cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Gedi Hijau (Abelmoschus manihot L.) Terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans: Inhibitory Test of Ethanol Extract of Green Gedi Leaves (Abelmoschus manihot L.) Against the Growth of Streptococcus mutans Indah Pratiwi Astuti Paerah; A. Rufaidah Hashary; Nur Asri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i4.1292

Abstract

Tumbuhan Gedi Hijau (Abelmoschus manihot L.) mengandung saponin, kuinon, tanin, dan flavonoid yang memiliki sifat antibakteri. Menggunakan antibiotik yang tidak tepat memungkinkan terjadi resistensi. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan tujuan mengetahui aktivitas ekstrak etanol Daun Gedi Hijau (Abelmoschus manihot L.) terhadap Streptococcus mutans yang merupakan bakteri penyebab kerusakan gigi. Metode pengujian dilakukan dengan metode difusi paper disc. Sampel yang digunakan adalah Ekstrak Etanol Daun Gedi Hijau (Abelmoschus manihot L.) dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 8% serta kontrol positif Amoksisilin dan kontrol negatif Aquadest. Hasil penelitian ini menunjukkan Ekstrak Etanol Daun Gedi Hijau (Abelmoschus manihot L.) memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.
Penuaan Kulit dan Terapi yang Aman Bagi Geriatri: Artikel Review: Skin Aging and It’s Safe Management for Geriatrics: Review Article Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Winda Atika Sari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i5.1294

Abstract

Geriatric have different skin characteristic compared with they who are in young age. There is a change in both intrinsic and extrinsic aging factors causing skin aging which is marked by skin wrinkles, loss of elasticity, and textural changes. The composition of collagen in geriatrics has decreased and there is an increase in matrix metalloproteinases resulted in skin aging. These conditions together with exposure to UVR, infection, and other risk factors cause various skin problems such as xerosis cutis, decubitus ulcers, dermatophytosis, and herpes zoster. Skin problems can be prevented by changing lifestyles, using some cosmetics, medications, and  having treatments. The prevention methods continues to grow and is still being researched to get optimal results and best suit skin conditions. Treatment of skin diseases in geriatrics should be carried out with caution considering the multimorbidity and immunosuppression that often occur in geriatrics. This article discusses skin differences in geriatrics, mechanisms of skin aging, common skin diseases, prevention, and safe treatment in geriatrics.
Formulasi Nanonanoemulgel Tea Tree Melaleuca alternifolia Oil dengan Menggunakan Full Factorial Design: Formulation Nanonanoemulgel Tea Tree Melaleuca alternifolia Oil using Full Factorial Design Asti Rahayu; Dewi Perwito Sari; Ira Purbosari; Prisma Trida Hardani; Faqihuddin Faqihuddin; Wahyudi Wahyudi; Astrid Kusuma Putri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i6.1296

Abstract

Tea tree oil (TTO) merupakan minyak esensial yang berasal dari Melaleuca alternifolia mengandung terpinen-4-ol. TTO memiliki aktivitas sebagai antimikroba. TTO gel bersifat hidrofobik sehingga membutuhkan sistem penghantaran untuk bisa berpenetrasi melewati stratum korneum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat nanoemulgel TTO, menggunakan Carbopol 940 dan  Tween 80 digunakan sebagai surfaktan. Optimasi dan formulasi pada rancangan full factorial design adalah konsentrasi gelling agent Carbopol 940 (X1) dan konsentrasi  emulgator tween 80 (X2). Optimasi formula ini bertujuan untuk mendapatkan hasil optimal pada variabel tergantung (Y) yaitu ukuran partikel (Y1), daya sebar (Y2), dan zeta potensial (Y3). Ukuran partikel dari nanoemulgel TTO memiliki rentang 363,5± 0.13 sampai 813,5 ± 0,5 nm, daya sebar memiliki rentang 5,8 ± 0,4 sampai 7,2 ± 0,2 cm, dan zeta potensial memiliki rentang nilai 20,9 ± 0,8 sampai 57,5 ± 0,6 mV. Variabel bebas memiliki nilai signifikan terhadap ukuran partikel dengan nilai p < 0,05, namun memiliki efek tidak signifikan terhadap daya sebar dan Zeta potensial, dengan nilai p > 0,05
Optimasi Xanthan Gum dan Hydroxypropyl Methylcellulose dalam Masker Gel Peel-Off Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.): Optimization of Xanthan Gum and Hydroxypropyl Methylcellulose in Antioxidant Peel-Off Gel Mask from Cocoa Pod Husk Extract (Theobroma cacao L.) Liananta Fawzia Wulandari; Lidya Ameliana; Lusia Oktora Ruma Kumala Sari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i4.1297

Abstract

Antioxidants can prevent premature skin aging caused by free radicals. Cocoa pod husk extract can be used as an antioxidant in the form of a peel-off gel mask. The peel-off gel mask forms a thin, occlusive film that supports antioxidant absorption in a short time. The optimal concentration of gelling agent is necessary to make a good peel-off gel mask. The aim of this study is to determine the optimal concentrations of xanthan gum and HPMC in the preparation of a cocoa pod husk extract peel-off gel mask. The optimization was performed using the Simplex Lattice Design (SLD) method with two factors, which is the concentration of xanthan gum and HPMC, the optimum formula was tested for antioxidant activity using the DPPH method. The result indicated that the use of xanthan gum and HPMC had an impact on changes in formulation viscosity, pH, adhesion, and peeling time. The optimum formula consisted of 0.945% xanthan gum and 0.555% HPMC which was predicted to have a viscosity of 62.754 dPa.s, a pH of 5.091, an adhesion of 165.922 seconds, and a peeling time of 1765.391 seconds. Its antioxidant activity is classified as moderate with an IC50 value of 143.664 ppm ± 1.348. Keywords: peel-off gel mask; Theobroma cacao L.; gelling agent Abstrak Antioksidan dapat mencegah penuaan dini yang disebabkan radikal bebas. Ekstrak kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan dengan pembawa berupa masker gel peel-off. Masker gel peel-off akan membentuk lapisan film tipis yang bersifat oklusif sehingga membantu penyerapan antioksidan dalam waktu singkat. Konsentrasi gelling agent yang optimum diperlukan untuk membuat masker gel peel-off yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi optimum gelling agent xanthan gum dan HPMC dalam masker gel peel-off ekstrak kulit buah kakao. Optimasi dilakukan dengan metode Simplex Lattice Design (SLD) menggunakan dua faktor, yaitu konsentrasi xanthan gum dan HPMC, formula optimum diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Hasil analisis SLD menunjukkan penggunaan xanthan gum dan HPMC berpengaruh terhadap perubahan viskositas, pH, daya lekat, dan peeling time sediaan. Formula optimum yang terpilih terdiri dari 0,945% xanthan gum dan 0,555% HPMC. Prediksi nilai respon viskositas sebesar 62,754 dPa.s, pH sebesar 5,091, daya lekat sebesar 165,922 detik, dan peeling time sebesar 1765,391 detik. Hasil uji antioksidan menunjukkan aktivitas yang tergolong sedang dengan nilai IC50 sebesar 143,664 ppm ± 1,348. Kata Kunci: masker gel peel-off, Theobroma cacao L., gelling agent
Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dengan Kejadian Astenopia pada Mahasiswa Program Studi Keperawatan saat Pandemi COVID-19: Correlation between Gadget Usage Duration with Asthenopia Incidence in Nursing Students during Covid-19 Pandemic Delia Mentari; Mita Mita; Argitya Righo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i4.1317

Abstract

Asthenopia is a subjective complaint of the eye caused by a disturbance in the accommodation system of the eye related to activities such as the use of gadgets. Symptoms of asthenopia can be ocular symptoms, visual symptoms and extraocular symptoms. This research aims to identify the correlation between gadget usage duration with asthenopia incidence. Determination of the sample using stratified random sampling and followed by purposive sampling technique so that the number of respondents obtained as many as 203 people. The instrument used consisted of a questionnaire on the duration of the use of the device and the Visual Vatigue Index. It was analysed by Spearman rho correlation test. The results showed that 3.9% of respondents use gadget with light duration, 79.8% with moderate duration and 16.3% with heavy duration. Then 28.6% of respondents did not experience asthenopia and 71.4% of respondents experienced asthenopia and also there was no relationship between the duration of device use and the incidence of asthenopia (p=0.422 or p>0.05). There is no relationship between the duration of device use and the incidence of asthenopia in Nursing Study Program students during the COVID-19 pandemic. Keywords: Gadget Usage Duration, Asthenopia, Nursing Student Abstrak Astenopia merupakan keluhan subjektif pada mata yang disebabkan adanya gangguan pada sistem akomodasi mata yang berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan seperti penggunaan gawai. Gejala astenopia dapat berupa gejala okuler, gejala visual dan gejala ekstraokuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan durasi penggunaan gawai dengan kejadian astenopia.  Penentuan sampel menggunakan stratified random sampling dan dilanjutkan dengan teknik purposive sampling sehingga jumlah responden yang diperoleh sebanyak 203 orang. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner durasi penggunaan gawai dan Visual Vatigue Index. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil analisa data didapatkan 3,9% responden memiliki durasi penggunaan gawai ringan, 79,8% durasi penggunaan gawai sedang dan 16,3% durasi penggunaan gawai berat. Kemudian 28,6% responden tidak mengalami astenopia dan 71,4% responden mengalami astenopia serta tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan kejadian astenopia (p=0,422 atau p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan kejadian astenopia pada mahasiswa Program Studi Keperawatan saat pandemi COVID-19. Kata Kunci: Durasi Penggunaan Gawai, Astenopia, Mahasiswa Keperawatan
Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Kesediaan Vaksinasi Covid-19 pada Masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara: The Relationship between Knowledge Level and Willingness to Vaccinate Covid-19 in the Community in Kutai Kartanegara Regency Welin Devsi Apriani; Sinta Ratna Dewi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i4.1320

Abstract

Virus SARS coronavirus-2 dapat menyebabkan penyakit infeksi COVID-19. Ketika jumlah kasus COVID-19 melonjak, penularan virus corona harus dikendalikan dengan mengikuti berbagai program pemerintah salah satunya vaksin. Adanya pengembangan vaksin COVID-19 ini menimbulkan banyak permasalahan penolakan vaksinasi dikarenakan banyaknya isu hoax mengenai vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesediaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara karena kurangnya pengetahuan dapat mempengaruhi berbagai prilaku masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan data kuesioner yang berisi 20 pertanyaan, 10 pertanyaan variabel pengetahuan dan 10 pertanyaan variabel kesediaan yang di sebar secara offline di 4 puskesmas Kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan cara random sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 117 responden yang kemudian dicari hubungan kedua variabel dengan korelasi spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengetahui mengenai vaksinasi COVID-19 (90%) dan tidak mengetahui (10%) sedangkan responden menyatakan bersedia di vaksinasi (92%) dan tidak bersedia (8%). Dari hasil uji korelasi spearman’s rho penelitian ini didapatkan nilai signifikan 0,000 <0,05 dengan nilai koefisien korelasi 0,436. Kesimpulannya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesediaan vaksinasi COVID-19 pada masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara, oleh karena itu semakin tinggi ilmu pengetahuan semakin besar pula ketersediaan untuk di vaksinasi.
Evaluasi Pola Pengobatan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Kota Samarinda: Evaluation of the Pattern of Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Treatment in Pregnant Women at Samarinda City Hospital Rani Nur Afifah; Muthia Dewi Marthilia Alim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i6.1324

Abstract

Coronavirus Disease 2019 ialah suatu masalah berupa penyakit diakibatkan adanya virus Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-Cov-2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan COVID-19 pada ibu hamil di RS dan kesesuaian dengan pedoman Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).Metode penelitian ini dengan metode non eksperimental observasional dan menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan cara retrospektif yaitu melihat data berdasarkan rekam medis pasien ibu hamil yang terdiagnosis  Covid-19 di rumah sakit Kota Samarinda periode Maret 2020-Desember 2021. Analisis data pola pengobatan dalam bentuk persentase menggunakan Microsoft Excel.Berdasarkan hasil penelitian dari 82 sampel pasien menunjukkan penggunaan Dexametason sebanyak 10%, terapi antiviral sebanyak 5% dan antibiotik sebanyak 85%.  Secara umum pola pengobatan seluruh pasien COVID-19 pada ibu hamil (82 orang) rawat inap di RS Samarinda pada bulan Maret 2020–Desember 2021 telah sesuai dengan pedoman Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) tentang pengobatan virus COVID-19 pada ibu hamil tahun 2020.
Pengontrolan Pemanfaatan Daun Kacang Babi dan Telur Keong Emas sebagai Nutrisi Alami pada Tanaman Cabai Hidroponik dengan Sistem NFT: Controlling the Utilization of Tephrosia vogelii leaves and Pomacea canaliculata eggs as Natural Nutrients in Hydroponic Chili Plants with the NFT System Endang Rosdiana; Rica Isma Ariij; Valentina Adimurti Kusumaningtyas
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i6.1325

Abstract

Salah satu efek  penggunaan nutrisi kimia AB-Mix dalam jangka panjang pada penanaman sistem hidroponik  adalah  tidak terserapnya seluruh unsur nutrisi tersebut oleh tanaman. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengganti nutrisi kimia tersebut dengan jenis nutrisi alami. Pada penelitian ini telah dibuat rancang bangun sistem kontrol nutrisi alami untuk tanaman cabai sistem hidroponik, yang mana nutrisi alaminya terbuat dari daun kacang babi dan telur keong emas. Pengontrolan dilakukan terhadap kadar pH dan TDS dimana setpointnya telah disesuaikan dengan pH dan kadar TDS tanaman cabai hidroponik. Dari hasil kalibrasi diperoleh akurasi sensor pH sebesar 99,8% dan sensor TDS sebesar 89,04%. Adapun hasil pengamatan tumbuh kembang tanaman cabai hidroponik hingga hari ke-57, untuk yang menggunakan protein alami diperoleh tinggi tanaman setinggi 29 cm, lebar daun 6,5 cm, dan panjang daun 12,23 cm, yang mengunakan AB-Mix diperoleh tinggi tanaman 15,5 cm, lebar daun 4,95 cm, dan panjang daun 9 cm, dan tanaman yang tumbuh dengan menggunakan media tanah dimana tinggi tanaman 4,25 cm, lebar daun 1,625 cm, dan panjang daun 2,6 cm.
Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Obat Kategori Over the Counter pada Mahasiswa UNSIKA: Factors Affecting the Use of Over the Counter Drug Categories In UNSIKA Students Rahmi Indiani; Mally Ghinan Sholih; Indah Laily Hilmi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i4.1364

Abstract

Survey conducted by the Statistics Indonesia in 2020 regarding self-medication, it was recorded that 88,28% people of West Java carried out self-medication, one of which was with over the counter drugs. The high use of this Over The Counter (OTC) category of drugs increases the possibility of abuse in terms of use. The purpose of this study is to identify the factors that influence the use of drugs in the OTC category and to test it againts Singaperbangsa Karawang University (UNSIKA) students. This research was conducted from January to March 2022 using a descriptive analytic design with a cross sectional approach. The instrument used is a questionnaire. The sampling technique used is the accidental sampling method with a sample consisting of 392 UNSIKA students who entered the inclusion criteria. The results of the univariate analysis shows that the majority of respondents have good knowledge, are influenced by product effectiveness and efficiency, have adequate information availability, believe in manufacturers, are influenced by usage preferences, and use drugs well. The results of the bivariate analysis using the Chi square method indicates that there is a relationship between knowledge, trust in manufacturers, and usage preferences for the use of drugs in the OTC category with a significance value of 0.001 (p 0.05). Keywords: OTC, drug use, self-medication, student Abstrak Survei Badan Pusat Statistik tahun 2020 tentang pengobatan mandiri menunjukkan 88,28% masyarakat Jawa Barat melakukan swamedikasi salah satunya dengan obat kategori over the counter. Tingginya penggunaan obat kategori Over The Counter (OTC) ini meningkatkan kemungkinan terjadinya penyalahgunaan dalam hal penggunaan obat. Tujuan penelitian ini adalah identifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan obat kategori OTC dan membuktikan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan obat kategori OTC pada mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA). Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2022 menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan sampel terdiri dari 392 mahasiswa UNSIKA yang masuk ke dalam kriteria inklusi. Hasil analisis univariat mayoritas responden berpengetahuan baik, dipengaruhi efektivitas dan efisiensi produk dengan baik, memiliki ketersediaan informasi yang memadai, percaya terhadap produsen, dipengaruhi preferensi pemakaian, dan menggunakan obat dengan baik. Hasil analisis bivariat menggunakan metode chi square terdapat hubungan antara pengetahuan, kepercayaan terhadap produsen, dan preferensi pemakaian terhadap penggunaan obat kategori OTC dengan nilai signifikansi 0,001 (p <0,05) dan tidak terdapat hubungan antara efektivitas dan efisiensi produk serta ketersediaan informasi terhadap penggunaan obat kategori over the counter dengan nilai signifikansi berturut-turut sebesar 0,911 dan 0,973 (p > 0,05). Kata Kunci: OTC, penggunaan obat, swamedikasi, mahasiswa
Hubungan Jenis Kelamin, Status Gizi, dan Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Kejang Demam pada Anak di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda: The Relationship Between Gender, Nutritional Status, and Low Birth Weight with The Incidence of Febrile Seizures in Children at the RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Muhammad Harbiyan Acikdin; Annisa Muhyi; Vera Madonna Lumban Toruan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i6.1382

Abstract

The incidence of febrile seizures is the most common cause in the neuro field of children at the age of 6 months to 60 months, the incidence ranges from 2 to 5% of cases. Risk factors for febrile seizures such as gender, nutritional status, and low birth weight. This study aims to determine the relationship between gender, nutritional status, and low birth weight with the incidence of febrile seizures in children at the Abdoel Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda. The study was carried out using observational analysis using a cross-sectional design. The research data were obtained from medical records at Abdoel Wahab Sjahranie Hospital Samarinda with a purposive sampling method. The sample of this study was children aged 6 months to 60 months who suffered from febrile seizures and fever without seizures and met the researcher's criteria. Statistical analysis using chi-square test. The results found as many as 184 samples of 92 samples of febrile seizures and fever without seizures each. The incidence of febrile seizures occurred in the group of children aged 13-24 months (42.4%) with a prevalence of 68.5% boys and 31.5% girls. Researchers used chi-square and obtained p-values for gender (p = 0.034), nutritional status (p = 0.715) and low birth weight (p = 0.412). The conclusion is that there is a relationship between gender and there is no relationship between nutritional status and low birth weight with the incidence of febrile seizures. Keywords:          Gender, Nutritional Status, Low Birth Weight, Febrile Seizure   Abstrak Kejadian kejang demam kasus tersering di bidang neuro anak di umur 6 bulan hingga 60 bulan, insiden berkisar 2 hingga 5% kasus kejadian. Faktor risiko kejang demam seperti jenis kelamin, status gizi dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan jenis kelamin, status gizi dan BBLR dengan kejadian kejang demam anak di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian dilaksanakan dengan analitik observasional menggunakan desain potong lintang. Data penelitian diperoleh dari rekam medik di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dengan metode purposive sampling. Sampel dari penelitian ini adalah anak yang berumur 6 bulan hingga 60 bulan yang menderita  febrile seizure dan fever without seizure serta memenuhi kriteria dari peneliti. Analisis statistik memakai uji chi-square. Hasil ditemukan sebanyak 184 sampel yang terdiri dari masing-masing 92 sampel kejang demam dan demam tanpa kejang. Kejadian febrile seizure terjadi pada kelompok anak berusia 13-24 bulan (42.4%) dengan prevalensi anak laki-laki 68.5% dan perempuan 31.5%. Peneliti memakai chi-square dan didapatkan p-value jenis kelamin (p = 0.034), status gizi (p = 0.715) dan BBLR (p = 0.412). Kesimpulan didapatkan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin dan tidak terdapat hubungan antara status gizi dan BBLR dengan kejadian kejang demam. Kata Kunci:         Jenis Kelamin, Status Gizi, BBLR, Kejang Demam

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue