cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 20877099     EISSN : 24076090     DOI : 10.25026/jtpc
Core Subject : Health, Science,
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry is a Six monthly (June and December), international, open access, journal dedicated to various disciplines of pharmaceutical and allied sciences. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry publishes manuscripts (Original research Article, review articles, Mini-reviews, and Short communication) on original work, either experimental or theoretical in the following areas: Pharmaceutics & Biopharmaceutics, Novel &Targeted Drug Delivery, Nanotechnology & Nanomedicine, Pharmaceutical Chemistry, Pharmacognosy & Ethnobotany, Phytochemistry, Pharmacology & Toxicology, Pharmaceutical Biotechnology & Microbiology, Pharmacy practice & Hospital Pharmacy, Pharmacogenomics, Pharmacovigilance, Natural Product Research, Drug Regulatory Affairs, Case Study & Full clinical trials, Biomaterials & Bioactive polymers, Analytical Chemistry, Organic Chemistry, Physical Pharmacy, Clinical Pharmacy.
Articles 298 Documents
Pengaruh Penggunaan Asam Folat terhadap Kadar Hemoglobin Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Alvionita Alvionita; Welinda Dyah Ayu; Muhammad Amir Masruhim
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i3.104

Abstract

Penyakit ginjal kronik merupakan suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal1. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan asam folat terhadap kadar hemoglobin pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pra-eksperimental berupa one group pretest-posttest design. Subjek penelitian terdiri dari 30 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji paired t test. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah hemodialisis yang menunjukkan adanya pengaruh (pValue 0,001). Kata Kunci: Asam folat, hemoglobin, ginjal kronik, hemodialisis ABSTRACT Chronic kidney disease is a pathophysiological process with diverse etiology, resulting in a progressive decrease in renal function, and generally end up kidney failure.1 The aim of this research was to determine the effect of use folic acid on hemoglobin levels in patients with chronic kidney disease with hemodialysis in the hospital Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. The research design used in this study are pre-experimental form one group pretest-posttest design. Subjects consisted of 30 people who fit in inclusion criteria. The analysis includes univariate analysis by finding frequency distribution and bivariate analysis with paired t test. The result showed that there is a difference between hemoglobin levels before and after hemodialysis (pValue 0,001). Key Words: Folic Acid, Hemoglobin, Chronic Kidney Disease, Hemodialysis
Hidrolisis Protein Tanduk Muda Rusa Sambar (Rusa unicolor) serta Potensinya sebagai Penurun Resiko Hipertensi Arif Ismanto
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i3.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat hidrolisis tanduk muda rusa Sambar (Rusa unicolor) dengan enzim pencernaanm yaitu enzim pepsin dan tripsin, serta mengetahui adanya aktivitas Angiotensin I-Converting Enzyme Inhibitor dari protein tanduk muda tersebut. Protein tanduk muda rusa Sambar dihidrolisis dengan enzim pepsin dan tripsin selanjutnya diuji aktivitas penghambatan ACE (ACE-I). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tanduk muda rusa Sambar mengandung air 11,34 %; protein sebesar 22,4%; lemak 13,74% dan abu sebesar 37,29%. Potensi sebagai agen antihipertensi dilakukan uji penghambatan angiotensin converting enzyme (ACE). Berdasarkan hasil penelitian diketahui adanya aktivitas penghambat ACE sebesar 83,38 % pada konsentrasi protein 1,266 mg/ml. Kata kunci: Tanduk muda rusa Sambar, Hidrolisis protein, Hipertensi, Angiotensin converting enzyme inhibitor
Aktivitas Antidotum Air Kelapa Hijau (Cocos nucifera L.) terhadap Keracunan Sianida pada Mencit (Mus musculus L.) Astri Sulistia; Riski Sulistiarini; Muhammad Amir Masruhim
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i3.106

Abstract

Cyanide is a toxic compound that can interfere with health and reduce the nutrients bioavailability in the body. These toxins inhibit the body cells to get oxygen so that the most affected are the heart and brain. The aim of this study was to know the effect of green coconut water (Cocos nucifera L.) as an antidote to cyanide poisoning in mice (Mus musculus L.). The method was in vivo antidote activity using potassium cyanide-induced toxic mice. The mice were divided into 3 groups, i.e. negative control, positive control and test group with green coconut water giving 100% concentration. Each group consisted of 5 mice. Observations of toxic symptoms after the induction of potassium cyanide performed in initial times and and the results are analyzed visually by comparing graphs based on each group of tests during 24 hours of observation. The results showed that the green coconut water with 100% concentration that given in mice showed the influence of the reduction in toxic symptoms such as abnormal posture. Recovery of toxic effect in the test group by giving green coconut water was no better than the positive control group by giving sodium nitrite and sodium thiosulfate. Keywords: Green coconut water (Cocos nucifera L.), Antidotum, Toxin, Potassium cyanide, Sodium nitrite, Sodium tiosulphate ABSTRAK Sianida merupakan senyawa beracun yang dapat mengganggu kesehatan serta mengurangi bioavailabilitas nutrien di dalam tubuh. Racun ini menghambat sel tubuh mendapatkan oksigen sehingga yang paling terkena dampaknya adalah organ jantung dan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa hijau (Cocos nucifera L.) sebagai antidotum terhadap keracunan sianida pada mencit (Mus musculus L.). Metode yang digunakan adalah metode secara in vivo dengan menggunakan hewan uji mencit yang diinduksi kalium sianida. Mencit dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok uji dengan pemberian air kelapa hijau konsentrasi 100%. Setiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Pengamatan gejala toksik yang muncul setelah induksi kalium sianida dilakukan pada menit tertentu dan hasil yang didapat dianalisis secara visual berdasarkan berdasarkan grafik perbandingan pada masing-masing kelompok pengujian selama 24 jam pengamatan. Hasil menunjukkan bahwa air kelapa hijau dengan konsentrasi 100% yang diberikan pada mencit menunjukkan adanya pengaruh terhadap penurunan gejala toksik berupa sikap tubuh yang tidak normal. Efek pemulihan pada kelompok uji dengan pemberian air kelapa hijau tidak lebih baik dari kelompok kontrol positif dengan pemberian natrium nitrit dan natrium tiosulfat. Kata kunci: Air kelapa hijau (Cocos nucifera L.), Antidotum, Racun, Sianida, Natrium nitrit, Natrium tiosulfat
Aktivitas Vasodilatasi Pembuluh Darah secara in vitro dan Uji Toksisitas Akut Minuman Fungsional Herbal Kaltim Sjarif Ismail; Yuniati Yuniati
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i3.107

Abstract

Latar belakang: pangan fungsional dapat berupa makanan atau minuman. Pangan fungsional lebih bersifat pencegahan terhadap penyakit, sedangkan obat lebih bersifat menyembuhkan penyakit. Minuman Fungsional Herbal Kaltim (MFHK) yang diracik dari bahan-bahan tumbuhan yang ada di Kaltim telah diketahui memiliki citra rasa yang enak dan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat tetapi belum diketahui aktivitas vasodilatasi pada pembuluh darah dan keamanan pada penggunaan akut secara oral. Tujuan: mengeksplorasi MFHK pada kontraktilitas tonus pembuluh darah secara in vitro dan keamanan pada penggunaan akut secara oral. Metode: MFHK dikeringkan lalu diuji kontraktilitas pada pembuluh darah dengan menggunakan organ terpisah aorta tikus dengan endotel, hasil dinyatakan dalam bentuk persen tonus kontraktilitas aorta. Uji toksisitas akut peroral menggunakan tikus Wistar dan mencit Balb/c jenis kelamin jantan dan betina. Hasil: pada uji kontraktilitas aorta didapatkan secara berurutan dalam persen tonus kontraktilitas aorta pada konsentrasi ekstrak MFHK 0,04 mg/mL adalah (1,02 + 1,43) % dan kontrol (3,27 + 1,00) % dengan p>0,05; pada 0,08 mg/mL didapatkan (-1,39 + 1,41) % dan (4,50 + 1,14) % dengan p<0,05; 0,16 mg/mL didapatkan (-5,36 + 1,40) % dan (8,42 + 2,00) % dengan p<0,05. Dosis tunggal ekstrak 2 g/kgBB yang diberikan secara oral tidak didapatkan kematian pada tikus dan mencit jenis kelamin jantan dan betina. Kesimpulan: ekstrak MFHK memiliki aktivitas vasodilatasi pada pembuluh darah secara in vitro dan tidak toksik pada pemberian akut secara oral. Kata kunci: Minuman Fungsional Herbal Kaltim – Vasodilatasi – Toksisitas Akut
Karakterisasi Agar dari Hasil Produksi Petani Kabupaten Brebes sebagai Eksipien Mukoadesif dalam Sediaan Farmasi Dhadhang Wahyu Kurniawan; Arif Budianto; Khilman Husna Pratama
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i3.108

Abstract

Agar is widely used as a tablet binder, gel base, cream base, and the others in the manufacture of pharmaceutical dosage forms. Mucoadhesive drug delivery is expected to prolong the contact time of the drug in the mucus so that the maximum effect of the drug therapy. A number of studies have used that produced by the farmers in the district of Brebes as a tablet binder. However, for the quality of agar is not guaranteed, because the manufactured by home industry. The purpose of this study was to characterize agar in order to increase economic value and thus can reduce the dependence on imported raw materials for drugs Indonesia. The method used is to characterize the physical, chemical, and functional order. Data analysis used is to compare the test results to the existing literature. The results showed that the agar flour that has the characteristics: powder shape, white brownish and odorless; less irregular shape by SEM observation; many distributed on 100 mesh sieve (38.2%); relatively less hygroscopic; relatively high moisture content; containing functional groups C-O, C=O, CH3, CH, and -OH in its structure; classified as a weak base; viscosity increases with increasing concentration and decreasing temperature; have a relatively poor flow; has a rather good compressibility index; have different swelling behaviour in different media; and has a relatively weak mucoadhesive properties. The conclusion of this study is that agar flour from Gracilaria verrucosa less can be used as a mucoadhesive excipient in pharmaceutical dosage forms. Keywords: excipients; agar; mucoadhesive; Brebes farmer; pharmaceutical dosage forms. ABSTRAK Agar banyak digunakan sebagai bahan pengikat tablet, basis gel, basis krim, dan lain-lain dalam pembuatan sediaan farmasi. Penghantaran obat secara mukoadesif diharapkan dapat memperlama waktu kontak obat di mukus sehingga efek terapi obat tersebut maksimal. Sejumlah penelitian telah menggunakan agar yang dihasilkan oleh para petani di wilayah Kabupaten Brebes sebagai pengikat tablet. Namun demikian, agar yang digunakan belum diketahui mutunya secara pasti, karena diproduksi secara industri rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah melakukan karakterisasi agar supaya mutunya terukur sehingga nilai ekonomisnya meningkat dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku obat Indonesia. Metode yang digunakan adalah mengkarakterisasi secara fisika, kimia, dan fungsional agar. Analisis data yang digunakan adalah dengan membandingkan hasil pengujian terhadap literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung agar memiliki karakteristik: berbentuk serbuk, berwarna putih agak kecoklatan dan tidak berbau; di bawah pengamatan SEM bentuknya kurang beraturan; banyak terdistribusi pada ayakan 100 mesh (38,2%); relatif kurang higroskopis; kandungan lembab relatif tinggi; mengandung gugus fungsi C-O, C=O, CH3, CH, dan –OH dalam strukturnya; tergolong dalam basa lemah; viskositasnya meningkat seiring meningkatnya konsentrasi dan turunnya suhu larutan; memiliki aliran yang relatif kurang baik; memiliki indeks kompresibilitas agak baik; memiliki daya mengembang yang berbeda pada media yang berbeda; dan memiliki sifat mukoadesif yang relatif lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah tepung agar yang dihasilkan rumput laut jenis Gracilaria verrucosa kurang dapat digunakan sebagai eksipien mukoadesif dalam sediaan farmasi. Kata kunci: eksipien; agar; mukoadesif; petani Brebes; sediaan farmasi.
Senyawa Glikosida sebagai Bahan Farmasi Potensial secara Kinetik Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i3.109

Abstract

Kinetika molekul xenobiotik dalam sel dipengaruhi reseptor enzim dan non-enzim serta sifat fisiko-kimia dari molekul xenobiotik dan reseptor tersebut. Sifat fisik lipiditas reseptor sangat berpengaruh terhadap kinetika sehingga berakibat pada laju molekul dalam proses pembentukan efek dinamik maupun eliminasi. Rata-rata manusia mengandung 42 liter air yang menempati 3 liter dalam darah dan 39 liter dalam sel. Aqua atau air tersebut sebagai media transport metabolisme baik itu anabolisme maupun katabolisme metabolit dalam sel. Kandungan air dalam sel menyebabkan sifat lipiditas reseptor sangat rendah atau memiliki sifat aqua sangat tinggi. Senyawa glikosida memiliki sifat sangat polar mendekati air hingga menyerupai sifat lipiditas aqua. Sifat fisika sangat polar yang dimiliki oleh senyawa glikosida mempermudah penyerapan dalam sel sehingga memiliki laju pembentukan efek dinamik maupun eliminasi yang baik. Dengan demikian senyawa glikosida sangat potensial sebagai bahan farmasi jika ditinjau dari kinetika. Kata Kunci: Senyawa Glikosida; bahan farmasi, kinetika
Antibacterial Activity of thanol Extract and Ethylacetate Fraction of Casia Alata Leaf from Kendari-Southeast Sulawesi Nurlansi Nurlansi; Jahidin Jahidin
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i3.110

Abstract

Active compound extracted from Casia alata leaf was obtained from methanol extract and ethylacetat fraction. Based on research, anti bacteria activity of methanol extract of Casia alata at concentration 6 mg/mL gave high inhibition of the growth of positive gram bacteria colonies of B. cereus and S. aureus with inhibition zone 11,0 mm and 16,1 mm and gaves negative inhibiton of negative gram bacteria colonies of E. coli and S. typhi with inhibition zone 11,6 mm dan 5,9 mm. Ethylasetat fraction showed higher zone inhibition then methanol extract. Based on research result it was show that ethylacetat fraction gaves strong inhibition of the growth of positive gram bacteria colonies of B. cereus and S. aureus with inhibition zone 18,1 mm and 14,3 mm, and gave moderate inhabitation for negative gram bacteria colonies of coli and S. typhi with inhibition zone 9,0 mm and 5,7 mm. Separation result of ethylacetat fraction using coloumn chromatography with silica gel G60 F254 ­as stationary pahase showed that ethylacetat fraction with the same concentration at 6 mg/mL show higher inhibition effect especially for positive gram bacteria colonies of B. cereus and S. aureus with inhibition zone 24,2 mm and 24.0 mm. Key Word: Casia alata, ethylacetat ftaction, antibacteria activity
Stirillakton Terasetilisasi dari Daun Tendani (Goniothalamus macrophyllus Hook.f. & Thoms) Asal Kalimantan Timur Agung Rahmadani
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.111

Abstract

Senyawa turunan stirillakton terasetilisasi telah berhasil diisolasi dari daun tendani (Goniothalamus macrophyllus Hook.f. & Thoms) asal Kalimantan Timur. Isolasi dimulai dengan maserasi menggunakan metanol, kemudian difraksinasi dengan n-heksana dan etil asetat. Ekstrak etil asetat diisolasi dengan teknik kromatografi kolom. Struktur isolat ditentukan strukturnya berdasarkan Spektroskopi Massa (MS), NMR (1D dan 2D). Struktur turunan stirillakton yang berhasil diisolasi diketahui sebagai 9-deoksigoniopipiron asetat. Kata Kunci: Daun tendani, goniothalamus macrophyllus, stirillakton, 9-deoksigoniopipiron asetat
Observasi Klinik Efek Formula Jamu Dispepsia terhadap Fungsi Hati Agus Triyono; PR Widhi Astana; Sunu Pamadyo T.I
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.112

Abstract

Dispepsia adalah sindrom yang mencakup satu atau lebih dari gejala perasaan perut penuh setelah makan, cepat kenyang atau rasa terbakar di ulu hati, yang berlangsung sedikitnya dalam 3 bulan terakhir. Dispepsia sering ditemukan dalam praktik dokter sehari-hari. Telah dilakukan penelitian efek formula jamu dispepsia terhadap fungsi hati (SGOT dan SGPT). Uji klinik dilakukan dengan desain penelitian pre-post test desaign pada 69 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian minum formula jamu dispepsia tiga kali sehari selama delapan minggu dengan kontrol seminggu sekali. Setiap kontrol dilakukan observasi kinik kemungkinan efek samping dan gambaran fisik diagnostik. Subjek penelitian dilakukan pemeriksaan SGOT dan SGPT setiap empat minggu. Hasil anamnesis dan pemeriksaan klinik selama perlakuan dan sesudah perlakuan tidak ditemukan efek samping yang bermakna. Hasil uji t berpasangan sebelum perlakuan dibanding sesudah perlakuan 28 hari untuk kadar SGOT, nilai p 0.434 (>0.05) dan kadar SGPT nilai p 0.689 (>0.05). Hasil uji t berpasangan sebelum perlakuan dibanding sesudah perlakuan 56 hari untuk kadar SGOT nilai p 0.120 (>0.05) dan kadar SGPT nilai p 0.533 (>0.05). Jadi disimpulkan bahwa penggunaan formula jamu dispepsia selama 56 hari tidak ditemukan efek samping yang bermakna, dan tidak mengganggu fungsi hati. Kata kunci: fungsi hati, formula jamu dispepsia ABSTRACT Dyspepsia is a syndrome that includes one or more of the symptoms of the stomach feeling full after eating , satiety or burning sensation in the pit of the stomach , which takes place at least in the last 3 months. Dyspepsia is often found in medical practice. Has conducted research the effect of dyspepsia herbs formula to the liver functions (SGOT and SGPT). Safety of clinical trials were conducted by the study of pre - post design research. It was involving 69 subjects who have met the inclusion and exclusion criteria. Subject drink the dyspepsia herb formula three times a day for eight weeks, then controlled it once a week. Each control conducted clinical observation the possibility of side effects and performed a physical examination diagnostic. Research subjects examined liver function (SGOT and SGPT) every four weeks. The results of anamsesis and physical examination on the subject during treatment and after treatment was not found significant side effects. Results of analysis of paired test showed, there was no significant difference (t < 0,05) levels of SGOT and SGPT before treatment and after giving dyspepsia herbs formula in day 28th and 56th . Giving dyspepsia herbs formula for 56 days on the subject of the study found no symptoms of serious side effects, as well as not to disturb liver function. Keywords: liver function, dyspepsia herbs formula
Formulasi Nanopartikel Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine americana (Aubl) Merr) dengan Variasi Konsentrasi Kitosan-Tripolifosfat (TPP) Ermina Pakki; Sumarheni Sumarheni; Aisyah F; Ismail Ismail; Syarfina Safirahidzni
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.113

Abstract

Ekstrak etanol Bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl) Merr.) diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang kuat sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi sistem penghantaran nanopartikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi kitosan – tripolifosfat (TPP) terhadap karakteristik fisik dari nanopartikel. Ekstrak bawang dayak diformulasi dalam bentuk nanopartikel dengan metode gelasi ionik dengan variasi konsentrasi polimer kitosan : tripolifosfat yaitu 0,5% : 0,5% (F1), 0,75% : 0,5% (F2), dan 1% : 0,5% (F3). Parameter pengujian meliputi penentuan ukuran dan indeks polidispersitas nanopartikel menggunakan particle size analyzer, pengamatan morfologi menggunakan scanning electron microscopy, pengukuran efisiensi penjerapan, dan disolusi in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel F1, F2, dan F3 memiliki ukuran masing-masing sebesar 256,30 nm, 376,28 nm dan 419,18 nm dengan distribusi ukuran yang relatif homogen dan efisiensi penjerapan masing-masing sebesar 69,54%, 77,51% dan 79,79%. Pengamatan morfologi dari nanopartikel menunjukkan bentuk partikel yang mendekati spheris (bulat) dengan permukaan yang kasar. Profil pelepasan obat dari nanopartikel F1, F2, dan F3 pada jam ke-8 masing-masing sebesar 71,19 % (F1), 74,97% (F2) dan 80,55% (F3). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak bawang dayak dapat diformulasi dalam ukuran nanopartikel dengan karakteristik fisik yang bervariasi tergantung pada konsentrasi kitosan dan tripolifosfat yang digunakan. Kata Kunci: Bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl) Merr.), antioksidan, nanopartikel, kitosan, tripolifosfat, gelasi ionik. ABSTRACT Bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl) Merr.) ethanol extract had been known to have excellent antioxidant activity that has the potential to be developed into a nanoparticle delivery systems. This study aims to determine the effect of varying concentrations of chitosan - tripolyphosphate (TPP) to the physical characteristics of nanoparticles. Bawang dayak extract formulated in the form of nanoparticles with an ionic gelation method and and using polymers chitosan - tripolyphospate varying concentration as 0.5% : 0.5% (F1), 0.75% : 0.5% (F2), and 1% : 0.5% (F3). The measured parameters were determinating particle size and polydispersity index using particle size analyzer, observation of particle morph using scanning electron microscopy, measurement of entrapment efficiency and dissolution in vitro. The result showed that the average size of nanoparticle F1, F2, and F3 respectively is 256.30 nm, 376 nm and 419.18 nm with entrapment efficiency respectively is 69.54% (F1), 77.51% (F2) and 79.79% (F3) with a relatively homogenous size distribution and entrapment efficiencies respectively is 69.54%, 77.51% and 79.79%. Observation of morphology of the nanoparticles shows the particle shape is almost sphere (spherical) with a rough surface. The profile of drug release from the nanoparticles F1, F2, and F3 in 8 hours respectively is 71.19% (F1), 74.97% (F2) and 80.55% (F3). Based on this study, it was concluded that the etanol extract of bawang dayak can be formulated into nanoparticles with different physical characteristics based on the ratio of polymer chitosan and tripolyphosphate used. Keywords: Bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl) Merr.), nanoparticles, chitosan, tripolyphosphate, ionic gelation.

Page 11 of 30 | Total Record : 298