Science: Indonesian Journal of Science
Science: Indonesian Journal of Science adalah jurnal multidisiplin ilmu, Indonesian Journal of Sciences merupakan jurnal peer review, open accses yang menerbitkan artikel Penelitian, hasil karya Disertasi, Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Makalah Penelitian, Resensi Buku, Study Kasus, Laporan Kasus, Sistematik Review, dll. Jurnal ini berguna bagi tenaga Profesi, mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti dan lainnya. Fokus dan scope: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen K3, Keperawatan, Farmasi, Ilmu Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Psikologi, Kebidanan, Rekam Medis, Teknik Laboratorium Medik, Profesi Kesehatan, Kedokteran umum, Epidemiologi dan aspek kesehatan lainnya, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Matematika, Peternakan, Pertanian (Agribisnis dan Agroteknologi) Indonesian Juornal of Science terbit 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November
Articles
257 Documents
Pengembangan Website Fatiglow Sebagai Alat Bantu Edukasi dan Monitoring Fatigue
Sari, Indah Indreani;
Febiana, Dinda Indah;
Destiyanti, Lidya Fitri;
Farma, Arini Tiara;
Alliya, Alliya;
Ambianka, Viska Sephira;
Larasti, Dea
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i3.229
Salah satu penghalang untuk melakukan aktivitas fisik adalahfatigue atau kelelahan. Kelelahan termasuk dalam hal yang pastidialami oleh semua orang, dimana tak ada yang bisa terhindarkan darikelelahan. Kelelahan (Fatigue) adalah proses terjadinya keadaanpenurunan toleransi terhadap kerja fisik. Penyebabnya tergantung pada karakteristik kerja seperti kurang istirahat, kondisi fisik melemah, aktivitas berlebihan, maupun olahraga yang hyper dapatmengakibatkan kelelahan. Fatigue sendiri bisa terjadi pada siapa sajaseperti, pada Individu sehat dan individu yang mengidap penyakit.Tujuan dari website ini adalah untuk memberikan edukasi dan juga exercise pada pasien yang mengalami gejala fatigue berdasarkan tingkatan skala yang didapatnya dari menjawab pertanyaan. Website ini bisa digunakan pada kalangan umum seperti anak-anak, remaja, dewasa dan lansia. Dapat diakses dari Android, IOS dan Windows.Untuk mengetahui Tingkatan dan Skala pada Fatigue penulis menggunakan alat ukur FAS yang terdiri dari 10 pertanyaan dan tingkat realibilitasnya dinyatakan baik di berbagai penelitian. Hasil yang didapat menunjukkan sistem yang dibangun telah sesuai dengankebutuhan fungsional yang ditentukan. Penelitian ini telahmenghasilkan sebuah Website Alat Bantu Edukasi dan Monitoring (FATIGLOW) yang diperuntukan untuk Masyarakat Umum yang inginmemantau tingkat kategori dan skala pada Fatigue-nya.
Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eklusif pada Ibu Menyusui Wilayah Kerja Puskesmas Tambusai II Rokan Hulu
Nurkhasanah, Siti;
Susila, Yulia Afri;
Fitria, Rahmi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i2.311
Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif adalah pemberian makanan utama pada bayi dengan memberikan ASI saja. Bayi hanya diberi ASI selama 6 bulan pertama kehidupannya. Kemudian, hingga bayi mencapai usia 2 tahun, bayi boleh diberi makanan tambahan lain (Lindawati, 2019). Di Indonesia masih mengalami penurunan dan peningkatan dalam prevalensi pemberian ASI pada bayi berusia 0-6 bulan. Menurut (Riskesdas, 2018), cakupan angka pemberian ASI pada tahun 2016 di Indonesia berkisar 54%, tahun 2017 61,33%, dan pada tahun 2018 secara signifikan menurun 37,3%, meningkat signifikan menjadi 74,5% di tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk faktor yang mempengaruhi ibu menyusui dalam pemberian ASI Ekslusif. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang ada di wilayah kerja puskesmas Tambusai II. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 ibu. Teknik pengambilan sampel adalah sampel jenuh. Analisis data yang digunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI eksklusif (p value= 0,020), dan tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Ekslusif (p value= 0,713), dan tidak terdapat hubungan antara paritas terhadap pemberian ASI eksklusif (p value= 0,136). Disarankan kepada Puskesmas memberikan program sosialisasi atau penyuluhan yang lebih intensif kepada ibu menyusui atau ibu hamil, serta keluarganya. Sehingga tidak hanya dipuskesmas saja dilakukan penyuluhan diluar puskesmas bisa juga seperti posyandu.
Pengaruh Rendaman Kaki Air Jahe Mera Hangat Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia yang Mengalami Hipertensidi PMB Renny Desa Tambusai Timur
Nurkhasanah, Siti;
Nasution, Desmi Safitri
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i2.312
Hipertensi pada lansia didefinisikan dengan tekanan sistolik di atas 160 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Hipertensi tahun 2020 diperoleh dari data Riskesdas Tahun 2018 dimana angka prevalensi Provinsi Jawa Barat meningkat dari 34,5% menjadi 39,6%. Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui apakah ada pengaruh rendaman kaki air jahe merah hangat terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di PMB Renny Desa Tambusai Timur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra-eksperimen dengan menggunakan Prestes- Postest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di wilayah kerja puskesmas Tambusai II yang berjumlah 30 lansia. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 lansia. Teknik pengambilan sampel adalah sampel jenuh. Analisis data yang digunakan univariat dan bivariat. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,000 dan 0,001 dimana p value < 0,05 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara pengukuran tekanan darah sistolik sebelum dan setelah diberikan rendaman kaki air jahe merah hangat. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber data atau informasi bagi masyarakat terutama lansia yang berhubungan dengan pengaru rendaman kaki air jahe merah hangat terhadap tekanan darah pada lansia
Pengaruh Terapi Akupresur Titik Pericardium 6 Terhadap Rata - rata Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di PMB Nurhidayah Kecamatan Tambusai
Nurkhasanah, Siti;
Andriana, Andriana;
Sepduwiana, Heny;
Yusri, Selvia Bella Safira
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i2.313
Emesis gravidarum merupakan perasaan pusing, perut kembung dan badan terasa lemas disertai keluarnya isi perut melalui mulut dengan frekuensi kurang dari 5 kali sehari pada ibu hamil trimester 1. Emesis gravidarum dapat dikurangi dengan pemberian akupresur dengan menggunakan titik Neiguan (titik pericardium 6) yang berlokasi di antara tendon yaitu flexor carpi radialis dan otot palmaris logus, kira-kira tiga jari di atas lipatan tangan. Efek etimulasi titik tersebut diyakini mampu meningkatkan pelepasan beta-endorphin di hipofise dan ACTH (Adrecorticotropic Hormone) yang dapat menghambat pusat muntah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Terapi Akupresur Pada Titik Pericardium 6 Terhadap Rata-Rata Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 Di PMB Nurhidayah Kecamatan Tambusai. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional. Desain penelitian yang digunakan adalah desain one grup pre test dan post test. Sampel dalam penelitian berjumlah 6 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh. Analisis data menggunakan uji T-dependent. Hasil analisis didapatkan bahwa ada pengaruh terapi akupresur pericardium 6 dapat disimpulkan, nilai p = 0.001. Karena nilai p < α (0.05), maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. Hal ini berarti bahwa ada pengaruh terapi akupresur titik pericardium 6 terhadap rata - rata emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di PMB Nurhidayah Kecamatan Tambusai. Diharapkan dapat menambah ilmu dan memberikan pengetahuan yang lebih luas bagi responden terhadap pengaruh pijat akupresure dengan kejadian emesis gravidarum.
Asuhan Keperawatan pada Lansia dengan Masalah Ansietas Melalui Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif di Kecamatan Payung Sekaki
Nurwahyuni, Suci;
Herniyanti, Rina;
Putra, Ifon Driposwana;
Trisnawati, Nina
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i2.314
Anxiety is a feeling of uncertainty accompanied by feelings of weakness and helplessness caused by an unclear situation and emotional conditions that cause discomfort. One therapy that can be given to elderly people with anxiety problems is progressive muscle relaxation therapy. The goal of this therapy is to provide a positive effect in reducing the range of anxiety. The implementation method used is an experimental technique (treatment) on elderly people with anxiety problems. The number of respondents required is two elderly people with a nursing diagnosis of anxiety. This therapy was carried out for three days from June 13-15, 2025, with a duration of 15-20 minutes. Assessments were carried out using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire with a pretest and posttest process. There was a significant decrease in anxiety scores for all elderly people after the intervention. The average pretest score ranged from 22-27 (moderate anxiety category), while the posttest score decreased to 8-13 (no anxiety category). This demonstrates the effectiveness of progressive muscle relaxation therapy in reducing anxiety levels.
Implementasi Teknik Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II
Sirait, Cindy Veronika;
Pasaribu, Yohanna Adelina
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i2.315
Menurut WHO (2023), lebih dari 95% penderita diabetes di seluruh dunia merupakan diabetes melitus tipe II, dengan jumlah penderita diperkirakan melebihi 790 juta orang. Diabetes melitus tipe II adalah penyakit metabolic kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan resistensi insulin. Stres psikologis dapat mempengaruhi kontrol glikemik, sehingga manajemen stres menjadi bagian penting dalam perawatan. Teknik relaksasi otot progresif merupakan salah satu metode non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi stres dan berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Metode jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel penelitian sebanyak 2 orang Diabetes Melitus Tipe II di ruangan Mawar Rumah Sakit Tentara TK IV.01.07.01 Pematangsiantar. penelitian pada Ny. B dilakukan pada tanggal 29 april 2025 dan pada Ny. L dilakukan tanggal 26 Mei 2025. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu lember observasi, SOP teknik relaksasi otot progresif, informed consent, dan alat pengukur gula darah (glukometer). Hasil setelah pemberian terapi relaksasi otot progresif selama 3 hari, kadar glukosa darah menurun pada Ny. B dari 249 mg/dl menjadi 213 mg/dl dan pada Ny. L dari 300 mg/dl menjadi 227 mg/dl. Kesimpulan teknik relaksasi otot progresif efektif menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Saran teknik relaksasi otot progresif diharapkan dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri keperawatan dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II.
Organizational Commitment among Workers in Brewery Industry: Does Organizational Climate and Emotional Intelligence Counts?
Ibini, Olabode D.;
Ndu, Blessing N.;
Adelakun, Phebean E.;
Uye, Emmanuel E.
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i2.317
The level of commitment to their organizations has been used as a parameter to determine the productivity of such organizations. Studies have used different predictors to determine organizational commitment with varied results. This study was conducted to examine the predictive ability of organizational climate and emotional intelligence on organizational commitment among workers in a brewery company. Cross-sectional survey design was employed while purposive sampling technique was used to select the study population. Data were conveniently collected from 250 participants using validated scales and analyzed using hierarchical multiple regression to test an hypothesis which was accepted at p <.001 level of significance. The results revealed that organizational climate and emotional intelligence jointly predicted organizational commitment among study participants [R2 =.051, F(2, 248) = 6.667, p <.001]. In addition, organizational climate (β =.128, p =.004) and emotional intelligence (β = -.186, p =.003) independently predicted organizat ional commitment among study participants. The study concludes that organizational climate and emotional intelligence are robust predictors of organizational commitment. Therefore, human resources managers should provide necessary welfare packages to improve workers’ organizational commitment.
Hubungan SelfCare Dengan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe II Di Desa Tarai Bangun
Azzahra, Yunita Putri;
Afiah, Afiah;
Nurman, Muhammad;
Ningsih, Neneng Fitria
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i2.318
Diabetes Melitus (DM) adalah kondisi yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin dan efektivitas penggunaannya. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga mengurangi kualitas hidup pasien, dengan komplikasi seperti hipertensi, gangguan penglihatan, dan masalah kesehatan mental. Kualitas hidup pasien DM dapat terpengaruh oleh berbagai faktor, termasuk aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Self-care merupakan tindakan yang dilakukan pasien untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, yang berperan penting dalam pengelolaan DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-care dan kualitas hidup pasien DM Tipe II di Desa Tarai Bangun, dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional dan melibatkan 92 responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self care dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Upt Puskesmas Tambang. Penelitian ini menggunakan cross sectional dan dilakukan pada 26 Februari – 10 maret 2025 dengan jumlah sampel 92 orang. Data dikumpulkan menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil univariat menunjukkan 47 (51,1 %) orang memiliki self care baik dan 48 (52,2%) memiliki kualitas hidup baik. Uji chi square menunjukkan adanya hubungan self care dengan kualitas hidup pada pasien DM Tipe II Di Desa Tarai Bangun Wilayah kerja Upt Puskesmas Tambang p value ( 0,004 ). Penelitian ini diharapkan responden dapat meningkatkan perawatan diri untuk memiliki kualitas hidup baik seperti rutin memantau kadar gula darah.
Pelaksanaan Hak-hak Tenaga Kerja Kontrak Akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada PT Asia Forestama Raya Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
Hasnati, Hasnati;
Dewi, Sandra;
Utama, Andrew Shandy
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i1.319
13 Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan hak-hak tenaga kerja kontrak akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada PT Asia Forestama Raya berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum sosiologis. Hasil dari penelitian ini bahwa pelaksanaan hak-hak tenaga kerja kontrak akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada PT Asia Forestama Raya berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan belum terlaksana karena pada tahun 2019 PT Asia Forestama Raya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa adanya penetapan dari Pengadilan Hubungan Industrial dan sejak saat itu PT Asia Forestama Raya diketahui tidak lagi membayarkan hak-hak pekerjanya yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tersebut. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan hak-hak tenaga kerja kontrak akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada PT Asia Forestama Raya berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah kurangnya pemahaman pekerja kontrak pada PT Asia Forestama Raya mengenai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan hak-hak tenaga kerja kontrak akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada PT Asia Forestama Raya berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah pekerja kontrak pada PT Asia Forestama Raya yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat melaporkan PT Asia Forestama Raya ke Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru serta pekerja tersebut melalui Serikat Buruh Cahaya Indonesia dapat mengajukan gugatan Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.
Penerapan Kepatuhan Hand Hygiene pada Perawat di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Bina Kasih
Herawati, Trisna;
Nita, Yureya
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i2.321
Infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs) masih menjadi tantangan utama dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Salah satu upaya paling efektif dalam mencegah HAIs adalah melalui praktik hand hygiene yang tepat. Namun, tingkat kepatuhan perawat terhadap hand hygiene di berbagai fasilitas kesehatan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kepatuhan hand hygiene perawat di ruang hemodialisa Rumah Sakit Bina Kasih. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Intervensi berupa edukasi dan demonstrasi five moments dan enam langkah hand hygiene dilakukan selama tiga hari. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor kepatuhan yang signifikan dari nilai pretest ke posttest pada dua perawat pelaksana. Penerapan model TPB terbukti dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan perawat terhadap praktik hand hygiene. Studi ini merekomendasikan integrasi model TPB dalam pelatihan rutin keperawatan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.