cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover Journal Editor
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i3.1395

Abstract

Pengaruh Pengetahuan terhadap Perilaku Penggunaan Obat Antihipertensi di Kelurahan Sungai Miai Banjarmasin: The Influence of Knowledge on the Behaviour of the Use of Antihipertension Drugs in Sungai Miai Sub District Banjarmasin Mardiati, Nurul; Syabana, Anis Hikmah; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i1.1399

Abstract

A circulatory system problem that surpasses 120/80 mmHg is known as hypertension. To ensure patient health, it is crucial to understand how antihypertensive medications should be used and how to behave while taking them. In the Sungai Miai Village of Banjarmasin, this study attempts to ascertain the impact of knowledge on the behaviour of antihypertensive drugs. This study is a non-experimental cross-sectional descriptive analytic study. Accidental sampling was employed to get the data, utilizing instruments in the form of questionnaires, depending on inclusion and exclusion criteria. 48 respondents (48%), the majority of hypertensive patients with good knowledge, and 43 respondents, the majority of hypertensive patients with good behaviour, provided the results (43 percent). In Sungai Miai Village, Banjarmasin, information has an impact on how people take antihypertensive medications. Keywords:  Antihypertention, Knowledge, Behavior   Abstrak Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah di atas nilai normal yang melebihi 120/ 80 mmHg. Pengetahuan tentang pemakaian obat antihipertensi dan perilaku pemakaian obat antihipertensi ialah perihal yang penting untuk mencapai kesehatan penderita. Riset ini bertujuan buat mengetahui pengaruh pengetahuan terhadap perilaku obat antihipertensi di Kelurahan Sungai Miai Banjarmasin. Riset ini merupakan riset deskriptif analitik non-eksperimental, desain cross sectional. Pengambilan data yang digunakan merupakan accidental sampling berdasarkan kriteria inklusi serta eksklusi dengan instrumen berbentuk kuesioner. Hasil riset yang didapat kebanyakan penderita hipertensi dengan pengetahuan baik ialah sebanyak 48 responden (48%), serta kebanyakan penderita hipertensi dengan perilaku baik sebanyak 43 responden (43%). Terdapat pengaruh pengetahuan terhadap perilaku pemakaian obat antihipertensi di Kelurahan Sungai Miai Banjarmasin. Kata Kunci: Antihipertensi, Pengetahuan, Perilaku
Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover Journal Editor
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i4.1412

Abstract

Bioaktivitas dan Kandungan Senyawa Kimia Tumbuhan Merung (Coptosapelta tomentosa): Bioactivity and Chemical Compounds of Merung Plants (Coptosapelta tomentosa) Erwin Erwin; Usman Usman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i3.1417

Abstract

Coptosapelta tomentosa (synonym: Coptosapelta flavescens Korth) is a medicinal plant that is widely used traditionally. Coptosapelta tomentosa is known locally as Merung in East Kalimantan. In traditional medicine, Merung root is used to treat diarrhea, recovery from childbirth, anti-malarial, relieve colic, ulcers, colds, fever and vaginal discharge. Based on the results of the literature study, it shows that the compounds contained in Merung have the potential as anticancer, anti-inflammatory, antibacterial, and antioxidant. Keywords: Coptosapelta tomentosa, Merung, anticancer, and traditional Abstrak Coptosapelta tomentosa (sinonim: Coptosapelta flavescens Korth) merupakan salah satu tumbuhan obat yang banyak digunakan secara tradisional. Coptosapelta tomentosa dikenal dengan nama lokal Merung di Kalimantan Timur. Dalam pengobatan tradisional, akar Merung digunakan untuk mengobati diare, pemulihan persalinan, anti-malaria, meredakan kolik, bisul, masuk angin, demam  dan keputihan. Berdasarkan hasil kajian litetaratur menunjukkan senyawa-senyawa yang terkandung dalam Merung berpotensi sebagai antikanker, antiinflamasi, antbakteri, dan antioksidan. Kata Kunci: Coptosapelta tomentosa, Merung, antikanker, dan tradisional
Evaluasi Tingkat Pengetahuan Penggunaan dan Penyimpanan Antibiotika pada Masyarakat di Kecamatan Ampenan Periode April–Juli 2021: Evaluation of Knowledge Level of Antibiotics Use and Storage in Community in Ampenan District April–July 2021 Candra Eka Puspitasari; Audra Meivira; Ni Made Amelia Ratnata Dewi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i6.1421

Abstract

Penggunaan dan penyimpanan antibiotik yang rasional dapat meningkatkan efektivitas terapi. Pengetahuan yang rendah mengenai obat dapat mengakibatkan tidak tercapainya tujuan terapi, termasuk pengetahuan penggunaan antibiotik sehingga perlu adanya studi yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan dan penyimpanan antibiotika serta mengetahui hubungan faktor demografik partisipan terhadap tingkat pengetahuan penggunaan dan penyimpanan antibiotik. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat adalah cross sectional melalui survei dengan media kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode cluster sampling yang melibatkan 120 KK (Kepala Keluarga). Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan total 29 pertanyaan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan selanjutnya diuji korelasi menggunakan Uji Chi Square untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan penggunaan dan penyimpanan antibiotika di Kecamatan Ampenan termasuk kategori baik yaitu secara berurutan dengan total presentase yang menjawab sebesar 53% dan 83%. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan penggunaan dengan jenis kelamin (0.038), pekerjaan (0.014) dan usia (0.012). Terdapat pula hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan penyimpanan dengan jenis kelamin (0.002) dan pekerjaan (0.008).
Evaluasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Pasca Pemberian Vaksin Astrazenecca dan Vaksin Sinovac: Evaluation of Post-Immunization Advanced Events (AEFI) After Administration of Astrazenecca Vaccine and Sinovac Vaccine Dwi Rieswinda Rahma Fiola; Ira Purbosari; Asri Wido Mukti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i6.1448

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) ialah penyakit pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh subtipe virus corona. Salah satu upaya pemerintah yaitu pengenalan vaksinasi sebagai sarana pencegahan dan pengendalian COVID-19. Adapaun jenis vaksin yang digunakan adalah Astra Zeneca, dan Sinovac Biotech Ltd. Pengembangan vaksin pada umumnya membutuhkan waktu selama 10-15 tahun namun dengan adanya kebutuhan akan vaksin yang mengharuskan untuk disediakan maka denagn waktu 15 bulan vaksin tersebut bisa tersedia. Namun dengan waktu yang cepat menimbulkan kekhawatiran yang signifikan terkait vaksin tersebut untuk penggunaan umum secara global, serta efek samping maupun kejadian ikutan biasa disebut dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Penelitian ini menggunakan metode penelitian obeservasional dengan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah semua warga Surabaya yang telah selesai divaksinasi tahap I maupun tahap I & II. Hasil pengamatan pada form KIPI dariDinas Kesehatan Kota Surabaya terdapat KIPI vaksin AstraZeneca yaitu nyeri pada bekas suntikan 37 %, demam 21%, menggigil atau meriang 16%, badan pegal 7%, mual atau muntah 6%. Untuk laporan KIPI vaksin Sinovac menunjukkan persentase nyeri pada bekas suntikan 17%, demam 33%, pusing 12%, kemerahan/bengkak pada bekas suntikan 11%, dan mengantuk 6%.
Analisis Sumber Informasi dan Pengetahuan dengan Praktik Swamedikasi: Analysis of Information Sources and Knowledge with Self-Medication Practices Susanto, Agus; Purwantiningrum, Heni; Sari, Meliyana Perwita
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i2.1450

Abstract

Self-medication is often a problem caused by a poor knowledge of drugs and usage. Problems related to self-medication are also related to information sources as a reference in drug selection and self-medication practices. The objective of the research was to analyze the relationship of information and knowledge with self-medication practices. The research approach used was cross sectional. Sample size was 344 people aged at least 18 years and at least do self-medication twice a year. Selection of research samples used accidental sampling method. Field data collection was done by questionnaire. Data analysis was descriptive and cross tabulation. Chi-Square test was used to test the relationship at the 0.05 level of significance. Source of information from advertisements 48%, good knowledge 59.6%, and moderately good self-medication practices 73%. P-value of information source was 0.023 and knowledge was 0.378. Information sources are related to self-medication practices.   Keywords:          Information resources, Knowledge, Self-medication   Abstrak Swamedikasi sering kali menjadi masalah karena kurangnya pemahaman tentang obat dan penggunaannya. Masalah terkait swamedikasi juga berkaitan dengan sumber informasi sebagai acuan dalam pemilihan obat dan praktik swamedikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara informasi dan pengetahuan dengan praktik pengobatan mandiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah potong lintang (cross sectional). Sampel penelitian sebesar 344 orang berusia minimal 18 tahun dan minimal melakukan swamedikasi dua kali dalam setahun. Pemilihan sampel penelitian menggunakan metode accidental sampling. Pengumpulan data lapangan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan tabulasi silang. Uji hubungan dengan uji Chi-Square pada taraf kemaknaan 0,05. Sumber informasi dari iklan 48%, pengetahuan cukup baik 59,6%, dan praktik swamedikasi baik 73,0%. P-value sumber informasi 0,023 dan pengetahuan 0,378. Sumber informasi berhubungan dengan praktik swamedikasi.   Kata Kunci:         Sumber informasi, Pengetahuan, Praktik swamedikasi
Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Period After Opening (PAO) dan Perilaku Penyimpanan Kosmetika Perawatan pada Remaja di Kota Tangerang: The Level of Knowledge about Period After Opening (PAO) and Storage Behavior of Cosmetics in Adolescents in Tangerang Yopi Septianingrum; Ulya Safrina; Nanda Puspita; Surahman Surahman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i1.1478

Abstract

Period After Opening (PAO) is the time limit for using cosmetics after the packaging is opened. Information about PAO is different from the expiration date of cosmetic products. This information is generally contained in cosmetic packaging to ensure quality and safety. This study aimed to describe the knowledge level about the Period After Opening (PAO) and cosmetic storage behavior in adolescents in RW 02 Gondrong Village, Cipondoh District, Tangerang City, in 2022. This research uses a quantitative descriptive survey method. The sampling technique in this study was random cluster sampling followed by 91 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire. The data analysis used was univariate. Based on the study results, most respondents were aged 16-18 years, with 45 respondents (49.5%) and high school/MA/equivalent education (37.4%). Most of them use cleaning cosmetics, with 44 respondents (48.4%). As many as 77 respondents (84.6%) used ready-made products (non-concoctions), and 51 respondents (56.0%) bought them at a price range of IDR 50,000 - IDR 200,000. Most respondents store skincare at room temperature, with 66 respondents (72.5%). In this study, the majority of respondents, namely 75 people (82.4%), stated that there was no PAO information on brochures or cosmetic packaging. Nonetheless, more than half of the respondents had good knowledge of PAO, with 51 respondents (56.0%). Knowledge of PAO in cosmetics is essential to guide the safe use of cosmetics for consumers, especially teenagers. Keywords: Cosmetics, knowledge, Period after Opening (PAO) Abstrak Period After Opening (PAO) adalah batas waktu penggunaan kosmetik setelah kemasan kosmetik dibuka, dimana produk masih aman digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang Period After Opening (PAO) dan perilaku penyimpanan kosmetika pada remaja di RW 02 Kelurahan Gondrong Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu cluster random sampling dan diikuti oleh 91 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, mayoritas responden berusia 16 – 18 tahun sejumlah 45 responden (49,5%) dan lebih dari separo responden memiliki pengetahuan yang baik dengan jumlah 51 responden (56,0%). Mayoritas responden menggunakan kosmetika pembersih dengan jumlah 44 responden (48,4%), jenis sediaan skincare produk yang sudah jadi atau non racikan dengan jumlah 77 responden (84,6%), dan mayoritas responden membeli skincare dengan kisaran harga Rp 50.000 - Rp 200.000. Pada penelitian ini dijelaskan, bahwa mayoritas responden tidak memiliki skincare yang terdapat informasi PAO pada brosur atau kemasannya dan mayoritas responden menyimpan skincare pada ruang kamar dengan jumlah 66 responden (72,5%). Kata Kunci: Kosmetika, Pengetahuan, Period after Opening (PAO)
Analisa Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Sirup Poliherbal yang Mengandung Daun Kelor, Rimpang Kunyit, dan Rimpang Jahe: Phytochemical Analysis and Antioxidant Activity of Polyherbal Syrup Containing Moringa Leaf, Turmeric, and Ginger Rhizoma Nurmalia Zakaria; Fauziah Fauziah; Rinaldi Rinaldi; Yuni Dewi Safrida; Erliana Winingsih
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i1.1494

Abstract

Polyherbal syrup containing Moringa leaves, turmeric rhizome and ginger rhizome (SPKKJ) is believed empirically by the people of Banda Aceh, Aceh, Indonesia, to be able to maintain health and increase body immunity. These indications are caused by antioxidant phytochemical compounds. The combination of the three in the form of syrup is one of the dosage forms with the oral route, that has the fastest absorption time and is easy to use. This study aims to analyze the phytochemical compounds and antioxidant activity of SPKKJ by DPPH scavenging. This research is an experimental quantitative study where the IC50 value of syrup preparation will be calculated based on the percent inhibition of DPPH scavening. The variables that played a role in this study were moringa leaf syrup (S1), turmeric rhizome syrup (S2), ginger rhizome syrup (S3), and SPKKJ (S4). A comparison was used as a positive control in the form of Vitamin C. The results showed that SPKKJ contained saponins, tannins, and alkaloids. IC50 of SPKKJ is 0.21 g/mL which is a very strong antioxidant. The IC50 value of SPKKJ was higher than S1, S2, S3 and Vitamin C, with a significant difference to Vitamin C (p
Analisis Penggunaan E-purchasing pada Pengadaan Obat Esensial di Dinas Kesehatan Kota Pekalongan: Analysis of E-purchasing Application in the Procurement of Essential Medicines at Pekalongan Public Health Office Jamaludin Al Jamaludin Efendi; Ekanita Desiani; Amanda Kusumaning Astari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i1.1495

Abstract

E-purchasing is an electronic system provider in the procedure of purchasing goods/services based on the e-catalogue available. However, along with the application of e-purchasing, some problems still could as with the delivery duration, empty stock, and failure to produce the drugs according to plan. Therefore, this study is being conducted to analyze the use of e-purchasing in the procurement of essential drugs at the Pekalongan City Health Office in 2018-2020. This research was conducted qualitatively with a quantitative approach. The data was taken retrospectively from the pharmacy department of Pekalongan City Health Office in 2018-2020. Next, the obtained data were sorted according to the type of drug based on DOEN 2019. The results of this study indicate that the use of e-purchasing in the procurement of essential drugs at Pekalongan City Health Office is effective. In the drugs procurement through e-purchasing, there consist 89 types of drugs in accordance with the indicator. The realization of drugs according to the order are 86 types of drugs with a percentage of 96.63%. While the drug lead time is in accordance with the agreement on 88 types of drugs or equivalent to 98.89%. Drug prices are increased in 20 types of drugs from 28 types of indicator drugs with a percentage of 71.43%. Keywords: E-purchasing, Drugs procurement, Essential drug Abstrak E-purchasing adalah penyedia sistem elektronik dalam tata cara pembeliaan barang/jasa berdasarkan e-catalogue yang disediakan. Akan tetapi, seiring dengan pemakaiaan e-purchasing ada saja masalah yang bisa timbul diantaranya lamanya pengiriman, kekosongan persediaan, dan tidak terealisasikannya obat sesuai rencana. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menganalisa penggunaan e-purchasing pada pengadaan obat esensial di Dinas Kesehatan Kota Pekalongan pada tahun 2018-2020. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Data diambil secara retrospektif di Dinas Kesehatan Kota Pekalongan bagian farmasi pada tahun 2018 – 2020. Lalu data disunting sesuai dengan jenis obat berdasarkan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan e-purchasing pada pengadaan obat esensial di Dinas Kesehatan Kota Pekalongan berjalan efektif. Pada pengadaan obat melalui e-purchasing  terdapat 89 jenis obat sesuai indikator. Realisasi obat yang sesuai dengan pemesanan yaitu sejumlah 86 jenis obat dengan persentase 96,63%. Sedangkan lead time obat sesuai dengan kesepakatan pada 88 jenis obat atau setara dengan 98,89%. Harga obat mengalami peningkatan pada 20 jenis obat dari 28 jenis obat indikator dengan prosentase 71,43%.  Hambatan yang sering terjadi adalah waktu pengiriman barang, akan tetapi tidak mempengaruhi ketersediaan obat dan selalu mengkonfirmasi kepada penyedia terkait pengiriman barang. Sehingga dapat dikatakan penggunaan e-purchasing ini efektif dan efisien untuk pengadaan obat. Kata Kunci: E-purchasing, Pengadaan obat, Obat esensial

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue