cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 764 Documents
Hubungan Respon Inflamasi terhadap Komplikasi Kemoterapi pada Pasien Ca Mammae yang Menjalani Serial Kemoterapi di RS Ibnu Sina YW UMI: The Relationship Between Inflammatory Response and Chemotherapy Complications in Breast Cancer Patients Undergoing Serial Chemotherapy at Ibnu Sina Hospital, YW UMI Triananda, Dhini Cesaria; Sommeng, Faisal; Mulyadi, Farah Ekawati; Juhamran, Reeny Purnamasari; Harahap, Muh. Wirawan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i6.2568

Abstract

Breast cancer is a malignant disease in which abnormal breast cells grow out of control and form tumors, with the main treatments being surgery, chemotherapy, or radiotherapy. Chemotherapy is a definite treatment option for breast cancer patients, but the treatment is still not very specific, so it can cause damage to normal tissue, especially to cells that can divide rapidly. The cytotoxic effects of chemotherapy agents activate danger signals and increase inflammatory mediators, resulting in clinical complications. Inflammation is mediated by cytokines, which under normal conditions play a role in fighting infection and repairing damaged tissue. However, chemotherapy can cause cytokine dysregulation, which has a detrimental effect on body tissue with additional complications that are not caused by the cancer itself. This study was conducted to determine the relationship between the inflammatory response and complications from chemotherapy in breast cancer patients undergoing serial chemotherapy at Ibnu Sina YW UMI Hospital, by analyzing the relationship between the Systemic Inflammation Index (SII) and various clinical complications from the effects of chemotherapy. The study design used analytical observation with total sampling technique. The research subjects were patients undergoing the third cycle of chemotherapy, 56.6% of whom were over 50 years old with a low SII distribution (73.3%) and high SII (26.7%) patients. The results showed mild pain in 86.7% and no pain in 13.3% (p=0.195), nausea and vomiting (p=0.918), and leukocytosis (p=0.046). It was concluded that an increase in the Systemic Inflammation Index correlates with an increase in leukocyte levels. Keywords:          Inflammatory, chemotherapy complications, breast cancer.   Abstrak Kanker payudara adalah penyakit keganasan dimana sel - sel payudara abnormal tumbuh diluar kendali dan membentuk tumor dengan terapi utama pembedahan, kemoterapi atau radioterapi. Kemoterapi merupakan pilihan perawatan yang pasti dijalani bagi penderita Ca Mammae tetapi pengobatannya masih kurang spesifik sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan normal khusunya pada sel tubuh yang dapat membelah dengan cepat. Efek sitotoksik agen kemoterapi akan mengaktifkan sinyal bahaya dan meningkatkan mediator-mediator inflamasi yang mengakibatkan munculnya komplikasi klinis. Inflamasi dimediasi oleh sitokin, pada kondisi normal sitokin berperan dalam melawan infeksi dan memperbaiki jaringan yang rusak. Namun, kemoterapi dapat menyebabkan disregulasi sitokin yang berdampak buruk bagi jaringan tubuh dengan komplikasi tambahan yang bukan disebabkan dari kanker itu sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan respon inflamasi terhadap komplikasi dari kemoterapi pada pasien Ca Mammae yang menjalani serial kemoterapi di Rumah Sakit Ibnu Sina YW UMI, dengan menganalisis hubungan antara Systemic Inflammation Index (SII) dengan berbagai komplikasi klinis dari efek kemoterapi. Desain penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan teknik total sampling. Subjek penelitian adalah pasien kemoterapi siklus ke-3, 56,6% berusia di atas 50 tahun dengan distribusi SII rendah (73,3%),dan SII tinggi (26,7%) pasien. Hasil penelitian memperlihatkan nyeri ringan 86,7%, dan tidak nyeri 13,3% (p=0,195), mual dan muntah (p=0,918), dan leukositosis (p=0,046). Disimpulkan peningkatan Systemic Inflammation Index berkorelasi dengan peningkatan kadar leukosit. Kata Kunci:         Inflamasi, komplikasi kemoterapi, Ca Mammae
Uji Aktivitas Antioksidan dan Inhibisi Enzim alfa-Amilase Nano Ekstrak Kulit Buah Semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum & Nakai): Antioxidant and alpha-Amylase Inhibitory Activities of Nano Extract From Watermelon Rind (Citrullus Lanatus (Thunb.) Matsum & Nakai) Indriyani, Puspa; Rahmasari, Khusna Santika; Wirasti, Wirasti; Slamet, Slamet
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i6.2560

Abstract

Watermelon rind (albedo) contains secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, as well as vitamins, minerals, lycopene, and citrulline, which have potential as antioxidants and regulators of glucose metabolism. This study aimed to determine the antioxidant activity and ?-amylase enzyme inhibition of watermelon rind extract and nano-extract. The extract was prepared using the maceration method with 96% ethanol, while the nano-extract was produced through ionic gelation. Antioxidant activity was tested using the FRAP method with UV-Vis spectrophotometry, while enzyme inhibition was measured using a microplate reader. The extract yield obtained was 14.30%. Nano characterization showed a transmittance percentage of 97.56 ± 0.05, particle size of 418.63 nm ± 1.06, polydispersity index of 0.622 ± 0.03, and zeta potential of 46.29 mV ± 0.11. The IC50 values for antioxidant activity of the extract and nano-extract were 81.46 µg/mL ± 0.23 and 62.88 µg/mL ± 0.036, respectively, while the IC50 for ?-amylase inhibition was 59.17 µg/mL ± 1.79 and 43.51 µg/mL ± 1.59. The nano-extract was proven to enhance both activities. Keywords:          FRAP, Nano Extract of Watermelon Rind, ?-amylase enzyme   Abstrak Kulit semangka (albedo) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, serta vitamin, mineral, likopen, dan citrulline yang berpotensi sebagai antioksidan dan pengatur metabolisme glukosa. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dan inhibisi enzim ?-amilase dari ekstrak dan nano ekstrak kulit semangka. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, sedangkan nano ekstrak melalui gelasi ionik. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode FRAP menggunakan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan inhibisi enzim diukur dengan microplate reader. Rendemen ekstrak diperoleh 14,30%. Karakterisasi nano menunjukkan % transmitan 97,56 ± 0,05, ukuran partikel 418,63 nm ± 1,06, indeks polidispersitas 0,622 ± 0,03, dan zeta potensial 46,29 mV ± 0,11. Nilai IC50 antioksidan ekstrak dan nano ekstrak masing-masing 81,46 µg/mL ± 0,23 dan 62,88 µg/mL ± 0,036, sedangkan IC50 inhibisi enzim ?-amilase 59,17 µg/mL ± 1,79 dan 43,51 µg/mL ± 1,59. Nano ekstrak terbukti meningkatkan kedua aktivitas tersebut. Kata Kunci:         FRAP, Nano Extract of Watermelon Rind, Enzim ?-Amilase
Hubungan antara Illness Perception dan Fungsi Paru pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik: Relationships Between Illness Perception and Lung Function in Chronic Obstructive Pulmonary Disease Lorensia, Amelia; Suryadinata, Rivan Virlando
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i6.2562

Abstract

COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) is a chronic disease with long-term therapy. Self-management for patients with COPD aims to increase motivation, that influence self-management is illness perception. The purpose was to determine the effect of illness perception on COPD symptoms and lung function in stable COPD patients on an outpatient basis. This research type was cross-sectional design. The research location was in Rungkut District, Surabaya, March-June 2022, involving 38 respondents, with the research variables were illness perception and lung function. Most of the respondents had an average pulmonary function score of 1.28±0.713 liters. There was a positive correlation for beliefs about illness perception in COPD patients and lung function (r=0.57; P<0.0001). COPD patient had a high level of illness perception, and also had a relatively good value of lung function compared to a COPD patient who had a low level of illness perception. Keywords:          illness perception; lung function; COPD   Abstrak PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis) merupakan penyakit kronis dengan terapi jangka panjang. Manajemen diri pada pasien PPOK bertujuan untuk meningkatkan motivasi, yang mempengaruhi manajemen diri adalah illness perception. Manajemen diri pada pasien PPOK bertujuan untuk meningkatkan motivasi, yang salah satu faktornya adalah illness perception. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh illness perception terhadap gejala PPOK dan fungsi paru pada pasien rawat jalan PPOK stabil. Jenis penelitian ini adalah desain cross-sectional. Lokasi Penelitian dilakukan di Kecamatan Rungkut, Surabaya, Maret-Juni 2022, yang melibatkan melibatkan 38 orang responden, dengan variabel penelitian berupa illness perception dan fungsi paru-paru. Sebagian besar responden memiliki skor fungsi paru rata-rata 1,28±0,713 liter. Terdapat hubungan positif antara keyakinan tentang illness perception pada pasien PPOK dengan fungsi paru (r=0,57; P<0,0001). Pasien PPOK memiliki tingkat illness perception yang tinggi, dan juga memiliki nilai fungsi paru yang relatif baik dibandingkan dengan pasien PPOK yang memiliki tingkat illness perception yang rendah. Kata Kunci:         illness perception; fungsi paru-paru; PPOK
Evaluasi dan Hubungan Ketepatan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Lini 1 terhadap Karakteristik Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah X: Evaluation and Correlation of the Appropriateness of the Use of First-Line Anti-Tuberculosis Drugs to the Characteristics of Outpatients at X Regional General Hospital Musdar, Tamzil Azizi; Hasmar, Wahyu Nuraini; Azis, Muhammad Israwan; Zuchrullah, Mukhtasyam; Saputro, Syaifullah; Kurniati, Kurniati; Ihsan, Mifta Khaerati; Supardi, Nurjannah; Santi, Elvira; Asjur, Asti Vebriyanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i6.2552

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease that attacks the respiratory organs (lungs). This study aims to determine the characteristics of the use of first-line anti-tuberculosis drugs (OAT) and evaluate the use of OAT based on the 2019 Tuberculosis Management Guidelines and analysis of the relationship between patient characteristics and treatment outcomes. Data collection was retrospective, with a sample size of 91 Patient Medical Records. The results showed that the most common patient characteristics were male (57.1%), age 46-55 years (24.2%), weight 38-54 kg (53.8%), with working status (52.7%), without comorbidities (89%), new patient type (92.3%), type of OAT category 1 (100%), unsuccessful treatment results (54.9%). Evaluation of OAT use was 100% correct indication, correct patient, and correct drug. While the correct dose (97.8%), correct duration of treatment (41.8%). The relationship analysis obtained age factors (p = 0.04), duration of treatment (p = 0.001) have a significant relationship to treatment outcomes, while gender (p = 0.301) and the number of P.PK (p = 0.733) both do not have a significant relationship to treatment outcomes. Keywords:          TB, Evaluation of OAT Use, X Hospital   Abstrak Penyakit Tuberculosis merupakan penyakit infeksi menular yang menyerang organ pernafasan (paru-paru). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) lini 1 dan mengevaluasi penggunaan OAT berdasarkan Pedoman Tatalaksana Tuberkulosis tahun 2019 serta analisis hubungan antara karakteristik pasien terhadap hasil pengobatan. Pengumpulan data secara retrospektif, jumlah sampel sebanyak 91 Rekam Medik Pasien. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien terbanyak yaitu berjenis kelamin laki-laki (57,1%), usia 46-55 tahun (24,2%), berat badan 38-54 kg (53,8%), dengan status bekerja (52,7%), tanpa penyakit penyerta penyerta (89%), tipe pasien baru (92,3%), jenis OAT kategori 1 (100%), hasil pengobatan tidak berhasil (54,9%). Evaluasi penggunaan OAT 100 % tepat indikasi, tepat pasien, dan tepat obat. Sedangkan tepat dosis (97,8%), tepat lama pengobatan (41,8%). Analisis hubungan diperoleh faktor usia (p=0,04), lama pengobatan (p=0,001) memiliki hubungan yang signifikan terhadap hasil pengobatan, sedangkan jenis kelamin (p=0,301) dan banyaknya penyakit penyerta kronis (P.PK) (p=0,733) keduanya tidak memiliki hubungan signifikan terhadap hasil pengobatan. Kata Kunci:         TBC, Evaluasi Penggunaan OAT, RSUD X
Kadar SGOT, SGPT, dan Kreatinin Pasien Orang dengan Human Immunodeficiency Virus (ODHIV) dengan Pengobatan ARV lebih dari 6 Bulan di Rumah Sakit X: SGOT, SGPT, and Creatinine Levels in Human Immunodeficiency Virus Patients with more than 6 Months of ARV Treatment at Hospital X Sinaga, Herlando; Ta'adu, Suheratino
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i6.2566

Abstract

HIV infection is one of the major health problems that progressively affects the body's immune system. Long-term antiretroviral (ARV) treatment, although effective in suppressing viral progression, can cause side effects on vital organ functions such as the liver and kidneys. This study aims to determine the results of SGOT, SGPT, and creatinine level tests in HIV-positive patients who have undergone ARV treatment for ? 6 months at Hospital X Jayapura in 2025. This descriptive study used a laboratory experimental approach on blood serum samples from HIV-positive patients who had undergone ARV treatment for ? 6 months, collected using purposive sampling. The tests were performed using a Sysmex BX-4000 Chemistry Analyzer. The results of the SGOT, SGPT, and creatinine level tests showed that out of 30 HIV-positive patients (100%) who had been on ARV treatment for ? 6 months, 17 patients (56.67%) had normal SGOT levels, 4 patients (13.33%) had low levels, and 9 patients (30%) had high levels. SGPT levels were normal in 16 patients (53.33%), low in 9 patients (30%), and high in 5 patients (16.67%). Creatinine levels were normal in 23 patients (76.67%), low in 2 patients (16.66%), and high in 5 patients (16.67%). Keywords:          HIV-Positive Patients, ARV, SGOT, SGPT, Creatinine   Abstrak Infeksi HIV merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang memengaruhi sistem imun tubuh secara progresif. Pengobatan antiretroviral (ARV) jangka panjang, meskipun efektif dalam menekan perkembangan virus, dapat menimbulkan efek samping terhadap fungsi organ vital seperti hati dan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan kadar SGOT, SGPT, dan kreatinin pada pasien ODHIV yang telah menjalani pengobatan ARV selama ? 6 bulan di Rumah Sakit X Jayapura Tahun 2025. Jenis penelitian  ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan eksperimental laboratorium terhadap sampel serum darah pasien ODHIV yang telah pengobatan ARV ? 6 bulan yang diambil secara Purposive Sampling. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat Chemistry Analyzer Sysmex BX-4000. Hasil pemeriksaan kadar SGOT, SGPT dan Kreatinin menunjukkan bahwa dari 30 pasien (100%) ODHIV dengan pengobatan ARV ? 6 bulan yang diperiksa diperoleh hasil pemeriksaan kadar SGOT normal sebanyak 17 pasien (56,67%), rendah sebanyak 4 pasien (13,33%) dan tinggi sebanyak 9 pasien (30%). Kadar SGPT normal sebanyak 16 pasien (53,33%), rendah sebanyak 9 pasien (30%) dan tinggi sebanyak 5 pasien (16,67%). Kadar Kreatinin normal sebanyak 23 pasien (76,67%), hasil kadar rendah sebanyak 2 pasien (16,66%) dan tinggi sebanyak 5 pasien (16,67%). Kata Kunci:         ODHIV, ARV, SGOT, SGPT, Kreatinin
Inovasi Pangan Fungsional Berkelanjutan: Snack Bar Kaya Kalsium Berbasis Tepung Limbah Cangkang Telur Ayam Ras: Sustainable Functional Food Innovation: Calcium-Rich Snack Bar Based on Waste Flour from Layer Chicken Eggshells Samsul, Erwin; Handayani, Yeni Fitri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v8i1.2420

Abstract

Calcium is an essential mineral that plays a crucial role in bone health, neuromuscular function, and cellular metabolism. Insufficient calcium intake can increase the risk of osteoporosis and other metabolic disorders, while the trend of consuming healthy snacks and functional foods continues to rise in modern society. Innovative and environmentally friendly sources of calcium are needed to meet nutritional needs while reducing agro-industrial waste. Waste flour from layer chicken eggshells is a natural source of calcium carbonate with high potential for food product fortification, but research utilizing this waste is still limited. This research aims to formulate snack bars with flavor variations based on waste flour from layer chicken eggshells as a healthy and functional alternative source of calcium nutrition. The research methods include the process of making eggshell flour thru the stages of cleaning, drying, and grinding, followed by formulating snack bars using several flavor variations. The resulting product is evaluated based on physical and organoleptic characteristics, as well as an analysis of calcium content. The result of the rating test show that the most preferred attribute for the red bean variant (F1) is color (5.64), for the chocolate variant (F2) it is aroma (5.97), and for the cheese variant (F3) it is overall evaluation (5.97). Based on the ranking test results, the chocolate variant (F2) received the highest raning and was the most preferred variant by the panelists overall. The results of the calcium content analysis test, as well as the organoleptic evaluation and acceptability, showed that the chocolate-flavored snack bar was the most preferred in terms of taste, aroma, and texture. The calcium content obtained was 0.34%. Proximate analysis showed a moisture content of 9.92%, ash 3.25%, acid-insoluble ash 0.60%, protein 13%, fat 15.75%, and carbohydrates 58.08%. This indicates that using broiler chicken eggshell flour in snack bar formulations can provide added nutritional value and has the potential to be developed as a sustainable healthy functional snack product. Keywords:          Calcium, Chicken Eggshell, Snack Bar, Healthy Functional Snack   Abstrak Kalsium merupakan mineral esensial yang berperan penting dalam kesehatan tulang, fungsi neuromuskular, dan metabolisme seluler. Kekurangan asupan kalsium dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan gangguan metabolik lainnya, sementara tren konsumsi pangan sehat (healthy snack) dan pangan fungsional (functional food) terus meningkat di masyarakat modern. Sumber kalsium yang inovatif dan ramah lingkungan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mengurangi limbah agro-industri. Tepung limbah cangkang telur ayam ras merupakan sumber kalsium karbonat alami yang memiliki potensi tinggi untuk difortifikasi dalam produk pangan namun untuk penelitian dengan memanfaatkan limbah ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan snack bar dengan variasi rasa berbasis tepung limbah cangkang telur ayam ras sebagai alternatif sumber nutrisi kalsium yang sehat dan fungsional. Metode penelitian meliputi proses pembuatan tepung cangkang telur melalui tahapan pembersihan, pengeringan, dan penghalusan, dilanjutkan dengan formulasi snack bar menggunakan beberapa variasi rasa. Produk yang dihasilkan dievaluasi berdasarkan karakteristik fisik, organoleptik, dan analisi kandungan kalsium. Hasil rating test menunjukkan bahwa atribut yang paling disukai pada varian kacang merah (F1) adalah warna (5,64), pada varian cokelat (F2) adalah aroma (5,97), dan pada varian keju (F3) adalah penilaian keseluruhan (overall) 5,97. Berdasarkan hasil ranking test, varian cokelat (F2) memperoleh peringkat tertinggi dan menjadi varian paling disukai panelis secara keseluruhan. Hasil uji analisis kandungan kalsium serta penilaian organoleptik dan daya terima menunjukkan hasil bahwa snack bar rasa cokelat paling disukai dari segi rasa, aroma dan tekstur. Kadar kalsium yang diperoleh sebesar 0,34%. Analisis proksimat menunjukkan kadar air 9,92%, abu 3,25%, abu tidak larut asam 0,60%, protein 13%, lemak 15,75%, dan karbohidrat 58,08%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan tepung cangkang telur ayam ras pada formulasi snack bar dapat memberikan nilai tambah nutrisi serta potensi untuk dikembangkan sebagai produk healthy functional snack yang sustainable. Kata Kunci:        Kalsium, Cangkang Telur Ayam Ras, Snack Bar, Healthy Functional Snack
Efektivitas Manual Visceral Physiotherapy terhadap Regulasi Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi Esensial: Sebuah Studi Pra-Eksperimental: Effectiveness of Manual Visceral Physiotherapy on Blood Pressure Regulation in Elderly Patients with Essential Hypertension: A Pre-Experimental Clinical Study Achmad, Arisandy; Cahya, Wahyuni Dwi; Astuti, Lilies Anggarwati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i6.2564

Abstract

Essential hypertension is a leading cause of global morbidity and mortality, especially in the elderly population. Non-pharmacological interventions like Manual Visceral Physiotherapy (MVP) are being developed as an alternative approach to help reduce blood pressure without pharmacological side effects. This study aims to determine the effectiveness of MVP on changes in systolic and diastolic blood pressure in elderly patients with essential hypertension. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach on 11 respondents aged ?46 years who underwent 12 sessions of MVP over 4 weeks. Blood pressure was measured before and after the intervention using a sphygmomanometer and analyzed with the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the average systolic blood pressure decreased from 162 mmHg to 129 mmHg, and diastolic from 96 mmHg to 81 mmHg, with a p-value = 0.003 indicating a significant decrease. It can be concluded that MVP is effective in reducing blood pressure in elderly patients with essential hypertension and has the potential to be used as a complementary therapy in physiotherapy practice. Keywords:          Hypertension, Visceral Physiotherapy, Elderly   Abstrak Hipertensi esensial merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, khususnya pada lansia. Manual Visceral Physiotherapy (MVP) dikembangkan sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah tanpa efek samping obat. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas MVP terhadap perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan hipertensi esensial. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan one group pretest-posttest pada 11 responden berusia ?46 tahun yang menjalani 12 sesi MVP selama 4 minggu. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 162 mmHg menjadi 129 mmHg dan diastolik dari 96 mmHg menjadi 81 mmHg, dengan nilai p=0,003 yang menunjukkan signifikansi statistik. Disimpulkan bahwa MVP efektif menurunkan tekanan darah dan berpotensi sebagai terapi komplementer dalam fisioterapi. Kata Kunci:         Hipertensi, Fisioterapi Viseral, Lansia
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etil Asetat Akar Tanaman Rambusa (Passiflora foetida L.) terhadap Mikrobioma Mulut: Antimicrobial Activity Test of Ethyl Acetate Extract of Rambusa Roots (Passiflora Foetida L.) on the Oral Microbiome Arif, Ratna; Utami, Indah Woro; Meray, Nishia Waya
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v8i1.2567

Abstract

This study aimed to know the antimicrobial activity of ethyl acetate extract of Passiflora foetida L. roots against Streptococcus mutans and Candida albicans, two dominant microorganisms in the oral microbiota. Extraction was performed via maceration, followed by phytochemical screening and disc diffusion assay. Phytochemical tests confirmed the presence of flavonoids, alkaloids, and terpenoids. The antibacterial test showed inhibition zones ranging from 11.18 mm (1.5%) to 19.92 mm (3%), with the 3% concentration showing no significant difference compared to amoxicillin (p = 0.872). Antifungal activity was observed starting at 60% concentration, with the highest inhibition zone at 12.47 mm (70%), not significantly different from nystatin (p = 0.067). Statistical analysis using ANOVA and Games-Howell indicated significant differences among several treatment groups. These findings suggest that the ethyl acetate extract of Passiflora foetida L. roots has promising potential as a natural antimicrobial agent with dose-dependent activity against oral pathogenic bacteria and fungi. Keywords:          C. albicans, ethyl acetate extract P. foetida L., S. mutans   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etil asetat akar Passiflora foetida L. terhadap Streptococcus mutans dan Candida albicans, dua mikroorganisme utama dalam mikrobiota rongga mulut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan uji difusi cakram. Hasil skrining menunjukkan keberadaan flavonoid, alkaloid, dan terpenoid dalam ekstrak. Uji antibakteri menunjukkan zona hambat meningkat dari 11,18 mm (1,5%) hingga 19,92 mm (3%), dan pada konsentrasi 3% tidak berbeda signifikan dengan amoxicillin (p = 0,872). Uji antijamur menunjukkan aktivitas mulai muncul pada konsentrasi 60%, dengan zona hambat tertinggi 12,47 mm pada konsentrasi 70% yang tidak berbeda signifikan dengan nystatin (p = 0,067). Uji statistik menggunakan ANOVA dan Games-Howell menunjukkan perbedaan signifikan antar beberapa kelompok perlakuan. Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak etil asetat akar rambusa memiliki potensi sebagai agen antimikroba alami yang efektif, dengan aktivitas yang bersifat dosis-responsif terhadap bakteri dan jamur patogen rongga mulut. Kata Kunci:        C. albicans, ekstrak etil asetat, P. foetida L., S. mutans
Pengaruh Kebiasaan Pola Makan terhadap Insiden terjadinya Tonsilitis: Impact of Eating Habits on the Incidence of Tonsillitis Zainal, Putri Natasya; Astuti, Lilies Anggarwati; Tandirogang, Nataniel; Wahyuddin, Ahmad
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i6.2569

Abstract

This study aimed to identify the association between dietary habits and the incidence of tonsilitis among university students. The research was conducted at the medical faculty of Hasanuddin University, Makassar. It was conducted from September to October 2022. A total of 156 students participated in this study. The students filled out a questionnaire that was prepared using Google Forms. This study measured two variables: the consumption habits of fried foods and the incidence of tonsilitis. The incidence of tonsilitis was assessed through questions related to the presence of tonsil inflammation, such as pain during swallowing, dry/sore throat, fever, runny nose, headache, and ear pain. Data processing was carried out in four steps, editing, coding, data entry, and cleaning. Subsequently, statistical analysis was performed to identify the relationship between fried food consumption habits and the symptoms of tonsilitis. The data was identified with chi square test and Mann-Whitney test. This study did not find an association between consumption of unhealthy food and the incidence of tonsilitis in Hasanuddin University medical students. Keywords:          Tonsilitis, eating habits   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan pola makan (Dietary habits) seseorang dengan kejadian tonsilitis pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin tahun 2019. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2022 di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Sebanyak 156 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian dengan mengisi kuesioner Google Forms. Penelitian ini mengukur 2 (dua) variabel yaitu kebiasaan mengonsumsi makanan gorengan dan gejala tonsilitis (The incidence of Tonsilitis). Tonsilitis dinilai melalui pertanyaan apakah terdapat peradangan pada tonsil seperti nyeri saat menelan, sakit/nyeri tenggorokan, demam, pilek, sakit kepala, dan sakit telinga. Data diolah dengan melalui 4 (empat) tahap yaitu editing, coding, entry dan cleaning. Selanjutnya data dianalisis untuk menemukan hubungan antara kebiasaan mengonsumsi makanan gorengan dan gejala tonsilitis dengan uji Chi-square dan uji Mann-whitney. Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan tidak sehat dan kejadian tonsilitis pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin tahun 2019. Kata Kunci:        Tonsilitis, kebiasaan pola makan
Uji In Vitro Potensi Prebiotik Kombinasi Pati Kulit Pisang Ambon (Musa acuminata AAA) dan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Lam): In Vitro Assessment of the Prebiotic Potential of Ambon Banana Peel (Musa acuminata AAA) and Purple Sweet Potato Ipomoea batatas L. Lam) Starch Combination Rusdi, Bertha; Trinita, Irene Yuliani; Yuniarni, Umi; Aryani, Ratih
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i6.2596

Abstract

Content Starches from Ambon banana peel (Musa acuminata AAA) and purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) show in vitro prebiotic activity. This study examined the prebiotic potential of their combined formulation on Lactobacillus acidophilus and Escherichia coli growth. Bacterial growth was assessed via optical density at 600 nm (OD???) after 24 hours, and the Prebiotic Index (PI) was calculated. The 1:1 starch combination showed a synergistic effect, enhancing prebiotic activity compared to each starch alone. The combination achieved a PI of 1.796, while Ambon banana peel starch and purple sweet potato starch recorded PI values of 1.03 and 0.04, respectively. These results suggest that combining both starches significantly improves prebiotic efficacy, indicating their potential as a natural prebiotic supplement. Keywords:          Prebiotic index, Lactobacillus acidophilus, Escherichia coli, Purple sweet potato, Ambon banana peel   Abstrak Pati kulit pisang Ambon (Musa acuminata AAA)dan ubi jalar unggu (Ipomoea batatas L.) diketahui memiliki aktivitas prebiotik secara in vitro. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi aktivitas prebiotik dari kombinasi pati kulit pisang Ambon dan ubi jalar ungu terhadap pertumbuhan Lactobacillus acidophilus dan Escherichia coli, yang bertujuan untuk mengetahui apakah potensi prebiotik kombinasi kedua pati lebih baik dibanding pati tunggalnya. Pertumbuhan bakteri uji diamati dengan mengukur selisih nilai serapan pada panjang gelombang 600 nm (OD600) setelah biakan ditambahkan pati selama 24 jam serta menhitung nilai Indeks Prebiotik (Prebiotic Index/PI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pati 1: 1 menunjukkan sinergi yang positif dalam meningkatkan aktivitas prebiotik dibandingkan dengan pati tunggal. Nilai PI kombinasi adalah sebesar 1,796 sedangkan kulit pisang Ambon adalah 1,03 dan ubi jalar ungu adalah 0,04. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi pati kulit pisang Ambon dan ubi jalar ungu berpotensi untuk dikembangkan sebagai suplemen prebiotik dari bahan baku alami. Kata Kunci:         Indeks prebiotik, Lactobacillus acidophilus, Escherichia coli, ubi jalar ungu, kulit pisang ambon

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 2 (2026): J. Sains Kes. Vol. 8 No. 1 (2026): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue