activity in teaching atomic structure.Keywords: chemopoly game, students activity, achievement, atomic structure
Penerapan Model Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here (ETH) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Kimia Koloid Siswa Kelas XI IA di SMA Negeri 5 Banda Aceh Putri zuliani; M. Nasir; . Habibati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakEveryone is A Teacher Here merupakan model pembelajaran untuk mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan dan secara individual. Telah dilakukan penelitian yang berjudul Penerapan Model Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Kimia Koloid Siswa Kelas XI IA Di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas, hasil belajar, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran ETH. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IA 2 yang berjumlah 29 orang siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes hasil belajar dan angket. Instrument penelitian yang digunakan terdiri dari lembar observasi aktivitas siswa, soal tes hasil belajar dan lembar angket tanggapan siswa. Analisis data dilakukan dengan rumus persentase. Berdasarkan analisis data menunjukkan persentase rata-rata aktivitas siswa pada pertemuan I sebesar 70,13% (kategori baik) dan pada pertemuan II aktivitas sebesar 84,72% (sangat baik). Rata-rata hasil belajar yang diperoleh sebesar 92% termasuk dalam kategori baik sekali. Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran ETH dalam memberi tanggapan setuju sebesar 44,41% dibandingkan tanggapan ragu-ragu sebesar 18,72%.Kata kunci : aktivitas, hasil belajar, ETH, koloid.AbstractEveryone is a Teacher Here is a kind of learning to throughly and individually gain participation in class.a research titled application of learning method of Everyone Is a teacher here to enhance activities and learning results of eleventh-year students colloid chemistry subject in SMA 5 banda Aceh. The research aims to comprehend activities, learning result, and students responses concerning application odf ETH learning method. Subject of research consists of 29 eleventh-year students which comprise 10 males and 19 females. the research uses descriptive method with qualitative approach. Data collecting conducted by observating, examining, and questionnairing. Research instrument used comprises observation of student activies, examination, and questionnaire of student responses. Data analysing conducted by percentage formula. Based on data analyses, the result demonstrates average activity of students in the first meeting by 70.13% (good) and in the second one by 84.72% (very good). Average of learning method gained from 92% goes into very good category. 44.41% of students agree on ETH learning method compared with 18.72% are in hesitancy.Keyword : Activity, learning result, ETH, colloid.
Analisis Kesulitan Pemahaman Siswa pada Materi Sifat Koligatif Larutan dengan Menggunakan Three-Tier Multiple Choice Diagnostic test di Kelas XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh Aida Auliyani; Latifah Hanum; Ibnu Khaldun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis kesulitan pemahaman siswa pada materi sifat koligatif larutan dengan menggunakan tes diagnostik three-tier multiple choice. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pemahaman siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh pada materi sifat koligatif larutan menggunakan three-tier multiple choice diagnostic test. ; 2) mengetahui kesulitan yang dialami siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh dalam memahami materi sifat koligatif larutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh yang dipilih secara purposive sampling dengan jumlah siswa 27 orang yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes diagnostik three-tier multiple choice dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14,81% siswa yang paham konsep, 33,94% siswa mengalami miskonsepsi, 45,06% siswa tidak paham konsep, dan 5,96% error. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan guru disebabkan oleh siswa yang kurang memperhatikan guru saat menjelaskan pelajaran ketika proses belajar mengajar berlangsung. Selain itu, siswa juga tidak mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai, siswa tidak serius mempelajari konsep yang menjadi syarat untuk mempelajari konsep selanjutnya, banyak siswa belajar dengan cara menghafal, dan kurangnya latihan soal.Kata kunci: tes diagnostik, three-tier multiple choice, kesulitan pemahaman, sifat koligatif larutanAbstractThe study about analysis of students difficult understanding on materials of colligative properties by using diagnostic test of three-tier multiple-choice have been conducted in class of XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh. The objectives of study were to 1) indicate students understanding of class XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh on materials of colligative properties by using diagnostic test of three-tier multiple-choice; 2) understand students difficulties of class XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh in order to comprehend materials of colligative properties. The study was implemented by using kind of descriptive study with a qualitative approach. Initially, 27 students of class XII IPA 2 in SMA Negeri 5 Banda Aceh were selected purposively which were 10 males and 17 females. Then, data were collected by using diagnostic test of three-tier multiple-choice and interview. The result of study represented that 14.81% of students were well understand the concept, 33.94% of students were misconception, 45.06% of students were wrong understand the concept and 5.96% of error. According to interview, it can be indicated that some factors which were affected difficulties of students understanding were lack of interest and attention during learning process. Besides that, the students have none of preparation before entered the class, the students were not studied seriously to the conceptual matterwhich was most important to improve other concepts, more of them were studied by memorize, and lack of exercise.Keywords: diagnostic test, three-tier multiple-choice, difficulty of understanding, colligative properties of solution.
Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Memahami Materi Termokimia dengan Menggunakan Three-Tier Multiple Choice Diagnostic Instrument di Kelas XI MIA 5 MAN MODEL Banda Aceh . Aswita; . Rusman; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa menggunakan three-tier multiple choice dan penyebab kesulitan siswa pada materi termokimia. Penelitian dilakukan di MAN Model Banda Aceh menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 5 yang berjumlah 17 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dengan tes three-tier multiple choice yang terdiri dari 12 soal dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase kemampuan siswa pada materi termokimia adalah 9,79% yang paham konsep, 24,50% tidak paham konsep, 63,72% mengalami miskonsepsi, dan 1,96% error. Berdasarkan kriteria pendeskripsian tingkat pemahaman konsep siswa, persentase yang diperoleh berada dibawah 30%-45% dengan kategori gagal. Hasil analisis data menunjukkan siswa kurang memahami pada persamaan termokimia dan konsep mol. Faktor penyebab kesulitan siswa antara lain siswa kurang mampu dalam menyimpan informasi secara luas, kurang fokus pada saat guru menjelaskan, sulit dalam memahami materi yang bersifat algoritmik, membutuhkan alat bantu untuk berhitung, dan kurangnya fasilitas laboratorium menyebabkan siswa gagal mendapatkan hasil yang akurat.Kata kunci : kesulitan, termokimia, three-tier multiple choice.AbstractThe objectives of study were to understand level of students understanding by using three-tier multiple choice and cause of students adversity in learning of thermochemistry. The study was conducted in MAN Model Banda Aceh by model of descriptive research with a qualitative approach. Subject of study was 17 students of class XI MIA 5. Then, technique of sampling was purposive sampling. Data were collected by using test of three-tier multiple choice which is consist of 12 questions and interview. The study indicated that the average percentages of students understanding were 9.79% of understand the conception, 24.50% of wrong conception, 63.72% of misconception and 1.90 of error. According to the description of level of understanding, the percentage was under of 30%-45% with a category of failure. Consequently, the analysis of data exhibited that the students have lack of understanding in learning of thermochemistry and mole concept. The students adversity was caused by lack of memorize in order to keep huge information, bad focus when the teacher teach, difficult to understand the algorithmic materials, require the counting-tools, and lack of laboratory facilities.Keyword: adversity, thermochemistry, three-tier multiple choice.

Page 7 of 11 | Total Record : 103