cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kota- Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Science: Indonesian Journal of Science
ISSN : -     EISSN : 30628784     DOI : https://doi.org/10.31004/fdfy2e35
Science: Indonesian Journal of Science adalah jurnal multidisiplin ilmu, Indonesian Journal of Sciences merupakan jurnal peer review, open accses yang menerbitkan artikel Penelitian, hasil karya Disertasi, Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Makalah Penelitian, Resensi Buku, Study Kasus, Laporan Kasus, Sistematik Review, dll. Jurnal ini berguna bagi tenaga Profesi, mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti dan lainnya. Fokus dan scope: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen K3, Keperawatan, Farmasi, Ilmu Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Psikologi, Kebidanan, Rekam Medis, Teknik Laboratorium Medik, Profesi Kesehatan, Kedokteran umum, Epidemiologi dan aspek kesehatan lainnya, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Matematika, Peternakan, Pertanian (Agribisnis dan Agroteknologi) Indonesian Juornal of Science terbit 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "vol. 3 no. 1 (2026)" : 8 Documents clear
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Gas Karbon Monoksida (CO) pada Operator di SPBU Kecamatan Penjaringan Kota Jakarta Utara Tahun 2025 Bela Kurniasari; Rismawati Pangestika
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v3i1.287

Abstract

Gas Karbon Monoksida (CO) merupakan polutan udara berbahaya yang berasal dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar kendaraan bermotor dan menyebabkan pencemaran udara. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) yang bertujuan mengetahui risiko pajanan CO pada operator di SPBU Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara. Sampel terdiri dari seluruh operator di tiga SPBU berbeda dengan total 48 responden. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2025. Hasil pengukuran menunjukkan kadar CO di SPBU 34.144.14 sebesar 25,274 μg/m³, SPBU 33.144.01 sebesar 16,839 μg/m³, dan SPBU 34.144.01 sebesar 19,807 μg/m³. Ketiganya melebihi baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 yaitu 10,000 μg/m³ untuk durasi 1 jam. Berdasarkan analisis risiko, 5 operator masuk dalam kategori risiko realtime (RQ ≥ 1), dan seluruh responden masuk dalam risiko lifetime. Operator disarankan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker serta bekerja secara rotasi untuk mengurangi pajanan CO dan menekan risiko gangguan kesehatan.
Hubungan Tingkat Stres, Status Gizi, Usia Menarche dan Kebiasaan Makan dengan Kejadian Premenstrual Syndrome pada Siswi Anita Anita; Nur Asiah; Haris Muzakir
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v3i1.325

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) adalah kondisi yang muncul secara teratur dengan gejala fisik dan emosional, dipengaruhi oleh tingkat stres, status gizi, usia menarche, dan kebiasaan makan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tersebut dengan PMS pada 85 siswi kelas X dan XI SMK IP Yakin Jakarta Barat tahun 2025, menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan teknik total sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas siswi mengalami PMS berat (56,5%), stres berat (52,9%), status gizi normal (72,9%), usia menarche normal (60%), dan sering mengonsumsi makanan tinggi garam (51,8%), olahan (64,7%), siap saji (61,2%), tinggi gula (67,1%), serta kopi (70,6%). Uji Chi Square menunjukkan hubungan signifikan (p<0,05) antara tingkat stres, status gizi, dan kebiasaan makan dengan PMS, sedangkan usia menarche tidak berhubungan (p≥0,05). PMS berat lebih sering terjadi pada siswi dengan kebiasaan makan tinggi garam, gula, olahan, siap saji, dan kopi, sehingga diperlukan perbaikan kebiasaan makan sesuai pedoman gizi seimbang.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Asupan Makanan dengan Perubahan Kadar HB pada Program Anemia Lost Challenge Fadhil Ridho Akbar; Nur Asiah; Trimawartinah Trimawartinah; Haris Muzakir
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v3i1.340

Abstract

Anemia lost challenge adalah program untuk seluruh siswi di beberapa sekolah Muhammadiyah di skrining lalu diberikan intervensi berupa minum TTD selama 4 minggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan asupan makanan dengan perubahan kadar Hb pada siswi anemia yang menjadi peserta Anemia Lost Challenge. Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional dengan teknik total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 64 siswi kelas 10. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil analisis univariat menunjujan bahwa sebagian besar responden mengalami perubahan pada kadar Hb (85,9%). Analisis bivariat menunjukan adanya hubungan (p value˂0,05) antara asupan makanan (teh, kopi, protein dan Vitamin C) dengan perubahan kadar Hb. Pengetahuan dan asupan makanan (kalsium, kacang-kacangan) tidak memiliki hubungan dengan perubahan kadar Hb (p value ≥ 0,05). Responden yang jarang mengonsumsi teh dan kopi lalu sering mengkonsumsi vitamin C dan protein akan mengalami perubahan Kadar Hb kearah positif. Oleh karena itu, memperhatikan asupan makanan sangat penting untuk perubahan kadar Hb
Literatur Review: Gambir (Uncaria gambir) dalam Aspek Pengolahan, Mutu, dan Bioaktivitas Senyawa Aktif Firda Ayu Fatminingsih
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v3i1.383

Abstract

Gambir (Uncaria gambir Roxb.) merupakan komoditas khas Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif, terutama katekin, yang berperan penting dalam aktivitas antioksidan dan antibakteri. Namun, mutu gambir yang beredar masih beragam akibat proses pengolahan tradisional yang belum terstandar. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara metode pengolahan gambir, mutu produk, serta bioaktivitas senyawa aktifnya. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis terhadap artikel ilmiah sepuluh tahun terakhir yang membahas proses pengolahan, karakteristik kimia, serta aktivitas antibakteri dan antioksidan gambir. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ekstraksi mekanis dan ultrasonik mampu meningkatkan kadar katekin dan aktivitas antioksidan gambir. Senyawa katekin berperan dominan dalam memberikan aktivitas antibakteri terhadap berbagai bakteri patogen. Dengan pengolahan yang tepat, gambir berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam industri pangan dan kesehatan.
Edukasi mengenai Masa Pubertas pada anak kelas 5 dan kelas 6 di SD Negeri 35 Pekanbaru Yureya Nita; Dinda Indah Febiana
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v3i1.389

Abstract

Masa pubertas merupakan fase penting dalam tumbuh kembang anak yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis, sehingga memerlukan pemahaman yang tepat sejak dini. Kurangnya pengetahuan tentang pubertas dapat menimbulkan kecemasan, kebingungan, serta perilaku yang tidak sesuai pada anak usia sekolah dasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan anak sekolah dasar dalam menghadapi masa pubertas. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi dengan menggunakan media presentasi PowerPoint. Kegiatan dilaksanakan pada siswa SD Negeri 35 Pekanbaru. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pengertian pubertas, perubahan fisik dan emosional, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Siswa juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Kesimpulannya, penyuluhan kesehatan tentang masa pubertas efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan anak sekolah dasar, sehingga diharapkan dapat membantu mereka menghadapi masa pubertas dengan lebih percaya diri dan sehat. 
Pengaruh Modifikasi Media Pertumbuhan Bibit Filial Awal (F0) dengan Penambahan Air Kelapa (Cocos nucifera.L) Terhadap Dinamika Kolonisasi Miselium Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Fitriana Rahmayanti; Zulkarnaim Zulkarnaim; Nabila Angreani; Nasyrahwati Nasyrahwati; Fahdini Ramadhan Faisal
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v3i1.391

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan jamur konsumsi bernilai ekonomi dan gizi tinggi, sehingga kualitas bibit menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidayanya. Kualitas bibit sangat ditentukan pada fase awal pertumbuhan miselium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air kelapa (Cocos nucifera L.) sebagai bahan alami pada media pertumbuhan bibit vilial awal terhadap dinamika kolonisasi miselium jamur tiram putih. Penelitian dilakukan menggunakan rencana percobaan dengan beberapa perlakuan konsentrasi udara kelapa pada media pertumbuhan. Parameter yang diukur meliputi kecepatan pertumbuhan miselium, tingkat kerapatan miselium, dan waktu kolonisasi penuh. Data dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air kelapa pada konsentrasi tertentu mampu mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kerapatan miselium dibandingkan media kontrol. Dengan demikian, air kelapa berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan alami untuk meningkatkan kualitas bibit jamur tiram putih.  
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat ODGJ Puskesmas Cilongok II Rakhmawan Novianto; Ita Apriliyani; Arni Nur Rahmawati
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v3i1.422

Abstract

Kesehatan jiwa masih menjadi tantangan global mendasar, ditandai dengan peningkatan prevalensi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat di Indonesia dari 1,7 per mil menjadi 7 per mil atau setara 450 ribu jiwa, di mana 51,1% diantaranya tidak patuh minum obat (Kemenkes RI, 2021; Riskesdas, 2018; WHO, 2018). Orang dengan Gangguan Jiwa memerlukan dukungan keluarga yang optimal untuk menjaga kontinuitas pengobatan serta mencegah kekambuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Cilongok II. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 61 pengasuh pasien melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga serta skala kepatuhan minum obat, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki kepatuhan minum obat kategori sedang (55,74%). Analisis statistik membuktikan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (r = 0,756; p < 0,001). Kesimpulannya, semakin tinggi dukungan keluarga yang diberikan, semakin tinggi pula tingkat kepatuhan minum obat pasien.
Mobilisasi Dini Post Sectio Caesarea (SC) Terhadap Penurunan Skala Nyeri di RSUD Panti Nugroho Purbalingga Agung Susatyo; Ikit Netra Wirakhmi; Etika Dewi Cahyaningrum
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v3i1.423

Abstract

Mobilisasi dini merupakan faktor utama dalam mempercepat pemulihan dan mencegah terjadinya komplikasi  setelah  pembedahan,  mobilisasi  dini  dapat  meningkatkan  sirkulasi  darah  yang  dapat mengurangi  rasa  nyeri,  mencegah  tromboflebitis,  memberi  nutrisi  untuk  penyembuhan  pada daerah  luka. Berdasarkan survey yang dilakukan di RSUD Panti Nugroho Purbalingga pada tanggal 3 November 2023 didapati bahwa 6 dari 10 pasien post  SC masih takut untuk melakukan mobilisasi dini dan mengalami masalah seperti nyeri pada bagian operasi, kulit dibagian punggung terdapat bula, luka operasi lama sembuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mobilisasi dini post sectio caesarea (SC) terhadap penurunan skala nyeri di RSUD Panti Nugroho Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode PreExperimental Design dengan jenis One Group Pretest-posttest design. Sampel penelitian yaitu 28 ibu post SC yang diambil dengan teknik sampling purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi yang berisikan identitas ibu, usia, sudah atau belum melakukan mobilisasi dini dan skala nyeri. Hasil penelitian menunjukkan 24 dari 28 responden berada pada rentang usia produktif yaitu 20-35  tahun  serta 18 responden  sudah  pernah  mengalami  nyeri  SC  sebelumnya  dan  data menunjukkan sebelum pemberian mobilisasi dini 28 responden mengalami skala nyeri berat dan setelah dilakukan mobilisasi  dini  28  responden  mengalami  skala  nyeri  sedang,  table  4.5 menunjukkan negative ranks lebih besar dari pada  positive ranks yang artinya skala nyeri sesudah dilakukan mobilisasi dini mengalami perubahan. Dari hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai median skala nyeri sebelum mobilisasi dini yaitu 7, nilai minimum 7 dan nilai maximum 8, sedangkan skala nyeri setelah mobilisasi dini didapatkan nilai median 5, nilai minimum 4 dan nilai maximum 6 sehingga didapatkan 28 responden mengalami penurunan skala nyeri sesudah mobilisasi dini. Nilai p = 0,00 (p < 0,05), artinya ada pengaruh mobilisasi dini post sectio caesarea terhadap penurunan skala nyeri di RSUD Panti Nugroho Purbalingga. Luaran penelitian ini adalah artikel pada jurnal nasional.

Page 1 of 1 | Total Record : 8