Science: Indonesian Journal of Science
Science: Indonesian Journal of Science adalah jurnal multidisiplin ilmu, Indonesian Journal of Sciences merupakan jurnal peer review, open accses yang menerbitkan artikel Penelitian, hasil karya Disertasi, Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Makalah Penelitian, Resensi Buku, Study Kasus, Laporan Kasus, Sistematik Review, dll. Jurnal ini berguna bagi tenaga Profesi, mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti dan lainnya. Fokus dan scope: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen K3, Keperawatan, Farmasi, Ilmu Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Psikologi, Kebidanan, Rekam Medis, Teknik Laboratorium Medik, Profesi Kesehatan, Kedokteran umum, Epidemiologi dan aspek kesehatan lainnya, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Matematika, Peternakan, Pertanian (Agribisnis dan Agroteknologi) Indonesian Juornal of Science terbit 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November
Articles
2 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 5 (2026)"
:
2 Documents
clear
Identifikasi Kandungan Boraks pada Bakso Kemasan dan Non Kemasan di Pasar Parung Panjang
Sausa, Alriza Mayuri;
Sari, Mega Puspa
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i5.386
Boraks yang dikenal sebagai sodium tertaborate merupakan senyawa kimia yang dilarang digunakan dalam makanan. Mengonsumsi makanan yang mengandung boraks meskipun dalam jumlah kecil dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan boraks pada bakso kemasan dan bakso non-kemasan yang beredar di Pasar Parung Panjang tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitiam ini dilaksanakan oada bulan Desember 2024 – Juli 2025. Populasi yang akan di gunakan dalam penelitian ini ialah bakso yang menggunakan kemasan dan non-kemasan yang ada di Pasar Parung Panjang tahun 2025. Analisis data yang digunakan ialah data dari hasil laboratorium dan observasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa semua sampel yang diuji terbebas dari kandungan boraks, dengan hasil 0% di setiap sampel nya. Hal ini menandakan tingkat keberadaan boraks pada bakso kemasan maupun non-kemasaan di Pasar Parung Panjang rendah atau tidak terdeteksi, namun tetap diperlukan pengawasan ketat serta edukasi bagi produsen dan konsumen agar keamanan pangan terus terjamin. Dari ke-lima sampel yang diuji menunjukkan bahwa semuanya tidak terdapat kandungan boraks.
Gambaran Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Sari, Win;
Kusumawati, Nila;
Harahap, Dewi Anggriani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i5.392
Ketidakpatuhan dalam pengaturan diet dapat menyebabkan ketidakstabilan kadar glukosa darah dan memicu komplikasi diabetes. Survei diet total Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa 47,7% penderita DM tidak menjalankan diet diabetes yang disarankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet pada penderita DM Tipe 2 di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05-15 Juli 2025 di Desa Tarai Bangun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita DM di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang sebanyak 262 orang dengan sampel sebanyak 158 orang, diperoleh menggunakan metode simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner sedangkan analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa dari 158 orang penderita DM sebagian besar tidak patuh dalam menjalani diet yaitu sebanyak 101 orang (63,9 %). Saran diharapkan tenaga kesehatan harus lebih sering memberikan edukasi kesehatan tentang program dalam terapi diet bagi penderita DM dan kepatuhan mengkonsumsi obat secara teratur dan mematuhi diit DM agar dapat menghindari terjadinya komplikasi.